Mendorong Anak Menghadapi Masalah Sendiri

Mendorong Anak Menghadapi Masalah Sendiri

Parenting – Jangan berharap anak anda tak pernah menghadapi masalah. Bagi siapapun, kehidupan akan berjalan beriring dengan masalahnya. Artinya, masalah adalah sesuatu yang tidak akan terpisahkan dari kehidupan seseorang atau tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak mendapatkan masalah. Setiap orang kaya atau miskin, tampan atau jelek, wanita atau pria, remaja atau dewasa akan selalu berhadapan dengan masalah

Sebagian dari pemicu masalah berasal dari dalam diri sendiri. Sederhana atau rumitnya masalah kadang dipengaruhi oleh sudut pandang atau persepsi pribadi. Orang yang memandang besar pada persoalan kecil, membuat persoalan itu juga menjadi besar baginya. Orang yang membesar-besarkan kematian kucing kesayangannya, menyebabkan kematian kucing baginya adalah masalah besar. Berbeda dengan orang yang menyepelekannya. 

  1. Akibat dari munculnya masalah 

Tentu saja masalah memiliki dampak bagi manusia. Seseorang yang sedang menghadapi masalah bisa berubah hidupnya. Dalam kondisi sangat parah, pandangan yang berlebihan terhadap masalah mengakibatkan terganggunya psikologis seseorang yang berupa tekanan atau depresi. Sebaliknya, pandangan positif terhadap masalah justru membuat seseorang tumbuh dewasa dan kaya akan pengalaman. 

Di antara dampak positif masalah bagi anak adalah, 

  • Bertambahnya pengalaman, yaitu pengalaman mengenali pola-pola masalah dan jalan menuju solusinya. Pengalaman ini sangat penting jika suatu saat ia menghadapi masalah yang sama. 
  • Kaya solusi, yaitu pemecahan masalah dengan beragam cara efektif yang pernah dilakukan. Kekayaan akan solusi ini sangat bermanfaat sebagai bekal bila suatu saat ia harus mendapat masalah lagi atau menolong orang lain yang mendapat masalah. 
  • Terasahnya mental menghadapi berbagai situasi, karena beragam masalah biasanya menimpa dalam situasi yang berbeda-beda. Dengan banyaknya masalah yang pernah dihadapi, anak menjadi terbiasa dengan situasi apapun dan tetap tenang menghadapinya. 
  • Terbentuk pikiran solutif, yaitu pikiran tenang menerima masalah, lalu menghadapinya dengan focus mencari solusi. Ini berbeda dengan orang yang menghindar masalah, ia akan panik dan kehilangan cara untuk menemukan solusi. 
  • Membuat pertahanan batin lebih kuat, yaitu kondisi batin yang yang tak mudah terguncang bila suatu saat masalah datang lagi. Ukuran masalah biasanya tidak sama dan datangnya tidak terduga. Orang yang sudah terbiasa menghadapi masalah besar akan memandang masalah-masalah lain menjadi kecil dan mudah baginya menyelesaikannya. 
  1. Ajarkan kepada anak untuk berani menghadapi masalahnya 

Menghadapi MasalahPersoalan besar yang melanda generasi zaman ini adalah anak-anak sampai usia remaja dikondisikan oleh orang tuanya untuk hidup dalam sangkar emas. Mereka berada dalam rumah-rumah yang nyaman dengan perlindungan sangat ketat oleh orang tuanya. Mereka tidak mengenal tantangan karena semuanya tercukupi dengan mudah. Dan mereka mendapatkan makanan apapun sesuai keinginan cukup dengan memijit-mijit gawai, lalu beberapa menit makanan sudah di pintu rumah.

Mereka membeli  benda apapun yang diinginkan juga cukup dengan memijit gawai sambil tiduran di kamar. Hiburan ada di genggaman, bahkan belajar untuk prestasi sekolahnya pun ada di tangannya. Mereka menyapa teman-teman, berbincang dan berkelakar melalui media sosial dengan sekeping benda di tangannya juga. Hidup seperti tidak harus ke mana-mana dan tidak perlu berbuat apa-apa. Baju-baju kotor seperti menjadi bersih sendiri dengan datangnya jasa laundry yang setiap saat bisa dipanggil. 

Tibalah suatu ketika ia tersenggol temannya di sekolah dan berlanjut pertengkaran. Hanya karena goresan sedikit di bahu anak merasakannya sebagai masalah besar, mengadu kepada orang tuanya, lalu orang tua melaporkannya kepada polisi. 

Itu gambaran anak yang buta tantangan, tidak terbiasa menyelesaikan masalahnya sendiri.

Perubahan zaman tidak mengubah keharusan orang tua mengajarkan anak menghadapi tantangan. Anak-anak di usia berapapun harus bisa menghadapi masalahnya sendiri karena setiap masalah ia hadapi itu penting untuk pendewasaan dan penguatan mental baginya. Bantuan solusi masalah dari orang tua diberikan jika masalah anak sudah demikian parah dan ia tidak mungkin menyelesaikannya sendiri.

 

[Yazid Subakti]

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *