Untuk Diri Kita – Bagian 1 : Memberi Keteladanan

Untuk Diri Kita – Bagian 1 : Memberi Keteladanan

Parenting – Apa yang akan kita tampilkan dari diri ini kepada buah hati yang kini menjadi seorang pemuda muslim penuh harapan? Kita mesti kembali melihat diri kita saat ini, sejauh mana telah siap memberi keteladanan dan sejauh mana kekuatan telah kita siapkan untuk membersamainya. 

Kita mesti menjadi teladan bagi anak kita, meskipun ia telah beranjak menuju dewasa. Apa yang kita lakukan masih menjadi model bagi dia untuk berbuat, sehingga sebagian perilaku buruk kita akan menjadi perilaku buruknya, dan sebagian perilaku baik kitapun akan menjadi perilaku baik dia. 

Kita ini ibarat pelita di tengah kegelapan malam. Kita datang di tengah anak-anak memberi penerangan, jalan dan petunjuk untuk hidup selamat. Apa yang kita lakukan seharusnya mencerminkan apa yang kita katakan. Jika kita menyerukan kedisiplinan, maka kita sendiri adalah sosok yang disiplin. Jika kita berkata tentang kesederhanaan, maka kita sendiri adalah sosok yang sederhana. 

Allah murka atas orang-orang yang memerintahkan suatu perbuatan, sedangkan ia sendiri tidak melakukannya. Dia telah berfirman, 

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (QS Ash Shaff 2-3)

  • Menjadi orang tua yang memulai dengan dirinya sebelum menyeru anak-anak

Anda menjadi model atas apa-apa yang Anda nasehatkan kepada anak. Dengan keteladanan ini, apa yang Anda katakan adalah apa yang Anda lakukan. 

Kita menjadi orang yang salatnya benar, lalu mengajak anak untuk salat dengan benar, sedekahnya bersemangat dan mengajak anak untuk semangat bersedekah, terbiasa mengucap salam lalu mengajak anak membiasakan berucap salam. Kita berusaha menjadi orang yang hatinya bersih dari dengki, iri hati, dan kesombongan, sehingga layak mengajak anak untuk menjauhi sifat-sifat tersebut. 

Jadi, kekuatan orang tua bukanlah dalam keterampilan seni memilih kata-kata ajakan, tetapi pada keteladanan dirinya tentang apa yang akan ia sampaikan.

  • Mengikat hati anak sebelum memberi tuntutan dan penjelasan panjang

Memberi KeteladananSalah satu sifat hati adalah ketika ia telah bertaut, maka seseorang akan mudah menerima masukan atau arahan dari tautan hatinya itu. Beberapa kebiasaan sederhana yang membuat anak terikat hati dengan orang tua adalah kontak fisik yang intim, hadir setiap kali ada masalah, mendengarkan keluhan, dan bepergian bersama. 

Anda juga bisa mulai menjadi orang tua yang terbuka kepada anak dengan batasan yang lazim. Keterbukaan membuat anak percaya untuk membuka hatinya kepada orang tua. 

  • Memberlakukan tahapan sesuai kondisi dan kemampuan

Jangan menjadi orang tua yang terburu-buru ingin segera melihat kesalihan anaknya dalam waktu singkat. Setiap anak mungkin saja memiliki keterbatasan menerima masukan, atau memiliki prioritas sendiri kebaikan dalam hal apa yang akan ia pilih. Diturunkannya Al-Qur’an secara berangsur-angsur mengandung hikmah mengenai perlunya tahapan. Syariat disampaikan oleh Allah SWT secara bertahap selama masa 22 tahun 2 bulan 22 hari. 

Sampaikan apa-apa yang mudah bagi anak, baru kemudian bertahap pada urusan yang lebih sulit. Sampaikan pemahaman yang sederhana sebelum menuju yang rumit. Ajarkan syariat dari yang paling ringan sebelum menyampaikan yang berat-berat baginya. 

Yang pokok dalam kepribadian anak adalah aqidah dan kekuatan iman nya. Kemudian akidahnya itu diiringi dengan bukti menjadi anak yang rajin beribadah. Ketika menyampaikan risalah ibadah, sampaikan ibadah-ibadah wajib dulu sebelum yang sunnah. 

  • Memberi motivasi dulu sebelum menyampaikan peringatan

Mendidik anak itu mula-mula menyampaikan kabar gembira, baru kemudian menyampaikan peringatan. Sebab salah satu sifat manusiawi orang awam adalah mudah merasa takut atau menghindari dari hal-hal yang menurutnya berat atau mengancam.

Saat menyampaikan pelajaran tentang salat kepada anak kecil, sampaikanlah bahwa salat merupakan tanda orang beriman yang dengan melakukannya seseorang akan terhubung dengan-Nya. Salat berjamaah akan memperbanyak pahala dengan 27 kali lipat, dan setiap langkah menuju masjid akan terhapuskan dosa serta ditambah pahalanya. Sampaikan keutamaan salat subuh, keistimewaan salat zuhur, mulianya salat ashar, berlimpahnya pahala salat maghrib dan isya tanpa terburu menyampaikan ancaman kepada orang yang salatnya lalai, riya’ dan tidak khusuk. 

  • Memahamkan ilmunya tanpa harus memaksakan doktrin

Memberi KeteladananAnak-anak ketika sampai pada masa akil baligh sudah memiliki pikiran kritis yang dapat bertanya atau mengoreksi apapun informasi yang ia terima. Ia bisa menyangkal nasehat anda yang tak masuk akal atau memaksa. Jadikan ia melakukan amal perbuatan karena kepahaman dan pengetahuan akan ilmunya, bukan karena perintah atau takut hukuman dari orang tuanya. Dulu di zaman nabi, kebiasaan meminum khamr dihilangkan. Karena sudah menjadi budaya, kebiasaan ini sulit hilang.

Mengatasi hal ini, Rasulullah ternyata tidak langsung mengharamkannya. Yang disampaikan ketika itu adalah memberi pemahaman secara bertahap yaitu menunjukkan khamr lebih banyak mudarat daripada manfaatnya. Sampai di sini, kebiasaan minum belum reda hingga rasulullah menyampaikan larangan salat dalam keadaan mabuk. Sebagian orang mulai sadar untuk meninggalkan khamr karena khawatir salatnya tak sah. Setelah tahap ini, barulah disampaikan bahwa sebenarnya khamr itu diharamkan. 

  • Perlakukan anak semata-mata untuk mendidiknya

Anda pasti ingat kisah seorang Badui yang dengan santainya kencing di masjid. Apakah Rasulullah SAW marah dan menghukumnya atau para sahabat mengeroyok dan memukulinya beramai-ramai? Tidak. Rasulullah membiarkan orang itu menuntaskan hajat kecingnya sampai selesai, kemudian memanggil para sahabat dan menyuruh mereka menyiram lantai bekas kencingnya itu. Itu saja. Hadapilah anak dengan penuh kesabaran. Anda berperan sebagai seorang pendidik, pelatih, sekaligus pembimbing bagi mereka.

Selama proses ini, tentu saja suatu saat Anda akan menemukan aib atau kesalahan-kesalahannya. Setiap kali menemukan kesalahannya, tugas Anda adalah membetulkan atau meluruskan, bukan mengolok-oloknya sebagai orang yang terlambat belajar dan selama ini menyia-nyiakan waktunya untuk bermain. Berikan solusi atas persoalannya. Tunjukkan bahwa Anda sangat peduli padanya.

  • Tak kenal henti belajar

Belajar menjadi orang tua pendidik anak yang bertanggung jawab. Belajar yang terbukti dengan berguru atau menghadiri majelis-majelis ilmu. Jika hari ini anda merasa sudah cukup pandai dan berpengalaman, ada orang tua lain yang jauh lebih pandai dan banyak pengalaman dari anda. Jangan menjadi orang tua yang hanya menyuruh anaknya belajar, sementara anda sendiri datang ke kajian rutin paling dekat rumah pun malas.

 

[Yazid Subakti]

 

___________________________

Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.

Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah dipercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.

Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.

Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.

Rambu Untuk Usia Ini

Rambu Untuk Usia Ini

Parenting – Di masa ini harus diingatkan bahwa ia belum sepenuhnya dewasa. Hal tersebut sebagai rambu bahwa masih banyak hal yang harus ia pelajari. 

  1. Mengingatkan bahwa mereka belum sepenuhnya dewasa

Meski kita telah menjauhkannya dari dunia kanak-kanak, memasukkannya ke dalam dunia remaja dan mengajarkannya kedewasaan, itu tidak berarti bahwa ia sudah dewasa. Ia kita antarkan untuk menjadi pribadi dewasa, karena memang belum sepenuhnya dewasa. Selama ketergantungan kepada orang tua itu masih ada (kehidupannya dibiayai oleh orang tua) dan belum tampak tanda-tanda berani memutuskan untuk menikah, berarti kedewasaan itu benar-benar belum sampai puncaknya. 

Jadi, Anda dapat menyampaikan dengan pilihan kata terbaik Anda, bahwa ia belum sepenuhnya dewasa. Ini tidak dimaksudkan untuk membawanya mundur ke belakang, tetapi sebagai pengingat bahwa masih banyak hal lagi yang harus ia pelajari. 

  • Jangan menjalin hubungan cinta kalau belum siap

Hubungan cinta remaja, antara laki-laki dan perempuan hanya diperbolehkan jika keduanya memang bersiap untuk menikah. Tetapi cara seperti ini tetap tidak aman. Yang aman adalah memastikan kesiapan untuk menikah dulu, baru kemudian melakukan ikhtiar untuk menemukan jodoh. 

Sampaikan kepada anak mengenai potensi menumpuknya dosa gara-gara pacaran. Tidak ada satupun cara menjalin cinta dengan pacaran yang bersih dari perbuatan terlarang. Meskipun tidak melakukan hubungan perzinahan, tidak bersentuhan dan tidak berkhalwat atau berduaan di tempat sepi, pacaran selalu memungkinkan seseorang berkhayal kepada kekasihnya tentang hal-hal yang bernuansa syahwat. Bukankah ini adalah zina hati yang terlarang? 

  • Jangan bergaul terlalu bebas

Pergaulan anak muslim mengenal batas-batas yang tegas. Pertemanan sebaya (peer group) itu baik dan positif bagi anak selama menghasilkan manfaat dan berjalan dengan aman. Pertemanan yang saling mempengaruhi dalam kebaikan atau saling mendukung prestasi itu layak dipertahankan. 

Tetapi dalam hal-hal lain, pertemanan yang terlalu intim membawa dampak pada keterikatan yang melebihi kuatnya ikatan terhadap keluarga. Akibatnya, nilai kebaikan yang sudah lama dipegang dari keluarga dapat menjadi luntur tergantikan oleh nilai, entah baik atau buruk, yang didapat dari pertemanan. Anak mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan pertemanan, memilih sekolah berdasarkan seperti yang dipilih teman-temannya, memilih gaun fashion berdasarkan keumuman teman.

Keintiman dalam pertemanan dapat berbahaya jika suatu saat pertemanan itu kompak untuk berbuat di luar keumuman yang dianggap baik. Ingat, mereka semua seumuran, sama-sama remaja yang belum stabil. Mereka bisa saja merancang suatu kegiatan bersama dari jiwa tidak stabilnya itu. 

  • Jangan melepaskan diri dari norma keluarga

Kenyataan bahwa anak belum sepenuhnya dewasa membuatnya wajar jika orang tua masih memberlakukan norma keluarga padanya. Ia tetap diperlakukan sebagaimana anda memperlakukan anggota keluarga yang lain, dan mengingatkan untuk tetap menjadi pribadi yang hangat bersama norma keluarga yang selama ini berlaku. 

Jika norma keluarga selama ini berlaku dzikir pagi dan sore, maka tetaplah mengingatkannya untuk berdzikir setiap pagi dan sore. Jika keluarga terbiasa memberlakukan kerja bakti hari libur, maka ia tetap dilibatkan kerja bakti hari libur. 

  1. Memberi batas-batas hubungan pertemanan

rambuBeri mereka kesempatan luas untuk berkembang tidak pernah bermakna membebaskan. Memberi keleluasaan anak sebebas-bebasnya untuk bergaul dan melakukan apapun yang ia senangi itu pembiaran. Hanya orang tua zalim yang melakukan pembiaran kepada anak-anaknya, karena rendahnya tanggung jawab terhadap amanah. 

Anda perlu menyampaikan batas-batas pertemanan anak remaja untuk melindunginya dari berbagai risiko. 

  • Tentang jenis pertemanan

Ada jenis pertemanan berdasarkan hobi atau kesamaan mengenai hal-hal yang ia sukai, pertemanan dekat berdasarkan kesamaan kelas di sekolah, dan bisa juga terbentuk pertemanan intim akibat pertetanggaan dekat. 

Pertemanan berdasar hobi tidak terlalu mengenal usia, tempat tinggal, bahkan pada awalnya banyak yang saling asing. Pertemanan kelas sekolah memiliki satu kontrol bersama, yaitu berada dalam kendali guru yang sama atau setidaknya ada seorang guru yang mengenal semuanya. Sedangkan pertemanan dengan tetangga dapat memiliki kedekatan jarak rumah dan dalam lingkungan yang sama. 

Masih banyak jenis pertemanan yang lain. Apapun jenis pertemanan itu, anda dapat mengarahkan agar anak memberi pengaruh positif bagi teman-temannya, dan dia pun mendapat manfaat dari mereka. 

  • Berapa lama pertemuan dan di mana

Tidak mudah mengukur intensitas dan keintiman pertemanan karena ini berhubungan dengan kedekatan hati dan keterhubungan pikiran. Tetapi setidaknya anda bisa memberlakukan batasan waktu pertemuan. Pertemanan tidak boleh membuat anak bebas saling bertemu kapan saja dan berapapun lamanya.

Anda dapat memulai pembicaraan dengan anak mengenai bolehnya berteman sampai dekat, tetapi jangan lupa membuat kesepakatan mengenai berapa lama sebaiknya bertemu teman mereka dan kapan saja. 

  • Manfaat apa saja dari pertemanan 

Buat apa menjalin hubungan kalau tidak mendapat manfaat dan tidak juga memberi manfaat?

Hanya ada dua pilihan dalam pertemanan, yaitu anak mendapat manfaat dari teman-temannya atau ia yang memberi manfaat bagi teman-temannya. Anak harus mendapat wawasan baru, semangat untuk berprestasi, tempat penyaluran bakat, atau setidaknya tempat untuk merasa dihargai. Kalau tidak, ia yang harus memberi pengaruh positif kepada teman-temannya dengan kemampuan atau kelebihan yang ia miliki, menjadi penyemangat dan penggerakan bagi teman-temannya.

Jika ini pun tidak, minimal dari pertemanan itu anak mendapat pengalaman menjalin hubungan dan beradaptasi dengan karakter yang berbeda-beda. 

Jika pertemanan mulai menampakkan dampak negatif, orang tua harus segera melakukan tindakan penyelamatan dengan mengalihkannya sebelum semuanya menjadi rumit. 

  • Meminta dikenalkan dengan teman-temannya 

Anak remaja tidak suka dikontrol secara langsung. Ia tidak suka ketika anda mengajukan pertanyaan menginterogasi atau menguliti semua keterangan yang anda inginkan darinya. 

Tetapi anda tetap bisa mengetahui seputar aktivitas dan dampak pertemanan anak dengan cara mengenal teman-teman yang ada di kelompok pertemanannya itu. 

Dengan kehangatan anda sebagai sosok orang tua yang menjadi sahabat anak, anda dapat kenalkan dengan teman-temannya. Tawarkan mereka untuk berkunjung di rumah anda, agar anda dapat mengenali satu persatu teman-temannya itu. 

  • Bolehkah pertemanan yang berbaur antara laki-laki dan perempuan?

Tidak ada larangan laki-laki menjalin hubungan pertemanan dengan perempuan, sepanjang hubungan itu tidak melakukan perbuatan yang haram. Sejak awal masa akil baligh, anda telah menyampaikan batas-batas hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Ketika kini mereka memerlukan hubungan pertemanan, anda dapat menyampaikan bolehnya anak laki-laki berteman dengan anak perempuan dengan cara yang sehat dan syar’i. 

    • Tidak saling jatuh cinta atau menaruh hubungan khusus yang berlatar belakang asmara
    • Menjaga kontak badan tidak terjadi, menjaga jarak untuk tidak saling berdekatan 
    • Menghindari khalwat atau berduaan laki-laki dan perempuan 
    • Menghindari pandangan mata yang mengandung hasrat atau keinginan syahwat 
    • Menutup aurat dan menjaga sikap selama pertemuan 

Bahaya anak yang terbatas pergaulannya dengan lawan jenis adalah ia menjadi terlalu sensitif terhadap lawan jenis. Jangan sampai, dengan maksud menjaga anak dari maksiatnya syahwat, pembatasan pergaulan menyebabkan anak tidak bisa membedakan warna warni hubungan. Anak perempuan yang kurang berpengalaman menghadapi lawan jenis mudah bergetar hatinya hanya karena seorang laki-laki tersenyum padanya. Begitupun anak laki-laki mudah berkhayal pikirannya hanya karena suatu ketika seorang perempuan memberinya hadiah ulang tahun. 

Anak laki-laki perlu mengenal karakter khas perempuan, dan anak perempuan perlu mengenal sifat umum laki-laki. 

  1. Mengingatkan statusnya tetaplah seorang anak 

  • Orang tua tetap memberi nasehat 

Anda tetap menjadi orang tuanya, dengan segala tanggung jawab dan hak anda sebagai orang tua. Oleh karena itu, jangan canggung untuk tetap memberi nasehat kepada anak remaja, meskipun harus disampaikan dengan cara yang berbeda. 

Pemberian nasehat kepada remaja disampaikan dengan lebih terbuka, membuka diskusi dan melibatkan anak untuk ikut berpikir mengenai materi yang dinasehatkan. 

  • Mendapat perlindungan

Tetaplah memberi perlindungan kepada anak yang beranjak remaja. Saat ia mendapat masalah, tempat berpulang terbaik baginya anda anda, orang tuanya. Saat ia tersandung kasus dalam hubungan sosialnya, anda juga yang seharusnya terdepan memberikan pembelaan. Ia akan belajar dari anda bagaimana menjadi sosok dewasa yang melindungi anaknya meskipun harus berkorban. 

  • Menerima nafkah 

Selama anak belum menikah di usia yang wajar, ia masih berhak mendapatkan penghidupan atau nafkah dari orang tuanya. Ia sarapan bersama, makan siang bersama, atau makan malam bersama dalam satu meja makan dengan orang tuanya. Anda tetap membiayai sekolahnya, mengusahan kesehatannya atau mengupayakan pengobatannya saat ia sakit, dan tak perlu merasa bersalah jika tetap memberinya uang saku. 

Jika di usia ini anak telah mampu menghasilkan rejeki dengan caranya sendiri, itu tidak membuat haknya mendapat nafkah dari orang tua terhenti. Anda dapat mengarahkan penghasilan anak untuk persiapan masa depannya. Tetapi jika anak memberikan rejeki itu kepada orang tuanya, itu adalah kebaikan hati dan sedekah yang mulia baginya. 

  1. Mengalihkan kesenangan pada perencanaan masa depan

Adakah remaja yang masih suka bermain-main dan menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang? 

Tentu saja ada. Bahkan sudah menikahpun banyak orang yang masih suka bermain-main. Banyak isteri mengeluh tentang suaminya yang menghabiskan waktu untuk berhura-hura pada hobi yang tidak bermanfaat, juga banyak suami yang mengeluh mengenai isterinya yang sehari-harinya hanya mau bersenang-senang. 

Sebagian besar anak muda di perkotaan yang menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari di depan layar atau gawai untuk bermain game atau mengobrol dan saling gosip di media sosial. Banyak pemuda pedesaan yang waktunya habis hanya untuk duduk-duduk sambil merokok, menghabiskan sore untuk bermain layang-layang, dan menghabiskan malam untuk begadang. Beberapa produk mainan seperti mobil-mobilan, pesawat-pesawatan, atau boneka, ternyata pembelinya adalah kaum remaja, bukan anak-anak. artinya, ada begitu banyak remaja yang masih suka menghabiskan waktunya dengan bermain. 

Alihkan anak remaja untuk perlahan meninggalkan kesenangannya bermain-main. Ia sudah sampai masanya untuk membuat rencana masa depan dan mempelajari kehidupan ini untuk menjadi dewasa. 

Di luar fokus sekolahnya, Anda dapat mengenalkan dunia bisnis, produk kreatif, organisasi, kerelawanan, olahraga, kesenian, atau penyaluran bakat yang positif.

 

[Yazid Subakti]

 

___________________________

Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.

Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah terpercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.

Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.

Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.

Ia Memiliki Pengalaman Sendiri

Ia Memiliki Pengalaman Sendiri

Parenting – Ada begitu banyak anak berbakat, memiliki gagasan cerah, dan memiliki pengalaman menakjubkan. Tetapi sayang sekali banyak potensi itu pada akhirnya tenggelam di rumah, disebabkan orang tuanya yang menutup rapat-rapat sumbangsih intelektual anaknya karena memandang anak hanyalah objek untuk patuh diperintah. Para orang tua yang tak mau turun dari kursi dominasinya di rumah inilah sebenarnya yang menjadi biang lambatnya kedewasaan anak. 

Mestinya, Anda dapat menciptakan suasana rumah yang terbuka. Rumah yang menerima usulan anak, memberi ruang kreatifitas dan gagasan anak, serta menjatah anak untuk menerapkan pengalaman uniknya. Ketika anak beranjak remaja, tidak semua hal di rumah harus apa kata ayah dan apa kata bunda. 

Setiap hubungan dihidupkan oleh komunikasi, karena komunikasilah penyambung pesan antara kehendak satu dengan lainnya. Luangkan waktu setiap hari untuk saling bertukar cerita atau gagasan dengan anak. Saat makan bersama pancinglah masing-masing anggota keluarga menceritakan ide-ide besarnya dan tawarkan apa yang ingin ia terapkan di rumah. Mungkin ia mengusulkan mengubah warna cat rumah arena berdasarkan pengalamannya di suatu kota ada rumah sangat menarik dengan warna cat yang ia usulkan itu. 

  • Luangkan waktu untuk melakukan rutinitas bersama

Jika anda bukan perantau, setidaknya dalam sepekan ada satu hari yang bisa diluangkan untuk melakukan aktifitas rutin bersama anak. pada hari minggu pagi, misalnya, anda dapat bekerja bakti membersihkan rumah dan taman, bukan semata untuk bersih-bersih. Yang anda target dari aktivitas ini adalah terbukanya percakapan dengan anak dan tersalurkannya peran anak untuk menerapkan pengalamannya di rumah. Mungkin ia pernah memiliki pengalaman dan gagasan tentang memindah saluran pipa air, maka biarkan ia melakukannya sepanjang tidak membahayakan. Anda justru menjadi pengarah dan mendorongnya untuk berani melakukannya. 

  • Seimbangkan kehidupan keluarga dan pekerjaan

Apakah orang tua harus terus menerus bekerja? Tidak ada manusia yang dalam hidupnya terus menerus bekerja. Akan ada sela waktu minimal sehari dalam sepekan atau beberapa hari dalam sebulan untuk beristirahat. Waktu sela inilah seharusnya menjadi jatah kebersamaan dengan anak. Ini saatnya merawat ikatan hati dan membuka saluran komunikasi lebar-lebar agar anak mengungkapkan apapun isi hatinya. 

Jika pun anda benar-benar tidak bisa meluangkan waktu, menelpon atau melalui percakapan video adalah solusi paling mudah dan murah untuk tetap terhubung dengan anak. menelpon seperti ini tidak memerlukan waktu khusus (hanya beberapa menit dan dapat dilakukan sambil bekerja), juga tidak memerlukan tempat khusus. 

  • Ambil keputusan bersama

PengalamanKita sudah lama mengkritik gaya pengasuhan otoriter, yaitu pengasuhan yang memusatkan semua kehendak pada orang tua. Semua yang terjadi di rumah adalah apa kata orang tua, semua yang akan anak lakukan adalah keinginan orang tua. 

Yang kita bangun saat ini adalah keluarga penuh kebersamaan, yang mencoba sebisa mungkin mengambil kebijakan dengan melibatkan seluruh anggota keluarga. anak remaja sudah mulai dilibatkan untuk mengambil keputusan keluarga. Ia akan belajar dinamika keluarga dan menjadikan ini keterlibatan ini sebagai pengalaman berharga. 

Anda dapat memulai dengan keputusan sederhana, seperti menentukan tujuan liburan keluarga, menentukan menu harian, rencana menerima tamu, dan sebagainya. 

  • Menghargai pengalaman pribadi anak

Di dalam rumah, orang tua terlanjur merasa paling berpengalaman dan berpengetahuan sehingga apapun yang datangnya bukan dari dirinya seolah tak bisa dipercaya. 

Sikap ini harus segera dihentikan. Mestinya, orang tua menjadi sosok yang paling ramah dan bermurah hati memberi ruang kepada anak untuk memberikan sumbangsih pengalamannya di rumah. 

Anda dapat meminta pendapat kepada remaja putri Anda mengenai resep masakan baru paling populer saat ini dan biarkan ia yang memasaknya. Setelah berhasil memasak, biarkan ia menghidangkannya dan berikan apresiasi betapa ia telah mampu meringankan pekerjaan ibu dengan hasil yang luar biasa. Kepada anak laki-laki, Anda dapat mengajaknya mengecek kondisi mobil atau motor. Kemudian biarkan ia menemukan masalahnya dan menawarkan kebolehannya untuk memperbaiki.

Anak perempuan menguasai dapur dengan segala keanehan seleranya, atau anak laki-laki memimpin perjalanan keluarga pada suatu ketika saat bepergian adalah contoh bentuk pemberian ruang kepada anak untuk menerapkan pengalamannya di rumah. Apa yang mereka lakukan mungkin tidak nyaman bagi orang tua, berbeda standar dan terasa aneh. Tetapi mereka sedang belajar, dan semua yang muncul dari generasi berbeda dengan kita memang demikian. Kita saja yang mungkin terlalu menggunakan standar selera tua sehingga memandang hasil perbuatan mereka seperti tidak wajar. 

  • Biarkan ia mencoba

Biarkan anak mencoba keterampilan atau ketertarikannya, sambil membuktikan kepada anda bahwa ia bisa melakukannya. Membiarkan anak gadis anda mencoba mengatur kamarnya sendiri dengan aksesoris, warna tirai dan sprei, serta letak perabotan di dalamnya yang menurutnya paling dia ingini. Jangan paksakan ia mengaturnya seperti kebiasaan anda jaman dahulu atau aturan ideal yang hanya menurut pandangan anda. Biarkan anak laki-laki anda turut mencoba berbisnis dengan teman-temannya dengan cara yang paling suka ia lakukan. Ia mungkin mulai menjadi penjual barang-barang secara online tanpa membuka toko sehingga beberapa jam dalam sehari akan tampak terus menerus memandangi gawainya. 

Pemberian kesempatan paling mudah kepada anak untuk mencoba pengalaman-pengalamannya di rumah adalah meninggalkannya di rumah dalam waktu beberapa hari. Anda dapat merencanakan bepergian keluar rumah dalam waktu beberapa hari, kemudian menitipkan rumah sepenuhnya kepada anak untuk dijaga. Beri anak kebebasan melakukan apapun yang perlu lakukan dengan penuh tanggung jawab di dalam rumah. Pesan anda kepadanya adalah memintanya untuk bertahan hidup dengan caranya, mengambil keputusan dan menghadapi risiko yang mungkin muncul.

 

[yazid Subakti]

 

___________________________

Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.

Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah dipercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.

Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.

Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.

Mengatasi Keluhan Remaja

Mengatasi Keluhan Remaja

Parenting – Banyak keluhan remaja yang dihadapi pada fasenya. Bukan hanya keceriaan dan semangatnya saja yang sering muncul, tetapi dibalik itu ia menghadapi banyak masalah, penuh dengan kebingungan, dan mencari-cari jalan penyelesaian.

Remaja menempatkan penampilan pada urutan nomor satu dalam kehidupannya. Beberapa bagian tubuhnya memang terus berubah sehingga mereka harus mengatasi perubahan tersebut dengan menata penampilan.

Anak laki-laki gemar berganti model rambut dan memburu parfum, anak perempuan berburu gaun dan mulai mencoba perawatan tubuh. sedikit saja penampilan tak sesuai citra yang mereka inginkan, mereka tampak sangat kurang percaya diri. 

Anda dapat mendiskusikan pada mereka mengenai penampilan yang benar-benar mereka inginkan, aman, dan tidak dilarang oleh Allah. 

  • Sekolah

Bagi remaja, nilai ujian di sekolah adalah prestise, bentuk pembuktian bahwa ia unggul di atas rata-rata temannya. Prestasi ini mengundang kekaguman dan pujian yang ia butuhkan, sehingga harga diri atau percaya dirinya meningkat. 

Tetapi untuk mencapai nilai yang tinggi, remaja harus belajar keras dan memiliki kecerdasan yang baik. Kurang dari salah satu atau keduanya membuat tetap saja nilai rendah sehingga anak menjadi stress. Harga diri tak kunjung naik dan merasa putus asa akan perjuangannya. 

Anda harus memberikan pengertian padanya bahwa ia harus belajar dengan baik dan mendapat nilai yang bagus, tetapi nilai bukanlah satu-satunya cara untuk mengukur kemampuan dan membuatnya mulia. Mendapatkan nilai rendah bukan berarti kurang berbakat atau bodoh, karena akan ada keistimewaan lain yang belum diketahui saat ini. 

  • Cinta

Perubahan hormonal yang terjadi secara tiba-tiba di dalam tubuh membuat remaja semakin memiliki ketertarikan yang khas kepada lawan jenis. Maka muncullah perasaan jatuh cinta atau memendam rasa rindu pada seseorang yang didambakan. Di lain sisi, mungkin anak tidak terlibat jatuh cinta, tetapi seseorang telah jatuh cinta padanya sehingga ia kebingungan bagaimana cara menghadapinya, antara tergoda untuk menerimanya dan ketidakberdayaan menolaknya.

Perasaan ini berdampak pada mood atau naik turunnya semangat anak, terutama prestasi belajar dan semangat hidupnya sehari-hari. 

Anda saat ini mungkin telah menyadari bahwa sang remaja sudah mulai menyukai lawan jenisnya. Pastikan bahwa ia tidak melakukan perbuatan terlarang atau tunjukkan arah terbaik untuk menghentikan jalinan ini. Sebab, bagaimanapun menjalin cinta di usia ini masih terlalu dini, hanya bersifat main-main dan bisa merusak masa depannya. 

  • Bullying 

Bullying atau penindasan adalah salah satu masalah remaja yang sangat mengganggu. Bully bisa berupa tindakan fisik menyakiti, atau sikap dan kata-kata yang menyudutkan dan menyakitkan hati. Beberapa julukan buruk dan tuduhan keji dengan maksud membuat korbannya tersakiti secara psikologis dan jatuh mentalnya.

Ada juga bullying sosial berupa pengucilan dari hubungan pertemanan atau pemboikotan. Perlakuan ini membuat anak tersingkir dari pergaulan dan tersisih. 

Bahaya bullying sebenarnya tidak hanya pada rasa sakitnya anak ketika disakiti, melainkan potensi ke depan anak akan berkeinginan meluapkan dendamnya dengan melakukan bullying pada sasaran yang lain. 

Untuk mencegahnya, anda perlu mengkondisikan agar ia terbuka berkomunikasi dengan anda. Dengarkanlah semua pengakuan dan kisahnya, lalu berikan motivasi untuk mengatasinya. Salah satu cara menghentikan bullying adalah dengan melawannya jika memungkinkan. Katakana bahwa ia bukanlah satu-satunya anak yang mendapat perlakuan itu.

  • Persahabatan

Anak remaja sering membuat hubungan yang tamak biasa-biasanya menjadi rumit. Ikatan pertemanan yang semula harmonis dan kompak bisa tiba-tiba menjadi saling sateru dan tidak menyapa akibat masalah-masalah yang kecil. 

Memang pada saat ini remaja sedang mengembangkan keterampilan sosialnya. Ia mencoba menampakkan berbagai sikap ketika menjalin pertemanan untuk mengetahui respon teman-temannya seperti apa dan mengukur seberapa dirinya bisa diterima di kelompoknya. 

Anda dapat mendoronnya agar ia mendiskusikan masalah tersebut dengan teman-temannya, menyelesaikannya dengan segera dan kemudian melupakannya agar pertemanan bisa mulai kembali.

  • Harga diri

Di manapun, anak remaja memiliki kebiasaan membanding-bandingkan diri mereka. 

Yang paling banyak adalah bentuk tubuh, kemudian penampilan dan kebiasaannya. Hal ini tanpa kita sadari sebenarnya mereka sedang menciptakan tekanan pada diri mereka sendiri. Sebab, mereka jadi ingin lebih dari yang mereka bandingkan, kemudian rsah dan tentang bagaimana cara memenuhinya. Harga diri menjadi jatuh dan mereka semakin ragu akan keadaan dirinya. 

Menghadapi hal ini, Anda perlu memastikan bahwa ia tidak mengidolakan model dan artis secara berlebihan. Jelaskanlah bahwa setiap orang berbeda satu sama lain, memiliki keunikan dan keistimewaannya sendiri-sendiri. 

  • Tekanan dari teman sebaya

Yang berkecenderungan mengelompok bersama teman sebaya dalam remaja itu sendiri, dan akhirnya yang menjadi salah satu sumber kecemasan baginya adalah juga pertemanan sebaya pilihan mereka. 

Tekanan teman sebaya memaksa anak remaja untuk berperilaku sesuai dengan peraturan yang sudah mereka sepakati sebelumnya dalam pertemanan. Dengan menerapkan peraturan tersebut, bisa saja ia sampai harus melakukan kebiasaan yang seharusnya tidak ia lakukan atau tidak mereka minati. Bahkan karena aturan pertemanan, anak bisa menggugat peraturan keluarga jika aturan keluarga ia rasa tidak membuatnya nyaman.

Anda dapat mengatasinya dengan menjelaskan padanya bahwa ia akan tetap unik dan istimewa dengan caranya sendiri, tak perlu menjadi seperti temannya.

 

Mendorong anak berinisiatif mengatasi keluhannya sendiri

Kini sudah saatnya anak mendapat kesempatan untuk mengenali masalahnya, kemudian menyelesaikannya sendiri. Anda dapat menyampaikan cara penyelesaian yang paling mudah ia pahami atau paling memungkinkan baginya untuk menguasai. 

  • Mengenalkan anak pada masalah 

setiap kali anak mengeluh, belum tentu apa yang ia keluhkan itu adalah masalah. Mungkin saja itu hanya kekhawatiran. Masalah adalah sesuatu yang sudah terjadi, sudah ia alami, atau sudah ada di hadapan. 

Kenalkan anak pada masalahnya, untuk bisa mengakui atau menerimanya. Penerimaan ini penting agar ia memiliki perasaan keharusan untuk menyelesaikannya. 

  • Membimbing anak untuk memahami masalah

Setiap masalah datang dengan sebab-sebab yang dapat terjelaskan. Jikapun tidak, pasti ada kaitannya dengan hal-hal tertentu. Dengan mengetahui penyebab atau kaitan masalah dengan hal-hal lain, rencana penyelesaian akan menjadi lebih mudah. Anak yang telah memahami masalahnya memiliki kemampuan lebih baik membuat rencana penyelesaian dan lebih terukur. 

  • Merencanakan Pemecahan masalah

Rencana pemecahan masalah bergantung dari apa jenis masalahnya dan kemampuan atau pengalaman apa saja yang anak miliki dalam menyelesaikan masalah sebelumnya. Semakin sering ia terlibat pemecahan masalah maka pola penyelesaian masalah itu akan semakin mudah ia dapatkan.

Bantu anak membuat rencana penyelesaian, apa saja yang harus ia lakukan, bagaimana caranya, kapan dilakukan dan seperti apa hasil yang diharapkan. 

  • Melaksanakan Rencana dan evaluasi 

Jangan biarkan anak menjadi pribadi yang hanya pandai berpikir dan membuat rencana-rencana. Bimbing ia untuk bertanggung jawab atas rencana yang ia buat, yaitu mulai melangkah dengan penuh kesungguhan. Setelah ia melakukan rencananya, ajak untuk berpikir mengenai hasilnya dan kemungkinan cara lain jika masalah yang sama terjadi lagi di waktu mendatang.

 

[Yazid Subakti]

 

___________________________

Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.

Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah dipercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.

Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.

Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.

Gangguan Kesehatan Umum

Gangguan Kesehatan Umum

Parenting – Kehidupan remaja memang tak sepenuhnya mudah. Padatnya jadwal kegiatan, tuntutan pelajaran sekolah dan pertemanan, bercampur dengan keinginan menikmati kesenangan khas anak muda membuatnya mengesampingkan hak-hak tubuh. Akhirnya gangguan kesehatan datang menyerang.

Beberapa penyakit yang paling berpeluang menyerang anak remaja kebanyakan berhubungan dengan saluran pencernaan, saluran pernapasan, organ reproduksi dan indera. 

Penyakit ini terjadi dengan kondisi yang parah pada bagian organ pernapasan yaitu sinus, tenggorokan, saluran udara, atau paru-paru. Infeksi yang terjadi lebih sering disebabkan oleh virus meski bakteri juga bisa menyebabkan kondisi ini. Gejala yang muncul berupa hidung tersumbat, paru-paru terasa berat, batuk, tenggorokan sakit, dan kelelahan atau lemas. 

Penyakit ini menyerang remaja karena tertular melalui hubungan pertemanan, sedangkan ia dalam keadaan lemah daya tahannya.

  • Diare

Diare adalah penyakit yang berupa seringnya remaja buang air besar dalam waktu berdekatan. Penyakit ini berkaitan dengan jenis makanan, kondisi makanan, dan pola makan yang kurang terjaga. Selain sering telat makan, remaja juga sering makan serampangan dan kurang memperhatikan kualitas makanan nya karena lebih mementingkan gaya dan selera.

  • Maag

Penyakit ini sangat terkenal di kalangan orang sibuk, orang banyak pikiran, atau orang yang padat aktivitas. Penyebab utama maag adalah pola makan yang nggak teratur dan stress yang memicu berlebihnya asam lambung. Lambung menjadi perih, mual, dan sulit menerima makanan. Bagi remaja, tentu saja penyakit maag sangat akrab mengingat remaja juga padat aktivitas, makan kurang teratur karena mementingkan kegiatannya dan rawan stress.

  • Sakit kepala

Sakit kepala sebenarnya bukan penyakit, tetapi gejala yang menandakan terjadinya serangan penyakit tertentu. Saat remaja sakit kepala, banyak kemungkinan penyakit sesungguhnya yang sedang menyerang, sebab hamper semua penyakit ditandai dengan rasa sakit di kepala. 

Para remaja yang sering kelelahan, terlambat makan, tekanan pikiran, kurang tidur, hingga stress menjadi memicu sakit kepala ini. 

  • Flu 

Flu menyerang dengan gejala demam yang meningkat, batuk-batuk, dan pilek atau hidung berlendir bahkan tersumbat. Kadang gejala penyakit ini menyerang secara terpisah, tapi lebih seringnya bersamaan. Flu menyerang karena serangan virus influenza yang sedang hinggap pada penderita sebelumnya. Melalui hembusan udara napas atau batuk mereka, virus melayang di udara dan siap hinggap pada siapapun yang menghirupnya, terutama remaja yang kekebalan tubuhnya sedang lemah. Remaja rentan terserang penyakit ini karena pertemanan yang intens. 

  • Disminore (nyeri haid)

Ini khusus menyerang perempuan. Pada bulan-bulan awal puber, haid memang sering tidak teratur atau tidak lancer. Kadang ketidaklancaran ini disertai dengan rasa sakit yang intensitas sakitnya berbeda-beda. Kadang sangat perih sampai hampir pingsan, kadang biasa saja. bagian yang sakit biasanya pada perut tepatnya di rahim dan sekitarnya. 

  • Tifus

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi yang hidup di usus manusia. Penularannya melalui makanan yang kurang terjaga kebersihannya, sebagaimana kebiasaan anak remaja kurang teliti memperhatikan keamanan makanannya. 

Kalau sudah kena penyakit ini, remaja merasakan sakit perut yang amat parah, muntah dan buang air besar terus menerus serta suhu badan meningkat tajam. Makanan sulit masuk dan badan terus mengurus karena tidak kemasukan zat gizi. Remaja harus istirahat total dan menjaga kesehatan maupun pola makan agar nggak kumat di hari berikutnya.

  • Asma

Asma banyak diderita anak di usia remaja. Penyakit ini sebenarnya sudah bawaan sejak lahir dan berhubungan dengan kepekaan anak terhadap alergi. Remaja yang yang kurang peduli dengan lingkungan sekeliling dan keingintahuannya mencoba hal baru menyebabkannya mudah berhadapan dengan pemicu alerginya. Asmanya bereaksi dan nafasnya menjadi sesak. 

  • Demam berdarah

Demam Berdarah Dengue (DBD) sangat terkenal di Indonesia, bahkan di musim tertentu menjadi wabah. Hampir semua orang tahu kalau penyakit ini disebabkan parasit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegipty. Padatnya jadwal kegiatan atau urusan sekolah membuat remaja kurang memperhatikan kekebalan tubuhnya. Sementara itu, kurangnya perhatian terhadap kebersihan sekeliling, terutama saluran air menjadikan nyamuk ini berkembang cepat. 

  • Ambeien

Ambeien adalah penyakit berupa tonjolan pada anus karena adanya pembuluh darah yang melebar. Penyakit ini sangat rawan menyerang remaja, terutama mereka terlalu lama duduk tanpa diselingi aktivitas yang membuatnya berdiri. Misalnya menuntaskan bacaan novel, berlatih soal-soal ujian, bermain game di internet atau kegiatan lain yang membuat anak tidak banyak bergerak. 

  • Sariawan 

Sariawan adalah penyakit berupa luka-luka kecil atau pembengkakan di mulut, yaitu bagian gusi, lidah atau bibir dan sekitar tenggorokan. Penyakit ini berhubungan dengan kurangnya vitamin C dan serangan kuman pada saat kekebalan menurun akibat kelelahan atau banyaknya aktivitas. 

Remaja penderita sariawan merasa tidak nyaman berkomunikasi, konsentrasi menurun dan stamina badan menjadi lemah. 

  • Infeksi dan iritasi mata 

Penyakit ini sering terjadi dari wabah yang menyerang seseorang dan menyebar menjadi beberapa orang secara cepat. Pertemanan sebaya (peer group) sering menjadi penyambung penularannya karena virus dengan mudah menyebar melalui saling interaksi pertemanan ini. 

Penyakit ini menyerang mata sehingga mata berwarna merah, terasa perih dan keluar air mata terus menerus. 

  • Jamur kulit 

Jamur kulit sering berupa panu, kadas, atau jenis lainnya yang tumbuh di kulit. Kulit tampak terdapat bercak menebal berwarna kemerahan dan terasa sangat gatal. Jika tidak diobati, jamur akan melebar atau berpindah. Jamur ini tumbuh subur pada kondisi kulit yang berlama-lama dalam keadaan lembab oleh keringat, misalnya remaja yang tak sempat keluar dari aktivitas untuk membuka pakaian atau berganti secepatnya. Jenis bahan pakaian dan kebersihan pakaian turut mempengaruhi tumbuhnya jamur ini.

 

[Yazid Subakti]

Penuhi Gizinya

Penuhi Gizinya

Parenting – Memperhatikan gizi anak sama sekali tidak berhubungan dengan pemanjaan makanan. Penuhi gizinya, sebab gizi yang baik tidak selalu mahal atau mewah dan tidak harus banyak.

  1. Sepenting apakah gizi?

Justru sebaliknya, banyak orang berhura-hura dalam mengkonsumsi makanan mewah dan mahal tetapi sebenarnya sedang mempraktekkan asupan gizi yang buruk.

Ketika kita membicarakan gizi, itu berarti kita sedang merencanakan generasi unggul yang akan diturunkan oleh anak kita kelak. Kita sedang melakukan ikhtiar menyiapkan cucu-cucu yang tangguh, sehat dan cerdas melebihi kondisi kita saat ini. 

Allah telah mengingatkan agar kita tidak menurunkan generasi lemah.

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (QS An Nisa: 9)

Gizi seimbang pada masa remaja ini akan sangat menentukan kematangan mereka di masa depan. Perhatian khusus perlu diberikan kepada remaja perempuan agar status gizi dan kesehatan yang optimal dapat dicapai. Alasannya, remaja perempuan akan menjadi seorang ibu yang akan melahirkan generasi penerus yang lebih baik. Kepada remaja laki-laki, ia juga perlu mendapat asupan yang benar sejak saat ini karena kelak ia harus menghasilkan stamina yang kuat, sel sperma yang berkualitas dan ketahanan yang luar biasa sebagai seorang pemimpin keluarga. Jangan sampai ia menjadi ayah yang ringkih sakit-sakitan, atau dikeluhkan isteri dan mertuanya karena penyakitnya menjadi beban. 

Anda tidak ingin memiliki anak perempuan yang keguguran dan cucu-cucu yang cacat bukan? Maka siapkanlah semuanya mulai sekarang. 

  1. Kebutuhan gizinya menyesuaikan

Kebutuhan zat gizi dan energi remaja lebih tinggi dari pada usia sebelum dan sesudahnya. Gizi seimbang pada masa ini akan sangat menentukan kematangan mereka di masa depan. Masa remaja adalah saat terjadinya perubahan-perubahan cepat, aktivitas fisiknya banyak karena disibukkan dengan berbagai urusan sekolah dan pertemanan, olahraga, hobi, kursus dan sebagainya. Semua ini menguras energi, yang berujung pada keharusan terpenuhinya asupan zat gizi. 

Bila terlewatkan, risiko akan terjadi di kemudian hari berupa buruknya kesuburan, permasalahan kehamilan, gangguan janin, ketidakmampuan menyusui, bahkan bayi lahir dalam keadaan tidak normal. 

  1. Yang dibutuhkan 

  • Energi

Yang perlu diperhatikan untuk menentukan kebutuhan energi remaja adalah seperti apa aktivitas fisik yang dia lakukan. Remaja yang aktif melakukan olahraga memerlukan asupan energi yang lebih besar dari pada yang kurang aktif. Pada masa remaja terdapat perbedaan kebutuhan energi untuk laki-laki dan perempuan karena perbedaan komposisi tubuh dan kecepatan pertumbuhan. Kecukupan gizi (AKG) energi untuk remaja dan dewasa muda perempuan 2000-1200 kkal sedangkan untuk laki-laki antara 2400-2800 kkal setiap hari. Angka kecukupan energi yang menjadi anjuran sekitar 60% berasal dari sumber karbohidrat. Makanan sumber karbohidrat yang dapat diandalkan untuk memenuhinya adalah yang berasal dari bahan beras, terigu dan hasil olahannya (mie,spaghetti, macaroni), umbi-umbian (ubi jalar, singkong), atau jagung.

  • Protein

Remaja mengalami peningkatan kebutuhan protein karena proses pertumbuhan yang sedang terjadi dengan cepat. Pada awal masa remaja, kebutuhan protein remaja perempuan lebih tinggi daripada laki-laki, karena memasuki masa pertumbuhan cepat lebih dulu. Pada akhir masa remaja, kebutuhan protein laki-laki lebih tinggi daripada perempuan karena perbedaan komposisi tubuh. 

Kecukupan protein bagi remaja adalah 1,5– 2,0 gr/kg BB/hari. Angka kecukupan protein remaja dan dewasa muda adalah 48-62 gr per hari untuk perempuan dan 55-66 gr per hari untuk laki-laki. Makanan sumber protein hewani bernilai biologis lebih tinggi daripada sumber protein nabati, karena komposisi asam amino esensial yang lebih baik, dari segi kualitas maupun kuantitas. Berbagai sumber protein yang daging merah (sapi, kerbau, kambing), daging putih (ayam, ikan, kelinci), susu dan hasil olahannya (keju, mentega, yakult), kedelai dan hasil olahannya (tempe, tahu), kacang-kacangan, dan lain-lain.

  • Kalsium

Tingginya kebutuhan kalsium pada masa remaja akibat percepatan pertumbuhan otot, kerangka tulang dan perkembangan endokrin lebih besar daripada pada masa sebelum dan setelahnya. Lebih dari 20 persen pertumbuhan tinggi badan dan sekitar 50 persen massa tulang dewasa pada masa remaja. Kecukupan kalsium untuk remaja dan dewasa muda adalah 600-700 mg per hari untuk perempuan dan 500-700 mg untuk laki-laki. 

Sumber kalsium yang paling baik adalah susu dan hasil olahannya. Sumber kalsium lainnya bisa dari ikan, kacang-kacangan, atau sayuran hijau.

  • Zat Besi

Zat besi meningkat tajam dibutuhkan oleh remaja karena terjadinya pertumbuhan cepat. Kebutuhan zat besi pada remaja laki-laki meningkat karena bertambahnya volume darah dan peningkatan konsentrasi haemoglobin (Hb).Setelah dewasa, kebutuhan zat besi ini akan menurun. Pada remaja perempuan, kebutuhan zat besi yang tinggi karena kehilangan zat besi selama menstruasi. Inilah sebabnya mengapa perempuan lebih rawan terhadap anemia zat besi dari pada laki-laki. Perempuan yang kekurangan zat besi atau kehilangan zat besi akan mengalami anemia gizi zat besi. 

Sumber zat besi dari hewani lebih tinggi daripada sumber nabati. Status zat besi dalam tubuh juga mempengaruhi efisiensi penyerapan zat besi. Pada remaja dengan defisiensi zat besi maka penyerapan zat besi akan lebih efisien daripada yang tidak defisiensi zat besi. Yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi dari sumber nabati adalah vitamin C serta sumber protein hewani tertentu (daging dan ikan). Sedangkan zat yang dapat menghambat penyerapan zat besi antara lain adalah caffeine, tanin, fitat, zinc, dan lain-lain. Kecukupan besi untuk remaja dan dewasa muda perempuan 19-26 mg setiap hari, sedangkan untuk laki-laki 13-23 mg per hari. Makanan yang banyak mengandung zat besi adalah hati, daging merah (sapi, kambing, domba), daging putih (ayam,ikan), kacang-kacangan, sayuran hijau.

  • Seng (Zinc)

Remaja laki-laki sangat memerlukan zinc untuk pertumbuhan serta kematangan seksualnya. Selain itu, zinc juga sangat berperan dalam penyembuhan luka, pembentukan sel darah, fungsi imun, untuk pertumbuhan, dan pematangan seksual, terutama saat awal mengalami masa puber. Sumber seng yang baik ada dalam kerang laut, daging merah, unggas, keju, seluruh padi-padian sereal, kacang kering dan telur. Kecukupan zat ini sebesar 15 mg setiap harinya. 

  • Vitamin-vitamin

Kebutuhan vitamin selama masa remaja mengalami peningkatan karena pertumbuhan dan perkembangannya yang cepat. Karena kebutuhan energi meningkat, maka kebutuhan beberapa vitamin pun meningkat. 

    • Vitamin A penting bagi remaja untuk kesehatan mata, tulang, pertumbuhan, pertumbuhan gigi, dan sel reproduksi.
    • Vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen, tulang dan gigi, dan sebagai zat antioksidan. Rata-rata asupan vitamin C remaja laki-laki 121 mg/hari, dan pada gadis 80 mg/hari. Buah-buahan segar seperti jeruk, tomat, kentang, sayur hijau tua, dan stroberi merupakan sumber vitamin C.
    • Vitamin E berperan sebagai antioksidan dan pendukung kesuburan. Sumber vitamin E yang baik pada kacang dan dalam minyak dan lemak sayur-sayuran, beberapa produk sereal, kacangan beberapa ikan laut.

 

[Yazid Subakti]

Masa Remaja – Bagian 3 : Tugas yang Diemban

Masa Remaja – Bagian 3 : Tugas yang Diemban

Parenting – Masa Remaja menghadapi tugas-tugas perkembangannya sendiri agar lebih siap menghadapi masa dewasa. Orang tua menjadi sahabat dekat yang membimbingnya agar ia berkemampuan memperdulikan dirinya sendiri. 

Menerima kenyataan kondisi fisik dan perubahan-perubahan yang dialaminya. Ia harus bisa menerima takdir jenis kelamin beserta konsekuensi dan semua kelazimannya, serta belajar merasa puas terhadap keadaan ini. Belajar mengambil peranan sosial dengan teman sebaya, mencoba untuk mewujudkan rasa pedulinya terhadap lingkungan sekitar dalam bentuk sumbangsih yang bermanfaat. Ia dapat mulai diarahkan pada kegiatan masjid, kerelawanan bencana, organisasi sekolah, dan lainnya. 

Meskipun orang tua akan tetap melindungi dan menanggung kehidupannya, ia sebenarnya telah mampu bernalar tentang mencari rezeki untuk bertahan hidup atau membangun masa depan yang dicita-citakan. Mengembangkan kecakapan intelektual dan keterampilan sosial di masyarakat. Ia mulai sadar bertetangga dan merasa menjadi bagian dari masyarakat luas yang mengelilinginya. Oleh karenanya, ia turut merasa harus merawat kerukunan dan kenyamanan meskipun dalam beberapa hal tidak menyetujui norma dan nilai yang berlaku.

Mencari kesempatan untuk hidup mandiri pada suatu saat nanti, yaitu mencari penghidupan sendiri dengan merencanakan karir atau profesi tertentu yang paling diidamkan. Beberapa anak tidak membayangkan profesi tertentu tetapi tetap memiliki bayangan perbuatan apa yang hendak ia lakukan untuk menghasilkan uang. Memahami tanggung jawab atas setiap perbuatan. Ia mulai dapat menanggung amanat atau titipan yang dibebankan kepadanya untuk dijaga atau dikembangkan. 

Mulai memikirkan jodoh atau pernikahan dan mempersiapkan diri untuk berkeluarga. Ia membayangkan criteria jodoh paling ideal yang cocok untuknya, dan mulai merancang langkah-langkah untuk mendapatkannya dan kesiapan untuk hidup dengannya. 

  • Mengenali perubahan fisik 

Perubahan fisik seorang anak menuju remaja berhubungan dengan kemampuannya bereproduksi. Terdapat lima perubahan khusus yang terjadi pada pubertas, yaitu pertambahan tinggi dan berat badan yang cepat, perkembangan seks sekunder, perkembangan organ-organ reproduksi, dan perubahan komposisi tubuh yang mengubah sosok anak yang lucu menjadi remaja matang yang membanggakan.

    • Pertambahan tinggi badan yang cepat 

Tinggi badan remaja laki-laki bertambah sekitar 10 cm per tahun, sedangkan perempuan sekitar 9 cm. Secara keseluruhan pertambahan tinggi badan sekitar 25 cm pada anak perempuan dan 28 cm pada anak laki-laki. 

Pada anak perempuan, pertambahan tinggi badan terjadi dua tahun lebih awal dibanding laki-laki. Puncak pertumbuhan tinggi ini pada anak perempuan terjadi sekitar usia 12 tahun, sedangkan laki-laki pada usia 14 tahun. Pada anak perempuan, pertumbuhan akan berakhir pada usia sekitar 16 tahun sedangkan pada anak laki-laki pada usia 18 tahun. Setelah usia ini, pertambahan tinggi badan hampir selesai atau benar-benar berhenti.

Berat badan bertambah akibat perubahan komposisi tubuh. Anak laki-laki mengalami peningkatan massa otot, sedangkan anak perempuan karena meningkatnya massa lemak. Hormon steroid seks adalah yang paling berperan dalam perubahan komposisi tubuh ini. 

    • Perkembangan organ seks sekunder

Selama proses pubertas, perkembangan seks sekunder terjadi oleh perubahan sistem hormonal tubuh. Karena hormone, terjadilah pertumbuhan rambut pubis dan menarche (haid pertama) pada anak perempuan. Sedangkan anak laki-laki mengalami pembesaran penis, perubahan suara, pertumbuhan rambut di lengan dan muka, serta terjadinya peningkatan produksi minyak tubuh dan aktivitas kelenjar keringat.

    • Perkembangan organ reproduksi

Anak laki-laki mengawali pubertas dengan meningkatnya volume testis sehingga ukurannya menjadi lebih dari 3 ml, kemudian pembesaran penis. Ukuran penis dewas tercapai pada usia 16-17 tahun. Rambut pubis mulai tumbuh, kemudian beberapa tahun baru kumis dan janggut. Perubahan suara terjadi karena bertambah panjangnya pita suara akibat pertumbuhan laring dan pengaruh hormone testosteron. Mimpi basah terjadi sekitar usia 13-15 tahun bersamaan dengan matangnya alat reproduksi.

Anak perempuan mengawali pubertas dengan timbulnya tunas payudara pada usia kira-kira 10 tahun, kemudian secara bertahap payudara berkembang menjadi payudara dewasa pada usia 13-14 tahun. Rambut pubis mulai tumbuh pada usia 11-12 tahun dan mencapai pertumbuhan lengkap pada usia 14 tahun. Haid pertama kali terjadi sekitar usia 12 tahun. Beberapa anak sudah mengalaminya di usia 9 tahun, tergantung lingkungan atau gaya hidup dan asupan gizinya. 

    • Perubahan komposisi tubuh

Massa lemak pada perempuan meningkat pada tahap akhir pubertas, mencapai hampir dua kali lipat massa lemak sebelum pubertas. Sedangkan anak laki-laki membentuk otot dan pemadatan tulang. 

Setelah masa-masa penyelesaian puber, tinggi badan anak hanya akan bertambah sedikit kemudian pertambahan tinggi badan akan berhenti.

 

[Yazid Subakti]

Masa Remaja – Bagian 2 : Ditekan oleh Perasaannya Sendiri

Masa Remaja – Bagian 2 : Ditekan oleh Perasaannya Sendiri

Parenting – Ada kalanya masa remaja akan ditekan oleh kesulitan-kesulitan yang muncul dari perasaannya sendiri. Ini merupakan bagian yang normal dari perkembangan. Beberapa kesulitan ini dapat menjadi catatan negatif jika orang tua lalai atau membiarkannya. 

Tidak ada yang aneh jika remaja mengalami mood yang berubah-ubah, sikap yang berbeda dalam waktu yang dekat. Suatu saat ia pendiam, cemberut, dan mengasingkan diri, tetapi pada saat yang lain ia menjadi ceria, periang, dan ramah. Ini bukanlah sesuatu yang abnormal. Anda hanya perlu mengamati dan mencatat dan menerimanya tanpa harus menanyakan sebab-sebabnya.

  • Keingintahuan yang besar seputar urusan seksual

Masa remaja memang masa-masa awal pematangan organ reproduksi sehingga gejolak yang muncul memang berkisar seputar gejolak seksual. Rasa ingin tahu seksual dan bangkitnya syahwat adalah normal dan sehat, sebab perilaku tertarik pada hubungan seksual adalah bagian dari fitrah untuk melanjutkan keturunan. Keinginan ini menimbulkan bentuk-bentuk perilaku seksual di masa dewasanya. Tanpa perlakuan meredam atau kesadaran akan harga diri, ia akan berfantasi liar, menonton adegan prono, bahkan bisa berbuat criminal dengan menyalurkannya melalui cara yang melanggar hukum. 

  • Ketidakcocokan terhadap norma dan nilai

Ia menampakkan perilaku anti sosial dengan kesukaannya berbuat iseng mengganggu, berbohong, mencoret-coret tembok, atau mengebut. Ia merasa memiliki kebenaran baru yang membuatnya memandang bahwa kebenaran ama tak lagi relevan. Ia menginginkan tata norma dan nilai baru di keluarganya, sementara keluarga terlanjur berpegang teguh pada nilai yang sudah disepakati bersama. Dalam kondisi lepas kontrol, keadaan ini dapat menjadi pemicu konflik di mana-mana. Di rumah dianggap durhaka atau mengingkari kebiasaan keluarga, di masyarakat dipandang sebagai pembuat onar, di sekolah dicap sebagai biang rusuh. Ini tidak kita anggap wajar, tetapi kejadiannya memang mudah diduga. 

  • Memikirkan pelarian atau keinginan melepas beban

Di sekolah, anak remaja mencari cara untuk membolos. Di keluarga, ia memikirkan cara untuk terbebas dari tugas-tugas keluarga. di masyarakat, ia ingin berlepas dari aturan dan adatnya. Ia ingin bermain jauh, mencoba hal-hal baru, dan melakukan aktivitas ekstrem yang selama ini belum pernah ia alami. 

Semua itu mungkin disadari oleh si remaja. Ia sendiri merasa bingung dan tertekan dengan gejolak ini, tetapi mekanisme kontrol yang telah membuatnya tak mampu untuk mengendalikannya. Orang tua masih diperlukan untuk hadir menjadi terbaik yang mendampingi.

  • Fase-fase perkembangan remaja

Ada tiga fase perkembangan masa remaja. Pembagian fase ini didasarkan pada usia dan ciri-ciri perkembangan menonjol yang biasa menyertainya. 

    • Remaja awal (11-13 tahun)

Ini adalah fase awal atau menjelang pubertas. Perkembangan fisik yang terjadi pada fase ini adalah pertumbuhan rambut pada beberapa area tubuh, meningkatnya produksi dan pengeluaran keringat serta minyak pada rambut dan kulit. Inilah awal tanda puber muncul tetapi kadang masih samar-samar.

Pada remaja perempuan, payudara mulai mengalami pembesaran serta mulai mengalami menstruasi, sedangkan pada remaja laki-laki, alat kelamin mulai mengalami pertumbuhan, mimpi basah serta perubahan suara. Berat badan dan tinggi badan mengalami perkembangan yang sangat cepat sehingga anak terlihat mendadak besar hamper setinggi orangtuanya.

Kemampuan berpikir berkembang dengan dimulainya meninggalkan cara berpikir kekanak-kanakan, mulai berpikir tentang masa depan meskipun sangat terbatas dan kadang tidak masuk akal. Remaja mulai berusaha mencari identitas dirinya, muncul perasaan canggung saat bertemu dengan seseorang, konflik dengan orang tua meningkat, pengaruh teman sebaya sangat besar, ingin bebas dan tidak mau diatur, mudah stress, dan mulai memendam perasaan tertarik kepada lawan jenis.

Yang perlu anda amati pada fase ini adalah, 

  • Krisis identitas 
  • Jiwa yang labil
  • Meningkatnya kemampuan verbal untuk ekspresi diri
  • Pentingnya teman dekat/sahabat
  • Berkurangnya rasa hormat terhadap orangtua 
  • Kadang-kadang berlaku kasar
  • Mengoreksi kesalahan orangtua
  • Mencari orang lain yang disayangi selain orangtua
  • Kecenderungan untuk berlaku kekanak-kanakan, dan
  • Terpengaruh teman sebaya dalam hal hobi dan gaya hidup.
    • Remaja pertengahan (14-18 tahun)

Pubertas pada tahapan ini sudah terbentuk dengan sempurna. Organ reproduksi dalam keadaan matang dan sudah siap berfungsi sebagaimana mestinya. Namun demikian, pertumbuhan fisik pada perempuan mulai melambat sedangkan remaja laki-laki terus berlanjut meningkat.

Maka kemampuan berpikir mengalami kemajuan signifikan dengan kemampuannya menetapkan tujuan hidup, merencanakan hal-hal yang lebih masuk akal dan mulai serius merancang masa depannya. 

Sebagai bentuk aktualisasi diri, remaja di masa ini mulai melibatkan diri dalam kelompok atau kegiatan yang ia rasa cocok di dalamnya. Ia masih melambungkan cita-cita meskipun biasanya diiringi konsep diri yang kurang. 

Ada kecenderungan anak mulai mengurangi kedekatan dengan orang tua karena keinginannya yang begitu kuat untuk bebas dari intervensi. Pengaruh teman sebaya masih sangat kuat bahkan menjadi salah satu pertimbangan mengambil keputusan. Ketertarikan kepada lawan jenis dan gairah syahwat semakin meningkat sehingga beberapa anak di usia ini sudah benar-benar berani menjalin hubungan asmara secara terang-terangan.

Berikut ini adalah daftar kondisi yang menjadi alasan bagi anda untuk memberi perhatian dan bersabar atasnya, 

  • Mengeluhkan campur tangan orangtua dalam kehidupannya
  • Sangat cemas dan memperhatikan penampilan 
  • Berusaha untuk mendapat teman baru
  • Tidak atau kurang menghargai pendapat orang tua
  • Sering sedih/moody dengan emosi yang berubah-ubah
  • Mulai menulis buku harian atau mengungkapkan perasaan lewat puisi
  • Sangat memperhatikan kelompok main secara selektif dan kompetitif, dan
  • Mulai mengalami periode sedih karena ingin lepas dari orangtua.
    • Remaja akhir (19-24 tahun)

Fisik remaja putri di usia ini biasanya sudah mencapai bentuk sangat sempurna atau mencapai puncaknya, sedangkan remaja putra masih terus berlanjut terutama pada peningkatan berat, tinggi, massa otot dan rambut-rambut kasar pada sekujur tubuhnya.

Oleh karena itu pikiran remaja sudah mulai mampu menggagas ide besar dan mewujudkannya menjadi nyata, memiliki kemampuan untuk menunda kepuasan atau kegembiraan atau menahan nafsu dengan lebih baik, semakin terbiasa berpikir yang masuk akal dan mulai serius dengan masa depannya.

Di usia ini identitas begitu penting. Maka, anak sudah dapat menyebutkan dirinya siapa dan tujuan hidupnya untuk apa. Ia memikirkan orang lain sebagai bentuk kepedulian, emosi mulai stabil dan semakin mandiri menghadapi persoalan hidupnya. Pertemanan sebaya tetap penting jika secara nyata membawa manfaat, sedangkan ketertarikan kepada lawan jenis sudah memungkinkan untuk menjurus pada kesungguhan berjodoh. 

Kabar gembiranya, di masa ini banyak perkembangan penting yang sudah mendekatkannya pada sifat-sifat orang dewasa matang,

  • Kesempurnaan bentuk fisik mencapai puncaknya
  • Identitas diri menjadi lebih kuat
  • Mampu memikirkan ide besar
  • Mampu mengekspresikan perasaan dengan kata-kata
  • Lebih menghargai orang lain
  • Lebih konsisten terhadap minatnya
  • Bangga dengan hasil yang ia capai
  • Selera humor lebih berkembang, dan
  • Emosi lebih stabil

 

[Yazid Subakti]

Masa Remaja – Bagian 1

Masa Remaja – Bagian 1

Parenting – Banyak sekali sudut pandang yang mencoba mendefinisikan masa remaja. Kata remaja maknanya kurang lebih sama dengan ‘adolescence’ yang berarti tumbuh menuju kedewasaan, yaitu periode pertumbuhan antara masa kanak-kanak menuju dewasa. 

Masa ini merupakan masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun. Pada masa ini terjadi proses perkembangan dan perubahan-perubahan yang berhubungan dengan psikoseksual, perubahan dalam hubungan dengan orangtua dan cita-cita yang merupakan proses pembentukan masa depan. 

  • Ciri khas yang menandai remaja 

Rentang kehidupan remaja mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan periode sebelum dan sesudahnya. Ada perilaku atau sikap khusus yang akan terjadi ketika anak memasuki fase remaja: 

  1. Menyampaikan kebebasan dan menuntut haknya. Ia akan berhasrat mengemukakan pendapatnya sendiri tanpa berpikir bahwa itu dapat menciptakan perselisihan. Ia kurang peka terhadap risiko sehingga beberapa tindakannya menuai balasan atau hasil yang tak diinginkan.
  2. Semakin mudah dipengaruhi oleh teman-temannya, terutama teman sebaya yang paling ia percayai. Ini artinya ia tak lagi terlalu mempercayai orang tuanya sendiri atau kepercayaan kepada orang tua semakin menurun. Ia berperilaku dan mempunyai kesenangan yang berbeda, bahkan bertentangan dengan perilaku dan kesenangan keluarga. Ia memilih pakaian, mengatur rambut, dan bergaya makan dengan gaya seolah menentang kebiasaan keluarga.
  3. Mengalami perubahan fisik yang pesat, baik pertumbuhannya maupun seksualitasnya. Perasaan seksual yang mulai muncul meledak-ledak, memicu fantasi liar, bahkan membingungkan atau menjadi sumber kecemasan. 
  4. Terlalu percaya diri (overconfidence) dan merasa sudah benar. Emosinya biasanya meningkat dan memandang bahwa orang lain tak sebaik dirinya. Akibatnya, di saat tertentu ia sulit menerima nasehat dan pengarahan orang tua, ingin mengoreksi peraturan, dan mengkritik siapapun yang tidak beriring pandangan. 

Ada beragam komentar dan sebutan para ahli mengenai fase remaja ini. Sebutan ini didasarkan pada ciri yang menjadi kekhususan remaja dan peristiwa penting yang banyak terjadi di dalamnya.

    • Periode peralihan 

remaja telah meninggalkan usia anak tetapi belum juga masuk usia dewasa. Saat ia berperilaku seperti anak-anak, ia akan mendapat kritikan karena kekanak-kanakannya. Kalau ia meniru perbuatan dewasa, ia mendapat teguran karena belum waktunya. Di sisi lain, anak dapat memiliki kesempatan untuk di masa yang terbebas dari kedua status itu: bukan anak-anak dan bukan dewasa. Ia mencoba apapun yang dapat ia nikmati dalam kehidupannya. 

    • Periode perubahan 

Seiring dengan pertumbuhan dan perubahan fisik, perubahan dalam sikap dan perilaku juga terjadi. Ketika perubahan fisik terjadi dengan pesat di awal masa ini, perubahan perilaku dan sikap juga berlangsung pesat. Jika perubahan fisik melambat, maka perubahan sikap dan perilaku juga turut melambat. 

Bukan hanya fisik dan perilaku yang berubah, pandangan-pandangan atau berbagai persepsi dan orientasi hidupnya juga berkemungkinan mengalami perubahan. 

    • Usia bermasalah 

Sebenarnya setiap fase perkembangan memiliki masalahnya sendiri-sendiri. Tetapi masa remaja sering menyimpan permasalahan yang lebih rumit dan komplek. Ketidakmampuan mereka untuk mengatasi sendiri masalahnya menurut cara yang mereka yakini sering berujung kekecewaan. Sedangkan bantuan dari orang yang lebih dewasa belum tentu bisa mereka terima. Banyak remaja akhirnya menemukan penyelesaiannya dengan jalan pintas yang mengandung risiko lebih besar. Satu masalah selesai, tetapi masalah yang lebih besar datang. 

    • Masa mencari identitas 

 Memang ini adalah masa-masa anak mendapat kesempatan berbenah, memantapkan identitasnya. Di awal masa remaja, penyesuaian diri terhadap kelompok masih tetap penting. Dari sini remaja mendapat gambaran atau perbandingan mengenai identitas diri. Mereka tidak puas untuk menjadi manusia yang sama dengan teman-temannya, atau sebaliknya, ia justru merasa sama dengan teman-temannya dan menjadi persis seperti mereka. Ini dilema yang menyebabkan remaja mengalami krisis identitas, hingga akhirnya harus memutuskan seperti apa dirinya akan membentuk pribadinya. 

    • Ambang masa dewasa 

Anak di masa ini sedang berada di depan gerbang kedewasaan. Mereka sudah hampir dewasa sehingga akan mencoba melakukan aktivitas yang biasa orang dewasa lakukan. Mereka mencoba mengenakan pakaian dewasa, mencoba rokok, menjalin hubungan asmara dengan lawan jenis, berkelana, mencari uang, mentraktir temannya selayaknya seorang bos, atau mengubah beberapa kosakata yang biasa orang dewasa gunakan. Selain itu mereka juga mengira bahwa ini semua dapat mencitrakan dirinya lebih matang.

    • masa yang tidak realistik 

Inilah masa-masa anak banyak mencoba hal-hal yang kadang tidak masuk akal. Ia melihat dirinya sebagaimana yang ia inginkan, bukan sebagaimana adanya. Dalam memandang cita-cita, ia melambung sangat idealis, meskipun tak juga mengetahui apakah cita-citanya itu masuk akal atau tidak. 

Meningginya emosi atau luapan perasaan merupakan ciri dari awal masa remaja ini. Mereka memendam perasaan rindu yang dalam kepada lawan jenis yang memesonanya, padahal hampir tak memungkinkan baginya menikah di usia ini.

 

[Yazid Subakti]

Selamat Tinggal Masa-masa Amrad

Selamat Tinggal Masa-masa Amrad

Parenting – Begitu masa-masa amrad berakhir, selamat tinggal masa-masa komunikasi alay dan penuh ketidakpastian perlahan-lahan akan lenyap. Tetapi itu tidak berarti semua sifat yang melekat di masa-masa lampau akan hilang sama sekali dan tergantikan dengan sifat baru. Sebagian dari sifat lama masih ada dan ia masih menikmatinya. 

  1. Mengiringi berakhirnya masa-masa amrad (masa ABG) 

Anda akan melihat selera berpakaiannya masih menyisakan kesenangan lama. Ia belum percaya diri mengenakan gaun gaya dewasa, juga belum meninggalkan aksesoris kekanakan yang bisa selalu berganti setiap harinya. Selera makan, pola pertemanan, tema obrolan, dan sikapnya menghadapi orang masih menyisakan sedikit karakter anak-anak. 

Sisa-sisa ketergantungan masih tampak nyata di sana-sini. Anda tak perlu heran jika pada akhir masa sekolah menengah pertama ini anak masih enggan mencuci pakaiannya sendiri, masih harus diingatkan setiap kali jam makan dan jam salat, bahkan setiap pagi masih harus dibangunkan setengah paksa. 

Ini bukan hal yang baik, tentunya. Namun kenyataannya memang terjadi. Maksudnya, kita tidak berharap kekurangmandirian ini terjadi pada semua anak, tetapi Anda jangan terkejut jika ternyata ini semua melanda anak Anda.

Kita terus belajar menjadi orang tua yang memiliki banyak cara mengatasi anaknya dengan efektif, agar pergantian fase remaja ini berjalan sempurna. 

  1. Sebagian anak belum siap meninggalkan masa amrad 

Kenyataan bahwa tidak semua anak siap meninggalkan masa amradnya ternyata terjadi di mana-mana, melingkupi semua suku dan budaya. Sebagian karena oleh tipe dan kepribadian asal anak, sebagian lagi akibat perlakuan orang tua yang memang kurang tuntas melatihnya. 

  • Mempercepat, tetapi tidak memaksa

Mempercepat artinya meminta anak untuk bersegera meraih apa yang harus diraih memasuki fase remajanya, juga mempercepat meninggalkan apa yang sudah tak lagi pantas baginya. Sampaikan bahwa waktu baginya tak banyak lagi untuk segera mandiri karena tahun depan sudah akan disibukkan oleh kewajiban kewajiban yang lebih berat. Bulan-bulan ini adalah masa terakhir berlatih kemandirian sebelum tahun depan semua yang tak pantas itu harus ditinggalkan. 

  • Mengingatkan konsekuensi

Konsekuensi adalah akibat dari perbuatan dan sikapnya. Ia harus mendapat peringatan berulang kali bahwa akibat dari ketidakmandirian menangani pakaiannya sendiri, di waktu berikutnya beban ini akan lebih berat karena bertumpuk dengan beban lain yang saat ini belum ada, misalnya hari-hari yang sibuk les menjelang ujian. 

Semua keterlambatan kemandirian ini ada konsekuensinya di masa mendatang. Ketergantungan membawa akibat mundurnya kecakapan dan keberanian mengambil keputusan. Terlalu menikmati dunia remaja kekanak-kanakan mengakibatkan ia mendapat penolakan oleh lingkungan remaja yang lebih dewasa. 

  • Meningkatkan kedekatan

Bukankah kedekatan justru membuat anak semakin berketergantungan?

Kedekatan yang melayani adalah sumber ketergantungan. Oleh karena itu, kedekatan yang kita lakukan di sini adalah kehadiran untuk memberi arahan memandirikan, mempertegas aturan-aturan dan memastikan anak meraih capaian. Kita dekat untuk memperkecil celah kemalasan baginya dan meniadakan jalan untuk mundur menuju kebiasaan masa lalu. 

  • Mengerahkan teman-temannya 

Apakah anda mengenali teman-temanya? 

Orang tua harus mengenali teman-teman anaknya terutama teman dekat yang selama ini mempengaruhi atau terpengaruh oleh anak Anda. Banyak hal mengenai anak anda tidak harus ditanyakan atau disampaikan langsung kepadanya, tetapi sebagian dapat anda sampaikan melalui teman-temannya. Anda dapat mencari informasi melalui teman-temannya, ketika terjadi peristiwa yang membuatnya tertutup.

 

[Yazid Subakti]