Jadilah Pribadi yang Dewasa, Usia Berapapun Baik untuk Memulai

Jadilah Pribadi yang Dewasa, Usia Berapapun Baik untuk Memulai

Pra Nikah – Pada usia berapapun, anda tetap bisa memulai hal apapun. Maka jadilah pribadi yang dewasa tanpa harus tergantung pada usia.

  • Berkaryalah tanpa peduli usia

Apakah anda merasa terlambat untuk memulai sesuatu? Usia bukanlah penghalang untuk memulai apapun.

Toyo Shibata, seorang perempuan Jepang berusia 92 tahun memulai menulis buku kumpulan puisi. Di luar dugaan, buku debutan berjudul Don’t Be Frustated tersebut The 10 Best Seller 2010 di Jepang hingga penerbit menggandakan jutaan kopi untuk para pembaca yang antusias.

Kolonel Harland Sanders mendirikan Kentucky Fried Chicken di usianya yang 66. Sanders saat itu tidak memiliki uang sepeser pun kecuali sedikit dari jatah pensiunnya sebagai purnawirawan.

Winston Churchill menjadi Perdana Menteri saat usianya 81 tahun. Clara Barton memimpin palang Merah Internasional pada usia 83 tahun. Robert Frost menulis puisi-puisi termasyurnya pada usia 80 tahun.  Oliver Wendell Holmes menjadi Hakim Agung pada usia 90 th. Connie Mack memimpin tim pemenang baseball pada usia 88 th. Toscanini menjadi seorang Konduktor Orkestra ternama di dunia pada usia 87 th.

Pada umur 47 tahun, Martina Navratilova kembali ke kejuaraan Wimbledon dan mewakili Amerika Serikat pada Olimpiade Athena 2004. Ed Whitlock, 73 tahun, memecahkan rekor dunia marathon dengan menyelesaikan pertandingan dalam waktu di bawah 3 jam. Ed adalah manusia berusia di atas 70 tahun yang pertama dalam sejarah yang meraih hasil ini dan melakukannya dua kali.

Manusia tidak mampu menemukan jodoh. Ia hanya berikhtiar dan memohon, kemudian Allah mempertemukan apa yang ia pinta dan ikhtiarkan.

Para gadis dan lajang bertanya, “Di usia berapakah saya akan temukan jodohku?”. Maka Allah akan memberikan jawaban lewat istikharah panjang mereka. Kadang Allah mengabulkan permintaan itu saat usia mereka masih belia. Tetapi jika DIa tidak menghendaki, mereka akan mendapatkannya di usia yang tua.

Jangan pusing karena usia. Nabiyullah Ibrahim as  menikah di usia muda, tetapi cita-citanya memiliki keturunan baru terkabul di usia tua. Demikian pula Imran yang soleh, sungguhpun mendapat jodoh di usia muda, ia harus bersabar menunggu kelahiran anak tercinta di usia yang  renta.

Allah SWT berfirman yang artinya,

“Boleh jadi engkau membenci sesuatu, padahal sesuatu itu lebih bagimu. Oleh jadi pula engkau menyukai sesuatu, sedangkan sesuatu itu ternyata lebih buruk bagimu…” (QS Al Baqarah : 216)

Jika perintisan karya besar dapat anda mulais pada usia berapapun, maka demikianlah halnya dengan jodoh. Menerima atau merintis jalan jodoh kadang tidak semanis yang Anda kira. Ia harus memulai, kadang dengan pengorbanan.

  • Jika Anda tak pernah memulai

Jika anda tak mulai mencoba, anda tak akan pernah mengalaminya. Dan jika anda tak pernah mengalaminya, anda tak akan mendapat pelajaran darinya.

Jangan berpangku tangan untuk menunggu hasil dari serangkaian doa-doa. Allah berfirman yang artinya,

“Sesunguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah masing-masing diri mereka.” (QS Al Anfal : 53 )

Jangan menunggu mimpi indah datangnya pujaan hati, tanpa pernah menjalin silaturahmi dengan sesame muslim dan menampakkan diri di hadapan ummat. Ia akan didatangkan oleh Allah melalui jalan yang mengharuskan Anda bangkit, dengan perjuangan dan keberanian mencoba. 

Jika anda tak pernah memulai meraihnya, buah ranum di pohon akan didahului oleh kelelawar dan tupai, atau jatuh dan menjadi busuk karenanya. Jika anda tak pernah memulai memberanikan diri dalam peristiwa perkenalan, anda tak akan pernah belajar dan mengambil ibrah darinya. 

pribadi yang dewasa

  • Jadilah Pribadi yang Dewasa

Dewasa itu bukan semata karena usia. Usamah bin Zaid dianggap dewasa meski ia baru berusia 15 tahun. Rasulullah mengangkatnya menjadi panglima seluruh pasukan yang akan ikut dalam perang Khandaq. Ketika pemuda seusianya sedang senang jalan-jalan, kumpul-kumpul dengan teman-teman, dan menghabiskan waktu nuntuk kesenangan.

Dewasa itu bukan usia yang makin merambat, tetapi  benar bahwa tinggnya usia mengharuskan manusia makin dewasa. Jika Usamah bin Zaid telah memimpin perang Khandaq di awal puber,  jadilah diri Anda panglima perang melawan penghalang-penghalang kesuksesan diri. Sebab kini perang Khandaq tak akan ada lagi.

Dewasa adalah kepandaian mengolah pikiran sehingga ia mudah membedakan mana kebenaran dan mana kebatilan. Dewasa adalah kemampuan untuk menolak kemungkaran karena ia tahu itu buruk baginya, dan keterbukaan menerima kebaikan karena tahu itu baik baginya. Kedewasaan terjadi oleh pengalaman sehingga karenannya seseorang bersikap arif setiap kali menghadapi masalah.

Dewasa adalah saat bersemayamnya hikmah pada hati seseorang, sebagaimana Allah telah berfirman yang artinya,

“Dan setelah menjadi dewasa dan cukup umurnya, Kami anugerahkan kepadanya hikmah dan ilmu pengetahuan. Demikianlah Kami memberi balasan bagi orang-orang yang melakukan kebajikan.“ (QS. Al Qashash : 14)

Pimpin dirimu untuk meraih kemenangan demi kemenangan tiap tahunnya. Satu tahun adalah satu tahap kemenangan,  maka tingginya usia  adalah tingginya  prestasi dan kesuksesan.

  • “Ya Allah, Panjangkanlah Umurku, dan Berkahilah…”

Setiap orang menginginkan dipanjangkan umurnya. Tetapi tidak banyak orang yang memikirkan seberapa bermanfaat umurnya jika Allah benar-benar memberinya umur panjang itu.

Umur panjang tidak berarti jika tanpa karya nyata dan prestasi. Yang terpenting adalah, berapapun usia kita dan akan diperlama lagi berapapun waktunya, kesempatan itu selalu menjadi jam-jam produktif dan menghasilkan sesuatu.

Bertanyalah di dalam hati, “Apa yang saya hasilkan hari ini?” lalu gerakkan tangan dan kaki untuk mulai berbuat. Lalu mohonlah kepada Allah keberkahan umur, karena tiadalah umur itu berarti tanpa limpahan berkah di dalamnya.

  • Sebaik-baik usia  adalah usia yang berkah

Apa itu umur yang barokah? Ia bagaikan segelas air putih yang tidak hanya membuat manusia hilang dari dahaga, tetapi membersihkan racun tubuh, mengalirkan berbagai nutrisi, melancarkan aliran darah, membantu pencernaan, dan memberikan tenaga.

Umur barokah bukan sekedar kesempatan hidup yang lama, tetapi waktu demi waktu dipadati dengan manfaat dan amal kebaikan.

Sebaik-baik usia manusia adalah jika ia dikaruniai umur yang panjang, sedangkan umurnya itu digunakan untuk melakukan amal kebaikan.

Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa ada seorang Arab Badui berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “Wahai Rasulullah, siapakah sebaik-baik manusia?” beliau menjawab : “Siapa yang paling panjang umurnya dan baik amalannya.” (HR Tirmidzi).

Tetapi bila seseorang menghendaki umur yang panjang, lalu umurnya itu untuk sesuatu yang tidak baik, maka jadilah ia seburuk-buruk manusia.

Rasulullah saw mengingatkan,

 “Dan seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya, tetapi buruk amalnya.” (HR. Ahmad).

  • Jangan seperti mereka yang meminta dikembalikan ke dunia

Orang-orang kafir menyesali hidupnya ketika di akhirat mendapati kenyataan di dalam neraka. Mereka meminta dikembalikan ke dunia untuk beramal baik.

“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu “Ya Tuhan kami keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang shaleh berlainan dgn yang telah kami kerjakan.” Dan apakah Kami tidak memanjangkan umur kalian dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir dan datang kepada kalian pemberi peringatan? Maka rasakanlah dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolongpun.”( QS Al Fathir : 37 )

Tentu saja Allah tidak akan mengembalikannya ke alam dunia. 

 

[Yazid Subakti]

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *