Mengenalkan Sedekah

Mengenalkan Sedekah

Mengenalkan Sedekah – Sedekah artinya membenarkan, yaitu meyakini kebenaran Allah dan Rasul-Nya serta ajaran yang disampaikan. Bukti pembenaran ini ditunjukkan dengan menyisihkan sebagian harta yang dimiliki untuk diberikan kepada orang lain yang memerlukannya. Dengan bersedekah, harta dan jiwa kita menjadi bersih sehingga sebagian dari sedekah juga disebut zakat yang artinya pensucian diri.

Sedekah menjadi salah satu amalan utama orang beriman. Anak-anak muslim seharusnya tumbuh menjadi pribadi yang gemar berderma, gemar berbagi, atau gemar bersedekah sejak dini. Rasulullah SAW dan para sahabat merupakan pelopor dan teladan terbaik terhadap sifat pemurah ini. Beliau sangat serius dan berulang kali mendidik sahabatnya untuk menjadi pribadi yang gemar bersedekah, dengan memberikan jaminan bahwa harta tidak akan berkurang dengan sedekah.

“Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim).

  1. Melatih kepekaan jiwa

Hikmah sedekah adalah mengasah kepekaan jiwa terhadap kondisi sesama manusia, kemudian tergerak untuk peduli kepada mereka dengan memberikan apa yang mereka butuhkan. 

Asma` binti Abu Bakar ra pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, aku tidak memiliki harta kecuali apa yang dimasukkan Az-Zubair kepadaku. Apakah boleh aku menyedekahkannya?’” Beliau SAW bersabda: “Bersedekahlah. Jangan engkau kumpul-kumpulkan hartamu dalam wadah dan enggan memberikan infak, niscaya Allah akan menyempitkan rezekimu.” (Terjemahan HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Bahkan kepada seorang wanita yang dalam keadaan terbatas pun Rasulullah SAW tetap memberikan motivasi untuk bersedekah. Beliau bersabda,

“Wahai wanita-wanita muslimah! Janganlah seorang tetangga meremehkan untuk memberikan sedekah kepada tetangganya, walaupun hanya sepotong kaki kambing” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hikmah lain sedekah adalah merekatkan hubungan antar sesama dan sebagai bentuk nyata menyelamatkan sesama muslim dari ancaman kekafiran. Dengan disedekahi, mereka yang terhimpit menjadi merasa memiliki saudara seiman yang menolongnya, terhindar dari meminta-minta dan terbantu dari kefakirannya. Sedangkan kefakiran sangat dekat dengan kekafiran.

Anak-anak dilatih bersedekah agar tidak tumbuh padanya sifat kikir. Sedekah memberi harapan kebaikan dan menghapus kekikiran. 

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Tidak satu haripun di mana seorang hamba berada padanya kecuali dua Malaikat turun kepadanya. Salah satu di antara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.’ Sedangkan yang lainnya berkata,“Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang kikir”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  1. Agar anak gemar bersedekah 

Setiap manusia memiliki ego untuk mempertahankan apa yang ia miliki, terlebih pada masa kanak-kanak. Namun demikian, latihan sedekah dapat dengan suasana yang menyenangkan. 

  • Dimulai dari ayah dan ibu 

Pertama-tama adalah teladan ayah dan ibu. Anak-anak memerlukan model, yaitu seseorang yang ia saksikan langsung melakukan perbuatan itu berulang-ulang. Ayah dan ibu harus memperlihatkan dirinya menjadi contoh nyata pada anak agar ditiru. 

  • Menyisihkan tabungan 

Ajak anak-anak menyisihkan tabungannya. Sebagian tabungan itu ia gunakan untuk keperluannya, dan sebagian yang lain berikan dengan sukarela kepada fakir miskin yang memerlukan, memasukkannya di kotak infak masjid, atau turut menyumbang kegiatan sosial di sekolahnya. 

  • Berbagi makanan 

Memberi makan adalah salah satu bentuk sedekah paling utama. Sebagian dari yang termakan itu adalah makanan ringan yang dapat emakannya kapanpun dan tidak terikat tempat. Saat ia berkumpul dengan teman-temannya, berikan bekal makanan yang lebih dari biasanya agar ia dapat membagi sebagiannya untuk teman-temannya. Begitu juga saat ia memakan sesuatu kemudian temannya datang, mintalah membagi sebagian makanannya itu untuk diberikan temannya. 

Saat temannya datang ke rumah doronglah si kecil menjamu tamunya itu dengan menyuguhkan makanan dan minuman. Saat tamu dewasa dating dan anda sibuk menyiapkan perjamuan atau suguhan, libatkan si kecil menyiapkan atau mengantarnya ke meja tamu dan mempersilahkan tamu itu menyantapnya. 

  • Menyumbangkan barang miliknya 

Sebenarnya, sedekah bukanlah membuang harta atau barang hak milik yang memang ia tidak butuh atasnya. Jika anda bersedekah makanan, yang disedekahkan bukanlah sisa makanan basi atau bagian dari makanan yang karena anda tidak layak memakannya kemudian diberikan kepada orang lain. 

Sedekah yang membekas dalam jiwa adalah berbagi atas barang milik kita, sedangkan kita masih berhajat menggunakannya atau memerlukannya, bahkan sesuatu yang enggan kita berikan karena kita sendiri menyukainya. 

Tawarkan kepada si kecil menyumbangkan salah satu barang mainannya, pakaiannya, atau benda lain kesukaannya untuk diberikan kepada orang lain temannya yang membutuhkan. 

  • Berkunjung ke panti sosial 

Ada banyak panti sosial yang menampung anak-anak yatim atau anak dari kaum duafa yang tidak mendapat jaminan penghidupan dari orang tuanya karena orang tuanya tiada atau tidak mampu. Anak-anak di panti ini dalam proses belajar mandiri tetapi di masa-masa awal kehidupannya membutuhkan pemberian dari orang lain. 

Ajaklah anak mengunjungi panti untuk berkenalan dengan penghuninya, menyaksikan dan berinteraksi langsung dengan anak-anak yang memerlukan bantuan. Dalam kunjungan ini, jangan lupa membawa sesuatu yang dapat menyenangkan hati anak-anak penghuni panti. 

  • Mendatangi korban bencana

Negeri kita sering terkena bencana. Gempa bumi, tanah longsor, banjir, dan bencana lain mengakibatkan para korban yang hidup kehilangan penghidupan. Mereka tinggal di tempat pengungsian dan memerlukan bantuan. 

Ajaklah si kecil mengunjungi tempat pengungsian untuk bertemu korban bencana dengan membawa sumbangan semampu Anda. Ia akan melihat secara langsung kondisi orang-orang yang menderita, kerusakan akibat bencana, dan para relawan bekerja keras memberi bantuan. Pemandangan ini sangat mendukung jika pada saat itu juga anda memberi pengertian padanya tentang pentingnya berbagi.

 

[Yazid Subakti]

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *