Doa Potong Rambut pada Bayi

Melaksanakan aqiqah adalah kewajiban bagi orang tua ketika ia dikaruniai buah hati. Meskipun aqiqah tidak diwajibkan dan sifatnya adalah sunnah mua’akadah. Dalam prosesi tasyakuran aqiqah, terdapat proses potong rambut. Seperti apakah doa potong rambut bayi?

Ketika prosesi acara aqiqah, inti acaranya adalah mendoakan sang bayi, memberinya nama dan memotong rambut sang bayi. Bagi Anda yang hendak melaksanakan aqiqah, sudahkah hafal doa potong rambut pada bayi?

Jika belum, maka berikut adalah doa potong rambut bayi :

Doa Potong Rambut Bayi

بِسْمِ اللهِ الرّحمنِ الرّحِيمِ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيّدِناَ محمّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ, اَللّهُمَّ اُعِيْذُهُ بِالْوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ حَسَـدٍ. اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْـطَانِ الرَّجِيْمِ. اَللّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا اْلوَلَدَ وَلَدًا صَالِحًا. اَللّهُـمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ السَّـلاَمَةَ فِى الدُّنْياَ وَالدِّيْنِ وَنَسْأَلُكَ الزِّيَادَةَ وَالْبَرَكَةَ فِى اْلعِلْـمِ وَارْزُقِ الْمَرْزُوْقِيْنَ. اِلَهِى اِنَّكَ قَدْ عَلَّمْتَ اَدَمَ اْلاَسْمَاءَ كُلَّهَا وَقَدْ اَمَرَنَا نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِإِحْسـَانِهَا فَهَا نَحْنُ نُسَمَّى هَذَا الْوَلَدَ بِاسْمِ يُنَاسِبُ اَهْلَ الْبَيْتِ… اِلَهِى اَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ وَعَلىَ دِيْنِ نَبِيِّناَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مِلَّةِ اَبِيْنَا اِبْرَاهِيْـمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اَللّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ لِسَاناًذَاكِرًا وَقَلْبًا شَاكِرًا وَبَدَنًاصَابِرًا وَزَوْجَةً تُعِيْنُنَا فِى الدُّيْنَا وَاْلآخِرَةِ. وَنَعُوْذُبِكَ يَا رَبَّنَا مِنْ وَلَدٍ يَكُوْنُ عَلَيْناَ سَيِّدًا وَمِنِ امْرَاَةِ تُشَيِّبُنَا قَبْلَ وَقْتِ الْمَشِيْبِ وَمِنْ مَالٍ يَكُوْنَ عَذَابًا لَّنَا وَوَبَالاً عَلَيْنَا وَمِنْ جَارٍ اِنْ رَّآى مِنَّا حَسَنَةً كَتَمَهَا وَاِنْ رَّآى مِنَّا سَيِّئَةً اَفْشَاهًا.  اَللّهُـمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا عَقِيْقَتَنَا رَبَّناَ,  بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحمَ الرَّاحِمِـيْنَ.

واَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمـِيْنَ

Artinya :

Semoga rahmat serta salam tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Teriring pula kepada keluarga, dan sahabatnya. Ya Allah,  aku memohon perlindungan untuk anak ini kepada-Mu sebagai tempat aku meminta dan bergantung dari kejahatan setiap orang yang dengki.

Aku memohon perlindungan-Mu agar ibu anak-anakku dan keturunannya terhindar dari syetan yang terkutuk. Ya Allah, semoga Engkau menjadikan anak ini menjadi anak yang shaleh.

Ya Allah memberi penambahan dan keberkahan dalam ilmu dan melimpahkan rizki kepada orang-orang yang berkah.

Wahai Allah Tuhanku, sungguh Engkau telah mengajarkan semua nama-nama kepada Nabi Adam. Dan sungguh Nabi Muhammad SAW juga telah memerintahkan kepada kami untuk memberi nama kepada anak ini dengan nama yang layak di negeri ini.…..

(titik-titik itu sebutkanlah nama anak Anda)

Wahai Tuhanku, kami atas kesucian Islam, di atas keikhlasan dan di atas agama Nabi Muhammad SAW. Dan di atas agama bapak kami Ibrohim, di mana ia adalah orang yang benar dan taat kepada ajaran. Tidaklah Ibrahim termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.

Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu agar lisan kami senantiasa berzikir, hati kami bersyukur, badan bersabar. Dan mohon agar istri bisa menolong kami dalam urusan dunia dan urusan akhirat.

Dan kami berlindung kepada-Mu, wahai Tuhan kami, dari anak yang diberikan kepada kami sebagai tuan. Berlindung dari istri yang menyebabkan tumbuh uban sebelum usia layak beruban, dari harta yang bisa menjadi siksaan dan bencana bagi kami.

Lindungi kami dari tetangga yang bila melihat kebaikan kami, maka ia menyimpan dan bila ia melihat keburukan kami maka ia menyebarkan keburukan.

Ya Allah, terimalah aqiqah kami, wahai Tuhan kami. Dengan  rahmat-Mu wahai Tuhan paling penyayang di antara para penyayang. Dan dengan segala puji hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam dunia ini.

Seperti itulah doa potong rambut bayi yang dipanjatkan saat hendak melaksanakan prosesi aqiqah. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Klik Whatsapp

Klik Instagram 

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Gmaps: Telusuri 

Sejarah Aqiqah di Islam

Aqiqah adalah syariat yang telah diatur dalam Islam, di mana tata cara aqiqah adalah menyembelih hewan, mencukur rambut sang anak dan memberinya nama. Tahukah Anda sebagai umat muslim bagaimana sejarah aqiqah yang ada?

Pada zaman dahulu, sejarah aqiqah bukanlah menyembelih hewan, memberi nama dan mencukur rambut sang bayi. Orang-orang Jahiliyyah dahulu melakukan aqiqah dengan cara melumuri bayi dengan darah kambing.

Seperti apakah sejarah aqiqah itu sendiri? Simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Aqiqah

Kata aqiqah berasal dari bahasa Arab yang berarti melakukan penyembelihan binatang dari kelahiran seorang anak pada hari ke-tujuh sang buah hati lahir. Aqiqah bisa juga berarti rambut yang tumbuh dikepala sang anak yang baru saja lahir di dunia. Menurut istilah dalam Islam, aqiqah artinya adalah menyembelih binatang ternak berkenaan dengan kelahiran seorang anak. Aqiqah adalah wujud rasa syukur orang tua atas kelahiran sang anak di dunia. Adapun penyembelihan binatang ternak itu sendiri sebagai bukti rasa syukur kedua orang tua kepada Allah SWT. Akan tetapi aqiqah harus dilaksanakan dengan syarat-syarat tertentu menurut syariat Islam.

Berdasarkan sunnah Rasulullah SAW,ketentuan yang berlaku dalam syariat Islam adalah jika yang lahir berupa anak laki-laki maka aqiqahnya adalah dua ekor kambing.

Sementara jika yang lahir adalah  bayi perempuan, maka yang disembelikan adalah satu ekor kambing. Dalam melaksanakan aqiqah, orang tua diperintahkan untuk mencukur rambut bayi dan memberi nama yang baik, sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW :

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّيكُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تَذْ بَحُ عَنْهُ  يَوْمَسَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

Setiap bayi yang lahir tergadai aqiqahnya dan disembelihkan pada hari ketujuh, dan pada hari itu ia diberi nama kemudian digunduli rambutnya.”

(Hadits Sahih diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, Baihaqi dan Hakim).

Hadits lain yang menjelaskan tentang waktu pelaksanaan aqiqah adalah:

وَزَنَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ رَسُولِ اللَّهِ شَعَرَ حَسَنٍ وَحُسَيْنٍ، فَتَصَدَّقَتْ بِزِنَتِهِ فِضَّةً

Aisyah RAW berkata, “Rasulullah SAW pernah beraqiqah untuk Hasan dan Husein pada hari ketujuh kelahiran mereka…”

Sejarah Aqiqah

Sejarah aqiqah pada zaman dahulu, sebagaimana hadits yang telah diriwayatkan Abu Dawud adalah :

كُنَّا فِى اْلجَاهِلِيَّةِ اِذَا وُلِدَ ِلاَحَدِنَا غُلاَمٌ ذَبَحَ شَاةً وَ لَطَخَ رَأْسَهُ بِدَمِهَا، فَلَمَّا جَاءَ اللهُ بِاْلاِسْلاَمِ كُنَّا نَذْبَحُ شَاةً وَ نَحْلِقُ رَأْسَهُ وَ نَلْطَخُهُ بزَعْفَرَانٍ. ابو داود

Buraidah berkata: Pada zaman jahiliiyah dulu, apabila salah seorang di antara kami masyarakat yang hidup di zaman Jahiliyyah mempunyai anak, maka ia menyembelih seekor kambing dan melumuri kepala bayinya dengan darah kambing itu.

Namun setelah Allah mendatangkan Islam kepada kami, kamipun menyembelih kambing, mencukur rambut kepala si bayi dan melumurinya dengan minyak wangi.

[Hadits Riwayat Abu Dawud]

Kemudian ada lagi hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Hibban, yakni

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانُوْا فِى اْلجَاهِلِيَّةِ اِذَا عَقُّوْا عَنِ الصَّبِيّ خَضَبُوْا قُطْنَةً بِدَمِ اْلعَقِيْقَةِ. فَاِذَا حَلَقُوْا رَأْسَ الصَّبِيّ وَضَعُوْهَا عَلَى رَأْسِهِ، فَقَالَ النَّبِيُّ ص: اِجْعَلُوْا مَكَانَ الدَّمِ خَلُوْقًا. ابن حبان

Dari ‘Aisyah R.A, ia berkata, “Dahulu orang-orang pada masa jahiliyah apabila mereka ingin melaksanakan aqiqah untuk seorang bayi, orang-orang melumuri bayinyanya kapas dengan darah ‘aqiqah, lalu ketika mencukur rambut si bayi mereka melumurkan darah pada kepalanya”.

Kemudian Nabi SAW bersabda, “Gantilah darah itu dengan minyak wangi”.

[Hadits Riwayat Ibnu Hibban]

Seperti itulah sejarah aqiqah dalam Islam, Islam turun dengan sifatnya yang rahmatan lil alamin, diluruskannya kebiasaan orang Jahiliyyah dengan cara-cara yang benar. Islam tidak melarang aqiqah, namun Islam menggantinya dengan hal-hal yang jauh lebih patut.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Klik Whatsapp  

Klik Instagram 

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Gmaps: Lihat

Dalil Ayat Al-Qur’an tentang Aqiqah

Berbicara aqiqah memang tidak ada ketentuannya dalam kitab suci  al-Qur’an. Dalil yang berbicara mengenai aqiqah kebanyakan terdapat dari hadits-hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Nabi wa ahli baitih. Ayat al-Qur’an tentang aqiqah sendiri tidak tertulis secara rinci.

Ayat al-Qur’an tentang aqiqah menjelaskan secara eksplisit tentang adanya aqiqah. Baik dari makna, sejarah dan juga ibrah yang didapat dari melaksanakan aqiqah. Untuk lebih jelasnya simak ulasan di bawah ini.

Ayat al-Qur’an tentang Ibrah Aqiqah

Ketika seorang muslim melaksanakan aqiqah, maka manfaat atau ibrah yang bisa ia ambil adalah dari surat Al-Isra’ ayat 24-27.

Di mana manfaat dari beraqiqah adalah seorang muslim bisa berbagi dengan sesama muslim. Aqiqah juga bisa meningkatkan silaturrahim antar sesama muslim.

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا (٢٤)

  1. Dan hendaknya rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan lalu ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua (orang tua)telah mendidikku waktu kecil”.

رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِي نُفُوسِكُمْ إِنْ تَكُونُوا صَالِحِينَ فَإِنَّهُ كَانَ لِلأوَّابِينَ غَفُورًا (٢٥

  1. Tuhan-Mulebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu ; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguh-Nya Dia Tuhan yang Pengampun bagi orang-orang yang mau bertaubat.

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا (٢٦)

  1. Dan hendaknya berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan juga orang yang sedang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu dengan boros.

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا (٢٧

27.Sesunggunya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudaranya para syaithan. Dan sayaithan adalah makhluk yang sangat ingkar kepada Tuhan-Nya.

Dari surat Al-Isra’ ayat 24-27 tersebut telah begitu jelas menerangkan bahwa aqiqah sama halnya menyisihkan sebagian harta kepada orang-orang yang berhak. Aqiqah adalah kewajiban bagi orang tua atas tergadainya anak sejak lahir.

Sejarah Aqiqah

Adapun untuk sejarah aqiqah sendiri adalah berdasarkan kisah Nabi Muhammad SAW. Hendaknya dari segala kisah Nabi, bisa dijadikan sebagai teladan bagi umatnya.

Secara global dan eksplisit, ayat al-Qur’an yang berbicara tentang aqiqah adalah surat At-Thoha ayat 99-102.

كَذَلِكَ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ مَا قَدْ سَبَقَ وَقَدْ آتَيْنَاكَ مِنْ لَدُنَّا ذِكْرًا   (٩٩)

  1. Demikianlah Kami kisahkan kepadamukisahtentang Nabi Muhammad. Kisah Nabi Muhammad adalah sebagian dari kisah umat yang telah lalu. Dan sungguh, telah Kami berikan kepadamu suatu peringatan berupa Al Quran dari sisi Kami.

مَنْ أَعْرَضَ عَنْهُ فَإِنَّهُ يَحْمِلُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وِزْرًا (١٠٠)

  1. Barang siapa berpaling dari Al Qur’an,maka sesunggunya di akan memikul dosa yang besar pada hari kiamat,

خَالِدِينَ فِيهِ وَسَاءَ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِمْلا (١٠١)

  1. Mereka akan kekal dalam keadaan berlimang dosa. Dan sungguh buruk beban dosa itu bagi mereka pada hari kiamat.

 يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ زُرْقًا (١٠٢)

  1. Pada hari kiama, sangkakala ditiup untuk yang kedua kali. Dan dan pada hari kiamat itu Kami kumpulkan orang-orang yang berdosa dengan wajah biru muram.

Berdasarkan ayat-ayat di atas, maka bisa dipetik hikmah, bahwasannya kisah nabi Muhammad hendaknya menjadi panutan di setiap langkah seorang muslim.

Tiada panutan yang patut diteladani selain Nabi Muhammad, Sang Teladan ummat. Aqiqah sendiri juga mengaca kepada apa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad.

Seperti itulah ayat al-Qur’an tentang aqiqah yang bisa dijelaskan. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Klik Whatsapp

Instagram: Aqiqah Al Kautsar

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Gmaps

6 Manfaat dari Ibadah Aqiqah 

 

 
 

Setiap ibadah yang disyariatkan oleh Allah SWT, disadari atau tidak pasti mempunyai manfaat dan hikmah yang besar bagi umat. Jika Anda akan melaksanakan sunnah Rasulullah berupa aqiqah, maka simaklah faedah dan manfaat aqiqah yang akan diulas di artikel ini.

Ada banyak sekali manfaat aqiqah yang harus diketahui umat muslim. Salah satu manfaat aqiqah bagi anak, menurut Ibnu Qayyim, adalah sebagai sarana pendekatan diri kepada Allah SWT.

Siapapun yang melaksanakan aqiqah maka sebenarnya ia mengandung sifat murah hati dan sifat mengalahkan kikiran dalam jiwa. Sebab di dalam aqiqah, terdapat unsur memberi makanan kepada sanak keluarga.

Di mana artinya aqiqah juga berfungsi melepaskan tanggungan anak yang tergadaikan sehingga ada peluang antara anak dan orang tua untuk bisa saling memberi syafaat.

Hukum Melaksanakan Aqiqah

Pengertian aqiqah bila dilihat maknanya secara syari’at artinya adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan. Hewan yang disembelih ialah berupa kambing, domba atau biri-biri.

Adapun pelaksanaan aqiqah sendiri dilakukan sekali dalam seumur hidup. Hukum untuk melaksanakan aqiqah adalah sunnah muakad. Sebagaimana hadist Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan tentang aqiqah bagi anak yang baru lahir :

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّيكُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تَذْ بَحُ عَنْهُ يَوْمَسَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

“Setiap bayi yang lahir tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkanlah kambing untuknya pada hari ke tujuh ia lahir, dicukur dan diberilah ia nama”

Hadits di atas menunjukkan bahwa waktu penyembelihan aqiqah adalah pada hari ketujuh. Namun apabila pada hari ketujuh dari kelahiran bayi tersebut terlewat maka ada sebagian ulama yang membolehkan untuk melaksanakan aqiqah pada hari keempat belas. Dan apabila di hari ke-empat belas juga luput, maka bisa dilakukan pada hari ke dua puluh satu

Lalu apa saja sih manfaat aqiqah lainnya?

1. Menjaga Tradisi Islam

Aqiqah bermanfaat untuk melestarikan ajaran Islam atau menjaga tradisi Islam. Di mana aqiqah sendiri menggantikan kebiasaan jahiliyah yang ketika sang anak lahir dilumuri darah kambing.

2. Melestarikan Nasab

Aqiqah berfungsi untuk mengagungkan kedudukan nasab dengan cara mengumumkan nama bayi yang lahir.

3. Sarana untuk Ibadah

Aqiqah merupakan wujud pengorbanan seorang hamba dengan memberi tebusan untuk bisa mendekatkan diri kepada Allah. Di mana aqiqah sendiri diniatkan atau ditujukan (pahalanya) untuk bayi yang baru lahir ke alam dunia.

4. Melepas Ikatan

Aqiqah adalah sebagai alat untuk melepas ikatan atau gadaian pada si bayi yang baru saja dilahirkan. Sebab seorang anak dalam keadaan terikat (tergadai) dengan aqiqahnya. Menurut Imam Ahmad, maksud dari kata tergadai adalah tertahannya syafaat yang ada pada sang anak untuk kedua orangtuanya.

5. Fidyah

Aqiqah merupakan fidyah atau tebusan untuk menebus si bayi, sebagaimana Allah SWT menebus Isma’il yang akan disembelih dengan seekor kambing yang sangat besar.

Nabi Muhammad mengatakan bahwa hewan yang disembelih untuk seorang bayi sufah sepatutnya bertujuan untuk ibadah, sebagimana halnya kurban dan hadyu (binatang yang disembelih oleh jamaah haji.

6. Sarana untuk Bersedekah

Aqiqah adalah kelanjutan dari kebaikan dan ketundukan seorang hamba sebab melakukan hal ini semenjak masa bayi. Aqiqah menunjukkan kemauan orang tua untuk berkorban di jalan Allah SWT sebagaimana yang telah dilakukan Nabi Ibrahim.

Seperti itulah 6 manfaat aqiqah yang bisa diulas. Ternyata melaksanakan aqiqah sangat memiliki banyak manfaat. Selamat melaksanakan ibadah Allah SWT.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

 

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

 

Klik WA

Instagram: Aqiqah Al Kautsar

 

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

 

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Doa Aqiqah pada Anak Laki-laki

Bahagia sekali hati orang tua bisa mendapatkan kaunia dari Allah SWT berupa anak laki-laki. Anak laki-laki adalah imam dan pemimpin bagi keluarganya kelak. Bagi orang tua yang sedang berbahagia dengan kelahiran sang bayi laki-laki, apakah doa aqiqah anak laki-laki?

Jangan sampai Anda tidak mengetahui doa aqiqah ya, berikut adalah ulasan mengenai doa-doa yang dipanjatkan saat aqiqah. Termasuk doa aqiqah anak laki-laki.

 

Doa Saat Menyembelih Hewan untuk Aqiqah

Disunnahkan saat menyembelih hewan untuk ‘aqiqoh dengan membaca:

بِسْمِ اللهِ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ ، هَذِهِ عَقِيقَةُ فُلاَن

Artinya : Dengan nama Allah, Allah adalah Yang Terbesar, Ya Allah ini dariMu dan untukMu. Ini adalah aqiqoh fulaan)

Penyebutan kata fulaan itu diganti dengan nama anak yang Anda aqiqohi.

 

Doa Walimatul Aqiqah

Sementara ketika melakukan aqiqah, dalam hal ini mencukur rambut sang anak laki-laki, maka doa yang dibaca adalah :

بِسْمِ اللهِ الرّحمنِ الرّحِيمِ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيّدِناَ محمّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ, اَللّهُمَّ اُعِيْذُهُ بِالْوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ حَسَـدٍ. اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْـطَانِ الرَّجِيْمِ. اَللّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا اْلوَلَدَ وَلَدًا صَالِحًا. اَللّهُـمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ السَّـلاَمَةَ فِى الدُّنْياَ وَالدِّيْنِ وَنَسْأَلُكَ الزِّيَادَةَ وَالْبَرَكَةَ فِى اْلعِلْـمِ وَارْزُقِ الْمَرْزُوْقِيْنَ. اِلَهِى اِنَّكَ قَدْ عَلَّمْتَ اَدَمَ اْلاَسْمَاءَ كُلَّهَا وَقَدْ اَمَرَنَا نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِإِحْسـَانِهَا فَهَا نَحْنُ نُسَمَّى هَذَا الْوَلَدَ بِاسْمِ يُنَاسِبُ اَهْلَ الْبَيْتِ… اِلَهِى اَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ وَعَلىَ دِيْنِ نَبِيِّناَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مِلَّةِ اَبِيْنَا اِبْرَاهِيْـمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اَللّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ لِسَاناًذَاكِرًا وَقَلْبًا شَاكِرًا وَبَدَنًاصَابِرًا وَزَوْجَةً تُعِيْنُنَا فِى الدُّيْنَا وَاْلآخِرَةِ. وَنَعُوْذُبِكَ يَا رَبَّنَا مِنْ وَلَدٍ يَكُوْنُ عَلَيْناَ سَيِّدًا وَمِنِ امْرَاَةِ تُشَيِّبُنَا قَبْلَ وَقْتِ الْمَشِيْبِ وَمِنْ مَالٍ يَكُوْنَ عَذَابًا لَّنَا وَوَبَالاً عَلَيْنَا وَمِنْ جَارٍ اِنْ رَّآى مِنَّا حَسَنَةً كَتَمَهَا وَاِنْ رَّآى مِنَّا سَيِّئَةً اَفْشَاهًا.  اَللّهُـمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا عَقِيْقَتَنَا رَبَّناَ,  بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحمَ الرَّاحِمِـيْنَ.

واَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمـِيْنَ

Artinya :

Semoga rahmat serta salam tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Teriring pula kepada keluarga, dan sahabatnya. Ya Allah,  aku memohon perlindungan untuk anak ini kepada-Mu sebagai tempat aku meminta dan bergantung dari kejahatan setiap orang yang dengki.

Aku memohon perlindungan-Mu agar ibu anak-anakku dan keturunannya terhindar dari syetan yang terkutuk. Ya Allah, semoga Engkau menjadikan anak ini menjadi anak yang shaleh.

Ya Allah memberi penambahan dan keberkahan dalam ilmu dan melimpahkan rizki kepada orang-orang yang berkah.

Wahai Allah Tuhanku, sungguh Engkau telah mengajarkan semua nama-nama kepada Nabi Adam. Dan sungguh Nabi Muhammad SAW juga telah memerintahkan kepada kami untuk memberi nama kepada anak ini dengan nama yang layak di negeri ini.…..

(titik-titik itu sebutkanlah nama anak laki-lakiAnda)

Wahai Tuhanku, kami atas kesucian Islam, di atas keikhlasan dan di atas agama Nabi Muhammad SAW. Dan di atas agama bapak kami Ibrohim, di mana ia adalah orang yang benar dan taat kepada ajaran. Tidaklah Ibrahim termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.

Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu agar lisan kami senantiasa berzikir, hati kami bersyukur, badan bersabar. Dan mohon agar istri bisa menolong kami dalam urusan dunia dan urusan akhirat.

Dan kami berlindung kepada-Mu, wahai Tuhan kami, dari anak yang diberikan kepada kami sebagai tuan. Berlindung dari istri yang menyebabkan tumbuh uban sebelum usia layak beruban, dari harta yang bisa menjadi siksaan dan bencana bagi kami.

Lindungi kami dari tetangga yang bila melihat kebaikan kami, maka ia menyimpan dan bila ia melihat keburukan kami maka ia menyebarkan keburukan.

Ya Allah, terimalah aqiqah kami, wahai Tuhan kami. Dengan  rahmat-Mu wahai Tuhan paling penyayang di antara para penyayang. Dan dengan segala puji hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam dunia ini.

Seperti itulah doa aqiqah anak laki-laki yang dipanjatkan saat Anda hendak melaksanakan aqiqah. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Instagram : aqiqahalkautsar

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS via XL Axiata 0819 3266 1699

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

 Telp/ SMS/ WA via Indosat 0858 68986 999

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Gmaps

Bagaimana Pembagian Daging Aqiqah?

Apakah Anda akan melaksanakan acara aqiqah? Sudah mengundang banyak tamu untuk hadir tapi box makanan berisi olahan daging aqiqah masih tersisa banyak? Bingung ingin memberi ke siapa saja yang sekiranya berhak untuk bisa menerima pembagian daging aqiqah Anda?

Tidak  perlu khawatir, berikut adalah penjelasan mengenai orang-orang yang bisa menerima pembagian daging aqiqah Anda. Siapa sajakah orang-orang itu?

Pengertian Aqiqah

Pengertian aqiqah secara syara’ artinya adalah memotong kambing dalam rangka mensyukuri kelahiran sang anak. Aqiqah dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran anak tersebut.

Melaksanakan aqiqah merupakan sebuah pengamalan terhadap sunnah nabi. Selain itu aqiqah juga merupakan bukti bahwa seorang muslim mampu mengikuti tradisi umat Islam pada zaman dulu.

Sebab sebelum Islam datang, orang Arab juga telah memiliki tradisi mengaqiqahkan anak mereka. Hanya saja tradisi orang Arab pada masa Jahiliyyah dulu mau melakukan aqiqahhanya untuk bayi laki-laki saja.

Sementara cara orang Jahiliyyah mengaqiqahi bayinya pun dengan melumuri darah kambing pada bayi mereka. Lalu setelah Rasulullah SAW diutus, beliau tetap membiarkan tradisi aqiqah itu bahkan menganjurkan kaum muslim untuk melakukannya.

Hanya saja tradisinya diganti, sebagaimana hadits di bawah ini :

“Semua anak bayi akan tergadaikan dengan aqiqahnya pada hari ketujuh ia dilahirkan. Maka sembelihlah hewan (kambing), berilah nama dan cukur rambutnya.”

[Hadis Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad]

Hukum Melaksanakan Aqiqah

Aqiqah menurut Islam sendiri hukumnya adalah sunnah mu’akadah. Adapun bagi orang tua yang dirasa mampu untuk melaksankannya, maka hukumnya menjadi wajib untuk melaksanakan aqiqah.

Untuk hukum mengenai waktu pelaksanaan aqiqah sendiri ada beberapa ulama’ yang berbeda pendapat. Ada ulama’ yang mengatakan bahwasannya aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh kelahiran sang anak.

Pelaksanaan aqiqah pada hari ketujuh anak lahir ini berdasarkan oleh sabda Rasulullah. Di mana berdasarkan sabda tersebut kemudian dijadikanlah sebagai dalil bagi orang yang berpendapat bahwa waktu aqiqah itu adanya pada hari ketujuh.

Apabila pada hari ketujuh tidak bisa, maka bisa dilaksanakan pada hari ke-empat belas. Namun jika pada hari ke-empat belas masih belu bisa maka masih bisa dilaksankanan pada hari ke-duapuluh satu.

Orang-orang yang Berhak Menerima Daging Aqiqah

Daging kambing selain disedekahkan ke orang-orang yang berhak juga bisa dimakan oleh keluarga yang melaksanakan aqiqah. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah RA yang diriwayatkan Al-Bayhaqi.

“Sunnahnya aqiqah adalah dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Daginnya  dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Kemudian dimakan (oleh keluarganya), dan juga disedekahkan pada hari ketujuh”.

(Hadits Riwayat al-Bayhaqi)

Dalam kitab Minhajul Muslim karya Syaikh Jabir Al Jaza’iri, beliau menjelaskan bahwasannya yang boleh menikmati menu atau daging aqiqah adalah ahlul bait, lalu daging kemudian disedekahkan dan dihadiahkan.

Adapun yang dimaksud dengan daging aqiqah yang dianjurkan untuk disedekahkan adalah menu aqiqah dapat diberikan kepada orang-orang yang yang berhak.

Orang-orang yang berhak adalah orang-orang yang secara finansialnya kurang beruntung. Jadi daging aqiqah bisa diberikan diberikan kepada anak-anak panti asuhan, anak-anak jalanan dan lain sebagainya.

Sementara yang dimaksud dengan dihadiahkan adalah menu aqiqah tersebut bisa diberikan kepada tetangga, saudara, sahabat, kerabat kerja dan lain sebagainya. Dihadiahkan berbeda dengan disedeqahkan, sebab daging aqiqah dihadiahkan kepada orang yang secara finansial dianggap sudah berkecukupan.

Seperti itulah ulasan mengenai pembagian daging aqiqah. Semoga bermanfaat dan selamat melaksanakan aqiqah.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar

Instagram : aqiqahalkautsar

Hukum Akikah Bagi yang Sudah Meninggal

Akikah adalah salah satu hal telah yang disyariatkan dalam agama Islam. Ketentuan akikah yang tertulis dalam syariat Islam sendiri adalah pada hari ketujuh dari kelahiran anak tersebut. Lalu bagaimana hukum akikah bagi yang sudah meninggal?

Bagaimanakah para ulama’ memandang hukum akikah bagi yang sudah meninggal? Apakah hukumnya sama dengan  anak yang baru lahir? Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya di bawah ini :

Hukum Akikah Menurut Islam  

Hukum akikah adalah sunnah menurut pandangan beberapa ulama’seperti Imam Syafi’i, Imam Ahmad dan Imam Malik. Mereka sepakat bahwa hukum akikah adalah tidak wajib, keculai bagi orang tua yang merasa mampu secara ekonomi.

Ketiga ulama’ tersebut menyatakan apabila hukum akikah adalah wajib, maka kewajiban tersebut menjadi suatu hal yang sangat diketahui oleh agama. Lalu apabila akikah wajib, maka Rasulullah SAW juga pasti telah menerangkan tentang kewajiban tersebut.

Namun beberapa ulama seperti Imam Hasan Al-Bashri dan Imam Laits berpendapat bahwa hukum akikah sendiri adalah wajib. Pendapat tersebut didasarkan atas salah satu hadits yang berbunyi :

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْـنَـةٌ بِـعَـقِـيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَـنْـهُ يَـوْمَ سَابِـعِـهِ وَيُـسَـمَّى فِيْـهِ وَيُـحْلَـقُ رَأْسُـهُ

Setiap bayi yang lahir tergadai aqiqahnya dan disembelihkan pada hari ketujuh, dan pada hari itu ia diberi nama kemudian digunduli rambutnya.”

Kedua ulama’ tersebut berpendapat bahwa hadits di atas menunjukkan dalil wajibnya melaksanakan akikah. Mereka juga menafsirkan tentang hadits ini bahwa seorang anak tertahan syafaatnya bagi orang tuanya hingga ia diakikahi.

Lalu bagaimana jika anak tersebut telah meninggal dan belum diakikahi?

