Parenting – Apa yang akan kita tampilkan dari diri ini kepada buah hati yang kini menjadi seorang pemuda muslim penuh harapan? Kita mesti kembali melihat diri kita saat ini, sejauh mana telah siap memberi keteladanan dan sejauh mana kekuatan telah kita siapkan untuk membersamainya.
Kita mesti menjadi teladan bagi anak kita, meskipun ia telah beranjak menuju dewasa. Apa yang kita lakukan masih menjadi model bagi dia untuk berbuat, sehingga sebagian perilaku buruk kita akan menjadi perilaku buruknya, dan sebagian perilaku baik kitapun akan menjadi perilaku baik dia.
Daftatr Isi
Menjadi orang tua yang mengatakan apa yang dilakukan
Kita ini ibarat pelita di tengah kegelapan malam. Kita datang di tengah anak-anak memberi penerangan, jalan dan petunjuk untuk hidup selamat. Apa yang kita lakukan seharusnya mencerminkan apa yang kita katakan. Jika kita menyerukan kedisiplinan, maka kita sendiri adalah sosok yang disiplin. Jika kita berkata tentang kesederhanaan, maka kita sendiri adalah sosok yang sederhana.
Allah murka atas orang-orang yang memerintahkan suatu perbuatan, sedangkan ia sendiri tidak melakukannya. Dia telah berfirman,
Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (QS Ash Shaff 2-3)
Menjadi orang tua yang memulai dengan dirinya sebelum menyeru anak-anak
Anda menjadi model atas apa-apa yang Anda nasehatkan kepada anak. Dengan keteladanan ini, apa yang Anda katakan adalah apa yang Anda lakukan.
Kita menjadi orang yang salatnya benar, lalu mengajak anak untuk salat dengan benar, sedekahnya bersemangat dan mengajak anak untuk semangat bersedekah, terbiasa mengucap salam lalu mengajak anak membiasakan berucap salam. Kita berusaha menjadi orang yang hatinya bersih dari dengki, iri hati, dan kesombongan, sehingga layak mengajak anak untuk menjauhi sifat-sifat tersebut.
Jadi, kekuatan orang tua bukanlah dalam keterampilan seni memilih kata-kata ajakan, tetapi pada keteladanan dirinya tentang apa yang akan ia sampaikan.
Mengikat hati anak sebelum memberi tuntutan dan penjelasan panjang
Salah satu sifat hati adalah ketika ia telah bertaut, maka seseorang akan mudah menerima masukan atau arahan dari tautan hatinya itu. Beberapa kebiasaan sederhana yang membuat anak terikat hati dengan orang tua adalah kontak fisik yang intim, hadir setiap kali ada masalah, mendengarkan keluhan, dan bepergian bersama.
Anda juga bisa mulai menjadi orang tua yang terbuka kepada anak dengan batasan yang lazim. Keterbukaan membuat anak percaya untuk membuka hatinya kepada orang tua.
Memberlakukan tahapan sesuai kondisi dan kemampuan
Jangan menjadi orang tua yang terburu-buru ingin segera melihat kesalihan anaknya dalam waktu singkat. Setiap anak mungkin saja memiliki keterbatasan menerima masukan, atau memiliki prioritas sendiri kebaikan dalam hal apa yang akan ia pilih. Diturunkannya Al-Qur’an secara berangsur-angsur mengandung hikmah mengenai perlunya tahapan. Syariat disampaikan oleh Allah SWT secara bertahap selama masa 22 tahun 2 bulan 22 hari.
Sampaikan apa-apa yang mudah bagi anak, baru kemudian bertahap pada urusan yang lebih sulit. Sampaikan pemahaman yang sederhana sebelum menuju yang rumit. Ajarkan syariat dari yang paling ringan sebelum menyampaikan yang berat-berat baginya.
Yang pokok dalam kepribadian anak adalah aqidah dan kekuatan iman nya. Kemudian akidahnya itu diiringi dengan bukti menjadi anak yang rajin beribadah. Ketika menyampaikan risalah ibadah, sampaikan ibadah-ibadah wajib dulu sebelum yang sunnah.
Memberi motivasi dulu sebelum menyampaikan peringatan
Mendidik anak itu mula-mula menyampaikan kabar gembira, baru kemudian menyampaikan peringatan. Sebab salah satu sifat manusiawi orang awam adalah mudah merasa takut atau menghindari dari hal-hal yang menurutnya berat atau mengancam.
Saat menyampaikan pelajaran tentang salat kepada anak kecil, sampaikanlah bahwa salat merupakan tanda orang beriman yang dengan melakukannya seseorang akan terhubung dengan-Nya. Salat berjamaah akan memperbanyak pahala dengan 27 kali lipat, dan setiap langkah menuju masjid akan terhapuskan dosa serta ditambah pahalanya. Sampaikan keutamaan salat subuh, keistimewaan salat zuhur, mulianya salat ashar, berlimpahnya pahala salat maghrib dan isya tanpa terburu menyampaikan ancaman kepada orang yang salatnya lalai, riya’ dan tidak khusuk.
Memahamkan ilmunya tanpa harus memaksakan doktrin
Anak-anak ketika sampai pada masa akil baligh sudah memiliki pikiran kritis yang dapat bertanya atau mengoreksi apapun informasi yang ia terima. Ia bisa menyangkal nasehat anda yang tak masuk akal atau memaksa. Jadikan ia melakukan amal perbuatan karena kepahaman dan pengetahuan akan ilmunya, bukan karena perintah atau takut hukuman dari orang tuanya. Dulu di zaman nabi, kebiasaan meminum khamr dihilangkan. Karena sudah menjadi budaya, kebiasaan ini sulit hilang.
Mengatasi hal ini, Rasulullah ternyata tidak langsung mengharamkannya. Yang disampaikan ketika itu adalah memberi pemahaman secara bertahap yaitu menunjukkan khamr lebih banyak mudarat daripada manfaatnya. Sampai di sini, kebiasaan minum belum reda hingga rasulullah menyampaikan larangan salat dalam keadaan mabuk. Sebagian orang mulai sadar untuk meninggalkan khamr karena khawatir salatnya tak sah. Setelah tahap ini, barulah disampaikan bahwa sebenarnya khamr itu diharamkan.
Perlakukan anak semata-mata untuk mendidiknya
Anda pasti ingat kisah seorang Badui yang dengan santainya kencing di masjid. Apakah Rasulullah SAW marah dan menghukumnya atau para sahabat mengeroyok dan memukulinya beramai-ramai? Tidak. Rasulullah membiarkan orang itu menuntaskan hajat kecingnya sampai selesai, kemudian memanggil para sahabat dan menyuruh mereka menyiram lantai bekas kencingnya itu. Itu saja. Hadapilah anak dengan penuh kesabaran. Anda berperan sebagai seorang pendidik, pelatih, sekaligus pembimbing bagi mereka.
Selama proses ini, tentu saja suatu saat Anda akan menemukan aib atau kesalahan-kesalahannya. Setiap kali menemukan kesalahannya, tugas Anda adalah membetulkan atau meluruskan, bukan mengolok-oloknya sebagai orang yang terlambat belajar dan selama ini menyia-nyiakan waktunya untuk bermain. Berikan solusi atas persoalannya. Tunjukkan bahwa Anda sangat peduli padanya.
Tak kenal henti belajar
Belajar menjadi orang tua pendidik anak yang bertanggung jawab. Belajar yang terbukti dengan berguru atau menghadiri majelis-majelis ilmu. Jika hari ini anda merasa sudah cukup pandai dan berpengalaman, ada orang tua lain yang jauh lebih pandai dan banyak pengalaman dari anda. Jangan menjadi orang tua yang hanya menyuruh anaknya belajar, sementara anda sendiri datang ke kajian rutin paling dekat rumah pun malas.
[Yazid Subakti]
___________________________
Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.
Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah dipercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.
Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.
Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.



Beri mereka kesempatan luas untuk berkembang tidak pernah bermakna membebaskan. Memberi keleluasaan anak sebebas-bebasnya untuk bergaul dan melakukan apapun yang ia senangi itu pembiaran. Hanya orang tua zalim yang melakukan pembiaran kepada anak-anaknya, karena rendahnya tanggung jawab terhadap amanah. 
Kita sudah lama mengkritik gaya pengasuhan otoriter, yaitu pengasuhan yang memusatkan semua kehendak pada orang tua. Semua yang terjadi di rumah adalah apa kata orang tua, semua yang akan anak lakukan adalah keinginan orang tua. 



