Minggu 37, Memahami Kehilangan

Minggu 37, Memahami Kehilangan

Kelahiran – Di pekan ke 37 kelahiran ini si kecil mulai bisa memahami kehilangan. Hal tersebut karena cara mendapatkan pengalamannya mulai berkembang.

A. Bayi

Ia merangkak cepat, kadang berhenti dengan penyangga lutut dan tangan yang kuat. Merangkak sambil bergumam, menemukan lemari dan memukul-mukulnya, menghampiri meja dan menarik taplaknya.

Mulai minggu ini jangan meletakkan benda di atas meja bertaplak. Ia akan menariknya dan membuatnya berantakan.

Ia memiliki keinginan yang kuat melihat benda tersembunyi. Ketika ia menarik taplak meja, ia bermaksud meraih apa yang ada di atasnya, yang tak tampak ketika berada di bawah.

Jika ayahnya datang membawa tas, ia menyambut tas itu dan ingin membukanya. Barangkali ada benda yang asyik dimainkan atau enak dimakan.

 

B. Cara memperkenalkan MP ASI

Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam memberi MPASI pada bayi adalah sebagai berikut:

Teruskan pemberian ASI sampai usianya 2 tahun.

Berikan aneka ragam makanan secara bertahap dengan tekstur sesuai usianya. Untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisinya. Karena tidak ada satu bahan makanan pun yang memiliki kuantitas dan kualitas zat gizi yang lengkap. Masing-masing bahan makanan mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Jangan memaksakan memberikan makanan pendamping ASI jika Ia menolak. Anda dapat mencobanya di lain waktu.

Makanan padat pada bayi dengan ASI eksklusif dimulai dengan memberikan bubur susu. Awalilah dengan memberikan satu macam bubur susu, misalnya bubur susu beras merah. Tiga hari kemudian berikan bubur susu biskuit. Boleh ditambah sari buah yang tidak terlalu pekat (dicampur air) misalnya sari jeruk manis, pisang, atau pepaya.

Minggu kedua anda baru dapat memperkenalkan nasi tim saring. Pada saat pemberian nasi tim saring berikan hanya satu jenis lauk hewani dulu (misalnya nasi tim dengan fillet ikan tenggiri), dan jika tidak ada tanda–tanda alergi maka Anda boleh mencampurkan menu ini dengan bahan yang lain. Porsi yang diberikan disesuaikan dengan keinginan si kecil.

Ketika memasuki usia 9 bulan, berangsur-angsur kentalkan bubur susu maupun nasi tim saring, agar si kecil tidak kaget ketika diberikan nasi tim di usia selanjutnya.

Di usia 9 – 12 bulan, makanan si kecil harus lebih variatif. Bentuk makanannya pun harus lebih kental (lebih padat) dibandingkan bulan sebelumnya. Ia harus mencoba segala jenis makanan, selama tidak membahayakan pencernaannya. Biasanya di usia ini si kecil sangat tertarik dengan makanan yang keras seperti krupuk, dan kripik. Anda harus terus mengawasi jangan sampai Ia tersedak. Pada usia 11 bulan Anda boleh memberikan nasi. Namun Anad harus melembutkannya dengan menggunakan sendok, dan dicampur air sayur untuk memudahkan menelan.

Teruskan pemberian nasi yang dilembutkan dan secara berangsur akhirnya berikan nasi biasa. Setelah usia 12 bulan si kecil sudah boleh diberikan lauk pauk yang sama dengan menu keluarga, namun tentu saja harus dihindarkan rasa makanan maupun bumbu yang tajam.

Porsi makan bayi :
6 bulan => minimal 6 sdm dewasa
7 bulan => minimal 7 sdm dewasa
8 bulan => minimal 8 sdm dewasa
9 bulan => minimal 9 sdm dewasa

 

C. Cerebral Palsy

1. Apa dan bagaimana Cerebral Palsy?

Cerebral Palsy merupakan gangguan syaraf permanen yang mengakibatkan anak mengalami gangguan pada fungsi motorik kasar, motorik halus, kemampuan bicara dan gangguan lainnya. Karena cerebral palsy berpengaruh pada fungsi koordinasi otot, maka gerakan sederhana sekalipun seperti berdiri tegak akan menjadi sangat sulit.

Masalah kesehatan lainnya dapat terpengaruh oleh keadaan ini, seperti gangguan penglihatan, pendengaran, gangguan bicara dan belajar. Penderita cerebral palsy yang parah dapat mengalami fase vegetatif selama hidupnya, yaitu tidak bisa bergerak dan membutuhkan bantuan selama hidupnya. Sampai saat ini belum ada penyembuhan yang pasti untuk cerebral palsy, tetapi perawatan, pengobatan, bantuan peralatan khusus, dan pada beberapa kasus, operasi dapat membantunya untuk bertahan.

2. Penyebab

Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Para ilmuwan masih mencari penyebab gangguan ini. Namun demikian, anak-anak yang beresiko tinggi menyandang cerebral palsy adalah para bayi prematur, bayi yang sangat kecil yang tidak menangis lima menit setelah kelahiran, bayi yang harus berada dalam ventilator selama lebih dari empat minggu, dan bayi yang mengalami pendarahan otak.
Bayi yang mengalami kegagalan fungsi organ bawaan, seperti jantung atau ginjal, juga beresiko terkena gangguan ini. Kejang-kejang pada bayi yang baru lahir juga mempertinggi resiko cerebral palsy.

Beberapa kasus cerebral palsy merupakan akibat adanya persoalan pada saat kehamilan, yaitu kerusakan otak janin yang tidak berkembang secara normal. Penyebabnya Mungkin infeksi, masalah kesehatan pada saat kehamilan, atau hal lain yang berkaitan dengan distribusi oksigen ke otak. Beberapa kasus juga menunjukkan bahwa cerebral palsy berkaitan dengan masalah yang terjadi pada saat melahirkan.

3. Diagnosa

Cerebral palsy dapat didiagnosa sejak lahir. Bayi dapat dicurigai menderita gangguan ini jika diketahui beresiko mengalami kondisi tersebut akibat kelahirannya yang prematur atau masalah kesehatan lainnya. Dokter kemudian mengikuti dengan detail perkembangan anak sejak lahir ini agar bisa mengidentifikasi adanya masalah pertumbuhan dan perkembangannya.

Bayi yang tidak memiliki risiko berkaitan dengan cerebral palsy sulit untuk didiagnosa. Dokter hanya dapat dapat mendiagnosa ketika menemukan adanya keterlambatan pada ciri-ciri normal perkembangan.

Koordinasi otot yang tidak normal, koordinasi gerakan yang buruk, adanya refleks anak yang masih muncul pada usia yang tidak seharusnya juga adalah pertanda cerebral palsy. Tetapi keterlambatan ini pun disebabkan oleh banyak faktor. Untuk memvonis bayi cerebral palsy, dokter butuh kajian mendetail lagi.

 

TIPS
Mengamankan bayi saat cuaca buruk

Bayi rawan sakit ketika terpengaruh cuaca yang buruk. Hujan dan angin membuat udara menjadi dingin.

Jantung dan sistem peredaran darah bayi belum sesempurna orang dewasa. Aliran darah berjalan lambat dan lama untuk mencapai tangan dan kaki, sehingga membuatnya terasa dingin jika diraba. Kulit bibir, telinga, telapak tangan dan kaki terlihat pucat.

Anda dapat membantu menghangatkan tubuh bayi:

Pakaikan baju dan celana hangat. Setelan pakaian ini terbuat dari bahan yang tebal, lentur dan panjang menutupi badan.

Jika ingin tetap berpakaian pendek, kenakan jaket atau sweater.
Pakaikan kaos kaki, syal, penutup kepala dan kaus tangan khusus.
Jika si kecil sedang tidur selimuti tubuhnya dan berdekatanlah karena suhu tubuh anda akan menambah kehangatan baginya.

Jika tidak ada penghangat ruangan khusus, nyalakan lampu dan tutup pintu serta jendela.
Gendong dengan dekapan agak erat. Selain merasa tenang, ia juga merasa lebih hangat dengan cara ini.

 

REVIEW
Kematian orang tua akan mempengaruhi perkembangan mental anak

Kehilangan orang tua akibat bunuh diri akan meningkatkan resiko anak-anak terserang berbagai gangguan kejiwaan. Johns Hopkins Children’s Center melakukan penelitian yang menghasilkan bahwa mereka yang kehilangan orang tua karena bunuh diri berpotensi hampir dua kali lipat untuk dirawat di rumah sakit karena depresi. Kehilangan orang tua, apapun sebabnya, meningkatkan risiko anak untuk melakukan kejahatan dan kekerasan.

 

ANDA PERLU TAHU
Ibu Yang Sakit Berat Dapat Menularkan Sakitnya Melalui ASI

Hanya Ibu yang sedang menderita penyakit berat saja yang dapat menularkan penyakitnya pada bayinya. Penyakit ini termasuk tipe penyakit menular, misalnya sakit TBC, tifus, dan hepatitis. Tetapi jika Anda hanya menderita flu maka bayi Anda tidak dengan mudahnya dapat tertular sakit flu yang Anda derita. Karena dalam ASI sendiri terkandung antibodi yang merupakan inhibitor untuk virus atau bakteri.

 

WARNING
Ketika bayi bersahabat dengan lantai

  • Sekarang bayi anda bersahabat dengan lantai. Mungkin ia lebih sering kontak dengan lantai daripada dengan badan anda.
  • Lantai yang kotor akan menempelkan banyak penyakit ke tubuh bayi. Makanan yang tercecer di lantai bisajadi terambil dan tertelan, lalu bayi mengalami sakit perut.
  • Ketika anda mengepel lantai, usahakan langsung mengeringkannya sebelum bayi menghampirinya dan terpeleset. Lantai yang licin membuatnya mudah jatuh dan mengalami benturan atau terkilir.
  • Anda harus segera membilas pembersih lantai yang tersisa. Jika terkena tangan bayi zat kimia ini dapat membuat kulitnya iritasi.
  • Lantai keramik yang dingin dapat membuat bayi kedinginan. Anda dapat melapisinya dengan karpet yang lembut.

 

AGENDA
Saatnya imunisasi Campak 1

Sekarang adalah waktunya anda mengajak bayi ke dokter, untuk mendapatkan imunisasi. Pemberian imunisasi Campak-1 sebaiknya pada umur 9 bulan, (sedangkan pemberian campak-2 nanti saat anak kelas 1 SD atau umur 6 tahun).

Tetapi bila bayi anda telah mendapat MMR pada umur 15 bulan, Anda tidak perlu memberikan campak-2.

 

[Yazid Subakti]