Gigi Anak Berlubang? Inilah Tips Menjaga Kesehatan Gigi Anak

Gigi Anak Berlubang? Inilah Tips Menjaga Kesehatan Gigi Anak

Kesehatan Gigi Anak – Ayah/Bunda, salah satu masalah anak yang seringkali dihadapi oleh para orang tua adalah masalah kesehatan giginya. Ketika kita sebagai orang tua lalai sedikit saja, akan mengakibatkan kebiasaan anak malas menggosok gigi.

Anak-anak, terutama di malam hari, biasanya tidak begitu menyadari mengenai pentingnya menggosok gigi sebelum tidur. Setelah capek menonton atau bermain game, biasanya mereka langsung beranjak ke tempat tidur, atau bahkan ketiduran di tempat mereka bermain atau menonton. Hal tersebut tentu jika orang tuanya abai dengan masalah kesehatan gigi anaknya.

Berbeda ceritanya jika Ayah dan Bunda peduli. Maka pasti akan menyuruh si kecil untuk gosok gigi terlebih dahulu sebelum tidur. Seandainya khawatir mereka akan ketiduran, Ayah dan Bunda bisa membiasakan mereka untuk menggosok gigi setelah makan malam. Sehingga, setelahnya mereka bebas bermain atau menonton hingga tidur.

Nah Ayah/Bunda, berikut adalah beberapa tips sederhana untuk menjaga kesehatan gigi si kecil:

  1. Mengajarinya sejak dini

Anak adalah pengamat dan peniru yang baik, maka agar si kecil terbiasa untuk menggosok gigi, Ayah/Bunda harus mengajarinya sejak dini. Orang tua harus memberikan contoh yang akan ia tiru sebagai kebiasaan. Ayah dan Bunda bisa mengajaknya untuk menyikat gigi bersama sebelum tidur.

Namun biasanya si kecil baru bisa menggosok gigi sendiri sekitar usia 7 tahun keatas. Sebelum itu, ada baiknya Ayah dan Bunda yang melakukan untuknya. Rutinkan kebiasaan tersebut setiap hari, agar ia sadar bahwa menyikat gigi pagi hari dan sebelum tidur merupakan aktivitas harian. 

  1. Batasi konsumsi makanan manis

Usia anak-anak sangat menyukai makanan manis, baik berupa jajanan atau camilan. Terutama ketika sedang jajan di sekolah atau ketika sedang bermain bersama teman-temannya. Di sini peran orang tua penting untuk mengontrol konsumsi makanan manis si kecil. Sebab, seperti yang kita tahu makanan yang mengandung banyak gula tidak baik untuk kesehatan gigi.

Batasi si kecil untuk tidak terlalu sering membeli makanan atau minuman manis. Sebagai alternatifnya, Ayah Bunda bisa memberikan makanan yang sehat seperti susu atau keju. Atau Ayah/Bunda bisa memberinya camilan berupa buah potong untuk bekalnya di sekolah.

  1. Periksa secara rutin

Terakhir, penting untuk melakukan pemeriksaan gigi anak secara rutin ke dokter spesialis gigi. Hal ini bisa Ayah dan Bunda mulai lakukan ketika gigi susu pertamanya tumbuh, kira-kira di usia 6-7 bulan. Pemeriksaan rutin gigi anak bisa Ayah/Bunda lakukan setiap 6 bulan sekali, dan tidak harus menunggu ada keluhan ya Bun. Pemeriksaan bertujuan untuk kontrol dan bisa mengetahui masalah yang sekiranya tidak kita sadari.

Biasakan hal tersebut agar mereka sadar mengenai pentingnya kesehatan gigi. Apa lagi di usia anak-anak, mereka masih sangat senang untuk mengkonsumsi makanan yang manis-manis. Ini adalah kewaspadaan jangka panjang, kebiasaan mereka akan mempengaruhi kesehatan giginya di masa depan.

Demikian beberapa tips sederhana untuk menjaga kesehatan gigi si kecil. Semoga bermanfaat bagi Ayah/Bunda sekalian.

Ayah Bunda, Jangan Bermain Gadget Saat Ngobrol

Ayah Bunda, Jangan Bermain Gadget Saat Ngobrol

Bermain Gadget – Perkembangan zaman tentunya merubah gaya hidup kita. Salah satunya adalah perkembangan teknologi, misalnya teknologi komunikasi, yang berpengaruh terhadap bagaimana cara kita berkomunikasi. Dulu, manusia hanya bisa berkomunikasi secara langsung, kemudian berkembang komunikasi jarak jauh melalui surat. Meski dapat menghubungkan orang yang berjauhan, surat tidak begitu efektif karena membutuhkan waktu yang lama. Kemudian ada telepon, komunikasi langsung jarak jauh tanpa tatap muka.

Sekarang ini, semua berubah total, kita bisa berkomunikasi secara langsung tidak hanya via suara, namun juga bertatap muka. Perkembangan teknologi komunikasi sayang membantu dan memudahkan kita dalam berkomunikasi jarak jauh dengan lebih efisien waktu.

Sayangnya, perangkat teknologi komunikasi saat ini tidak hanya berfungsi sebagai penyambung komunikasi. Terdapat berbagai macam fitur modern, seperti game, browser dan entertainment. Hal tersebut berdampak baik karena kita bisa mendapatkan hiburan praktis dan juga bisa mendapatkan informasi dengan lebih mudah hanya melalui gadget.

Gadget, sesuatu yang sekarang ini menjadi kebutuhan primer bagi setiap orang. Terkesan aneh bila di masa ini masih ada yang tidak menggunakan gadget seperti ponsel, tablet, maupun laptop.

Termasuk Ayah dan Bunda kan? Keluarga milenial saat ini sudah pasti memiliki smartphone dan sejenisnya. Untuk tujuan memudahkan komunikasi ketika anggota keluarga sedang keluar rumah, juga sebagai sumber informasi. Dan mungkin saja Ayah dan Bunda sedang membaca artikel ini melalui perangkat tersebut sekarang.

Namun disamping keuntungan penggunaannya, gadget juga memberikan dampak negatif. Khususnya bagi kita ketika sedang di rumah. Terkadang kita sering merasakan kurangnya waktu bersama keluarga, meskipun seluruh anggota keluarga berada di rumah. Hal tersebut karena masing-masing sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Ayah sibuk dengan berita-berita olahraga, Bunda sibuk dengan online shop dan anak sibuk dengan game.

Hal tersebut lalu berdampak pada pola komunikasi antar keluarga di dalam rumah. Intensitas komunikasi secara langsung di dalam rumah akan menjadi sangat berkurang. Padahal komunikasi menjadi hal penting dalam sebuah keluarga. Terutama bagi Ayah dan Bunda.

Suami dan istri wajib untuk memiliki komunikasi yang lancar, sebab mereka berdua adalah otak dari sebuah keluarga. Ada kalanya suami istri perlu waktu intim untuk mengkomunikasikan hal-hal keluarga. Di waktu tersebut, sebaiknya tinggalkan gadget dan fokus untuk saling memperhatikan. Perlu juga untuk mengontrol batasan anak-anak menggunakan gadget.

Gadget memiliki banyak dampak positif, namun bukan berarti terlepas dari dampak negatif. Oleh karena itu, ada baiknya ketika sedang di rumah mengurangi bermain gadget dan lebih kepada berkomunikasi dan berinteraksi langsung antar anggota keluarga. Agar hubungan kekeluargaan semakin erat.

Hidupkan Rumah dengan Membaca Al Quran

Hidupkan Rumah dengan Membaca Al Quran

Membaca Al Quran – Ayah/Bunda, kehidupan kita di dunia ini ibarat berpetualang di tengah kegelapan dan laksana mengarungi samudera di malam hari. Kita hidup tanpa bisa melihat arah dan tujuan, sehingga kita butuh penerangan untuk bisa melalui kegelapan-kegelapan itu.

Jika dalam kegelapan malam kita butuh senter atau perahu membutuhkan cahaya bintang dan mercusuar, maka dalam kehidupan Al Quran merupakan penerang. Yaitu cahaya yang menunjukkan kita arah dan tujuan dari kehidupan kita. Al Qur’an adalah cahaya, yang dengan membacanya niscaya kita semua bisa melalui kehidupan yang terang benderang.

Ayah dan Bunda bisa membiasakan membaca Al-Quran bersama dengan keluarga tercinta di Rumah. Mari kita hidupkan rumah-rumah kita dengan lantunan ayat suci Al Quran. Berikan waktu selepas shalat dan berdzikir untuk membaca Al Quran, atau luangkan waktu di kesempatan lain. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Bacalah Al Qur’an karena Al Qur’an akan datang pada hari kiamat nanti sebagai syafi’ (pemberi syafa’at) bagi yang membacanya. iBacalah Az Zahrowain (dua surat cahaya) yaitu surat Al Baqarah dan Ali Imran karena keduanya datang pada hari kiamat nanti seperti dua awan atau seperti dua cahaya sinar matahari atau seperti dua ekor burung yang membentangkan sayapnya (bersambung satu dengan yang lainnya), keduanya akan menjadi pembela bagi yang rajin membaca dua surat tersebut. Bacalah pula surat Al Baqarah. Mengambil surat tersebut adalah suatu keberkahan dan meninggalkannya akan mendapat penyesalan. Para tukang sihir tidak mungkin menghafalnya.” (HR. Muslim no. 1910)

Ayah Bunda, kebiasaan membaca Al-Quran membuat rumah lebih hidup. Rumah-rumah yang sering terdengar lantunan ayat suci senantiasa lebih bercahaya dan terhindar dari aura buruk. Sebab rumah kita akan senantiasa dikunjungi malaikat dan dijauhi oleh jin dan syaitan.

Rumah yang di dalamnya berisi keluarga yang sering membaca Al Quran menjadi lebih lapang dan nyaman. Karena rumah tersebut berisi orang-orang shaleh yang senantiasa mengisi kesehariannya dengan kebaikan. Ketika setiap muslim menghiasi rumahnya dengan cahaya Quran, insya Allah kita bisa saling menerangi satu sama lain.

Nah Ayah Bunda berikut beberapa waktu terbaik untuk membaca Al Quran menurut Imam An-Nawawi:

  1. Ketika Shalat

Setiap hari sebenarnya kita sudah selalu melantunkan ayat suci Al Quran, tepatnya membaca ayat ketika shalat 5 waktu. Imam Nawawi dalam Al-Adzkaar An-Nawawiyah menuliskan, bahwa salah satu waktu yang paling utama membaca Al-Quran adalah di dalam sholat. Sehingga ada anjuran jika memperpanjang bacaan ketika berdiri sholat lebih utama daripada memperlama gerakan sujud atau gerakan lainnya.

  1. Di waktu sepertiga malam

Di luar shalat, waktu terbaik untuk membaca Al-Quran adalah malam hari. Waktu malam yang paling baik adalah di sepertiga malam hingga masuk waktu Subuh. Di waktu ini, selain baik untuk membaca Al-Qur’an, juga menjadi salah satu waktu terbaik untuk mengerjakan shalat sunnah dan peluang besar diijabahnya doa-doa.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Muzzammil ayat 1-4, yang artinya:

Hai orang-orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan.”

  1. Setelah Magrib dan setelah Subuh

Waktu selanjutnya adalah setelah Maghrib dan Subuh. Imam Nawawi mengatakan bahwa membaca Al Quran di waktu antara Maghrib dan Isya adalah mahbubah (disukai). Selanjutnya membaca Al Quran setelah subuh juga merupakan waktu terbaik.

Itu adalah beberapa waktu yang lebih utama untuk membaca Al-Quran. Terlepas dari itu semua, kita sebagai umat muslim tentunya boleh membaca Al Quran kapanpun. Ayah dan Bunda bisa menyempatkan ketika ada waktu luang, daripada hanya dihabiskan dengan menonton atau bermain sosial media. Akan lebih bermanfaat jika diisi dengan membaca Al-Quran.

Akhir kata Ayah/Bunda, mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang rumahnya selalu terang oleh cahaya Al Quran. Amiin

Gaya Hidup Sehat di Era Modern

Gaya Hidup Sehat di Era Modern

Gaya Hidup Sehat – Di tengah kesibukan Ayah dan Bunda melakukan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, terdapat banyak ancaman gangguan kesehatan. Hal tersebut jika Ayah dan Bunda tidak mengimbanginya dengan pola hidup yang sehat. Salah satu ancaman yang ditakutkan adalah penyakit diabetes, terlebih karena bisa berpotensi terkena stroke.

Mungkin selama ini Ayah dan Bunda mengira bahwa diabetes disebabkan oleh konsumsi gula yang berlebihan atau karena faktor keturunan. Eitts jangan salah, pola hidup yang buruk juga bisa menjadi faktor yang dapat meningkatkan resiko diabetes. Beberapa faktor diantaranya adalah kurangnya cairan,  kurang aktif bergerak, hingga obesitas. 

Dalam sebuah penelitian, asupan cairan yang rendah dapat menyebabkan naiknya gula darah. Ini akibat dari peningkatan hormon vasopresin, yang menyebabkan ginjal menahan air dan hati menghasilkan gula darah. Ketika dehidrasi, tekanan darah naik dan tubuh menghasilkan hormon stres. Hal tersebut memicu kenaikan gula darah secara drastis.

Apalagi di era modern sekarang ini, banyak aktivitas-aktivitas baru yang menyesuaikan perkembangan zaman. Sehingga pola dan gaya hidup pun ikut berubah. Dampak kesehatan dari gaya hidup modern yang paling umum adalah obesitas, pribadi yang kurang aktif hingga pada depresi. Setidaknya itu adalah beberapa yang paling umum di era modern ini. 

Segala sesuatu yang serba instan, membuat manusia modern cenderung memilih makanan cepat saji. Dan seperti yang Ayah Bunda tahu, makanan cepat saji sebagian besar adalah makanan kurang sehat, tapi enak. Selain itu, teknologi internet membuat kita semakin kurang aktif. Sebab banyak pekerjaan yang kita lakukan tanpa perlu banyak bergerak.. Kondisi-kondisi tersebut dapat mengurangi kemampuan bersosialisasi, rentan membuat kita terkena stroke, diabetes, darah tinggi, kolesterol hingga penyakit jantung.

Lalu seperti apakah gaya hidup sehat yang tepat untuk masyarakat modern sekarang ini? Tidak ada solusi pakem, sebab setiap individu memiliki aktivitas yang berbeda. Hal kecil yang bisa kita lakukan adalah memanfaatkan perkembangan yang terjadi dengan baik. Perbanyak untuk bergerak aktif dan gunakan teknologi seperlunya. Selain itu, yang terpenting adalah menjalani gaya hidup yang sehat.

Mungkin di antara Ayah dan Bunda sudah ada yang menerapkan pola hidup sehat ya. Pengertian pola hidup sehat sendiri secara umum adalah upaya kita dalam menjaga tubuh agar tetap dalam keadaan yang sehat dan optimal. Nah, berikut beberapa contoh pola hidup sehat yang mungkin bisa Ayah dan Bunda coba di rumah.

  1. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Menjaga pola makan dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi adalah yang paling utama. Sebab, tubuh yang sehat membutuhkan asupan gizi dan nutrisi yang baik dan juga seimbang. Ayah dan Bunda bisa mengkonsumsi makanan kaya serat dan vitamin, seperti sayuran dan Buah.

  1. Rutin Berolahraga

Selain gizi dan nutrisi, olahraga juga penting untuk membentuk tubuh yang sehat. Tubuh perlu bergerak secara aktif untuk tetap menjaga kebugarannya. Ayah dan Bunda bisa melakukan olahraga ringan seperti lari pagi, bersepeda, berenang atau olahraga berat sekali waktu.

  1. Istirahat yang Cukup

Meski terkesan sederhana, istirahat menjadi salah satu hal penting dalam penerapan pola hidup sehat. Selain menjaga kebugaran tubuh, istirahat yang cukup juga dapat membantu merangsang kreativitas dan meningkatkan konsentrasi dalam setiap aktivitas Ayah dan Bunda.

Cara menjaga pola hidup sehat seperti contoh di atas terkesan mudah ya Ayah Bunda. Tetapi ketika mulai kita jalani, akan terasa tantangannya. Maka dari itu, pastikan untuk mengatur waktu dengan baik dan harus konsisten dalam menerapkan pola hidup sehat tersebut.

___________________________

Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.

Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah dipercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.

Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.

Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.

Seperti Apa Ya, Kualitas Keimanan Anak 10 Tahun Mendatang?

Seperti Apa Ya, Kualitas Keimanan Anak 10 Tahun Mendatang?

Kualitas Keimanan Anak – Dewasa ini Ayah/Bunda, seiring berkembangnya zaman, semakin banyak hal-hal yang mendistraksi perhatian anak-anak dari keimanan. Sayangnya, perkembangan zaman adalah sebuah keniscayaan yang tidak mungkin dapat dihindari. Nah yang bisa kita lakukan adalah membentengi diri mereka agar perkembangan yang terjadi tidak mengusik keimanannya. Dalam hal ini bukan berarti kita menghindari anak dari perkembangan zaman yang terjadi ya Ayah/Bunda. Akan tetapi kita harus bisa menyesuaikan diri mereka dengan tetap berada pada koridor syariat agama Islam.

Di sisi lain, sebagian manusia modern, yang mungkin juga kita, kadang lupa dan abai dengan peran Allah dalam setiap aktivitas kita. Begitu mendapatkan kesuksesan, kita lupa bahwa hal tersebut adalah rezeki dari Allah, sehingga kita menjadi kurang bersyukur. Lalu bagaimana cara untuk membentuk agar anak senantiasa mengingat Allah?

Nah Ayah dan Bunda, untuk bisa menjadi pribadi yang istiqomah mengingat Allah dan kokoh dalam menghadapi perkembangan zaman, tentu Ayah dan Bunda wajib menanamkan kecintaan anak kepada Allah sejak dini. Sebagai orang tua, Ayah dan Bunda harus mengambil peran dalam menanamkan nilai-nilai ketauhidan yang kokoh. Hal tersebut berfungsi sebagai ketahanan spiritual dalam melewati tantangan dan dinamika perkembangan zaman.

Dirangkum dari situs ruqoyyah⁣.com, setidaknya hal yang perlu diajarkan kepada buah hati sejak dini untuk mengenal Allah adalah tauhid atau mengesakan Allah. Eits… sejak dini maksudnya diajarkan ketika si anak sudah bisa paham loh ya, bukan sejak bayi. Nah tauhid sendiri menurut para ulama terbagi menjadi 3 macam yaitu rububiyyah, uluhiyah, asma wa sifat.

  • Tauhid Rububiyyah

Tauhid rububiyyah adalah mengesakan Allah dalam perbuatan Allah. Ayah dan Bunda harus menegaskan kepada buah hati bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta, yang mengatur seluruh jagat raya, dan Allah lah yang maha pemberi rezeki. Ini untuk menyadarkan anak bahwa tidak ada satupun di dunia ini yang luput dari kuasa Allah.

  • Tauhid Uluhiyah

Tauhid uluhiyah adalah mengesakan Allah dalam perbuatan hamba. Ayah dan Bunda mengajarkan buah hati agar hanya beribadah kepada Allah. Sebagai hamba, segala yang kita lakukan hendaknya mengharapkan ridha dari Allah. Dengan begitu, di setiap aktivitasnya, mereka lakukan semata untuk beribadah kepada Allah. Dan secara tidak langsung, mereka akan menghindari perbuatan yang dibenci oleh Allah.

  • Tauhid Asma wa Sifat

Tauhid asma wa sifat adalah mengesakan Allah dalam nama dan sifat-Nya. Mengajarkan buah hati tentang nama dan sifat bagi Allah sebagaimana yang Allah dan Rasul-Nya tetapkan. Beriman dalam hal nama dan sifat tanpa merubah maknanya dan tidak pula menolak sebagian sifat Allah. Selain itu, tidak pula memvisualkan atau menggambarkan bagaimana wujud sifat Allah, tidak menyamakan dengan sifat Allah dengan sifat makhluk.

Setidaknya itu ya Ayah/Bunda salah satu dasar yang perlu diajarkan kepada anak untuk mengenali Allah. Sehingga ketika ia tumbuh di 5 tahun, 10 tahun kedepan atau seterusnya, Allah menjadi yang utama untuk setiap aktivitasnya. Anak akan menyadari kehadiran Allah dalam menjalani kehidupan, sehingga ia akan senantiasa bersyukur.

Di sisi lain, dalam mengikuti perkembangan zaman, si anak bisa ikut dan menyesuaikan diri. Namun juga tetap berada dalam koridor syariat agama yang baik. Sebab ia sadar bahwa Allah selalu ada bersamanya.

 

___________________________

Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.

Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah dipercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.

Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.

Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.

Tips Sehat: Menyediakan Alat Kesehatan Keluarga di Rumah ~ Kesehatan Jogja

Alat Kesehatan Jogja Hampir setahun sudah, pandemi global masuk dan menyelimuti negri ini. Meski sempat terjadi perdebatan dimana-mana, perlahan keadaan bisa teratasi. Alhamdulillah… walau senantiasa harus dibatasi dengan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan physical distancing, setidaknya aktifitas sudah berangsur-angsur pulih. Tidak terbayangkan bagaimana stresnya orang-orang, apabila harus terkurung untuk waktu yang lebih lama di dalam rumah.

Begitupun, selalu ada hikmah yang bisa dipetik dari setiap peristiwa. Pandemi global yang menimpa kita semua telah mengajarkan tentang pentingnya menjaga kesehatan. Kita yang selama ini kurang waspada terhadap keselamatan diri, telah diingatkan oleh virus berukuran 0,1 mikron. Perspektif inilah yang membuat kita setidaknya mau untuk merenungi, akan bagaimanakah kita menjalani kehidupan dimasa mendatang.

Menjaga kesehatan akan menjadi habit utama kita pada masa mendatang. Orang-orang mulai menaggapi dengan serius protokol kesehatan demi menjaga keluarga mereka. Apakah itu tidak berlebihan? Mengapa merasa takut untuk bersikap hyperbolic terhadap ancaman yang mengancam dengan serius? Rasanya tidak mengapa bersikap berlebihan untuk langkah antisipasi, ketimbang lalai dan bersikap abai yang pada akhirnya harus menyesal karena tertimpa musibah yang besar.

Tentu dibutuhkan lebih dari sekedar pemikiran, untuk mengantisipasi dampak pandemi. Setelah menyadari bahwa ayah bunda harus melakukan sesuatu demi menjaga keluarga tetap dalam kondisi yang aman, ayah bunda juga harus mengetahui langkah apa yang akan dilakukan. Apakah akan mengisolasi rumah, memasang pagar tinggi dengan kawat berduri, lalu melarang anggota keluarga keluar rumah selamanya-lamanya? Jelas bukan itu kan caranya…

Beli Alat Kesehatan Keluarga

Alat Kesehatan Keluarga – Melindungi keluarga adalah hal yang utama. Tidak hanya dimasa pandemi, tapi juga disepanjang kehidupan. Bahkan Agama juga menyuruh kita untuk melindungi keluarga dari api Neraka. Dimana Neraka itu sendiri keberadaanya berada diluar kehidupan dunia saat ini (Akhirat). Wah, artinya… melindungi keluarga adalah sebuah kewajiban yang bersifat mutlak.

Untuk melindungi keluarga dimasa pandemi ini, kita mulai dengan melakukan hal-hal sederhana dulu ya ayah bunda. Misalnya dengan menyediakan alat kesehatan keluarga di rumah. Alat-alat ini bisa ayah bunda dapatkan di toko-toko Alkes yang terdekat dari rumah. Bagi ayah bunda yang beralamat di Yogyakarta kota, mungkin bisa mencarinya dengan search di google toko alat kesehatan di yogyakarta”, atau bisa juga dengan mencarinya secara langsung di toko alat kesehatan jogja – wirobrajan. Di kecamatan Wirobrajan-Yogyakarta, memang terdapat beberapa toko alat kesehatan, seperti Toko Mitra Alkes Wirobrajan yang beralamat di Jl. Bugisan No. 13B – Patangpuluhan Wirobrajan, Yogyakarta. Beberapa toko alat kesehatan juga tersedia di daerah Kabupaten Sleman. Seperti Kafa Medika di Jl. Magelang km 14, Medicalogy Jogja toko alat kesehatan didekat Jl. Kaliurang tepatnya di Jl. Affandi – Sleman, Yogyakarta.

Daftar Alat Kesehatan Keluarga

Alat Kesehatan keluarga – Alat kesehatan diperlukan untuk ada di rumah. Tidak hanya pada saat masa pandemi seperti sekarang. Sebenarnya alat-alat tersebut dibutuhkan sepanjang waktu. Hanya saja, adanya pandemi global ini menjadikan tingkat kewaspadaan kita menjadi lebih tinggi. Sehingga sekarang kita lebih menyadari akan pentingnya kesehatan. Salah satu alat yang memudahkan kita dalam menjaga kesehatan, ya… tentunya alat-alat kesehatan keluarga bukan!? Rasa-rasanya ayah bunda memang perlu untuk menyediakannya dirumah.

  • Termometer

Alat pengecek suhu tubuh ini baiknya ada di rumah ayah bunda. Penyakit-penyakit musiman seperti demam, flu, dan sakit kepala tentunya membutuhkan alat ini untuk keperluan tindakan medis pertama. Termometer digunakan dalam mendeteksi suhu tubuh. Dengan mengecek suhu tubuh, ayah bunda dapat mengetahui anggota keluarga dalam keadaan normal atau tidak. Sehingga ketika mengetahui ada dari anggota keluarga yang bersuhu tidak normal, ayah bunda bisa langsung mengambil tindakan antisipatif dengan cepat. Suhu normal manusia berkisar antara 35-37 derajat Celcius.

  • Tensimeter

Setelah Termometer, tentu saja yang harus ada di rumah ialah tensimeter. Yap! Tensimeter ini berfungsi untuk mengukur tekanan darah anggota keluarga. Selain penting untuk mengetahui suhu tubuh ketika sakit, ayah bunda juga harus mengetahui tekanan darah anggota keluarga. Hal ini juga merupakan tindakan medis pertama untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

  • Glukometer

Glukometer adalah alat yang dipakai untuk mengetahui tinggi rendahnya kadar gula dalam darah. Selain berfungsi untuk mengukur kadar gula darah, Glukometer juga berfungsi untuk mengukur kadar asam urat didalam darah. Alat ini paling sering ditemui di rumah orang-orang dengan riwayat penyakit gula dan asam urat. Biasanya dokter spesilis penyakit dalam akan menganjurkan penyediaan alat Glukometer pribadi kepada para pasiennya.

  • Timbangan Badan

Alat kesehatan yang satu ini merupakan alat yang paling umum disediakan orang-orang dalam rumahnya. Timbangan berat badan tidak hanya dipakai oleh orang yang sakit saja, tapi juga dipakai oleh orang sehat. Biasanya mereka memakai alat timbangan untuk program diet ataupun program kebugaran lainnya. Adanya timbangan berat badan dirumah memungkinkan ayah bunda beserta keluarga untuk senantiasa mengontrol pola makan serta gaya hidup yang sehat.

Perlunya Tabungan Kesehatan

Alat Kesehatan Jogja – Datangnya penyakit adalah kerugian duniawi, namun merupakan keuntungan ukhrawi. Bagi orang-orang yang beriman, sakit adalah hal yang sangat berharga. Sepanjang orang yang dilanda penyakit mampu menjalani fase demi fase dengan kerelaan dan kesabaran. Allah, Tuhan yang maha kuasa telah memberikan kabar kepada orang-orang yang beriman, bahwa seseorang ketika ditimpa penyakit, sejatinya orang tersebut sedang disucikan dari dosa-dosanya.

Secara ukhrawi memang demikian adanya. Namun, sebagai orang yang berakal, kita juga harus memahami bahwa saat tertimpa suatu penyakit, maka hendaklah menempuh sebuah ikhtiar guna menyembuhkannya. Salah satu jalan yang secara umum ditempuh orang-orang adalah dengan pergi ke rumah sakit. Berkonsultasi dengan dokter, lalu dilakukanlah tindakan medis atas penyakit tersebut. Jika ditemukan penyakit yang serius, maka orang itu pun disarankan agar dirawat di rumah sakit. Tujuannya adalah supaya sang dokter dapat dengan mudah mengamati perkembangan tahap demi tahap sang pasien. Dengan begitu pihak rumah sakitpun  bisa mengambil tindakan lebih lanjut sebagai ikhtiar penyembuhan.

Mahalnya biaya rumah sakit sering sekali menyulitkan orang-orang berkemampuan ekonomi menengah kebawah. Hadirnya BPJS kesehatan oleh pemerintah pusat ke seluruh wilayah indonesia termasuk Jogja, diharapkan mampu menaggulangi kesulitan yang dialami masyarakat. Sebagian masyarakat, terutama mereka yang tergolong masyarakat kurang mampu, telah merasa terbantu dengan adanya program jaminan kesehatan nasional ini.

Menyikapi hal tersebut, ayah bunda juga sebaiknya memiliki tindakan antisipatif pribadi sejak dini. Kebutuhan akan biaya kesehatan menjadi penting. Agar ketika anggota keluarga membutuhkan dana pengobatan, ayah bunda sudah memiliki kesiapan yang cukup. Caranya adalah dengan menabung, atau menyiapkan investasi tertentu untuk penanggulangan biaya kesehatan keluarga. Bisa dengan tabungan konvensional ataupun dengan membuat asuransi kesehatan konvensiaonal dan BPJS kesehatan.

Pembekalan Ilmu Kesehatan

aqiqah di jogjaAlat Kesehatan Jogja – Ilmu kesehatan? Untuk apa? “Saya bukanlah seorang dokter ataupun tenaga kesehatan seperti perawat”!? Beberapa tahun yang lalu saya sempat berbincang dengan seorang teman tentang pentingnya pembekalan ilmu kesehatan. Saat itu kami sedang mengikuti sebuah pelatihan pemasaran internal disalah satu kota di Sumatera.

Saya berpendapat bahwa penting bagi setiap kepala keluarga, untuk menguasai setidaknya ilmu P3K atau yang lebih daripada itu. Tujuannya tidak lain adalah untuk mengambil tindakan praktis ketika ada anggota keluarga yang sakit. Kami pun sepakat dan saling bertukar pendapat tentang pentingnya pembekalan ilmu kesehatan dalam sebuah keluarga.

Pembicaraan pun berlanjut ke topik yang lebih luas. Kami sempat berdebat ringan ketika saya mengatakan, “Bila perlu, setiap laki-laki diperusahaan ini diberikan pelatihan atau seminar khusus tentang ilmu kesehatan setiap bulan”! Mendengar apa yang saya katakan tersebut, teman saya langsung menyanggahnya, “kalau begitu… kamu masuk ke politeknik kesehatan saja”!? Bila perlu cari kampus yang bagus, mungkin di Jogja ada banyak kampus yang cocok buat kamu mengekspresikan pemikiran tersebut!?

Kami menyudahi pembicaraan ringan itu dengan tertawa bersama. Sesaat setelah kejadia itu, saya fikir mugkin saya yang terlalu ‘over thinking’ terhadap ketakutan akan ancaman kesehatan. Namun, fikiran itu kembali menguat dengan kemunculan pandemi global. Saya pun kembali menyarankan kepada ayah bunda, agar memiliki pembekalan ilmu kesehatan, meskipun hanya p3K. Tujuannya tentu untuk melindungi keluarga dari hal hal tidak diinginkan.


Demikian artikel dari kami. Semoga memberikan manfaat kepada keluarga ayah bunda sekalian, barakallahufikum.

[gharylasa]