Jangan Ditipu oleh Cinta Berbalut Nafsu

Jangan Ditipu oleh Cinta Berbalut Nafsu

Pra Nikah – Sebagian manusia telah terbelenggu oleh cinta berbalut nafsu, yaitu cinta dunia yang beserta dengan perasaan takut mati. Rasulullah saw mengingatkan,

“Hampir saja orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian seperti menyerbu makanan di atas piring’. Seseorang bertanya: ‘Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?’ Beliau bersabda: ‘Bahkan kalian pada waktu itu banyak sekali, akan tetapi kalian seperti buih di atas air. Dan Alloh mencabut rasa takut musuh-musuh kalian terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn’. Seseorang bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah wahnitu?’ Beliau bersabda: ‘(wahn adalah) Mencintai dunia dan takut mati”. (HR Abu Dawud)

Bagaimanakah seseorang akan berjodoh dengan cinta yang indah ketika ia terbelenggu? Bagaimanakah Allah akan mempertemukan anda dengan pasangan terbaik kalau anda terikat kuat oleh tali kekang harta?

A. Cinta yang menggebu biasanya berbalut nafsu

Ada kalanya perasaan cinta sangat menggebu dan ingin segera mempertemukan satu jiwa dengan jiwa lainnya.  Cinta seperti ini terus menerus mendorong anda untuk memburunya tanpa berpikir bagaimana keadaan anda saat itu dan keadaan dia. Anda merasa tak berdaya untuk membangunkan kesadaran diri agar bersabar dan menanti saat terbaik untuk dipertemukan oleh Allah yang Maha Mencintai.

Cinta yang menggebu kadang harus kita waspadai. Boleh jadi cinta yang seperti ini hanyalah hasrat yang terbalut nafsu. Tidak ada kebaikan nafsu kecuali syaitan akan menyertai dan menjermuskan.

Allah telah berfirman yang artinya,

“Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” [QS Shad : 26]

Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesung- guhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesung- guhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” [QS. Qashash : 50]

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.” [QS. Al Mu’minun : 71]

“Lalu keduanya tergelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan keluar dari keadaan semula  dan Kami berfirman: ‘Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.’” [QS. Al Baqarah : 36]

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat tertipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.” [QS. Al Baqarah : 27]

B. Cinta yang semu

cinta berbalut nafsuCinta yang semu berarti cinta yang penuh kepura-puraan atau cinta yang tidak dapat terpercaya kesungguhannya. Apakah Cinta yang anda rasakan itu hanyalah cinta yang semu? Kenalilah melalui tanda-tanda berikut ini,

  • Tidak dapat mengandalkan pengorbanannya karena tujuannya hanyalah nikmat dan keindahannya saja.
  • Berkorban baginya tidak membawa nikmat dan memberikan sesuatu kepadanya tidak menimbulkan perasaan rela.
  • Meluangkan waktu bagi yang ia cintai terasa tidak begitu penting karena menganggap masih banyak waktu-waktu lain yang dapat meluangkan untuknya.
  • Tidak ada keinginan menyebut atau mengingat nama yang ia cintai karena menganggap bahwa yang terpenting adalah rasa di hati. Padahal hati tidak dapat terukur.
  • Tidak terlalu merindukan yang ia cintai ketika jauh, dan merasa cemburu terhadap apa yang akan terjadi pada yang ia rindukan.
  • Ada sisi lain yang ia harapkan dari yang ia rindukan selain jiwanya, misalnya mengharapkan harta, keturunan, bangga akan parasnya, jaminan masa depan, perlindungan, dan sebagainya.
  • Kadangkala cinta semu tersamarkan dengan istilah “memilih secara rasional”, padahal yang sesungguhnya terjadi adalah menjalin hubungan secara oportunis (hanya mencari keuntungan semata).

C. Oleh sebab apakah anda dicintai?

Para generasi salaf dan orang-orang bijak memberikan nasehat kepada pemuda,

Jika ia mencintai anda karena harta yang anda miliki, maka ia akan  meninggalkan anda ketika harta telah ia dapatkan atau anda tertimpa kebangkrutan.

Jika ia mencintai anda karena kecantikan yang anda miliki, maka ia akan mencari pengganti lain ketika kecantikan anda semakin memudar.

Jika  ia mencintai anda karena kedudukan yang anda tempati saat ini, maka ia akan pergi menjauh ketika kedudukan anda tidak lagi di masa kejayaan.

Jika ia mencintai anda karena kemasyhuran keluarga anda selama ini, maka ia akan menghilang saat keluarga anda tertimpa musibah.

Jika ia mencintai karena kecerdasan akal dan keceriaan anda selama ini, maka suatu saat ia akan meninggalkan anda ketika ia melihat anda murung dan didera masalah.

Jika anda dicintai karena keserasian tubuh anda yang dianggap ideal baginya, maka suatu saat ia akan berpindah ke tubuh lain saat anda mulai menua dan rapuh.

Jika anda dicintai karena kehangatan perhatian yang anda berikan kepadanya, maka suatu saat anda akan ditinggalkan ketika anda dilanda kesibukan.

Jika anda dicintai hanya karena kebetulan ia jatuh cinta kepada ANda, maka hampir pasti ia akan segera menjauhi anda saat dirinya menyadari kriteria jodoh yang ia dambakan selama ini.

Maka janganlah menjadi orang yang mendapat cinta bukan karena Allah dan ingin menegakkan sunnah Rasul-Nya. Cinta yang bukan karena Allah menyebabkan seseorang tidak merasa berdosa ketika berkhianat. Jika cinta itu bukan karena Allah, maka ia adalah karena syetan. Dan syetan adalah musuh yang nyata.

D. Cinta buta

Cinta buta adalah cinta tanpa akal. Seseorang yang terlibat cinta buta menjadikan hawa nafsu sebagai api penyemangatnya, dan menjadikan syetan sebagai bala bantuannya.

Kisah cinta buta ini sudah amat tua, yaitu sejak generasi kedua penciptaan manusia yaitu oleh Qabil. 

Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi.” [QS. Al Maidah : 30]

Cinta buta menjadikan seseorang melakukan apapun untuk yang ia cintai, tanpa peduli alasan yang mendasari dan akibat yang akan ia timbulkan. Ia benar-benar akan bertindak di luar kesadaran dan jauh dari akal sehat.

Jauhilah cinta buta, sebab kesadaran akan kesalahan cinta buta sering terjadi ketika manuisa telah berada di saat paling terpuruk, bahkan saat berada di tiang gantungan beberapa detik menjelang kematiannya karena bunuh diri. 

[Yazid Subakti]

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *