Tangga Cinta

Tangga Cinta

Pra Nikah – Tangga cinta, sebagian cinta berada di tingkatan amat luhur dan mulia dan hanya terhadi pada siatuasi dan orang tertentu. Kenalilah tingkatan-tngkatan itu sebelum anda menemukan kekasih yang akan menjadi belahan jiwa anda. Agar cinta anda tak salah kepadanya.

Al Jauziyah menuliskan tingkatan cinta itu sebagai berikut,

  • Alaqah. Alaqah artinyahubungan atau kaitan”. Disebut demikian karena adanya hubungan antara hati seseorang dengan sang kekasih.
  • Iradah (kehendak). Ia adalah kecenderungan atau kecondongan hati seseorang kepada seseorang yang dicintai dan dicarinya.
  • Shababah, yaitu tumpahnya perasaan hati kepada kekasih yang tidak terbendung, seperti tumpahnya air ke tempat curahan.
  • Gharam (cinta yang menyala), yaitu cinta yang benar-benar merasuk ke dalam hati dan tidak terpisahkan darinya.
  • Widad (kasih), merupakan sifat cinta dan inti dari cinta itu sendiri. Di antara sifat Allah adalah  Al-Wadud. Ada dua makna tentang sifat ini, yaitu Allah yang dicintai dan Allah yang mencintai hamba.
  • Syaghaf (cinta yang mendalam). Maksudnya adalah merasuknya rasa cinta sampai ke hati yang paling dalam, seperti cintanya Al-Aziz terhadap Nabi Yusuf Alaihis-Salam.
  • Isyq, yaitu cinta yang memuncak dan berlebih-lebihan, sehingga khawatir akan menimbulkan dampak terhadap orangnya.
  • Tatayyum, atau penghambaan dan merendahkan diri. Taimullah artinya hamba Allah. Yutmu artinya kesendirian. Mutayyam artinya orang yang menyendiri dengan cintanya, seperti kesendirian anak yatim karena kepergian ayahnya.
  • Ta’abbud. Ini setingkat di atas tatayyum. Hamba ialah yang dirinya telah menjadi kuasa sang kekasih dan tak ada sesuatu pun yang menyisa bagi dirinya. Semua yang ada pada dirinya menjadi milik kekasihnya, zhahir maupun batin. Inilah yang menjadi hakikat ubudiyah. Siapa yang sempurna ta’abbud-nya, maka sempurna pula tingkatannya. Jika martabat anak Adam sudah mencapai kesempurnaan ini, maka Allah menempatkannya pada kedudukan yang mulia. Saya pernah mendengar Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Saya mencapai martabat ini berkat kesempurnaan ubudiyah kepada Allah dan kesempurnaan ampunan Allah.

Hakikat ubudiyah ialah cinta yang sempurna, merendahkan diri kepada kekasih dan tunduk kepadanya. Bangsa Arab biasa berkata, “Thariqun ma’bad”, artinya jalan yang sudah tunduk dan halus karena sering terlewati.

  • Khallah, yaitu cinta yang sudah merasuk ke dalam ruh dan hati orang yang mencintai, sehingga di dalamnya tidak ada tempat bagi selain kekasihnya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menjadikan aku sebagai kekasih, sebagaimana Dia menjadikan Ibrahim sebagai kekasih.”

Adakah cinta-cinta itu telah tertanam di hati anda? Manusia berlomba mendaki tangga cinta hingga mencapai pendakian tertinggi. Cintailah kekasih dengan tingkatan yang tidak berlebihan. Jadikan rasa cinta itu sebagai bentuk kecintaan kepada Allah, sehingga anda tidak akan mencintai dia melebihi cinta kepada-Nya.

Mereka mati dalam cinta

tangga cintaSejenak, mari kita ingat kembali peristiwa perang Uhud yang bersejarah.

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa ketika orang-orang meninggalkan Nabi SAW sewaktu keadaan mulai genting karena barisan pemanah di bukit tidak mau mengikuti perintah Rasulullah dan musuh erbalik menyerang, para sahabat-sahabat menjadi perisai hidup bagi Rasulullah dari desakan panah-panah kaum musyrikin.

Abu Thalhah adalah seorang pemanah ulung dan selalu tepatmengenai sasarannya. Setiap anak panah yang terlepaskan olehnya ke arah kaum Musyrikin selalu teramati oleh Rasulullah saw, pada sasaran manakah anak panah itu menancap.

Kemudian Abu Thalhah berkata: “Demi ayah dan ibuku, yang menjadi tebusanmu, tak usahlah anda mengamatiku nanti terkena panahan musuh. Biarlah mengenai leherku asalkan lehermu selamat.“ 

Abu Dujanah melindungi Nabi saw dengan dirinya, sementara panah-panah musuh bertubi-tubi menghujam di punggungnya. Demikian pula Ziyad bin Sakan. Ia memayungi Rasulullah saw dengan dirinya sampai gugur bersama lima orang sahabatnya.

Anda akan bersama orang yang anda cintai

Buatlah pembuktian rasa cinta anda kepada orang yang anda cintai itu menjadi nyata. Sesungguhnya anda akan hidup kelak  bersama orang yang anda cintai.

Dari Anas bin Malik RA, bahwa seorang Arab badui bertanyakepada Rasulullah SAW: “Kapankah kiamat itu tiba?” Rasulullah SAW bersabda: “Apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapinya?” Lelakiitu menjawab: “Cinta Allah dan Rasul-Nya.” Rasulullah SAW bersabda: “Kamuakan bersama orang yang kamu cintai” (HR Muttafa‘alaihi).

Cintailah rasulullah, dan anda akan bersamanya kelak di surga Allah. Cintailah suami atau isteri anda karena Allah, kelak anda akan dihimpun bersamanya.

 

[Yazid Subakti]

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *