Jadilah pemuda yang layak mendapatkan jodoh dengan menjaga diri dari perbuatan yang tidak berguna. Jangan sekedar mengikuti kebanyakan orang.
Mereka Juga sama-sama menanti Jodoh
Lihatlah, betapa banyak orang sedang menanti jodoh. Mereka menanti dengan duduk-duduk di rumah menikmati televisi, sibuk menawarkan diri di kontak jodoh, mendatangi dukun dan paranormal untuk mendapatkan sihir mahabbah, mengobral harga diri dengan berdandan norak dan mendatangi tempat-tempat maksiat.
Boleh jadi mereka akan mendapatkan apa yang mereka usahakan saat itu, tetapi setelah itu mereka akan menemukan dirinya yang semakin merugi.
Allah melarang hamba-Nya mengikuti jalan orang-orang yang yang disesatkan-Nya. Dia berfirman yang artinya,
“Katakanlah: ‘tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu. Maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.” (Al-Maidah : 100)
Jangan sekedar mengikuti kebiasaan mereka
Latihlah diri anda menjadi pemuda yang pantas dipertemukan jodohnya dengan tidak asal mengikuti golongan kebanyakan. Apa yang anda lihat di sebelah kanan dan kiri tampak seperti kebaikan, padahal Allah belum tentu memandangnya demikian.
Renungkanlah serangkaian firman Allah ini,
“Seandainya kalian mengikuti kebanyakan orang di muka bumi, sungguh mereka akan menyesatkan kalian dari jalan Allah (QS Al An’aam:116)
“…akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur” (QS Al Baqarah:243)
“…akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS. Al A’raf:187)
“…dan sesungguhnya kebanyakan manusia itu lengah terhadap tanda tanda kekuasaan Kami” (QS.Yunus:92)
“ dan sesungguhnya Kami telah mengulang ulang kepada manusia di dalam Al-Quran ini setiap macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia tidak menyukai selain mengingkari”. (QS.Al Isra’:89)
“ Dan sesungguhnya kebanyakan diantara manusia benar benar ingkar akan pertemuan dengan rabb-nya. (QS.Ar Ruum:8)
“ …akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman”. (QS.Hud:17)
“…Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan..” (QS.Yunus:36)
“Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.” (Al-An’am : 116)
“…dan sesungguhnya kebanyakan manusia itu benar benar fasiq” (QS.Al Maa’idah:49)
Sebenarnya tidak mengapa jika harus menjadi golongan yang sedikit, bila sedikit itu menyelamatkan kemuliaan Anda. Allah menghendaki hamba-Nya yang beriman itu tetap dalam keimanan dan melakukan amal saleh, meskipun amat sedikit yang membersamainya.
Dia berfirman yang artinya,
“…Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, dan amat sedikitlah mereka ini.” (Shaad: 24)
[Yazid Subakti]

