Menyikapi Anak Jatuh Cinta

Menyikapi Anak Jatuh Cinta

Parenting – Di satu sisi, remaja yang memperluas pergaulannya mendapat banyak manfaat dengan bertambahnya wawasan dan pengalaman hidup. Tetapi disisi lain, pergaulan yang mempertemukan lawan jenis membuatnya terbawa untuk menerima atau memulai hubungan yang indah: jatuh cinta

Sebagaimana aturan kehati-hatian terhadap tindakan mendekati zina dan bentuk kemaksiatan lain, kita sepakat bahwa cinta sebelum waktunya bukanlah cinta yang sesungguhnya. Aturan bagi remaja kita adalah tidak ada cinta sebelum pernikahan. Tidak perlu atau jangan sampai jatuh cinta kecuali kepada seseorang yang sudah dihalalkan menjadi pasangan hidupnya.

Lalu bagaimana jika peristiwa jatuh cinta itu terlanjur terjadi?

Ada beberapa cara mengatasi atau menghadapi anak yang terlanjur jatuh cinta sebelum waktunya.

  1. Terbuka berkomunikasi

Untuk memantau remaja yang sedang jatuh cinta, pertama kali yang Anda lakukan adalah membuka komunikasi. Ajaklah anak bertukar pikiran, bercerita dan bersedia belajar terbuka serta percaya kepada Anda sebagai orang tua untuk memberikan ide terhadap masalah yang ia hadapi. Mulailah berkomunikasi dengan cara mereka, bahasa mereka, dan keinginan mereka yang membuat mereka mengungkapkan masalahnya dengan jujur.

  1. ingatkan kembali aturannya

Sebelumnya, memang sebaiknya Anda pernah membuat aturan tentang batas hubungan pertemanan dan dengan lawan jenis, serta menyepakati pengertian cinta dan sikap keluarga terhadapnya. Jadi, Anda dapat mengingatkan bahwa ada batas-batas hubungan yang harus dipegang teguh agar masa depan tetap terjaga, yaitu tidak menjalin cinta sebelum waktunya (menikah), tidak pacaran dan tidak berteman mesra. 

  1. Dengarkan kata-katanya

Jangan dulu menyimpulkan atau menghakimi anak ketika ia terlibat jalinan cinta di usia belia. Dalam komunikasi yang terbuka, kumpulkan informasi, dengarkan dengan seksama apa saja yang ingin ia sampaikan. Beberapa anak menjalin hubungan cinta bukan karena ia menyukai atau tergoda, melainkan karena tidak tega menolak atau kesulitan membuat alasan untuk mengakhirinya.

  1. Bersikap Bijaksana

Keterbukaan anak menceritakan perasaan atau pengalaman jatuh cintanya harus kit hargai dengan sikap bijaksana orang tua. Tidak semua anak memiliki kesamaan dalam hal emosi, kebutuhan, sifat dan sebagainya. Karena itu orang tua mesti bijak memberikan nasehat. Pikirkan tentang cara menasihati, waktu paling tepat, serta kadar isi nasehatnya. Yang terpenting adalah jangan sampai anak kecewa, terhakimi, terpojok atau merasa orang tuanya benci gara-gara perasaan cintanya itu.

  1. Alihkan dengan kesibukan

Salah satu kondisi yang membuat remaja tergiur jatuh cinta atau terlanjur menjalin hubungan adalah karena adanya kesempatan untuk melakukannya, ada waktu untuk memikirkan dan mengenangnya. Oleh karena itu, Anda dapat perlahan-lahan mengalihkan rasa hatinya itu dengan mengajaknya dalam kesibukan-kesibukan yang mengalihkan fokusnya. Acara keluarga yang menuntut keterlibatan bersama, olah raga, atau program latihan keterampilan mungkin dapat membantu mengalihkan lamunan dan waktu kosong anak.

 

[Yazid Subakti]

 

___________________________

Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.

Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah dipercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.

Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.

Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.

Remaja Menyukai Rayuan

Remaja Menyukai Rayuan

Parenting – Anak-anak remaja pada pada dasarnya menyukai rayuan. Mereka suka merayu atau menggoda, juga suka mendapat rayuan atau godaan. Orang yang mendapat rayuan merasakan bahwa ia istimewa atau terakui keunggulannya. Ia mengira bahwa sang perayu menyukai atau mengaguminya hingga akhirnya terpengaruh untuk membalas menyukai atau mengagumi sang perayu itu.

Ini harus menjadi perhatian tersendiri bagi orang tua. Banyak laki-laki terlena dalam asmara gara-gara mendapat rayuan dari teman perempuan, juga banyak gadis jatuh ke pelukan laki-laki karena rayuan gombalnya. 

  1. Rayuan adalah pengakuan akan pesona

Remaja yang jiwanya mudah berguncang menangkap rayuan sebagai pengakuan seorang perayu atas pesonanya. jika seseorang merayu, itu artinya ia terpesona atau mengaguminya sehingga ia akan berpikir balik mengagumi ataupun memberi respon positif padanya.

  1. Rayuan mampu membuat remaja tersanjung

Rayuan kepada remaja bisa menimbulkan perasaan bahagia. Remaja menjadi tersanjung karena merasa dimuliakan atau diakui kelebihannya. Datangnya kado istimewa yang serta puisi romantis cukup membuat remaja tersanjung. Hanya dengan menyebutkan kata “cantik dan anggun” remaja perempuan bisa tergetar hatinya. Hanya dengan kata “Tampan dan gagah”, remaja laki-laki bisa merasa pesonanya sedang terpuja.

Rayuan dengan pilihan kata yang indah membuat remaja terlena, mengubah perasaannya, dan tersengat semangatnya.

  1. Rayuan membuat remaja merasa dihargai

Bagaimanapun, remaja memerlukan penghargaan. Salah satu penghargaan itu ia dapatkan dengan mudah melalui rayuan. Ketika seseorang merayunya, ia merasa seperti terangkat ke kursi kebesaran yang tinggi untuk dipuja dan diakui kehebatannya. Ia akan merasa sangat berharga dan pantas mendapatkan kata-kata indah yang membuat hidupnya lebih hidup dan berarti. 

  1. Rayuan meluluhkan hati remaja

Rayuan tertentu memiliki efek seperti hipnosis yang dapat membuat remaja terbawa atau luluh hatinya. Remaja yang mendapatkan rayuan dengan kata-kata dan pengkondisian suasana yang romantis dan menyentuh mudah luluh dan mengikuti apa yang perayu inginkan. Ini bisa berbahaya jika perayunya memiliki maksud yang tidak baik.

  1. Setiap remaja suka Dipuja 

Yang paling penting untuk orang tua ketahui adalah pada dasarnya remaja remaja suka rayuan. Jadi, rayuan berupa pujian atau kata-kata positif adalah kebutuhan jiwanya. Rayuan adalah bagian dari komunikasi harmonis yang seharusnya ia dapatkan dari orang tuanya. Jika tidak ia dapatkan, ia akan menerimanya dari teman atau orang yang mengaguminya tanpa peduli niat rayuan mereka baik atau buruk. 

