Jangan Disilaukan Oleh Materi

Jangan Disilaukan Oleh Materi

Pra Nikah – Celakalah orang yang menumpuk harta dan tersilaukan oleh materi. Tidak ada gunanya menumpuk harta. Harta tidak memudahkan jodoh menemukan Anda, dan tidak menjadikan Anda lebih menemukan jodoh. Kalaulah seseorang mendekati Anda karena menginginkan harta yang anda miliki, maka itu bukanlah awal dari kebahagiaan seperti yang anda kira. Itu adalah benih petaka yang membuat anda kecewa berkepanjangan.

Harta tidak juga menjanjikan keabadian cinta anda kepadanya. Sesaat dan sebatas tertentu ia adalah nikmat Allah, tetapi selebihnya adalah ujian yang menyilaukan mata hati.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.

sampai kamu masuk ke dalam kubur

Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),” (QS. At Takatsur : 1-3)

Harta yang tidak berkah mengantarkan kepada kebakhiran, atau sifat kikir yang menghancurkan kebaikan manusia hingga di akhirat nanti.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.” (QS. Al ‘Adiyat : 8).

Harta yang memuatnya bakhil itu akan menjadi beban di akhirat. Ia ditimpa keburukan yang bertambah-tambah.

Demikianlah yang Allah katakana dalam firman-Nya  yang artinya,

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali Imran : 180).

Oleh karenanya, janganlah seorang mukmin buta mata dan hatinya oleh harta. Karena harta adalah pangkal kegelisahan dan menjerumuskan kapada siksa Allah.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka, dalam keadaan kafir. (QS. At taubah : 85).

materi

  • Hubungan antara harta dengan jodoh

Janganlah menolak jodoh hanya karena hartanya yang sedikit. Janganlah merindukan jodoh karena hartanya yang melimpah dan jangan berkecil hati untuk menunda pernikahan hanya karena harta yang tak mencukupi.

Tidak ada hubungan antara harta dan jodoh. Ada banyak orang mendapat harta oleh Allah, sementara jodohnya jauh darinya dan iapun menjadi kesepian. Sebagian orang teruji dengan gelimang harta oleh-Nya, lalu tergesa untuk berjodoh. Tetapi kebahagiaan tak kunjung datang.

Fatimah Az Zahra adalah puteri Rasulullah yang diimpikan kehadirannya oleh setiap lelaki soleh. Tetapi ia menjatuhkan pilihan kepada Ali Bin Thalib yang miskin, sementara para bangsawan dan saudagar kaya yang menginginkannya harus pulang dengan tangan hampa. 

  • Hubungan antara harta dengan kebahagiaan

Janganlah memimpikan kebahagiaan dengan kelimpahan harta. Janganlah membayangkan pernikahan akan bahagia dengan jodoh yang kaya dan jangan menghayalkan keinginan hidup gemerlap jika telah menemukan pasangan.

Tidak ada hubungan antara gemerlap harta dengan kebahagiaan. Sesungguhnya harta tidak akan menjaga Anda, tetapi andalah yang harus menjaganya. Harta tidak akan memberi anda ketenangan, tetapi andalah yang akan selalu was-was akan keutuhannya.

Kelimpahan harta yang tidak berkah menjadi penghalang bagi manusia untuk berjuang di jalan Allah.

Allah berfirman yang artinya,

“Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit. (QS. at taubah 38)

  • Mereka yang menikahi harta

Sebagian pemuda telah memilih pasangan berdasarkan pertimbangan harta semata. Mereka melangsungkan pernikahan dengan kemeriahan harta, kemudian membina rumah tangga dengan berbekal harta.  Mereka mengatakan, “itu adalah yang paling masuk akal”, yang lain menyatakan “Itulah jaminan masa depan”, dan sebagian lagi mengatakan, “itulah kemapanan dan kecukupan”.

Tetapi Ibnul Qayyim Al Juziyah mengatakan,

“Perumpamaan orang yang mencintai dunia seperti orang yang menanam benih tapi tak kunjung ada hasil. Orang yang hatinya mencintai dunia, jasad fisiknya Anda lihat melakukan ibadah sepanjang usianya untuk mendekatkan diri kepada Allah, tetapi hatinya menjauhkan diri dari-Nya. Sesungguhnya Andalah pemimpin yang mengatur dunia ini dengan zuhudmu yang mampu menundukkannya. Dan kamu akan jadi budaknya jika kamu memuja dunia. Sungguh, orang yang merindu kepada sesuatu yang dikehendaki hawa nafsu, berarti ia menjadi hamba baginya.”

Sedangkan Allah memberi peringatan keras kepada pemuja harta dalam firman-Nya yang artinya,

Hai orang-orang yg beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yag membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi” (QS. Al Munafiqun: 9)

Orang-orang yang mabuk harta hanya akan mencari pasangan yang sama-sama mabuk harta. Ia takut jatuh miskin jika harus menikah dengan pasangan miskin. Inilah yang dikatakan oleh Sufyan Ats-Tsauri dalam nasehatnya,

“Sungguh aku benar-benar dapat mengenali kecintaan seseorang terhadap dunia dari (cara) penghormatannya kepada ahli dunia.”

  • Sesungguhnya kaya itu adalah kaya hati

Apa yang dimaksud dengan kaya? Apa kriteria orang paling kaya? Berapa kekayaan terbesar yang pernah dimiliki oleh manusia?

Sementara orang-orang menganggap kaya adalah banyaknya harta, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kaya adalah hati yang selalu merasa cukup.

Dari Abu Hurairah, Rasulullkah SAW bersabda, “Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Orang-orang yang menumpuk harta selalu menginginkan hartanya lebih anyak dari yang sudah ada. Mereka melihat temannya yang lebih banyak harta, kemudian saling berlomba dan melupakan tujuan hidup yang sesungguhnya. Sampai suatu saat ia harus menyadari bahwa kepergiannya ke alam kubur tak mungkin diantar oleh hartanya.

Sedangkan orang-orang yang merasa cukup dengan pemberian Allah akan tenteram hatinya. Ia bersyukur atas apa yang diterimanya, memandang karunia Allah adalah yang paling baik baginya.

[Yazid Subakti]

Masukkan Kesombongan Ke Dalam Peti

Masukkan Kesombongan Ke Dalam Peti

Jangan menjadi manusia angkuh yang selalu menempatkan keegoisan di atas segalanya, masukkan kesombongan di dalam peti.

  • Manusia tidak berhak untuk sombong

Kemuliaan dan keagungan adalah milik Allah. Maka hanyalah Dia yang berhak untuk membesarkan diri-Nya.

Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Allah swt berfirman, bahwa kemuliaan adalah pakaian milik-Nya dan sifat takabur adalah hiasan milik-Nya. Karena itu barangsiapa meminjam pakaian dan perhiasan Allah, maka akan dimasukkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim).

Sahabat Abdullah bin Mas’ud ra berkata, bahwa Nabi saw telah bersabda: “Seseorang yang di dalam hatinya masih terdapat rasa takabur walau hanya seberat biji sawi dia tidak akan berhak masuk sorga.” Kemudian ada seorang lelaki berkata: “Ya Rasulullah, terus bagaimana halnya dengan seseorang yang suka memakai pakaian bagus dan sepatu bagus?” Jawab Rasulullah: “Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang bagus, dan cinta kepada segala kebagusan. Sedang yang dinamakan takabur adalah mengingkari kebenaran serta sombong terhadap sesama manusia.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

Di akhirat nanti, orang yang sombong akan Allah terlantarkan. Ia tidak ada yang menyapa dan terus dalam penderitaan yang panjang.

Sahabat Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Ada tiga orang yang kelak di hari kiamat Allah tidak akan berbicara dengannya, tidak akan memuliakannya, serta tidak akan memandangnya, dan bagi mereka siksa yang sangat menyakitkan. Mereka adalah orang tua yang berzina, pemimpin yang berkhianat, dan orang fakir yang takabur.” (HR. Muslim dan Nasai).

Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Ada empat orang yang sangat dibenci Allah. Yakni orang yang berjualan dengan menggunakan sumpah, orang fakir yang takabur, orang tua yang berzina, dan pemimpin yang curang.” (HR. Nasai dan Ibnu Hibban).

  • Kesudahan orang-orang sombong

Tidak ada kejayaan yang berakhir bahagia bagi orang yang sombong. Kisah fir’aun telah menjadi pelajaran bagi manusia yang besar kepala. Dia merasa memiliki semua yang ia inginkan di dunia ini hanya dengan melihat dirinya berlimpah harta dan disanjung oleh rakyatnya. Ia merasa berkuasa atas negerinya, lalu meminta untuk disembah.

Tetapi ia bukanlah orang yang bahagia. Malam-malam baginya adalah alam yang kelam dan saat hadirnya mimpi buruk yang membuatnya terjaga dengan penuh was-was. Ia diliputi rasa takut dan dan kecemasan akan hadirnya musuh yang menumbangkannya. Maka Allah mentakdirkanya mengakhiri hidup di dalam ganasnya laut merah.

  • Musnahkan sifat sombong, karena Anda membutuhkan-Nya

Jauhkan diri dari merasa besar, karena Anda membutuhkan bantuan Allah yang Maha Besar. Saat ini Anda sering menengadahkan tangan, memohon agar Dia mengirimkan salah seorang hambanya untuk mendampingi hidup anda. Anda benar-benar bergantung pada-Nya.

Musnahkan sifat sombong, karena ia bukanlah baju kemuliaan bagi manusia. Ia hanyalah noda kehinaan yang menjadikan manusia tidak berharga.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman : 18)

Janganlah ilmu dan gelar membuat Anda merasa pandai karenanya. Sesungguhnya Allah Maha Luas ilmunya tanpa satu makhlukpun dapat menyamainya.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Luqman 27)

Janganlah harta dan kekuasaan membuat Anda merasa berkuasa karenanya. Sesungguhnya kekuasaan Allah meliputi semua yang ia ciptakan di langit dan bumi ini.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Fathir 44)

  • Kesombongan dapat menjauhkan anda dari jodoh

Kesombongan mendatangkan permusuhan dan kehinaan. Ketika anda menyombongkan diri, sikap itu bukanlah mengangkat derajat anda, melainkan justru membuat anda semakin dipandang hina.

Sahabat Iyadh bin Hamar ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Allah swt telah memberikan wahyu kepadaku agar supaya kamu sekalian bersifat lawadhu’ (merenda-hkan diri), sehingga di antara sesama manusia tidak ada lagi saling hina menghina serta saling membanggakan diri.” (HR. Muslim dan Abu Dawud).

Kesombongan memberi peluang untuk merendahkan orang lain, sedangkan cinta menuntut anda untuk menyanjung kekasih. Bagaimanakah kecenderungan merendahkan akan berpadu dengan tuntutan untuk menyanjung?

Orang yang sombong merasa dirinya amat tinggi sehingga sulit untuk mencintai. Sebab mencinti sangat dekat dengan menghargai. Mencintai sangat dekat dengan kerelaan untuk takluk dengan kekasih. Tentu saja, orang yang sombong sulit juga untuk dicintai, karena orang-orang tidak akan memberikan simpati.

Bagaimanakah seseorang yang sulit mencintai akan mendapat jodoh?

 

[Yzid Subakti]

Apapun yang Terjadi, Jangan Salahkan Ibumu

Pra Nikah – Tidak ada jasa manusia yang amat besar, melainkan jasa ibu kepada anak-anaknya. Maka dari itu apapun yang terjadi dengan dirimu, sebisa mungkin jangan salahkan ibumu.

  • Ibumu yang mengandung sakit di atas sakit

Jangan Salahkan IbumuAda sebagian remaja yang suka menyalah ibunya ketika mereka mendapati keadaan dirinya tidak seaik teman-temannya. Mereka menuduh ibunya salah mendidik, kurang menaruh kasih sayang, tidak cermat mengarahkannya, dan keliru mementuk dirinya hingga berujung pada nasib yang tidak menyenangkan seperti saat ini. Inilah anak-anak durhaka yang tidak pernah mengenang bagaimana ibunya dulu memperjuangkan kehidupannyaam dari tetesan air mata hingga kucuran darah.

Jangan pernah menyalahkan ibu yang mengandung dan mendidik Anda. Allah ta’ala berfirman yang artinya,

Dan Kami telah perintahkan kepada manusia (berbuat baik ) kepada kedua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu bapakmu, dankepadakulah kembalimu.” [QS. Luqman: 14]

Buatlah Ibu menjadi satu kata yang paling berkesan dalam hidup Anda. Munculkan kembali  fitrah seorang manusia yang cenderung menghormati dan menghargai orang yang berjasa pada dirinya.

Anda bukanlah Adam atau Hawa yang tercipta tanpa seorang ibu. Anda lahir dari rahum seorang ibu, mengalami kehidupan dalam lindungan yang hangat selama 9 bulan. Setiap dari kita menikmati gendongan yang penuh cinta dan air susu yang penuh kesegaran sampai bertahun-tahun.

Kenanglah ibumu, ia berdoa di malam buta dan menyebbut nama anda tanpa menuntut anda mendengarkannya. Tangannya gemetar dan hatinya pasrah mengharap Allah mencurahkan kebaikan kepada Anda.

  • Kenanglah Pemberian Ibumu

Tidak ada jasa manusia yang amat besar terhadap sesamanya selain jasa ibu kepada anak-anaknya. Jasa ibu tidak dapat terbanding dengan jasa anda kepadanya, kepada kekasih anda, atau kepada siapapun yang anda cintai.

Ingat-ingatlah pemberian ibu. Ia memberikan dirinya untuk rasa sakit dan berat selama mengandung anda di rahimnya. Ia merelakan dirinya mendapat rasa sakit yang amat dahsyat saat berusaha melahirkan anda di detik-detik yang amat kritis. Ia mencurahkan waktu dan tenaganya selam masa kecil anda, melupakan waktu malam untuk istirahat dan waktu siang untuk bersenang-senang karena merawat anda.

Ibumu memberikan hartanya untuk mencukupi kehidupan anda, sedangkan ia sendiri merelakan untuk tidak menikmati kesenangan dan kemewahan. Ia menabung untuk anda demi masa depan yang ia tak berharap mendapat imbalan dari anda.

Ibumu berkorban ketika orang-orang mempertanyakan anda. Ia menjadi pejuang di barisan paling depan ketika anda tertimpa fitnah dan cibiran orang-orang yang yang hatinya penuh dengki.

  • Maafkanlah dia

Maafkanlah ibumu jika ia tidak membuat anda saat ini berlimpah harta seperti keturunan para saudagar. Ia tidk ingin anda mati dalam keadaan membawa beban dan mendapat banyak pretanyaan di hari yang kekal kelak. Maafkanlah ibumu jika ia tidak membuat anda menjadi orang yang berkedudukan tinggi secara duniawi. Ia lebih menghendaki anda berkedudukan tinggi di hadapan Allah dengan baju takwa yang membuat anda mulia.

Maafkanlah ibumu yang tidak membuat anda kini banyak memahami ayat-ayat-Nya. ia hanya kurang paham, lalu menginginkan anda berjuang untuk mendapatkannya hingga pahala anda jauh berlipat. Maafkanlah ibumu jika ia tidak membuat anda saat ini memiliki kepribadian yang tidak anda sukai. Ia sangat memercayaimu hingga anda memilih keadaan yang seperti ini anda rasakan. Sesungguhnya anda telah menyadari kondisi anda, dan tiadalah yang dapat membentuk kepribadian kecuali anda sendiri.

Maafkanlah ibumu jika ia membuat anda terpaksa melakukan hal-hal yang di luar keinginan anda demi menghargainya. Ia memiliki mata hati yang tajam dan lebih tahu tentang apa yang terbaik bagi anda. Maafkanlah ibumu. Sekali lagi, maafkanlah dia.

[Yazid Subakti]

Jangan Cemas Oleh Khurafat dan Tahayul

Jangan Cemas Oleh Khurafat dan Tahayul

Jangan cemas dengan berbagai khufarat dan tahayul yang beredar di masyarakat.

  • Biarkan orang lain memercayai ramalan bintang

Biarkan orang lain tenggelam dalam kegelapan dan murka Allah, Anda tetap tegak dalam cahaya dan kasih sayang-Nya. Barangsiapa menyangka bahwa ada Dzat selain  Allah yang memiliki kemampuan memberi pertolongan, maka ia akan menyesal dan merugi.

Allah swt berfirman yang artinya,

Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia.  Dan jika Allah menghendaki  kebaikan bagimu,  maka tidak ada yang dapat menolak  karunia-Nya. dia memberikan kebaikan itu kepada siapa saja  yang Allah kehendaki di antara hamba-hamba –Nya  dan Allahlah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Yunus 107)

Dalam Ayat yang lain, Allah ta’ala berfirman yang artinya,

Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada satupun yang dapat menahannya dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak ada seorangpun yang sanggup untuk melepaskannyasesudah itu. Dan dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Fathir :2)

  • Biarkan orang lain mendatangi dukun

Sebagian orang telah berputus asa dari karunia Allah. Mereka mengharap jodoh kepada dukun dan paranormal, kemudian menuruti apa yang mereka perintahkan. Mereka mandi dengan air kembang tujuh rupa, lalu pulang membawa benda-benda yang konon dapat memikat hari orang yang ia rindukan.

Dari Aisyah ra. Ia berkata, ada berapa orang bertanya kepada Rasulullah SAW,  kemudian beliau menjawab: “bukan apa-apa”. Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kadang-kadang ia menceritakan sesuatu dan sesuatu itu benar-benar terjadi.” Kemudian Rasulullah saw  bersabda “Kalimat  itu memang termasuk hak (benar) , dan dicuri oleh makhluk  sebangsa jin kemudian disampaikan kepada telinga dukun, kemudian dukun itu mmencampur adukkannya dengan seratus kebohongan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Shafiyyah inti abu ubaid dari salah seorang isteri Nabi saw , beliau bersabda: “Barang siapa datang kepada tukang ramal kemudian menanyakan sesuatu dan ia mempercayainya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari.”  (HR. Muslim)

Dari Qabishah bin Al Mukhariq ra, ia berkata: coret-coret, menebak nasib,  dan meramal dengan melepaskan burung  itu termasuk jibt (kepercayaan yang tidak bersumber pada Allah).” (HR Abu Dawud)

Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: ”Rasulullah saw bersabda: barang siapa mempelajari dari sebagian ilmu nujum, berarti ia mempelajari sebagian dari sihir, selalu bertambah menurut banyaknya yang dipelajari.” (HR Abu Dawud).

Dari Muawiyah bin Al-Hakamra, ia bertanya: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya baru saja melewati masa jahiliyah dan Allah ta’ala telah mendatangkan agama islam. Di antara sebagian kami masih ada yang suka mendatangi para dukung/peramal.” Rasulullah saw bersabda “janganlah kamu mendatangi mereka”. Aku berkata “Diantara kami masih ada yang percaya pada burung yang terbang”. Rasulullah saw bersabda “Itu adalah kepercayaan yang berada  di dalam dada mereka, maka biarkanlah mereka.” Aku berkata lagi “di antara kami masih ada orang yang suka coret-coreta, barang siapa  yang coretannya cocok maka itu hanyalah kebetulan.” (HR Muslim)

  • Jangan pedulikan sihir mahabbah

Sihir mahabbah adalah tipu daya syetan yang dari manusia untuk mempengaruhi seseorang agar jatuh cinta. Ini adalah perbuatan orang-orang musyrik, tetapi sebagian orang-orang yang mengaku beriman telah terpengaruh sihir ini dan hatinya cenderung kepada kekasih yang tiba-tiba ia merasa rindu padanya.

Tak ada kebaikan dari sihir mahabbah, kecuali amat sedikit. Itu hanyalah bisikan setan yang akan menggiringnya kepada kesesatan. Tetapi jangan cemas dan jangan sampai terpengaruh dengan itu.

Dari Abu hurairah ra, beliau bersabda:  “jauhilah oleh kalian tujuh hal yang membinasakan!” para sahabat bertanya “Wahai Rasulullah, apakah tujuh hal yang membinasakan itu?” beliau bersabda: ”menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang haram oleh Allah kecuali karena hak, makan riba, makan harta anak yatim, lari sewaktu jihad, dan menuduh zina wanita-wanita mukmin yang senantiasa memelihara tubuhnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

  • Jangan cemas oleh peristiwa atau hari yang buruk 

Anda melihat sebagian orang percaya akan adanya hari baik dan hari buruk.  Mereka mengira hari baik adalah hari yang jika mereka melakukan sesuatu, maka mereka mendapat banyak keberuntungan. Sedangkan hari buruk selalu menjadi luapan kekesalan karena mereka mengira akan selalu menemui kesialan.

Sebagian pemuda yang mabuk cinta memercayai rahasia di balik peristiwa aneh, kemudian mengambilnya sebagai kabar keberuntungan atau kesialan nasib cinta mereka. Mereka cemas dan ketakutan manakala melihat peristiwa yang mereka yakini menjadi perlambang akan buruknya masa depan perjodohan mereka.

Ketahuilah, hadirnya hari-hari dan peristiwa di dalamnya adalah tanda kekuasaan Allah.

“Dari Buraidah ra, bahwasanya Nabi saw tidak merasa sial karena suatu kejadian.” (HR Abu dawud)

Rasulullah mengajarkan doa ketika umatnya melihat peristiwa yang tidak beliau senangi,

Dari Urwah bin amir ra, ia berkata, masalah percaya terhadap sesuatu itu pernah dibicarakan di hadapan Rasulullah saw, kemudian beliau saw bersabda: ”yang paling baik adalah fa’I (kata motivasi yang baik yang menimbulkan harapan) dan janganlah kamu melarang kepada umat islam.apabila salah seorang di antara kalian  melihat sesuatu yang tidak disenanginya maka hendaklah mengucapkan doa ‘Allahumma laa ya’atii bil hasanati illa anta walaa yadifa’us sayyi’ati  illa anta aw;aa haula walaa quwwata  illa bika’ (Ya Allah, tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan melainkan Engkau, dan tidak ada yang dapat menghindarkan bahaya kecuali Engkau, tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas pertolonganmu.” (HR Abu Dawud)

 

[Yazid Subakti]

Jangan Mengurung Diri di Kamar, Ayo Berpetualang

Jangan Mengurung Diri di Kamar, Ayo Berpetualang

Pra Nikah – Jangan mengurung diri di kamar yang tak memberi anda pencerahan apapun. Bukankah kamar dibuat berpintu agar anda dapat keluar darinya? Bukalah pintu dan melangkahlah ke luar.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya,

Katakanlah : ‘Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah …” (Q.S Al-An’am : 11)

Mengurung diri dalam kamar yang sunyi bersama kekosongan merupakan cara ampuh untuk bunuh diri. Kamar Anda bukanlah alam semesta, sedangkan Anda bukanlah satu-satunya  manusia di alam ini.

Selain itu, kamar anda hanyalah ruangan kecil yang menjadi lambang kehampaan, dipenuhi oleh pembisik-pembisik yang menyesatkan. Mengapakah Anda harus menyerahkan diri kepada pembisik-pembisik kesusahan dan kesedihan? Tidakkah Anda sebaiknya menyatukan pandangan, pendengaran dan hati untuk menyeru kebangkitan kepada diri Anda sendiri?

  • Berangkatlah baik dalam keadaan ringan atau berat

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun berat. (QS. At-Taubah: 41) 

Keluarlah dari rumah, lalu perhatikan apa yang ada di sekitar Anda, di depan mata Anda, dan di belakang Anda. Turunlah ke lembah dan nikmati hijau pepohonan di sana. Dakilah gunung dan nikmati udara segar yang menyehatkan paru-paru. Susurilah semak dan hutan, lalu dengarkan kicau burung yang damai.

Berangkatlah menuju ikhtiar dengan kepastian dan kemantapan hati, saat kaki terasa ringan ataupun berat. Para pejuang terus melangkah tanpa peduli langkahnya itu memberatkan baginya. Ia hanya ingin hidup mulia atau mati dengan cara yang indah.

Jadilah ksatria untuk diri anda sendiri. Mulailah hari dengan wajah cerah dan mata yang berbinar. Nasib hari ini tak seburuk yang anda khawatirkan. 

  • Jalinlah tali silatuarhim

Pertemuan anda dengan orang-orang saleh adalah silaturahmi yang membawa manfaat amat besar bagi kebaikan Anda. Sebagaimana penjual minyak wangi mempengaruhi para pengunjung, orang soleh di lingkungan anda itu menularkan kesalehannya kepada Anda.

“Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan adalah pahala orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah siksaan bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan” (HR. Ibnu Majah).

Apa itu kebaikan? Kebaikan ini meliputi kebaikan apapun, yaitu sesuatu yang menurut anda baik dan menurut Allah pun baik. Mungkin bermakna kesuksesan, mungkin rizki yang barokah, mungkin jodoh yang membahagiakan, mungkin pula kebaikan itu berupa rahmat-Nya.

Rasulullah SAW berkata dalam haditsnya,

“Bersilaturahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah putus” (HR. Bukhari).

Mengenai kemuliaan, beliau SAW pernah memberikan nasihat kepada para sahabat,

“Hendaklah kalian mengharapkan kemuliaan dari Allah”. Para sahabat pun bertanya, “Apakah yang dimaksud itu, ya Rasulullah?” Beliau kemudian bersabda lagi, “Hendaklah kalian suka menghubungkan tali silaturahmi kepada orang yang telah memutuskannya, memberi sesuatu (hadiah) kepada orang yang tidak pernah memberi sesuatu kepada kalian, dan hendaklah kalian bersabar (jangan lekas marah) kepada orang yang menganggap kalian bodoh” (HR. Hakim).

Dalam keterangan lain beliau SAW juga memberi penjelasan,

”Barangsiapa yang ingin panjang umurnya dan luas rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturahmi” (HR. Bukhari Muslim).

Yang dimaksud dengan dipanjangkan umurnya belum tentu ditambah jatah lamanya hidup di dunia ini atau ditunda masa kematiannya. Tetapi memanjangkan umur bermakna usia yang diberikan oleh Allah itu menjadi penuh makna dan berkah, usia yang berlangsung sangat produktif sehingga anda merasa mampu melakukan banyak hal dengan waktu-waktu yang anda jalani.

  • Lihatlah perubahan alam!

Manusia hidup di alam yang menjadi tempatnya saling memberikan manfaat. Allah menjadikannya indah dan menyimpan banyak hikmah. Maka, tidakkah Anda ingin mencari hikmah di balik rahasia alam raya ini?

Dia yang Maha Menciptakan telah berfirman yang artinya,

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat.” (QSA. An Naba’ : 6 – 16)

Semua yang telah ciptaan-Nya itu membawa rahasia yang harus kita renungkan.

Allah Ta’ala mengabarkan dalam kitab-Nya yang artinya,

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.(QS. Al A’raf : 54)

Melihat perubahan alam berarti  mempelajari apa yang terjadi di dalamnya. Kemudian pelajaran dari alam ini telah menjadikan orang-orang yang berpikir memacu menciptakan karya besar dan menempatkannya sebagai hamba yang berakal.

[Yazid Subakti]

Katakanlah Ya Allah, Kuatkan Ikhtiarku

Katakanlah Ya Allah, Kuatkan Ikhtiarku

Pra Nikah – Penantian dengan diam bukanlah sikap yang produktif, kuatkan ikhtiar. Allah menghendaki manusia untuk mengusahakan apa yang ia hajatkan, dengan tawakkal yang menghubungkan hatinya dengan-Nya. Waktu luang setelah menuntaskan usaha dan bertawakkal kepada Allah bukanlah waktu untuk menunggua karunia datangnya keajaiban. Allah memberikan waktu setelah suatu ikhtiar, agar manusia melakukan ikhtiar yang lain lagi.

Allah berfirman yang artinya, “Dan ketika engkau luang, maka sibukkanlah (pada usaha yang lain)” (QS. Al insyirah: 7)

  • Menunggu adalah sumber kecemasan

Setiap kali Anda menunggu, Anda akan mendapati perasaan yang tak menentu. Hati didatangi oleh pikiran-pikiran yang liar, sesuatu yang hanya berada di dunia hayalan.

Dengan menunggu, Anda akan menemukan bayangan indah tentang sesuatu yang ANda tunggu. Lama kelamaan, ketika bayangan itu tak kunjung menjadi kenyataan, ia akan berganti menjadi hayalan yang menakutkan. Hayalan ini tersimpan dalam memori dan kerap hadir sebagai mimpi-mimpi yang meresahkan pikiran.

Itulah sumber kecemasan yang panjang. Anda akan terbayang olehnya sampai linglung dan kehilangan tenaga. Padahal anda mampu untuk bergerak melakukan apapun yang dapat memberikan manfaat dan mendatangkan pahala.

Mengapa tidak engkau gulirkan butir-butis tasbih saat menanti? Ia adalah kalimat yang ringan di lisan dan berat di timbangan mizan.

Mengapa tidak engkau baca buku saat menunggu? Ia  adalah gudang wawasan yang mencerahkan pikiran dan mencegah kebuntuan.

Mengapa tidak bangkit menyingkirkan sampah dan duri di jalanan? Ia adalah amal kecil yang mencerminkan ketakwaan.

Mengapa tidak mengulang-ulang bacaan ayat AL-Qur’an ? ia adalah obat yang menangkan kecemasan dan galau hati.

  • Tawakkal bukanlah pasrah

Sebagian orang yang lemah jiwanya menjadikan takdir sebagai alasan untuk menyerah, mereka merasa lemah dan menyerah pada nasib yang melemahkannya. Mereka mengatakan sikapnya itu sebagai bentuk pasrah, menyerah atas apapun yang datang dari Allah kepadanya.

Tidakkah mereka menyadari bahwa di samping keharusan beriman kepada qadha dan qadar, manusia diperintahkan untuk beramal?

Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan katakanlah, abekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang  mukmin akan melihat  pekerjaanmu itu.“ (QS. At taubah 105)

Ketahuilah, makna tawakkal  yang sesungguhnya adalah melakukan usaha seraya berharap  kepada Allah swt untuk mewujudkan hasil ikhtiarnya.

Rasulullah saw bersabda, “beramallah, masing-masing orang akan dimudahkan untuk melakukan perbuatan yang sesuai dengan takdirnya.” (HR Muslim)

  • Ikhtiarkan keinginan Anda

Tidak ada alasan untuk tidak melakukan usaha terhadap apa yang kita hajatkan. Pengakuan hajat itu terbukti dengan seberapa nyata seseorang berusaha.  

Sesungguhnya, Allah akan memberi karunia kepada setiap jiwa yang melakukan ikhtiar dengan penuh kesungguhan.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. [QS. An Nisa : 32]

Agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya. (QS. Ibrahim : 41)

Dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan. (QS. Al An’am : 3)

Mereka Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al Baqarah : 141)

Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (QS. Al Baqarah : 202)

  • Buatlah jalan terang untuk ikhtiar Anda

Kadang-kadang ikhtiar terasa gelap dan melelahkan. Ia seperti rerimbunan hutan yang tak menentu mana jalan keluar dan mana kesudahannya.

Sekarang cobalah amati sejenak bola lampu yang Anda nyalakan setiap malam. Ia menerangi dunia ini setelah Thomas Alfa Edison menciptakannya. Dan Edison menciptakannya dengan ikhtiar yang melewati hampir seribu kali kegagalan. Selama itu pula ia membuat beribu cara untuk menerangi ikhtiarnya. Ia menciptakan jalan rintisannya tanpa lelah.

Jodoh adalah bagian dari hajat yang Anda ikhtiarkan. Ada kalanya, Allah memberikan jalan panjang sehingga ikhtiar tidak segera dapat Anda lihat hasilnya. Bagi orang tertentu, Allah memberikan kepadanya jalan yang singkat untuk menemukannya. Panjang atau pendeknya jalan menemukan jodoh adalah rahasia Allah dengan hikmah yang melimpah di dalamnya.

Yang terjadi pada kebanyakan orang adalah, mereka mengira jalan itu panjang, padahal sesungguhnya ia amat dekat dengan keberhasilan. Ia terlanjur berputus asa sehingga jodoh yang sudah amat dekat itu seakan kembali menjauh. Tidak ada jodoh yang menjauh, keputusasaanlah yang menjadikannya terasa jauh.  

  • Mohonlah kekuatan ikhtiar kepada Dzat yang Maha Kuat

Barangsiapa yang dibantu oleh Allah SWT, niscaya ia akan mendapatkan bantuan, dan barangsiapa yang ditelantarkan oleh-Nya, maka ia akan benar-benar terlantar. Anda membutuhkan bantuan, sekecil apapun persoalan Anda. Dzat selain Allah adalah lemah untuk memberikan kekuatan, maka hanyalah Kepada -Nya hendaknya kita memohon.

Mohonlah kekuatan kepada Allah. Dengarlah seruan ayat ini:

Allah berfirman yang artinya,  “JIka Allah menolngmu, maka tak ada yang dapat mengalahkanmu dan jika Allah membiarkanmu, maka siapakah gerangan yang dapat menolongmu selain dari Allah sesudah itu?  Karena itu hendaklah kepada Allah saja aorang-orang mukmin bertawakkal.” [QS. Ali imran 160]

Mohonlah kekuatan untuk menjalani ikhtiar. Kekuatan ini lebih penting karena anda dapat menjadi berpengalaman dari banyaknya ikhtiar dan mendapat pelajaran darinya.

 

[Yazid Subakti]

Jadilah Pribadi yang Dewasa, Usia Berapapun Baik untuk Memulai

Jadilah Pribadi yang Dewasa, Usia Berapapun Baik untuk Memulai

Pra Nikah – Pada usia berapapun, anda tetap bisa memulai hal apapun. Maka jadilah pribadi yang dewasa tanpa harus tergantung pada usia.

