Bersihkan Jiwamu dengan Beirbadah

Bersihkan Jiwamu dengan Beirbadah

Pra Nikah – Sesungguhnya ketika kamu bersihkan jiwamu dengan cara beribadah akan membuat hati menjadi lapang dan pikiran terasa ringan.

  • Bersihkan badan dengan air suci

Dari sahabat Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apabila seorang muslim atau mukmin berwudhu’ kemudian mencuci wajahnya, maka akan keluar dari wajahnya tersebut setiap dosa pandangan yang dilakukan kedua matanya bersama air wudhu’ atau bersama akhir tetesan air wudhu’. Apabila ia mencuci kedua tangannya, maka akan keluar setiap dosa yang dilakukan kedua tangannya tersebut bersama air wudhu’ atau bersama akhir tetesan air wudhu’. lApabila ia mencuci kedua kaki, maka akan keluar setiap dosa yang disebabkan langkah kedua kakinya bersama air wudhu’ atau bersama tetesan akhir air wudhu’, hingga ia selesai dari wudhu’nya dalam keadaan suci dan bersih dari dosa-dosa.” (HR Muslim).

Di hari kiamat nanti, Umat Nabi Muhammad Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam akan berbeda dengan umat yang lainnya dengan cahaya yang nampak pada anggota wudhu’. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat nanti dalam keadaan dahi, kedua tangan dan kaki mereka bercahaya, karena bekas wudhu’.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Sedangkan dalam riwayat yang lain:

”Bagaimana engkau mengenali umatmu setelah sepeninggalmu, wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam” Seraya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tahukah kalian bila seseorang memilki kuda yang berwarna putih pada dahi dan kakinya diantara kuda-kuda yang yang berwarna hitam yang tidak ada warna selainnya, bukankah dia akan mengenali kudanya?” Para shahabat menjawab: “Tentu wahai Rasulullah.” Rasulullah berkata: “Mereka (umatku) nanti akan datang dalam keadaan bercahaya pada dahi dan kedua tangan dan kaki, karena bekas wudhu’ mereka.” (HR. Muslim)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang dengannya Allah akan menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajatnya? Para shahabat berkata: “Tentu, wahai Rasulullah.” Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Menyempurnakan wudhu’ walaupun dalam kondisi sulit, memperbanyak jalan ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat, maka itulah yang disebut dengan ar ribath.” (HR. Muslim)

  • Perbanyaklah Sedekah

Sedekah itu memberi. Demikian juga dengan cinta, ia adalah semangat memberi. Berjodoh berarti memberikan diri anda kepadanya untuk diterima dan dirasakan bersama.

Jadilah pribadi yang layak berjodoh dengan membiasakan diri dalam sedekah. Allah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk bersedekah, dan membalas sedekah itu dengan kebaikan yang Allah kehendaki.

Mari kita renungkan ayat-ayat Allah dalam firman-Nya yang artinya,

Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. [QS. Al-Baqarah : 271].

Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. [QS. Al Baqarah. : 263]

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. [QS. An Nisaa’ :114].

Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.[QS. Ibrahim :31.

  • Perbanyak dzikirmu

bersihkan jiwamu

Sesungguhnya dzikir membuat hati menjadi lapang dan pikiran terasa ringan. Ibnu Sina pada saat-saat tertentu merasakan suntuk yang berkepanjangan dalam memikirkan karya-karyanya. Ia merasa jenuh dan buntu dengan apa yang ia pikirkannya.  Pada saat seperti ini, ia pergi ke masjid dan melarutkan diri dalam dzikir yang panjang.

Dzikir berarti menyebut sesuatu dengan mulut atau mengingat sesuatu dengan menyertakan hati  .Hati menjadi terasa dekat dengan Allah sehingga tumbuh rasa cinta  mahabbah  yang mendalam pada-Nya.

Allah berfirman yang artinya,

”Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” [QS Al Ahzab: 41-42].

‘Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” [QS Al Munafiqun : 9].

Lantunkan pujian dan doa secara lisan. Ucapkan Subhanallah, Walhamdulillah, dan Allahu Akbar. Inilah zikir secara zahir zikir bil lisan yang menghiasi bibir anda.

Bebaskan diri dari segala belenggu yang menghalangi hubungan anda  dengan Allah. Nikmati kebersamaan Anda dengan-Nya dan jangan pernah berhenti  bermunajat pada-Nya. Inilah  zikir secara tersembunyi (dzikir bil qalb) yang memperindah hati dan menenangkan anda.

  • Perpanjang Salat Malammu

Perpanjanglah salat malam anda. Jika hari-hari kemarin anda merasa telah menjalaninya dengan cukup khusyu’ tamahkanlah kekhusyu’an itu di malam-malam berikutnya.

Sholat malam adalah sholatnya para abraar, yaitu orang-orang yang banyak berbuat kebaikan. Salat malam adalah perjumpaan melabuhkan rasa cinta dan rindu kepada Allah

Salat malam menjadikan seorang hamba Allah cintai, sebagaimana Allah berfirman dalam sebuah hadits Qudsi, ”Tidak ada yang lebih Aku senangi dari hamba-Ku daripada mendekatkan diri kepada-Ku dengan apa yang diwajibkan kepadanya. Masih saja hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan shalat-shalat sunnah sampai Aku mencintainya. Maka jika Aku mencintainya, maka Aku adalah pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatan yang ia gunakan untuk melihat, tangan yang ia gunakan untuk memegang, kaki yang ia gunakan untuk berjalan. Dan ketika ia meminta kepada-Ku maka sungguh Aku akan memberi kepadanya dan ketika ia meminta perlindungan kepada-Ku maka sungguh Aku akan melindunginya…” (HR Ahmad, Ibn Majah dan al-Hakim).

Sesungguhnya surga Allah Rasulullah SAW menyeru kepada kita untuk menjalankannya agar kita masuk surga dengan penuh kedamaian.

“Wahai manusia! Sebarkanlah salam, berilah makan dan sholatlah di malam hari ketika manusia sedang tidur lelap, niscaya kamu masuk surga dengan penuh kedamaian.” (HR. Ibnu Majah)

Orang-orang yang senantiasa sholat malam memiliki surga yang khusus untuk mereka. Dari Abdullah bin Umar dari Nabi SAW bersabda,“Sesungguhnya di surga ada sebuah ruangan yang mana bagian luarnya dapat dilihat dari dalmnya dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luarnya, Allah menyiapkannya untuk orang yang memberikan makan, melembutkan tutur kata, senantiasa mengikuti sholat dan sholat di malam hari ketika manusia sedang tidur lelap.” (HR. Thabrani)

Hamba yang salat malam akan mendapat kasih sayang karena Allah menurunkannya kepada mereka. Sebab, rasulullah telah mengatakan demikian,

“Allah merahmati seorang suami yang bangun dimalam hari lalu dia sholat dan membangunkan isterinya, jika sang istri enggan, ia percikkan air ke wajahnya dan Allah merahmati seorang istri yang bangun di malam hari lalu dia sholat dan membangunkan suaminya jika suaminya enggan, dia percikkan air pada wajahnya.” (HR. Abu Dawud)

[Yazid Subakti]

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *