Apapun yang Terjadi, Jangan Salahkan Ibumu

Pra Nikah – Tidak ada jasa manusia yang amat besar, melainkan jasa ibu kepada anak-anaknya. Maka dari itu apapun yang terjadi dengan dirimu, sebisa mungkin jangan salahkan ibumu.

  • Ibumu yang mengandung sakit di atas sakit

Jangan Salahkan IbumuAda sebagian remaja yang suka menyalah ibunya ketika mereka mendapati keadaan dirinya tidak seaik teman-temannya. Mereka menuduh ibunya salah mendidik, kurang menaruh kasih sayang, tidak cermat mengarahkannya, dan keliru mementuk dirinya hingga berujung pada nasib yang tidak menyenangkan seperti saat ini. Inilah anak-anak durhaka yang tidak pernah mengenang bagaimana ibunya dulu memperjuangkan kehidupannyaam dari tetesan air mata hingga kucuran darah.

Jangan pernah menyalahkan ibu yang mengandung dan mendidik Anda. Allah ta’ala berfirman yang artinya,

Dan Kami telah perintahkan kepada manusia (berbuat baik ) kepada kedua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu bapakmu, dankepadakulah kembalimu.” [QS. Luqman: 14]

Buatlah Ibu menjadi satu kata yang paling berkesan dalam hidup Anda. Munculkan kembali  fitrah seorang manusia yang cenderung menghormati dan menghargai orang yang berjasa pada dirinya.

Anda bukanlah Adam atau Hawa yang tercipta tanpa seorang ibu. Anda lahir dari rahum seorang ibu, mengalami kehidupan dalam lindungan yang hangat selama 9 bulan. Setiap dari kita menikmati gendongan yang penuh cinta dan air susu yang penuh kesegaran sampai bertahun-tahun.

Kenanglah ibumu, ia berdoa di malam buta dan menyebbut nama anda tanpa menuntut anda mendengarkannya. Tangannya gemetar dan hatinya pasrah mengharap Allah mencurahkan kebaikan kepada Anda.

  • Kenanglah Pemberian Ibumu

Tidak ada jasa manusia yang amat besar terhadap sesamanya selain jasa ibu kepada anak-anaknya. Jasa ibu tidak dapat terbanding dengan jasa anda kepadanya, kepada kekasih anda, atau kepada siapapun yang anda cintai.

Ingat-ingatlah pemberian ibu. Ia memberikan dirinya untuk rasa sakit dan berat selama mengandung anda di rahimnya. Ia merelakan dirinya mendapat rasa sakit yang amat dahsyat saat berusaha melahirkan anda di detik-detik yang amat kritis. Ia mencurahkan waktu dan tenaganya selam masa kecil anda, melupakan waktu malam untuk istirahat dan waktu siang untuk bersenang-senang karena merawat anda.

Ibumu memberikan hartanya untuk mencukupi kehidupan anda, sedangkan ia sendiri merelakan untuk tidak menikmati kesenangan dan kemewahan. Ia menabung untuk anda demi masa depan yang ia tak berharap mendapat imbalan dari anda.

Ibumu berkorban ketika orang-orang mempertanyakan anda. Ia menjadi pejuang di barisan paling depan ketika anda tertimpa fitnah dan cibiran orang-orang yang yang hatinya penuh dengki.

  • Maafkanlah dia

Maafkanlah ibumu jika ia tidak membuat anda saat ini berlimpah harta seperti keturunan para saudagar. Ia tidk ingin anda mati dalam keadaan membawa beban dan mendapat banyak pretanyaan di hari yang kekal kelak. Maafkanlah ibumu jika ia tidak membuat anda menjadi orang yang berkedudukan tinggi secara duniawi. Ia lebih menghendaki anda berkedudukan tinggi di hadapan Allah dengan baju takwa yang membuat anda mulia.

Maafkanlah ibumu yang tidak membuat anda kini banyak memahami ayat-ayat-Nya. ia hanya kurang paham, lalu menginginkan anda berjuang untuk mendapatkannya hingga pahala anda jauh berlipat. Maafkanlah ibumu jika ia tidak membuat anda saat ini memiliki kepribadian yang tidak anda sukai. Ia sangat memercayaimu hingga anda memilih keadaan yang seperti ini anda rasakan. Sesungguhnya anda telah menyadari kondisi anda, dan tiadalah yang dapat membentuk kepribadian kecuali anda sendiri.

Maafkanlah ibumu jika ia membuat anda terpaksa melakukan hal-hal yang di luar keinginan anda demi menghargainya. Ia memiliki mata hati yang tajam dan lebih tahu tentang apa yang terbaik bagi anda. Maafkanlah ibumu. Sekali lagi, maafkanlah dia.

[Yazid Subakti]