  • Berkaryalah tanpa peduli usia

Apakah anda merasa terlambat untuk memulai sesuatu? Usia bukanlah penghalang untuk memulai apapun.

Toyo Shibata, seorang perempuan Jepang berusia 92 tahun memulai menulis buku kumpulan puisi. Di luar dugaan, buku debutan berjudul Don’t Be Frustated tersebut The 10 Best Seller 2010 di Jepang hingga penerbit menggandakan jutaan kopi untuk para pembaca yang antusias.

Kolonel Harland Sanders mendirikan Kentucky Fried Chicken di usianya yang 66. Sanders saat itu tidak memiliki uang sepeser pun kecuali sedikit dari jatah pensiunnya sebagai purnawirawan.

Winston Churchill menjadi Perdana Menteri saat usianya 81 tahun. Clara Barton memimpin palang Merah Internasional pada usia 83 tahun. Robert Frost menulis puisi-puisi termasyurnya pada usia 80 tahun.  Oliver Wendell Holmes menjadi Hakim Agung pada usia 90 th. Connie Mack memimpin tim pemenang baseball pada usia 88 th. Toscanini menjadi seorang Konduktor Orkestra ternama di dunia pada usia 87 th.

Pada umur 47 tahun, Martina Navratilova kembali ke kejuaraan Wimbledon dan mewakili Amerika Serikat pada Olimpiade Athena 2004. Ed Whitlock, 73 tahun, memecahkan rekor dunia marathon dengan menyelesaikan pertandingan dalam waktu di bawah 3 jam. Ed adalah manusia berusia di atas 70 tahun yang pertama dalam sejarah yang meraih hasil ini dan melakukannya dua kali.

Manusia tidak mampu menemukan jodoh. Ia hanya berikhtiar dan memohon, kemudian Allah mempertemukan apa yang ia pinta dan ikhtiarkan.

Para gadis dan lajang bertanya, “Di usia berapakah saya akan temukan jodohku?”. Maka Allah akan memberikan jawaban lewat istikharah panjang mereka. Kadang Allah mengabulkan permintaan itu saat usia mereka masih belia. Tetapi jika DIa tidak menghendaki, mereka akan mendapatkannya di usia yang tua.

Jangan pusing karena usia. Nabiyullah Ibrahim as  menikah di usia muda, tetapi cita-citanya memiliki keturunan baru terkabul di usia tua. Demikian pula Imran yang soleh, sungguhpun mendapat jodoh di usia muda, ia harus bersabar menunggu kelahiran anak tercinta di usia yang  renta.

Allah SWT berfirman yang artinya,

“Boleh jadi engkau membenci sesuatu, padahal sesuatu itu lebih bagimu. Oleh jadi pula engkau menyukai sesuatu, sedangkan sesuatu itu ternyata lebih buruk bagimu…” (QS Al Baqarah : 216)

Jika perintisan karya besar dapat anda mulais pada usia berapapun, maka demikianlah halnya dengan jodoh. Menerima atau merintis jalan jodoh kadang tidak semanis yang Anda kira. Ia harus memulai, kadang dengan pengorbanan.

  • Jika Anda tak pernah memulai

Jika anda tak mulai mencoba, anda tak akan pernah mengalaminya. Dan jika anda tak pernah mengalaminya, anda tak akan mendapat pelajaran darinya.

Jangan berpangku tangan untuk menunggu hasil dari serangkaian doa-doa. Allah berfirman yang artinya,

“Sesunguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah masing-masing diri mereka.” (QS Al Anfal : 53 )

Jangan menunggu mimpi indah datangnya pujaan hati, tanpa pernah menjalin silaturahmi dengan sesame muslim dan menampakkan diri di hadapan ummat. Ia akan didatangkan oleh Allah melalui jalan yang mengharuskan Anda bangkit, dengan perjuangan dan keberanian mencoba. 

Jika anda tak pernah memulai meraihnya, buah ranum di pohon akan didahului oleh kelelawar dan tupai, atau jatuh dan menjadi busuk karenanya. Jika anda tak pernah memulai memberanikan diri dalam peristiwa perkenalan, anda tak akan pernah belajar dan mengambil ibrah darinya. 

pribadi yang dewasa

  • Jadilah Pribadi yang Dewasa

Dewasa itu bukan semata karena usia. Usamah bin Zaid dianggap dewasa meski ia baru berusia 15 tahun. Rasulullah mengangkatnya menjadi panglima seluruh pasukan yang akan ikut dalam perang Khandaq. Ketika pemuda seusianya sedang senang jalan-jalan, kumpul-kumpul dengan teman-teman, dan menghabiskan waktu nuntuk kesenangan.

Dewasa itu bukan usia yang makin merambat, tetapi  benar bahwa tinggnya usia mengharuskan manusia makin dewasa. Jika Usamah bin Zaid telah memimpin perang Khandaq di awal puber,  jadilah diri Anda panglima perang melawan penghalang-penghalang kesuksesan diri. Sebab kini perang Khandaq tak akan ada lagi.

Dewasa adalah kepandaian mengolah pikiran sehingga ia mudah membedakan mana kebenaran dan mana kebatilan. Dewasa adalah kemampuan untuk menolak kemungkaran karena ia tahu itu buruk baginya, dan keterbukaan menerima kebaikan karena tahu itu baik baginya. Kedewasaan terjadi oleh pengalaman sehingga karenannya seseorang bersikap arif setiap kali menghadapi masalah.

Dewasa adalah saat bersemayamnya hikmah pada hati seseorang, sebagaimana Allah telah berfirman yang artinya,

“Dan setelah menjadi dewasa dan cukup umurnya, Kami anugerahkan kepadanya hikmah dan ilmu pengetahuan. Demikianlah Kami memberi balasan bagi orang-orang yang melakukan kebajikan.“ (QS. Al Qashash : 14)

Pimpin dirimu untuk meraih kemenangan demi kemenangan tiap tahunnya. Satu tahun adalah satu tahap kemenangan,  maka tingginya usia  adalah tingginya  prestasi dan kesuksesan.

  • “Ya Allah, Panjangkanlah Umurku, dan Berkahilah…”

Setiap orang menginginkan dipanjangkan umurnya. Tetapi tidak banyak orang yang memikirkan seberapa bermanfaat umurnya jika Allah benar-benar memberinya umur panjang itu.

Umur panjang tidak berarti jika tanpa karya nyata dan prestasi. Yang terpenting adalah, berapapun usia kita dan akan diperlama lagi berapapun waktunya, kesempatan itu selalu menjadi jam-jam produktif dan menghasilkan sesuatu.

Bertanyalah di dalam hati, “Apa yang saya hasilkan hari ini?” lalu gerakkan tangan dan kaki untuk mulai berbuat. Lalu mohonlah kepada Allah keberkahan umur, karena tiadalah umur itu berarti tanpa limpahan berkah di dalamnya.

  • Sebaik-baik usia  adalah usia yang berkah

Apa itu umur yang barokah? Ia bagaikan segelas air putih yang tidak hanya membuat manusia hilang dari dahaga, tetapi membersihkan racun tubuh, mengalirkan berbagai nutrisi, melancarkan aliran darah, membantu pencernaan, dan memberikan tenaga.

Umur barokah bukan sekedar kesempatan hidup yang lama, tetapi waktu demi waktu dipadati dengan manfaat dan amal kebaikan.

Sebaik-baik usia manusia adalah jika ia dikaruniai umur yang panjang, sedangkan umurnya itu digunakan untuk melakukan amal kebaikan.

Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa ada seorang Arab Badui berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “Wahai Rasulullah, siapakah sebaik-baik manusia?” beliau menjawab : “Siapa yang paling panjang umurnya dan baik amalannya.” (HR Tirmidzi).

Tetapi bila seseorang menghendaki umur yang panjang, lalu umurnya itu untuk sesuatu yang tidak baik, maka jadilah ia seburuk-buruk manusia.

Rasulullah saw mengingatkan,

 “Dan seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya, tetapi buruk amalnya.” (HR. Ahmad).

  • Jangan seperti mereka yang meminta dikembalikan ke dunia

Orang-orang kafir menyesali hidupnya ketika di akhirat mendapati kenyataan di dalam neraka. Mereka meminta dikembalikan ke dunia untuk beramal baik.

“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu “Ya Tuhan kami keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang shaleh berlainan dgn yang telah kami kerjakan.” Dan apakah Kami tidak memanjangkan umur kalian dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir dan datang kepada kalian pemberi peringatan? Maka rasakanlah dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolongpun.”( QS Al Fathir : 37 )

Tentu saja Allah tidak akan mengembalikannya ke alam dunia. 

 

[Yazid Subakti]

Ya Allah, Aku Beranjak Menuju 40 dan Masih Sendiri

Ya Allah, Aku Beranjak Menuju 40 dan Masih Sendiri

beranjak menuju 40, pra nikahPra Nikah – Beranjak menuju 40, dan pada usia itu masih belum mendapatkan jodoh. Jangan bersedih, tetap yakin jalan Allah yang terbaik.

  • Tetaplah Bergelora!

Jangan termangu memandangi kalender yang mengingatkan ulang tahun terdekat Anda. Angka-angka itu tak bersalah mengantarkan anda ke usia yang makin dewasa.

Jangan pusing oleh bayangan teman-teman yang mengucapkan selamat hari lahir ke 40 sambil menanyakan siapa pasangan yang akan mendampingimu. Jangan terbelenggu oleh rasa kecil hati, ketika melihat kulit yang makin keriput.

Gelorakan jiwa muda yang bersemangat. Buatlah orang-orang di sekitar merasakan gelora jiwa Anda yang muda itu, tanpa menanyakan tahun berapa Anda lahir.

Curahkan rasa hati kepada-Nya di malam buta. Katakana kepada-Nya, “Ya Allah, aku beranjak 40 tahun. Sinarilah hatiku dengan cahaya hidayah-Mu, sebagaimana Engkau menyinari bumi ini dengan cahaya mataharimu selamanya. Dengan kasih sayangmu, wahai Dzat yang maha Mengasihi dan Menyayangi.”.

  • Rasulullah mendapat wahyu di usia 40 tahun

Betapa dahsyatnya usia 40. Rasulullah mulai rajin berkhalwat di gua Hira saat usianya beranjak 40 tahun. Di usia inilah beliau SAW menerima wahyu yang pertama kali, dan mendapat gelar Nabi.

Mengapa 40 tahun? Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah menetapkan sesuatu kecuali di dalamnya ada hikmah yang agung. Kini baru terbuka bahwa perkembangan otak tidak sempurna kecuali di penghujung usia empat puluh tahun. Bersyukurlah atas karunia besar ini.

Orang eropa mengatakan, “life begins at 40“, kehidupan yang sesungguhnya baru dimulai di usia 40 tahun. Sesungguhnya tidak demikian, tetapi kehidupan matang dan sikap dewasa memang sering dimulai pada umur 40an tahun.

Kebanyakan  pimpinan perusahaan adalah mereka yang berusia 40an tahun. Para pimpinan pemerintah dan pebisnis mencapai puncak karir pada usia 40an tahun. Karir militer dan pegawai negeri paling gemilang sekitar umur 40an tahun.

Tidak sedikit orang menemukan jodoh terbaik di usia mendekati 40, bahkan sesudahnya.

  • “Ya Allah, aku memohon dorongan untuk beramal saleh…”

Tidakkah Anda ingin membuat makna yang lebih baik pada setiap menit usia  yang ditambahkan Allah dalam kehiduapan Anda?

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“… sehingga apabila dia telah dewasa dan mencapai umur empatpuluh tahun, berkatalah ia: ‘Ya Tuhanku, tunjukilah aku jalan untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kedua ibu-bapakku, dan doronglah aku untuk berbuat amal saleh yang Engkau ridhai …” (QS. 46;15)

Kemampuan beramal saleh di usia 40 lebih baik dibanding usia sebelumnya. Manusia dikaruniai kekuatan fisik lebih prima dan kematangan akal yang lebih baik. Jangan sia-siakan usia dahsyat ini.

  • Hendaklah engkau bersiap-siap

Hendaklah usia 40 tahun menjadikan manusia bersiap-siap menuju pencapaian tertinggi.

As-Syaikh al-Arif Abdul Wahhab bin Ahmad as-Sya’rani mengatakan, “Telah diambil janji-janji dari kita, bahwa apabila kita telah mencapai umur empatpuluh tahun, hendaklah bersiap-siap dengan melipat kasur-kasur dan selalu ingat bahwa kita sekarang sedang dalam perjalanan menuju akhirat pada setiap nafas yang kita tarik sehingga tidak akan lagi merasa tenang hidup di dunia. Di samping itu hendaknya kita menghitung setiap detik dari umur kita sesudah melebihi empat puluh tahun, sebanding dengan seratus tahun sebelumnya.”

Anda akan mendapatkan jodoh dari-Nya untuk teman di sisa usia ini. Jikapun hari ini Anda belum menemukannya, sesungguhnya jodoh di surga jauh lebih baik dan mulia. Maka pikirkanlah,  bagaimana Anda menjadi manusia yang layak mendapatkannya.

  • “Engkau adalah tanaman yang dekat dengan masa penuaiannya..”

Wahab bin Munabbih mengatakan, “Aku baca dalam beberapa kitab, bahwasanya ada suatu suara menyeru dari langit ke-empat pada setiap pagi: ‘ Wahai orang-orang yang telah berusia empatpuluh tahun! kamu adalah tanaman yang telah dekat dengan masa penuaiannya. Wahai orang-orang yang telah berusia limapuluh tahun! Sudahkah kamu ingat tentang apa yang telah kamu perbuat dan apa yang belum? Wahai orang-orang yang telah berusia enampuluh tahun! Tidak ada lagi dalih bagimu. Oh, alangkah baiknya seandainya semua mahluk tidak diciptakan! Atau jika mereka telah diciptakan, seharusnya mereka mengetahui, mengapa mereka diciptakan. Awas, saatmu telah tiba! Waspadalah!“

Imam As Syafi’I ketika mulai umur empat puluh tahun sering tampak berjalan dengan sebatang tongkat kayu. Ketika ditanya sebabnya, beliau berkata:“Supaya aku senantiasa ingat bahwa aku adalah seorang musafir yang sedang berjalan menuju akhirat.”

  • Bukalah Tabungan Pengalaman, Lalu Tersenyumlah

Pengalaman adalah apa yang sudah kita dapatkan dari kehidupan kita tadi, kemarin, satu minggu yang lalu, satu bulan yang lalu, satu tahun yang lalu, atau entah berapa waktu lalu. Pengalaman adalah bagian dari sejarah hidup kita. Oleh karenanya, baik buruknya sejarah manusia akan ternilai oleh seberapa gemilang pengalamannya.

Dengan usia saat ini, apakah Anda memiliki banyak pengalaman? Apakah peristiwa masa lalu hilang begitu saja tanpa dapat Anda gali hikmahnya?

Sekarang Anda telah sampai pada masanya harus membukukan pengalaman untuk persembahan hari esok.

Hasan Al Banna mengatakan, “Mimpi kemarin adalah kenyataan hari ini, dan mimpi sekarang adalah kenyataan esok hari”. Apa yang sekarang anda rencanakan akan menjadi nyata esok hari. Apa yang terjadi saat ini adalah rujukan kejadian untuk esok hari.

  • Amal + umur = pengalaman

Sebagian orang mengatakan, “peristiwa kemarin adalah kenangan”. Maksudnya, mereka merekam dalam ingatan mengenai kejadian yang telah berlalu untuk diratapi jika kejadian itu menyedihkan. Sebaliknya, jika kejadian itu menyenangkan mereka melakukan perayaan.

Tetapi orang salih menjadikan peristiwa kemarin sebagai catatan pengetahuan. Semakin banyak berbuat dan terlibat peristiwa, semakin banyak catatan pengetahuan dalam ingatannya. Semakin banyak hari-hari dengan amal, semakin banyak pengatahuan yang ia miliki.

Kemarin adalah masa-masa menabung pengalaman. Mulailah memilah-milah: sederetan pengalaman baik untuk diulangi, sederetan pengalaman biasa-biasa saja untuk ditingkatkan,  dan sederetan pengalaman buruk untuk diperbaiki.

Hitunglah berapa usia Anda sekarang, lalu bukalah tabungan pengalaman yang  Anda miliki. Bagilah tabungan pengalaman itu kepada orang lain yang membutuhkan. Tebarkan senyum kepada mereka, karena senyum itu sedekah. 

Jangan meratapi pengalaman buruk, jangan membanggakan pengalaman besar

Tidak ada sikap yang lebih buruk dari meratapi masa lalu yang buruk. Kekasih Allah Muhammad SAW tidak meratapi kejadian waktu beliau dilempari batu dan kotoran oleh orang-orang kafir saat awal berdakwah. Beliau tidak pernah tenggelam dalam kesedihan panjang saat terluka berdarah-darah sepulang dari perang uhud.

Nabi Musa as tak pernah meratapi kenangan pahitnya ketika harus terusir oleh Fir’aun dari tanah Mesir.  Nabi Yusuf tidak tenggelam dalam ratapan panjang saat ia masuk ke dalam penjara. Sayyid Quthb tidak meratapi dirinya dalam bui, bahkan ia menikmati masa-masa menulis tafsir “Fi Zhilalil Qur’an” dalam bui hingga ajal menjemputnya. 

Tidaklah patut manusia membanggakan kejayaan  masa lalu, sebab waktu yang tersedia adalah sekarang dan esok hari.  Hari ini kita hadapi sebagai kenyataan, esok hari kita hadapi sepenuh harapan.

Yang lebih baik adalah mengulangi kesuksesan masa lalu dengan mengajak lebih banyak orang. Inilah cara berbagi yang paling bermanfaat.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.” (HR Muslim)

  • Pengalaman Menjadi Pengingat

Pengalaman mengingatkan kepada Anda bahwa telah ada kesalahan kemarin, dan hari ini harus Anda perbaiki. Ia juga tak lupa memberitahu, kemarin Anda telah mengerjakan tugas dengan baik, maka hari ini anda harus mempertahankannya atau bahkan meningkatkannya. Pengalaman ibarat peta perjalanan yang memandu kita untuk memilih jalur-jalur paling selamat dan  lebih baik.

Sesungguhnya, orang yang hari ini sama dengan kemarin adalah orang yang merugi, dan orang yang hari ini lebih buruk dari kemarin adalah orang yang celaka. Mereka itulah orang yang berjalan tanpa petunjuk, yaitu orang yang tidak tahu memanfaatkan pengalamannya.

Pepatah mengatakan,

“Saat pagi tiba, janganlah engkau menunggu sore. Dan saat sore tiba, janganlah engkau menunggu pagi.”

Sekarang adalah apa yang kita hadapi, esok hari masih berupa serangkaian rencana. Dengan usia yang makin tumbuh seperti saat ini, bukankah anda makin banyak pengalaman dari pada mereka yang lebih muda? Itu artinya, anda lebih banyak memiliki pengetahuan kehidupan. Ketika pengetahuan kehidupan anda lebih banyak, anda punya alasan untuk lebih percaya diri. 

[Yazid Subakti]

Jangan Berkecil Hati Ketika Sudah Mencapai Kepala Tiga

Jangan Berkecil Hati Ketika Sudah Mencapai Kepala Tiga

kepala tigaBanyak orang yang mungkin mulai merasa gelisah ketika sudah mencapai kepala tiga atau mungkin yang akan menjelang kepala tiga. hal yang paling dipikitkan adalah ketika masih belum mendapatkan jodoh atau menikah. Namun, jangangan pernah berkecil hati.

  • “Ya Allah, Usiaku Mendekati 30 …“

Jangan gelisah dengan usia yang mendekati 30. Lepaskan rasa gundah di tengah malam dengan menengadahkan tangan. Sampaikan kepada-Nya, “Ya Allah, usiaku mendekati 30 tahun. Kokohkanlah cintaku kepada-Mu, sebelum engkau tanamkan rasa cinta kepada yang lain. Semayamkan rasa rinduku hanya kepada-Mu, sebelum aku terlena dengan kerinduan yang lain. Tetapkanlah aku untuk berharap kasih sayang-Mu, sebelum aku mengharap kasih sayang dari yang lain”

  • Biarkanlah mereka memelihara mitos tentang usia 30

Banyak orang mengarang mitos tentang usia 30 tahun. Mereka katakan, “Usia kepala tiga adalah tonggak kelimpahan finansial. Jika di usia itu belum ada aset besar yang dimiliki, maka seterusnya ia akan jatuh miskin.

Segolongan lain berpendapat, “Saat usia 30 sudah datang sedangkan seseorang belum berjaya, maka di sisa usia berikutnya ia akan semakin terpuruk”

Yang lain lagi mengatakan, ”Usia 30 tahun adalah batas kritis peluang jodoh. Jika di usia itu ia tidak mendapatkan pasangan, maka untuk selanjutnya ia akan semakin sulit mendapatkannya”

Tidak perlu mempercayai mitos itu. Nasib manusia ada di tangan Allah dan Dia akan merubah sesuai ikhtiar hamba-Nya. Usia 30 tidak berbeda dengan usia belasan, ketika Anda tetap bersemangat dan memelihara jiwa muda. Peluang untuk mendapat rizki, kejayaan, dan jodoh di usia ini sangat dipengaruhi oleh sikap dan ikhtiar Anda.

  • Tentang usia

Usia seseorang terdiri atas usia kronologis dan usia biologis. Jika Anda menghitung umur dengan menjumlah tahun mulai dari tanggal kelahiran sampai hari ini, maka itulah usia kronologis. Usia biologis diukur berdasarkan kesehatan tubuh, yang mencerminkan seberapa baik Anda merawat kebugaran tubuh selama ini.

Anda yang berusia 30 tahun bisa saja secara biologis telah berusia 40 tahun jika  fungsi organ-organ tubuh dan pikiran Anda telah menurun. Ketika usia biologis jauh lebih tua dari usia kronologis, maka otot-otot Anda  tampak menyusut dan kekuatan jadi melemah.

Pastikanlah anda menjadi manusia dengan usia biologis yang awet muda.  Rawat organ tubuh yang dititipkan oleh-Nya itu dengan baik dan penuh amanah.

Rasulullah saw selalu bersemangat di sepanjang hidupnya. Beliau adalah seorang hamba yang selalu bermunajat kepada Allah, tetapi tak pernah lupa menggerakkan badan dan memakan makanan bergizi.

Olahraga membuat usia 30 tidak berjiwa lesu. Makanan bergizi membuat anda selalu bugar dan terhindar dari penyakit.

  • Katakan, “30 tahun saya bahagia”

Banyak pria merasa bahagia di usia 30 tahun, meski belum menemukan wanita solehah idamannya. Ia merasa bahagia karena hatinya bersyukur Allah tidak menjerumuskannya ke dalam lembah maksiat.

Banyak wanita  beranjak 30 tahun dan tampak ceria, sedangkan ia masih dalam keadaan lajang. Ia yakin Allah memilihkan waktu terbaik baik baginya untuk menemukan suami yang saleh.

Katakan, “Saya bahagia di usia 30 tahun” dengan penuh rasa syukur. Allah akan menanamkan rasa suka cita dan anda akan tampak bercahaya.

  • Katakan, “di Usia 30, saya makin percaya diri”

Mengapa Allah mengantarkan anda sampai usia 30 tahun dengan kesendirian? Boleh jadi Allah hendak memberi kesempatan seluas-luasnya bagi Anda untuk tampil memberi manfaat kepada ummat. Kelak Allah meringankan Anda dari beratnya beban keluarga, sebagaimana ayah dan ibu menanggungnya ketika telah berkeluarga.

Allah SWT berfirman yang artinya,

“Allah tidak memberi beban kepada manusia, kecuali atas kesanggupannya… ”(QS al-Baqarah : 286 )

Usia 30-an sesungguhnya sangat menyenangkan. Marilyn J. Sorensen, penulis buku “Breaking The Chain of Low Self Esteem”,  menyatakan bahwa usia 30-an akan terasa sangat menyenangkan karena Anda tahu bagaimana caranya memegang kendali, tahu bagaimana menyiasati pekerjaan-pekerjaan yang menumpuk, dan lebih mengerti cara mengatasi hubungan yang kurang baik dengan pasangan atau teman.

Sebuah survei terhadap 1500 orang wanita Inggris menyatakan, wanita memasuki masa emas saat berusia 30 tahun. Mereka merasa menjadi paling cantik pada usia 32 tahun. Orang-orang memandang wanita terlihat sangat menakjubkan pada usia awal 30-an.

Ketika perempuan mencapai usia 32 tahun, mereka merasa berada di posisi paling bahagia. Mereka memiliki keyakinan penuh dalam penampilan, kemampuan, dan kontrol atas masa depan mereka yang belum pernah dicapai di usia sebelumnya.

  • Jangan dengarkan ocehan orang-orang yang tidak paham

Banyak orang pandai berkomentar dengan melemparkan ocehan-ocehan. Sebagian komentar karena cinta. Mereka ingin menyadarkan Anda dan menjadikan anda lebih baik. Tetapi sebagian orang berkomentar negatif hanya untuk menjatuhkan dan menyulut permusuhan.

Mereka mengomentari anda yang tidak laku karena tidak segera berjodoh. Mereka melempar tuduhan anda suka pilih-pilih jodoh sampai akhirnya batas waktu memilih habis dan kesempatan tak datang kembali.  Sebagian mungkin mengomentari anda sebagai manusia sial yang tak layak mendapat jodoh. Bahkan mungkin ada yang menyimpulkan kalau sudah seusia Anda yang kepala tiga memang tidak akan mungkin calon jodoh akan mendekati.

Jangan dengarkan ocehan itu. Mereka tidak paham akan rahasia umur yang dipegang oleh-Nya. Mereka tidak pernah tahu misteri  takdir yang kini sedang anda perjuangkan dan tidak pernah mengaji tentang hakikat jiwa dan datangnya belahan jiwa.

Ucapkan terima kasih atas kesediaannya memberikan komentar. Ocehan itu bagaikan kicauan burung yang terkurung di sangkar-sangkar.

 

[Yazid Subakti]

Jadilah Seperti Mereka yang Menangisi Umurnya Karena Allah

Jadilah Seperti Mereka yang Menangisi Umurnya Karena Allah

karena Allah

Pra Nikah – Pastikan segala sesuatu yang kita perbuat hanya karena Allah. Hidup-mati, senang-sedih, dan lain sebagainya senantiasa membawa Allah untuk menemani.

A. Makna Tetesan Air Mata

Air mata adalah bukti ketaatan hamba kepada Rabb-Nya, bukti cinta dan kerinduan akan wajah-Nya. Allah SWT berfirman yang artinya,

“Dan apabila mereka mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan airmata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui.”  (QS. Al-Maidah: 83)

Rasulullah adalah orang yang amat tinggi cintanya kepada Allah. Beliau SAW diberikan banyak pengetahuan akan hal-hal yang dirahasiakan oleh Allah bagi manusia selainnya.

Anas bin Malik ra berkata, pada suatu hari Rasulullah SAW berkhutbah yang mana belum pernah aku mendengar khutbah Beliau yang seperti itu. Maka Beliau bersabda dalam khutbahnya itu,

“Andaikata kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu semua akan sedikit tertawa dan banyak menangis”. Anas berkata: “Saat itu para sahabat Nabi semuanya menutup wajah mereka sambil menangis tersedu-sedu.”  (HR. Bukhari dan Muslim)

B. Jangan Menangis Seperti Buaya

Saudara-saudara Nabi Yusuf menghadap ayah mereka, Nabi Ya’qub, menangis berpura-pura menyesal, sesaat setelah membuang Nabi Yusuf.  Tangisan palsu yang menipu.

Amatilah seekor buaya. Ia sering tampak basah matanya bukan karena tangis penyesalan. Ia menangis penuh kepura-puraan untuk membuat mangsa iba dan mendekat padanya. Kemudian mangsa itu akan dilahapnya.

Jangan menangisi berlalunya usia dengan sesal berkepanjangan. Ia sesungguhnya berjalan untuk membentuk kepribadian Anda. Jika hari-hari kemarin berlalu dengan amal baik dan sentuhan iman, Anda akan terbentuk menjadi pribadi yang baik dan makin mengesankan.

Jangan menangis untuk mengelabui diri sendiri, pura-pura menyesali kesalahan lampau, sedangkan dalam hati terdalam tak pernah bertekad untuk memperbaikinya.

C. Tangisan Pencuci Dosa

Imam Ali bin Abi Thalib adalah pribadi tangguh yang sering menangis di hadapan Allah. Beliau berkata,

“Menangis karena takut kepada Allah akan membuat hati menjadi tenang dan menghindarkan seseorang dari mengulang dosa.”

Seorang ahli hikmah, Faidh Kasyani berujar:

“Bila engkau melihat cahaya di dahiku, ketahuilah bahwa ia berasal dari cinta yang membara. Jika engkau menemukan dadaku bening dan bersih… Ketahuilah bahwa airmata telah mencucinya.”

Air mata dapat menjadi pencuci dosa-dosa. Menangis di tengah malam untuk menyesali dosa dan mengharap ampunan dari Allah adalah bagian dari kesempurnaan taubat. Menangis karena merasakan nikmat usia yang dikaruniakan Allah adalah bagian dari rasa syukur.

D. Menangisi Usia Yang Berlalu Tanpa Amal

Usia berlalu tanpa amal, adalah sumber penyesalan manusia yang mendalam. Allah SWT berfirman yang artinya,

“Maka hendaklah mereka sedikit tertawa dan banyaklah menangis, sebagai ganti atas apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. At-Taubah: 82)

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Telah dekat terjadinya hari kiamat. Tiada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah. Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis?”  (QS. An-Najm: 57-60)

Tetapi tangis dan penyesalan itu tidaklah diharapkan oleh Allah tanpa ikrar untuk berubah. Menangisi  sedikitnya amal tanpa bertekad memperbanyak di waktu berikutnya, hanyalah sebuah sandiwara yang menipu Allah.

Allah SWT berfirman yang artinya,

“Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman. Tetapi tidaklah mereka melakukan penipuan itu kecuali atas diri mereka sendiri, sedangkan mereka tidak merasakannya.” (QS AL-Baqarah :  9)

E. Menangis karena Allah

Allah SWT berfirman tentang sifat orang-orang yang beriman, yang artinya,

“…Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka (para nabi, para manusia pilihan dan yang mendapat hidayah), maka mereka menyungkur sambil bersujud dan menangis.”  (QS. Maryam: 58)

Rasulullah SAW, para sahabat, dan orang saleh menangis karena Allah. Tangisan ini adalah bentuk rasa takut dan taatnya kepada Allah. Itulah rasa takut yang menyelamatkan manusia dari api neraka.

Sahabat Ali as berkata, “Menangis karena takut kepada Allah akan membuat hati menjadi terang dan menghindarkan seseorang dari mengulangi dosanya.” Dan betapa banyak kegembiraan sesaat yang berakibat pada kesedihan abadi.” 

Allah SWT berfirman yang artinya,

“Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu membawa mereka (pergi berperang), lalu kamu berkata: ‘Aku tidak memiliki sesuatu untuk bisa membawa kalian’, lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran airmata kesedihan, lantaran mereka tidak memiliki sesuatu yang akan mereka belanjakan (sebagai bekal ke medan perang).”  (QS. At-Taubah: 92)

F. Jangan Dicemaskan Oleh Usia Yang Meninggi

1. Bukankah Allah telah melapangkan dadamu?

Bacalah surat Al Insyirah ayat pertama. Allah berfirman yang artinya,

Bukankah Allah telah melapangkan bagimu dadamu?” (Al Insyirah : 1)

Ayat ini berhubungan dengan karunia-Nya atas orang-orang yang hatinya terbuka menerima kebenaran dan petunjuk dari-Nya.

Jangan cemas oleh usia yang meninggi, jika pertambahan usia berarti semakin banyak cahaya kebenaran dalam hati Anda. Itu artinya anda semakin bersinar terang dan mudah untuk menggapai apa yang anda tujukan. Sementara itu orang lain sulit menerima kebenaran dan bersusah payah mencari jalan yang ditunjuki oleh-Nya.

2. Jangan Cemaskan Hari Esok

Hari esok bukan gelombang badai yang layak Anda takuti. Ia adalah serangkaian waktu yang menjadi buruk atau indah dengan ketentuan-Nya. Anda tidak pernah tahu ia akan datang dengan membawa kepahitan ataukah kegembiraan yang manis.

Oleh sebab itu fokuskanlah pada amal-amal sekarang yang pasti dapat Anda kerjakan. Milikilah perjalanan menit demi menit hari ini dengan berbuat. Perasaan memiliki akan membuat anda tidak merasa terbebani.

Buatlah daftar amal untuk esok hari. Tak ada yang lebih buruk dari menghadapi hari esok tanpa tahu apa yang harus diperbuat.

3. Katakan, “Usiaku Sekian, Aku Tetap Menanti”

Jika datangnya jodoh ada dalam genggaman takdir- Nya, maka berapapun usia Anda kini tidak ada hubungannya dengan baik atau buruknya jodoh. Allah memberikan pasangan makhluk sesuai yang Ia kehendaki.

Dengarkanlah berita-berita dari teman atau kerabat anda. Seseorang yang masih amat belia usianya ditakdirkan mendapat jodoh dengan pasangan yang jauh lebih tua. Dan seseorang yang sudah berusia tua mendapatkan pasangan salih yang jauh lebih muda.

Kepada seseorang yang Anda dambakan dari genggaman-Nya, katakan selalu “Aku tetap menunggumu”. Berdoalah kepad-Nya agar seseorang yang dirahasiakan itu segera bisa nampak.

 

[Yazid Subakti]