Mengatasi Keluhan Remaja

Mengatasi Keluhan Remaja

Parenting – Banyak keluhan remaja yang dihadapi pada fasenya. Bukan hanya keceriaan dan semangatnya saja yang sering muncul, tetapi dibalik itu ia menghadapi banyak masalah, penuh dengan kebingungan, dan mencari-cari jalan penyelesaian.

  • Masalah penampilan

Remaja menempatkan penampilan pada urutan nomor satu dalam kehidupannya. Beberapa bagian tubuhnya memang terus berubah sehingga mereka harus mengatasi perubahan tersebut dengan menata penampilan.

Anak laki-laki gemar berganti model rambut dan memburu parfum, anak perempuan berburu gaun dan mulai mencoba perawatan tubuh. sedikit saja penampilan tak sesuai citra yang mereka inginkan, mereka tampak sangat kurang percaya diri. 

Anda dapat mendiskusikan pada mereka mengenai penampilan yang benar-benar mereka inginkan, aman, dan tidak dilarang oleh Allah. 

  • Sekolah

Bagi remaja, nilai ujian di sekolah adalah prestise, bentuk pembuktian bahwa ia unggul di atas rata-rata temannya. Prestasi ini mengundang kekaguman dan pujian yang ia butuhkan, sehingga harga diri atau percaya dirinya meningkat. 

Tetapi untuk mencapai nilai yang tinggi, remaja harus belajar keras dan memiliki kecerdasan yang baik. Kurang dari salah satu atau keduanya membuat tetap saja nilai rendah sehingga anak menjadi stress. Harga diri tak kunjung naik dan merasa putus asa akan perjuangannya. 

Anda harus memberikan pengertian padanya bahwa ia harus belajar dengan baik dan mendapat nilai yang bagus, tetapi nilai bukanlah satu-satunya cara untuk mengukur kemampuan dan membuatnya mulia. Mendapatkan nilai rendah bukan berarti kurang berbakat atau bodoh, karena akan ada keistimewaan lain yang belum diketahui saat ini. 

  • Cinta

Perubahan hormonal yang terjadi secara tiba-tiba di dalam tubuh membuat remaja semakin memiliki ketertarikan yang khas kepada lawan jenis. Maka muncullah perasaan jatuh cinta atau memendam rasa rindu pada seseorang yang didambakan. Di lain sisi, mungkin anak tidak terlibat jatuh cinta, tetapi seseorang telah jatuh cinta padanya sehingga ia kebingungan bagaimana cara menghadapinya, antara tergoda untuk menerimanya dan ketidakberdayaan menolaknya.

Perasaan ini berdampak pada mood atau naik turunnya semangat anak, terutama prestasi belajar dan semangat hidupnya sehari-hari. 

Anda saat ini mungkin telah menyadari bahwa sang remaja sudah mulai menyukai lawan jenisnya. Pastikan bahwa ia tidak melakukan perbuatan terlarang atau tunjukkan arah terbaik untuk menghentikan jalinan ini. Sebab, bagaimanapun menjalin cinta di usia ini masih terlalu dini, hanya bersifat main-main dan bisa merusak masa depannya. 

  • Bullying 

Bullying atau penindasan adalah salah satu masalah remaja yang sangat mengganggu. Bully bisa berupa tindakan fisik menyakiti, atau sikap dan kata-kata yang menyudutkan dan menyakitkan hati. Beberapa julukan buruk dan tuduhan keji dengan maksud membuat korbannya tersakiti secara psikologis dan jatuh mentalnya.

Ada juga bullying sosial berupa pengucilan dari hubungan pertemanan atau pemboikotan. Perlakuan ini membuat anak tersingkir dari pergaulan dan tersisih. 

Bahaya bullying sebenarnya tidak hanya pada rasa sakitnya anak ketika disakiti, melainkan potensi ke depan anak akan berkeinginan meluapkan dendamnya dengan melakukan bullying pada sasaran yang lain. 

Untuk mencegahnya, anda perlu mengkondisikan agar ia terbuka berkomunikasi dengan anda. Dengarkanlah semua pengakuan dan kisahnya, lalu berikan motivasi untuk mengatasinya. Salah satu cara menghentikan bullying adalah dengan melawannya jika memungkinkan. Katakana bahwa ia bukanlah satu-satunya anak yang mendapat perlakuan itu.

  • Persahabatan

Anak remaja sering membuat hubungan yang tamak biasa-biasanya menjadi rumit. Ikatan pertemanan yang semula harmonis dan kompak bisa tiba-tiba menjadi saling sateru dan tidak menyapa akibat masalah-masalah yang kecil. 

Memang pada saat ini remaja sedang mengembangkan keterampilan sosialnya. Ia mencoba menampakkan berbagai sikap ketika menjalin pertemanan untuk mengetahui respon teman-temannya seperti apa dan mengukur seberapa dirinya bisa diterima di kelompoknya. 

Anda dapat mendoronnya agar ia mendiskusikan masalah tersebut dengan teman-temannya, menyelesaikannya dengan segera dan kemudian melupakannya agar pertemanan bisa mulai kembali.

  • Harga diri

Di manapun, anak remaja memiliki kebiasaan membanding-bandingkan diri mereka. 

Yang paling banyak adalah bentuk tubuh, kemudian penampilan dan kebiasaannya. Hal ini tanpa kita sadari sebenarnya mereka sedang menciptakan tekanan pada diri mereka sendiri. Sebab, mereka jadi ingin lebih dari yang mereka bandingkan, kemudian rsah dan tentang bagaimana cara memenuhinya. Harga diri menjadi jatuh dan mereka semakin ragu akan keadaan dirinya. 

Menghadapi hal ini, Anda perlu memastikan bahwa ia tidak mengidolakan model dan artis secara berlebihan. Jelaskanlah bahwa setiap orang berbeda satu sama lain, memiliki keunikan dan keistimewaannya sendiri-sendiri. 

  • Tekanan dari teman sebaya

Yang berkecenderungan mengelompok bersama teman sebaya dalam remaja itu sendiri, dan akhirnya yang menjadi salah satu sumber kecemasan baginya adalah juga pertemanan sebaya pilihan mereka. 

Tekanan teman sebaya memaksa anak remaja untuk berperilaku sesuai dengan peraturan yang sudah mereka sepakati sebelumnya dalam pertemanan. Dengan menerapkan peraturan tersebut, bisa saja ia sampai harus melakukan kebiasaan yang seharusnya tidak ia lakukan atau tidak mereka minati. Bahkan karena aturan pertemanan, anak bisa menggugat peraturan keluarga jika aturan keluarga ia rasa tidak membuatnya nyaman.

Anda dapat mengatasinya dengan menjelaskan padanya bahwa ia akan tetap unik dan istimewa dengan caranya sendiri, tak perlu menjadi seperti temannya.

 

Mendorong anak berinisiatif mengatasi keluhannya sendiri

Kini sudah saatnya anak mendapat kesempatan untuk mengenali masalahnya, kemudian menyelesaikannya sendiri. Anda dapat menyampaikan cara penyelesaian yang paling mudah ia pahami atau paling memungkinkan baginya untuk menguasai. 

  • Mengenalkan anak pada masalah 

setiap kali anak mengeluh, belum tentu apa yang ia keluhkan itu adalah masalah. Mungkin saja itu hanya kekhawatiran. Masalah adalah sesuatu yang sudah terjadi, sudah ia alami, atau sudah ada di hadapan. 

Kenalkan anak pada masalahnya, untuk bisa mengakui atau menerimanya. Penerimaan ini penting agar ia memiliki perasaan keharusan untuk menyelesaikannya. 

  • Membimbing anak untuk memahami masalah

Setiap masalah datang dengan sebab-sebab yang dapat terjelaskan. Jikapun tidak, pasti ada kaitannya dengan hal-hal tertentu. Dengan mengetahui penyebab atau kaitan masalah dengan hal-hal lain, rencana penyelesaian akan menjadi lebih mudah. Anak yang telah memahami masalahnya memiliki kemampuan lebih baik membuat rencana penyelesaian dan lebih terukur. 

  • Merencanakan Pemecahan masalah

Rencana pemecahan masalah bergantung dari apa jenis masalahnya dan kemampuan atau pengalaman apa saja yang anak miliki dalam menyelesaikan masalah sebelumnya. Semakin sering ia terlibat pemecahan masalah maka pola penyelesaian masalah itu akan semakin mudah ia dapatkan.

Bantu anak membuat rencana penyelesaian, apa saja yang harus ia lakukan, bagaimana caranya, kapan dilakukan dan seperti apa hasil yang diharapkan. 

  • Melaksanakan Rencana dan evaluasi 

Jangan biarkan anak menjadi pribadi yang hanya pandai berpikir dan membuat rencana-rencana. Bimbing ia untuk bertanggung jawab atas rencana yang ia buat, yaitu mulai melangkah dengan penuh kesungguhan. Setelah ia melakukan rencananya, ajak untuk berpikir mengenai hasilnya dan kemungkinan cara lain jika masalah yang sama terjadi lagi di waktu mendatang.

 

[Yazid Subakti]

 

___________________________

Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.

Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah dipercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.

Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.

Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.

Gangguan Kesehatan Umum

Gangguan Kesehatan Umum

Parenting – Kehidupan remaja memang tak sepenuhnya mudah. Padatnya jadwal kegiatan, tuntutan pelajaran sekolah dan pertemanan, bercampur dengan keinginan menikmati kesenangan khas anak muda membuatnya mengesampingkan hak-hak tubuh. Akhirnya gangguan kesehatan datang menyerang.

Beberapa penyakit yang paling berpeluang menyerang anak remaja kebanyakan berhubungan dengan saluran pencernaan, saluran pernapasan, organ reproduksi dan indera. 

  • Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)

Penyakit ini terjadi dengan kondisi yang parah pada bagian organ pernapasan yaitu sinus, tenggorokan, saluran udara, atau paru-paru. Infeksi yang terjadi lebih sering disebabkan oleh virus meski bakteri juga bisa menyebabkan kondisi ini. Gejala yang muncul berupa hidung tersumbat, paru-paru terasa berat, batuk, tenggorokan sakit, dan kelelahan atau lemas. 

Penyakit ini menyerang remaja karena tertular melalui hubungan pertemanan, sedangkan ia dalam keadaan lemah daya tahannya.

  • Diare

Diare adalah penyakit yang berupa seringnya remaja buang air besar dalam waktu berdekatan. Penyakit ini berkaitan dengan jenis makanan, kondisi makanan, dan pola makan yang kurang terjaga. Selain sering telat makan, remaja juga sering makan serampangan dan kurang memperhatikan kualitas makanan nya karena lebih mementingkan gaya dan selera.

  • Maag

Penyakit ini sangat terkenal di kalangan orang sibuk, orang banyak pikiran, atau orang yang padat aktivitas. Penyebab utama maag adalah pola makan yang nggak teratur dan stress yang memicu berlebihnya asam lambung. Lambung menjadi perih, mual, dan sulit menerima makanan. Bagi remaja, tentu saja penyakit maag sangat akrab mengingat remaja juga padat aktivitas, makan kurang teratur karena mementingkan kegiatannya dan rawan stress.

  • Sakit kepala

Sakit kepala sebenarnya bukan penyakit, tetapi gejala yang menandakan terjadinya serangan penyakit tertentu. Saat remaja sakit kepala, banyak kemungkinan penyakit sesungguhnya yang sedang menyerang, sebab hamper semua penyakit ditandai dengan rasa sakit di kepala. 

Para remaja yang sering kelelahan, terlambat makan, tekanan pikiran, kurang tidur, hingga stress menjadi memicu sakit kepala ini. 

  • Flu 

Flu menyerang dengan gejala demam yang meningkat, batuk-batuk, dan pilek atau hidung berlendir bahkan tersumbat. Kadang gejala penyakit ini menyerang secara terpisah, tapi lebih seringnya bersamaan. Flu menyerang karena serangan virus influenza yang sedang hinggap pada penderita sebelumnya. Melalui hembusan udara napas atau batuk mereka, virus melayang di udara dan siap hinggap pada siapapun yang menghirupnya, terutama remaja yang kekebalan tubuhnya sedang lemah. Remaja rentan terserang penyakit ini karena pertemanan yang intens. 

  • Disminore (nyeri haid)

Ini khusus menyerang perempuan. Pada bulan-bulan awal puber, haid memang sering tidak teratur atau tidak lancer. Kadang ketidaklancaran ini disertai dengan rasa sakit yang intensitas sakitnya berbeda-beda. Kadang sangat perih sampai hampir pingsan, kadang biasa saja. bagian yang sakit biasanya pada perut tepatnya di rahim dan sekitarnya. 

  • Tifus

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi yang hidup di usus manusia. Penularannya melalui makanan yang kurang terjaga kebersihannya, sebagaimana kebiasaan anak remaja kurang teliti memperhatikan keamanan makanannya. 

Kalau sudah kena penyakit ini, remaja merasakan sakit perut yang amat parah, muntah dan buang air besar terus menerus serta suhu badan meningkat tajam. Makanan sulit masuk dan badan terus mengurus karena tidak kemasukan zat gizi. Remaja harus istirahat total dan menjaga kesehatan maupun pola makan agar nggak kumat di hari berikutnya.

  • Asma

Asma banyak diderita anak di usia remaja. Penyakit ini sebenarnya sudah bawaan sejak lahir dan berhubungan dengan kepekaan anak terhadap alergi. Remaja yang yang kurang peduli dengan lingkungan sekeliling dan keingintahuannya mencoba hal baru menyebabkannya mudah berhadapan dengan pemicu alerginya. Asmanya bereaksi dan nafasnya menjadi sesak. 

  • Demam berdarah

Demam Berdarah Dengue (DBD) sangat terkenal di Indonesia, bahkan di musim tertentu menjadi wabah. Hampir semua orang tahu kalau penyakit ini disebabkan parasit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegipty. Padatnya jadwal kegiatan atau urusan sekolah membuat remaja kurang memperhatikan kekebalan tubuhnya. Sementara itu, kurangnya perhatian terhadap kebersihan sekeliling, terutama saluran air menjadikan nyamuk ini berkembang cepat. 

  • Ambeien

Ambeien adalah penyakit berupa tonjolan pada anus karena adanya pembuluh darah yang melebar. Penyakit ini sangat rawan menyerang remaja, terutama mereka terlalu lama duduk tanpa diselingi aktivitas yang membuatnya berdiri. Misalnya menuntaskan bacaan novel, berlatih soal-soal ujian, bermain game di internet atau kegiatan lain yang membuat anak tidak banyak bergerak. 

  • Sariawan 

Sariawan adalah penyakit berupa luka-luka kecil atau pembengkakan di mulut, yaitu bagian gusi, lidah atau bibir dan sekitar tenggorokan. Penyakit ini berhubungan dengan kurangnya vitamin C dan serangan kuman pada saat kekebalan menurun akibat kelelahan atau banyaknya aktivitas. 

Remaja penderita sariawan merasa tidak nyaman berkomunikasi, konsentrasi menurun dan stamina badan menjadi lemah. 

  • Infeksi dan iritasi mata 

Penyakit ini sering terjadi dari wabah yang menyerang seseorang dan menyebar menjadi beberapa orang secara cepat. Pertemanan sebaya (peer group) sering menjadi penyambung penularannya karena virus dengan mudah menyebar melalui saling interaksi pertemanan ini. 

Penyakit ini menyerang mata sehingga mata berwarna merah, terasa perih dan keluar air mata terus menerus. 

  • Jamur kulit 

Jamur kulit sering berupa panu, kadas, atau jenis lainnya yang tumbuh di kulit. Kulit tampak terdapat bercak menebal berwarna kemerahan dan terasa sangat gatal. Jika tidak diobati, jamur akan melebar atau berpindah. Jamur ini tumbuh subur pada kondisi kulit yang berlama-lama dalam keadaan lembab oleh keringat, misalnya remaja yang tak sempat keluar dari aktivitas untuk membuka pakaian atau berganti secepatnya. Jenis bahan pakaian dan kebersihan pakaian turut mempengaruhi tumbuhnya jamur ini.

 

[Yazid Subakti]

Penuhi Gizinya

Penuhi Gizinya

Parenting – Memperhatikan gizi anak sama sekali tidak berhubungan dengan pemanjaan makanan. Penuhi gizinya, sebab gizi yang baik tidak selalu mahal atau mewah dan tidak harus banyak.

  1. Sepenting apakah gizi?

Justru sebaliknya, banyak orang berhura-hura dalam mengkonsumsi makanan mewah dan mahal tetapi sebenarnya sedang mempraktekkan asupan gizi yang buruk.

Ketika kita membicarakan gizi, itu berarti kita sedang merencanakan generasi unggul yang akan diturunkan oleh anak kita kelak. Kita sedang melakukan ikhtiar menyiapkan cucu-cucu yang tangguh, sehat dan cerdas melebihi kondisi kita saat ini. 

Allah telah mengingatkan agar kita tidak menurunkan generasi lemah.

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (QS An Nisa: 9)

Gizi seimbang pada masa remaja ini akan sangat menentukan kematangan mereka di masa depan. Perhatian khusus perlu diberikan kepada remaja perempuan agar status gizi dan kesehatan yang optimal dapat dicapai. Alasannya, remaja perempuan akan menjadi seorang ibu yang akan melahirkan generasi penerus yang lebih baik. Kepada remaja laki-laki, ia juga perlu mendapat asupan yang benar sejak saat ini karena kelak ia harus menghasilkan stamina yang kuat, sel sperma yang berkualitas dan ketahanan yang luar biasa sebagai seorang pemimpin keluarga. Jangan sampai ia menjadi ayah yang ringkih sakit-sakitan, atau dikeluhkan isteri dan mertuanya karena penyakitnya menjadi beban. 

Anda tidak ingin memiliki anak perempuan yang keguguran dan cucu-cucu yang cacat bukan? Maka siapkanlah semuanya mulai sekarang. 

  1. Kebutuhan gizinya menyesuaikan

Kebutuhan zat gizi dan energi remaja lebih tinggi dari pada usia sebelum dan sesudahnya. Gizi seimbang pada masa ini akan sangat menentukan kematangan mereka di masa depan. Masa remaja adalah saat terjadinya perubahan-perubahan cepat, aktivitas fisiknya banyak karena disibukkan dengan berbagai urusan sekolah dan pertemanan, olahraga, hobi, kursus dan sebagainya. Semua ini menguras energi, yang berujung pada keharusan terpenuhinya asupan zat gizi. 

Bila terlewatkan, risiko akan terjadi di kemudian hari berupa buruknya kesuburan, permasalahan kehamilan, gangguan janin, ketidakmampuan menyusui, bahkan bayi lahir dalam keadaan tidak normal. 

  1. Yang dibutuhkan 

  • Energi

Yang perlu diperhatikan untuk menentukan kebutuhan energi remaja adalah seperti apa aktivitas fisik yang dia lakukan. Remaja yang aktif melakukan olahraga memerlukan asupan energi yang lebih besar dari pada yang kurang aktif. Pada masa remaja terdapat perbedaan kebutuhan energi untuk laki-laki dan perempuan karena perbedaan komposisi tubuh dan kecepatan pertumbuhan. Kecukupan gizi (AKG) energi untuk remaja dan dewasa muda perempuan 2000-1200 kkal sedangkan untuk laki-laki antara 2400-2800 kkal setiap hari. Angka kecukupan energi yang menjadi anjuran sekitar 60% berasal dari sumber karbohidrat. Makanan sumber karbohidrat yang dapat diandalkan untuk memenuhinya adalah yang berasal dari bahan beras, terigu dan hasil olahannya (mie,spaghetti, macaroni), umbi-umbian (ubi jalar, singkong), atau jagung.

  • Protein

Remaja mengalami peningkatan kebutuhan protein karena proses pertumbuhan yang sedang terjadi dengan cepat. Pada awal masa remaja, kebutuhan protein remaja perempuan lebih tinggi daripada laki-laki, karena memasuki masa pertumbuhan cepat lebih dulu. Pada akhir masa remaja, kebutuhan protein laki-laki lebih tinggi daripada perempuan karena perbedaan komposisi tubuh. 

Kecukupan protein bagi remaja adalah 1,5– 2,0 gr/kg BB/hari. Angka kecukupan protein remaja dan dewasa muda adalah 48-62 gr per hari untuk perempuan dan 55-66 gr per hari untuk laki-laki. Makanan sumber protein hewani bernilai biologis lebih tinggi daripada sumber protein nabati, karena komposisi asam amino esensial yang lebih baik, dari segi kualitas maupun kuantitas. Berbagai sumber protein yang daging merah (sapi, kerbau, kambing), daging putih (ayam, ikan, kelinci), susu dan hasil olahannya (keju, mentega, yakult), kedelai dan hasil olahannya (tempe, tahu), kacang-kacangan, dan lain-lain.

  • Kalsium

Tingginya kebutuhan kalsium pada masa remaja akibat percepatan pertumbuhan otot, kerangka tulang dan perkembangan endokrin lebih besar daripada pada masa sebelum dan setelahnya. Lebih dari 20 persen pertumbuhan tinggi badan dan sekitar 50 persen massa tulang dewasa pada masa remaja. Kecukupan kalsium untuk remaja dan dewasa muda adalah 600-700 mg per hari untuk perempuan dan 500-700 mg untuk laki-laki. 

Sumber kalsium yang paling baik adalah susu dan hasil olahannya. Sumber kalsium lainnya bisa dari ikan, kacang-kacangan, atau sayuran hijau.

  • Zat Besi

Zat besi meningkat tajam dibutuhkan oleh remaja karena terjadinya pertumbuhan cepat. Kebutuhan zat besi pada remaja laki-laki meningkat karena bertambahnya volume darah dan peningkatan konsentrasi haemoglobin (Hb).Setelah dewasa, kebutuhan zat besi ini akan menurun. Pada remaja perempuan, kebutuhan zat besi yang tinggi karena kehilangan zat besi selama menstruasi. Inilah sebabnya mengapa perempuan lebih rawan terhadap anemia zat besi dari pada laki-laki. Perempuan yang kekurangan zat besi atau kehilangan zat besi akan mengalami anemia gizi zat besi. 

Sumber zat besi dari hewani lebih tinggi daripada sumber nabati. Status zat besi dalam tubuh juga mempengaruhi efisiensi penyerapan zat besi. Pada remaja dengan defisiensi zat besi maka penyerapan zat besi akan lebih efisien daripada yang tidak defisiensi zat besi. Yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi dari sumber nabati adalah vitamin C serta sumber protein hewani tertentu (daging dan ikan). Sedangkan zat yang dapat menghambat penyerapan zat besi antara lain adalah caffeine, tanin, fitat, zinc, dan lain-lain. Kecukupan besi untuk remaja dan dewasa muda perempuan 19-26 mg setiap hari, sedangkan untuk laki-laki 13-23 mg per hari. Makanan yang banyak mengandung zat besi adalah hati, daging merah (sapi, kambing, domba), daging putih (ayam,ikan), kacang-kacangan, sayuran hijau.

  • Seng (Zinc)

Remaja laki-laki sangat memerlukan zinc untuk pertumbuhan serta kematangan seksualnya. Selain itu, zinc juga sangat berperan dalam penyembuhan luka, pembentukan sel darah, fungsi imun, untuk pertumbuhan, dan pematangan seksual, terutama saat awal mengalami masa puber. Sumber seng yang baik ada dalam kerang laut, daging merah, unggas, keju, seluruh padi-padian sereal, kacang kering dan telur. Kecukupan zat ini sebesar 15 mg setiap harinya. 

  • Vitamin-vitamin

Kebutuhan vitamin selama masa remaja mengalami peningkatan karena pertumbuhan dan perkembangannya yang cepat. Karena kebutuhan energi meningkat, maka kebutuhan beberapa vitamin pun meningkat. 

    • Vitamin A penting bagi remaja untuk kesehatan mata, tulang, pertumbuhan, pertumbuhan gigi, dan sel reproduksi.
    • Vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen, tulang dan gigi, dan sebagai zat antioksidan. Rata-rata asupan vitamin C remaja laki-laki 121 mg/hari, dan pada gadis 80 mg/hari. Buah-buahan segar seperti jeruk, tomat, kentang, sayur hijau tua, dan stroberi merupakan sumber vitamin C.
    • Vitamin E berperan sebagai antioksidan dan pendukung kesuburan. Sumber vitamin E yang baik pada kacang dan dalam minyak dan lemak sayur-sayuran, beberapa produk sereal, kacangan beberapa ikan laut.

 

[Yazid Subakti]

Masa Remaja – Bagian 3 : Tugas yang Diemban

Masa Remaja – Bagian 3 : Tugas yang Diemban

Parenting – Masa Remaja menghadapi tugas-tugas perkembangannya sendiri agar lebih siap menghadapi masa dewasa. Orang tua menjadi sahabat dekat yang membimbingnya agar ia berkemampuan memperdulikan dirinya sendiri. 

Menerima kenyataan kondisi fisik dan perubahan-perubahan yang dialaminya. Ia harus bisa menerima takdir jenis kelamin beserta konsekuensi dan semua kelazimannya, serta belajar merasa puas terhadap keadaan ini. Belajar mengambil peranan sosial dengan teman sebaya, mencoba untuk mewujudkan rasa pedulinya terhadap lingkungan sekitar dalam bentuk sumbangsih yang bermanfaat. Ia dapat mulai diarahkan pada kegiatan masjid, kerelawanan bencana, organisasi sekolah, dan lainnya. 

  • Mencapai kebebasan dari kebiasaan bergantung kepada orangtua

Meskipun orang tua akan tetap melindungi dan menanggung kehidupannya, ia sebenarnya telah mampu bernalar tentang mencari rezeki untuk bertahan hidup atau membangun masa depan yang dicita-citakan. Mengembangkan kecakapan intelektual dan keterampilan sosial di masyarakat. Ia mulai sadar bertetangga dan merasa menjadi bagian dari masyarakat luas yang mengelilinginya. Oleh karenanya, ia turut merasa harus merawat kerukunan dan kenyamanan meskipun dalam beberapa hal tidak menyetujui norma dan nilai yang berlaku.

Mencari kesempatan untuk hidup mandiri pada suatu saat nanti, yaitu mencari penghidupan sendiri dengan merencanakan karir atau profesi tertentu yang paling diidamkan. Beberapa anak tidak membayangkan profesi tertentu tetapi tetap memiliki bayangan perbuatan apa yang hendak ia lakukan untuk menghasilkan uang. Memahami tanggung jawab atas setiap perbuatan. Ia mulai dapat menanggung amanat atau titipan yang dibebankan kepadanya untuk dijaga atau dikembangkan. 

Mulai memikirkan jodoh atau pernikahan dan mempersiapkan diri untuk berkeluarga. Ia membayangkan criteria jodoh paling ideal yang cocok untuknya, dan mulai merancang langkah-langkah untuk mendapatkannya dan kesiapan untuk hidup dengannya. 

  • Mengenali perubahan fisik 

Perubahan fisik seorang anak menuju remaja berhubungan dengan kemampuannya bereproduksi. Terdapat lima perubahan khusus yang terjadi pada pubertas, yaitu pertambahan tinggi dan berat badan yang cepat, perkembangan seks sekunder, perkembangan organ-organ reproduksi, dan perubahan komposisi tubuh yang mengubah sosok anak yang lucu menjadi remaja matang yang membanggakan.

    • Pertambahan tinggi badan yang cepat 

Tinggi badan remaja laki-laki bertambah sekitar 10 cm per tahun, sedangkan perempuan sekitar 9 cm. Secara keseluruhan pertambahan tinggi badan sekitar 25 cm pada anak perempuan dan 28 cm pada anak laki-laki. 

Pada anak perempuan, pertambahan tinggi badan terjadi dua tahun lebih awal dibanding laki-laki. Puncak pertumbuhan tinggi ini pada anak perempuan terjadi sekitar usia 12 tahun, sedangkan laki-laki pada usia 14 tahun. Pada anak perempuan, pertumbuhan akan berakhir pada usia sekitar 16 tahun sedangkan pada anak laki-laki pada usia 18 tahun. Setelah usia ini, pertambahan tinggi badan hampir selesai atau benar-benar berhenti.

Berat badan bertambah akibat perubahan komposisi tubuh. Anak laki-laki mengalami peningkatan massa otot, sedangkan anak perempuan karena meningkatnya massa lemak. Hormon steroid seks adalah yang paling berperan dalam perubahan komposisi tubuh ini. 

    • Perkembangan organ seks sekunder

Selama proses pubertas, perkembangan seks sekunder terjadi oleh perubahan sistem hormonal tubuh. Karena hormone, terjadilah pertumbuhan rambut pubis dan menarche (haid pertama) pada anak perempuan. Sedangkan anak laki-laki mengalami pembesaran penis, perubahan suara, pertumbuhan rambut di lengan dan muka, serta terjadinya peningkatan produksi minyak tubuh dan aktivitas kelenjar keringat.

    • Perkembangan organ reproduksi

Anak laki-laki mengawali pubertas dengan meningkatnya volume testis sehingga ukurannya menjadi lebih dari 3 ml, kemudian pembesaran penis. Ukuran penis dewas tercapai pada usia 16-17 tahun. Rambut pubis mulai tumbuh, kemudian beberapa tahun baru kumis dan janggut. Perubahan suara terjadi karena bertambah panjangnya pita suara akibat pertumbuhan laring dan pengaruh hormone testosteron. Mimpi basah terjadi sekitar usia 13-15 tahun bersamaan dengan matangnya alat reproduksi.

Anak perempuan mengawali pubertas dengan timbulnya tunas payudara pada usia kira-kira 10 tahun, kemudian secara bertahap payudara berkembang menjadi payudara dewasa pada usia 13-14 tahun. Rambut pubis mulai tumbuh pada usia 11-12 tahun dan mencapai pertumbuhan lengkap pada usia 14 tahun. Haid pertama kali terjadi sekitar usia 12 tahun. Beberapa anak sudah mengalaminya di usia 9 tahun, tergantung lingkungan atau gaya hidup dan asupan gizinya. 

    • Perubahan komposisi tubuh

Massa lemak pada perempuan meningkat pada tahap akhir pubertas, mencapai hampir dua kali lipat massa lemak sebelum pubertas. Sedangkan anak laki-laki membentuk otot dan pemadatan tulang. 

Setelah masa-masa penyelesaian puber, tinggi badan anak hanya akan bertambah sedikit kemudian pertambahan tinggi badan akan berhenti.

 

[Yazid Subakti]

Masa Remaja – Bagian 2 : Ditekan oleh Perasaannya Sendiri

Masa Remaja – Bagian 2 : Ditekan oleh Perasaannya Sendiri

Parenting – Ada kalanya masa remaja akan ditekan oleh kesulitan-kesulitan yang muncul dari perasaannya sendiri. Ini merupakan bagian yang normal dari perkembangan. Beberapa kesulitan ini dapat menjadi catatan negatif jika orang tua lalai atau membiarkannya. 

  • Kondisi kejiwaan yang tidak stabil

Tidak ada yang aneh jika remaja mengalami mood yang berubah-ubah, sikap yang berbeda dalam waktu yang dekat. Suatu saat ia pendiam, cemberut, dan mengasingkan diri, tetapi pada saat yang lain ia menjadi ceria, periang, dan ramah. Ini bukanlah sesuatu yang abnormal. Anda hanya perlu mengamati dan mencatat dan menerimanya tanpa harus menanyakan sebab-sebabnya.

  • Keingintahuan yang besar seputar urusan seksual

Masa remaja memang masa-masa awal pematangan organ reproduksi sehingga gejolak yang muncul memang berkisar seputar gejolak seksual. Rasa ingin tahu seksual dan bangkitnya syahwat adalah normal dan sehat, sebab perilaku tertarik pada hubungan seksual adalah bagian dari fitrah untuk melanjutkan keturunan. Keinginan ini menimbulkan bentuk-bentuk perilaku seksual di masa dewasanya. Tanpa perlakuan meredam atau kesadaran akan harga diri, ia akan berfantasi liar, menonton adegan prono, bahkan bisa berbuat criminal dengan menyalurkannya melalui cara yang melanggar hukum. 

  • Ketidakcocokan terhadap norma dan nilai

Ia menampakkan perilaku anti sosial dengan kesukaannya berbuat iseng mengganggu, berbohong, mencoret-coret tembok, atau mengebut. Ia merasa memiliki kebenaran baru yang membuatnya memandang bahwa kebenaran ama tak lagi relevan. Ia menginginkan tata norma dan nilai baru di keluarganya, sementara keluarga terlanjur berpegang teguh pada nilai yang sudah disepakati bersama. Dalam kondisi lepas kontrol, keadaan ini dapat menjadi pemicu konflik di mana-mana. Di rumah dianggap durhaka atau mengingkari kebiasaan keluarga, di masyarakat dipandang sebagai pembuat onar, di sekolah dicap sebagai biang rusuh. Ini tidak kita anggap wajar, tetapi kejadiannya memang mudah diduga. 

  • Memikirkan pelarian atau keinginan melepas beban

Di sekolah, anak remaja mencari cara untuk membolos. Di keluarga, ia memikirkan cara untuk terbebas dari tugas-tugas keluarga. di masyarakat, ia ingin berlepas dari aturan dan adatnya. Ia ingin bermain jauh, mencoba hal-hal baru, dan melakukan aktivitas ekstrem yang selama ini belum pernah ia alami. 

Semua itu mungkin disadari oleh si remaja. Ia sendiri merasa bingung dan tertekan dengan gejolak ini, tetapi mekanisme kontrol yang telah membuatnya tak mampu untuk mengendalikannya. Orang tua masih diperlukan untuk hadir menjadi terbaik yang mendampingi.

  • Fase-fase perkembangan remaja

Ada tiga fase perkembangan masa remaja. Pembagian fase ini didasarkan pada usia dan ciri-ciri perkembangan menonjol yang biasa menyertainya. 

    • Remaja awal (11-13 tahun)

Ini adalah fase awal atau menjelang pubertas. Perkembangan fisik yang terjadi pada fase ini adalah pertumbuhan rambut pada beberapa area tubuh, meningkatnya produksi dan pengeluaran keringat serta minyak pada rambut dan kulit. Inilah awal tanda puber muncul tetapi kadang masih samar-samar.

Pada remaja perempuan, payudara mulai mengalami pembesaran serta mulai mengalami menstruasi, sedangkan pada remaja laki-laki, alat kelamin mulai mengalami pertumbuhan, mimpi basah serta perubahan suara. Berat badan dan tinggi badan mengalami perkembangan yang sangat cepat sehingga anak terlihat mendadak besar hamper setinggi orangtuanya.

Kemampuan berpikir berkembang dengan dimulainya meninggalkan cara berpikir kekanak-kanakan, mulai berpikir tentang masa depan meskipun sangat terbatas dan kadang tidak masuk akal. Remaja mulai berusaha mencari identitas dirinya, muncul perasaan canggung saat bertemu dengan seseorang, konflik dengan orang tua meningkat, pengaruh teman sebaya sangat besar, ingin bebas dan tidak mau diatur, mudah stress, dan mulai memendam perasaan tertarik kepada lawan jenis.

Yang perlu anda amati pada fase ini adalah, 

  • Krisis identitas 
  • Jiwa yang labil
  • Meningkatnya kemampuan verbal untuk ekspresi diri
  • Pentingnya teman dekat/sahabat
  • Berkurangnya rasa hormat terhadap orangtua 
  • Kadang-kadang berlaku kasar
  • Mengoreksi kesalahan orangtua
  • Mencari orang lain yang disayangi selain orangtua
  • Kecenderungan untuk berlaku kekanak-kanakan, dan
  • Terpengaruh teman sebaya dalam hal hobi dan gaya hidup.
    • Remaja pertengahan (14-18 tahun)

Pubertas pada tahapan ini sudah terbentuk dengan sempurna. Organ reproduksi dalam keadaan matang dan sudah siap berfungsi sebagaimana mestinya. Namun demikian, pertumbuhan fisik pada perempuan mulai melambat sedangkan remaja laki-laki terus berlanjut meningkat.

Maka kemampuan berpikir mengalami kemajuan signifikan dengan kemampuannya menetapkan tujuan hidup, merencanakan hal-hal yang lebih masuk akal dan mulai serius merancang masa depannya. 

Sebagai bentuk aktualisasi diri, remaja di masa ini mulai melibatkan diri dalam kelompok atau kegiatan yang ia rasa cocok di dalamnya. Ia masih melambungkan cita-cita meskipun biasanya diiringi konsep diri yang kurang. 

Ada kecenderungan anak mulai mengurangi kedekatan dengan orang tua karena keinginannya yang begitu kuat untuk bebas dari intervensi. Pengaruh teman sebaya masih sangat kuat bahkan menjadi salah satu pertimbangan mengambil keputusan. Ketertarikan kepada lawan jenis dan gairah syahwat semakin meningkat sehingga beberapa anak di usia ini sudah benar-benar berani menjalin hubungan asmara secara terang-terangan.

Berikut ini adalah daftar kondisi yang menjadi alasan bagi anda untuk memberi perhatian dan bersabar atasnya, 

  • Mengeluhkan campur tangan orangtua dalam kehidupannya
  • Sangat cemas dan memperhatikan penampilan 
  • Berusaha untuk mendapat teman baru
  • Tidak atau kurang menghargai pendapat orang tua
  • Sering sedih/moody dengan emosi yang berubah-ubah
  • Mulai menulis buku harian atau mengungkapkan perasaan lewat puisi
  • Sangat memperhatikan kelompok main secara selektif dan kompetitif, dan
  • Mulai mengalami periode sedih karena ingin lepas dari orangtua.
    • Remaja akhir (19-24 tahun)

Fisik remaja putri di usia ini biasanya sudah mencapai bentuk sangat sempurna atau mencapai puncaknya, sedangkan remaja putra masih terus berlanjut terutama pada peningkatan berat, tinggi, massa otot dan rambut-rambut kasar pada sekujur tubuhnya.

Oleh karena itu pikiran remaja sudah mulai mampu menggagas ide besar dan mewujudkannya menjadi nyata, memiliki kemampuan untuk menunda kepuasan atau kegembiraan atau menahan nafsu dengan lebih baik, semakin terbiasa berpikir yang masuk akal dan mulai serius dengan masa depannya.

Di usia ini identitas begitu penting. Maka, anak sudah dapat menyebutkan dirinya siapa dan tujuan hidupnya untuk apa. Ia memikirkan orang lain sebagai bentuk kepedulian, emosi mulai stabil dan semakin mandiri menghadapi persoalan hidupnya. Pertemanan sebaya tetap penting jika secara nyata membawa manfaat, sedangkan ketertarikan kepada lawan jenis sudah memungkinkan untuk menjurus pada kesungguhan berjodoh. 

Kabar gembiranya, di masa ini banyak perkembangan penting yang sudah mendekatkannya pada sifat-sifat orang dewasa matang,

  • Kesempurnaan bentuk fisik mencapai puncaknya
  • Identitas diri menjadi lebih kuat
  • Mampu memikirkan ide besar
  • Mampu mengekspresikan perasaan dengan kata-kata
  • Lebih menghargai orang lain
  • Lebih konsisten terhadap minatnya
  • Bangga dengan hasil yang ia capai
  • Selera humor lebih berkembang, dan
  • Emosi lebih stabil

 

[Yazid Subakti]

Masa Remaja – Bagian 1

Masa Remaja – Bagian 1

Parenting – Banyak sekali sudut pandang yang mencoba mendefinisikan masa remaja. Kata remaja maknanya kurang lebih sama dengan ‘adolescence’ yang berarti tumbuh menuju kedewasaan, yaitu periode pertumbuhan antara masa kanak-kanak menuju dewasa. 

Masa ini merupakan masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun. Pada masa ini terjadi proses perkembangan dan perubahan-perubahan yang berhubungan dengan psikoseksual, perubahan dalam hubungan dengan orangtua dan cita-cita yang merupakan proses pembentukan masa depan. 

  • Ciri khas yang menandai remaja 

Rentang kehidupan remaja mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan periode sebelum dan sesudahnya. Ada perilaku atau sikap khusus yang akan terjadi ketika anak memasuki fase remaja: 

  1. Menyampaikan kebebasan dan menuntut haknya. Ia akan berhasrat mengemukakan pendapatnya sendiri tanpa berpikir bahwa itu dapat menciptakan perselisihan. Ia kurang peka terhadap risiko sehingga beberapa tindakannya menuai balasan atau hasil yang tak diinginkan.
  2. Semakin mudah dipengaruhi oleh teman-temannya, terutama teman sebaya yang paling ia percayai. Ini artinya ia tak lagi terlalu mempercayai orang tuanya sendiri atau kepercayaan kepada orang tua semakin menurun. Ia berperilaku dan mempunyai kesenangan yang berbeda, bahkan bertentangan dengan perilaku dan kesenangan keluarga. Ia memilih pakaian, mengatur rambut, dan bergaya makan dengan gaya seolah menentang kebiasaan keluarga.
  3. Mengalami perubahan fisik yang pesat, baik pertumbuhannya maupun seksualitasnya. Perasaan seksual yang mulai muncul meledak-ledak, memicu fantasi liar, bahkan membingungkan atau menjadi sumber kecemasan. 
  4. Terlalu percaya diri (overconfidence) dan merasa sudah benar. Emosinya biasanya meningkat dan memandang bahwa orang lain tak sebaik dirinya. Akibatnya, di saat tertentu ia sulit menerima nasehat dan pengarahan orang tua, ingin mengoreksi peraturan, dan mengkritik siapapun yang tidak beriring pandangan. 
  • Yang khas pada fase ini 

Ada beragam komentar dan sebutan para ahli mengenai fase remaja ini. Sebutan ini didasarkan pada ciri yang menjadi kekhususan remaja dan peristiwa penting yang banyak terjadi di dalamnya.

    • Periode peralihan 

remaja telah meninggalkan usia anak tetapi belum juga masuk usia dewasa. Saat ia berperilaku seperti anak-anak, ia akan mendapat kritikan karena kekanak-kanakannya. Kalau ia meniru perbuatan dewasa, ia mendapat teguran karena belum waktunya. Di sisi lain, anak dapat memiliki kesempatan untuk di masa yang terbebas dari kedua status itu: bukan anak-anak dan bukan dewasa. Ia mencoba apapun yang dapat ia nikmati dalam kehidupannya. 

    • Periode perubahan 

Seiring dengan pertumbuhan dan perubahan fisik, perubahan dalam sikap dan perilaku juga terjadi. Ketika perubahan fisik terjadi dengan pesat di awal masa ini, perubahan perilaku dan sikap juga berlangsung pesat. Jika perubahan fisik melambat, maka perubahan sikap dan perilaku juga turut melambat. 

Bukan hanya fisik dan perilaku yang berubah, pandangan-pandangan atau berbagai persepsi dan orientasi hidupnya juga berkemungkinan mengalami perubahan. 

    • Usia bermasalah 

Sebenarnya setiap fase perkembangan memiliki masalahnya sendiri-sendiri. Tetapi masa remaja sering menyimpan permasalahan yang lebih rumit dan komplek. Ketidakmampuan mereka untuk mengatasi sendiri masalahnya menurut cara yang mereka yakini sering berujung kekecewaan. Sedangkan bantuan dari orang yang lebih dewasa belum tentu bisa mereka terima. Banyak remaja akhirnya menemukan penyelesaiannya dengan jalan pintas yang mengandung risiko lebih besar. Satu masalah selesai, tetapi masalah yang lebih besar datang. 

    • Masa mencari identitas 

 Memang ini adalah masa-masa anak mendapat kesempatan berbenah, memantapkan identitasnya. Di awal masa remaja, penyesuaian diri terhadap kelompok masih tetap penting. Dari sini remaja mendapat gambaran atau perbandingan mengenai identitas diri. Mereka tidak puas untuk menjadi manusia yang sama dengan teman-temannya, atau sebaliknya, ia justru merasa sama dengan teman-temannya dan menjadi persis seperti mereka. Ini dilema yang menyebabkan remaja mengalami krisis identitas, hingga akhirnya harus memutuskan seperti apa dirinya akan membentuk pribadinya. 

    • Ambang masa dewasa 

Anak di masa ini sedang berada di depan gerbang kedewasaan. Mereka sudah hampir dewasa sehingga akan mencoba melakukan aktivitas yang biasa orang dewasa lakukan. Mereka mencoba mengenakan pakaian dewasa, mencoba rokok, menjalin hubungan asmara dengan lawan jenis, berkelana, mencari uang, mentraktir temannya selayaknya seorang bos, atau mengubah beberapa kosakata yang biasa orang dewasa gunakan. Selain itu mereka juga mengira bahwa ini semua dapat mencitrakan dirinya lebih matang.

    • masa yang tidak realistik 

Inilah masa-masa anak banyak mencoba hal-hal yang kadang tidak masuk akal. Ia melihat dirinya sebagaimana yang ia inginkan, bukan sebagaimana adanya. Dalam memandang cita-cita, ia melambung sangat idealis, meskipun tak juga mengetahui apakah cita-citanya itu masuk akal atau tidak. 

Meningginya emosi atau luapan perasaan merupakan ciri dari awal masa remaja ini. Mereka memendam perasaan rindu yang dalam kepada lawan jenis yang memesonanya, padahal hampir tak memungkinkan baginya menikah di usia ini.

 

[Yazid Subakti]

Selamat Tinggal Masa-masa Amrad

Selamat Tinggal Masa-masa Amrad

Parenting – Begitu masa-masa amrad berakhir, selamat tinggal masa-masa komunikasi alay dan penuh ketidakpastian perlahan-lahan akan lenyap. Tetapi itu tidak berarti semua sifat yang melekat di masa-masa lampau akan hilang sama sekali dan tergantikan dengan sifat baru. Sebagian dari sifat lama masih ada dan ia masih menikmatinya. 

  1. Mengiringi berakhirnya masa-masa amrad (masa ABG) 

Anda akan melihat selera berpakaiannya masih menyisakan kesenangan lama. Ia belum percaya diri mengenakan gaun gaya dewasa, juga belum meninggalkan aksesoris kekanakan yang bisa selalu berganti setiap harinya. Selera makan, pola pertemanan, tema obrolan, dan sikapnya menghadapi orang masih menyisakan sedikit karakter anak-anak. 

Sisa-sisa ketergantungan masih tampak nyata di sana-sini. Anda tak perlu heran jika pada akhir masa sekolah menengah pertama ini anak masih enggan mencuci pakaiannya sendiri, masih harus diingatkan setiap kali jam makan dan jam salat, bahkan setiap pagi masih harus dibangunkan setengah paksa. 

Ini bukan hal yang baik, tentunya. Namun kenyataannya memang terjadi. Maksudnya, kita tidak berharap kekurangmandirian ini terjadi pada semua anak, tetapi Anda jangan terkejut jika ternyata ini semua melanda anak Anda.

Kita terus belajar menjadi orang tua yang memiliki banyak cara mengatasi anaknya dengan efektif, agar pergantian fase remaja ini berjalan sempurna. 

  1. Sebagian anak belum siap meninggalkan masa amrad 

Kenyataan bahwa tidak semua anak siap meninggalkan masa amradnya ternyata terjadi di mana-mana, melingkupi semua suku dan budaya. Sebagian karena oleh tipe dan kepribadian asal anak, sebagian lagi akibat perlakuan orang tua yang memang kurang tuntas melatihnya. 

  • Mempercepat, tetapi tidak memaksa

Mempercepat artinya meminta anak untuk bersegera meraih apa yang harus diraih memasuki fase remajanya, juga mempercepat meninggalkan apa yang sudah tak lagi pantas baginya. Sampaikan bahwa waktu baginya tak banyak lagi untuk segera mandiri karena tahun depan sudah akan disibukkan oleh kewajiban kewajiban yang lebih berat. Bulan-bulan ini adalah masa terakhir berlatih kemandirian sebelum tahun depan semua yang tak pantas itu harus ditinggalkan. 

  • Mengingatkan konsekuensi

Konsekuensi adalah akibat dari perbuatan dan sikapnya. Ia harus mendapat peringatan berulang kali bahwa akibat dari ketidakmandirian menangani pakaiannya sendiri, di waktu berikutnya beban ini akan lebih berat karena bertumpuk dengan beban lain yang saat ini belum ada, misalnya hari-hari yang sibuk les menjelang ujian. 

Semua keterlambatan kemandirian ini ada konsekuensinya di masa mendatang. Ketergantungan membawa akibat mundurnya kecakapan dan keberanian mengambil keputusan. Terlalu menikmati dunia remaja kekanak-kanakan mengakibatkan ia mendapat penolakan oleh lingkungan remaja yang lebih dewasa. 

  • Meningkatkan kedekatan

Bukankah kedekatan justru membuat anak semakin berketergantungan?

Kedekatan yang melayani adalah sumber ketergantungan. Oleh karena itu, kedekatan yang kita lakukan di sini adalah kehadiran untuk memberi arahan memandirikan, mempertegas aturan-aturan dan memastikan anak meraih capaian. Kita dekat untuk memperkecil celah kemalasan baginya dan meniadakan jalan untuk mundur menuju kebiasaan masa lalu. 

  • Mengerahkan teman-temannya 

Apakah anda mengenali teman-temanya? 

Orang tua harus mengenali teman-teman anaknya terutama teman dekat yang selama ini mempengaruhi atau terpengaruh oleh anak Anda. Banyak hal mengenai anak anda tidak harus ditanyakan atau disampaikan langsung kepadanya, tetapi sebagian dapat anda sampaikan melalui teman-temannya. Anda dapat mencari informasi melalui teman-temannya, ketika terjadi peristiwa yang membuatnya tertutup.

 

[Yazid Subakti]

Bersama si Sahabat Terpercaya

Bersama si Sahabat Terpercaya

Sahabat terpercaya – Umur tujuh tahun ketiga adalah saat anak memasuki masa-masa ingin dipercaya orang tua dan dapat diandalkan untuk menjadi sahabat. Ia sepenuhnya telah meninggalkan masa anak-anak, seutuhnya menjadi remaja, dan dalam persiapan menuju gerbang dewasa. Ia seharusnya tak lagi merasakan kegalauan betapa inferiornya menjadi anak-anak, tetapi sudah benar-benar merasakan betapa percaya diri menjadi remaja. 

Orang tua menjadikan anak pada usia ini sebagai sahabat. Itu artinya ada banyak aturan dan kebiasaan interaksi yang harus diubah. Beberapa aturan lama yang biasa dilakukan diakhiri, dan beberapa ketentuan baru dimulai. Ia tetaplah anak dari orang tuanya, yang berhak atas didikan orang tuanya. Ia tetap memiliki hak beserta kewajibannya sebagai anak, tetapi dengan cara yang sedikit berbeda. Ia kini belajar menjadi sahabat yang bertanggung jawab bagi orang tuanya, dan orang tua menyambutnya dengan hangat. 

  • Sahabat itu Tempat Nyaman Berbagi

Menjadi sahabat berarti bersedia untuk berbagi. Masa remaja datang memberi isyarat kepada orang tua agar para orang tua bersedia berbagi dengannya. Anda hadir untuk berbagi pengalaman, saling mencurahkan perasaan, dan menaruh empati kepadanya. 

Maka keengganan untuk berbagi dapat menjadi sebab anak remaja merasa dijauhi atau dianggap belum sejajar dalam banyak hal. Ia merasa dirinya selalu dianggap kecil, tidak diakui perkembangannya bahwa kenyataannya sekarang sudah remaja. 

Anda tetap menjadi kantung-kantung yang siap terisi cairan cintanya, dan dia akan membuka kantung-kantung cinta yang ia miliki untuk anda isi sepenuh-penuhnya. 

  • Sahabat Saling Mempercayai 

Dua orang menjadi dekat dalam persahabatan jika antara keduanya terjalin hubungan saling mempercayai. Anda mempercayai anak, dan berupaya membuat anak percaya kepada anda. 

Memercayai berarti menghindarkan rasa keraguan akan hal-hal yang terjadi padanya. Memercayai juga bermakna kerelaan hati menerima apa yang menjadi keputusan dan tindakannya. Pembuktiannya, anda tak lagi melakukan campur tangan atau menjadi pengendali setiap kali ia membuat keputusan yang berhubungan dengan dirinya sendiri dan masa depannya. 

Begitu juga sebaliknya, orang tua menjaga sikap agar anak menjadi percaya kepadanya untuk mengatakan apapun yang ingin ia katakan, dan mudah mengerti apapun yang menjadi keputusan orang tua. 

  • Sahabat Berkomitmen Menjaga 

Bukanlah sahabat jika salah satu atau keduanya tidak memiliki komitmen untuk menjaga: menjaga keselamatan saat ini dan yang akan datang, menjaga suasana hati dan perasaan, dan menjaga dari kesesatan angkah dan ancaman. 

Menjaga, berarti juga mengupayakan agar semua potensi negatif yang ia miliki tidak menjadi biang kesengsaraan hidupnya, dan potensi positif yang ia banggakan tidak menjelma keangkuhan yang menghancurkannya. Anda tetap memberi catatan atau kritik membangun kepadanya, sembari anda pun bersedia mendapat kritik darinya. 

Penjagaan yang paling penting adalah menjaganya agar tak terputus hubungan di akhirat kelak. Menjaga agar kehidupan berlangsung di dunia dalam kebahagiaan bersama, lalu sejenak berpisah di alam barzah untuk kemudian bertemu lagi di jannah-Nya. 

  • Sahabat Saling Menguatkan

Sahabat berjalan beriring untuk memberi penguatan ketika salah satu darinya mulai melemah. Bersahabat dengan anak remaja berarti jeli mengamati kapan dan pada saat seperti apa ia akan mengalami saat-saat lemahnya, untuk kuat dan bangkit kembali. Begitupun orang tua membuka diri atas kelemahannya, lalu memberi kesempatan kepada anak untuk mencoba mengisinya dengan kekuatan yang ia miliki. 

Memperlakukan anak sebagai sahabat akan menuntut kesetaraan derajat dalam beberapa hal. Ini tak serta merta akan dapat semua orang tua terima. Para orang tua yang terbiasa menerapkan pengasuhan otoriter harus menyadari dan berubah. Mereka yang sebelumnya berkuasa penuh atas anaknya kini tak lagi sepenuhnya mengendalikan dan menjadi penentu. 

Di masa-masa anak memasuki rentang usia ini, Anda memang tak memiliki banyak pilihan. Anak anda menghendaki orang tuanya menjadi sahabat baginya. Anda harus menurunkan sedikit ego untuk bersahabat dengannya, atau ia memilih orang lain yang lebih ia percayai dan nyaman dengannya tanpa akan anda tahu sedalam apa hubungan mereka.

[Yazid Subakti]

Yang Lebih Kita Harapkan Adalah Kebaikan Akhlaknya

Yang Lebih Kita Harapkan Adalah Kebaikan Akhlaknya

Parenting – Rasulullah SAW mencapai kesuksesan luar biasa berawal dari kebaikan akhlaknya yang agung lagi mulia. Di masa anak-anak, ia telah terkenal kebaikan budinya sebagai anak yang paling jujur. Di masa remaja yang seharusnya penuh pergolakan, ia mampu mengendalikan gejolak jiwanya hingga menjadi pribadi yang tetap tenang. Ia mampu mencegah dirinya dari kecurangan-kecurangan, kesombongan, foya-foya, atau sifat lain yang umum melanda anak muda. Ia adalah pribadi tak bercela sehingga orang-orang menyebutnya al amin, si anak terpercaya.

Begitupun nabi-nabi yang lain, membangun kesuksesan tugas kenabian dengan mengawali pembentukan akhlak diri yang sempurna.

Apakah kecerdasan dan kepribadian unggul tak membuat anak menjadi sukses? 

Keduanya menentukan kesuksesan, tetapi akhlak adalah penyelamatnya. Orang-orang cerdas mendapat kedudukan yang tinggi, tetapi akhlak yang buruk membuatnya berbuat korupsi sehingga kesuksesan itu berujung gelapnya kamar penjara. Orang-orang berkepribadian unggul mungkin saja sukses besar di dunia karena kerja keras dan ketekunannya, tetapi ketiadaan akhlak mulia menuntunnya hanya untuk menjadi orang kaya dan terkenal. Tak ada yang memberi jaminan hidupnya bahagia, akhirnya pun belum tentu surga. 

Pilih mana anak berprestasi tapi malas shalat, atau anak rajin shalat tapi tak berprestasi? Anda pasti memilih anak yang berprestasi dan rajin sholatnya. Tetapi sayang, dalam kondisi tertentu kita harus memilih dua hal yang sama-sama mengandung keburukan.

Akhlak itu menyelamatkan. Jika memang anak tak lagi bisa mengharap penuh potensinya dan prestasinya, maka akhlaklah yang menjadi fokus pembinaan. Dalam banyak tempat berkarir dan bekerja sama, orang berakhlak lebih baik daripada orang berprestasi. Di lembaga pemerintahan, lembaga bisnis, masyarakat, atau lingkungan profesi, orang berakhlak baik lebih dihargai dibandingkan orang cerdas. Dalam kompetisi olahraga, sportifitas permainan itu lebih dihargai daripada kejuaraannya. Artinya, bersiaplah menyesal bagi orang yang tak memiliki kebaikan akhlak. Sebab apapun kelebihan yang ia miliki, ujungnya adalah penyingkiran atau lebih kelamnya adalah hukuman. Orang berakhlak buruk memang dekat dengan hukuman.

Sekarang, apa yang paling kita inginkan dari anak remaja kita? 

Jika kita ingin anak kita menjadi populer, kaya dan disegani, maka Mush’ab bin Umair adalah sang remaja parlente yang berlimpah kesenangan, popular, dan bergelimang harta. Tetapi ia malah pergi dari rumah mewahnya, mengendap-endap menuju majelis Rasulullah yang bersahaja demi membetulkan akidah dan menempa akhlaknya. Bertahun-tahun ia mengubah diri menjadi pemuda yang amat sederhana, tetapi jauh lebih bahagia.

Apapun yang kita inginkan  untuk terjadi pada anak remaja kita, mari kita memulai dengan pembentukan akhlak mulianya. Kita merencanakan kehidupan ini akan panjang. Tidak terpisah oleh kematian yang sesaat, melainkan untuk bertemu kembali sama-sama di surga kelak.

 

[Yazid Subakti]

Pendidikan Seks di Usia Ini

Pendidikan Seks di Usia Ini

Parenting Ada begitu banyak orang tua yang menolak pendidikan seks bagi anaknya, disebabkan kesalahpahaman mengenai maknanya.

  1. Meluruskan pemahaman tentang pendidikan seks 

Mereka mengira bahwa pendidikan seks adalah seperangkat ajaran kepada anak mengenai tata cara melakukan hubungan seksual secara benar aman dan sehat. Jadi, ini tabu dan sangat vulgar untuk disampaikan kepada anak. mereka khawatir anak justru menjadi tahu hal-hal yang sebaiknya tidak tahu, menjadi ingin mencoba dan berfantasi  mengenai perbuatan yang hanya lazim dilakukan oleh orang dewasa. 

Sama sekali bukan itu maksudnya. Seks (sex) artinya jenis kelamin. Pendidikan seks diawali dengan menyampaikan serangkaian pengetahuan untuk mengenali jenis kelaminnya agar anak dapat mensyukuri takdirnya, merawat dan menjaga organ kelamin dan pendukungnya, serta bersikap sesuai jenis kelaminnya. Laki-laki menjadi laki laki sejati, dan perempuan pun menjadi perempuan sejati. Jika dalam pendidikan seks terdapat pengetahuan seputar seksualitas, maka itu lebih diarahkan pada perawatan organ reproduksi agar dapat menjaga dan mengamankannya dari kejahatan seksual dan memberikan keturunan yang berkualitas secara halal di masa dewasanya kelak.

Sejak kecil, anak harus mengenali bagian tubuhnya yang paling sensitif dan cara melindunginya agar tidak menjadi obyek pelecehan seksual. Di masa remaja, kebutuhan pengetahuan akan hal ini lebih besar lagi yaitu menjaganya dari kekerasan seksual yang menjurus pada pemerkosaan atau kejahatan lain  yang asusila. Jikapun bukan untuk ini, minimal anak remaja mengetahui cara menjaga kehormatan dirinya dan menghargai kehormatan orang lain. 

  1. Materi pendidikan seks bagi anak puber

Untuk usia remaja, pendidikan seks sudah berkembang mendekati seputar pengetahuan mengenai aktivitas alat kelamin dan saluran reproduksinya. 

Abdullah Nashih Ulwan memberi batasan pendidikan seks menyangkut penjelasan masalah-masalah yang menyangkut aktivitas seksual, naluri, dan perkawinan kepada anak sejak akalnya mulai tumbuh. Sehingga ketika ia mencapai usia remaja dan dapat memahami persoalan hidup ia mengetahui mana yang halal dan mana yang haram. 

Pendidikan seksual dimaksudkan untuk memberi pengetahuan yang benar kepada anak yang menyiapkan untuk beradaptasi secara baik dengan sikap-sikap seksual di masa depan kehidupannya, agar ia mendapat pengetahuan yang benar tentang masalah seksual dan reproduksinya. Diharapkan pendidikan seks ini menjadi bekal bagi anak untuk  mewujudkan kesucian diri, dan mampu mengendalikan syahwat seksualnya dengan benar. 

Anda dapat menyampaikan pendidikan seksual kepada anak remaja mengenai hal-hal berikut ini, 

  1. Pengawasan Allah kepada makhluk-Nya yang sangat akurat dan teliti. 
  2. Fiqih pakaian, terutama batasan aurat dan kewajiban menutupinya. 
  3. Fiqih hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam pergaulan.
  4. Memahamkan siklus menstruasi bagi perempuan serta cara menghadapinya, juga cara merawat organ vitalnya. 
  5. Tata cara mandi janabah untuk laki-laki maupun perempuan.
  6. Aturan berganti pakaian dalam, terutama celana dalam  yang tidak boleh berlama-lama dalam keadaan lembab, dan menghindari aktivitas ekstrem yang dapat membuat rahim cedera bagi wanita dan testis terganggu pada laki-laki. 
  7. Pengetahuan mengenai makanan, pola hidup sehat dan menjaga berat badan ideal yang dapat mempengaruhi kesuburan dan kualitas keturunan di masa mendatang. 
  8. Proses terjadinya kehamilan dari waktu ke waktu dan apa yang terjadi di dalam rahim ketika wanita mengalami kehamilan.
  9. Makna pernikahan dan cinta yang sesungguhnya.

Masih banyak lagi materi yang dapat Anda sampaikan kepada anak. Sesuaikan dengan kebutuhan informasi yang ia perlukan dan kesiapan mentalnya menerima informasi itu.  

  1. Beberapa fiqih Pendidikan Seks

Memasuki masa remaja, anak perlu mendapat pengetahuan tentang hukum-hukum fiqih, terutama yang berkaitan dengan hubungan antar sesama manusia, terutama terhadap  lawan jenis. Ini sangat penting mengingat begitu banyak peristiwa merugikan pada anak remaja terjadi melalui proses interaksi dengan lawan jenis. 

  1. Meminta Izin (Isti’dzan)

Anak yang sudah mumayyiz mendapat aturan untuk meminta izin ketika akan memasuki kamar orang dewasa pada tiga waktu, yaitu sebelum sholat subuh, ketika orang dewasa biasa menanggalkan pakaian luar pada tengah hari, dan setelah sholat isya’ 

Ini seperti perintah Allah dalam firman-Nya, 

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak(laki-laki dan perempuan) yang kalian miliki dan orang orang yang belum baligh di antara kalian meminta izin kepada kalian tiga waktu (dalam satu hari) yaitu sebelum sholat subuh, ketika kalian menanggalkan pakaian luar kalian pada tengah hari, dan setelah sholat isya’ itulah tiga aurat bagi kalian.” (Q.S An-Nuur: 58).

Isti’dzan di tiga waktu ini khusus bagi anak-anak saja. untuk anak yang sudah mencapai usia baligh, isti’dzan mencakup seluruh waktu. Ini seperti perintah Allah dalam firman-Nya, 

“Dan apabila anak-anak kalian telah mencapai usia baligh maka hendaklah mereka meminta izin sebagaimana orang orang sebelum mereka meminta izin. Dengan demikian Allah menjelaskan ayat-ayatnya Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana. (Q.S. An-Nuur :59)

Isti’dzan mengandung hikmah yang sangat jelas, yaitu menjaga agar anak tidak melihat aurat orang dewasa atau rahasia seputar seksual orang dewasa.

  1. Menguatkan penerimaan takdir sesuai jenis kelamin 

Anak laki-laki harus kuat takdirnya sebagai laki-laki agar ia menerimanya dengan ikhlas dan tumbuh menjadi pria sejati. Anak perempuan harus kuat takdirnya sebagai perempuan agar ia menerima dirinya sebagai perempuan untuk menjadi seorang perempuan sejati. 

Perlu menyampaikan bahwa hanya ada dua jenis kelamin pada manusia, yaitu laki-laki dan perempuan. Karena anak laki-laki berbeda secara fitrah dengan perempuan dalam banyak hal, maka jangan sampai perbedaan ini menjadi tersamarkan. Allah melarang laki-laki yang menyerupakan dirinya dengan perempuan, juga perempuan yang menyerupakan dirinya seperti laki-laki. 

“Dari Ibnu Abbas r.a berkata, Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang berlagak perempuan dan perempuan yang berlagak laki-laki. Dari riwayat yang lain Rasulullah melaknat laki-laki yang meniru perempuan dan perempuan yang meniru laki-laki. (H.R Bukhori)

  • Menjaga pandangan mata

Salah satu ajaran penting yang menjadi prioritas oleh para pendidik adalah menerapkan etika memandang sejak usia mumayiz, sehingga anak mengetahui mana yang boleh kita pandang dan mana yang tidak boleh.  Larangan saling memandang ini berlaku karena khawatir akan muncul syahwat. Sebab, salah satu fitrah setiap manusia adalah tertarik safwat kepada lawan jenisnya. 

Dalam surat An-Nuur 30 – 31 Allah berfirman, 

“Katakanlah kepada wanita yang beriman : “ Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. 

Dan hendaklah menutupkan kain kerudung ke dadanya,dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putra putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. (An-Nuur 30 – 31)

  1. Mengenalkan mahram

Bagian dari pendidikan seksual yang amat penting adalah mengenalkan Mahram kepada anak. Mahram adalah orang yang haram untuk dinikahi atau menerima nikah dengannya. Pengetahuan ini penting agar anak tidak terjerumus dalam cinta terlarang, yaitu ingin menikah dengan seseorang yang ternyata mahramnya. 

  • Mahram sebab keturunan

Keturunan atau kekerabatan yang dekat dapat menjadi sebab pernikahan terlarang. Orang-orang berikut ini adalah seketurunan yang tidak boleh dinikahi; 

    • Ibu, ibunya ibu, ibunya ayah dan seterusnya.
    • Anak perempuan, cucu perempuan dan seterusnya.
    • Saudara perempuan atau seayah, hanya seayah atau seibu.
    • Saudara perempuan dari ayah.
    • Anak perempuan dari saudara laki-laki dan seterusnya.
    • Saudara perempuan dari ibu.
    • Anak perempuan dari saudara perempuan dan seterusnya.
  • Mahram sebab persusuan

Sepersusuan adalah pernah mengalami penyusuan pada wanita yang sama meskipun wanita susuan itu bukan ibunya sendiri. Penyusuan menjadi sebab kemahraman.  

    • Ibu yang pernah menyusui
    • Saudara perempuan
  • Mahram sebab persemendaan atau pernikahan

bergabungnya dua keluarga dalam pernikahan menyebabkan beberapa orang dari keluarga tidak boleh menikahinya. Mereka itu di antaranya adalah,  

    • Ibu dari Istri (mertua)
    • Anak istri (tiri), bila ibunya telah dicampuri
    • Istri dari anak kandung (menantu)
    • Bekas istri ayahnya
    • Menghimpun bersama dua orang perempuan yang antara keduanya mahram

Daftar perkembangan anak di awal puber yang harus diamati orang tua 

Orang tua dapat membuat daftar perkembangan anak remaja barunya, seberapa jauh ia telah meninggalkan masa kanak-kanak dan memulai hidupnya sebagai remaja.  

Berikut ini adalah contoh beberapa point perkembangan positif anak yang memasuki masa remajanya dengan baik.

  • Menerima fisiknya sendiri berikut apapun keadaan dan perasaannya. 
  • Mencapai kemandirian emosional (tidak lagi bergantung pada orang tua). 
  • Mengembangkan keterampilan komunikasi dan  bergaul dengan teman sebaya, baik secara individual maupun kelompok. 
  • Menemukan sesosok model ideal atau idola yang jadi identitas pribadinya. 
  • Menerima dirinya sendiri dan memiliki kepercayaan terhadap kemampuannya sendiri. Memperkuat kemampuan mengendalikan diri (self-control) atas dasar nilai, prinsip-prinsip, atau keyakinan.  
  • Mampu meninggalkan reaksi dan penyesuaian diri sikap atau perilaku kekanak-kanakannya.

 

[Yazid Subakti]