Minggu 26, Arti Kemandirian

Minggu 26, Arti Kemandirian

Kelahiran – Di minggu 26 ini si kecil mulai bersahabat dengan benda yang ia sukai. Hal tersebut sangat membantunya untuk membangun kemandirian.

A. Bayi

  • Di usia ini bayi anda memiliki kecenderungan untuk bersahabat dengan benda yang disukainya, terutama aneka model binatang yang lucu. Ketika anda memberikan boneka panda yang agak besar, ia akan bermain dengannya sampai berjam-jam hingga merasa lapar dan memanggil anda untuk meminum ASI.
  • Ketertarikan yang kuat pada objek seperti ini membantunya membangun kemandirian. Ia semakin mengetahui bahwa keasyikan dapat diciptakan tanpa anda atau ayahnya. Dengan bermain bersama boneka, ia merasa telah menemukan kesenangan selain menyusu dan menikmati gendongan.
  • Jangan memaksa menarik bonekanya, ia belum tentu protes dengan menangis, tetapi akan kembali manja rengekan minta digendong.

B. Anda

Sampai setengah tahun ini, Anda harus belajar menghadapi kritikan atau sindiran dari orang tua atau mertua. Nenek-nenek bayi anda ini sering melontarkan kata-kata nasehat klasiknya, berdasarkan asumsinya sebagai orang sepuh atau orang yang berpengalaman. Pengalamannya sebagai orang yang pernah mengasuh anda sering dijadikan sebagai senjata untuk sedikit memaksa anda berbuat sesuatu.

Tetapi karena ia hidup di zamannya yang berbeda dengan jaman bayi anda sekarang, pengalaman yang disampaikannya itu sering tidak relevan. Sebagian besar nasehat mereka kadang hanya mitos tentang pengasuhan bayi. Tetapi sikap anda dapat menyakitkan hati mereka jika anda tidak mengiyakannya.

Mungkin si nenek heran dan berkomentar terus tentang cucunya yang sampai hampir setengah tahun ini belum makan apapun selain benda cair bernama ASI. Padahal jaman dulu bayi usia empat puluh hari sudah makan nasi lembek dicampur pisang, dan kenyataannya mereka sekarang menjadi orang dewasa yang kuat seperti halnya anda.

C. Saatnya diet

Sekarang Anda boleh berfikiran untuk diet, tetapi ini melakukannya harus secara bertahap. Jika Anda melanjutkan pemberian ASI sampai 2 tahun, anda dapat melakukan diet tetap. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan mengenai diet ini, yaitu :

  • Porsi makan. Makanlah hanya untuk Anda jangan memilih porsi double.
  • Cukup. sumber karbohidrat dalam porsi yang cukup dan tetap memilih karbohidrat kompleks. Protein pun dalam porsi yang cukup.
  • Perbanyak serat dan air putih.
  • Berolahraga. Mulailah berolahraga dan perlahan tingkatkan kualitas olah raganya.
  • Istirahat cukup.
  • Tetap berpikiran positif.
  • Jika Anda mengalami kesulitan silahkan hubungi ahli gizi Anda.

D. Cara Melakukan Relaktasi

Membiarkan bayi menyusu sesering mungkin pada payudara (setidaknya 10 kali dalam 24 jam) adalah cara sukses memulai relaktasi
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk meningkatkan frekuensi menyusui bayi.

  • Susui bayi setiap 2 jam sekali.
  • Biarkan bayi menyusu kapanpun, setiap kali ia terlihat berminat.
  • Tingkatkan durasi penyusuan secara bertahap, sampai akhirnya bayi mengisap payudara sekitar 30 menit setiap kali ia menyusu
  • Selalu bersama bayi terutama pada malam hari ketika hormon prolaktin (penghasil ASI) sedang banyak-banyaknya dihasilkan.
  • Relaktasi lebih mudah jika bayi sangat muda (kurang dari 3 bulan), bayi baru saja berhenti menyusu.
  • Posisi badan Anda, posisi badan dan posisi pelekatan bayi sudah benar, nyaman dan tepat.
  • Susu formula secara bertahap dikurangi, jika sebelumnya menggunakan dot maka gantilah dengan sendok, gelas atau pipet.

E. Bayi ADHD

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitasnya tidak lazim dan cenderung berlebihan. Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah suka meletup-letup, aktivitas berlebihan, dan suka membuat keributan.

Angka kejadian ADHD di seluruh dunia diperkirakan mencapai lebih dari 5 %. Dimana dilaporkan lebih banyak terdapat pada laki-laki dibandingkan dengan wanita. Penelitian di Amerika menunjukan kejadian ADHD mencapai 7 % warga.

Gejala ADHD sudah dapat dilihat sejak usia bayi. Gejala yang harus dicermati adalah sensitif terhadap suara dan cahaya, menangis, suka menjerit dan sulit tidur. Waktu tidur bayi kurang sehingga ia sering terbangun (tidak nyenyak). Ia kesulitan menyusu dan tidak senang dengan gendongan. Kadang ia berulah atau marah berlebihan sampai membenturkan kepala.

Para ilmuwan belum dapat menyimpulkan penyebab pasti dari ADHD. Tetapi terdapat beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian ini, yaitu:

1. Faktor lingkungan/psikososial

  • Orang tua dengan gangguan jiwa (psikopat).
  • Anak yang tumbuh dan berkembang di penitipan anak.
  • Riwayat kehamilan dengan eklampsia, perdarahan antepartum, fetal distress, bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, ibu merokok saat hamil, dan alkohol.
  • Sosial ekonomi keluarga yang tidak memadai.
  • Jumlah keluarga yang terlalu besar.
  • Konflik keluarga.
  • Orang tua terkena kasus kriminal.

2. Faktor resiko yang meningkatkan terjadinya ADHD

  • Kurangnya deteksi dini
  • Gangguan pada masa kehamilan (infeksi, genetic, keracunan obat, alkohol, dan rokok, serta stress psikogenik)
  • Gangguan pada masa persalinan (prematur, postmatur, hambatan persalinan, induksi, kelainan persalinan)

TIPS
Meluangkan waktu untuk pribadi

  • Sesibuk apapun mengurus bayi, anda tetap punya cara meluangkan waktu untuk keperluan pribadi.
  • Kenali saat-saat bayi tidur. Meskipun tidurnya sulit diatur, pada waktu tertentu ia tampak disiplin tidur, misalnya setiap kali habis dimandikan. Gunakan waktu ini untuk keperluan pribadi.
  • Manfaatkan waktu longgar suami untuk menemani si kecil. anda dapat bersenam, merawat kulit, dan sebagainya.
  • Lakukan urusan pribadi di dekat bayi. Bila ia terjaga dan tak seorang pun menemaninya, anda dapat melakukan aktivitas pribadi di dekatnya.

REVIEW
Anak berbakat belum tentu sukses

Anak-anak dengan bakat luar biasa ternyata sama besar kemungkinannya untuk gagal maupun sukses pada masa dewasa. Professor Joan Freeman mengatakan, dari 210 anak-anak, hanya setengah lusin yang tergolong meraih ‘kesuksesan konvensional’. Pada usia enam atau tujuh tahun anak berbakat memiliki potensi yang mencengangkan, tetapi banyak dari mereka terjebak dalam situasi potensi yang terpasung.

Professor Freeman melacak anak-anak yang berbakat di bidang matematika, seni, dan musik sejak tahun 1974 hingga sekarang. Kebanyakan dari mereka tidak sukses pada masa dewasa karena perlakuan yang mereka alami dan dalam beberapa kasus karena orang tua yang merenggut masa kanak-kanak mereka.

Pada dasarnya anak cerdas akan gagal jika menempatkan mereka di bawah tekanan untuk berkembang.

ANDA PERLU TAHU
Wajah Bayi

Bentuk wajah agak tembem, seperti bengkak. Kelopak matanya tampak cembung dan pipi yang menonjol. Hidungnya masih kecil atau pendek dan dagunya seperti tenggelam. Mungkin konfigurasi sisi kanan dan kiri wajah ini tidak sama, asimetris. Bentuk telinga dan rambut-rambut juga tidak persis sama kanan dan kiri.Bentuk wajah ini tiadk akan lama. Beberapa hari ia akan segera menjadi bayi yang semakin cantik mengikuti gen rupawan anda.
Bayi anda saat baru lahir menampakkan ekspresi kelelahan. Ia menangis dan seketika ronanya jadi merah. Ia seperti baru saja mengalami tekanan berat, perjuangan menuju alam dunia.

WARNING
‘Memandirikan’ tidak sama dengan ‘menelantarkan’

Memandirikan adalah melatih bayi untuk mandiri. Sedangkan menelantarkan adalah membiarkan bayi untuk mengatasi kebutuhannya sendiri.
Beberapa cara menelantarkan bayi dengan alasan memandirikannya adalah:

  • Menyerahkan gendongan pada goyangan ayunan. Mengangkat bayi yang mengantuk, kemudian meletakkannya pada ayunan sambil menggoyangkannya hingga tertidur.
  • Menyerahkan bayi ke pengasuh, sementara sang ibu tidak sibuk amat atau sengaja menyibukkan diri.
  • Tidur terpisah dengan bayi, padahal di kamar pribadinya, sang ibu juga tidak beristirahat secara efektif karena ia hanya sibuk merias diri dan bersenang-senang dengan suami.
  • Memberi makan bayi dengan susu formula, padahal ia belum mencoba memberi ASI dan tidak mempelajari bagaimana menyusui dengan benar.

AGENDA
Mengukur berat dan tinggi bayi

Di akhir bulan ini anda perlu menimbang kembali bayi anda. ukur pula panjang dan lingkar kepalanya. Amati di KMS, pastikan bayi anda mengalami pertumbuhan yang normal.
Selain pengukuran berat, panjang, dan lingkar kepala, bulan ini bayi anda harus mendapat imunisasi Polio yang keempat dan DPT yang ketiga. Bawalah ia ke dokter untuk mendapatkannya.

 

[Yazid Subakti]

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *