Jadilah Bunga Paling Indah

Jadilah Bunga Paling Indah

Pra Nikah – Jadilah bunga yang paling indah di sekitarmu. Jadilah bunga yang keindahannya seperti Fatimah Az Zahra. Dialah kekasih ayahandanya, Rasulullah SAW, dan dicintai seluruh ummat manusia. Dialah seorang bidadari dunia yang lahir dari wanita terbaik di zamannya, Khadijah Al Kubra. Dia gadis yang barangssiapa menyakitinya, maka berarti telah menyakiti Rasulullah. Dialah wanita yang terpilih oleh Allah membawa garis keturunan Rasulullah sampai akhir zaman.

Selain itu tidak seperti anak-anak lainnya, Fatima mempunyai pembawaan yang tenang dan lembut. Ajaran, bimbingan, dan perangai ayahnya yang agung itu membawanya menjadi wanita berbudi tinggi, ramah, simpatik, dan cerdas.

Sehingga Fatimah sangat mirip dengan ayahnya, baik roman muka maupun kebiasaan yang salehah.  Ia telah menjadi simbol segala yang suci dalam diri wanita yang paling mulia. Dialah seorang putri yang dijanjikan akan menjadi ratu bagi segenap wanita yang berada di surga.

  • Bunga yang menebar wangi

Bunga yangi adalah wanita yang memberi cahaya agi ummat di sekelilingnya. Jadilah seorang hamba Allah yang memberi manfaat kepada sesama. Sesungguhnya  Rasulullah telah bersabda,

Barangsiapa yang mampu memberi manfaat kepada saudaranya, maka hendaklah ia melakukannya.’ (HR. Muslim)

Sedangkan seorang mukmin itu ibarat pohon yang dengannya manusia mendapatkan kebaikan.

Sesungguhnya aku mengetahui pohon yang diambil manfaat dengannya seperti seorang mukmin.”  (HR. Ahmad)

Allah melarang manusia menyembunyikan kemampuannya untuk memberi amnfaat kepada sesame. Dia berfirman yang artinya,

“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada.Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu ? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. an-Nur:22)

  • Jadilah manusia yang dapat diharapkan kebaikannya

Pelajarilah Al-Quran dan ajarkan kepada orang lain. Ustman bin Affan radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

Manusia yang paling diharapkan kebaikannya dan mereka yang paling jauh keburukannya.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri di hadapan beberapa orang, lalu bersabda: “Maukah kalian aku beritahukan sebaik-baik dan seburuk-buruk orang dari kalian?” Mereka terdiam, dan Nabi bertanya seperti itu tiga kali, lalu ada seorang yang berkata: “Iya, kami mau wahai Rasulullah, beritahukanlah kepada kami sebaik-baik dan buruk-buruk kami,” beliau bersabda: “Sebaik-sebaik kalian adalah orang yang mengharapkan kebaikannya dan sedangkan keburukannya terjaga…” (HR Tirmidzi)

Jadilah orang yang paling  baik akhlaknya dan senantiasa menuntut ilmu. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian islamnya adalah yang paling baik akhlaq jika mereka menuntut ilmu.” (HR.  Ahmad)

Berilah makan kepada orang-orang yang membutuhkan makanan. Hamzah bin Shuhaib meriwayatkan dari bapaknya radhiyallahu ‘anhu yang berkata: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang memberikan makanan.” (HR. Ahmad)

Gunakan umur dengan amal kebaikan. Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa ada seorang Arab Badui berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Wahai Rasulullah, siapakah sebaik-baik manusia?” beliau menjawab: “Siapa yang paling panjang umurnya dan baik amalannya.” (HR Tirmidzi)

  • Bunga yang terjaga

Jadilah wanita yang senantiasa menjaga sikap dan tindakan. Menjaga sikap berarti selalu berhati-hati, menjaga tindakan berarti selalu menghindari apa yang terlarang atau hukumnya masih tersamar.

Abu Abdillah Nu’man bin Basyir ra berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya yang halal itu telah jelas dan yang haram pun telah jelas pula. Sedangkan di antaranya ada perkara yang samara-samar yang kebanyakan manusia tidak mengetahui (hukum) nya. Barang siapa yang menghindari perkara samara-samar, maka ia telah membersihkan agama dan kehormatannya. Barang siapa yang jatuh ke dalam perkara yang samara-samar maka ia telah jatuh ke dalam perkara yang haram. Seperti penggembala yang berada di dekat pagar larangan (milik orang lain) dan dikhawatirkan ia akan masuk ke dalamnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadilah wanita yang selalu menjaga hati dari kotoran dan penyakit yang merusakkannya.

Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan, ingatlah bahwa larangan Allah adalah apa yang diharamkan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam jasad manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka baik pula seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *