Parenting – Ini bukan mengada-ada. Memang benar, banyak kejadian nyata remaja lari dari rumah. Ada yang larinya bersifat permanen, maksudnya ia memang tak ingin lagi hidup serumah dengan orang tua dan saudara-saudaranya, ada pula yang larinya hanya sementara sebagai ekspresi protes atas suatu peristiwa yang mengecewakannya.
Mengapa remaja lari dari rumah?
Larinya remaja dari rumah disebabkan adanya penolakan untuk bertemu orang-orang yang ada di rumah. Ia terlibat konflik dengan orang tua atau saudara-saudaranya, lalu ketakutan konflik itu akan membawa dampak buruk baginya. Oleh karenanya ia lebih nyaman jika tidak bertemu dengan orang tua dan saudaranya.
Penyebab lain remaja lari dari rumah adalah karena melakukan kesalahan yang jika orang tua mengetahui akan menyebabkannya mendapat hukuman berat. Ia dalam keadaan takut pulang, khawatir jika kepulangannya membawa bencana besar baginya.
Bisa juga remaja kabur dari rumah karena marah dan kecewa dengan situasi rumah yang tidak langsung berhubungan dengan dirinya. Misalnya ia tidak nyaman melihat setiap hari orang tuanya bertengkar, mendapat perundungan (bullying) dari saudaranya, atau diabaikan setiap kali pulang sehingga memilih untuk menyingkir saja.
Kepergian remaja dari rumah adalah upaya dia mencoba mencari suasana baru yang baginya lebih menenangkan, lebih aman atau selamat, atau sengaja sekedar protes agar orang tua memberinya perhatian lebih dengan cara mencari-carinya ke sana kemari.
Mungkin juga, remaja kabur tanpa sebab apapun yang berhubungan dengan situasi dan penghuni rumah, melainkan murni keinginan pergi sementara waktu karena ada godaan di luar rumah yang sangat menggiurkan baginya. Misalnya terbawa arus temannya yang sedang berpetualang, alasan asmara yang membuatnya tergila-gila dengan seseorang yang mengajaknya pergi.
Tentu saja remaja yang memilih kabur dari rumah adalah mereka yang pikirannya belum dewasa, terlalu pendek mengukur risiko dan masa depannya.
Menghadapi remaja kabur
Sebelum melakukan apapun terhadap anak remaja yang kabur, orang tua, yaitu ayah dan ibu, harus saling berkomunikasi secara intens untuk mengevaluasi kualitas hubungannya dengan anak. Jika memang ada hal-hal darinya yang diperkirakan menjadi penyebab kaburnya anak, maka ayah dan ibu harus sepakat untuk menyelesaikannya secepat mungkin. Bukan dalam hitungan hari atau jam, tapi menit!
Sebab, bagaimana mungkin pasangan penyebab kabur akan menyelesaikan masalah anak yang menjadi korbannya? Orang tua hanya dapat menghadapi anaknya yang kabur, dalam kondisi tenang dan tak bermasalah.
Telusuri di pertemanan dan media sosial
Jadilah orang tua yang mengetahui perkembangan sosial anak melalui media apapun yang memungkinkan Anda mendapat banyak informasi tentangnya. Di zaman ini, hampir semua remaja terhubung media sosial dan mudah dilacak aktivitasnya, di mana ia berada, bersama siapa dan sedang melakukan apa. Sebenarnya, mudah bagi Anda mengetahui itu semua. Kecuali orang tua yang tak peduli, lalu tak mau membuka hati untuk mempelajari teknologi informasi yang amat mudah ini.
Selain media sosial, jaringan lain untuk memantau informasi adalah pertemanan. Anda dapat menghubungi teman teman dekatnya untuk melacak keberadaan anak dan mencari informasi mengenai sebab-sebab atau motifnya.
Berikan jaminan
Jaminan tentang apa?
Jaminan bahwa jika anaknya pulang situasi akan baik-baik saja. Tidak ada kekerasan, tidak ada yang tersakiti dan tidak perlu membicarakan hukuman-hukuman atau konsekuensi dari kaburnya anak. Orang tua harus menjamin anak bahwa kepulangannya akan bebas dari ancaman apapun yang menyakitinya.
Selain jaminan tidak adanya kekerasan, anda juga harus menyiapkan rumah dan keluarga agar mereka semua dapat menerima kepulangannya. Jika kepergian anak adalah murni kesalahan anak itu sendiri, orang tua dapat menerapkan hukuman di lain waktu dan suasana ketika anak telah terikat kembali dengan suasana rumah yang nyaman.
Tahan diri
Orang tua sebaiknya bersegera menangani anaknya yang pergi dari rumah, tetapi bukan dengan terburu-buru. Siapkan mental yang kuat untuk tidak marah, tidak terburu memberondong dengan nasehat panjang yang lebih tepatnya justru bernada omelan, juga harus menahan diri untuk tidak merasa sebagai hakim yang siap untuk mengadili.
Tenang saja, tetap lakukan penelusuran dan pencarian dengan senyap, lalu datangi atau hampiri dengan santai jika sudah tahu keberadaannya.
Hangatkan hubungan keluarga
Ia melarikan diri dari rumah bisa saja sebagai protes karena tidak dipedulikannya di tengah keluarga. Bukan hanya keluarga yang orang tuanya sibuk saja, bahkan orang tua yang berada di rumah pun kadang tidak memperhatikannya. Meskipun sudah remaja, banyak orang tua masih memperlakukannya sebagai anak-anak yang diatur-atur.
Hangatkan hubungan dengan menjadi orang tua yang menaruh perhatian dan memberi jaminan kebahagiaan baginya.
Tunggu sampai semuanya siap
Jika anak sudah ditemukan dan Anda sudah meraba masalahnya melalui informasi teman atau media sosial, jangan buru-buru memaksanya pulang secepatnya. Berikan kesempatan untuk memutuskan kapan ia akan pulang dan tawarkan bantuan apapun yang ia butuhkan untuk kembali ke rumah.
Sampai di rumah, Anda tetap harus menunggu sampai ia siap berkomunikasi dengan lancar untuk menceritakan peristiwanya dan alasan-alasannya.
Berikan pilihan
Bila kepergiannya anak oleh pikiran makar atau pemboikotan atas keinginannya yang memberatkan tidak terpenuhi, biasanya ia akan mengajukan negosiasi lagi. Misalnya, ia akan pulang dan tidak kabur lagi dengan syarat orang tua membelikannya mobil merk tertentu. Sedangkan kemampuan ekonomi orang tua tidak memungkinkan. Atau orang tua khawatir dengan mobil itu anak akan terjerumus dalam pertemanan yang buruk. Dalam keadaan ini, orang tua harus tegas dengan mengajukan pilihan-pilihan.
Misalnya, mobil tidak mungkin dibelikan, tetapi anak diberi alternative kebutuhan lain yang lebih bermanfaat dan ia butuhkan. Jika ia bersikeras dengan keinginannya, orang tua hanya cukup mengatakan, tanpa kemarahan dan kekasaran, bahwa tuntutannya itu tak mungkin dengan menjamin bahwa rumahnya selalu terbuka untuk menerima kepulangannya dengan tetap hangat.
Jika kepergiannya mencurigakan
Apabila perginya anak dari rumah tak menyisakan jejak yang jelas, teman-teman dan media sosialnya juga tidak memberi informasi apapun, atau ada kabar burung yang mencurigakan, Anda memiliki alasan kuat untuk melapor polisi. Mungkin saja anak hilang karena penculikan atau kejahatan lain.
Kumpulkan data pribadi anak, identitas apapun yang tertinggal dan gambar fotonya juga alamat media sosial dan sekolahnya lalu berangkatlah ke kantor polisi untuk melapor.
[Yazid Subakti]
___________________________
Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.
Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah terpercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.
Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.
Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.




