Parenting – Tak ada satupun tempat di seluruh penjuru bumi ini, kecuali di sanalah ladang dakwah terhampar. Termasuk salah satunya di lingkungan sekolah. Selalu ada peluang menyampaikan kebenaran di manapun Anak berada.
Seorang anak yang telah menyadari bahwa ia adalah pemuda muslim, maka mata hatinya akan cepat tanggap bahwa semua orang yang ia hadapi merupakan manusia yang membutuhkan bantuannya untuk saling mencerahkan. Termasuk ketika berada di lingkungan sekolahnya.
Memakmurkan masjid sekolah
Sekolah adalah ladang potensial bagi siapapun untuk menyampaikan syiar Islam. Berdirinya masjid atau mushola di kebanyakan sekolah negeri maupun swasta adalah bukti keberhasilan para pendahulu di masa lalu yang jeli menangkap peluang syiar Islam di tempat itu.
Di lingkungan sekolah atau kampus yang tidak berlabel islam, banyak kisah kita dengar dari sekelompok orang yang menempuh perjalanan berliku dan penuh resiko saat mereka memperjuangkan berdirinya sebuah masjid atau musholla di lingkungan sekolah itu. Ada yang sulit oleh prosedur birokrasi, ada yang terang-terangan terlarang, dan yang paling banyak adalah mendapat tekanan psikologis. Apapun hasilnya, mereka telah berhasil membuka sebidang lahan untuk bersyiar Islam.
Ajak Anak bersyukur jika saat ini berada di sebuah sekolah yang lengkap dengan fasilitas masjid atau mushalla. Ini adalah nikmat besar yang memudahkan baginya untuk memakmurkan atau mengisinya dengan kegiatan positif.
Menghidupkan syiar sekolah
Selain mendirikan tempat ibadah, bentuk lain syiar Islam di sekolah adalah mengupayakan gelaran kajian-kajian keislaman. Jika pada awalnya sulit untuk melakukannya di sekolah, acara ini bisa terselenggarakan di rumah dengan mengundang teman-temanlama. Yang penting kajian berjalan dan pesan Islam tersampaikan.
Dorong anak menawarkan jasa belajar membaca Al-Qur’an kepada teman sekolah, berbagi artikel dakwah melalui sosial media, mengajak berbusana muslimah bagi teman yang masih terbuka auratnya, atau pengenalan nilai Islam lainnya. Amal yang sedikit tetapi istiqamah ini kelak akan menuai hasil berupa membudayanya nilai-nilai keislaman yang bertahun-tahun ia sampaikan itu.
Yakinkan bahwa sekecil apapun syiar oleh para pemuda pada saat ini, usaha itu kelak akan membuahkan hasil dengan kehendak Allah.
Menyisipkan Kebiasaan Islami
Dulu di era tahun 1980an, para guru di sekolah-sekolah tak berlabel Islam banyak yang memulai pelajaran dengan ucapan sekedar “Selamat Pagi” atau mengakhirinya dengan “Selamat Siang”. Padahal mereka kebanyakan atau semuanya adalah muslim. Dengan pengenalan ucapan salam yang Islami, kini kalimat “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” sudah tak asing lagi karena ucapan ini telah menjadi budaya.
Semakin membudayanya ucapan salam ini hanyalah salah satu contoh betapa nilai keislaman dapat disisipkan di lingkungan sekolah.
Ketika sekumpulan orang telah nyaman dengan kebiasaan Islami, maka penyampaian nilai Islam berikutnya menjadi lebih mudah. Jadi, pembudayaan nilai adalah sebuah pengkondisian yang dahsyat sebelum syiar berikutnya disampaikan. Ia bagai pencangkulan tanah yang menjadikan mudah untuk menanam benih-benih di atasnya. Lama kelamaan semakin banyak dan beragam benih hingga kelak tanah itu rimbun oleh pohon-pohon, berbunga dan penuh buah.
[Yazid Subakti]
___________________________
Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.
Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah dipercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.
Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.
Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.

