
Pra Nikah – Jalani dengan sebaik mungkin masa muda dan tua. Perbanyak bekal kebaikan dan manfaatkanlah masa mudamu, agar kelak akan bermanfaat di masa tua.
- Wahai Musafir!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang pundak Ibnu Umar yang baru 21 tahun, lalu bersabda,
“Hiduplah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara.” (HR. Bukhari)
“Apa peduliku dengan dunia? Tidaklah aku tinggal di dunia melainkan seperti musafir yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu musafir tersebut meninggalkannya.” (HR. Tirmidzi)
Tujuan hidup kita bukanlah apa yang kita lakukan saat ini. Kita sekarang adalah seorang musafir yang menempuh perjalanan menuju Allah yang memiliki surga dengan kenikmatan tiada tara.
Sepanjang jalan, kita akan menemukan banyak pertanyaan untuk kita jawab;
“Wahai musafir, ke mana arah langkah hendak kalian tujukan?”
“Wahai musafir, apa yang hendak kalian cari dalam perjalanan ini?”
“lWahai musafir, jalan mana saja yang akan kalian tempuh?”
“Wahai musafir, apa saja bekal yang telah kalian siapkan sampai nanti?”
“Wahai musafir, sampai kapan perjalanan kalian akan berakhir?”
“lWahai musafir, siapa yang akan menunjukimu jika nanti tersesat?”
“Wahai musafir, di mana kalian harus berlindung jika hujan dan badai melanda?”
Hari Ini Adalah Waktu Untuk Beramal
Lepaskanlah hari-hari kemarin seperti anda melepas sepasang merpati. Ia akan terbang dan menjadi catatan pengalaman. Hari ini adalah waktu untuk berbuat kebaikan demi kebaikan tanpa dibebani oleh peristiwa kemarin. Manfaatkanlah masa mudamu hari ini dengan menggunakan setiap jam-jam untuk menabung amal salih.
‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu juga memberi petuah kepada kita,
“Dunia itu akan pergi menjauh. Sedangkan akhirat akan mendekat. Dunia dan akhirat tesebut memiliki anak. Jadilah anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan (hisab), sedangkan besok (di akhirat) adalah hari perhitungan (hisab) dan bukanlah hari beramal.” (HR. Bukhari)
Manfaatkanlah Lima Hal Sekarang, Sebelum Datang Lima Hal Nanti
Lakukanlah lima hal sebelum terwujud lima hal yang lain. Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Manfaatkan lima hal sebelum lima hal lainnya: [1] Masa mudamu sebelum datang masa tuamu, [2] Masa sehatmu sebelum datang saat sakitmu, [3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, [4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, [5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim).
Maksud pesan Rasulullah SAW tersebut adalah:
- Lakukanlah ketaatan ketika dalam kondisi kuat untuk beramal (yaitu di saat usia muda), sebelum datang masa tua renta.
- Beramallah di waktu sehat, sebelum datang waktu yang menghalangi untuk beramal seperti di waktu sakit.
- Manfaatklah kesempatan (waktu luangmu) di dunia ini sebelum datang waktu sibukmu di akhirat nanti. Dan awal kehidupan akhirat adalah di alam kubur.
- Bersedekahlah dengan kelebihan hartamu sebelum datang bencana yang dapat merusak harta tersebut, sehingga akhirnya engkau menjadi fakir di dunia maupun akhirat.
- Lakukanlah sesuatu yang manfaat untuk kehidupan sesudah matimu, karena siapa pun yang mati, maka akan terputus amalannya.
Menabung Sekarang Untuk Nanti
Tak ada makhluk yang diciptakan sebaik manusia. Karena Allah telah berfirman yang artinya,
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At Tin : 4)
Manusia telah menciptakan dengan wujud sebaik-baiknya sebagaimana di waktu muda, yaitu saat masih kuat dan semangat untuk beramal. Tetapi kita akan dikembalikan pada masa senja yang manjadikannya tidak berdaya dan lemah. Jadi manfaatkanlah masa mudamu dengan baik.
Allah berfirman yang artinya, Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya. (QS. At Tin : 5)
Ibnu ‘Abbas menyampaikan bahwa maksud ayat tersebut adalah kita akan dikembalikan ke masa tua renta setelah berada di usia muda, atau dikembalikan di masa-masa tidak semangat untuk beramal setelah sebelumnya berada di masa semangat untuk beramal.
An Nakha’i mengatakan bahwa seorang mukmin yang berada di usia senja dan sulit untuk beramal, maka akan dicatat untuknya pahala sebagaimana amal yang dulu dilakukan pada saat muda.
Maka, sekaranglah saatnya menabung amal sebelum saat-saat lemah itu datang.
Dia berfirman yang artinya,
“Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.” (QS. At Tiin: 4-6)
Orang-orang yang beriman di waktu mudanya dan giat beramal, mereka di waktu tuanya nanti tidaklah berkurang amalan mereka, walaupun mereka tidak mampu melakukan banyak hal.
Rahasia Umur
Beriman Di Sepanjang Usia
Imam al-Ghazali pernah menyatakan bahwa ada sesuatu yang paling jauh sekaligus paling dekat dengan manusia. Hal yang paling jauh adalah waktu yang telah berlalu karena ia tidak akan pernah kembali, sementara hal yang paling dekat dengan manusia adalah kematian karena ia bisa datang secara tiba-tiba, kapan saja dan di mana saja.
Hal yang paling jauh telah pergi meninggalkan kita, menyisakan kenangan dan berbagai catatan. Sementara hal yang paling dekat tidak pernah kita tahu kapan ia akan datang.
Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT tidak akan menerima dalih seseorang sesudah Dia memanjangkan usianya hingga 60 tahun.” (HR Bukhari).
Umur Adalah Masa Tugas Ibadah
Umur ada karena bergulirnya waktu. Jika waktu terus bergerak, maka umur manusia pun ikut bergerak. Maka manfaatkanlah masa mudamu. Sebaliknya, jika waktu berhenti, maka umur manusia pun akan ikut berhenti. Dan itu tak akan terjadi.
Untuk apakah umur digulirkan?
Umur adalah rentang waktu yang dimiliki oleh manusia untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di dunia ini. Dalam rentang waktu itulah seluruh manusia diharuskan untuk melakukan banyak kebaikan dan bergerak menuju sebuah titik yang disebut tujuan.
Allah berfirman yang artinya,
“Sesungguhnya manusia tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali apa yang telah ia kerjakan. Dan sesungguhnya hasil kerjanya itu akan diperlihatkan kepadanya. Kemudian manusia akan diberi balasan yang sempurna sesuai dengan pekerjaannya. Sesungguhnya hanya kepada Allah lah segala sesuatu dikembalikan.” (QS. an-Najm : 39-42)
Umur Nabi Muhammad SAW
Umur Rasulullah SAW tidak sepanjang nabi-nabi yang lain. Beliau diberi kesempatan hidup oleh Allah hanya selama 63 tahun, sementara nabi-nabi yang lain ratusan tahun. Tetapi dalam umur yang singkat itu beliau senantiasa mengisinya dengan berbagai macam kebaikan dan amal saleh. Dalam umur yang singkat itu beliau berhasil melakukan gerakan besar yang merubah dunia. Sepeninggalnya, umat Islam dalam kurun waktu yang amat singkat telah menguasai lebih dari setengah dunia.
Itulah umur yang berkah. Oleh karena itu, seluruh umat manusia menjadikannya sebagai teladan cara menggunakan umur yang penuh kebaikan.
[Yazid Subakti]











Jangan bersedih dengan kemampuan pikiran anda untuk membuat rencana. Keluarkanlah buku harian dan alat pencatat anda. Tuliskan rencana ke depan setelah merasa gagal dalam mengupayakan jodoh. Tuliskan langkah-langkah berurutan apa yang akan anda lakukan mulai hari ini sampai berapa bulan ke depan. Cantumkan target dan tujuan masing-masing langkah. Lengkapi dengan catatan mengenai apa yang harus anda lakukan jika target tidak terpenuhi.

