Mengjarkan Keterampilan Berenang, Berkuda, dan Memanah

Mengjarkan Keterampilan Berenang, Berkuda, dan Memanah

Parenting – Keterampilan berenang, berkuda, dan memanah merupakan sunnah yang dianjurkan. Maka anak perlu dikenalkan sejak dini.

  1. Mengajak anak berlatih memanah

Memanah adalah olahraga yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Beliau mengingatkan dengan nada yang sangat menekankan, 

Rasulullah SAW berada di atas mimbar berkata: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah!” (HR Abu Dawud)

Pada masa Rasulullah SAW, memanah  adalah keahlian yang memberi sumbangsih besar kepada kaum muslimin dalam memetik kemenangan di berbagai medan perjuangan. Oleh karenanya, dalam setiap peperangan selalu disiapkan barisan pasukan pemanah sebagai pelapis barisan lain.  

Pada masa penaklukan Konstantinopel di abad 14, keterampilan memanah bahkan menjadi kunci kemenangan pasukan Sultan Muhammad Alfatih. Pasukan Sultan Muhammad terlebih dahulu berenang mengarungi Selat Bosphorus, kemudian berkuda sambil terus melepaskan ribuan anak panah menyerang pasukan musuh. Dan akhirnya,  Konstantinopel yang sinis dengan islam itu pun takluk. 

Panah adalah salah satu alat pertama kali bagi manusia di awal-awal peradaban. Ada kisah di zaman nabi Adam bahwa Allah SWT mengutus Malaikat Jibril untuk memberikan busur dan dua anak panah kepada Nabi Adam. Oleh nabi Adam, panah inilah yang ia gunakan untuk berburu burung yang mengganggu tanaman. 

Selain berhubungan dengan peradaban islam, memanah mengandung manfaat bagi kesehatan sebagai latihan koordinasi tangan dan mata, meningkatkan keseimbangan motorik, memperbaiki fokus pikiran dan menambah kepercayaan diri. 

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada hiburan kecuali dalam tiga hal; seorang laki-laki yang melatih kudanya, candaan seseorang terhadap isterinya, dan lemparan anak panahnya. Dan barangsiapa yang tidak memanah setelah ia mengetahui ilmunya karena tidak menyenanginya, maka sesungguhnya hal itu adalah kenikmatan yang ia kufuri.” (NASAI – 3522)

Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah,” (HR Bukhari dan  Muslim).

Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda).”(HR Muslim)

  1. Memfasilitasi anak belajar berkuda 

Berkuda adalah keterampilan yang membutuhkan banyak kecakapan khas. Kecakapan ini tidak hanya membuktikan kepandaiannya naik kuda, melainkan sisi lain dari ketangguhan dan kuatnya kepribadian. Oleh karena itu tidak semua berminat menguasai keterampilan ini. Padahal Allah dan rasul-Nya sangat menganjurkan, 

Allah berfirman, “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari (pemeliharaan) kuda-kuda yg ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah.” (QS Al Anfal:60).

Rasulullah SAW bersabda, “Semua hal yang melalaikan dibenci Allah, kecuali tiga hal: kemesraan suami istri, memanah , dan berkuda.” (HR Thabrani).

Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah.” (HR Bukhari Muslim).

keterampilan berkuda selain membawa kebaikan sunnah juga mengandung manfaat bagi anak, yaitu belajar mengendalikan emosi dan bekerjasama dengan sesama makhluk, juga melatih kesabaran menghadapi keinginan yang tidak selalu sama. Yang tak kalah penting, berkuda mengajarkan penunggangnya untuk bertindak dengan rasa. Kuda sangat sensitif dengan sentuhan dan perintah, memiliki kesetiaan, dan juga dapat memberontak.   

  1. Melatih berenang 

Berenang adalah olahraga yang juga ada dalam hadits Nabi. 

Dari Jabir bin Abdillah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (HR. An-Nasa’i).

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa mengajarkan renang bukan termasuk perbuatan yang sia-sia, sebagaimana beberapa perbuatan lainnya, meskipun tidak memerintahkan atau menekankan kesunnahannya atau mencontohkan perbuatannya. 

Sahabat Umar bin Al-Khattab pernah berkata,”Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan naik kuda”.

Berenang mengandung banyak makna bagi manusia. Ini adalah aktivitas di atas air yang memerlukan keterampilan khusus untuk mengapung dan mengolah gerakan sedemikian rupa sehingga badan yang seharusnya tenggelam menjadi tidak tenggelam. Berenang adalah cara manusia mencoba kehidupan di luar kebiasaannya yang semula di darat menjadi di air dengan mengubah sikap tubuh. selama berenang, hampir semua organ gerak manusia terpakai mulai dari kepala sampai kaki. Itulah sebabnya, para atlet renang memiliki bentuk badan yang ideal karena semua bagian ototnya terlatih, semua lemaknya juga terbakar. 

Anjuran seorang muslim berenang mengandung hikmah pentingnya manusia menguasai alam selain daratan, yaitu alam air untuk beberapa saat hidup di atasnya. Pada situasi darurat misalnya banjir atau kapal tenggelam. Kemampuan berenang adalah harapan besar untuk bertahan sampai mendapat pertolongan atau menemukan daratan. Setidaknya ada kesempatan menyelamatkan diri sendiri beberapa saat.     

  1. Diajarkan sejak kecil

Memanah, berkuda, dan berenang sebaiknya sudah sejak usia masih kecil, atau setidaknya mulai pada usia menjelang remaja. Sebab belajar menguasai sesuatu akan menjadi lebih mudah bila dikerjakan di usia awal, dan semakin sulit jika dimulai di masa-masa tua. Otot-otot dan sikap tidak mudah lagi untuk dibentuk. 

Di samping itu, masa anak-anak memungkinkan adanya waktu yang lebih luang dan pikiran lebih tenang untuk berlatih daripada ketika sudah dewasa. Saat dewasa, membagi waktu dan konsentrasi semakin sempit.

 

[Yazid Subakti]