  1. Rayuan dianggap sebagai tanda cinta 

Dengan minimnya pengalaman seputar dunia cinta, remaja menganggap bahwa rayuan adalah pujaan yang merupakan bagian dari tanda cinta. Dengan rayuan seseorang, ia langsung menangkap bahwa seseorang itu tidak akan mungkin merayunya kalau tidak sedang jatuh cinta padanya. Iapun senang, mulai terbawa dan tergetar hatinya. Sebagai ekspresi kegembiraan, ia bahkan memberi balasan berupa isyarat yang menunjukkan bahwa ia menerima cinta itu.

  1. Rayuan adalah kesempatan memulai hubungan 

Rayuan dengan kata-kata positif oleh remaja sering menjadi pertanda ajakan menjalin hubungan. Jika selama ini ada teman yang hanya kenal biasa tiba-tiba mengajukan kata-kata mendayu penuh rayuan, itu artinya ada hubungan khusus yang ingin ia mulai. Jadi, rayuan di mata remaja adalah pesan untuk dimulainya jalinan hubungan istimewa bagi remaja.

 

[Yazid Subakti]

 

___________________________

Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.

Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah dipercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.

Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.

Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.

Kata Al-Qur’an tentang Cinta

Kata Al-Qur’an tentang Cinta

Parenting – Remaja perlu mendapat informasi mengenai tema-tema tentang cinta dari kitab sucinya, Al Qur’an. Jika ia tak membaca atau menemukan seseorang yang akan menceritakannya, maka Anda adalah orang pertama yang menyampaikannya. 

Dalam Al-Qur’an, Allah menyebut cinta dengan istilah al hubb atau mahabbah. Mahabbah secara bahasa menurut Ibnu Fâris berarti tetap teguh mendampingi atau menyertai. Maksudnya, memberikan konsekuensi kepada dua hati yang saling mencinta untuk tetap berdampingan bersama di atas cintanya berupa adanya ikatan hati dengan yang dicintainya.

  1. Banyaknya pendapat tentang makna mahabbah

Menurut al-Juhariy, mahabbah bisa bermakna sesuatu yang terisi penuh. Ini maksudnya bahwa ketika cinta jika hadir, perasaan ini akan mengisi penuh ruang hati seseorang yang ia cintai. 

Menurut Ar-Raghib Al-Asfahaniy, mahabbah adalah sebuah keinginan terhadap sesuatu yang ia anggap baik. Ada mahabbah terhadap kenikmatan (seperti keinginan seorang lelaki kepada seorang perempuan), mahabbah kepada hal-hal yang bermanfaat, dan mahabbah kepada suatu yang memiliki keutamaan (seperti mahabbah kepada ahli ilmu).

Abu Hilal al-‘Askariy berpendapat hampir serupa, bahwa mahabbah adalah sebuah kecondongan terhadap sesuatu. 

Secara istilah, Imam al-Ghazali menjelaskan definisi mahabbah dengan mengatakan, 

Hubb (Mahabbah) adalah kecondongan diri terhadap sesuatu yang nikmat, jika kecondongan itu semakin kuat maka dinamakan ‘Isyq” 

Sedangkan asy-Sya’rawiy menjelaskan, “Makna Hubb adalah kecondongan alami kepada sesuatu yang mana hal itu membuat jiwa ini lapang dan merasa ringan saat melakukannya”.

Ternyata pendapat ahli tentang cinta sangat banyak dan tidak mungkin mengungkap semuanya di sini. Ini juga yang menguatkan pendapat lain bahwa mahabbah (cinta) sebenarnya tidak dapat terdefinisikan secara rinci, karena hakikatnya mencintai tidak dapat tergambarkan. Hanya tanda-tandanya saja yang dapat terlihat. 

  1. Mahabbah menurut Ibnu al-Qayyim Al Jauziyah

Ibnu al-Qayyim adalah ulama yang paling panjang lebar berbicara tentang mahabbah. Kitabnya yang mengulas mahabbah paling terkenal adalah Raudhatu al-Muhibbin wa nuzhatu al-Musytaqin dan Madariju as-Salikin beliau tuliskan banyak pemahaman mencerahkan tentang cinta.

Ibnu al-Qayyim sempat menjabarkan makna mahabbah dengan mengatakan,

“Mahabbah adalah beningnya cinta dan gelora keinginan hati kepada yang dicintai, tinggi serta nampak jelas ikatannya dengan yang dicintai dan yang diinginkannya. Adanya kekokohan, keinginan hati terhadap yang dicintainya hingga tetap mendampinginya dan takkan pernah berpisah dengannya, hati yang paling dalam serta sesuatu yang paling berharga hanya teruntuk yang dicintainya, dialah hatinya. Segala keinginannya, kemauannya dan kesungguhannya hanya kepada yang dicintainya”

Tetapi akhirnya menyimpulkan bahwa tidak ada definisi mahabbah (cinta) yang paling jelas dari pada kata cinta itu sendiri. Jadi, mahabbah adalah keberadaan cinta itu sendiri.

  1. Apa yang dirasakan oleh anak remaja belum tentu cinta

Hanya karena adanya dorongan atau kecondongan kepada lawan jenis, banyak anak muda terbaru menyimpulkan bahwa itu adalah rasa mencintai. Mereka menuruti dorongan perasaannya, kemudian menyatakan kepada seorang yang menjadi pujaannya sebagai rasa cinta: “Aku mencintaimu”. Begitu yakin bahwa itu perasaan cinta, hingga mereka tidak sekedar menyatakan dengan kata-kata, tetapi memberikan atau melakukan sesuatu yang mereka anggap sebagai pembuktian cinta.

Itu bukan pembuktian cinta, tetapi pelampiasan syahwat. Pelampiasan syahwat yang memaksakan, lalu juga terbalas dengan sesama syahwat yang terpaksa. Pada awalnya, saling berbalas syahwat dengan isyarat, kemudian kata-kata, dan banyak yang berujung pada perzinahan.  

Mencintai bukan sekedar menikmati atau mengobati dan membalas rasa rindu. Tetapi ia mengharuskan terlibatnya niat, perbuatan, dan tujuan yang semuanya suci dan mulia. Oleh karena itu, ada beberapa rambu-rambu bagi orang tua untuk anaknya yang mulai mengenal cinta. 

Pertama, suci niatnya. Cinta yang suci adalah cinta yang hadir sebagai ekspresi fitrah karena Allah. Mencintai itu karena Allah sehingga apapun yang Allah tetapkan atas syarat-syarat mencintai mesti terpenuhi. Mencintai jodoh mestinya tidak sampai pada penghambaan atau pemujaan, juga menahan diri untuk tidak menyakiti atau menzalimi yang dicintai. 

Kesalahan dalam niat mencintai menjerumuskan seseorang bersikap obsesif dan posesif, yaitu rasa memiliki secara berlebihan dalam bentuk penguasaan terhadap yang ia cintai.   

Kedua, telah sampai waktunya. Cinta itu dinyatakan dan praktekkan ketika telah tiba waktunya, yaitu di usia dewasa cukup umur dalam keadaan siap menikah. Siap menikah berarti siap jasmaninya, siap jiwanya, juga siap dengan rencana masa depannya. 

Cinta yang telah tiba waktunya berarti anak telah siap untuk menjalani proses perjodohan. Sebelum itu, waktu untuk mencintai belum tiba.    

Ketiga, benar caranya. Sebenar-benar mencintai adalah ketika hadir dalam bentuk perbuatan yang halal, yaitu pernikahan. Hanya keberanian menuju akad nikah yang menjadi bukti bahwa cinta itu nyata dan sungguh-sungguh.Di luar pernikahan, sebesar apapun pengorbanan dan sehebat apapun kesetiaan bukanlah menjadi bukti.  

Anda tidak perlu segan menyampaikan kepada anak bahwa tidak ada cinta sebelum pernikahan.  

Keempat, tepat sasarannya. Mencintai itu perpaduan rasa dan akal, sehingga ketajamannya mampu membedakan kepada siapa ia tertuju: orang yang baik-baik atau orang yang buruk. Cinta yang benar mestinya tertuju  hanya kepada orang terpilih yang menurut rasa dan akal adalah baik, bukan atas dorongan syahwat yang membuta.

Kelima, tahu tujuannya. Mencintai bukanlah sekedar menikmati rasa senang dan kegembiraan saat ini. Mencintai adalah bagian dari cara menjaring keberkahan, untuk kebahagiaan di dunia yang bersambung sampai akhirat nanti. Keberkahan tidak selalu datang dalam bentuk kesenangan, danmeraih kebahagiaan akhirat dengan penuh perjuangan. 

Selalu ingatkan kepada anak bahwa mencintai harus berbekas pada kebaikan dunia, dan menjadi jembatan surga kelak.

 

[Yazid Subakti]

 

___________________________

Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.

Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah dipercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.

Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.

Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.

Mendorong Anak untuk Menulis

Mendorong Anak untuk Menulis

Parenting – Tanpa harus berprofesi sebagai seorang penulis, setiap orang bisa berjuang melalui pemikiran yang dituangkan dalam tulisan. Sampaikan kepada anak bahwa di masa usianya yang masih sekolahpun sangat memungkinkan baginya untuk menulis. 

Qatadah dalam tafsir al-Qurthubi mengatakan, “Menulis adalah nikmat termahal yang diberikan oleh Allah. Ia juga perantara untuk memahami sesuatu. Tanpanya, agama tidak akan berdiri, kehidupan menjadi tidak terarah.” 

Setelah perang Badar usai, Rasulullah membawa 70 orang tawanan Quraisy Mekkah. Mereka dibebaskan dengan satu tebusan, yaitu setiap tawanan diminta mengajarkan membaca dan menulis kepada 10 anak-anak dan orang dewasa. Bayangkan, setiap satu orang dari 70 orang tawanan ini akan mengajari 10 orang. Maka setelah pembebasan tawanan itu tersisa 700 orang Madinah yang bebas dari buta huruf. Selanjutnya, tujuh ratus orang ini diminta kerelaannya mengajarkan kepada sesamanya yang masih buta huruf hingga kaum muslimin hampir seluruhnya terbebas dari kebodohan. 

  1. Mengapa Menulis?

Menulis itu menuangkan ide atau gagasan, menebar opini, berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta menginspirasi orang. Terkadang ada pesan yang tidak bisa terucap dengan kata-kata sehingga harus menyampaikannya lewat tulisan. Jika semua pikiran hanya tersampaikan melalui perkataan verbal, maka kata-kata ini lebih cepat terlupakan. Pepatah mengatakan, “Apa yang kita tulis akan abadi, karena apa yang kita ucapkan akan cepat terlupakan”. 

Dengan membaca tulisan, para pembaca bertambah pengetahuan dan wawasannya, lalu tergerak untuk berubah atau berbuat sesuatu. Telah banyak orang mengubah pandangan hidup gara-gara membaca sebuah tulisan. Banyak orang jadi percaya diri setelah membaca tulisan. Bahkan, tidak sedikit orang mengubah bertaubat karena terpengaruh oleh tulisan yang ia baca. 

Jumlah penulis muslim masih harus diperbanyak. Selain efeknya dahsyat, menyampaikan kebenaran melalui tulisan juga memiliki kelebihan, yaitu,

  • Tidak terikat waktu dan tempat. Menulis bisa di manapun dan kapanpun. 
  • Tidak memerlukan energi yang besar. Satu-satunya energi fisik yang keluar saat menulis adalah mengetik. Di luar itu, anda mengeluarkan energi pikiran saja. 
  • Tidak mengeluarkan biaya. Tidak ada biaya yang saat menulis. Bahkan sebaliknya, menulis dapat mendatangkan uang ketika tulisan terpublikasikan oleh media atau penerbit profesional.
  • Karya tersimpan dan dapat kita baca kapanpun. Tulisan yang dicetak atau dalam bentuk digital dapat dibuka kapanpun dan oleh siapapun, tak terbatas waktu. Bahkan penulis meninggalpun karyanya masih tetap ‘hidup’ dan dibaca orang. 
  • Dapat merevisi atau menyesuaikan isinya). Ini adalah keunggulan tulisan dibanding ta’lim atau tabligh. 
  • Mudah berkembang dalam bentuk diskusi dan tanggapan. Inilah salah satau yang paling pendakwah inginkan, yaitu gagasan dan pemikirannya menjadi mendapat respon. Artinya, penulis (pendakwah) berkesempatan mempengaruhi pikiran orang pada tahap lanjutan. 
  1. Meneladani para mujahid pena

Ada begitu banyak teladan pejuang ilmu yang mendedikasikan hidupnya melalui tulisan. Sebagian dari mereka bahkan mengorbankan seluruh waktunya untuk menulis, berjuang melalui penanya. Siapa yang tak kenal Imam Bukhari, Imam Ahmad, Imam Muslim, Imam Abu Dawud, Imam Ibnu Majah dan Imam At-Tirmidzi? Mereka menghafal, mempelajari, dan menulis kembali hadits yang telah mereka pilih hingga hari ini kita dengan mudah memakainya sebagai rujukan. 

Ath-Thabari, seorang ahli sejarah dan ahli tafsir terkemuka, mengisi hidupnya dengan menulis setiap hari 40 lembar selama 40 tahun. Ibnu Taimiyah menyelesaikan setiap buku dalam waktu satu pekan, bahkan pernah menulis satu judul buku penuh dalam satu kali duduk. Imam Ibnu al-Jauzy telah menulis 1000 judul buku tebal dan berjilid-jilid. 

Al Farabi menulis konsep dasar matematika, sains, ilmu politik dan tata negara. Ibnu Sina menulis 450 judul buku bertema filsafat dan kedokteran hingga terkenal sebagai bapak kedokteran modern. Semua dokter sampai hari ini membaca bukunya yang berjudul Al-Qanun fit Tibb (The Canon of Medicine atau The Canon).

Imam Bukhari sering tiba-tiba bangun dari tidurnya, menyalakan lampu sebentar, menuliskan hadits yang seketika itu ia ingat, kemudian melanjutkan tidurnya kembali. 

Muhammad bin Yusuf berkata, “Suatu malam, aku berada di rumah Muhammad bin Isma’il Al-Bukhori. Aku memperhatikannya bangun, lalu ia menyalakan lampu untuk mengingat sesuatu, dan mencatatnya sebanyak delapan belas kali.”

Ibnu Taimiyah sering keluar masuk penjara. Tetapi ia tak pernah berhenti menulis. Tulisan-tulisannya sangat terasa hidup dan mengena. Sayyid Quthb juga menyelesaikan penulisan kitab ‘Fi Dzilalil Qur’an’ di dalam penjara. Karyanya ini sudah sampai pada generasi sekarang. Pemerintah orde lama pernah menangkap Buya Hamka. Tetapi di balik jeruji besi masih menghasilkan tafsir AL Azhar yang sangat terkenal itu.

 

[Yazid Subakti]

 

___________________________

Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.

Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah dipercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.

Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.

Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.

Menjadi Penyeru Kebenaran di Sekolah

Menjadi Penyeru Kebenaran di Sekolah

Parenting – Tak ada satupun tempat di seluruh penjuru bumi ini, kecuali di sanalah ladang dakwah terhampar. Termasuk salah satunya di lingkungan sekolah. Selalu ada peluang menyampaikan kebenaran di manapun Anak berada. 

Seorang anak yang telah menyadari bahwa ia adalah pemuda muslim, maka mata hatinya akan cepat tanggap bahwa semua orang yang ia hadapi merupakan manusia yang membutuhkan bantuannya untuk saling mencerahkan. Termasuk ketika berada di lingkungan sekolahnya. 

  1. Memakmurkan masjid sekolah 

Sekolah adalah ladang potensial bagi siapapun untuk menyampaikan syiar Islam. Berdirinya masjid atau mushola di kebanyakan sekolah negeri maupun swasta adalah bukti keberhasilan para pendahulu di masa lalu yang jeli menangkap peluang syiar Islam di tempat itu.

Di lingkungan sekolah atau kampus yang tidak berlabel islam, banyak kisah kita dengar dari sekelompok orang yang menempuh perjalanan berliku dan penuh resiko saat mereka memperjuangkan berdirinya sebuah masjid atau musholla di lingkungan sekolah itu. Ada yang sulit oleh prosedur birokrasi, ada yang terang-terangan terlarang, dan yang paling banyak adalah mendapat tekanan psikologis. Apapun hasilnya, mereka telah berhasil membuka sebidang lahan untuk bersyiar Islam. 

Ajak Anak bersyukur jika saat ini berada di sebuah sekolah yang lengkap dengan fasilitas masjid atau mushalla. Ini adalah nikmat besar yang memudahkan baginya untuk memakmurkan atau mengisinya dengan kegiatan positif. 

  1. Menghidupkan syiar sekolah 

Selain mendirikan tempat ibadah, bentuk lain syiar Islam di sekolah adalah mengupayakan gelaran kajian-kajian keislaman. Jika pada awalnya sulit untuk melakukannya di sekolah, acara ini bisa terselenggarakan di rumah dengan mengundang teman-temanlama. Yang penting kajian berjalan dan pesan Islam tersampaikan. 

Dorong anak menawarkan jasa belajar membaca Al-Qur’an kepada teman sekolah, berbagi artikel dakwah melalui sosial media, mengajak berbusana muslimah bagi teman yang masih terbuka auratnya, atau pengenalan nilai Islam lainnya. Amal yang sedikit tetapi istiqamah ini kelak akan menuai hasil berupa membudayanya nilai-nilai keislaman yang bertahun-tahun ia sampaikan itu. 

Yakinkan bahwa sekecil apapun syiar oleh para pemuda pada saat ini, usaha itu kelak akan membuahkan hasil dengan kehendak Allah. 

  1. Menyisipkan Kebiasaan Islami

Dulu di era tahun 1980an, para guru di sekolah-sekolah tak berlabel Islam banyak yang memulai pelajaran dengan ucapan sekedar “Selamat Pagi” atau mengakhirinya dengan “Selamat Siang”. Padahal mereka kebanyakan atau semuanya adalah muslim. Dengan pengenalan ucapan salam yang Islami, kini kalimat “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” sudah tak asing lagi karena ucapan ini telah menjadi budaya. 

Semakin membudayanya ucapan salam ini hanyalah salah satu contoh betapa nilai keislaman dapat disisipkan di lingkungan sekolah. 

Ketika sekumpulan orang telah nyaman dengan kebiasaan Islami, maka penyampaian nilai Islam berikutnya menjadi lebih mudah. Jadi, pembudayaan nilai adalah sebuah pengkondisian yang dahsyat sebelum syiar berikutnya disampaikan. Ia bagai pencangkulan tanah yang menjadikan mudah untuk menanam benih-benih di atasnya. Lama kelamaan semakin banyak dan beragam benih hingga kelak tanah itu rimbun oleh pohon-pohon, berbunga dan penuh buah.

 

[Yazid Subakti]

 

___________________________

Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.

Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah dipercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.

Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.

Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.

Mendorong Anak untuk Berperan di Masyarakat

Mendorong Anak untuk Berperan di Masyarakat

Parenting – Setiap orang adalah bagian dari sistem masyarakat yang mengelilinginya dan harus punya andil untuk ikut berperan di masyarakat. Anda adalah anggota masyarakat, mengenali dan dikenali oleh mereka, melihat dan dilihat oleh mereka, dan suatu saat akan menolong atau ditolong oleh mereka. Anak Anda juga demikian. Di masa lahirnya ia telah kita perkenalkan kepada masyarakat, maka masyarakat pun berharap kebaikan darinya. 

  1. Salih bersama tetangga

Bersama tetangga, kita saling belajar dan mengajarkan kesalihan. Kebaikan apa yang ada pada tetangga kita ambil, kebaikan apa yang ada pada diri ini kita bagikan. 

Bagaimana kita bisa saling salih dan mensalihkan bersama tetangga?

Pertama, kita menjadikan tetangga sebagai ladang amal, tempat kita berbuat baik. Sampaikan kepada anak bahwa tetangga merupakan tempat kita melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar. Merekalah orang-orang yang disediakan oleh Allah ketika Dia memerintahkan kita untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Tanpa tetangga, kepada siapakah kita akan melakukan amar ma’ruf nahi munkar? 

Allah berfirman, 

“Orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka melakukan amar makruf nahi mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat serta taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS at-Taubah: 71).

Kedua, tetangga adalah kontrol terhadap apa yang kita lakukan. Para tetangga yang menyampaikan kritik sebaiknya terima dengan lapang dada dan pikiran positif, bahwa mereka menginginkan kita menjadi pribadi yang lebih baik. Sedangkan kita sendiri harus mengakui bahwa diri ini memang memiliki kekurangan.

Tanpa kita sadari, tetangga membantu kita untuk tidak menyimpang dari nilai-nilai. Mereka mengamati, menilai, dan mengingatkan manakala kita atau keluarga kita melakukan tindakan yang tidak semestinya.

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. [QS At Taubah : 105] 

  1. Kebutuhan bersama 

Kita perlu aktif terlibat dalam dinamika masyarakat bukan hanya untuk menjamin rasa aman, tetapi juga karena kebutuhan hajat hidup kita memang ada di dalamnya. 

Perumpamaan keadaan suatu kaum yang menjaga hukum-hukum Allah adalah seperti sebuah rombongan yang naik sebuah kapal. Mereka membagi-bagi tempat dan masing-masing telah mendapati bagiannya; ada yang di atas dan ada yang di bawah. Orang-orang yang berada di bawah, jika hendak mengambil air, harus melewati orang-orang yang di atas mereka. Lalu orang-orang yang di bawah tersebut berkata, “Seandainya saja kami melubangi tempat duduk kami ini, tentu kami tidak akan mengganggu orang-orang yang di atas sana.” Jika mereka (para penumpang yang lain) membiarkannya, mereka semua akan binasa. (HR Bukhari, Tirmidzi dan Ahmad).

Bahkan saking pentingnya arti masyarakat bagi kehidupan seorang muslim, sampai-sampai Rasul memerintahkan kepada kita untuk memilih tetangga terlebih dulu sebelum memilih rumah. Beliau SAW juga menyatakan bahwa di antara kebahagiaan seorang Muslim adalah mempunyai tetangga yang shalih, di samping rumah yang luas dan kendaraan yang menyenangkan.

 

[Yazid Subakti]

 

___________________________

Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.

Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah dipercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.

Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.

Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.

Yakinkan Dirinya sebagai Penyeru Kebaikan

Yakinkan Dirinya sebagai Penyeru Kebaikan

Parenting – Rugilah orang tua yang membina, mendidik dan merawat anak remajanya, lalu menginginkan ia tumbuh menjadi pribadi yang kebaikannya hanya untuk dirinya sendiri.  Anda seperti seorang petani yang bersusah payah menanam, memupuk, merawat dan menyirami tanaman yang ternyata tanaman itu hanya untuk tumbuh menjadi pohon yang subur tanpa mau berbuah. 

Yakinkan kepada anak muda Anda bahwa ia adalah pemuda muslim penyeru kebaikan. Beri semangat padanya untuk memiliki keberanian menyampaikan kebenaran kepada kawan-kawannya. Firman Allah dalam Al-Quran:

“Katakanlah! Inilah jalan(agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik” (Yusuf: 108)

Kita semua, juga para pemuda, adalah penyeru kebaikan. Sebab, memang setiap muslim memiliki kewajiban untuk berdakwah. Maka berdosalah seorang yang mengaku muslim tetapi tidak terlibat dalam dakwah menegakkan kalimat Allah. Jangan menjadi orang tua yang menjadi penyebab anak menyembunyikan kebenaran yang ia miliki. Karena Allah telah mengingatkan, 

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah Kami menerangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk. (QS Al-Baqarah : 159). 

Sedangkan dalam sabra Rasulullah SAW telah memberikan pilihan-pilihan untuk peduli sesuai kemampuan. 

“Barang siapa di antara kamu melihat kemungkaran, hendaklah mencegahnya dengan tangannya, sekiranya dia tidak mampu, maka hendaklah mengubah dengan menggunakan lidahnya (teguran dan nasihat), sekiranya ia tidak mampu juga hendaklah ia mengubah dengan hatinya (yaitu tidak reda dan benci) dan demikian itu adalah selemah-lemah iman. Tidak ada lagi iman selepas tahap itu walaupun sebesar biji sawi”. (HR At Tirmidzi). 

Sedangkan dalam Al-Quran Allah telah berfirman, 

“Jika kamu berbuat kebaikan, (maka manfaat) kebaikan yang kamu lakukan adalah untuk diri kamu.” (QS Al-Israa’: 7) 

“Dan sesiapa yang berjuang (menegakkan Islam) maka sesungguhnya dia hanyalah berjuang untuk kebaikan dirinya sendiri.” (QS Al Ankabut : 6).

 

[Yazid Subakti]

 

___________________________

Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.

Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah dipercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.

Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.

Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.

Berteladankan Para Pemuda Hebat Sepanjang Sejarah

Berteladankan Para Pemuda Hebat Sepanjang Sejarah

Parenting – Masa depan peradaban diletakkan di tangan pemuda hebat, karena kelebihannya dalam semangat, energi, waktu, kebebasan gerak dan ide besar. 

Al Quran menampilkan kisah ashabuul Kahfi, sekelompok pemuda beriman yang menyelamatkan keimanannya dari kaumnya yang menyimpang. Ia bertahan dalam goa hingga Allah menidurkan mereka selama 309 tahun. Ia dibangunkan oleh-Nya ketika telah sampai tiba masa penguasa yang beriman. Allah juga mengisahkan Ashabul Ukhdud. Pemuda yang tegar dalam keimanannya pada Allah. Penguasa yang murka membinasakan kaum beriman dengan menceburkan mereka ke dalam parit berisi api yang menyala-nyala. Mereka bertahan dari serangan kezaliman, bersenjatakan iman. 

Kini anak anda telah sampai pada masa-masa menyiapkan diri menjadi pemuda, saatnya berteladankan pemuda hebat yang dikisahkan Allah dalam kitab-Nya. 

  1. Mereka ini telah berjaya di usia muda 

Banyak sahabat Rasulullah dari kalangan kaum muda di awal-awal dakwahnya. Islam mendapat sambutan dengan penuh gelora, memberi perubahan besar dan mewarnai dengan cepat dunia Arab dan sekelilingnya. 

Para sahabat muda itu gemar belajar, mengerahkan semua kemampuannya hingga memiliki kapasitas memimpin yang luar biasa hebatnya. Anda akan terkesima bahwa mereka yang sangat belia itu kemampuannya melebihi orang-orang dewasa pada hari ini.

Zaid bin Tsabit pada usia baru masuk akil baligh 13 tahun telah membantu penulisan wahyu. Di usianya yang ke 17 tahun ia menjadi penerjemah Rasulullah SAW menghafal kitabullah dan ikut serta dalam pembukuan mushaf Al Qur’an.

Mu’adz bin Amr bin Jamuh di usia 13 tahun dan Mu’awwidz bin ‘Afra pada usia 14 tahun menaklukkan pimpinan terkuat kaum musyrikin pada perang badar, Abu Jahal.

Zubair bin Awwam yang baru berumur 15 tahun telah berani menghunuskan pedang jihadnya di jalan Allah. Keberaniannya ini membuatnya diakui oleh Rasul SAW sebagai pengikut setianya yang tak pernah absen dalam perjuangan. 

Al Arqam bin Abil Arqam pada usia remajanya yang baru 16 tahun berani menjadikan rumahnya sebagai markas dakwah Rasul SAW di awal-awal perjuangan. Markas bertahan selama 13 tahun berturut-turut dengan penuh keteguhan.

Usamah bin Zaid di usianya yang baru 18 tahun memimpin pasukan beranggotakan para pembesar sahabat seperti Abu Bakar dan Umar untuk menghadapi pasukan terbesar dan terkuat di masa itu. Ia sangat percaya diri, tetapi tetap tawadhu dan dalam yakin dengan langkahnya. 

Sa’d bin Abi Waqqash masuk menjadi barisan pertempuran melawan orang-orang kafir. Ia menjadi anak muda yang pertama kali melontar anak panah di usia 17 tahun. Di usia mudanya pula ia telah masuk dalam anggota ahlus syuro yang turut membuat kebijakan negara.

Atab bin Usaid pada usia 18 tahun menjadi gubernur Makkah. Ia memerintah dengan tangkas dan bijak dan rakyatnya cintai. 

Thalhah bin Ubaidillah baru berusia 16 tahun ketika memberanikan diri berberbaiat untuk mati demi Rasul SAW pada perang Uhud. Ia menjadikan dirinya sebagai tameng bagi Nabi.

Muhammad Al Fatih baru berusia 22 tahun ketika menaklukkan Konstantinopel ibukota Byzantium pada saat para jenderal agung merasa putus asa. Ketika itu byzantium adalah kerajaan yang sangat menakutkan di dunia. 

Abdurrahman An Nashir pada usia 21 tahun memimpin Andalusia hingga mencapai puncak keemasannya. Dia mampu menjadi penengah berbagai konflik dan berhasil membakar semangat para ilmuwan muslim menciptakan karya-karya besar. 

Masih banyak tokoh lain yang telah menjadi hebat di masa mudanya. Bukan hebat dalam penampilan dan tampangnya, tetapi perannya dalam perjuangan dan peradaban islam.

Pikirkanlah dengan perenungan yang dalam, hari ini putra-putri telah menjadi apa? Sejauh mana ia telah berperan bagi umat dan apa saja karya besar yang telah ia persembahkan? Apa saja tanda-tanda yang hari sudah ia tampakkan untuk menjadikannya bisa menjadi pribadi yang hebat kelak?   

  1. Adakah yang sehebat itu anak muda kini?

Jika tak mungkin mengejar prestasi mereka dalam perjuangan memajukan peradaban, minimal anak kita malu untuk menjadi pemuda yang hanya diam berpangku tangan. Lalu bangkit dengan semangat melakukan apa yang mungkin bisa. 

Maka di usia-usia ini, pemuda sangat banyak memiliki peluang untuk mengabdikan diri dalam peran positif. Banyak tempat-tempat yang siap dimasuki untuk dijadikan lahan bertanam kebaikan. Banyak perkumpulan yang siap menampung untuk dicerahkan.

Mungkin tidak ada yang sehebat pemuda di zaman itu, tetapi setidaknya ada niat baik untuk memulai dan istiqamah menjalani.

 

[Yazid Subakti]

 

___________________________

Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.

Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah dipercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.

Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.

Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.

Mengokohkan Karakter Khasnya Sebagai Pemuda Muslim

Mengokohkan Karakter Khasnya Sebagai Pemuda Muslim

Parenting – Kepribadian pemuda muslim tidaklah sama dengan para pemuda umumnya penganut keyakinan lain. Pemuda muslim memiliki sikap dan perilaku khas yang membuktikan kebaikan dirinya dan kemanfaatannya bagi orang lain.  

Jika dua orang menawarkan barang dagangan yang sama kepada Anda, yang satu terkenal pendusta dan yang satunya lagi terkenal jujur, pedagang manakah yang akan Anda percaya? 

Anda pasti lebih mempercayai kata-kata pedagang jujur, meskipun Anda sudah tahu barang dagangan yang ditawarkan kedua orang itu  memiliki harga dan kualitas yang sama. Dusta, walaupun jarang diucapkan, membuat seseorang kurang dipercaya. Semakin sering berdusta, semakin tidak dipercaya seseorang. Sebaliknya, kejujuran adalah awal mula seseorang dapat dipercaya. Pahitnya kata-kata orang jujur tetap lebih dipercaya daripada manisnya kata-kata seorang pendusta. 

Karena salah satu misi pemuda muslim adalah membawa kebenaran untuk disampaikan, maka mestilah ia menjadi sosok yang dapat dipercaya. Amanah (terpercaya) adalah sifat utama yang harus dimiliki oleh seorang pengemban kebenaran sebelum sifat-sifat yang lain. Sifat ini selalu bersamaan dengan ash shidiq (kejujuran) sehingga tidak ada manusia jujur yang tidak terpercaya, dan tidak ada manusia terpercaya yang tidak jujur. 

  • Pemuda muslim berusaha selalu dalam keikhlasan 

Mari kita simak nasehat Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra, 

“Orang yang riya’ itu memiliki empat tanda: malas ketika sendirian, semangat ketika berada ditengah-tengah manusia, bertambah amalnya ketika dipuji, dan berkurang amalnya ketika tidak mendapat pujian” 

Apa yang dikhawatirkan Ali bin Abi Thalib itu kini banyak terjadi. Para penyeru kebaikan banyak yang tampil dengan penuh semangat dan produktif tetapi di balik itu mereka menikmati pujian dan imbalan duniawi yang menjadikan mereka seorang sanjungan. Orang-orang mengelukan, mengidolakan, dan uangpun mengalir padanya. Sementara itu pesan-pesan kebenaran yang disampaikannya lebih bernuansa hiburan ketimbang nasehat kebenaran. 

Ikhlas berarti meniatkan amalan semata karena Allah dan tidak mengharap pujian atau imbalan dari makhluk. Ikhlas itu ketika kita tidak semakin bersemangat saat mendapat pujian, dan tidak semakin berkurang semangat saat orang-orang mencela. Orang yang ikhlas tidak menghitung-hitung dan berbangga atas amalnya. Sebab kepastian amal itu lebih penting daripada seberapa banyak amal yang terhitung oleh pikiran kita.

  • Penyayang

“Gembirakanlah dan jangan kau takut-takuti. Mudahkanlah dan jangan kau persulit…”

Demikian pesan yang Rasulullah SAW sampaikan ketika melepas keberangkatan Abu Musa dan Muadz untuk berdakwah di Yaman. Yang tersirat dari pesan ini adalah kita harus memahami bahwa Islam ini memang berat bagi kaum awam. Oleh sebab itu suasanakan cara menyampaikan islam kepada anak yang membuatnya terasa ringan dan menyenangkan. Ketika anak telah tumbuh menjadi pemuda muslim penyeru kebenaran, ingatkan agar islam ia sampaikan dengan cara yang paling mudah, menanamkan keimanan dengan penuh kehati-hatian, serta mengenalkan hukum dengan bertahap agar datangnya Islam bukan sebagai beban yang berat. 

Tentu saja, menjadikan Islam menyenangkan dan mudah itu tidak bermakna melonggarkan ajaran akidah dan menyederhanakan hukum yang telah Allah tetapkan. Kemurnian Islam harus tersampaikan seutuhnya. Caranya, penyeru kebenaran itu tetap menyampaikan keutuhan Islam dengan menampilkan diri sosok yang penuh kasih sayang. Doronglah anak untuk tampil sebagai seorang sahabat yang ramah, seorang tetangga yang gemar berbagi, seorang anggota masyarakat yang suka menyapa, dan sesosok teman yang peduli. 

Ingatkan pesan Nabi ini, 

Hendaklah kamu bersikap lemah lembut dan janganlah bersikap kasar dan keji (HR Bukhari)

Sesungguhnya,tidaklah sikap lemah lembut itu ada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya dan tidak pula ia lepas dari sesuatu kecuali mengotorinya (HR Muslim) 

  • Rendah Hati dan Tenang 

Pemuda yang baik adalah seorang alim (berkeilmuan). Tetapi penguasaan ilmu yang menjadikannya tinggi hati, angkuh dan merasa paling tahu bukanlah sifat seorang penyeru kebenaran. Bahkan dalam peristiwa tertentu saat ia harus menyampaikan pesannya kepada sekelompok orang, mungkin saja di antara orang-orang itu ada yang lebih alim darinya. 

Kita harus mengingatkan kepada anak bahwa ia tidak boleh merasa paling tahu dan menganggap mereka yang dia hadapi itu bodoh. Ingatkan bahwa dia tidak boleh merasa paling benar kemudian menganggap teman yang tak seiring pemikiran itu sesat. Jika dalam kenyataannya mereka memang bodoh dan sesat, ingkatkan kepadanya bahwa dirinya di masa lampau juga sama bodoh dan sesatnya. Jikapun mereka saat ini sesat, dengan semangat dan kesungguhannya mencari ilmu, kelak mereka akan menjadi pribadi yang bahkan lebih alim dan wara’ daripada kita saat ini. 

  • Sabar 

Sesungguhnya iman itu separuhnya adalah sabar, dan separuhnya lagi adalah syukur. 

Sabar menjadi akar dari ketangguhan dan kuatnya hati, yaitu keadaan ketika anak menampakkan sifat pantang mengeluh, menahan diri dari amarah atau pemaksaan kehendak, serta kemampuan mencegah dari semua perbuatan dzalim. Muslim tangguh yang penyabar tidak mudah menyerah terhadap apa yang sedang ia perjuangkan meski rintangan semakin berat dan sulit. 

Kesabaran dalam bergaul bermakna tidak adanya keinginan dalam hati untuk membalas ketika seorang kita mendapat perlakuan dzalim dari seseorang atau sekelompok orang. Kesabaran dalam menempuh cita-cita berarti tetap teguh dan istiqamah, tetap bersemangat menghadapi jatuh bangunnya ikhtiar. 

Lawan dari sifat sabar adalah tergesa-gesa (isti’jal), yaitu sikap terburu-buru, tidak mampu menahan keinginan untuk segera merasakan hasil ikhtiar. Isti’jal juga bermakna kekurangsiapan untuk mentaati tahapan demi tahapan. 

Jika kesabaran dapat menjadi sarana tersampaikannya rencana pada cita-cita, maka isti’jal akan menjadikan semua rencana berantakan. 

  • Pemaaf 

Tsumamah bin Itsal pernah datang untuk membunuh orang yang paling ia benci, yaitu Muhammad SAW. Dengan persenjataan lengkap, ia datang ke majelis Rasulullah. Umar bin Khaththab yang berada di majelis langsung berdiri menghadangnya, tetapi Tsumamah tetap bersikeras akan membunuh Rasulullah. 

Maka diringkus lah Tsumamah hingga lelaki kafir dari Yamamah itu tak mampu melawan Umar,  lalu digelandang ke masjid. Tubuhnya terikat pada salah satu tiang masjid untuk dihadapkan pada Rasulullah agar mendapat keputusan hukum. 

Ketika Rasulullah datang, ternyata beliau malah memberinya segelas susu dan meminta Umar untuk melepas tali kekang Tsumamah. Setelah itu, ia dituntun mengucap dua kalimat syahadat. Beberapa kali ia menolak mengucapkannya, hingga akhirnya ia bangkit dan melangkah pergi. Tetapi sampai beberapa jarak, ia kembali lagi dengan wajah yang berubah. Ia menemui Rasulullah dan bersyahadat.

Rasulullah tersenyum dan bertanya, “Mengapa engkau tak mengucapkannya ketika aku menyuruhmu tadi?”

“Aku tak mengucapkannya ketika masih belum engkau bebaskan, sebab aku khawatir ada yang mengira masuk Islamku itu karena aku ketakutan padamu. Namun setelah engkau bebaskan, aku masuk Islam karena semata mengharap ridha Allah robbul alamin”

Perhatikanlah! Jiwa pemaaf Rasulullah SAW telah membawa perubahan sangat besar pada sikap orang yang Beliau hadapi. Jiwa pemaaf meluluhkan hati orang yang keras dan penuh permusuhan, berbalik menjadi seorang yang lembut dan pembela sejati. Andai saja Umar dan kerumunan sahabat ketika itu menuruti kehendak hatinya untuk bertindak terhadap Tsumamah, maka tentulah tidak akan bertambah pemeluk Islam dan pecinta Rasulullah. Bahkan sebaliknya, peristiwa itu dapat memicu perang dengan kabilah Yamamah karena para pengikut Tsumamah ingin membalas dendam. 

Tunjukkan sifat pemaaf dengan kemurahan hati untuk menerima cercaan dari orang-orang yang ia hadapi. Ketika seseorang atau sekelompok orang memusuhi anak, alihkan keinginan untuk membalas permusuhan itu. Kita tetap memiliki keyakinan bahwa di balik permusuhan selalu ada peluang untuk berdamai, bahkan berbalik menjadi dukungan. 

  • Tangguh 

Tangguh itu kesiapan lahir batin menghadapi situasi apapun. Sebab kita tak selalu tahu tahu perubahan tantangan dari waktu ke waktu. Prioritas kegiatan anak kita juga sering berubah dari satu persoalan ke persoalan yang lain. Satu waktu ia harus memprioritaskan perjuangan meraih prestasi sekolahnya, di waktu yang lain harus menyambut ajakan kebaikan bersama teman-temannya di masjid, pada tahun berikutnya harus terjun dalam organisasi, dan sebagainya. 

Ada tiga unsur ketangguhan yang harus ada dalam pribadi pemuda muslim. 

Ketangguhan fisik (Jasadiyah), yaitu tangguh secara jasmani menyongsong aktivitas dan tekanan yang beragam. Fisik yang sehat lebih memungkinkan aktivitas berjalan dengan baik dan jangkauannya lebih luas. Ia harus kita ikhtiarkan menjadi sosok yang kuat badannya, memiliki kekebalan yang baik, dan tahan menghadapi berbagai cuaca dan situasi alam yang tak menguntungkan. Kondisikan anak untuk siap terjun di lokasi bencana menyalurkan logistik, turun ke pelosok kampung yang jauh untuk berbagi bantuan. Kondisikan anak tahan guyuran hujan dan sengatan matahari. Di organisasi, anak harus siap bertahan dengan aktivitas yang bahkan waktu sehari semalam 24 jam serasa masih belum cukup. 

Ketangguhan hati (Qalbiyah), yaitu kondisi hati yang bermental baja. Hati yang tangguh adalah hati yang tidak mudah takut akan tantangan baru, atau kondisi hati yang tidak mudah putus asa dan  pantang menyerah dalam setiap ikhtiar. Banyak tantangan yang membuat anak muda gentar akan risikonya. Padahal dalam praktiknya, apa yang kita takutkan seringkali tidak terjadi. Rasa takut dan keraguan berjuang itu hanyalah cara syaitan untuk mempengaruhi manusia agar kebenaran tidak semakin berkembang. 

Ketangguhan pikir (Fikriyah), yaitu kemampuan akal pikiran kita untuk beraneka ragam masalah, dan terus mencari solusi atas semua persoalan umat. Setiap hari mungkin saja manusia akan teruji dengan persoalan baru yang harus ia hadapi dengan solusi baru. Setiap tempat, manusia memiliki persoalan sendiri-sendiri yang untuk menyelesaikannya ia butuhkan cara yang berbeda-beda.

 

[Yazid Subakti]

 

___________________________

Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.

Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah dipercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.

Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.

Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.

Ia Telah Menjadi Pemuda Muslim

Ia Telah Menjadi Pemuda Muslim

Parenting – Mari menjadi orang tua yang tak pernah berhenti menyelami dunia anak dari fase ke fasenya. Kini, telah tiba saatnya kita mengingatkan bahwa ia telah menjadi pemuda muslim yang sesungguhnya. Jika ia mengakui dirinya muslim, itu berarti ia mesti hidup berdasarkan Islam: berkeyakinan Islam, beribadah murni secara Islam, dan berakhlak Islami. Pengakuan diri muslim berarti bahwa semua yang ia lakukan adalah apa yang ada dalam islam. 

  1. Mengembalikan anak pada tujuan hidup 

Telah difirmankan oleh Allah SWT bahwa kita dihidupkan semata untuk beribadah dan taat kepada-Nya. 

Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah dan beribadah kepadaKu. (QS Az Zaariyaat, Ayat: 56).

Mari mengingatkan kepada anak, bahwa ia harus kembali pada tujuan penciptaannya, yaitu agar taat beribadah kepada Allah. Anak-anak boleh bercita-cita apapun yang baik-baik boleh berkarir dan merencanakan kehidupan dunianya dengan leluasa. Tetapi jangan sampai melupakan tujuan akhir dari itu semua, yaitu meneguhkan ketaatan kepada Allah.   

  1. Menyadarkan anak tentang kecilnya nilai dunia dibanding akhirat 

Pemuda MuslimIngatkan anak untuk menggenggam dunia hanya di tangan, sedangkan akhirat harus sampai pada genggaman hati. Selama manusia masih terjangkiti kecintaan pada dunia, maka akhirat akan tampak kecil dan semangat berislam tak akan berkembang penuh. Padahal nilai akhirat jauh lebih besar dibandingkan dunia.

Suatu hari Rasulullah SAW melihat bangkai anak kambing yang pemiliknya buang lalu beliau SAW berpaling ke arah para sahabatnya dan bersabda: “Adakah kalian melihat betapa hinanya bangkai kambing itu di sisi pemiliknya? demi Allah dunia ini lebih hina di sisi Allah melebihi kehinaan kambing tersebut di sisi pemiliknya. Kalaulah nilai dunia ini menyamai nilai sebelah sayap seekor nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi seteguk air pun untuk minuman orang kafir”

Seremeh itulah gambaran dunia ini daripada akhirat. Maka tidak ada alasan yang kuat bagi seorang muslim untuk mengutamakan urusan dunia. 

  1. Menyadari bahwa maut pasti tiba

Apakah pantas membicarakan maut kepada anak muda? 

Justru mumpung masih muda, kita harus memulai pembicaraan bertema kematian. Kematian tak pernah mengenal umur. Jikapun ia mendapat takdir meninggal di umur yang panjang, agar ia merasa beruntung memiliki banyak waktu untuk menyiapkannya. 

Mengingat mati adalah jalan menuju semangat memperjuangkan Islam. Usia ini boleh jadi tidak sepanjang yang kita kira, sedangkan cita-cita dan jalan juang masih terlampau jauh ujungnya. Sebelum maut menjemput, apapun yang mampu ia lakukan, ia harus lakukan. 

  1. Biarkan ia bergerak bangkit bersama para penyeru agama Allah 

Jika anak telah mengakui keislamannya, itu bermakna pula bahwa ia setuju untuk memperjuangkan Islam. ia menyadari harus bekerja dalam satu pertemanan yang kokoh, bekerjasama dengan mereka untuk menyeru kebaikan mencegah kemungkaran. Ia merasa harus bekerja keras mewujudkan keislaman yang semua orang terima. 

Biarkan anak muda anda bergerak bersama kawan-kawannya, bangkit meneriakkan kalimat Allah.  Sebab Allah telah berfirman, Dan hendaklah kamu bertolong-menolong untuk membuat kebajikan dan takwa dan janganlah kamu bertolong-menolong pada dosa (maksiat) dan permusuhan. (QS Al-Maidah: 2). 

Anak muda itu telah memahami betapa kerjasama dalam kebaikan itu merupakan perintah. Karena pada hakikatnya antara satu mukmin dengan mukmin lainnya adalah satu.

 

[Yazid Subakti]

 

___________________________

Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.

Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah dipercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.

Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.

Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.