Jangan Disibukkan Oleh Ritual Cinta

Jangan Disibukkan Oleh Ritual Cinta

Pra Nikah – Fokus kepada perasaan cinta yang berlandas pada kecintaan kepada Allah, jangan perdulikan atau disibukkan dengan ritual cinta.

  • Biarlah mereka merayakan Valentine day

Mereka memuja hari cinta, Valentinea’s Day,  setiap tanggal 14 Febuari, jauh mengalahkan pengagungan orang mukmin terhadap hari Jum’at. Padahal Valentine berasal dari kisah yang penuh darah dan kebencian. Jauh dari sejarah cinta dan kasih sayang.

Kisah hari Valentine bermula dari sebuah negeri yang paling gemar berperang, yaitu Romawi. Pada Abad ke 3 Masehi, Kaisar Claudius II saat itu melarang pemuda-pemudi untuk menikah karena menginginkan mereka tetap lajang sehingga tenaganya bisa untuk menjadi tentara dalam setiap peperangan. Tetapi seorang pastor yang bernama Valentino dengan diam-diam menikahkan sepasang muda-mudi. Hal ini diketahui oleh sang kaisar dan membuatnya murka. Sang pastor diadili, dan dipenjara dengan penuh siksaan. Di akhir hidupnya, ia mendapat hukuman penggal kepala tepat pada tanggal 14 Februari 269.

Sejak saat itu, banyak pemuda memujanya dan memberi gelar Saint kepada Valentino yang telah membela hak pemuda-pemudi untuk menikah. Ia seakan menjadi sebagai ‘cupid’, yaitu sosok malaikat bersayap yang selalu membawa panah dan memburu hati.

Apakah sejarah berdarah itu layak anda bingkai sebagai momentum cinta? Apakah peristiwa pemenggalan kepala dan simpati kepadanya akan menghiasi kisah cinta suci?

Mereka larut dalam ketidaktahuan dan kekosongan akal.

  • Mereka mengadakan pesta-pesta percintaan dan berpacaran

Para pemuda menjalin cinta dengan cara yang batil. Mereka mengikat janji sehidup semati, di taman-taman kota dan tempat wisata. Kemudian mereka membuat perjanjian-perjanjian.  Mereka menikmati perasaan indah yang menggelayuti hari-hari pertautan hati itu.

Allah berfirman yang artinya,

“Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran :14).

Tetapi mereka meninggalkan tanggungjawab kasih sayang dan fitrahnya.

Sesungguhnya sangat sulit untuk mengatakan bahwa pacaran itu pernyataan cinta. Semua bentuk itu hanyalah bersenang-senang tanpa ikatan tanggung-jawab di antara mereka. Bahkan tidak ada kepastian tentang kesetiaan dan seterusnya.

Mereka mengatakan “Inilah cara kami mengenal dan melakukan penjajakan”. Padahal penjajagan dengan cara demikian tidak memberikan gambaran sesungguhnya atas pengetahuan yang perlu dalam sebuah persiapan pernikahan.

Mereka tidak berusaha saling ta`aruf.  Mereka jauh dari proses saling mengenalkan diri. Sebab kecenderungan dalam pacaran adalah menampilkan sisi-sisi terbaiknya saja, meski harus palsu. Maka, kesan indah saat pacaran itu tidak akan ada terus menerus di dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Akhir petualangan mereka adalah kepedihan demi kepedihan. Sebab kebanyakan dari muda-mudi yang menjalin cinta dengan cara demikian akan merasakan patah hati. Atau, mereka akan berlanjut hingga ke pelaminan, kemudian harus berselisih karena mendapati sifat yang tak seindah dulu.

  • Mereka bertanya kepada paranormal tentang kecocokan cinta

ritual cintaPerdukunan terus hidup menembus zaman, karena ia terpelihara oleh syetan dan orang-orang bersekutu dengannya. Setan tak pernah lelah menyesatkan manusia, hingga hari kiamat datang.

Dan dari Abu Hurairah juga : “Barang siapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun dan dia percaya dengan apa yang dikatakannya meka dia telah kufur dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW.” [HR Muslim]

Di antara perilaku sebagian pemuda ketika mencari cinta adalah dengan mendatangi paranormal (‘Arraf) atau dukun (Kahin).  Orang-orang ini mengaku mengetahui kejadian yang akan datang, kejadian tersembunyi, atau kejadian yang jauh letaknya.

Diriwayatkan juga oleh oleh Abu Daud dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi SAW. bersabda yang artinya : “Barang siapa yang mendatangi seorang dukun dan dia percaya dengan apa yang dikatakannya maka dia telah kufur dengan apa yang telah diturunkan kepada Muhammad SAW.” [HR Muslim]

Mereka bertanya tentang kecocokan tanggal lahir dengan tanggal lahir calon pasangan yang ia idamkan.

Mereka menanyakan hari paling untuk melangsungkan perkenalan dan pernikahan. Lalu mereka meramalkan nasib di balik nama mereka dan kedekatan jodoh yang berkaitan dengannya. Dan mereka meramalkan arah jodoh dari berbagai penjuru mata angin, berdasarkan keberuntungan hari itu. Bahkan, sebagian di antaranya meminta jimat dan mantra untuk memikat cinta seseorang yang menjadi dambaan hatinya.

Anak-anak muda itu  telah kehilangan akan sehat. Mereka tidaklah datang dengan membawa kabar gembira, melainkan tipu daya dan kedustaan yang besar. Rahasia tentang kejadian ghaib, peristiwa yang belum terjadi, dan sesuatu yang tersembunyi dalam hati hanya Allah yang mengetahui.

Allah Ta’ala berfirman artinya : “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidaklah jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering melainkan tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh ).” [Al-An’am : 59]

Bahkan Rasulullah SAW tidak mengetahui hal-hal ghaib kecuali kabar yang datang dari Allah melalui wahyu kepadanya.

Ketika Rasulullah SAW. mendapat pertanyaan tentang hari kiamat, beliau tidak mampu menjawab. Jika kekasih Allah tidak mendapat karunia kemampuan melihat ghaib, lalu bagaimanakah dengan para dukun dan paranormal yang jauh dari-Nya?

Dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim dari istri-istri Rasulullah SAW. dari Nabi SAW., beliau bersabda yang artinya : “Barang siapa yang mendatangi seorang dukun dan bertanya sesuatu maka dia tidak akan diterima sholatnya selam empat puluh hari.”

  • Mereka mencari cinta dari ramalan bintang

Sebagian di antara pemuda mengembalikan dirinya ke zaman pra sejarah dengan kesukaannya meramal tanda alam dan simbol benda-benda yang dikeramatkan. Kejahiliyahan ini terulang pada zaman ketika Rasulullah saw dilahirkan dan kini ditiru oleh sebagian anak muda dalam menanti jodoh.

Di antara tradisi jahiliyah yang kini kembali disukai adalah ramalan bintang. Mereka begitu yakin akan kebenaran tukang ramalnya, sehingga setiap hari mendengarkan radio dan menonton televisi yang menyiarkan nasib mereka hari itu. Ramalan bintang biasanya berkisar pada empat nasib, yaitu kesehatan, cinta atau jodoh, karir, dan keuangan. Ketika ramalan mengatakan nasib cinta mereka baik hari ini, mereka pun tampak ceria dan bersemangat. Tetapi apa daya, janji peramal tak kunjung datang. Tidak ada kekasih yang datang menghampiri.

Ketika peramal mengatakan hari ini mereka sedang buruk nasib cintanya, mereka tampak lesu dan muram. Mereka putus asa seolah kata-kata itu benar dan Allah tidak berkuasa atas mereka.

Tidak ilmu untuk meramal bagi peramalnya, mereka hanya mereka-reka seperti anak kecil menebak isi permen dalam kaleng. Tak ada keilmiahan dan keakuratan dari hasil ramalan bintang. Semuanya adalah kedustaan dan penipuan.

Ketahuilah, posisi bintang dan tanggal lahir anda sama sekali tidak mempengaruhi kehidupan cinta Anda. Sebuah studi menyatakan bahwa hanya 3% saja ramalan yang sesuai dengan kenyataan, itupun lebih karena kebetulan. Sedangkan sisanya 97% adalah salah total.

Biarlah mereka tenggelam dan tertipu. Sementara anda tetap di jalan yang lurus.

Allah ta’ala telah berfirman yang artinya, “Katakanlah, ‘Tidak ada sesuatu pun yang ada di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”. (QS. An-Naml: 65)

 

[Yazid Subakti]

Jangan Ditipu oleh Cinta Berbalut Nafsu

Jangan Ditipu oleh Cinta Berbalut Nafsu

Pra Nikah – Sebagian manusia telah terbelenggu oleh cinta berbalut nafsu, yaitu cinta dunia yang beserta dengan perasaan takut mati. Rasulullah saw mengingatkan,

“Hampir saja orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian seperti menyerbu makanan di atas piring’. Seseorang bertanya: ‘Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?’ Beliau bersabda: ‘Bahkan kalian pada waktu itu banyak sekali, akan tetapi kalian seperti buih di atas air. Dan Alloh mencabut rasa takut musuh-musuh kalian terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn’. Seseorang bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah wahnitu?’ Beliau bersabda: ‘(wahn adalah) Mencintai dunia dan takut mati”. (HR Abu Dawud)

Bagaimanakah seseorang akan berjodoh dengan cinta yang indah ketika ia terbelenggu? Bagaimanakah Allah akan mempertemukan anda dengan pasangan terbaik kalau anda terikat kuat oleh tali kekang harta?

A. Cinta yang menggebu biasanya berbalut nafsu

Ada kalanya perasaan cinta sangat menggebu dan ingin segera mempertemukan satu jiwa dengan jiwa lainnya.  Cinta seperti ini terus menerus mendorong anda untuk memburunya tanpa berpikir bagaimana keadaan anda saat itu dan keadaan dia. Anda merasa tak berdaya untuk membangunkan kesadaran diri agar bersabar dan menanti saat terbaik untuk dipertemukan oleh Allah yang Maha Mencintai.

Cinta yang menggebu kadang harus kita waspadai. Boleh jadi cinta yang seperti ini hanyalah hasrat yang terbalut nafsu. Tidak ada kebaikan nafsu kecuali syaitan akan menyertai dan menjermuskan.

Allah telah berfirman yang artinya,

“Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” [QS Shad : 26]

Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesung- guhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesung- guhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” [QS. Qashash : 50]

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.” [QS. Al Mu’minun : 71]

“Lalu keduanya tergelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan keluar dari keadaan semula  dan Kami berfirman: ‘Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.’” [QS. Al Baqarah : 36]

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat tertipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.” [QS. Al Baqarah : 27]

B. Cinta yang semu

cinta berbalut nafsuCinta yang semu berarti cinta yang penuh kepura-puraan atau cinta yang tidak dapat terpercaya kesungguhannya. Apakah Cinta yang anda rasakan itu hanyalah cinta yang semu? Kenalilah melalui tanda-tanda berikut ini,

  • Tidak dapat mengandalkan pengorbanannya karena tujuannya hanyalah nikmat dan keindahannya saja.
  • Berkorban baginya tidak membawa nikmat dan memberikan sesuatu kepadanya tidak menimbulkan perasaan rela.
  • Meluangkan waktu bagi yang ia cintai terasa tidak begitu penting karena menganggap masih banyak waktu-waktu lain yang dapat meluangkan untuknya.
  • Tidak ada keinginan menyebut atau mengingat nama yang ia cintai karena menganggap bahwa yang terpenting adalah rasa di hati. Padahal hati tidak dapat terukur.
  • Tidak terlalu merindukan yang ia cintai ketika jauh, dan merasa cemburu terhadap apa yang akan terjadi pada yang ia rindukan.
  • Ada sisi lain yang ia harapkan dari yang ia rindukan selain jiwanya, misalnya mengharapkan harta, keturunan, bangga akan parasnya, jaminan masa depan, perlindungan, dan sebagainya.
  • Kadangkala cinta semu tersamarkan dengan istilah “memilih secara rasional”, padahal yang sesungguhnya terjadi adalah menjalin hubungan secara oportunis (hanya mencari keuntungan semata).

C. Oleh sebab apakah anda dicintai?

Para generasi salaf dan orang-orang bijak memberikan nasehat kepada pemuda,

Jika ia mencintai anda karena harta yang anda miliki, maka ia akan  meninggalkan anda ketika harta telah ia dapatkan atau anda tertimpa kebangkrutan.

Jika ia mencintai anda karena kecantikan yang anda miliki, maka ia akan mencari pengganti lain ketika kecantikan anda semakin memudar.

Jika  ia mencintai anda karena kedudukan yang anda tempati saat ini, maka ia akan pergi menjauh ketika kedudukan anda tidak lagi di masa kejayaan.

Jika ia mencintai anda karena kemasyhuran keluarga anda selama ini, maka ia akan menghilang saat keluarga anda tertimpa musibah.

Jika ia mencintai karena kecerdasan akal dan keceriaan anda selama ini, maka suatu saat ia akan meninggalkan anda ketika ia melihat anda murung dan didera masalah.

Jika anda dicintai karena keserasian tubuh anda yang dianggap ideal baginya, maka suatu saat ia akan berpindah ke tubuh lain saat anda mulai menua dan rapuh.

Jika anda dicintai karena kehangatan perhatian yang anda berikan kepadanya, maka suatu saat anda akan ditinggalkan ketika anda dilanda kesibukan.

Jika anda dicintai hanya karena kebetulan ia jatuh cinta kepada ANda, maka hampir pasti ia akan segera menjauhi anda saat dirinya menyadari kriteria jodoh yang ia dambakan selama ini.

Maka janganlah menjadi orang yang mendapat cinta bukan karena Allah dan ingin menegakkan sunnah Rasul-Nya. Cinta yang bukan karena Allah menyebabkan seseorang tidak merasa berdosa ketika berkhianat. Jika cinta itu bukan karena Allah, maka ia adalah karena syetan. Dan syetan adalah musuh yang nyata.

D. Cinta buta

Cinta buta adalah cinta tanpa akal. Seseorang yang terlibat cinta buta menjadikan hawa nafsu sebagai api penyemangatnya, dan menjadikan syetan sebagai bala bantuannya.

Kisah cinta buta ini sudah amat tua, yaitu sejak generasi kedua penciptaan manusia yaitu oleh Qabil. 

Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi.” [QS. Al Maidah : 30]

Cinta buta menjadikan seseorang melakukan apapun untuk yang ia cintai, tanpa peduli alasan yang mendasari dan akibat yang akan ia timbulkan. Ia benar-benar akan bertindak di luar kesadaran dan jauh dari akal sehat.

Jauhilah cinta buta, sebab kesadaran akan kesalahan cinta buta sering terjadi ketika manuisa telah berada di saat paling terpuruk, bahkan saat berada di tiang gantungan beberapa detik menjelang kematiannya karena bunuh diri. 

[Yazid Subakti]

Tangga Cinta

Tangga Cinta

Pra Nikah – Tangga cinta, sebagian cinta berada di tingkatan amat luhur dan mulia dan hanya terhadi pada siatuasi dan orang tertentu. Kenalilah tingkatan-tngkatan itu sebelum anda menemukan kekasih yang akan menjadi belahan jiwa anda. Agar cinta anda tak salah kepadanya.

Al Jauziyah menuliskan tingkatan cinta itu sebagai berikut,

  • Alaqah. Alaqah artinyahubungan atau kaitan”. Disebut demikian karena adanya hubungan antara hati seseorang dengan sang kekasih.
  • Iradah (kehendak). Ia adalah kecenderungan atau kecondongan hati seseorang kepada seseorang yang dicintai dan dicarinya.
  • Shababah, yaitu tumpahnya perasaan hati kepada kekasih yang tidak terbendung, seperti tumpahnya air ke tempat curahan.
  • Gharam (cinta yang menyala), yaitu cinta yang benar-benar merasuk ke dalam hati dan tidak terpisahkan darinya.
  • Widad (kasih), merupakan sifat cinta dan inti dari cinta itu sendiri. Di antara sifat Allah adalah  Al-Wadud. Ada dua makna tentang sifat ini, yaitu Allah yang dicintai dan Allah yang mencintai hamba.
  • Syaghaf (cinta yang mendalam). Maksudnya adalah merasuknya rasa cinta sampai ke hati yang paling dalam, seperti cintanya Al-Aziz terhadap Nabi Yusuf Alaihis-Salam.
  • Isyq, yaitu cinta yang memuncak dan berlebih-lebihan, sehingga khawatir akan menimbulkan dampak terhadap orangnya.
  • Tatayyum, atau penghambaan dan merendahkan diri. Taimullah artinya hamba Allah. Yutmu artinya kesendirian. Mutayyam artinya orang yang menyendiri dengan cintanya, seperti kesendirian anak yatim karena kepergian ayahnya.
  • Ta’abbud. Ini setingkat di atas tatayyum. Hamba ialah yang dirinya telah menjadi kuasa sang kekasih dan tak ada sesuatu pun yang menyisa bagi dirinya. Semua yang ada pada dirinya menjadi milik kekasihnya, zhahir maupun batin. Inilah yang menjadi hakikat ubudiyah. Siapa yang sempurna ta’abbud-nya, maka sempurna pula tingkatannya. Jika martabat anak Adam sudah mencapai kesempurnaan ini, maka Allah menempatkannya pada kedudukan yang mulia. Saya pernah mendengar Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Saya mencapai martabat ini berkat kesempurnaan ubudiyah kepada Allah dan kesempurnaan ampunan Allah.

Hakikat ubudiyah ialah cinta yang sempurna, merendahkan diri kepada kekasih dan tunduk kepadanya. Bangsa Arab biasa berkata, “Thariqun ma’bad”, artinya jalan yang sudah tunduk dan halus karena sering terlewati.

  • Khallah, yaitu cinta yang sudah merasuk ke dalam ruh dan hati orang yang mencintai, sehingga di dalamnya tidak ada tempat bagi selain kekasihnya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menjadikan aku sebagai kekasih, sebagaimana Dia menjadikan Ibrahim sebagai kekasih.”

Adakah cinta-cinta itu telah tertanam di hati anda? Manusia berlomba mendaki tangga cinta hingga mencapai pendakian tertinggi. Cintailah kekasih dengan tingkatan yang tidak berlebihan. Jadikan rasa cinta itu sebagai bentuk kecintaan kepada Allah, sehingga anda tidak akan mencintai dia melebihi cinta kepada-Nya.