Hukum Akikah bagi yang Sudah Meninggal

Ya, aqiqah merupakan salah satu bentuk rasa syukur orang tua Allah SWT setelah ia dikaruniai seorang anak. Aqiqah bisa dikatakan sebagai wasilah kepada Allah untuk menjaga dan melindungi anak yang dilahirkan agar kelak ia menjadi anak yang sholeh dan sholehah.

Untuk hukum waktu pelaksanaan aqiqah sendiri ada beberapa ulama’ yang berbeda pendapat. Berdasarkan hadist dikatakan bahwasannya aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh kelahiran sang anak.

Pelaksanaan aqiqah pada hari ketujuh karena berdasarkan sabda Rasulullah. Di mana berdasarkan hadist itu kemudian dijadikan sebagai dalil bagi orang yang berpendapat bahwa waktu aqiqah itu adanya pada hari ketujuh.

Adapun bagi orang yang melaksanakannya sebelum hari ketujuh berarti tidak melaksanakan aqiqah tepat pada waktunya. Bahwasannya syariat akan aqiqah akan gugur setelah melebihi atau lewat hari ketujuh.

Sementara jika sang anak sebelum hari ketujuh atau bahkan belum diaqiqahi, maka gugurlah kewajiban orang tua untuk mengkikahi anaknya. Tidak ada hukum yang meajibkan orang tua untuk mengakikahkan anaknya yang telah meninggal.

Hal ini didasarkan pada pendapat Imam Malik, di mana beliau berkata :

Jika bayi itu meninggal sebelum hari ke tujuh, maka gugurlah sunnah aqiqah bagi kedua orang tuanya.”

Sementara hukum akikah bagi orang yang telah dewasa, ulama’ sepakat mengatakan bahwa hukumnya adalah mubah atau boleh.

وإذا لم يفعلها الوالد فقد ترك سنة، وإذا لم يعق عنه والده وعق عن نفسه فلا بأس بذلك فيما أرى، والله أعلم .

“…Jika orangtua melaksanakan akikah, maka sungguh ia telah meninggalkan sunnah dan jika orangtuanya belum mengakikahi anaknya kemudian sang anak mengakikahi dirinya sendiri, maka hal itu tidak mengapa, sepenglihatan saya, wallahu a’lam.”

Seperti itulah ulasan mengenai hukum akikah bagi yang sudah meninggal. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini

Nama Bayi Laki-laki Islami Berawalan B

Kehadiran buah hati merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh pasangan yang sudah menikah. Kerenanya dengan hadirnya sang buah hati kehidupan berkeluarga semakin berwarna dan bahagia. Kali ini Aqiqah Al Kautsar menyajikan daftar nama bayi laki-laki islami yang dapat anda gunakan sebagai referensi untuk memberikan nama pada sang buah hati.

Berikut daftar nama anak beserta artinya:

Badar yang artinya, Bulan purnama
Badi” yang artinya, Indah
Badil yang artinya, Pengganti
Badran yang artinya, bulan penuh (purnama)
Badrani yang artinya, Dua bulan purnama
Badri yang artinya, Mempercepat jalannya
Badrulmunir yang artinya, bulan bercahaya
Badrun yang artinya, bulan purnama
Badruttaman yang artinya, bulan purnama
Baghawi    yang artinya, nisbah
Bahadur    yang artinya, kuat/berani
Bahauddin yang artinya, sinaran agama
Baheen yang artinya, mulia
Bahij yang artinya, yang indah menawan
Bahjan yang artinya, cemerlang
Bahjat     yang artinya, kegemilangan
Bahlawan yang artinya, pendaki gunung
Bahzi yang artinya, pembelaku
Bais yang artinya, tentera
Bakhtiar yang artinya, yang bahagia
Baqa yang artinya, keabadian
Baqir yang artinya, sangat pandai
Bariq yang artinya, kemilau

Barra yang artinya, yang bersih
Basir yang artinya, bijak
Basirun yang artinya, yang melihat
Basit yang artinya, pembuat
Baslan yang artinya, keberanian
Basri yang artinya, penglihatanku
Bassam yang artinya, suka tersenyum
Basyar yang artinya, pembawa berita baik
Basyir yang artinya, penyampai berita gembira
Basyirun yang artinya, yang melihat
Bazil yang artinya, yang pandai
Bazil Amin yang artinya, yang amanah
Bazilin yang artinya, yang menyumbang
Bunyamin yang artinya, nama saudara nabi yusuf
Burhan    yang artinya, alasan, bukti
Burhanuddin yang artinya, bukti agama
Busrain    yang artinya, kesegaran

Sumber: https://bidanku.com/nama-nama-bayi-laki-laki-islami

Itu tadi beberapa nama bayi laki-laki islami, semoga bermanfaat. Pada hakikatnya anak adalah titipan dari sang maha kuasa jadi selayaknya kita menjaga dan mendidiknya sebagai mestinya. Anak bisa menjadi karunia maupun bisa menjadi petaka, itu tergantung  pola asuh kita kepadanya. Semoga anak kita menjadi anak yang sholeh. Senantiasa dalam lindungan Allah SWT, bersih hatinya, sehat, cerdas, santun perangainya, dan menjadi anak yang taat kepada Allah SWT, menjaga shalat, mengamalkan Al Quran dan Sunnah. Berbakti kepada orang tua, menjadi penyejuk mata orang tua, bermanfaat bagi sesama, serta menjadi berkah dunia akhirat…. Aamiin.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Nama Bayi Laki-laki Islami Berawalan A

Kehadiran buah hati merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh pasangan yang sudah menikah. Kerenanya dengan hadirnya sang buah hati kehidupan berkeluarga semakin berwarna dan bahagia. Kali ini Aqiqah Al Kautsar menyajikan daftar nama bayi laki-laki islami yang dapat anda gunakan sebagai referensi untuk memberikan nama pada sang buah hati.

Daftar nama anak beserta artinya:

‘Aakif yang artinya, Beriktikaf
‘Aali yang artinya, Tinggi
‘Aamir yang artinya, Memakmurkan
‘Aathif yang artinya, Belas kasih
‘Aatik yang artinya, Yang murni/pemurah
Aamir yang artinya, Memakmurkan
Aban yang artinya, Perbuatan yang sangat jelas
Abbad yang artinya, Tekun beribadah
Abbas yang artinya, Nama paman Nabi
Abdad yang artinya, Tekun Beribadat
Abdalah yang artinya, Hamba Allah

Abdul Alim yang artinya, hamba Allah yang mengetahui
Abdul Azim yang artinya, hamba Allah yang agung
Abdul Aziz yang artinya, hamba yang maha gagah
Abdul Dayyan yang artinya, hamba Allah yang membalas
Abdul Basit yang artinya, hamba Allah yg melimpah nikmat
Abdul Ghafur     yang artinya, hamba Allah yang membuka
Abdul Hakam yang artinya, hamba Allah yang menghukum
Abdul Fattah yang artinya, hamba Allah yang membuka
Abdul Ghaffar yang artinya, hamba yang maha pengampun
Abdul Hak yang artinya, hamba Allah yang sebenar
Abdul Ghani yang artinya, hamba yang maha kaya

Daftar Harga Aqiqah Bayi Laki-Laki

Abdul Hadi yang artinya, hamba Allah yang kaya
Abdul Hafiz yang artinya, hamba Allah yang memelihara
Abdul Haiy yang artinya, hamba Allah yang hidup
Abdul Halim yang artinya, hamba yang maha lemah lembut
Abdul Hanan yang artinya, hamba Allah yang penyayang
Abdul Hannan yang artinya, hamba yang maha pengasih
Abdul Jalil yang artinya, hamba Allah yang mulia
Abdul Jawad yang artinya, hamba Allah yang pemurah
Abdul Karim yang artinya, hamba Allah yang pemurah
Abdul Khaliq     yang artinya, hamba Allah yang mencipta
Abdul Latif yang artinya, hamba Allah yang lemah lembut
Abdul Majid yang artinya, hamba yang terpuji
Abdul Malik yang artinya, hamba yang memiliki

Abdul Mannan yang artinya, hamba Allah yang memberi nikmat
Abdul Muhaimin yang artinya, hamba Allah yang berkuasa
Abdul Munim yang artinya, hamba Allah yang memberi nikmat
Abdul Muti yang artinya, hamba Allah yang memberi
Abdul Nasir yang artinya, hamba Allah yang menolong
Abdul Qadir yang artinya, hamba Allah yang berkuasa
Abdul Qahar yang artinya, hamba Allah yang perkasa
Abdul Qahir yang artinya, penakluk, penunduk / hamba yang maha menundukkan
Abdul Qayyum yang artinya, hamba Allah yang berkuasa
Abdul Rahim yang artinya, hamba Allah yang penyayang
Abdul Rahman yang artinya, hamba Allah yang pemurah
Abdul Rasyid yang artinya, hamba Allah yang bijaksana
Abdul Rauf yang artinya, hamba Allah yang pengasih
Abdul Razak yang artinya, hamba Allah yang memberi rezeki
Abdul Salam yang artinya, hamba Allah yang penyelamat
Abdul Syakur yang artinya, hamba Allah yang bersyukur

Daftar Harga Aqiqah Bayi Laki-Laki

Abdul Wadud yang artinya, hamba Allah yang pengasih
Abdul Wafi yang artinya, hamba Allah yang setia
Abdul Wahab yang artinya, hamba Allah yang memberi
Abdul Wahid yang artinya, hamba Allah yang esa
Abdul Warith     yang artinya, hamba Allah yang mewarisi
Abdullah     yang artinya, hamba Allah
Abdur Rahim yang artinya, hamba Allah yang mengasihani
Abdur Rahman yang artinya, hamba Allah yang pemurah
Abhar     yang artinya, yang bergemerlapan/yang berseri
Abid     yang artinya, yang beribadat
Abidin     yang artinya, yang beribadat
Abiyyu     yang artinya, yang mulia jiwanya

Abrisam yang artinya,  yang lembut/tampan
Abrisam Abbasy yang artinya, tampan/rajin berusaha
Absyar yang artinya, bergembira
Abu Bakar yang artinya, nama sahabat nabi Muhammad saw (yang bersegera)
Abu Hurairah yang artinya, namba sahabat nabi
Abu Samah yang artinya, yang bertoleransi/Pemaaf
Abu Ubaidah yang artinya, nama sahabat nabi
Abu Wasim yang artinya, yang tampan
Abu Zar    yang artinya, nama sahabat nabi Muhammad saw
Abyad yang artinya, terang/putih
Adabi yang artinya, kesusasteraan/kesopananku
Adabi Abadi yang artinya, kesopananku/yang kekal
Adam yang artinya, nama nabi
Adam Hazlam yang artinya, nama nabi/ketangkasan

Daftar Harga Aqiqah Bayi Laki-Laki

Adham yang artinya, yang cantik
Adi yang artinya, nama sahabat nabi Muhammad SAW
Adib yang artinya, budayawan
Adib Anjab yang artinya, beradab/lebih utama dan bernilai
Adib Fahim yang artinya, pujangga/yang faham
Affan yang artinya, pendaki
Affandi yang artinya, gelaran bagi orang yang berkedudukan
Afham yang artinya, yang pandai
Afif yang artinya, yang menjaga kehormatannya/yang bermaruah
Afiq yang artinya, yang mulia
Afkar yang artinya, buah pikiran/yang bijak

Aflah yang artinya, yang beruntung
Afnan yang artinya, kecantikan
Afqar yang artinya, fakir
Akid yang artinya, yang teguh, kuat, tetap
Akma yang artinya, pimpinan
Alamgir yang artinya, penakluk dunia
Alauddin yang artinya, ketinggian agama
Alham yang artinya, beroleh ilham
Ali yang artinya, yang tinggi kedudukannya/yang mulia
Allamah    yang artinya, yang berilmu luas
Amal yang artinya, harapan/cita-cita
Amali    yang artinya, harapanku/cita-citaku
Amaluddin yang artinya, cita-cita agama
Amjad yang artinya, soleh/mulia
Amkrun yang artinya, orang-orang berkuasa
Amran yang artinya, yang memakmurkan
Amrin yang artinya, perintah

Daftar Harga Aqiqah Bayi Laki-Laki

Amrunyang artinya, kemakmuranku
Amzar yang artinya, yang mulia
Anas yang artinya, Cinta/kasih/mesra
An’am yang artinya, Yang diberi nikmat
Andar yang artinya, Yang berseri
Anjab yang artinya, Bernilai dan lebih utama
Anma yang artinya, Yang maju
Anmar yang artinya, Air yang bersih
Ansar yang artinya, Penyokong/penolong
Ansari yang artinya, Penyokongku/penolongku
Anshar yang artinya, Kaum Anshar sahabat Nabi SAW

Antar yang artinya, Berani dalam peperangan
Anwar yang artinya, Lebih bersinar/yang bercahaya
Anwari yang artinya, Cahayaku
‘Aqib yang artinya, Balasan yang baik
‘Aqil yang artinya, Yang baik budi,
Aqlan yang artinya, Kebijakan
Aqhar yang artinya, Yang gagah
Aqra yang artinya, Pandai membaca
Askari yang artinya, tentera
Aslah yang artinya, yang lebih baik
Aslam yang artinya, terkawal/selamat
Asmah yang artinya, yang pemaaf
Asmai yang artinya, hati yang suci
Asmar yang artinya, yang hitam manis
Asna yang artinya, yang bersinar/yang tinggi

Asnawi yang artinya,  gemilang/yang berseri
Aysar yang artinya, yang mudah
Asfa yang artinya, yang suci
Ashmah yang artinya, yang beran
‘Ashim yang artinya, Menjauhi maksiati
Aus yang artinya, pemberian
Aushaf    yang artinya, pemilik baik
Awad yang artinya, pemberian
Awadullah yang artinya, pemberian
Awali yang artinya, pedang
Awam yang artinya, yang tangkas
Awliya yang artinya, kekasih
Awra     yang artinya, yang memberi semangat
Awraq yang artinya, yang memberi semangat
Azam yang artinya, keazaman
Azib yang artinya, sabar dan gigih
Azim yang artinya, besar
Azmi yang artinya, Keteguhan hati

Sumber: https://bidanku.com/nama-nama-bayi-laki-laki-islami

Itu tadi beberapa nama bayi laki-laki islami, semoga bermanfaat. Pada hakikatnya anak adalah titipan dari sang maha kuasa jadi selayaknya kita menjaga dan mendidiknya sebagai mestinya. Anak bisa menjadi karunia maupun bisa menjadi petaka, itu tergantung  pola asuh kita kepadanya.

Semoga anak kita menjadi anak yang sholeh. Senantiasa dalam lindungan Allah SWT, bersih hatinya, sehat, cerdas, santun perangainya, dan menjadi anak yang taat kepada Allah SWT, menjaga shalat, mengamalkan Al Quran dan Sunnah. Berbakti kepada orang tua, menjadi penyejuk mata orang tua, bermanfaat bagi sesama, serta menjadi berkah dunia akhirat…. Aamiin.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Susunan Acara Aqiqah

 

Aqiqah adalah tradisi yang ada di masyarakat muslim ketika ada sebuah keluarga dikaruniai seorang anak sebagai wujud rasa syukur atas karunia Tuhan. Lalu apakah Anda ingin melaksanakan aqiqah anak Anda? Bingung dengan susunan acara aqiqah sebagaimana mestinya?

Tidak perlu khawatir, artikel ini akan mengulas tentang hal itu. Dengan susunan acara yang ada di bawah ini diharapkan bisa membantu Anda untuk mempersiapkan hajat tasyakuran aqiqah anak Anda dengan sebaik mungkin.

Tata Cara Aqiqah

Sebelum ke susunan acara, maka ada baiknya jika Anda mengetahui tata cara aqiqah. Memahami  tata cara aqiqah sangat dianjurkan agar aqiqah bisa diterima dan sah. Rasulullah SAW pernah bersabda :

“Semua anak bayi akan tergadaikan dengan aqiqahnya pada hari ketujuh ia dilahirkan. Maka sembelihlah hewan (kambing), berilah nama dan cukur rambutnya.” [Hadis Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad]”

Jadi dari hadits di atas telah menjelaskan bahwasannya pelaksanaan aqiqah adalah di hari ketujuh di mana bayi tersebut lahir, dicukurlah rambut bayi tersebut dan diberilah ia nama. Lalu ada lagi ketentuan jumlah hewan yang disembelih untuk aqiqah menurut hadis dari ‘Amr bin Syu’aib.

Hadis dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa di antara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia menyembelih dua kambing untuk laki-laki dua kambing yang sama dan satu kambing untuk bayi perempuan.” [Hadis Riwayat Abu Dawud, Nasa’i dan Ahmad]

Hadits di atas menjelaskan bahwa tata cara melaksanakan aqiqah bagi anak laki-laki yakni menyembelih 2 ekor kambing. Untuk anak perempuan adalah menyembelih 1 ekor kambing.

Acara Aqiqah

Nah, setelah mengetahui tata cara pelaksanaan aqiqah, maka selanjutnya adalah susunan acara aqiqah yang pertama adalah pembukaan. Pada acara pembukaan ini, Anda bisa meminta salah satu orang untuk membuka acara syukuran aqiqah.

Lalu susunan acara aqiqah selanjutnya adalah pembacaan ayat-ayat suci Alquran. Pada susunan acara yang kedua ini Anda harus meminta orang yang fasih dan pandai melantunkan ayat suci Alquran.

Pada umunya ayat yang dibacakan adalah surat Luqman ayat 13 sampai 18. Ayat tersebut sangat cocok sekali dibacakan karena berhubungan dengan tema aqiqah yang diaadakan.

Susunan acara aqiqah selanjutnya adalah sambutan dari sohibul bait atau tuan rumah. Anda yang memiliki hajat, ada baiknya jika memberikan sepatah dua patah kata untuk menyambut kedatangan para tamu yang hadir di acara aqiqah anak Anda.

Acara selanjutnya yang adalah susunan acara aqiqah yang paling utamaa, yakni acara pencukuran rambut anak Anda. Pencukuran rambut dalam prosesi walimatul aqiqah memang terkesan simbolik karena bisa saja Anda mencukur rambut sang bayi sebelum acara atau sesudahnya.

Jika Anda menghendaki pencukuran rambut bayi secara keseluruhan, tentu Anda membutuhkan waktu yang lama. Jadi pada acara pencukuran rambut tersebut, Anda hanya perlu memotong beberapa helai rambut anak Anda saja.

Setelah secara simbolik mencukur rambut, acara selanjutnya adalah memberikan nama anak Anda dan mengumumkannya kepada tamu yang hadir di acara aqiqah anak Anda.

Lalu susunan acara yang terakhir adalah menikmati hidangan olahan daging aqiqah serta mempersilakan tamu membawa pulang daging aqiqah yang sudah Anda siapkan.

Seperti itulah susunan acara untuk aqiqah pada umumnya yangberlaku di masyarakat muslim Indonesia. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.