Baiti Jannati, Aku Tetap Merindukanmu!

Baiti Jannati, Aku Tetap Merindukanmu!

Baiti Jannati.. Tak ada keindahan yang melebihi indahnya surga. Tak ada kenikmatan yang lebih tinggi dari selera penghuni surga. Dan tak ada kebaikan yang menandingi kebaikan sifat para penghuni surga. 

Di dalamnya sungai mengalir yang airnya tak akan memberi rasa haus selamanya jika manusia meminumnya. Kemudian di sana buah-buahan dan burung-burung dapat diperintahkan untuk mendekat dan seketika itu ia siap disantap penuh kenikmatan.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.” [Al Baqarah: 25]

“Maha Suci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya dijadikan-Nya bagimu yang lebih baik dari yang demikian, (yaitu) surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, dan dijadikan-Nya (pula) untukmu istana-istana.” [Al Furqan: 10]

Apakah anda adalah sebagian dari orang-orang yang merindukan surga? Para perindu surga menuliskan kata-kata impian, menyatakan keinginan yang terpendam,

Di surga, di lautan Cinta, aku ke sana

Mengayuh sampan kecil sebatang nyawa

Berselimut badai,  menantang gelombang

Berkalang kematian, sampai penghabisan

Wahai para perindu surga!

Ada surga kecil di hadapan Anda, yang Anda akan masuk ke dalamnya. Surga itu adalah keluarga mawaddah. Keluarga penuh cinta dan ketentraman. Pintu-pintunya terbuat dari kemilau cinta. Dinding-dindingnya kokoh oleh rasa saling percaya. Lantainya adalah marmer iman yang tak pernah kotor oleh debu dan lumpur. Di dalamnya mengalir sungai-sungai keikhlasan yang jika engkau meminumnya tidak akan ada lagi rasa haus akan pujian manusia.

Selain itu, di kebun-kebunnya, ada pohon-pohon ketaatan yang berjajar rapi dan berbuah kasih sayang. Semakin engkau memetiknya, semakin banyak buah itu akan bermunculan. Setiap engkau memakannya, engkau menjadi puas dan merasa semakin bergairah.

Kemudian engkau berjalan menyusuri taman-taman barokah. Di dalamnya berhimpun bunga-bunga yang keindahan warnanya tak pernah lepas dari pandangan mata. Engkau memandanginya dengan tatapan yang tak pernah bosan. Bunga-bunga itu menebar wangi yang tercium dari jarak sejauh perjalanan yang engkau mampu.

Surga itu ada di dalam rumah, keindahan yang Kekasih Allah Muhammad SAW menyebutnya “Baiti jannati…

Sekarang anda merindukannya, memendam rasa untuk segera bertemu dengan jodoh, separuh iman yang mensyaratkanmu ada untuk masuk di dalamnya.

Kerinduan akan datangnya jodoh seperti merindukan pohon untuk segera berbuah. Bila pohon tak kunjung berbuah, tetaplah yakin pergiliran musim akan menjadikannya kembali berbunga dan memberi harapan akan buah. Selama masih ada langit, tetaplah menyimpan harapan hujan akan turun dan bumi menjadi sumber olehnya.

Kesabaran menanti adalah bentuk ketaatan yang nyata kepada Dzat pemilik dan pemberi Cinta. Tiadalah doa-doa panjang di penghujung malam itu tidak terkabulkan kecuali ada hikmah di baliknya. Jika Allah mencintai hamba-Nya, maka dia menunda mengabulkan permintaan mereka, hingga hambanya semakin lama munajatnya dan semakin dalam rasa cinta kepada-Nya.

Katakan, “Baiti, jannati, Aku tetap merindukanmu”.

Selain itu, siapkanlah jiwa yang penuh semangat untuk memasukinya. Siapkanlah hati yang penuh syukur untuk menghadapinya. Kemudian tunggulah saatnya tiba di sela-sela waktu yang dirahasiakan oleh-Nya.  

[Yazid Subakti]