Mereka mati dalam cinta

tangga cintaSejenak, mari kita ingat kembali peristiwa perang Uhud yang bersejarah.

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa ketika orang-orang meninggalkan Nabi SAW sewaktu keadaan mulai genting karena barisan pemanah di bukit tidak mau mengikuti perintah Rasulullah dan musuh erbalik menyerang, para sahabat-sahabat menjadi perisai hidup bagi Rasulullah dari desakan panah-panah kaum musyrikin.

Abu Thalhah adalah seorang pemanah ulung dan selalu tepatmengenai sasarannya. Setiap anak panah yang terlepaskan olehnya ke arah kaum Musyrikin selalu teramati oleh Rasulullah saw, pada sasaran manakah anak panah itu menancap.

Kemudian Abu Thalhah berkata: “Demi ayah dan ibuku, yang menjadi tebusanmu, tak usahlah anda mengamatiku nanti terkena panahan musuh. Biarlah mengenai leherku asalkan lehermu selamat.“ 

Abu Dujanah melindungi Nabi saw dengan dirinya, sementara panah-panah musuh bertubi-tubi menghujam di punggungnya. Demikian pula Ziyad bin Sakan. Ia memayungi Rasulullah saw dengan dirinya sampai gugur bersama lima orang sahabatnya.

Anda akan bersama orang yang anda cintai

Buatlah pembuktian rasa cinta anda kepada orang yang anda cintai itu menjadi nyata. Sesungguhnya anda akan hidup kelak  bersama orang yang anda cintai.

Dari Anas bin Malik RA, bahwa seorang Arab badui bertanyakepada Rasulullah SAW: “Kapankah kiamat itu tiba?” Rasulullah SAW bersabda: “Apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapinya?” Lelakiitu menjawab: “Cinta Allah dan Rasul-Nya.” Rasulullah SAW bersabda: “Kamuakan bersama orang yang kamu cintai” (HR Muttafa‘alaihi).

Cintailah rasulullah, dan anda akan bersamanya kelak di surga Allah. Cintailah suami atau isteri anda karena Allah, kelak anda akan dihimpun bersamanya.

 

[Yazid Subakti]

“Apakah aku layak dicintai?”

“Apakah aku layak dicintai?”

Pra Nikah – Seandainya pernah timbul pertanyaan dalam benakmu, “Apakah aku layak dicintai?”, maka jawabannya sebenarnya telah ada di dalam dadamu.

  • Sebab, Cinta itu memberi

Ketika Khadijah Al Kubra mencintai Muhammad bin Abdullah, ke manakah hartanya yang melimpah itu? Harta itu ia korbankan di jalan juang yang sedang kekasihnya lalui. Konglomert Qurasy itu bahkan tidak menghitung berapa yang tersisa dari hasil perniagaannya karena semakin banyak ia memberi, semakin kurang rasanya apa telah ia berikan. Ketika pemberian itu ia curahkan, ia tidak pernah menginginkannya kembali.

Ketika Rasulullah mengatakan cinta kepada ummatnya, ia berikan hati beliau sampai akhir hayatnya. Para sahabat membuktikannya ketika mereka masih mendengar kata-kata “Ummati” dari mulut Rasulullah pada detik-detik terakhir kehidupan beliau.

Saat Anda ingin mencinti seorang kekasih, apakah anda berharap limpahan ataukah akan memberi limpahan kepadanya? Selama anda hanya berharap limpahan cinta dan segala yang ia punya, maka anda belum layak untuk mencapatkan cinta. Itu artinya anda belum siap mencintai dan hanya akan membuat ketimpangan.

  • Bagaimana orang Mencintai Anda?

Ada beragam jenis cinta yang Anda akan memiliki salah satunya atau beberapa di antaranya. Tingkatan yang  paling tinggi dan paling mulia ialah cinta karena Allah dan di dalam agama Allah, yaitu cinta yang mengharuskan mencintai apa-apa yang Allah cintai, lakukan berlandaskan cinta kepada Allah dan RasulNya.

Jenis kedua adalah cinta yang terjalin karena kebutuhan fitrah untuk menemukan teman hidup yang memiliki kesamaan dalam cara hidup dan pandangan. Cinta seperti ini menyatukan manusia dan menjadikan mereka pasangan yang setia, tetapi tidak dengan cita-cita mulia menuju surga karena tidak ada tujuan pasti (akhirat) yang mereka rencanakan.

Jenis ketiga adalah cinta yang motifnya karena ingin mendapatkan sesuatu dari yang ia cintai. Laki-laki menginginkan kecantikan wanita dan wanita menginginkan harta laki-laki. Mereka saling tertarik dan merasa saling membutuhkan, kemudian mengikat diri sebagai pasangan.  Cinta seperti akan hilang bersama hilangnya apa yang ingin ia dapatkan dari orang yang ia cintai.  Jika seseorang mencintai anda karena menginginkan sesuatu yang pada anda, maka ia akan meninggalkan anda ketika telah mendapat apa yang ia inginkan.

Ada lagi jenis keempat, yaitu cinta karena adanya kesesuaian antara gelombang hati orang yang menyinta dan yang ia cintai. Inilah yang disebut Al isyq  yang merupakan perpaduan  antara tautan rasa pada ruh dan jiwa.

  • Berlatihlah  untuk siap dicintai!

aku layak dicintaiLatihlah diri anda  menjadi hamba yang layak mendapatkan cinta. Yaitu cinta oleh Allah dan manusia yang Anda dambakan.

Jadilah hamba yang mengetahui hakikat diri sendiri sebelum mengenal oleh orang lain. Bagaimanapun juga anda harus menjelaskan tentang diri anda kepada orang yang akan mencintai anda sebelum ia kecewa di belakang. Jadilah hamba yang mengakui kelemahan diri. Sifat menutupi diri sendiri menjadi penghalang bagi untuk mengetahui dengan pasti bagian mana yang harus memperbaiki dari anda. Dan jadilah hamba yang memiliki kekuatan, apapun kekutan itu. Jadilah hamba yang kuat dalam berpikir, atau kuat dalam merasa, atau kuat dalam memberi pengaruh, atau kuat dalam melakukan ikhtiar. Kekuatan yang muncul dari dalam diri adalah salah satu pesona yang akan menjadi pelengkap ketika anda menemukan jodoh.

Jadilah hamba yang mandiri, mampu mengurus diri sendiri tanpa campur tangan orang lain.

Bagaimanakah anda akan memberi perhatian kepada pasangan jika anda sendiri belum selesai mengurus diri sendiri? Jadilah pribadi yang siap mendengarkan suara kebaikan yang orang sampaikan. Mendengarkan adalah salah satu pintu terabik untuk membuka hati dan mengisi kebaikan-kebaikan di dalamnya. Anda akan sering mendengarkan pasangan kelak ketika telah menyatu dengannya. Dan jadilah pribadi yang memiliki perencanaan hidup jangka panjang. Anda akan melangkah bersama pasangan untuk waktu yang hanya Allah yang mengetahuinya. Perencanaan akan mengarahkan langkah anda ke mana dan di titik mana saja perhentian-perhentian terlalui.

Jangan terlalu cepat mengambil keputusan sampai anda benar-benar tahu apa yang harus anda pertimbangkan, jangan terlalu lambat pula mengambil keputusan jika kemantapan tentangnya. Jangan membiarkan hati bimbang dan penuh keraguan. Kebimbangan dan keraguan adalah pintu masuknya setan yang membawa was-was dan kecemasan. Dan jangan  berharap orang lain akan memberi bantuan. Mereka memiliki urusan yang bahkan lebih besar dari anda, sedangkan urusan anda hanyalah satu episode kecil.

Jangan mengumbar senyum dan taw di banyak tempat dan lingkungan. Terlalu banyak tawa menghilangkan wibawa dan menjadikan orang memandang rendah kepada anda. Jangan menampakkan harta benda yang anda miliki. Boleh jadi seseorng akan mendatangi anda menyatakan cintanya, padahal yang hatinya hanyalah menginginkan harta anda. Dan jangan menonjolkan keelokan wajah dan tubuh yang sempurna. Boleh jadi seseorang akan datang meminta dinikahi, sedangkan hatinya condong kepada syahwat belaka. 

Ke Mana Cinta Mengalir?

Ke Mana Cinta Mengalir?

Pra Nikah – Tidaklah cukup seseorang mengatakan diri beriman sebelum hatinya dipenuhi oleh rasa cinta mengalir kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. 

  • Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya

Rasulullah SAWbersabda, 

“Tidaklah beriman seseorang di antara kamu, sehingga aku lebih ia cintai daripada hartanya, anaknya, dan semua manusia.“ (Muttafaq ‘alaih)

Di dalam Ash-Shahih menyebutkan dari Anas bin Malik ra, dia berkata,

“Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ”Tiga perkara, siapa yang apabila tiga perkara ini ada padanya, maka dia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu: Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada (cintanya kepada) selain keduanya, dia mencintai seseorang dan tidak mencintainya melainkan karena Allah, dan dia benci kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya dari kekufuran itu, sebagaimana dia benci masuk ke neraka.”

Cinta seharusnya mengalir ke hadapan Allah sebagai dzat yang lebih cinta daripada makhluk-Nya.

  • Merindukan Allah

Cinta selalu beriring dengan rindu. Ia seperti dua sayap yang mengepak bersama dan saling menguatkan.

Orang-orang yang mencintai Allah adalah mereka yang merindukan wajah-Nya. Mereka yakin perjumpaan itu akan menimbulkan kenikmatan. Mari kita renungi doa rasulullah saw sebagaimana dalam Shahih Ibnu Hibban,

“Ya Allah, dengan pengetahuan-Mu tentang yang ghaib dan kekuasaan-Mu atas makhluk, hidupkanlah aku selagi hidup ini baik bagiku, dan matikanlah aku selagi mati itu baik bagiku. Aku memohon ketakutan kepada-Mu saat sepi dan ramai. Daku memohon kepada-Mu kalimat yang benar saat marah dan ridha. lAku memohon kepada-Mu kesederhanaan saat fakir dan kaya. iAku memohon kepada-Mu kenikmatan yang tidak habis. iAku memohon kepada-Mu kesenangan hati yang tidak terputus. Aku memohon kepada-Mu ridha setelah qadha’ dan hidup yang dingin setelah kematian. Aku memohon kepada-Mu kenikmatan memandang Wajah-Mu. dan aku memohon kepada-Mu kerinduan berjumpa dengan-Mu, tanpa ada kesempitan dan mudharat, tanpa ada cobaan yang menyesatkan. Ya Allah, hiasilah kami dengan hiasan iman dan jadikanlah kami pemberi petunjuk orang-orang yang mengikuti petunjuk.”

Itulah kerinduan. Itulah kenikmatan memandang Wajah Allah dan kerinduan berjumpa dengan-Nya dan itulah kerinduan yang tertanam pada hati orang-orang beriman dan pemiliki cinta sejati.

  • Pembuktian Cinta

cinta mengalirPengakuan cinta anda tidaklah cukup sebelum anda membuktikan kepada kekasih anda. Begitu banyak orang yang mengaku memiliki cinta, maka mereka pun harus untuk membuktikan pengakuan itu.

Ketika Anda mengaku mencintai Allah, maka anda harus untuk membuktikannya dengan mencintai Rasul-Nya.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Katakanlah, jika kalian (bcnar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah meugasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian’.” (QS. Ali Imran: 31).

Mencintai Rasulullah, menjadikannya sebagai kekasih, dan larit dalam sunnahnya adalah syarat cinta.  Inilah ujian yang dari oleh Allah kepada para hamba yang mengaku beriman. Bertanyalah kepada diri sendiri, apakah ujian itu telah anda buktikan kelulusannya di hadapan Allah.

  • Cinta itu ketika Anda bersama Allah

Ibnu Qayyim Al Jauziyah menulis dalam Madarijus Salikin tentang apa yang oleh Abu Bakar Al- Kattany berikut ini,

“Di Makkah diadakan dialog tentang masalah cinta, tepatnya pada musim haji. Banyak syaikh yang mengungkapkan pendapatnya tentang cinta ini. Sementara Al-Junaid saat itu merupakan orang yang paling muda di antara mereka.

Orang-orang berkata kepadanya,”Sampaikan pendapatmu wahai penduduk dari Irak.”

Beberapa saat Al-Junaid menundukkan pandangannya dan air matanya pun menetes perlahan-lahan.

Dia berkata, “Cinta ialah jika seorang hamba lepas dari dirinya, senantiasa menyebut nama Rabb-nya, memenuhi hak-hak-Nya, memandang kepada-Nya dengan sepenuh hati, seakan hatinya terbakar karena cahaya ketakutan kepada-Nya, yang minumannya berasal dari gelas kasih sayang-Nya, dan Allah Yang Maha Perkasa menampakkan Diri dari balik tabir kegaiban-Nya. Jika berbicara atas pertolongan Allah, jika berucap berasal dari Allah, jika bergerak atas

perintah Allah, jika dia beserta Allah, dia dari Allah, bersama Allah dan milik Allah.”

Mendengar ungkapannya ini semua syaikh yang hadir di sana menangis, dan mereka berkata, “Ungkapan ini sudah tidak memerlukan tambahan lagi. Semoga Allah melimpahkan pahala kepadamu wahai mahkota orang-orang yang arif”

Cinta itu ada ketika anda bersama Allah. Dia tidak ada atau seperti nihil ketika anda meniadakan Allah dalam hati yang kosong. 

  • Kaum yang mencintai Allah

Di antara sebagian ciri orang yang mencintai Allah adalah mereka yang tersebutkan dalam firman-Nya yang artinya,

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, maka kelak akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang Mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah dan yang tidak takut terhadap celaan orang yang suka mencela.” (Al-Maidah: 54).

Para pecinta Allah adalah mereka bersikap lemah lembut terhadap orangorang Mukmin. Sementara itu terhadap orang kafir amat tegas dan keras. Orang yang mencintai Allah akan berjuang membela agama-Nya, berjihad dengan apapaun yang mereka miliki sebagai perwujudan pengakuan cinta. Mereka tidak peduli terhadap celaan orang yang suka mencela karena urusan Allah. 

[Yazid Subakti]

Cinta, Orang yang Beriman Sangat Mencintai Allah

Cinta, Orang yang Beriman Sangat Mencintai Allah

Mencintai Allah – Cinta adalah kehidupan, sehingga orang yang tidak memilikinya seperti orang mati. Cinta adalah cahaya, maka barang siapa yang tidak memilikinya seperti berada di tengah lautan yang gelap gulita. Cinta adalah obat penyembuh, maka siapapun yang tidak memilikinya akan merasa hatinya terendap berbagai macam penyakit. Dan cinta adalah kelezatan, sehingga siapapun  yang tidak memilikinya akan merasa seluruh hidupnya menjadi kegelisahan dan penderitaan. Cinta adalah ruh iman dan amal, kedudukan dan keadaan, yang jika cinta ini tidak ada di sana akan menyebabkan jasadnya bagaikan tidak memiliki ruh. Demikian dokter cinta, Ibnu Qayyim AL Jauziyah pernah mengatakan. 

Al Jauziyah melanjutkan, bahwa cinta tidak bisa hanya dengan batasan-batasan tertentu. Sebab batasan-batasan itu justru membuat cinta semakin sulit terdeteksi dan tersembunyi. Batasannya adalah keberadaannya. Tidak ada sifat yang lebih pas untuk cinta selain dari kata cinta itu sendiri.

  • Saat anda merasakan cinta

Saat anda merasakan cinta, ada banyak ungkapan yang dapat anda tuliskan tentang diri Anda. Jika anda bertanya kepada Imam Ibnu Qayyim AL Jauziyah tentang cinta, beliau rahimahumullah telah menjawabnya,

Cinta adalah kecenderungan yang terus-menerus di dalam hati yang membara.

lCinta itu mementingkan yang dicintai dari segala yang menyertai.

Cinta membuat anda menyesuaikan diri dengan sang kekasih, ketika berada di dekatnya atau saat jauh darinya.

Anda menganggap sedikit pemberian anda yang banyak terhadap kekasih dan menganggap banyak pemberian kekasih kepada dirimu yang sedikit.

Cinta ditandai dengan masuknya sifat-sifat kekasih ke sifat orang yang mencintai. Maksudnya, nama sang kekasih dan sifat-sifat merasuk ke dalam hati orang yang mencintai, sehingga tidak ada yang menguasainya selain dari itu.

Cinta itu menundukkan pandangan hati dari selain kekasih karena cemburu dan menundukkan pandangan dari kekurangannya.

lCinta adalah kecenderunganmu kepada sesuatu secara total, lalu engkau lebih mementingkannya dibanding terhadap dirimu dan hartamu, lalu engkau menyesuaikan diri dengannya secara lahir dan batin, kemudian engkau mengetahui kekuranganmu dalam mencintainya.

Cinta adalah ketidak sadaran yang tidak bisa sembuh kecuali menyaksikan sang kekasih. Ketika sudah menyaksikannya, maka ketidak sadarannya justru semakin sulit digambarkan.

Cinta adalah perjalanan hati menuju sang kekasih dan lisan senantiasa menyebut namanya. Perjalanan ini bermakna kerinduan untuk bersua dengannya.

  • Allah menanamkan rasa cinta manusia kepada pasangannya

Tiadalah rasa cinta itu tumbuh kecuali Allah telah menanamkannya di hati para hamba. Dia mentakdirkan manusia mendapatkan jodohnya, kemudian mereka saling mencintai karena-Nya. Itulah cinta yang mendatangkan rasa bahagia dan kemuliaan.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” [QS. Ar Ruum : 21]

  • Cinta bisa melelahkan

mencintai AllahCinta  itu indah dan dapat melebihi keindahan yang pernah terbayang oleh manusia dengan alam sadarnya.  Oleh karena itu, ia akan sangat melelahkan jika Anda memperlakukannya dengan cara yang tidak semestinya. Anda akan lelah oleh cinta jika,

  • Sibuk berdiskusi untuk merumuskan definisi dan pengertian terbaik tentangnya.
  • lSibuk membicarakannya hingga lupa perkataannya sudah terlalu jauh dan meninggalkan pembicaraan lain yang lebih penting.
  • Sibuk mengejarnya tanpa memahami lebih dahulu dengan benar. 
  • Sibuk mencari gambaran nyatanya, padahal ia hanyalah akan menjadi nyata kalau manusia telah merasakannya.
  • Subuk mengungkapkan perasaannya, padahal ia sering tak terungkapkan oleh kata-kata.

Termasuk dalam buku yang anda baca ini, Anda akan menjadi lelah membacanya jika penulis terus menerus memperpanjang bab yang sulit berakhir ini. 

  • Orang yang beriman sangat mencintai Allah

Apakah anda akan mencintai seorang manusia, misalnya jodoh anda, melebihi cinta anda kepada Allah?

Barang siapa mencintai sesuatu selain Allah sebagaimana dia mencintai Allah, maka dia telah menjadikannya sebagai tandingan Allah. Ini merupakan tandingan dalam cinta, bukan dalam penciptaan dan penghambaan. Sebab tidak satupun makhluk adapat sejajar sebagai tandingan bagi Allah.

Kebanyakan penghuni bumi ini telah membuat tandingan selain Allah dalam cinta dan pengagungan.

Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.” [QS. Al-Baqarah: 165].

  • Makhluk Diciptakan Saling Berpasangan

Allah ta’ala menciptakan makhluk-Nya dalam keadaan saling mencari jenis yang sesuai dengannya untuk saling berpasangan. Anda secara fitrah tertarik dengan sesame manusia lawan jenis, dan tidak ada ketertarikan terhadap makhluk selain manusia atau lain jenis.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya.” [QS. Al A’raf : 189].

Pasangan dari sifat yang menyerupai itu dikumpulkan oleh Allah untuk menjalani kehidupan bersama. Setiap orang akan berkumpul beserta orang-orang yang sama perilakunya. Allah akan menghimpun sesama orang-orang yang saling mencintai karena-Nya dalam surga, dan orang–orang yang saling berkasih-kasihan di atas jalan kekufuran terhimpun di neraka.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum, kecuali akan digiring bersama mereka kelak.” [ HR. Ahmad, dan An Nasai].

  • Pasangan itu menentramkan

Sejak di alam ruh, Allah telah menentukan takdir mengenai sifat makhluk-Nya. Ketika makhluk berpasang -oleh-Nya, maka Dia  menjadikan sebab perasaan tenteram dan senang antara satu dengan lainnya. Dari perbedaan jenis kelamin inilah cinta bertumbuh.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw  mengatakan,

“Ruh-ruh itu ibarat tentara yang saling berpasangan, yang saling mengenal sebelumnya akan menyatu dan yang saling mengingkari akan berselisih.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Demikian pula Allah berfirman yang artinya, dan apabila jiwa (ruh-ruh) dipertemukan.” [QS. At Takwir : 7].

Anda akan bertemu dengan orang yang memiliki sifat tidak jauh dari anda. Jika anda menginginkan pasangan yang baik, maka perbaikilah sifat anda.

  • Cinta Allah kepada Hamba-Nya

Tak ada yang melebihi kedalam cinta Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda tentang seorang ibu yang dalam cintanya terhadap anak-anaknya, namun cinta Allah lebih dalam daripada cinta yang demikian.

“Dari Umar bin Al Khaththab RA berkata: Didatangkanlah para tawanan perang kepada Rasulullah SAW. Maka di antara tawanan itu terdapat seorang wanita yang susunya siap mengucur berjalan tergesa-gesa – sehingga ia menemukan seorang anak kecil dalam kelompok tawanan itu – ia segera menggendong, dan menyusuinya. Lalu Nabi Muhammad  SAW bersabda: Akankah kalian melihat ibu ini melemparkan anaknya ke dalam api? Kami menjawab: Tidak, dan ia mampu untuk tidak melemparkannya. Lalu Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah lebih sayang kepada hamba-Nya, melebihi sayangnya ibu ini kepada anaknya” (HR. Bukhari dan Muslim)

[Yazid Subakti]

Sesungguhnya, Engkau tak Sendiri dan Penantian bukan Kesedihan

Sesungguhnya, Engkau tak Sendiri dan Penantian bukan Kesedihan

Pra Nikah – Tenanglah, engkau tak sendiri. Allah selalu bersamamu.

  • Sesungguhnya, engkau tak sendiri

Tidak ada sanjungan bagi seseorang yang membujang. Ia hanya akan membuat seseorang sengsara dan merasa makin kesepian.

Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata : “Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi”. (Hadist Riwayat Thabrani dan Hakim).

Bukankah anda mencintai Rasulullah dan selalu mengikuti sunnahnya?

Beliau  SAW memerintahkan untuk menikah dan melarang keras kepada orang yang tidak mau menikah.

Beliau bersabda, “Nikahilah perempuan yang banyak anak dan penyayang. Karena aku akan berbangga dengan banyaknya umatku dihadapan para Nabi kelak di hari kiamat”. (HR. Ahmad).

Pernah suatu ketika tiga orang shahabat datang bertanya kepada istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang peribadatan beliau, kemudian setelah diterangkan, masing-masing ingin meningkatkan peribadatan mereka. Salah seorang berkata: “Adapun saya, akan puasa sepanjang masa tanpa putus”. Dan yang lain berkata: “Adapun saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan menikah selamanya “….

Ketika hal itu terdengar oleh Nabi SAW, beliau keluar seraya bersabda:

“Benarkah kalian telah berkata begini dan begitu, sungguh demi Allah, sesungguhnya akulah yang paling takut dan taqwa di antara kalian. Akan tetapi aku berpuasa dan aku berbuka, aku shalat dan aku juga tidur dan aku juga mengawini perempuan. Maka barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku“. (HR Bukhari dan Muslim).

Hidup membujang membuat anda kering dan gersang, kehilangan makna dan tujuan. Orang yang membujang mementingkan sifat egoisnya, karena ingin hidup hanya untuk dirinya sendiri. Mereka melawan fitrahnya yang bergelora,  memendam gairahnya yang membara hingga keruhlah hatinya.

Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka, dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR Ahmad, Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim).

Ibnu Mas’ud ra pernah berkata : “Jika umurku tinggal sepuluh hari lagi, sungguh aku lebih suka menikah daripada aku harus menemui Allah sebagai seorang bujangan”. Demikian disebutkan dalam Ihya Ulumuddin. 

  • Penantian bukan kesepian

Perasaan sepi berada di hati. Ia muncul karena manusia memunculkannya dan tidak akan terjadi jika manusia tidak memunculkannya. Anda merasa sepi ini disebabkan oleh cara memandang diri Anda yang seolah diasingkan, lalu menyimpulkan anda sedang berada dalam kesendirian.

Seseorang yang menanti datangnya jodoh akan merasa kesepian jika ia membiarkan dirinya menganggap tidak ada orang lain yang memersamai masa-masa penantian itu. Ia tidak berbagi dan menutup diri dari kebersamaan orang-orang di sekeliling.

Hindarilah cara pandang yang sempit ini. Saat anda dalam penantian jodoh, hadirkanlah orang-orang tercinta yang selama ini menemani hidup anda. Terimalah perhatian dari orang tua, saudara, kerabat, dan sahabat-sahabat anda. Pandanglah diri anda sebagai pribadi yang mendapat curahan perhatian dari banyak orang. Rasakan betapa banyak orang mencintai anda.

Penantian tidak akan menjadikan anda merasakan kesepian jika anda selalu sadar sedang dibersamai oleh Allah. Berusahalah untuk terus terhubung dengan-Nya. 

  • Penantian adalah kesempatan untuk perbaikan diri

Sejak Anda terlahir Anda tahu bahwa sehari adalah 24 jam. Dan sejam dihitung 60 menit. Itu akan berlaku sampai Anda meninggal nanti, juga tetap berlaku pada saat anda menanti ataupun mereka yang sudah mendapat jodohnya.

Mengapa orang yang paling sibuk dalam sejarah, Muhammad saw, sempat melakukan banyak hal (memimpin negara, mengurus banyak isteri, menampung keluhan sahabat, mencari nafkah, mendidik masyarakat, 80 kali menjadi panglima perang, mengunjungi beberapa negara dan sebagainya) selama masa kenabiannya yang hanya 22 tahun?

Itu karena beliau sadar, bahwa waktu tidak dapat diganti. Semua tugas harus selesai dengan jadwal yang tepat. Allah memberi peringatan dalam Firman-Nya yang artinya,  

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS Al’Ashr : 1-3)

Saat menanti adalah saat luangnya waktu sebelum datangnya jodoh yang dinanti menjadikan anda sibuk. Nikmati perjalanan waktu dengan kesabaran yang kreatif, melakukan kebiasaan produktif yang bermanfaat.

  • Bayangkan jika satu bulan satu Juz dan  satu judul kitab

Mengapakah Anda tidak berpikir bahwa masa penantian menunggu jodoh adalah waktu dari Allah bagi hambanya untuk menambah ilmu dan menumpuk amal?

Bayangkan jika selama masa penantian itu anda menghafal al-Qur’an, mengkaji kitab-kitab, dan mempelajari bahasa asing. Dan bayangkan jika setiap sebulan penantian anda memuat target hafal satu juz, maka kurang dari tiga tahun masa penantian anda telah menjadi seorang penghafal AL-Qur’an. Bayangkan jika setiap satu bulannya anda mengkaji satu kitab, maka satu tahun anda telah mengkaji duabelas kitab.

Selama anda menghafal dan mengkaji kitab, pikiran tercurah ke dalamnya hingga tidak ada lamunan liar tentang ratapan hati yang sepi. Di akhir masa penantian, anda telah mendapati diri anda sosok pribadi yang jauh lebih baik daripada saat awal penantian.

  • Jangan bersedih selama menanti

Tidak perlu meratapi masa penantian dan jangan menjadikan masa-masa menanti sebagai alasan untuk merubah karakter dari periang menjadi pemurung dan cengeng. Jangan memelihara kesedihan di dalam dada anda, kesedihan bagaikan serangga yang jika terpelihar akan terus beranak pinak berates bahkan beribu kali lipat dari semula. Ia beterbangan memenuhi ruangan, kemudian menyerang secara bersama-sama.

Basmilah kesedihan dengan mendengarkan bacaan  AL-Qur’an. Karena AL-Qur’an dapat menjadi penenang jiwa dan sebab turunnya rahmat Allah. 

Al A’raf 204. Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.

Alihkan kesedihan dengan membaca kisah para sahabat, tai’in, dan orang-orang saleh setelahnya. Mereka tidak larut dalam kesedihan meskipun penghalang-penghalang dakwah terus mengancam.

Dengarkanlah nasyid-nasyid penggugah semangat. Bacalah buku-buku pembakar motivasi. Hadiri ceramah-ceramah yang memberi pencerahan.

[Yazid Subakti]

Benahi Diri, Jadilah Kumbang Paling Mempesona

Benahi Diri, Jadilah Kumbang Paling Mempesona

Pra Nikah – Perbaiki dan benahi dirimu ke arah yang lebih baik, dan jadilah kumbang yang paling mempesona.

  • Jadilah laki-laki yang memiliki gambaran calon isteri

Jadilah seorang pangeran yang memiliki gambaran seorang putri idaman. Jangan menjadi laki-laki yang tak memiliki criteria, karena itu mencerminkan kekosongan anda dari perencanaan.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan bagi kamu pasangan dari jenis kamu sendiri agar kamu sakinah bersamanya dan Dia menjadikan cinta dan kasih saying di antara kamu. Sesungguhnya yang demikian itu menjadi tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum: 21).

Perempuan atau laki-laki yang hendak menempuh pernikahan harus mempelajari secara benar ciri-ciri calon jodoh yang  baik untuk menjadi pasangannya.

Anda memiliki karakter tertenti, dan menginginkan karakter tertentu pula untuk melengkapi. Anda memiliki rencana besar dalam keluarga, dan memiliki pula tenaga tambahan untuk mewujudkannya.

  • Milikilah informasi dan jalur yang benar

Jangan asal mencari jodoh. Jangan menemukan jodoh di tempat yang salah.

Tempat mencari jodoh yang salah berpeluang menghasilkan jodoh yang salah pula. Jodoh yang dicari di pasar tidak sama dengan jodoh yang ditemukan di majelis ilmu dan jodoh yang ditemukan di diskotik tidak akan sama dengan jodoh yang ditemukan di kampus. Jodoh yang anda temukan di lingkungan kerja anda akan berbeda jika anda menemukannya di tempat pengungsian.

Rasulullah menikahkah para sahabat melalui jalur Beliau atau sahabat lain yang Beliau percayai. Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Hasan bin Ali, ‘Saya mempunyai seorang putri. Siapakah yang patut menjadi suaminya menurut Anda?’ Ia menjawab, ‘Nikahkanlah dia dengan seorang laki-laki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika ia senang, ia akan menghormatinya, dan jika ia tidak menyenanginya, ia tidak suka berbuat zalim kepadanya.” (Fiqhus Sunnah II, bab Nikah).

  • Teliti dan sabar dalam ikhtiar

benahi diriJangan mencari jodoh dengan cara yang tergesa-gesa. Syetan selalu memisikkan kegusaran kepada orang yang hati dan pikirannya tidak tenang.

Hadirkanlah kesabaran untuk meneliti dengan seksama, tanpa menyertakan rasa curiga dan hal-hal lain yang merepotkan.

Dari Mughirah bin Syu’bah, ia pernah meminang seorang perempuan, lalu Rasulullah saw. bersabda kepadanya, “Sudahkah kamu lihat dia?” Ia menjawab, “Belum.” Beliau bersabda, “Lihatlah dia lebih dahulu agar nantinya kamu berdua bisa hidup bersama lebih langgeng (dalam keserasian berumah tangga).” [HR Nasai, Ibnu Majah, dan Tirmizi].

Meneliti ialah melakukan pengamatan langsung kepada calon pasangan, agar tidak ada penyesalan kelak ketika anda telah menytu dengannya.

Namun demikian, telitilah seperlunya dengan cara yang saling menghargai dan menjaga kehormatannya.

“Jangan sekali-kali seorang laki-laki menyendiri dengan perempuan yang tidak halal baginya karena orang ketiganya nanti adalah setan, kecuali kalau ada mahramnya.” (HR Ahmad).

  • Mintalah Nasehat dan Pertimbangan

Fathimah binti Qais didatangi oleh dua orang laki-laki untuk melamarnya, yaitu Muawiyah bin Abu Sufyan dan Abu Jahm. Ia tidak kuasa membedakan mana di antaranya  yang paling baik. Maka, iapun datang kepada Rasulullah saw dan meminta pertimbangan.

Rasulullah saw. Kemudian bersabda, “Abu Jahm orangnya tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya, sedangkan Muawiyah seorang yang miskin, tidak berharta. Oleh karena itu, nikahlah dengan Usamah bin Zaid!

Akan tetapi, Fathimah merasa tidak menyukai pilihan yang ditawarkan oleh rasulullah itu. Dia menyampaikan hal itu hingga Rasulullah saw mengulangi sabdanya,

Nikahlah dengan Usamah bin Zaid!

Akhirnya, Fathimah memantapkan hatinya untuk menerima tawaran Rasulullah itu. Setelah pernikahan, ia menjadi wanita yang sangat mencintai suaminya hingga banyak wanita di sekitar yang merasa cemburu atas romantisme mereka.

Mintalah pertimbangan atas pilihan yang ditawarkan kepada anda. Datanglah kepada orangtua, sahabat yang memahami agama, atau guru anda untuk mendapatkan saran. Boleh jadi apa yang anda tetapkan tidak seperti pandangan mereka yang telah memiliki banyak pengalaman.

  • Dirikanlah Istikharah

Jangan meninggalkan Allah selama anda beriman kepada-Nya. Jangan menjauh dari-Nya selama anda merasa butuh terhadapnya. Manusia tidak memiliki kemampuan untuk melihat sifat seseorang yang tidak tampak secara lahir. Dia datang dengan penuh teka-teki. Dia hadir dengan segala rahasia yang terselubung.

MIntalah  kepada Allah pertimbangan untuk memilih atau tidak memilih calon jodoh ANda.

Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, Rasulullah saw. biasa mengajari kami melakukan istikharah dalam setiap urusan, seperti beliau mengajari kami suatu surat dari Alquran. Beliau bersabda,

“Bila seseorang bertekad melakukan suatu urusan, hendaklah ia melakukan dua rakaat bukan wajib, lalu berdoa, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau pilihan kebaikan untukku dengan pengetahuan-Mu; aku memohon pertolongan-Mu dengan kekuasaan-Mu; dan aku memohon kepada-Mu (mendapatkan) karunia-Mu, Tuhan Maha Agung, karma Engkaulah yang berkuasa, sedangkan aku tidak. Engkau Maha tahu, sedangkan aku tidak dan Engkau Maha mengetahui yang gaib. Ya Allah, kalau Engkau mengetahui urusan ini baik bagiku, agamaku, kehidupanku, dan kesudahan urusanku,’ atau sabdanya, ‘pada awal-awal urusanku dan akhir-akhirnya, tentukanlah dia untukku dan mudahkanlah dia untukku, kemudian berkahilah untukku dalam urusan ini. Bila Engkau tahu urusan ini tidak baik bagiku dalam urusan agamaku, kehidupanku, dan kesudahan urusanku ini,’ atau sabdanya, ‘pada awal-awal urusanku dan akhir-akhirnya, jauhkan ia dariku dan jauhkanlah aku dari urusan ini dan tetapkanlah kebaikan bagiku di mana pun adanya, kemudian ridailah aku dengan urusan itu.‘ Ia berkata, ‘Dengan menyebutkan apa keperluannya’.” (HR An-Nasai).

Istikharah berarti memohon dipilihkan yang terbaik, agar diberi petunjuk untuk memutuskan atau menolak pilihan yang sedang Anda hadapi.

  • Pilihlah dengan tawakkal

Tawakkal adalah kekuatan jiwa anda. Tawakkal adalah pembuktian bahwa anda yakin akan pertolongan Allah.

”Dari Yahya bin Sa’id bahwa Qasim bin Muhammad telah menceritakan kepadanya tentang seorang laki-laki bernama Khidzam, yang menikahkan salah seorang anak perempuannya, tetapi anak perempuan tersebut enggan dinikahkan oleh ayahnya. Lalu, ia datang kepada Rasulullah saw dan menceritakan kejadian tersebut. Rasulullah saw. mengembalikan kepadanya pernikahan yang telah dilakukan oleh ayahnya dan anak perempuan itu memilih menikah dengan Abu Lubabah bin Abdil Mundzir. Menurut Yahya, kejadian ini terjadi pada perempuan janda.” (HR Ibnu Majah).

Letakkanlah tawakkal di seluruh rangkaian ikhtiar anda. Sertakan Allah dan rasakan pertolongan-Nya yang nyata.

[Yazid Subakti]

Jangan katakan “Aku tak diminati”, tapi “aku akan segera menemukannya”

Jangan katakan “Aku tak diminati”, tapi “aku akan segera menemukannya”

Pra Nikah – Jangan pernah mengatakan kepada dirimu sendiri bahwa “Aku tak diminati”, tapi selalu katakan bahwa “aku akan segera menemukannya.” Sebab perkataan adalah doa, sehingga harus terus mengatakan hal yang berdampak baik.

  • Jangan meragukan diri sendiri

Keteguhan hati adalah tanda kuatnya iman, oleh sebab itu keraguan hati menunjukkan lemahnya iman. Allah ta’ala berfirman yang artinya,

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. Al-Hujurat 15)

Keraguan akan kemampuan diri sendiri adalah tanda seseorang tidak mengenali dirinya. Sedangkan orang yang tidak mengenal dirinya berarti tidak mengenal Rabb-nya.

Bahaya keraguan bagi seseorang adalah ia akan selalu melangkah dengan setengah hati dan tidak berani mengambil keputusan. Ia merencanakan banyak hal tetapi mengingkarinya karena takut akan risiko di hari kemudian. Atau, ia mencoba berikhtiar tetapi gamang dan tidak tuntas. Ia memohon pertolongan kepada Allah tetapi tidak yakin Allah akan menolongnya.

Jangan meragukan diri sendiri, karena jodoh tak menginginkan pribadi yang peragu. Jangan ragu-ragu mengambil keputusan karena kebimbangan anda itu akan membuat jodoh tidak mempercayai anda.

  • Jadilah golongan yang ketiga

Ada tiga macam golongan pemuda berdasarkan perilaku dan sikapnya terhadap kebenaran. Masing-masing golongan mencerminkan pesona dan masa depannya kelak baik di dunia maupun akhiratnya.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.” (QS. Al-Fathir 32)

Golongan pertama adalah orang yang menganiaya dirinya. Mereka adalah orang-orang yang mengira bahwa kehidupan ini adalah untuk bersenang-senang sehingga melupakan kehidupan sesudahnya. Hidupnya untuk tidur, menikmati makanan, berfoya-foya, dan mengumbar nafsu dalam perbuatan maksiat.

Mereka melupakan pengawasan Allah atas dirinya dan tidak pernah menyadari usianya mendapat jatah oleh Allah untuk waktu yang amat terbatas. Mereka lupa bahwa kelak di hari akhir harus berjumpa dengan Allah dan melaporkan semua yang pernah ia lakukan saat ini.

Pemuda seperti ini bergaul dengan orang-orang kafir dan ahli kemungkaran. Kelak mereka tidak akan mendapatkan jaminan masa depan yang baik. Di kahirat mereka menemukan dirinya sebagai manusia yang merugi.

Golongan kedua adalah orang-orang pertengahan. Mereka setengah-setengah dalam menanggapi perkataan Allah dan Rasul-Nya. Mereka menjalankan kebaikan, dan sedikit dalam gelimang kemaksiyatan. Dan mereka menjalankan shalat sebagaimana Allah memerintahkan kepadanya.

Tetapi waktu-waktu luang baginya adalah kebebasan untuk melenakan dirinya. Mereka bermain-main bersama teman-temannya, menonton televisi, tidur berlebihan, dan berlama-lama dalam hiburan. Mereka tidak meluangkan waktu untuk membaca kitab Allah dan berdzikir kepada-Nya.

Manusia pertengahan ini tidak mendapat banyak keberkahan hidup. Mereka sekedar menggugurkan kewajiban dan menjaga diri dari murtad. Tidak ada jaminan istimewa dari Allah untuk orang-orang seperti ini.

Golongan ketiga adalah manusia yang bergegas menjemput kebaikan. Mereka adalah orang-orang terbaik yang selalu menjalankan perintah Allah dan benar-benar menjauhi larangan-Nya. Mereka meluangkan waktunya untuk berjihad, berdakwah, dan membantu sesama. Setiap detik waktu luang adalah amal soleh. Setiap kesempatan adalah karya.

Orang-orang seperti inilah yang kelak mendapat jaminan dari Allah surga.

segera menemukannya

  • Dijadikan berbangsa dan bersuku, agar saling mengenal

Berkenalanlah dengan orang-orang di sekitar anda. Manusia tercipta dengan bermacam suku bangsa dan ras agar saling mengenal satu sama lain.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. AL-Hujurat 13)

Bagaimanakah anda akan mendapati jodoh terbaik kalau tidak pernah mengenal dan tidak bersedia mengenal oleh orang-orang sekeliling anda? Berkenalanlah dengan sahabat-sahabat ayah dan ibu kalian, beserta anak-anak mereka. Berkenalanlah dengan para guru dan orang-orang yang bersahabat dengan para guru anda. Kunjungilah teman-teman dan berkenalanlah dengan orangtua dan saudara-saudara mereka. Anda akan merasakan dunia ini tidak sesempit yang anda kira.

Saat bertemu, ucapkan salam kepada mereka. Berbicaralah dengan hangat sebagai saudara seiman yang saling berpesan kebaikan dan kesabaran. Anda akan merasakan dunia ini hangat dan penuh keceriaan, penuh rasa persaudaraan.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Hujurat 10)

  • Jangan terlibat dalam diskusi yang tidak jelas

Menyibukkan diri kepada masalah yang tidak mendatangkan manfaat  adalah kesia-siaan dan mengancam bangunan masa depan. Pembicaraan yang sia-sia hanyalah menghabiskan waktu. Pada waktu adalah asset anda yang tak tergantikan untuk meniti prestasi dan cinta-cita. Pembicaraan yang sia-sia juga menutup peluang-peluang emas yang seharusnya anda dapatkan selama masa muda.

Semakin banyak terlibat dalam pembicaraan yang sia-sia, orang-orang semakin melihat bahwa anda banyak cela. Bagaimanakah seseorang yang anda idamkan akan memilih orang yang tampak jelas banyak cela?

Jika seseorang sibuk dengan berbagai hal yang tidak mendatangkan manfaat, hingga ia meninggalkan kewajiban  yang seharusnya ia lakukan,  melupakan amanat yang sepatutnya ia emban, maka di dunia ini ia akan mendapat cela dan di akhirat ia akan mendapat siksaan.

Anas bin malik meriwayatkan bahwa salah seorang sahabat meninggal duniameninggal dunia, lalu seseorang berkata, “Berilah kabar gembira dengan surga“ maka Rasulullah saw bersabda,

“Apakah kalian tidak tahu ,  mungkin ia pernah mengucapkan perkataan  yang tidak mendatangkan manfaat , atau bakhil terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak akan berkurang.” (HR. Tirmidzi)

  • Jangan terlibat dalam prasangka

Keanyakan dari prasangka adalah dosa. Dari satu prasangka, permusuhan akan menjalar menjadi panjang dan bercabang-cabang menjadi fitnah, kedengkian, dan dendam.

Allah ta’ala melarang berburuk sangka, seperti dalam firman-Nya yang artinya,

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat 12)

Kesukaan berprasangka buruk berkebalikan dengan pembelajaran mencintai. Prasangka buruk berarti menduga-duga keburukan yang terjadi pada orang lain, sedangkan cinta menghendaki perasaan yakin akan kebaikan orang yang dicintai. Itulah sebabnya orang yang suka berprasangka berarti telah menutup pintu jodoh baginya. Jodoh identik dengan penyatuan cinta, dan kontraproduktif dengan hati yang penuh prasangka.


  • Jangan menjadi penghembus fitnah

Penghembus fitnah tidak lebih baik dari orang yang mereka fitnah, bahkan boleh jadi mereka jauh lebih hina.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri  dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al -ujurat 11)

Seperti halnya penghembus prasangka, penghembus fitnah berisiko jauh dari jodohnya karena ia tidak memiliki jiwa seorang pencinta. Bagaimanakah jodoh akan datang kepada jiwa yang tidak sanggup mencintai?

  • Jangan menjadi pendengar gosip

Jangan menghiraukan gossip yang bertebaran di sekeliling anda. Dan jangan menikmati kisah-kisah penuh kebohongan tentang orang-orang yang menjadi bahan pembicaraan itu.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-hujurat 6)

Gossip atau ghibah menjauhkan hati anda dari kelembutan dan kasih sayang, dan mendekatkan anda kepada kebencian dan permusuhan.

Dari Abu Hurairah -Radhiyallahu ‘anhu- bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “Tahukah kalian apa ghibah itu?” Mereka (para sahabat) menjawab: “Allah swt daRasul-Nya lebih mengetahui”. Rasulullah saw bersabda: “Engkau menyebutnyebut saudaramu dengan sesuatu yang tidak dia sukai”.  Ada yang bertanya: “Bagaimana kalau pada saudaraku itu terdapat sesuatu yang saya katakana (nyata)?”  Rasulullah saw menjawab: “Jika pada saudaramu itu ada sesuatu yang engkau katakan (nyata), maka engkau telah meng-ghibah-nya, jika tidak ada (tidak nyata), maka engkau telah membuat kedustaan tentang dia”. (HR Muslim).

Ghibah adalah hal-hal yang nyata kejadiannya, tetpi tidak layak menceritakan kepada orang lain karena akan merendahkan martabatnya. Buhtan adalah hal-hal yang tidak nyata dan mengatakan kepada orang lain seolah-olah ia nyata. Pembicaraan keburukan lain adalah namimah, yaitu memindahkan pembicaraan satu orang kepada oang lainnya dengan maksud mengadu domba.

Saat Anda membicarakan sifat atau perilaku buruk orang lain, ketiga  kemungkinan itu selalu berpeluang di dalamnya. Itu jugalah yang terjadi ketika anda mendengar atau  terlibat pembicaraan gosip.

  • Penuhi hati, mata, dan telinga untuk menerima ayat Allah

Hati, mata, dan telinga dapat menyelamatkan manusia dari neraka jahannam. Jika anda menggunakan hati, mata, dan telinga untuk beribadah kepada Allah, maka Allah akan menghindarkan anda dari neraka.

Allah ta’ala berfirman yang artinya, 

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf 179)

Allah membandingkan tidak berfungsinya hati, mata, dan telinga seperti binatang ternak yang tidak pernah mendapat hidayah.

  • Jadilah Kumbang yang memilih bunga terbaik

segera menemukannyaKumbang memilih bunga-bunga terbaik untuk memberikan madu baginya dan membantu penyerbukannya. Pemuda salih memilih jodoh dengan pilihan terbaik menurut Allah dan Rasul-Nya.

Rasulullah saw. bersabda, “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, atau karena agamanya. Akan tetapi, pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat.” (HR Bukhari dan Muslim).

“Jauhilah olehmu khadraa’uddiman!” Beliau ditanya, “Wahai Rasulullah, apakah khadraa’uddiman itu?” Beliau bersabda, “Wanita cantik di lingkungan yang buruk.” (HR Daruquthni, hadist lemah)

Ini adalah peringatan Rasulullah kepada laki-laki muslim bahwa hendaknya laki-laki tidak memilih perempuan yang tinggal di lingkungan yang tidak baik. Perempuan seperti itu berisiko terpengaruh dengan lingkungannya.

Pilihlah wanita yang sabar. Kesabaran itu akan mengajak anda menuju kehidupan yang bahagia sampai ke surga.  

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

Allah menjadikan istri Fir’aun perumpamaan bagi orang orang yang beriman ketika ia berkata, “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.” (QS. At-Tahriim :11)

Isteri yang sabar berarti ia mampu berlapang dada, menerima kepahitan, kesulitan dan rintangan tanpa keluh kesah.

  • Jangan terpengaruh oleh bisikan-bisikan

Jangan terpengaruh oleh kata-lata orang lain yang melemahkan tekad Anda untuk terus melangkah. Kadang-kadang seorang laki-laki telah menentukan pilihan pada seorang wanita salihah, tetapi bisikan tetangga dan kerabat membuatnya ragu dan akhirnya mundur. Lalu ia kembali pada kekosongan hati dan penantian yang makin panjang.

Jangan dengarkan komentar mereka tentang wanita salihah pilihan Anda itu yang usianya lebih tua, kurang cantik parasnya,atau tuduhan-tuduhan lain yang keji. 

Ingatlah ketika Khadijah menyampaikan keinginan sucinya untuk menikah pada Muhammad, melalui Nufaisa sahabatnya. Muhammad sempat gamang. Ia tidak punya apa-apa untuk menikah. Namun kedua belah pihak keluarga mendukung mereka. Dengan mas kawin 20 unta, Muhammad menikahi Khadijah. Muhammad kemudian tinggal di rumah Khadijah. Keluarga mereka tenteram dan damai. Pada usianya yang terbilang tua, Khadijah masih melahirkan enam anak.

  • Jangan Silau oleh kecantikan

Kecantikan sejati bukan terlihat dari kulitnya yang bersih, tetapi dari kasih sayangnya yang tulus.

Kecantikan sejati bukan terlihat dari suaranya yang merdu,tetapi dari perkataannya yang selalu benaran.

lKecantikan sejati bukan dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat kerja, tetapi bagaimana dia menjaga kehormatannya di manapun berada.

Kecantikan sejati bukan dilihat dari banyaknya pria yang memujanya, tetapi dari komitmen terhadap pria yang telah dicintainya.

Kecantikan sejati bukan dilihat dari kerasnya dia membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang dia baca setelah itu.

Jika anda menikahi seorang wanita semata hanya tertarik oleh kecantikannya, boleh jadi wanita itu juga bersedia anda nikahi hanya karena ketampanan atau uang anda. Kalaupun demikian, anda akan membencinya suatu saat ketika ia tampak makin keriput, dan anda akan ditinggalkan suatu saat ketika mulai lemah dan berkurang harta.

Jika kecantikan wanita menarik hati anda, jangan-jangan ia hanya memiliki kecantikan itu sebagai satu-satunya kelebihan. Anda akan kecewa karena di luar itu yang tersisa hanyalah kelemahan-kelemahan yang selama ini ia tutupi.

Jangan merendhkan harga diri dengan menikahi wanita yang bersedia dinikahi semata dengan mengandalkan kecantikannya. Tidak wanita yang rendah harga dirinya berjodoh kecuali dengan  laki-laki yang sederajat dengannya.

 

[Yazid Subakti]

Mereka Satu Persatu Telah Mengakhiri Masa Lajang, Tenanglah

Mereka Satu Persatu Telah Mengakhiri Masa Lajang, Tenanglah

Pra Nikah – Sampaikan ucapan selamat kepada teman-teman, kerabat, atau kenalan Anda yang telah terlebih dahulu dipertemukan jodohnya oleh Allah. Mereka didahulukan oleh Allah mengakhiri masa lajang karena ikhtiar yang sungguh-sungguh dan amat dekat dengan-Nya.

Berdoalah memohonkan keberkahan baginya, “Semoga Berkah Allah terlimpah atas kalian“. Mereka akan terhimpun oleh Allah dalam kebaikan dan iman, kemudian menurunkan generasi terbaik yang akan mengisi zamannya.

Sampaikan doa dan salam itu dengan muka manis. Inilah ekspresi terbaik ketika Anda turut merasakan kebahagiaan atas pernikahannya. Tunjukkan anda turut berbahagia dan berharap segera menyusulnya.

  • Jangan murung, berikan kado dengan pesan indah

Jangan murung dengan pernikahan teman atau kerabat seusia Anda dan jangan berprasangka buruk atas cepatnya mendapat jodoh dan lancarnya pernikahan dia. Juga jangan menaruh curiga atas jodohnya yang tidak pernah Anda sangka-sangka.

Lebih baik sediakan sebuah kado. Bungkus kado dengan kertas paling indah. Ambillah selembar kertas dan tuliskan pesan-pesan indah untuknya. Sampaikan bahwa anda turut berbahagia atas pernikahannya. Masukkan pesan ke dalam bungkus dan Ikatlah dengan pita merah.

Berikan kado sebagai tanda hati yang bahagia. Sertakan puisi dan kata-kata mutiara yang dapat membuatnya bersemangat.

  • Datanglah, dan jadikan sebagai penambah semangat

Datanglah pada peristiwa-peristiwa yang membahagiakan. Anda akan terpengaruh dan ikut berbahagia di dalamnya. Karena sesungguhnya kebahagiaan itu dapat menular dari hati ke hati.

Pandangi dengan seksama sepasang mempelai di atas pelaminan. Ia tersenyum menyambut setiap ucapan selamat dari para undangan. Wajahnya bercahaya dan sinar matanya penuh keyakinan.

Berjanjilah pada diri sendiri untuk menjadikan peristiwa ini sebagai penambah semangat. Katakan dalam hati, “Saya bersyukur dengan nikmat Allah selama ini, dan akan berjuang untuk mengakhiri masa kesendirian secepatnya”.

Datangi walimah nikah, karena Rasulullah dan para sahabatpun selalu mendatanginya. Beliau SAW mengharuskan ummatnya untuk menghadiri pesta pernikahan yang bertabur berkah.

  • Mintalah doa dari mereka

Mereka telah mendapati apa yang mereka inginkan dan mereka telah mengalami apa yang mereka rencanakan. Mereka telah masuk ke dunia yang mereka renungkan.

Pernikahan menjadikan mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman yang belum Anda miliki. Datanglah kepada mereka dan mintalah doa darinya. Katakana anda ingin seperti dirinya dalam kebahagiaan dan berkah Allah.

Belajarlah, bagaimana mereka lebih cepat bertemu jodohnya daripada Anda. Dengarkan nasihatnya, tentang perjalanan cinta yang berliku dan penuh cobaan. Simaklah kisah-kisah seputar awal cintanya, hingga ia menggapai singgasana yang indah ini.

 

[Yazid Subakti]