Kelahiran – Pengasuhan dalam situasi khusus merupakan waktu mengasuh bayi bagi Bunda yang terjadi dalam waktu-waktu tertentu yang berbeda dengan waktu biasanya.
Daftatr Isi
A. Mengasuh optimal di bulan puasa
1. Tetaplah mengasuh
Anda harus bergembira dengan datangnya bulan puasa. Ini adalah bulan yang amal kebaikan anda akan dilipatgandakan pahalanya.
Tetaplah mengasuh di bulan puasa seperti bulan-bulan lain. Bulan ini sangat berarti bagi anda maupun bayi anda. Ia akan belajar tentang perjuangan anda mengasuhnya, semangat anda dalam beribadah, dan nuansa bulan suci yang khusyu’.
Mulailah berbagi dalam hal pekerjaan yang menyita tenaga fisik cukup berat, misalnya menggendong berlama-lama, atau belanja di siang hari. Anda dapat berbagi dengan suami, ibu, atau pengasuh sementara Anda.
Anda tidak memasak di pagi hari untuk menu keluarga, tetapi harus tetap membuat makanan bayi anda.
Tidak harus memaksakan diri datang ke masjid untuk shalat tarawih. Anda dapat menjalankan shalat berjamaah bersama ibu atau suami anda di rumah, di samping bayi anda. Kelebihan cara ini adalah sesekali bayi menangis anda dapat menunda kelanjutan tarawih berapa menit kemudian.
Tidak harus menghadiri sekian banyak jadwal siraman rohani jika bayi anda sulit kompromi. Pilihannya adalah, anda dapat memanfaatkan program TV atau radio yang menyiarkan acara religius khusus edisi puasa.’
Perbanyak membaca buku-buku agama dan memperdengarkan lantunan ayat suci, selain anda sendiri juga harus rajin mengaji di rumah.
Gunakan bulan ini sebagai latihan untuk semakin menerima nilai-nilai islami anda bersama keluarga. Anda dapat mulai semakin konsisten menutup aurat, dan bayi anda juga berkostum islami.
Saat jam makan sahur mungkin akan ada kendala: bayi tak mau dipisah dari tempat tidur sementara anda harus menyiapkan makan bersama suami. Menyiapkan menu makanan sebelum Anda tidur dapat menjadi solusi permasalahan tersebut. Saat makan sahur, anda tinggal memanaskannya atau suami pun bisa melakukannya sendiri jika si kecil benar-benar tak mau kompromi.
Di sepuluh hari terakhir ramadhan, siapkan kemungkinan terburuk ketika suami harus i’tikaf (salah satu sunnah yang dilakukan dengan berdiam di masjid). Mintalah orang tua anda menemani, setidaknya di malam hari.
Menjelang akhir puasa, anda tidak perlu larut dalam euforia lebaran. Siapkan keperluan sewajarnya jika anda harus mudik ke kampung halaman. Jika tidak mudik, sediakan keperluan secukupnya untuk menyambut tamu yang akan berdatangan.
2. Boleh Tidak puasa
Jika masalahnya adalah penyusuan, anda dapat melihat kondisi anda dan si kecil saat ini.
Memang tidak adanya asupan makan selama seharian di bulan puasa dapat menyebabkan jumlah dan kualitas ASI Anda menjadi menurun. Penurunan ini akan berarti bahwa asupan bayi setiap hari juga berkurang, apalagi bila bayi masih dalam penyusuan eksklusif, tidak ada makanan selain ASI.
Amati keadaan anda dan si kecil. Jika stamina anda tidak memungkinkan untuk berpuasa sambil terus menyusui, dan bayi tidak terjamin pemenuhan ASInya selama anda berpuasa, maka inilah kondisi yang membolehkan anda untuk tidak berpuasa.
Anda yang menyusui, (juga ibu hamil, orang jompo, orang sakit, dan musafir) diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Konsekuensinya ada tiga pendapat
Pertama, Anda harus membayar fidyah.
Fidyah adalah memberi makan orang fakir miskin. Satu hari puasa diganti dengan satu kali fidyah. Ukuran memberi makan adalah sebesar porsi kita makan 3 kali sehari, yakni sekitar 1 mud atau 600 gram. Jika dirupakan uang, besarnya kira-kira sebesar biaya Anda makan 3 kali sehari. Misalnya per porsi anda senilai Rp. 10.000, maka fidyah anda adalah Rp. 10.000 x 3, yaitu Rp. 30.000,. Jika anda meninggalkan puasa selama 10 hari, maka anda harus membayar fidyah sebanyak Rp. 30.000 x 10, yaitu Rp. 300.000,-
Jangan lupa mengucapkan berita serah terima/ijab kabul saat memberikan fidyah. Misalnya dengan mengatakan “Ini sebagai fidyah saya kepada Anda”
Kedua, Anda harus meng-qodho’
Qodho adalah mengganti puasa yang anda tinggalkan di hari lain. Misalnya, selama bulan Ramadhan anda meninggalkan puasa sebanyak 15 hari. Maka setelah ramadhan (sebelum datang ramadhan berikutnya), anda melakukan puasa pengganti sebanyak 15 hari. Terserah memilih hari apa, asal bukan di hari yang terlarang untuk berpuasa (misalnya hari tasyrik).
Ketiga, membayar fidyah dan juga meng-qodho’
Pendapat ini menghendaki ibu menyusui yang meninggalkan puasa untuk mengganti puasa (qodho) dan sekaligus fidyah.
Anda dapat memilih salah satu pilihan yang anda yakini karena ketiga pendapat diatas memiliki alasan yang kuat.
3. Manajemen Laktasi sambil Berpuasa
Mungkin saja anda tetap ingin dan benar-benar mampu berpuasa, meskipun boleh meninggalkannya.
Saat anda berpuasa, asupan makanan yang anda konsumsi ikut berubah. Pastikan bahwa anda tetap makan 3 kali sehari dan secara disiplin mengkonsumsi makanan dengan gizi berimbang.
Sekali lagi, perhatikan asupan
Ketika menyusui bayi, anda membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori per hari, 500 kalori diambil dari makanan anda dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh. Mempertahankan pola makan tiga kali sehari dengan menu gizi seimbang. Pastikan anda makan sahur, makan saat berbuka puasa dan makan di malam hari antara buka dan sahur.
Minum yang cukup.
Usahakan anda banyak menerima cairan selama puasa. Kalau bisa, dalam rentang antara berbuka sampai sahur anda minum sebanyak dua liter air putih. Selain itu, tetaplah minum minuman lain seperti kolak, susu, jus, teh manis, dan sebagainya. Saat berbuka, pilih minuman yang hangat karena ini dapat merangsang pengeluaran ASI lebih cepat.
Luangkan waktu untuk istirahat
Hampir semua orang akan mengeluh lemas saat berpuasa. Cara mengatasinya sebenarnya mudah, yaitu beristirahat. Tidur atau merebahkan badan sekitar satu atau dua jam adalah cukup untuk menghemat energi anda sampai sore. Teruslah menyusui, sebab frekuensi menyusui mempengaruhi kelancaran ASI juga.
Berpikiran positif
Ikhlaskan niat anda, kemudian yakinlah bahwa siapapun yang beribadah dengan ikhlas akan mendapat kekuatan untuk menuntaskannya. Tetaplah ceria dan selalu optimis anda mampu menyusui secara optimal selama bulan ini.









