Jangan katakan “Aku tak diminati”, tapi “aku akan segera menemukannya”

Jangan katakan “Aku tak diminati”, tapi “aku akan segera menemukannya”

Pra Nikah – Jangan pernah mengatakan kepada dirimu sendiri bahwa “Aku tak diminati”, tapi selalu katakan bahwa “aku akan segera menemukannya.” Sebab perkataan adalah doa, sehingga harus terus mengatakan hal yang berdampak baik.

  • Jangan meragukan diri sendiri

Keteguhan hati adalah tanda kuatnya iman, oleh sebab itu keraguan hati menunjukkan lemahnya iman. Allah ta’ala berfirman yang artinya,

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. Al-Hujurat 15)

Keraguan akan kemampuan diri sendiri adalah tanda seseorang tidak mengenali dirinya. Sedangkan orang yang tidak mengenal dirinya berarti tidak mengenal Rabb-nya.

Bahaya keraguan bagi seseorang adalah ia akan selalu melangkah dengan setengah hati dan tidak berani mengambil keputusan. Ia merencanakan banyak hal tetapi mengingkarinya karena takut akan risiko di hari kemudian. Atau, ia mencoba berikhtiar tetapi gamang dan tidak tuntas. Ia memohon pertolongan kepada Allah tetapi tidak yakin Allah akan menolongnya.

Jangan meragukan diri sendiri, karena jodoh tak menginginkan pribadi yang peragu. Jangan ragu-ragu mengambil keputusan karena kebimbangan anda itu akan membuat jodoh tidak mempercayai anda.

  • Jadilah golongan yang ketiga

Ada tiga macam golongan pemuda berdasarkan perilaku dan sikapnya terhadap kebenaran. Masing-masing golongan mencerminkan pesona dan masa depannya kelak baik di dunia maupun akhiratnya.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.” (QS. Al-Fathir 32)

Golongan pertama adalah orang yang menganiaya dirinya. Mereka adalah orang-orang yang mengira bahwa kehidupan ini adalah untuk bersenang-senang sehingga melupakan kehidupan sesudahnya. Hidupnya untuk tidur, menikmati makanan, berfoya-foya, dan mengumbar nafsu dalam perbuatan maksiat.

Mereka melupakan pengawasan Allah atas dirinya dan tidak pernah menyadari usianya mendapat jatah oleh Allah untuk waktu yang amat terbatas. Mereka lupa bahwa kelak di hari akhir harus berjumpa dengan Allah dan melaporkan semua yang pernah ia lakukan saat ini.

Pemuda seperti ini bergaul dengan orang-orang kafir dan ahli kemungkaran. Kelak mereka tidak akan mendapatkan jaminan masa depan yang baik. Di kahirat mereka menemukan dirinya sebagai manusia yang merugi.

Golongan kedua adalah orang-orang pertengahan. Mereka setengah-setengah dalam menanggapi perkataan Allah dan Rasul-Nya. Mereka menjalankan kebaikan, dan sedikit dalam gelimang kemaksiyatan. Dan mereka menjalankan shalat sebagaimana Allah memerintahkan kepadanya.

Tetapi waktu-waktu luang baginya adalah kebebasan untuk melenakan dirinya. Mereka bermain-main bersama teman-temannya, menonton televisi, tidur berlebihan, dan berlama-lama dalam hiburan. Mereka tidak meluangkan waktu untuk membaca kitab Allah dan berdzikir kepada-Nya.

Manusia pertengahan ini tidak mendapat banyak keberkahan hidup. Mereka sekedar menggugurkan kewajiban dan menjaga diri dari murtad. Tidak ada jaminan istimewa dari Allah untuk orang-orang seperti ini.

Golongan ketiga adalah manusia yang bergegas menjemput kebaikan. Mereka adalah orang-orang terbaik yang selalu menjalankan perintah Allah dan benar-benar menjauhi larangan-Nya. Mereka meluangkan waktunya untuk berjihad, berdakwah, dan membantu sesama. Setiap detik waktu luang adalah amal soleh. Setiap kesempatan adalah karya.

Orang-orang seperti inilah yang kelak mendapat jaminan dari Allah surga.

segera menemukannya

  • Dijadikan berbangsa dan bersuku, agar saling mengenal

Berkenalanlah dengan orang-orang di sekitar anda. Manusia tercipta dengan bermacam suku bangsa dan ras agar saling mengenal satu sama lain.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. AL-Hujurat 13)

Bagaimanakah anda akan mendapati jodoh terbaik kalau tidak pernah mengenal dan tidak bersedia mengenal oleh orang-orang sekeliling anda? Berkenalanlah dengan sahabat-sahabat ayah dan ibu kalian, beserta anak-anak mereka. Berkenalanlah dengan para guru dan orang-orang yang bersahabat dengan para guru anda. Kunjungilah teman-teman dan berkenalanlah dengan orangtua dan saudara-saudara mereka. Anda akan merasakan dunia ini tidak sesempit yang anda kira.

Saat bertemu, ucapkan salam kepada mereka. Berbicaralah dengan hangat sebagai saudara seiman yang saling berpesan kebaikan dan kesabaran. Anda akan merasakan dunia ini hangat dan penuh keceriaan, penuh rasa persaudaraan.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Hujurat 10)

  • Jangan terlibat dalam diskusi yang tidak jelas

Menyibukkan diri kepada masalah yang tidak mendatangkan manfaat  adalah kesia-siaan dan mengancam bangunan masa depan. Pembicaraan yang sia-sia hanyalah menghabiskan waktu. Pada waktu adalah asset anda yang tak tergantikan untuk meniti prestasi dan cinta-cita. Pembicaraan yang sia-sia juga menutup peluang-peluang emas yang seharusnya anda dapatkan selama masa muda.

Semakin banyak terlibat dalam pembicaraan yang sia-sia, orang-orang semakin melihat bahwa anda banyak cela. Bagaimanakah seseorang yang anda idamkan akan memilih orang yang tampak jelas banyak cela?

Jika seseorang sibuk dengan berbagai hal yang tidak mendatangkan manfaat, hingga ia meninggalkan kewajiban  yang seharusnya ia lakukan,  melupakan amanat yang sepatutnya ia emban, maka di dunia ini ia akan mendapat cela dan di akhirat ia akan mendapat siksaan.

Anas bin malik meriwayatkan bahwa salah seorang sahabat meninggal duniameninggal dunia, lalu seseorang berkata, “Berilah kabar gembira dengan surga“ maka Rasulullah saw bersabda,

“Apakah kalian tidak tahu ,  mungkin ia pernah mengucapkan perkataan  yang tidak mendatangkan manfaat , atau bakhil terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak akan berkurang.” (HR. Tirmidzi)

  • Jangan terlibat dalam prasangka

Keanyakan dari prasangka adalah dosa. Dari satu prasangka, permusuhan akan menjalar menjadi panjang dan bercabang-cabang menjadi fitnah, kedengkian, dan dendam.

Allah ta’ala melarang berburuk sangka, seperti dalam firman-Nya yang artinya,

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat 12)

Kesukaan berprasangka buruk berkebalikan dengan pembelajaran mencintai. Prasangka buruk berarti menduga-duga keburukan yang terjadi pada orang lain, sedangkan cinta menghendaki perasaan yakin akan kebaikan orang yang dicintai. Itulah sebabnya orang yang suka berprasangka berarti telah menutup pintu jodoh baginya. Jodoh identik dengan penyatuan cinta, dan kontraproduktif dengan hati yang penuh prasangka.


  • Jangan menjadi penghembus fitnah

Penghembus fitnah tidak lebih baik dari orang yang mereka fitnah, bahkan boleh jadi mereka jauh lebih hina.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri  dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al -ujurat 11)

Seperti halnya penghembus prasangka, penghembus fitnah berisiko jauh dari jodohnya karena ia tidak memiliki jiwa seorang pencinta. Bagaimanakah jodoh akan datang kepada jiwa yang tidak sanggup mencintai?

  • Jangan menjadi pendengar gosip

Jangan menghiraukan gossip yang bertebaran di sekeliling anda. Dan jangan menikmati kisah-kisah penuh kebohongan tentang orang-orang yang menjadi bahan pembicaraan itu.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-hujurat 6)

Gossip atau ghibah menjauhkan hati anda dari kelembutan dan kasih sayang, dan mendekatkan anda kepada kebencian dan permusuhan.

Dari Abu Hurairah -Radhiyallahu ‘anhu- bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “Tahukah kalian apa ghibah itu?” Mereka (para sahabat) menjawab: “Allah swt daRasul-Nya lebih mengetahui”. Rasulullah saw bersabda: “Engkau menyebutnyebut saudaramu dengan sesuatu yang tidak dia sukai”.  Ada yang bertanya: “Bagaimana kalau pada saudaraku itu terdapat sesuatu yang saya katakana (nyata)?”  Rasulullah saw menjawab: “Jika pada saudaramu itu ada sesuatu yang engkau katakan (nyata), maka engkau telah meng-ghibah-nya, jika tidak ada (tidak nyata), maka engkau telah membuat kedustaan tentang dia”. (HR Muslim).

Ghibah adalah hal-hal yang nyata kejadiannya, tetpi tidak layak menceritakan kepada orang lain karena akan merendahkan martabatnya. Buhtan adalah hal-hal yang tidak nyata dan mengatakan kepada orang lain seolah-olah ia nyata. Pembicaraan keburukan lain adalah namimah, yaitu memindahkan pembicaraan satu orang kepada oang lainnya dengan maksud mengadu domba.

Saat Anda membicarakan sifat atau perilaku buruk orang lain, ketiga  kemungkinan itu selalu berpeluang di dalamnya. Itu jugalah yang terjadi ketika anda mendengar atau  terlibat pembicaraan gosip.

  • Penuhi hati, mata, dan telinga untuk menerima ayat Allah

Hati, mata, dan telinga dapat menyelamatkan manusia dari neraka jahannam. Jika anda menggunakan hati, mata, dan telinga untuk beribadah kepada Allah, maka Allah akan menghindarkan anda dari neraka.

Allah ta’ala berfirman yang artinya, 

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf 179)

Allah membandingkan tidak berfungsinya hati, mata, dan telinga seperti binatang ternak yang tidak pernah mendapat hidayah.

  • Jadilah Kumbang yang memilih bunga terbaik

segera menemukannyaKumbang memilih bunga-bunga terbaik untuk memberikan madu baginya dan membantu penyerbukannya. Pemuda salih memilih jodoh dengan pilihan terbaik menurut Allah dan Rasul-Nya.

Rasulullah saw. bersabda, “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, atau karena agamanya. Akan tetapi, pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat.” (HR Bukhari dan Muslim).

“Jauhilah olehmu khadraa’uddiman!” Beliau ditanya, “Wahai Rasulullah, apakah khadraa’uddiman itu?” Beliau bersabda, “Wanita cantik di lingkungan yang buruk.” (HR Daruquthni, hadist lemah)

Ini adalah peringatan Rasulullah kepada laki-laki muslim bahwa hendaknya laki-laki tidak memilih perempuan yang tinggal di lingkungan yang tidak baik. Perempuan seperti itu berisiko terpengaruh dengan lingkungannya.

Pilihlah wanita yang sabar. Kesabaran itu akan mengajak anda menuju kehidupan yang bahagia sampai ke surga.  

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

Allah menjadikan istri Fir’aun perumpamaan bagi orang orang yang beriman ketika ia berkata, “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.” (QS. At-Tahriim :11)

Isteri yang sabar berarti ia mampu berlapang dada, menerima kepahitan, kesulitan dan rintangan tanpa keluh kesah.

  • Jangan terpengaruh oleh bisikan-bisikan

Jangan terpengaruh oleh kata-lata orang lain yang melemahkan tekad Anda untuk terus melangkah. Kadang-kadang seorang laki-laki telah menentukan pilihan pada seorang wanita salihah, tetapi bisikan tetangga dan kerabat membuatnya ragu dan akhirnya mundur. Lalu ia kembali pada kekosongan hati dan penantian yang makin panjang.

Jangan dengarkan komentar mereka tentang wanita salihah pilihan Anda itu yang usianya lebih tua, kurang cantik parasnya,atau tuduhan-tuduhan lain yang keji. 

Ingatlah ketika Khadijah menyampaikan keinginan sucinya untuk menikah pada Muhammad, melalui Nufaisa sahabatnya. Muhammad sempat gamang. Ia tidak punya apa-apa untuk menikah. Namun kedua belah pihak keluarga mendukung mereka. Dengan mas kawin 20 unta, Muhammad menikahi Khadijah. Muhammad kemudian tinggal di rumah Khadijah. Keluarga mereka tenteram dan damai. Pada usianya yang terbilang tua, Khadijah masih melahirkan enam anak.

  • Jangan Silau oleh kecantikan

Kecantikan sejati bukan terlihat dari kulitnya yang bersih, tetapi dari kasih sayangnya yang tulus.

Kecantikan sejati bukan terlihat dari suaranya yang merdu,tetapi dari perkataannya yang selalu benaran.

lKecantikan sejati bukan dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat kerja, tetapi bagaimana dia menjaga kehormatannya di manapun berada.

Kecantikan sejati bukan dilihat dari banyaknya pria yang memujanya, tetapi dari komitmen terhadap pria yang telah dicintainya.

Kecantikan sejati bukan dilihat dari kerasnya dia membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang dia baca setelah itu.

Jika anda menikahi seorang wanita semata hanya tertarik oleh kecantikannya, boleh jadi wanita itu juga bersedia anda nikahi hanya karena ketampanan atau uang anda. Kalaupun demikian, anda akan membencinya suatu saat ketika ia tampak makin keriput, dan anda akan ditinggalkan suatu saat ketika mulai lemah dan berkurang harta.

Jika kecantikan wanita menarik hati anda, jangan-jangan ia hanya memiliki kecantikan itu sebagai satu-satunya kelebihan. Anda akan kecewa karena di luar itu yang tersisa hanyalah kelemahan-kelemahan yang selama ini ia tutupi.

Jangan merendhkan harga diri dengan menikahi wanita yang bersedia dinikahi semata dengan mengandalkan kecantikannya. Tidak wanita yang rendah harga dirinya berjodoh kecuali dengan  laki-laki yang sederajat dengannya.

 

[Yazid Subakti]

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *