Parenting – Ada begitu banyak orang tua yang menolak pendidikan seks bagi anaknya, disebabkan kesalahpahaman mengenai maknanya.
Meluruskan pemahaman tentang pendidikan seks
Mereka mengira bahwa pendidikan seks adalah seperangkat ajaran kepada anak mengenai tata cara melakukan hubungan seksual secara benar aman dan sehat. Jadi, ini tabu dan sangat vulgar untuk disampaikan kepada anak. mereka khawatir anak justru menjadi tahu hal-hal yang sebaiknya tidak tahu, menjadi ingin mencoba dan berfantasi mengenai perbuatan yang hanya lazim dilakukan oleh orang dewasa.
Sama sekali bukan itu maksudnya. Seks (sex) artinya jenis kelamin. Pendidikan seks diawali dengan menyampaikan serangkaian pengetahuan untuk mengenali jenis kelaminnya agar anak dapat mensyukuri takdirnya, merawat dan menjaga organ kelamin dan pendukungnya, serta bersikap sesuai jenis kelaminnya. Laki-laki menjadi laki laki sejati, dan perempuan pun menjadi perempuan sejati. Jika dalam pendidikan seks terdapat pengetahuan seputar seksualitas, maka itu lebih diarahkan pada perawatan organ reproduksi agar dapat menjaga dan mengamankannya dari kejahatan seksual dan memberikan keturunan yang berkualitas secara halal di masa dewasanya kelak.
Sejak kecil, anak harus mengenali bagian tubuhnya yang paling sensitif dan cara melindunginya agar tidak menjadi obyek pelecehan seksual. Di masa remaja, kebutuhan pengetahuan akan hal ini lebih besar lagi yaitu menjaganya dari kekerasan seksual yang menjurus pada pemerkosaan atau kejahatan lain yang asusila. Jikapun bukan untuk ini, minimal anak remaja mengetahui cara menjaga kehormatan dirinya dan menghargai kehormatan orang lain.
Materi pendidikan seks bagi anak puber
Untuk usia remaja, pendidikan seks sudah berkembang mendekati seputar pengetahuan mengenai aktivitas alat kelamin dan saluran reproduksinya.
Abdullah Nashih Ulwan memberi batasan pendidikan seks menyangkut penjelasan masalah-masalah yang menyangkut aktivitas seksual, naluri, dan perkawinan kepada anak sejak akalnya mulai tumbuh. Sehingga ketika ia mencapai usia remaja dan dapat memahami persoalan hidup ia mengetahui mana yang halal dan mana yang haram.
Pendidikan seksual dimaksudkan untuk memberi pengetahuan yang benar kepada anak yang menyiapkan untuk beradaptasi secara baik dengan sikap-sikap seksual di masa depan kehidupannya, agar ia mendapat pengetahuan yang benar tentang masalah seksual dan reproduksinya. Diharapkan pendidikan seks ini menjadi bekal bagi anak untuk mewujudkan kesucian diri, dan mampu mengendalikan syahwat seksualnya dengan benar.
Anda dapat menyampaikan pendidikan seksual kepada anak remaja mengenai hal-hal berikut ini,
- Pengawasan Allah kepada makhluk-Nya yang sangat akurat dan teliti.
- Fiqih pakaian, terutama batasan aurat dan kewajiban menutupinya.
- Fiqih hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam pergaulan.
- Memahamkan siklus menstruasi bagi perempuan serta cara menghadapinya, juga cara merawat organ vitalnya.
- Tata cara mandi janabah untuk laki-laki maupun perempuan.
- Aturan berganti pakaian dalam, terutama celana dalam yang tidak boleh berlama-lama dalam keadaan lembab, dan menghindari aktivitas ekstrem yang dapat membuat rahim cedera bagi wanita dan testis terganggu pada laki-laki.
- Pengetahuan mengenai makanan, pola hidup sehat dan menjaga berat badan ideal yang dapat mempengaruhi kesuburan dan kualitas keturunan di masa mendatang.
- Proses terjadinya kehamilan dari waktu ke waktu dan apa yang terjadi di dalam rahim ketika wanita mengalami kehamilan.
- Makna pernikahan dan cinta yang sesungguhnya.
Masih banyak lagi materi yang dapat Anda sampaikan kepada anak. Sesuaikan dengan kebutuhan informasi yang ia perlukan dan kesiapan mentalnya menerima informasi itu.
Beberapa fiqih Pendidikan Seks
Memasuki masa remaja, anak perlu mendapat pengetahuan tentang hukum-hukum fiqih, terutama yang berkaitan dengan hubungan antar sesama manusia, terutama terhadap lawan jenis. Ini sangat penting mengingat begitu banyak peristiwa merugikan pada anak remaja terjadi melalui proses interaksi dengan lawan jenis.
Meminta Izin (Isti’dzan)
Anak yang sudah mumayyiz mendapat aturan untuk meminta izin ketika akan memasuki kamar orang dewasa pada tiga waktu, yaitu sebelum sholat subuh, ketika orang dewasa biasa menanggalkan pakaian luar pada tengah hari, dan setelah sholat isya’
Ini seperti perintah Allah dalam firman-Nya,
“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak(laki-laki dan perempuan) yang kalian miliki dan orang orang yang belum baligh di antara kalian meminta izin kepada kalian tiga waktu (dalam satu hari) yaitu sebelum sholat subuh, ketika kalian menanggalkan pakaian luar kalian pada tengah hari, dan setelah sholat isya’ itulah tiga aurat bagi kalian.” (Q.S An-Nuur: 58).
Isti’dzan di tiga waktu ini khusus bagi anak-anak saja. untuk anak yang sudah mencapai usia baligh, isti’dzan mencakup seluruh waktu. Ini seperti perintah Allah dalam firman-Nya,
“Dan apabila anak-anak kalian telah mencapai usia baligh maka hendaklah mereka meminta izin sebagaimana orang orang sebelum mereka meminta izin. Dengan demikian Allah menjelaskan ayat-ayatnya Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana. (Q.S. An-Nuur :59)
Isti’dzan mengandung hikmah yang sangat jelas, yaitu menjaga agar anak tidak melihat aurat orang dewasa atau rahasia seputar seksual orang dewasa.
Menguatkan penerimaan takdir sesuai jenis kelamin
Anak laki-laki harus kuat takdirnya sebagai laki-laki agar ia menerimanya dengan ikhlas dan tumbuh menjadi pria sejati. Anak perempuan harus kuat takdirnya sebagai perempuan agar ia menerima dirinya sebagai perempuan untuk menjadi seorang perempuan sejati.
Perlu menyampaikan bahwa hanya ada dua jenis kelamin pada manusia, yaitu laki-laki dan perempuan. Karena anak laki-laki berbeda secara fitrah dengan perempuan dalam banyak hal, maka jangan sampai perbedaan ini menjadi tersamarkan. Allah melarang laki-laki yang menyerupakan dirinya dengan perempuan, juga perempuan yang menyerupakan dirinya seperti laki-laki.
“Dari Ibnu Abbas r.a berkata, Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang berlagak perempuan dan perempuan yang berlagak laki-laki. Dari riwayat yang lain Rasulullah melaknat laki-laki yang meniru perempuan dan perempuan yang meniru laki-laki. (H.R Bukhori)
Salah satu ajaran penting yang menjadi prioritas oleh para pendidik adalah menerapkan etika memandang sejak usia mumayiz, sehingga anak mengetahui mana yang boleh kita pandang dan mana yang tidak boleh. Larangan saling memandang ini berlaku karena khawatir akan muncul syahwat. Sebab, salah satu fitrah setiap manusia adalah tertarik safwat kepada lawan jenisnya.
Dalam surat An-Nuur 30 – 31 Allah berfirman,
“Katakanlah kepada wanita yang beriman : “ Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.
Dan hendaklah menutupkan kain kerudung ke dadanya,dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putra putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. (An-Nuur 30 – 31)
Mengenalkan mahram
Bagian dari pendidikan seksual yang amat penting adalah mengenalkan Mahram kepada anak. Mahram adalah orang yang haram untuk dinikahi atau menerima nikah dengannya. Pengetahuan ini penting agar anak tidak terjerumus dalam cinta terlarang, yaitu ingin menikah dengan seseorang yang ternyata mahramnya.
Keturunan atau kekerabatan yang dekat dapat menjadi sebab pernikahan terlarang. Orang-orang berikut ini adalah seketurunan yang tidak boleh dinikahi;
- Ibu, ibunya ibu, ibunya ayah dan seterusnya.
- Anak perempuan, cucu perempuan dan seterusnya.
- Saudara perempuan atau seayah, hanya seayah atau seibu.
- Saudara perempuan dari ayah.
- Anak perempuan dari saudara laki-laki dan seterusnya.
- Saudara perempuan dari ibu.
- Anak perempuan dari saudara perempuan dan seterusnya.
Mahram sebab persusuan
Sepersusuan adalah pernah mengalami penyusuan pada wanita yang sama meskipun wanita susuan itu bukan ibunya sendiri. Penyusuan menjadi sebab kemahraman.
- Ibu yang pernah menyusui
- Saudara perempuan
Mahram sebab persemendaan atau pernikahan
bergabungnya dua keluarga dalam pernikahan menyebabkan beberapa orang dari keluarga tidak boleh menikahinya. Mereka itu di antaranya adalah,
- Ibu dari Istri (mertua)
- Anak istri (tiri), bila ibunya telah dicampuri
- Istri dari anak kandung (menantu)
- Bekas istri ayahnya
- Menghimpun bersama dua orang perempuan yang antara keduanya mahram
Daftar perkembangan anak di awal puber yang harus diamati orang tua
Orang tua dapat membuat daftar perkembangan anak remaja barunya, seberapa jauh ia telah meninggalkan masa kanak-kanak dan memulai hidupnya sebagai remaja.
Berikut ini adalah contoh beberapa point perkembangan positif anak yang memasuki masa remajanya dengan baik.
- Menerima fisiknya sendiri berikut apapun keadaan dan perasaannya.
- Mencapai kemandirian emosional (tidak lagi bergantung pada orang tua).
- Mengembangkan keterampilan komunikasi dan bergaul dengan teman sebaya, baik secara individual maupun kelompok.
- Menemukan sesosok model ideal atau idola yang jadi identitas pribadinya.
- Menerima dirinya sendiri dan memiliki kepercayaan terhadap kemampuannya sendiri. Memperkuat kemampuan mengendalikan diri (self-control) atas dasar nilai, prinsip-prinsip, atau keyakinan.
- Mampu meninggalkan reaksi dan penyesuaian diri sikap atau perilaku kekanak-kanakannya.
[Yazid Subakti]