Parenting – Sebelum membicarakan cita-cita, setiap keluarga mesti memiliki visi besar yang hendak diraih bersama, yaitu masuk surga bersama-sama.
Daftatr Isi
Merancang visi dan cita-cita bersama sekeluarga
Sebelum membicarakan cita-cita, setiap keluarga mesti memiliki visi besar yang hendak meraihnya bersama. Ini bukan sekedar apa yang ingin tercapai bersama dalam keluarga dan waktu sekian tahun ke depan. Ini tentang masa depan keluarga jangka sangat panjang yang keluarga non muslim tak pernah pikirkan, yaitu kesejahteraan di kampung akhirat.
Jadi, visi keluarga muslim adalah kebaikan apa yang akan kita capai di dunia dengan kebaikan-kebaikan, demi kebaikan akhirat nanti sebagai puncak tujuan utama.
Keluarga qurrata a’yun
Ada satu di dalam Al-Qur’an yang berisi permohonan sangat visioner kepada Allah SWT. Doa itu memohon agar kita mendapat karunia pasangan dan anak-anak yang qurrata a’yun. Doa ini ada dalam Surat Al-Furqan ayat 74
Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al Furqan: 74)
Qurrata a’yun adalah pasangan dan anak-anak yang menyejukkan pandangan mata, dengan keshalihan diri dan kesiapannya menjadi pemimpin masyarakat bertaqwa. Ini adalah visi menjadikan keluarga harmonis yang siap menjadi pemimpin umat. ANak-anak keturunan keluarga muslim harus bersiap menjadi pemimpin dunia.
Keluarga surga
Semua keluarga muslim mestinya memiliki orientasi untuk menuju surga bersama, semua anggotanya. Maka ayah adalah pemimpin proyek surga, ibu mengatur dan anak-anak menjadi pendukung yang semua saling menguatkan.
Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. (QS Ath Thur : 21)
Jadi, sekeluarga tidak ada yang salih sendiri, merasa paling suci atau paling dekat dengan Allah sambil membiarkan lainnya berada dalam kelalaian. Seluruh keluarga berada dalam keimanan yang lurus dan ibadah yang tiada pernah terputus.
Keluarga yang terbebas dari siksa neraka
Mengimbangi ikhtiar menuju keluarga surge, sisi lainnya adalah menjauhi apapun yang menjerumuskan keluarga ke neraka.
Firman Allah dalam Surat At-Tahrim ayat 6,
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At Tahrim: 6)
Selain itu, keluarga harus memiliki tekad yang sama untuk menghindari kemungkaran, meninggalkan apa yang haram, dan apapun yang mendekatkan manusia ke neraka.
Visi harus disampaikan kepada anak
Visi keluarga seharusnya telah ada sejak awal pernikahan. Pada masa-masa sepasang suami isteri berbulan madu, salah satu agenda paling pentingnya adalah merumuskan visi bersama. Visi isteri bersatu dengan visi suami menjadi visi keluarga.
Maka ketika anak-anak lahir, mereka harus mengetahui isi visi ini. Sejak anak mulai mengenal logika berpikir, mengetahui mana yang benar dan mana yang salah (usia mumayyiz), Anda harus mengenalkan visi ini dengan bahasa paling mudah yang bisa mereka pahami.
Sampaikan terus menerus seiring perkembangan usia dan kemampuannya, kemudian jelaskan bahwa berdasarkan pertimbangan visi inilah orang tua memilih nama anak, memilih sekolah, memilih pergaulan, dan menetapkan cita-cita.
Jadi, arah perjalanan keluarga harus berdasarkan oleh visi, agar tidak tersesat menuju kehancuran.
[Yazid Subakti]

