Parenting – Berprestasi adalah hasil yang telah dicapai dari apa-apa yang telah dilakukan atau diusahakan. Prestasi antara anak satu dengan lainnya tidak selalu sama.
Memaknai prestasi anak
Apakah prestasi adalah kemenangan dalam sebuah lomba yang dibuktikan dengan piala dan hadiah?
Ada anak yang memiliki prestasi dalam bidang olahraga, sastra, kepemimpinan, ilmu pengetahuan, seni, teknologi, dan pelajaran sekolah. Prestasi ini muncul sebagai hasil kerja keras mengerahkan potensi diri, dan berkaitan dengan kemampuan dasar yang dimilikinya. Dengan kejujuran dan perjuangan sendiri, prestasi itu akan datang sebagai sunnatullah, hukum Allah yang Dia tetapkan atas orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam ikhtiar.
Orang yang berprestasi selalu mengawali prestasinya dengan bekerja atau berusaha keras. Para atlet dunia telah mulai mengenal olahraga dan berlatih sejak usia belasan atau bahkan sejak usia kanak-kanak. Para ilmuwan-ilmuwan besar dari masa mudanya tekun belajar dan melakukan penelitian yang berkali-kali gagal tanpa putus asa.
Perlu menyempaikannya kepada anak, agar ia tidak menganggap bahwa keberhasilan itu dapat hanya dengan berdiam diri tanpa usaha. Anak-anak harus jauh dari praktik para pemalas yang ingin langsung berprestasi dengan membeli gelar, membeli ijazah, membayar joki saat ujian, atau membeli suatu jabatan dengan cara menyuap.
Manfaat prestasi
Orang tua sangat bangga jika anaknya menjuarai suatu perlombaan. Pada adu kompetisi tertentu, orang tua terkesan memperalat anaknya untuk turut dalam ajang tersebut dan memaksanya untuk menjadi juara sementara sang anak tampak tak bahagia dan terbebani. Inilah contoh ambisi orang tua yang salah mendidik. Ia hanya ingin orang-orang menilainya sebagai orang tua hebat yang telah berhasil mendidik anak, atau melampiaskan impian masa kecilnya yang tak terwujud di masa lalu.
Orang tua boleh berbangga atas prestasi anaknya, dan tidak ada yang salah jika prestasi anak menjadi bagian dari pengangkat derajat keluarga. Tetapi yang seharusnya adalah, prestasi membawa manfaat nyata bagi perkembangan anak, bukan semata mengangkat gengsi dan kebanggaan orang tua.
- Menjadikan anak mengetahui ukuran kemampuannya daripada teman-teman atau pesaingnya. Ini ada manfaatnya agar ia terus bertahan dengan kemampuannya itu, bahkan meningkatkannya agar tetap berpeluang di genggaman.
- Menunjukkan bidang keunggulan atau potensi kuat yang anak miliki. Manfaatnya, anak menjadi tahu bahwa ia memiliki potensi yang sudah terbukti unggul.
- Meningkatkan rasa percaya diri anak di hadapan teman-temannya. Anak menjadi yakin atas kemampuannya dan tumbuh keberanian untuk menjadikannya bagian dari jati dirinya.
- Mendapat pengalaman berharga, yaitu pernah menjadi anak yang telah memuncaki suatu perjuangan pada kompetisi yang ia ikuti. Ia dapat belajar dari apa yang ia alami sendiri mengatasi berbagai rintangan dan menembus peluang untuk mendapatkan posisi puncaknya.
- Menjadikan anak merasa bermakna. Ia sadar memiliki sumbangsih atas prestasinya itu kepada pihak yang mengirimnya ke ajang kompetisi (sekolah, pemerintah atau masyarakatnya). Perasaan bermakna dapat mendorong anak menjaga citra baiknya dengan menghindari perbuatan yang tercela.
Setiap anak adalah para pejuang islam
Ada perlombaan yang sangat mulia di hadapan Allah, yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan. Ada prestasi yang sangat harum di hadapan Allah, yaitu menjadi pejuang islam.
Abdullah bin Abbas saat masih kecil sudah mendapat nasehat perjuangan dari Rasulullah SAW. Ia diingatkan agar menjadi pejuang tauhid.
Dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Aku dahulu suatu hari berada di belakang Rasulullah SAW, lalu beliau berkata, “Hai, Nak, kuajarkan kepadamu beberapa pelajaran; Jagalah Allah, maka Dia akan menjaga-Mu. Jagalah Allah, engkau akan dapatkan Dia berada di hadapan-Mu. Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Jika engkau minta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, sesungguhnya umat ini, jika mereka berkumpul untuk mendatangkan suatu manfaat untukmu, niscaya mereka tidak dapat mendapatkan manfaat untukmu kecuali apa yang Allah tetapkan untukmu. Dan seandainya mereka berkumpul untuk mendatangkan bahaya untukmu, niscaya mereka tidak dapat mendatangkan suatupun bahwa untukmu selain apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Pena telah diangkat dan catatan telah kering” (HR Muslim)
Sejak anak mampu membedakan kebaikan dan keburukan, ia telah menjadi bagian dari pejuang islam bersama keluarganya, sekolahnya, atau masyarakatnya. Biarkan anak menjadi bagian dari kemeriahan masjid, menjadi bagian dari semarak hari-hari besar islam, atau mengisi ruang-ruang pergaulan di masyarakat dengan memberi contoh kebaikan melalui sikapnya.
Itu juga prestasi, meskipun tanpa gelar juara. Tak ada medali dan piala, apalagi hadiah. Sebab Allah telah menyediakan yang lebih besar dari itu semua dengan cara-Nya dan di saat yang dikehendaki-Nya.
[Yazid Subakti]

