Hukum Aqiqah dalam Islam

Hukum Aqiqah– Aqiqah adalah menyembelih hewan sebagai ungkapan rasa syukur orang tua kepada anak yang baru saja dilahirkan. Hukum aqiqah dalam Islam sendiri mengatakan bahwasannya aqiqah tidak wajib atau sunnah muakadah.

Namun bagi muslim yang merasa mampu untuk melaksanakan aqiqah, maka hukum aqiqah dalam Islam adalah wajib baginya. adapun waktu yang ditetapkan untuk mengaqiqahi anak adalah hari ketujuh setelah ia lahir.

Lalu bagaimana hukum aqiqah kepada anak yang sudah dewasa? Untuk lebih jelasnya simak ulasannya di bawah ini.

 

Hukum Aqiqah Bagi Anak

Hadits tentang aqiqah ini diriwayatkan oleh Samurah bin Jundad Radhiyallahu ‘Anhu, sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda:

كُلٌّ غُلَامٍ رَهِيْنٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

“Setiap bayi yang baru saja dilahirkan itu tergadai oleh aqiqahnya yang disembelih atas namanya pada hari ketujuh kelahiran bayi tersebut, lalu dicukur dan diberilah ia  nama.”

Lalu diriwayatkan oleh ‘Aisyah Radhiyallahu Anha, ia berkata, “Rasulullah SAW menyembelih aqiqah atas nama Hasan dan Husain pada hari ketujuh, memberi mereka nama dan menyuruh untuk mencukur rambut dari kepala keduanya.”

 

Hukum Aqiqah Sesudah Dewasa

Hadits dari Al Hasan Al Bashri Rahimahullah sebagaimana dituliskan dalam Kitab Al Muhalla, 2/204 dan Syarh As Sunnah, 11/264, ia berkata:

[ إذا لم يعق عنك فعق عن نفسك وإن كنت رجلاً ].

“Jika belum diaiqahi atas namamu, maka aqiqahkanlah atas dirimu, meskipun kamu adalah seorang laki-laki yang sudah dewasa”

 

Sebagaimana dituliskan dalam  kitab Syarah As Sunnah, 11/264.Muhammad bin Sirin rahimahullah berkata:

[ عققت عن نفسي ببختية بعد أن كنت رجلاً ].

“Aku mengaqiqahkan atas diriku enggan seekor unta betina setelah aku dewasa”

 

Lalu sebagaimana dituliskan dalam kitab kitab Tuhfat Al Mawdud Bi Ahkam Al Mawlud, (hal. 69 Asy Syamela).

ونقل عن الإمام أحمد أنه استحسن إن لم يعق عن الإنسان صغيراً أن يعق عن نفسه كبيراً وقال :[ إن فعله إنسان لم أكرهه ]

Dinukilakan dari Imam Ahmad bahwasanya beliau belum diaqiqahi dimasa kecilnya. Maka beliaupun mengaqiqahkan atas dirinya ketika beliau sudah besar, beliaupun juga berkata: “Jika dilakukan oleh seseorang maka aku tidak membencinya.”

 

Terakhir, sebagaimana dituliskan dalam kitab Al Mughnni, (22/7 Asy Syamela) Ibnu Qudamah rahimahullah berkata:

وَإِنْ لَمْ يَعُقَّ أَصْلًا ، فَبَلَغَ الْغُلَامُ ، وَكَسَبَ ، فَلَا عَقِيقَةَ عَلَيْهِ . وَسُئِلَ أَحْمَدُ عَنْ هَذِهِ الْمَسْأَلَةِ ، فَقَالَ : ذَلِكَ عَلَى الْوَالِدِ . يَعْنِي لَا يَعُقُّ عَنْ نَفْسِهِ ؛ لِأَنَّ السُّنَّةَ فِي حَقِّ غَيْرِهِ . وَقَالَ عَطَاءٌ ، وَالْحَسَنُ : يَعُقُّ عَنْ نَفْسِهِ ؛ لِأَنَّهَا مَشْرُوعَةٌ عَنْهُ وَلِأَنَّهُ مُرْتَهَنٌ بِهَا ، فَيَنْبَغِي أَنْ يُشْرَعَ لَهُ فِكَاكُ نَفْسِهِ . وَلَنَا ، أَنَّهَا مَشْرُوعَةٌ فِي حَقِّ الْوَالِدِ ، فَلَا يَفْعَلُهَا غَيْرُهُ ، كَالْأَجْنَبِيِّ ، وَكَصَدَقَةِ الْفِطْرِ .

“Dan jika seorang anak belum diaqiqahi sama sekali lalu ia sudah baligh dan berpenghasilan, maka tidak ada kewajiban aqiqah atasnya. Imam Ahmad ditanya tentang permasalahan ini, beliau berkata : “Aqiqah adalah kewajiban bagi orangtua, maksudnya adalah seorang anak tidak boleh mengaqiqahi atas dirinya, karena menurut sunnah itu adalah hak selainnya.” Lalu berkatalah Atha’, Al Hasan: “Ia boleh  mengaqiqahi atas nama dirinya, karena aqiqah ini disyariatkan atas anak sebab ia tergadaikan dengannya. Namun sudah semestinya ia menyegerakan pembebasan dirinya, dan menurut kami, bahwa aqiqah adalah lebih disyariatkan pada kewajiban orangtua. Seorang anak tidak boleh mengerjakannya hal selainnya, seperti orang lain dan seperti sedekah fitri.”

Maka berdasarkan hadits-hadits di atas, jelaskah bahwa hukum aqiqah dalam Islam ketika sudah dewasa menjadi mubah.Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Hadits Tentang Aqiqah

 

 

 

Aqiqah adalah hal nyang disyariatkan dalam Islam ketika seorang ibu melahirkan anak di dunia ini. Aqiqah adalah ungkapan rasa syukur orang tua atas karunia dari Allah SWT. Hadits tentang aqiqah pun menjelaskan bahwa aqiqah adalah semacam tebusan untuk ungkapan rasa syukur.

Sementara hukum tentang aqiqah sendiri adalah sunnah muakad. Artinya tidak ada kewajiban bagi orang tua untuk melakukannya bagi yang tidak mampu. Berikut adalah beberapa hadits tentang aqiqah yang perlu Anda ketahui sebagai pedoman untuk melakukan aqiqah.

 

Hadits Tentang Sejarah Aqiqah

Ada banyak hadits yang menjelaskan tentang aqiqah. Dilihat dari sejarah aqiqah, maka hadits yang menjelaskan adalah berikut ini:

كُنَّا فِى اْلجَاهِلِيَّةِ اِذَا وُلِدَ ِلاَحَدِنَا غُلاَمٌ ذَبَحَ شَاةً وَ لَطَخَ رَأْسَهُ بِدَمِهَا، فَلَمَّا جَاءَ اللهُ بِاْلاِسْلاَمِ كُنَّا نَذْبَحُ شَاةً وَ نَحْلِقُ رَأْسَهُ وَ نَلْطَخُهُ بزَعْفَرَانٍ. ابو داود

Buraidah berkata : Pada zaman dahulu di mana kami masih dalam masa jahiliyah, apabila salah seorang di antara kami memiliki anak, ia harus menyembelih kambing dan melumuri kepala anakna dengan darah kambing itu.

Lalu setelah Allah mengenalkan Islam, kamipun menyembelih kambing, mencukur atau menggundul kepala si bayi serta melumurinya dengan minyak wangi. [Hadits Riwayat Abu Dawud juz 3, hal. 107, no. 2843]

 

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانُوْا فِى اْلجَاهِلِيَّةِ اِذَا عَقُّوْا عَنِ الصَّبِيّ خَضَبُوْا قُطْنَةً بِدَمِ اْلعَقِيْقَةِ. فَاِذَا حَلَقُوْا رَأْسَ الصَّبِيّ وَضَعُوْهَا عَلَى رَأْسِهِ، فَقَالَ النَّبِيُّ ص: اِجْعَلُوْا مَكَانَ الدَّمِ خَلُوْقًا. ابن حبان

 

Dari Aisyah, ia berkata : “Dahulu orang-orang pada zaman jahiliyah apabila mereka melakukan aqiqah untuk seorang bayi, mereka melumuri kapas dengan darah kambing aqiqah. Lalu ketika mencukur rambut sang bayi, orang-orang itu melumurkan darah pada kepala sang bayi. Maka Nabi Muhammad SAW pun bersabda, “Gantilah darah itu dengan minyak wangi.”

[Hadits Riwayat Ibnu Hibban juz 12, hal. 124, no. 5308]

 

Hadits Tata Cara Pelaksanaan Aqiqah

Selanjutnya, hadits tentang aqiqah yang menjelaskan mengenai tata cara melaksanakan aqiqah adalah sebagai berikut.

عَنْ يُوْسُفَ بْنِ مَاهَكٍ اَنَّهُمْ دَخَلُوْا عَلَى حَفْصَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمنِ فَسَأَلُوْهَا عَنِ اْلعَقِيْقَةِ، فَاَخْبَرَتْهُمْ اَنَّ عَائِشَةَ اَخْبَرَتْهَا اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص اَمَرَهُمْ عَنِ اْلغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَ عَنِ اْلجَارِيَةِ شَاةٌ. الترمذي

Dari Yusuf bin Mahak, bahwasannya orang-orang datang kepada Hafshah binti ‘Abdur Rahman, mereka menanyakan kepada Hafshah tentang ‘aqiqah.

 

Maka Hafshahpun memberitahu kepada mereka bahwasanya ‘Aisyah memberitahu kepadanya bahwa Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada para sahabat agar menyembelih ‘aqiqah bagi bayi laki-laki sebanyak 2 ekor kambing yang sebanding dan untuk bayi perempuan 1 ekor kambing.

[Hadits Riwayat Tirmidzi juz 3, hal. 35, no. 1549].

 

عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِيّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَعَ اْلغُلاَمِ عَقِيْقَةٌ فَاَهْرِيْقُوْا عَنْهُ دَمًا وَ اَمِيْطُوْا عَنْهُ اْلاَذَى. البخارى

Dari Salman bin ‘Amr Adl-Dlabiy, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, Tiap anak itu harus diaqiqahi. Maka sembelihkanlah hewan aqiqah untuknya dan cukurlah rambutnya bayi itu”.

[Hadits Riwayat  Bukhari juz 6, hal. 217]

 

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدّهِ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص مَنْ اَحَبَّ مِنْكُمْ اَنْ يَنْسُكَ عَنْ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ عَنِ اْلغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَ عَنِ اْلجَارِيَةِ شَاةٌ. احم،

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa ingin meng’aqiqahkan anaknya maka hendaknya lakukanlah. Bagi bayi laki-laki aqiqahkan dua ekor kambing yang sebanding dan untuk bayi perempuan satu ekor kambing”.

[Hadits Riwayat Ahmad juz 2, hal. 604, no. 2725]

 

Seperti ituah hadits tentang aqiqah yang menjelaskan mengenai sejarah dan tata cara pelaksanaan aqiqah. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

3 Contoh Kartu Ucapan Akikah

Contoh kartu ucapan akikah-Andakah orang tua yang sedang berbahagia dengan kehadiran sang buah hati tercinta? Selain repot mengurusi berbagai kebutuhan sang buah hati, pastinya Anda juga akan sedang repot mengurus segala persiapan untuk acara akikah, termasuk repot membuat kartu ucapan akikah pula.

Kehadiran kartu ucapan akikah sangat penting agar siapa saja yang hadir saat acara akikah anak Anda tahu siapa nama anak Anda. Nama adalah doa yang berarti harapan bagi orang tua agar anaknya menjadi putra yang sholih atau putri yang sholihah.

Lalu apa sih manfaat hadirnya kartu ucapan akikah? Lalu seperti apa format kartu ucapan akikah? Berikut adalah fungsi kartu ucapan akikah beserta contohnya.

 

Apa Manfaat atau Fungsi Kartu Ucapan?

Manfaat dari adanya kartu ucapan sangat penting keberadaannya pada souvenir ataupun nasi kotak di acara akikah anak Anda. Jadi agar orang-orang yang hadir di acara Anda mengetahui bahwa Anda sedang memiliki hajat tasyakuran akikah.

Mengingat banyak hajat yang barangkali saat itu bukan hanya Anda saja yang punya. Maka ada baiknya jika Anda juga memasukkan kartu ucapan akikah ke dalam nasi kotak atau bingkisan lainnya yang ada.

Fungsi kartu ucapan akikah sendiri adalah untuk menyampaikan ucapan bahagia dan terima kasih kepada orang yang hadir dalam acara akikah Anda.

Selain sebagai ucapan terima kasih, fungsi dari kartu ucapan akikah juga untuk memperkenalkan nama dari anak yang Anda akikah-kan. Nama adalah doa, jadi ada baiknya jika orang-orang yang hadir di acara tasyakuran akikah Anda bisa senantiasa mendoakan anak Anda.

Nah, untuk lebih jelasnya mengetahui seperti apa kartu ucapan akikah, bisa Anda lihat di bawah ini.

 

Contoh Kartu Ucapan Ucapan Resmi

Bismillahirrohamnirrohim

Tasyakuran Akikah

Alhamdulillahirobbal alamin, telah lahir anak kami yang kedua dengan selamat. Sebagai ungkapan rasa syukur kami dalam menerima amanah dari Allah SWT, kami jalankan satu sunnah Rosul berupa Akikah untuk putra kedua kami tercinta yang bernama:

Rahmat Arifin Saputra

Lahir di Bojonegoro, Selasa, 14 Mei 2017

Tiada kata-kata yang jauh lebih indah selain do’a dan harapan bapak/ibu sekalian, semoga putra kami menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada kedua orang tua, cerdas serta berguna bagi nusa dan bangsa. Amin.

Kami yang berbahagia

Wahyu Hamdani dan Tita Anjani

 

Contoh Kartu Ucapan  Akikah Sederhana

Bismillahirrohmanirrohim

Telah lahir dengan selamat, anak kami yang pertama pada hari Kamis, 20 Juni 2016

“Nina Anggarini”

Semoga menjadi putri yang berbakti pada nusa dan bangsa. Berguna bagi negara dan agamanya.

Amin

Hormat Kami

Rozaki sekeluarga

 

Contoh Kartu Ucapan Akikah Puitis

Bismillahirrohamnirrohim

“TASYAKURAN AKIKAH”

Tiada yang lebih indah selain harapan menjadi orang tua telah menjadi nyata dengan kehadiran buah hati tercinta. Harapan itu akan jauh menjadi indah jika Bapak/Ibu berkenan senantiasa memberikan doanya kepada ananda tercinta.

Alhamdulillah telah lahir putra kami ketiga dengan nama :

“Putra Rizqillah”

Lahir di  Batam, 17 April 2017

Semoga putra kami menjadi anak yang sholeh dan menjadi manusia yang bermanfaat. Amin.

Teriring doa bapak/ibu kami sampaikan terima kasih, jazakumullahu khoirul jaza’

Batam, 24 April 2017

Kami yang berbahagia,

Dian Siswanto dan Siti Masniah

 

Seperti itulah fungsi dari keberadaan kartu ucapan akikah dan juga contoh-contoh kartu ucapan akikah. Dari ketiga contoh di atas, Anda bisa memilih mana yang sekiranya cocok untuk diberikan kepada orang-orang yang hadir di acara tasyakuran akikah anak Anda.

 

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

 

Pengertian Aqiqah  dan Qurban beserta Perbedannya

 Berbicara tentang syarat hewan yang disembelih saat aqiqah dan qurban memang ada banyak hal yang mengalami persamaan. Bahkan ada beberapa orang yang masih belum mengetahui secara detail apa itu pengertian aqiqah dan pengertian qurban.

Untuk lebih jelasnya bisa Anda baca ulasan di bawah ini, yang akan menjelaskan tentang pengertian aqiqah dan qurban serta tata cara aqiqah dan qurban.

Perbedaan Aqiqah dan Qurban 

Antara aqiqah dan qurban mungkin akan terdengar sama karena keduanya sama-sama menyembelih hewan. Hewan tersebutlah yang akan digunakan sebagai wujud syukur umat muslim terhadap Allah.

Pengertian aqiqah dalam bahasa Arab adalah menyembelih hewan sebagai bentuk rasa syukur umat Islam terhadap Allah SWT atas bayi yang dilahirkan. Adapun hukum aqiqah menurut pendapat ulama’ yang paling kuat adalah sunnah muakkadah.

Sementara pengertian qurban dalam Islam juga disebut dengan al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah. Di mana adh-dhahiyyah artinya adalah binatang sembelihan, seperti unta, sapi, kerbau, dan kambing yang disembelih.

Binatang-binatang ini disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah.

Dari kedua pengertian di atas, antara aqiqah dan qurban memang memiliki kesamaan di mana keduanya sama-sama menyembelih binatang sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Namun jika aqiqah, niat menyembelih binatang adalah sebagai ungkapan rasa syukur orang tua atas karunia dari Sang Maha Pencipta berkat kelahiran sang bayi. Berbeda dengan qurban di mana hewan yang disembelih adalah bentuk seseorang untuk lebih dekat dengan Allah SWT.

Jika hewan Qurban, penyembelihan hewan akan dilakukan ketika pada tanggal 10 pada bulan Haji. Namun dalam aqiqah, penyembelihan hewan dilakukan ketika seseorang telah melahirkan anak. Adapun pelaksanaanya adalah pada hari ke-tujuh sang anak.

Lalu apabila pada hari ke-tujuh setelah melahirkan belum dapat melakukan aqiqah maka bisa diganti dengan hari lain.

 

Tata Cara dalam Aqiqah dan Qurban

Meskipun hampir memiliki pengertian yang sama, qurban dan aqiqah memiliki ciri yang berbeda. Hal ini terdapat pada jenis hewan yang disembelih, di mana  dalam Qurban, hewan-hewan yang digunakan adalah kambing, domba atau biri-biri, kerbau, sapi atau unta.

Namun berbeda dengan aqiqah yang menggunakan kambing sebagai hewan utama yang digunakan. Adapun  ketentuannya adalah dua ekor kambing jika melahirkan anak laki-laki serta satu kambing jika melahirkan anak perempuan.

Sementara itu untuk tata cara dari segi waktunya, jika di dalam Qurban, waktu penyembelihan dilakukan pada saat matahari sejarak dengan tombak setelah melakukan Sholat Idul Adha. Waktu tersebut sampai dengan matahari terbenam pada tanggal 13 bulan Haji.

Adapun dalam aqiqah, waktu pelaksanaannya dilakukan tujuh hari setelah melahirkan sang anak. Jika belum dapat melakukan aqiqah pada hari ke-tujuh, maka bisa diganti pada hari ke-empat belas atau hari ke-dua puluh satu setelah melahirkan naka tersebut.

Dalam pengertian qurban dan aqiqah ini juga memiliki perbedaan tersendiri dilihat dari tujuannya. Di dalam aqiqah, penyembelihan hewan digunakan sebagai implementasi rasa syukur atas kelahiran buah hati kepada Allah atas segala rejeki yang diberikan selama ini.

Sementara untuk qurban sendiri ditujukan sebagai wujud ibadah seorang hamba. Ya, ibadah untuk mengewejentahkan rasa syukurnya agar senantiasa bisa lebih dekat, taqarrub terhadap Allah SWT.

Seperti itulah pengertian aqiqah dan qurban beserta perbedaannya. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

6 Tata Cara Aqiqah yang Benar

6 Tata Cara Aqiqah yang Benar-Sebagai seorang muslim, Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan kata aqiqah?  Ya, aqiqah adalah ibadah sunnah yang dilakukan dengan menyembelih hewan untuk bayi yang baru saja dilahirkan. Lalu bagaimana tata cara aqiqah yang benar menurut syariat hukum Islam?

Mengetahui tata cara aqiqah sangat dianjurkan agar aqiqah seseorang bisa diterima dan sah menurut kacamata Islam. Rasulullah SAW pernah bersabda :

“Semua anak bayi akan tergadaikan dengan aqiqahnya pada hari ketujuh ia dilahirkan. Maka sembelihlah hewan (kambing), berilah nama dan cukur rambutnya.”

[Hadis Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad]”

Adapun tata cara aqiqah yang benar menurut syari’at Islam sendiri adalah :

  1. Ketahui Waktunya

Menurut hadis yang telah disebutkan di atas, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud, nahwasannya para ulama telah sepakat bahwa waktu aqiqah yang paling utama adalah hari ke-7 dari awal kelahiran sang bayi.

Bahkan jika seseorang berhalangan, ia tetap dapat melaksanakannya hingga hari ke-14 atau ke-21. Adapun jika seorang muslim dalam kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan, maka terlepaslah kewajiban untuk melakukan aqiqah.

Tidak akan berdosa seorang muslim jika meninggalkan ibadah aqiqah, kecuali jika muslim itu memang dalam keadaan tidak mampu.

  1. Mengetahui Jumlah Hewan yang Akan Diaqiqah

Hadis dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa di antara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia menyembelih dua kambing untuk laki-laki dua kambing yang sama dan satu kambing untuk bayi perempuan.” [Hadis Riwayat Abu Dawud, Nasa’i dan Ahmad]

Hadits di atas menjelaskan bahwa anjuran atau tata cara melaksanakan aqiqah bagi anak laki-laki yakni 2 ekor kambing.

Adapun jika kondisi harta seorang muslim tidak mencukupi untuk membeli 2 ekor kambing bagi anak laki-laki, maka diperbolehkan bagi ia untuk membeli 1 ekor kambing saja. Sementara untuk anak perempuan, dianjurkan untuk menyembelih 1 ekor kambing saja.

 

  1. Hewan Yang Disembelih Harus Memenuhi Syarat

Hewan yang menjadi syarat untuk disembelih saat aqiqah adalah hewan yang memiliki kriteria sama dengan hewan qurban. Seorang muslim sangat dianjurkan untuk memilih hewan qurban berjenis domba putih dan sehat. Umur dari hewan ini minimal setengah tahun.

  1. Dibagikan Kepada yang Berhak

Membagikan daging aqiqah tidak sama dengan membagikan daging qurban. Dalam aqiqah, seorang muslim harus membagikan daging yang sudah disembelih dalam kondisi yang sudah matang atau sudah dimasak terlebih dahulu.

Sebagaimana dijelaskan dalam Hadits Aisyah R.A:

“Sunnahnya aqiqah adalah dua ekor kambing untuk bayi laki-laki dan satu ekor kambing untuk bayi perempuan. Dagingnya dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh kelahirannya”. (HR al-Bayhaqi)”

  1. Memberi Nama dan Mencukur Rambut

Saat menyelenggarakan aqiqah, seorang muslim disunnahkan untuk memberikan nama dan melakukan cukur rambut kepada anak yang baru lahir. Nama adalah doa bagi kebaikan sang anak ke depannya.

  1. Membaca Doa Ketika Menyembelih

Ketika melakukan apapun, sangat dianjurkan bagi seorang muslim untuk berdoa. Sama halnya ketika hendak menyembelih hewan aqiqah. Hendaknya berdoa :

“Bismillah allahumma taqobbal min muhammadin wa aali muhammadin wa min ummati muhammadin.”

Artinya adalah dengan nama Allah, ya Allah terimalah qurban dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad.” (Hadist Riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud).

Seperti itulah tata cara aqiqah yang sangat dianjurkan dalam syariat Islam. Semoga membawa manfaat bagi umat muslim yang membaca. Aamiin.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

3 Syarat Kambing Aqiqah Menurut Syariat Islam yang Benar

Hati orang tua mana yang tidak bahagia melihat buah hatinya telah lahir di dunia? Sebagai wujud kebahagiaan seseorang yang telah “sah” menjadi orang tua, maka ada baiknya jika ia melakukan aqiqah untuk menebus kelahiran anaknya. Lalu apa saja syarat kambing aqiqah yang harus dipenuhi?

Sama halnya saat Idul Adha, syarat kambing aqiqah pun juga sama dengan kambing yang harus diqurbankan. Lalu apa sajakah syarat-syarat kambing yang harus diaqiqahkan menurut syari’at Islam?

Hukum Aqiqah Menurut Syariat Islam

Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadist Nabi yang menuliskan tentang ketentuan hewan yang harus disembelih saat aqiqah. Rasulullah memerintahkan untuk menyembelih satu ekor kambing untuk anak perempuan dan 2 ekor untuk anak laki-laki.

أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمْرَهُمْ أَنْ يُعَقَّ عَنْ اَلْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ, وَعَنْ اَلْجَارِيَةِ شَاةٌ

Artinya : Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan agar beraqiqah dengan dua ekor kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan.

-Hadits riwayat Abu Dawud

Jenis dan Syarat Hewan yang Diaiqahkan

  1. Tipe hewan yang diperlukan untuk aqiqah adalah dari jenis hewan mamalia kecil seperti kambing, domba dan biri-biri.
  2. Kategori kelamin kambing untuk aqiqah boleh berjenis kelamin jantan atau betina. Keduanya  sama saja dan tidak ada masalah menurut sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari jalan Ummu Kurz, “….tidak mudharat bagi kamu apakah kambing laki-laki atau kambing perempuan…”
  3. Umur kambing untuk aqiqah sebagaimana dikiaskan dengan umur kambing qurban, yakni: Untuk domba atau biri-biri cukup satu tahun atau kurang sedikit. Sementara untuk kambing umurnya cukup dua tahun dan masuk tahun ketiga; kambing yang diaqiqahkan haruslah yang sehat dan bagus, jangan kambing yang cacat dan sakit.

Syarat Kambing Aqiqah

Sebagaimana diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu ta`ala ‘anhu, Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian menyembelih hewan kecuali hewan tersebut sudah memenuhi umur, kecuali seandainya sulit bagi kalian. Jika sulit bagi kalian maka sembelihlah dari domba.”

“Ada 4 macam binatang yang tidak sah dijadikan qurban : 1. Cacat matanya, 2. sakit, 3. pincang dan 4. kurus yang tidak berlemak lagi “ (HR Bukhari dan Muslim).

Seperti yang telah dijelaskan oleh kedua hadis di atas, maka kesimpulannya, syarat kambing yang harus diaqiqahkan adalah :

  1. Kambing  Harus Cukup Umur

Maksud dari kambing yang cukup umur adalah kambing minimal berusia enam bulan. Alangkah baiknya jika kambing sudah melewati satu tahun. Hal itu berdasarkan sabda Rasul dan pernyataan jumhur ulama.

  1. Kambing Sehat

Periksalah kambing yang ingin diaqiqahkan mulai dari mata, apakah kambing itu buta kedua matanya atau buta sebelah? Periksa pula ekornya apakah sudah terpotong ekonya atau telinganya?

Perhatikan  juga dari sisi fisik kambing, apakah sedang sakit atau tidak? Seandainya Anda ingin memakai jasa aqiqah, sebaiknya Anda memakai jasa aqiqah yang benar-benar memiliki kredibilitas tinggi dan bukan amatiran.

  1. Kambing Tidak Cacat

Sebetulnya bukan kambing cacat yang tidak diperbolehkan, tetapi apabila kambing memiliki tanduk yang sudah  patah, gigi lepas dalam masa pergantian serta bulu rontok. Kambing dalam keadaan sakit ringan atau bahkan sedang dalam keadaan sakit yang membahayakan kehidupan kambing untuk aqiqah.

Nah, berdasarkan penjelasan tentang syarat-syarat kambing aqiqah di atas maka sudah selayaknya Anda mampu pintar dalam memilih dan memilah. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Pengertian Aqiqah Menurut Para Ulama

 

Aqiqah adalah sebuah hukum dalam Islam yang kemudian menjadi sebuah tradisi yang ada bagi seluruh masyarakat muslim di Indonesia. Aqiqah memiliki pengertian yang berarti menyembelih hewan sebagai penebusan atas kelahiran sang anak di hari ke-7 kelahirannya.

Adapun secara bahasa, aqiqah sendiri berarti memotong atau memutus. Sedangkan menurut hukum syar’i, pengertian aqiqah adalah memotong atau menyembelih hewan berupa kambing untuk bayi yang dilahirkan pada hari ketujuh dari hari kelahiran bayi tersebut.

Lalu seperti apa pengertian aqiqah menurut para ulama? Bagaimana hukum dan ketentuan yang berlaku dalam aqiqah?

Pengertian Aqiqah

Definisi aqiqah menurut Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah dalam kitabnya yang berjudul Tuhfatul Maudud. Sebagaimana yang tertulis pada halaman 25-26, beliau menuliskan bahwa Imam Jauhari berkata :

Aqiqah adalah menyembelih hewan pada hari ketujuh kelahiran anaknya dan mencukur rambutnya. Selanjutnya Ibnu Qayyim rahimahullah berkata “Dari penjelasan tersebut jelaslah bahwa aqiqah itu disebut demikian sebab mengandung dua unsur di atas dan ini lebih utama.”

Lalu pengertian aqiqah menurut Imam Ahmad dan jumhur ulama, mereka berpendapat ditinjau dari segi syar’i. Pengertian aqiqah adalah makna berkurban atau menyembelih.

Sementara pengertian aqiqah menurut Imam Syafi’i adalah berasal dari kata ‘Aqq. ‘Aqq berarti memutus dan melubangi.

Adapula yang mengatakan bahwa aqiqah adalah nama bagi hewan yang disembelih. Dinamakan demikian sebab leher hewannya dipotong, dan dikatakan juga ‘aqq sebab rambut yang dibawa si bayi ketika lahir dipotong.

Adapun makna aqiqah secara syari’at adalah hewan yang disembelih untuk menembus bayi yang dilahirkan.

Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadist :

” Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkanlah (aqiqahnya) bagi ia pada hari ketujuh dari kelahirannya. Maka  dinamailah dia dan dicukurlah rambutnya

Hadis riwayat Imam Ahmad: 5/8, 12 dan An-Nasa’i: 7/166 dan dishahihkan lebih dari satu orang)

Hukum Aqiqah

Adapun untuk hukum aqiqah sendiri menurut para ulama, mereka memberikan pandangan yang berbeda-beda. Ada beberapa ulama yang menganggap bahwa aqiqah hukumnya adalah sunnah mu’akkadah.

Sementara adapula sebagian ulama yang berpendapat bahwa hukum aqiqah adalah wajib bagi mereka yang mampu dan memiliki rizki.

Ya, aqiqah merupakan salah satu bentuk rasa syukur seseorang kepada Allah SWT setelah ia dikaruniai seorang anak. Aqiqah bisa dikatakan sebagai wasilah kepada Allah untuk menjaga dan melindungi anak yang dilahirkan gar kelak menjadi anak yang sholeh dan sholehah.

Untuk hukum waktu pelaksanaan aqiqah sendiri ada beberapa ulama’ yang berbeda pendapat. Berdasarkan hadist dikatakan bahwasannya aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh kelahiran sang anak.

Pelaksanaan aqiqah pada hari ketujuh karena berdasarkan sabda Rasulullah. Di mana berdasarkan hadist itu kemudian dijadikan sebagai dalil bagi orang yang berpendapat bahwa waktu aqiqah itu adanya pada hari ketujuh.

Adapun bagi orang yang melaksanakannya sebelum hari ketujuh berarti tidak melaksanakan aqiqah tepat pada waktunya. Bahwasannya syariat akan aqiqah akan gugur setelah melebihi atau lewat hari ketujuh.

Menurut  pendapat Imam Malik, beliau berkata : “Jika bayi itu meninggal sebelum hari ke tujuh, maka gugurlah sunnah aqiqah bagi kedua orang tuanya.”

Lalu ada sebagian ulama’ yang membolehkan untuk melaksanakan aqiqah sebelum hari ketujuh. Pendapat ini dinukil dari Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya “Tuhfatul Maudud” di halaman 35.

Seperti itulah ulasan mengenai pengertian aqiqah, di mana aqiqah adalah berarti menyembelih hewan sebagai penebusan atas kelahiran seorang bayi di dunia ini. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Doa Aqiqah yang Harus Dibaca Orang Tua

Doa adalah sebuah permohonan kepada Allah untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan untuk selalu berada di sisi-Nya. Ketika seseorang akan melakukan aqiqah, maka diwajibkan bagi ia membaca doa aqiqah sebagai harapan dan permohonan kepada Tuhan.

Doa aqiqah merupakan wujud harapan orang tua kepada anaknya agar senantiasa mendapat karunia dari Yang Maha Kuasa. Bagi Anda yang saat ini sudah “sah” menjadi orang tua, ketika melakukan aqiqah hendaknya membaca doa sebagaimana yang ada di bawah ini.

Doa Ketika Menyembelih Hewan Aqiqah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللّهُم‍َّ رَبِّىْ, هَذِهِ عَقِيْقَةُ … بِنْ…. دَمُهَا بِدَمِهِ وَلَحْمُهَا بِلَحْمِهِ وَعَظْمُهَا بِعَظْمِهِ وَجِلْدُهَا بِجِلْدِهِ وَشَعْرُهَا بِشَعْرِهِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا فِدَاءً لِ…بن….مِنَ النَّارِ

Artinya :

Ya Allah, wahai Tuhanku, hewan ini adalah aqiqah untuk….bin… (sebutkan nama putra), dimana darah hewan aqiqah ini adalah untuk menebus darah sang anak. Daging hewan ini untuk menebus dagingnya sang anak.

Tulangnya hewan tulangnya adalah untuk menebus tulangnya sang anak, kulitnya hewan adalah untuk menebus kulitnya sang anak. Serta bulunya hewan adalah untuk menebus rambutnya anak.

Ya Allah, semoga Engkau menjadikan aqiqah ini sebagai tebusan untuk….bin…. (sebutkan namanya)  terhindar dari neraka.

Doa Aqiqah yang Harus Dibaca Orang Tua

Doa Walimatul Aqiqah

بِسْمِ اللهِ الرّحمنِ الرّحِيمِ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيّدِناَ محمّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ, اَللّهُمَّ اُعِيْذُهُ بِالْوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ حَسَـدٍ. اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْـطَانِ الرَّجِيْمِ. اَللّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا اْلوَلَدَ وَلَدًا صَالِحًا. اَللّهُـمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ السَّـلاَمَةَ فِى الدُّنْياَ وَالدِّيْنِ وَنَسْأَلُكَ الزِّيَادَةَ وَالْبَرَكَةَ فِى اْلعِلْـمِ وَارْزُقِ الْمَرْزُوْقِيْنَ. اِلَهِى اِنَّكَ قَدْ عَلَّمْتَ اَدَمَ اْلاَسْمَاءَ كُلَّهَا وَقَدْ اَمَرَنَا نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِإِحْسـَانِهَا فَهَا نَحْنُ نُسَمَّى هَذَا الْوَلَدَ بِاسْمِ يُنَاسِبُ اَهْلَ الْبَيْتِ… اِلَهِى اَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ وَعَلىَ دِيْنِ نَبِيِّناَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مِلَّةِ اَبِيْنَا اِبْرَاهِيْـمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اَللّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ لِسَاناًذَاكِرًا وَقَلْبًا شَاكِرًا وَبَدَنًاصَابِرًا وَزَوْجَةً تُعِيْنُنَا فِى الدُّيْنَا وَاْلآخِرَةِ. وَنَعُوْذُبِكَ يَا رَبَّنَا مِنْ وَلَدٍ يَكُوْنُ عَلَيْناَ سَيِّدًا وَمِنِ امْرَاَةِ تُشَيِّبُنَا قَبْلَ وَقْتِ الْمَشِيْبِ وَمِنْ مَالٍ يَكُوْنَ عَذَابًا لَّنَا وَوَبَالاً عَلَيْنَا وَمِنْ جَارٍ اِنْ رَّآى مِنَّا حَسَنَةً كَتَمَهَا وَاِنْ رَّآى مِنَّا سَيِّئَةً اَفْشَاهًا.  اَللّهُـمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا عَقِيْقَتَنَا رَبَّناَ,  بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحمَ الرَّاحِمِـيْنَ.

واَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمـِيْنَ

Artinya :

Semoga rahmat serta salam tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Teriring pula kepada keluarga, dan sahabatnya. Ya Allah,  aku memohon perlindungan untuk anak ini kepada-Mu sebagai tempat aku meminta dan bergantung dari kejahatan setiap orang yang dengki.

Aku memohon perlindungan-Mu agar ibu anak-anakku dan keturunannya terhindar dari syetan yang terkutuk. Ya Allah, semoga Engkau menjadikan anak ini menjadi anak yang shaleh.

Ya Allah memberi penambahan dan keberkahan dalam ilmu dan melimpahkan rizki kepada orang-orang yang berkah.

Wahai Allah Tuhanku, sungguh Engkau telah mengajarkan semua nama-nama kepada Nabi Adam. Dan sungguh Nabi Muhammad SAW juga telah memerintahkan kepada kami untuk memberi nama kepada anak ini dengan nama yang layak di negeri ini.…..

(titik-titik itu sebutkanlah nama anak Anda)

Wahai Tuhanku, kami atas kesucian Islam, di atas keikhlasan dan di atas agama Nabi Muhammad SAW. Dan di atas agama bapak kami Ibrohim, di mana ia adalah orang yang benar dan taat kepada ajaran. Tidaklah Ibrahim termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.

Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu agar lisan kami senantiasa berzikir, hati kami bersyukur, badan bersabar. Dan mohon agar istri bisa menolong kami dalam urusan dunia dan urusan akhirat.

Dan kami berlindung kepada-Mu, wahai Tuhan kami, dari anak yang diberikan kepada kami sebagai tuan. Berlindung dari istri yang menyebabkan tumbuh uban sebelum usia layak beruban, dari harta yang bisa menjadi siksaan dan bencana bagi kami.

Lindungi kami dari tetangga yang bila melihat kebaikan kami, maka ia menyimpan dan bila ia melihat keburukan kami maka ia menyebarkan keburukan.

Ya Allah, terimalah aqiqah kami, wahai Tuhan kami. Dengan  rahmat-Mu wahai Tuhan paling penyayang di antara para penyayang. Dan dengan segala puji hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam dunia ini.

Seperti itulah doa aqiqah yang dipanjatkan saat hendak melaksanakan aqiqah. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Kambing Guling sebagai Menu Utama Daging Aqiqah

Kelahiran seorang anak adalah sebuah karunia yang sangat besar bagi orang tua. Aqiqah sendiri adalah bagian dari pengewajentahan rasa syukur orang tua kepada Allah SWT terhadap kelahiran buah hatinya. Nah, salah satu menu baru saat aqiqah adalah kambing guling.

Kambing guling merupakan menu olahan daging aqiqah yang bisa dikatakan menu baru di setiap hajat pengajian aqiqah.  Jika pada umumnya daqing aqiqah diolah menjadi menu makanan seperti gule, sate atau tengkleng, maka cobalah untuk membuat menu baru satu ini.

Tapi seperti apa itu kambing guling? Seperti apa cara memasak olahan daging aqiqah agar bisa menjadi masakan kambing guling yang enak?

Menu Baru Kambing Guling di Aqiqah Buah Hatimu

Sebenarnya menu kambing guling adalah makanan khas dari negara Timur Tengah yang dibuat dengan cara dipanggang. Kambing guling adalah olahan yang berbeda dari masakan yang lainnya di mana daging kambing tidak dipotong-potong lalu dibakar.

Memasak kambing guling adalah memanggang tubuh daging kambing secara utuh di atas tungku pembakaran. Adapun sejarah kambing guling sendiri diawali dengan adanya penduduk di wilayah Asia Tengah yang mengkonsumsi daging kambing untuk kebutuhan makanan.

Kemudian masakan kambing guling pun mulai diidentiikan dengan perayaan ataupun hari keagamaan khusus di berbagai negara. Salah satunya adalah disajikan saat pengajian aqiqah untuk buah hati Anda.

Tidak mudah memang membuat kambing guling, tapi jika Anda sudah merasakan kelezatannya, maka Andapun pasti akan tergoda. Kambing guling ini sangat khas dengan bumbu rempah-rempahnya.

Hal ini dikarenakan untuk menghilangkan bau prengus yang ada pada tubuh daging kambing. Setelah dilumuri dengan berbagai bumbu rempah-rempah, barulah daging kambing bisa dipanggang.

Resep Memasak Kambing Guling

Adapun untuk memasak kambing guling, bahan utama yang diperlukan adalah :

  1. Bawang putih sebanyak 250 gr yang sudah dilembutkan
  2. Ketumbar sebanyak 250 gr yang sudah dilembutkan
  3. Biji pala sebanyak 1 sendok teh yang sudah dilembutkan
  4. Lada bubuk sebanyak 2 sendok makan
  5. Garam sebanyak 3 sendok makan
  6. Kecap inggris 300 ml
  7. Gula merah 275 gr
  8. Kecap manis setengah liter
  9. Minyak goreng 75 ml

Adapun bahan untuk membuat saus adalah :

  1. Bawang merah 250 gr kemudian rajang halus
  2. Kecap manis 250 ml
  3. Tomat ½ kg lalu dipotong kecil kotak
  4. Jeruk limau sebanyak 8 buah
  5. Cabe rawit 200 gr lalu potong panjang
  6. Daun jeruk 20 helai

Kambing Guling sebagai Menu Utama Daging Aqiqah.

Cara Membuat Kambing Guling :

  1. Untuk membuat bumbu olesan daging, campurkanlah semua bahan dan bumbu kemudian aduk hingga menjadi satu. Setelah itu masukan wadah dan sisihkan.
  2. Membuat kambing guling, bulu-bulu kambing harus dibersihkan terlebih dahulu,. Lalu potong bagian tubuh kambing yang tidak dibutuhkan dan bersihkan daging kambing dengan air bersih dan mengalir. Setelah daging bersih kemudian bagian tubuh yang akan dipanggang olesi dengan bahan olesan. Diamkan saja terlebih dahulu selama 2 jam agar bumbunya meresap.
  3. Setelah bumbu telah resap, gantungkan tubuh kambing yang telah memakai bumbu dengan bentuk horizontal di atas bara api atau di atas alat panggang dengan jarak sekitar 50 cm.

Nah, setelah kambing guling matang, maka potonglah daging sesuai porsi yang diinginkan. Tapi jika Anda tidak ingin repot, Anda bisa juga memesan menu kambing guling di beberapa catering aqiqah.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dengan menu kambing guling dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas.

2 Contoh Undangan Aqiqah Beserta Panduannya

Apakah Anda adalah salah satu dari sekian orang tua yang bahagia dengan kelahiran sang buah hati tercinta dan ingin melaksanakan aqiqah? Selain bingung memikirkan hewan sebagai aqiqah pasti Anda juga bingung bagaimana cara membuat undangan aqiqah?

Ya, undangan juga sangat diperlukan agar orang lain tahu dan menghadiri acara aqiqah anak Anda. Jika Anda bingung bagaimana cara membuat undangan yang unik dan menarik, simak tips dan ulasannya di bawah ini tentang undangan aqiqah yang baik.

Pengertian Aqiqah

Menurut sebagian ulama, kata aqiqah sendiri disebut nasikah atau dzabihah. Di mana kata aqiqah berarti memiliki makna sembelihan. Adapun hukum aqiqah sendiri menurut kalangan mazhab dari Imam Syafi’i dan Hambali, hukumnya adalah sunnah muakkadah.

Dasar yang digunakan adalah berdasarkan dari hadist Nabi SAW, yang berbunyi :

 “Anak tergadai dengan aqiqahnya. disembelihkanlah untuknya pada hari ketujuh dari hari kelahiran sang anak.” (HR. At-Tirmidzi dan Hasan Shohih)

Sementara hewan yang dijadikan aqiqah adalah kambing. Jika yang lahir adalah anak laki-laki, maka yang disembelih adalah dua ekor kambing. Jika yang lahir adalah anak perempuan maka yang disembelih adalah satu ekor kambing.

Nah, jika adalah orang tua yang sedang bingung bagaimana cara membuat undangan aqiqah yang baik, maka artikel ini adalah sumber yang tepat.

Artikel ini akan hmemberikan referensi contoh undangan aqiqah. Terkadang Anda juga perlu membutuhkan referensi undangan aqiqah yang baik agar undangan yang Anda buat tidak melanggar syari’ah.

Berikut adalah contoh undangan aqiqah dari yang sederhana hingga resmi :

  1. Contoh Undangan Aqiqah Resmi

UNDANGAN

Yth :

Bapak / Ibu / Saudara /i

Di tempat

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur alhamdulillah, dengan memohon rahmat kepada Allah swt. Maka kami sekeluarga bermaksud ingin mengundang kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i agar berkenan untuk hadir dalam acara tasyakuran putri kami yang kedua “Yunita Rahmaniya” yang insyaAllah akan kami laksanakan pada :

Hari/Tanggal : Senin, 25 Mei 2017

Pukul : 19.00 WIB – selesai (Ba’da Isya’)

Alamat : Perumahan Sendang Mulyo, Tembalang, Semarang

Dan adalah suatu kehormatan yang besar bagi kami, jika Bapak/Ibu/Saudara/i untuk mau berkenan hadir dalam acara aqiqah putri kami.

Atas kehadiran dan doanya kami ucapkan banyak terimakasih.

Wassalamua’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Hormat kami sekeluarga

Faris Aditya dan Tsania Putri.

  1. Contoh Undangan Sederhana

Bismillahirrohmanirrohim

Telah lahir dengan selamat, anak kami yang pertama pada hari Selasa, 20 Mei 2017

“Putra Wijaya Kusuma”

Semoga menjadi anak yang berbakti pada nusa dan bangsa. Berguna bagi negara dan agamanya.

Amin

Maka dengan kelahiran anak kami, kami mengundang bapak/ibu agar berkenan hadir di acara aqiqahan anak kami pada hari Selasa, 27 Mei 2017

Surabaya, 27 Mei 2017

Hormat Kami

Dian dan Nita

3 Hal yang Patut Diperhatikan dalam Membuat Undangan

Dari kedua contoh undangan aqiqah di atas, hal yang patut Anda perhatikan ketika membuat undangan aqiqah adalah :

  1. Salam pembuka, membuat pembuka sangat penting sebab pembuka merupakan hal yang wajib digunakan sebagai sapaan atau salam kepada orang yang membacanya.
  2. Isi, isi yang ada dari undangan aqiqah harus meliputi tempat, hari, tanggal, serta rangkaian acara dalam acara aqiqah tersebut jika ada.
  3. Penutup, kehadiran penutup merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah undangan. Menutup undangan dengan salam adalah salah satu bentuk sopan santun Anda ketika mengundang orang.

Seperti itulah contoh undangan aqiqah dan hal-hal yang patut Anda perhatikan. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

pop up aqiqah promo agus 2019