Menemani Si Pintar Belajar

Menemani Si Pintar Belajar

Pintar Belajar – Tahukah Anda, otak anak kita mempunyai potensi yang sama dengan otak Albert Einstein? otak Einstein maupun otak anak – anak kita terdiri atas tiga bagian dasar yang sama yaitu batang otak, ” Otak reptil”, sistem limbik, ”otak mamalia”, dan neokorteks. Masing – masing bagian otak akan berkembang dalam waktu yang berbeda, memiliki struktur saraf tertentu dan bertanggung jawab atas fungsi yang berbeda – beda.

1. Batang otak (otak reptilia)

  • Mengatur fungsi motor sensorik, pengetahuan tentang realitas fisik yang berasal dari panca indera
  • Mengatur insting mempertahankan hidup (makan, tempat tinggal, reproduksi, keamanan lingkungan hidup.
  • Menghadapi atau lari dari masalah. Ketika merasa ada bahaya yang mengancam maka otak akan segera meresponnya dengan dua pilihan yaitu menghadapinya atau segera lari.

2.Sistem limbik atau otak mamalia

Bagian otak ini merupakan panel kontrol utama yang menggunakan informasi dari panca indera sebagai input. Input inilah yang kemudian diteruskan ke otak pemikir atau neokorteks. Tugas Sistem limbik adalah:

  • Mengatur perasaan emosi (menyimpan kenangan yang menyenangkan, kemampuan belajar juga menyimpan pengalaman buruk dan memalukan).
  • Bioritme (mengatur pola makan, pola haus, pola tidur, detak jantung, denyut nadi, gairah seksual dan amarah)
  • Pusat pengaturan sistem kekebalan tubuh

3.Neokorteks atau otak berpikir adalah tempat bersemayamnya kecerdasan Anda.

Bagian ini akan menerima dan memberikan reaksi atas input yang dari sistem limbik. Neokortek bertanggung jawab atas:

  • Berpikir intelektual
  • Penalaran
  • Perilaku yang wajar
  • Bahasa
  • Kecerdasan yang lebih tinggi

Menurut Ibnu Khaldun, bayi itu diumpamakan sebuah bahan mentah yang harus diberi isi yang baik supaya menjadi orang dewasa yang berguna kelak. Jika dirawat oleh tubuh yang sehat, selalu diberikan makanan yang bergizi seimbang serta berada di lingkungan yang selalu memberinya stimulus cerdas, maka otak ini akan terus aktif dan berkembang.

Semua otak sangat berpotensi menjadi generasi cerdas penerus Einstein, Ibnu sina, Ibnu Tufail, Al-Khawarizmi, bahkan imam Syafii yang menciptakan karya – karya baru yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

 

A. Kecerdasan spiritual

Seorang anak terlahir dengan berbagai kecerdasan, selain 7 kecerdasan yang diungkap oleh Howard Gardner. Kecerdasan ini adalah kecerdasan spiritual. Merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan keberadaan Tuhan, sebuah kecerdasan dimana untuk menghadapi dan memecahkan persoalan selalu dikaitkan dengan makna dan nilai. Kecerdasan spiritual merupakan puncak kecerdasan seorang muslim.

Menurut Robert A Emmons, orang yang memiliki kecerdasan spiritual memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

  • Kemampuan untuk mentransendensikan yang fisik dan material
  • Kemampuan untuk mengalami tingkat kesadaran yang memuncak
  • Keahlian untuk mensakralkan pengalaman sehari – hari
  • Kemampuan untuk menggunakan sumber spiritual untuk menyelesaikan masalah dan kemampuan untuk berbuat baik
  • Memiliki rasa kasih yang tinggi pada sesama makhluk tuhan.

 

B. Jenius tidak hanya milik Plato

1. Mungkin saja Bayi anda Jenius

Anda pasti membayangkan sosok Thomas Alpha Edison, Einstein, atau Plato beserta hasil temuannya ketika mendengar kata ’jenius’.

Padahal jenius tidak hanya milik mereka. Mereka hanya memiliki kemauan untuk berpikir mendalam tentang sebuah fenomena, mempelajari seluruh tanda – tanda alam (global learning) serta berani untuk melihat segala sesuatu dari sudut pandang berbeda dengan orang – orang di zamannya. Anda, bayi mungil yang sedang Anda gendong atau janin yang masih dalam kandungan itu semua bisa menjadi jenius.

Dengan bekal mengetahui kecenderungan kecerdasan anak- anak kita, kita dapat mengoptimalkan kecerdasan mereka dan menjadikan mereka para generasi jenius.

2. Belajar dari para penemu

Perhatikan perjuangan para penemu berikut ini:

  • Edison ternyata melakukan ribuan kali percobaan yang gagal sebelum menemukan bola lampu listrik yang hari ini kita nikmati hasilnya.
  • Merry currie yang meninggal di laboratorium rumahnya akibat keracunan zat kimia, yang ternyata telah menemukan mercury yang bermanfaat.
  • Otto Lilienthal yang melakukan 2000 kali percobaan penerbangan yang akhirnya meninggal karena terjatuh dalam percobaan penerbangannya. Dia yang telah mempelopori penemuan pesawat terbang modern.
  • Ibnu Rusydi yang telah dikucilkan dan diusir dari kampungnya karena dianggap aneh. Akibat pemikirannya dalam bidang filosof dan kedokteran muslim.

3. Manfaatkan ketika masih bayi

  • Usia balita merupakan tonggak awal sebuah proses global learning. Di usia ini otak bayi seperti spons yang akan menyerap banyak hal, fakta – fakta, sifat fisik, memahami emosi, dan mengartikan berbagai bahasa.
  • Semakin bervariasi rangsangan yang diterima si kecil membuat hubungan antar sel-sel otak semakin kompleks.
  • Ketika semakin sering dan teratur rangsangan yang bayi terima, maka semakin kuat maka hubungan antar sel-sel otak tersebut.
  • Semakin kompleks dan kuat hubungan antar sel-sel otak, maka semakin tinggi dan bervariasi kecerdasan anak.
  • Bila dikembangkan terus menerus, anak akan mempunyai banyak kecerdasan. Penciptaan pola asuh yang aman dan nyaman memberikan ruang yang luas untuk melihat banyak hal.
  • Dengan selalu menstimulasi dan melayani setiap pertanyaan yang terlontar dari si kecil, maka Anda telah menjadi seorang guru jenius yang dapat melahirkan para jenius baru.

 

C. Deteksi dini tumbuh kembang

Manusia lahir dengan rasa ingin tahu yang besar dan tidak pernah terpuaskan. Panca indera, dan seluruh anggota tubuh merupakan modal utama untuk memuaskan rasa ingin tahu ini.

Melalui anggota tubuh tersebut anak akan belajar memahami dan menerjemahkan semua informasi yang ia temukan. Secara tidak langsung otak akan terus terasah, semakin banyak hal baru yang ia temukan maka otak akan semakin banyak menyimpan informasi baru.

Pertumbuhan dan perkembangan seluruh anggota tubuh si kecil patut Anda perhatikan. Berikut adalah hal – hal yang harus Anda waspadai, sebagai rambu pertama untuk mengetahui ketidaknormalan dalam pertumbuhan dan perkembangannya.

Anda harus mewaspadai hal – hal berikut menurut usianya

2 bulan
– Mata terlihat selalu bergerak – gerak atau juling

4 bulan
– Belum bisa menggerakan kepala
– Masih memiliki refleks genggam
– Sewaktu menyusui jarang menatap wajah ibunya

6 bulan
– Tidak berceloteh ketika diajak berbicara
– Tidak mampu memalingkan mata dan kepala terhadap sumber suara yang datang

8 bulan
– Belum bisa tengkurap

10 bulan
– Tidak bereaksi saat namanya dipanggil

12 bulan
– Belum bisa duduk
– Tidak berceloteh, tidak menunjuk, tidak memberikan ekspresi

15 bulan
– Tidak bereaksi dengan kata larangan, dada atau boleh

16 bulan
– Tidak bisa mengucapkan kata yang bisa dimengerti orang lain

18 bulan
– Tidak dapat menunjuk bagian tubuh bila ditanya
– Perbendaharaan kata terbatas
– Belum dapat berjalan
– Tidak dapat menyebutkan 10 kata tunggal

21 bulan
– Tidak bereaksi terhadap perintah (duduk, kemari,ambil)

24 bulan
– Tidak bisa menyebutkan bagian tubuh
– Belum bisa mengucapkan frasa (dua buah kata)
– Belum mampu mengucapkan 2 kata spontan

30 bulan
– Anggota keluarga sulit mengerti ucapannya

36 bulan
– Tidak bisa bertanya menggunakan kalimat tanya sederhana

3, 5 tahun
– Belum dapat menyebutkan kata akhiran dengan benar

4 tahun
– Belum lancar berbicara/ gagap

 

[Yazid Subakti]

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *