Orang yang suka tersenyum membuat perasaan orang disekitarnya nyaman dan senang, maka berilah senyuman anda kepada orang-orang di sekitar.
Daftatr Isi
Senyum Membuat orang berpikir positif
Manusia tersenyum ketika sedang berpikir positif. Anda tidak bisa mengaduh sakit sambil tersenyum, atau menyampaikan ketakutan dengan mengulum senyum. Artinya, saat anda tersenyum, orang lain selalu berpikiran positif tentang anda. dan merekapun akan ikut tersenyum mengimbangi pikiran anda.
Jadi, senyuman itu menular. Seperti gelombang yang frekuensinya sama, senyuman anda menggetarkan pikiran mereka sehingga merekapun ikut tersenyum pula, menjawab pikiran positif anda.
Orang yang suka tersenyum membuat perasaan orang disekitarnya nyaman dan senang, karena ia telah memperbaiki penampilannya. Anda baru sampai pada gerbang masjid sudah tersenyum memandangi sesama jamaah yang berdatangan adalah penampilan yang sangat menyenangkan bagi mereka yang melihat anda.
Inilah sebabnya mengapa orang yang pandai tersenyum itu biasanya banyak teman dan relasinya.
Senyuman sering menampakkan kesan percaya diri dan tegar. Orang yang percaya diri terkesan sukses karena tidak ada hal yang merisaukannya.
Guratan-guratan raut muka anda di sekitar pipi, kening, dan bibir menjadi berkarakter khusus dengan seringnya anda tersenyum. Ini membuat orang akan mempercayai anda sebagai teman yang bisa diandalkan. Kata-kata anda lebih diperhatikan karena mereka begitu yakin dengan kemampuan anda.
Senyum menghilangkan stress
Hilangkan stress dan tekanan batin anda dengan tersenyum.
Senyuman akan membuat perasaan menjadi lebih baik. Suatu ketika anda ditimpa musibah atau persoalan serius yang membuat wajah anda murung dan kalut. Jika anda mencoba tersenyum kepada orang lain, maka seketika itu juga perasaan anda akan lebih baik. Bersedih tetapi tetap tersenyum itu lebih baik daripada bersedih sambil murung. Perasaan sedih justru dapat berubah sejenak ketika anda tersenyum, meskipun dengan memaksa.
Perhiasan wajah anda adalah senyum. Sedangkan sampah wajah anda adalah kemurungan dan kecemberutan. Ketika anda marah atau bersedih, wajah anda cemberut dan murung. Saat anda stress karena suatu persoalan, wajah yang lesu kadang bukan dampak dari stress anda. tetapi kebalikannya, justru wajah lesu itulah yang membuat anda terlarut dalam tekanan. Padahal jika saja anda bersedia mencoba tersenyum, senyuman ini akan perlahan mengurangi rasa tertekan anda. jika tidak percaya cobalah lakukan ini di depan cermin.
Senyum meningkatkan kesehatan
Bagaimana senyum mempengaruhi derajat kesehatan?
Senyum membuat seseorang merasa rileks. Dalam keadaan rileks, organ-organ tubuh bekerja lebih baik dan hormon-hormon beredar dengan lanjar. Demikian pula dengan darah. Jantung yang bekerja dengan normal di saat rileks membuat aliran darah menjadi lancar saat anda tersenyum. Tekanan yang meningkat saat anda stress dapat turun karena kondisi yang nyaman ini.
Senyum melepas hormon endorphin dan serotonin. Ketiganya adalah hormon yang bisa mengendalikan rasa sakit dan membuat tubuh terasa lebih rileks. Ketika anda sedang sakit hati atau tidak enak badan dan mencoba untuk tersenyum, maka sedikit rasa sakit itu akan hilang. Jika anda rajin ke masjid, maka setiap bertemu jamaah akan tersenyum. Anda akan merasa lebih sehat dari yang sebenarnya dengan kebiasaan senyum ini.
Orang-orang dengan kecemasan dan depresi lebih mungkin menderita penyumbatan arteri dan tekanan darah tinggi. Padahal kecemasan dan depresi sesungguhnya dapat diringankan dengan membiasakan diri tersenyum. Artinya, dengan membiasakan diri tersenyum atau sering-sering tersenyum, kecemasan dan depresi menjadi berkurang sehingga risiko penyakit jantung menjadi semakin kecil.
Senyum meningkatkan harapan hidup
Tersenyumlah, mudah-mudahan senyuman itu meningkatkan harapan hidup anda.
Sebuah penelitian oleh Jurnal Psychological Science menemukan bahwa senyuman lebar dengan lipatan di sekitar mata yang lebih dalam dapat memperpanjang hidup Peneliti percaya seringai yang lebar dan lipatan di sekitar mata mencerminkan pandangan positif mendasar pada kehidupan yang menerjemahkan ke kesehatan jangka panjang yang lebih baik.
Penelitian oleh Para ahli di Wayne State University, Michigan, ini dengan mempelajari foto pemain liga utama bisbol tahun 1952. Para pemain dirangking berdasarkan apakah mereka tidak tersenyum sama sekali dan tersenyum sebagian, dimana hanya otot-otot di sekitar mulut yang terlibat, atau tersenyum lebar dengan mengangkat pipi dan lipatan di sekitar mata.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 184 pemain yang sekarang sudah meninggal itu ternyata berada di kategori ‘tidak tersenyum’, dan memiliki kehidupan rata-rata 72,9 tahun. Mereka yang tersenyum sebagian berumur rata-rata lebih dari 75 tahun. Tetapi mereka yang tersenyum lebar memiliki kehidupan rata-rata hingga 79,9 tahun.
[Yazid Subakti]