Kita harus menjadi pribadi hangat yang terbuka dengannya, membuktikan diri sebagai orang tua yang bisa hadir membersamainya. 
Salah satu cara mengatasi anak remaja yang suka berbohong adalah menyelidiki dan mencari tahu apa yang membuatnya berbohong. Ini penting agar Anda dapat lebih bijaksana dalam menyikapi kesalahan anak dan menjadi pelajaran.
Setelah hati bersedia menerima masalahnya, pahami masalah itu mengenai seberapa besar dan parah kadarnya, bagaimana kejadiannya dan mengapa terjadi. Pahamkan kepada anak bahwa masalah ini tidak terjadi begitu saja dan di akhirnya nanti juga tidak akan selesai begitu saja. Masalah terjadi dengan sebab-sebab, dan akan selesai dengan langkah-langkah penyelesaian. 

Persoalan besar yang melanda generasi zaman ini adalah anak-anak sampai usia remaja dikondisikan oleh orang tuanya untuk hidup dalam sangkar emas. Mereka berada dalam rumah-rumah yang nyaman dengan perlindungan sangat ketat oleh orang tuanya. Mereka tidak mengenal tantangan karena semuanya tercukupi dengan mudah. Dan mereka mendapatkan makanan apapun sesuai keinginan cukup dengan memijit-mijit gawai, lalu beberapa menit makanan sudah di pintu rumah.

Salah satu sifat hati adalah ketika ia telah bertaut, maka seseorang akan mudah menerima masukan atau arahan dari tautan hatinya itu. Beberapa kebiasaan sederhana yang membuat anak terikat hati dengan orang tua adalah kontak fisik yang intim, hadir setiap kali ada masalah, mendengarkan keluhan, dan bepergian bersama.
Anak-anak ketika sampai pada masa akil baligh sudah memiliki pikiran kritis yang dapat bertanya atau mengoreksi apapun informasi yang ia terima. Ia bisa menyangkal nasehat anda yang tak masuk akal atau memaksa. Jadikan ia melakukan amal perbuatan karena kepahaman dan pengetahuan akan ilmunya, bukan karena perintah atau takut hukuman dari orang tuanya. Dulu di zaman nabi, kebiasaan meminum khamr dihilangkan. Karena sudah menjadi budaya, kebiasaan ini sulit hilang.
Beri mereka kesempatan luas untuk berkembang tidak pernah bermakna membebaskan. Memberi keleluasaan anak sebebas-bebasnya untuk bergaul dan melakukan apapun yang ia senangi itu pembiaran. Hanya orang tua zalim yang melakukan pembiaran kepada anak-anaknya, karena rendahnya tanggung jawab terhadap amanah. 
Kita sudah lama mengkritik gaya pengasuhan otoriter, yaitu pengasuhan yang memusatkan semua kehendak pada orang tua. Semua yang terjadi di rumah adalah apa kata orang tua, semua yang akan anak lakukan adalah keinginan orang tua.