Minggu Kedua Kelahiran, Mengenali Wajah Ayah dan Bunda – Bagian 1

Minggu Kedua Kelahiran, Mengenali Wajah Ayah dan Bunda – Bagian 1

Kelahiran – Di pekan ini si kecil sudah mulai mengenali wajah ayah dan bunda. Selain perubahan perilaku, ia juga sedang mengembangkan intelektualitas.

A. Bayi dan Bunda 

Lihatlah perubahan pada gerakan dan pandangan matanya. Bayi anda makin lincah dan matanya jernih.

  • Karena telah memiliki kepekaan terhadap lingkungan, ia sudah mempelajari posisi nyaman dan tidak nyaman. Inilah alasannya mengapa ia sedikit menggeser atau merubah sikap tidurnya ketika anda terlalu lama meletakkannya di kasur.
  • Ia mencoba menciptakan tangisan dengan nada dan variasi baru untuk membedakan maksud dan tujuannya menangis. Tangis ini dapat mereda hanya dengan mendengar suara anda atau sentuhan tangan anda.
  • Matanya mulai suka dengan wajah anda, yang ternyata berbeda dengan wajah lainnya. Ia menunggu anda atau ayahnya mencium, menggendong, atau mengajaknya berdendang.
  1. Apakah anda masih tertekan?

Bila setiap kali anda mencoba untuk berperasaan bahagia tetap saja sulit, itulah salah satu hal yang harus anda waspadai di pekan ini. Ingat, separuh dari ibu baru biasanya mengalami gangguan seperti ini.

Selama sepekan lebih Anda di rumah bersama bayi, kekurangan tidur sambil memperjuangkan kesembuhan dari luka persalinan. Akumulasi dari perubahan hormonal pasca melahirkan, pencurahan energi untuk merawat bayi, kurangnya pengalaman tentang menghadapi bayi,  dan tidak mempunyai tenaga bantu yang cukup membuat anda kelelahan dan tertekan.

Mengenai hal ini, beberapa saran untuk anda adalah:

  • Pahamilah bahwa perasaan itu normal dan dapat diatasi. Katakan apa yang ingin anda katakan, kepada orang tua atau suami. Ini akan mengurangi rasa kesendirian anda.
  • Cobalah keluar rumah, bersantai sejenak, menikmati masa tenang bersama suami, mintalah ibu atau nenek menjaga bayi.
  • Sejenak tinggalkan semua urusan. Matikan handphone, dan hindari komputer anda. Manfaatkan kesempatan untuk menanam benih kebahagiaan.
  • Berkonsultasilah pada konsultan anda. Anda perlu memastikan apakah secara psikologis dalam keadaan baik-baik atau sedang mengalami masalah.

Di pekan ini banyak ibu muda mengalami Post Partum Depression (PPD), yaitu tahap lebih serius dari Baby Blues yang pernah kita bicarakan sebelumnya. Penyebab PPD memang sulit dipahami, tetapi dengan berkonsultasi, ibu muda akan terbantu menemukan jalan keluar.

Gejala PPD meliputi kegelisahan yang berat, serangan kecemasan, perubahan kebiasaan dan pola makan, insomnia (sulit tidur), dan akhirnya membenci diri sendiri dan juga bayi.

  1. Pandangi bayi anda

Pandangi bayi anda untuk mengobati rasa tertekan. Minggu ini si kecil seolah mengingatkan bahwa ia sudah mengenal anda, ingin mengajak anda untuk sama-sama berbahagia.

Ia hadir menyambut anda, kenapa anda tidak menyambutnya?

B. Hindari Pantangan yang tidak beralasan

Di banyak daerah ada kepercayaan pantangan makan bagi Ibu yang baru melahirkan. Mereka tidak boleh mengkonsumsi makanan tertentu atau jumlahnya dibatasi.

Contohnya adalah larangan makan makanan yang mengandung minyak, telur, daging, dan ikan karena dianggap menyebabkan air susu ibu menjadi amis atau berbau. Alasan lain membatasi bahkan melarang sumber protein ini adalah karena dapat menyebabkan gatal – gatal di daerah jahitan bekas episiotomi.

Pembatasan makanan ini jelas sangat berbahaya bagi Ibu nifas dan menyusui karena dapat menyebabkan daya tahan tubuh Ibu menurun dan mengalami pendarahan. Akibatnya, ibu sangat rentan terkena penyakit infeksi yang dapat berujung pada kematian.

C. Perkembangan payudara

Payudara anda sudah lancar menyuplai ASI pekan ini dan seterusnya. Perhatikanlah!. Ia adalah organ tubuh yang berbeda dengan sebelum anda hamil.

  • Selama masa puber, sel telur sudah mulai matang dan pengeluaran estrogen. Progesteron mulai meningkat. Kedua hormon inilah yang sangat mempengaruhi perkembangan payudara.
  • Lobular struktur atau lobes yang perkembangannya dipengaruhi oleh hormon progesteron mulai komplit setelah  12 – 18 bulan setelah menstruasi pertama.
  • Ketika saluran untuk mengeluarkan ASI matang, sel penghasil ASI pun mulai berkembang. Puting serta warna pigmen yang mengelilingi payudara menjadi berubah, Warna pigmen menjadi lebih tua.
  • Payudara semakin terisi karena jaringan lemak yang mengelilinginya semakin banyak.
  • Pada saat hamil, hormon luteal dan plasenta mempersiapkan payudara untuk dapat menyusui. Estrogen menstimulasi perkembangan kelenjar yang akan memproduksi susu.
  • Progesteron membuat saluran ASI menjadi semakin panjang dan banyak. ASI sudah mulai diproduksi paling cepat pada usia 16 minggu kehamilan.

D. Pembentukan Otak Bayi

  • Sejak janin berusia enam belas hari dalam kandungan, otak telah terbentuk berupa lembaran yang sangat lembut dan transparan. Lembaran ini merupakan sistem saraf pusat pertama kali dan berada di bagian atas bakal kepala.
  • Di akhir bulan keempat, lembaran ini semakin nyata membentuk otak dan begitu memasuki bulan ketujuh, perkembangan yang terjadi semakin dahsyat. Seiring dengan asupan gizi ibu yang cukup, otak ini semakin berkembang menuju kesempurnaan hingga bayi siap dilahirkan.
  • Berat otak baru lahir sekitar 350 sampai 400 gram (sekitar seperempat berat otak orang dewasa) dengan empat bagian utama. Pertama adalah batang otak (Brainstem), otak kecil (cerebellum),  otak besar (cerebrum) dan dienchephalon. Dalam enam bulan berikutnya berat otak ini sudah menjadi hampir dua kali lipat berat semula.
  • Pada tahun-tahun pertama kehidupan, yang bekerja adalah sistem sensorik. Ia bekerja melalui kontak langsung  oleh bayi dengan lingkungannya, dengan interaksi yang dilakukan terus menerus bersama orang terdekat (ibunya) dan benda-benda di sekelilingnya.
  • Pada usia satu hingga dua tahun, otak motor sensorik sudah semakin berkembang sehingga anak-anak siap untuk melangkah pada tahap  perkembangan selanjutnya. Pada masa ini terjadi peningkatan yang luar biasa dalam jalinan-jalinan neuron. Ketika sistem emosional kognitif sudah mulai bekerja, bayi dapat merubah perilakunya dalam waktu yang sangat singkat.

Selain perubahan perilaku (sebagai bentuk perubahan emosional bayi), ia juga sedang mengembangkan intelektualitas  yang lebih tinggi melalui dunia belajarnya  yang kita sebut bermain. Ia mempelajari dunia dengan menirukan, mendengar cerita, dan bermain imajinatif. Ini memberikan pelajaran metaforis simbolis yang akan menjadi dasar dari perkembangan kecerdasan yang lebih tinggi ketika dewasa nanti. 

[Yazid Subakti]

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *