Jadilah Seperti Mereka yang Menangisi Umurnya Karena Allah

Jadilah Seperti Mereka yang Menangisi Umurnya Karena Allah

karena Allah

Pra Nikah – Pastikan segala sesuatu yang kita perbuat hanya karena Allah. Hidup-mati, senang-sedih, dan lain sebagainya senantiasa membawa Allah untuk menemani.

A. Makna Tetesan Air Mata

Air mata adalah bukti ketaatan hamba kepada Rabb-Nya, bukti cinta dan kerinduan akan wajah-Nya. Allah SWT berfirman yang artinya,

“Dan apabila mereka mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan airmata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui.”  (QS. Al-Maidah: 83)

Rasulullah adalah orang yang amat tinggi cintanya kepada Allah. Beliau SAW diberikan banyak pengetahuan akan hal-hal yang dirahasiakan oleh Allah bagi manusia selainnya.

Anas bin Malik ra berkata, pada suatu hari Rasulullah SAW berkhutbah yang mana belum pernah aku mendengar khutbah Beliau yang seperti itu. Maka Beliau bersabda dalam khutbahnya itu,

“Andaikata kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu semua akan sedikit tertawa dan banyak menangis”. Anas berkata: “Saat itu para sahabat Nabi semuanya menutup wajah mereka sambil menangis tersedu-sedu.”  (HR. Bukhari dan Muslim)

B. Jangan Menangis Seperti Buaya

Saudara-saudara Nabi Yusuf menghadap ayah mereka, Nabi Ya’qub, menangis berpura-pura menyesal, sesaat setelah membuang Nabi Yusuf.  Tangisan palsu yang menipu.

Amatilah seekor buaya. Ia sering tampak basah matanya bukan karena tangis penyesalan. Ia menangis penuh kepura-puraan untuk membuat mangsa iba dan mendekat padanya. Kemudian mangsa itu akan dilahapnya.

Jangan menangisi berlalunya usia dengan sesal berkepanjangan. Ia sesungguhnya berjalan untuk membentuk kepribadian Anda. Jika hari-hari kemarin berlalu dengan amal baik dan sentuhan iman, Anda akan terbentuk menjadi pribadi yang baik dan makin mengesankan.

Jangan menangis untuk mengelabui diri sendiri, pura-pura menyesali kesalahan lampau, sedangkan dalam hati terdalam tak pernah bertekad untuk memperbaikinya.

C. Tangisan Pencuci Dosa

Imam Ali bin Abi Thalib adalah pribadi tangguh yang sering menangis di hadapan Allah. Beliau berkata,

“Menangis karena takut kepada Allah akan membuat hati menjadi tenang dan menghindarkan seseorang dari mengulang dosa.”

Seorang ahli hikmah, Faidh Kasyani berujar:

“Bila engkau melihat cahaya di dahiku, ketahuilah bahwa ia berasal dari cinta yang membara. Jika engkau menemukan dadaku bening dan bersih… Ketahuilah bahwa airmata telah mencucinya.”

Air mata dapat menjadi pencuci dosa-dosa. Menangis di tengah malam untuk menyesali dosa dan mengharap ampunan dari Allah adalah bagian dari kesempurnaan taubat. Menangis karena merasakan nikmat usia yang dikaruniakan Allah adalah bagian dari rasa syukur.

D. Menangisi Usia Yang Berlalu Tanpa Amal

Usia berlalu tanpa amal, adalah sumber penyesalan manusia yang mendalam. Allah SWT berfirman yang artinya,

“Maka hendaklah mereka sedikit tertawa dan banyaklah menangis, sebagai ganti atas apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. At-Taubah: 82)

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Telah dekat terjadinya hari kiamat. Tiada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah. Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis?”  (QS. An-Najm: 57-60)

Tetapi tangis dan penyesalan itu tidaklah diharapkan oleh Allah tanpa ikrar untuk berubah. Menangisi  sedikitnya amal tanpa bertekad memperbanyak di waktu berikutnya, hanyalah sebuah sandiwara yang menipu Allah.

Allah SWT berfirman yang artinya,

“Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman. Tetapi tidaklah mereka melakukan penipuan itu kecuali atas diri mereka sendiri, sedangkan mereka tidak merasakannya.” (QS AL-Baqarah :  9)

E. Menangis karena Allah

Allah SWT berfirman tentang sifat orang-orang yang beriman, yang artinya,

“…Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka (para nabi, para manusia pilihan dan yang mendapat hidayah), maka mereka menyungkur sambil bersujud dan menangis.”  (QS. Maryam: 58)

Rasulullah SAW, para sahabat, dan orang saleh menangis karena Allah. Tangisan ini adalah bentuk rasa takut dan taatnya kepada Allah. Itulah rasa takut yang menyelamatkan manusia dari api neraka.

Sahabat Ali as berkata, “Menangis karena takut kepada Allah akan membuat hati menjadi terang dan menghindarkan seseorang dari mengulangi dosanya.” Dan betapa banyak kegembiraan sesaat yang berakibat pada kesedihan abadi.” 

Allah SWT berfirman yang artinya,

“Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu membawa mereka (pergi berperang), lalu kamu berkata: ‘Aku tidak memiliki sesuatu untuk bisa membawa kalian’, lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran airmata kesedihan, lantaran mereka tidak memiliki sesuatu yang akan mereka belanjakan (sebagai bekal ke medan perang).”  (QS. At-Taubah: 92)

F. Jangan Dicemaskan Oleh Usia Yang Meninggi

1. Bukankah Allah telah melapangkan dadamu?

Bacalah surat Al Insyirah ayat pertama. Allah berfirman yang artinya,

Bukankah Allah telah melapangkan bagimu dadamu?” (Al Insyirah : 1)

Ayat ini berhubungan dengan karunia-Nya atas orang-orang yang hatinya terbuka menerima kebenaran dan petunjuk dari-Nya.

Jangan cemas oleh usia yang meninggi, jika pertambahan usia berarti semakin banyak cahaya kebenaran dalam hati Anda. Itu artinya anda semakin bersinar terang dan mudah untuk menggapai apa yang anda tujukan. Sementara itu orang lain sulit menerima kebenaran dan bersusah payah mencari jalan yang ditunjuki oleh-Nya.

2. Jangan Cemaskan Hari Esok

Hari esok bukan gelombang badai yang layak Anda takuti. Ia adalah serangkaian waktu yang menjadi buruk atau indah dengan ketentuan-Nya. Anda tidak pernah tahu ia akan datang dengan membawa kepahitan ataukah kegembiraan yang manis.

Oleh sebab itu fokuskanlah pada amal-amal sekarang yang pasti dapat Anda kerjakan. Milikilah perjalanan menit demi menit hari ini dengan berbuat. Perasaan memiliki akan membuat anda tidak merasa terbebani.

Buatlah daftar amal untuk esok hari. Tak ada yang lebih buruk dari menghadapi hari esok tanpa tahu apa yang harus diperbuat.

3. Katakan, “Usiaku Sekian, Aku Tetap Menanti”

Jika datangnya jodoh ada dalam genggaman takdir- Nya, maka berapapun usia Anda kini tidak ada hubungannya dengan baik atau buruknya jodoh. Allah memberikan pasangan makhluk sesuai yang Ia kehendaki.

Dengarkanlah berita-berita dari teman atau kerabat anda. Seseorang yang masih amat belia usianya ditakdirkan mendapat jodoh dengan pasangan yang jauh lebih tua. Dan seseorang yang sudah berusia tua mendapatkan pasangan salih yang jauh lebih muda.

Kepada seseorang yang Anda dambakan dari genggaman-Nya, katakan selalu “Aku tetap menunggumu”. Berdoalah kepad-Nya agar seseorang yang dirahasiakan itu segera bisa nampak.

 

[Yazid Subakti]