Tips Mengenal Kredibilitas Rumah Aqiqah dan Dapur Aqiqah Terbaik untuk Keluarga Anda

Tips Mengenal Kredibilitas Rumah Aqiqah dan Dapur Aqiqah Terbaik untuk Keluarga Anda

Aqiqah merupakan sunnah muakad (sangat dianjurkan) mengingat keutamaan-keutamaannya. Dan tidak bisa dipungkiri, di zaman sekarang yang semakin maju ini, anda akan mendapati banyak kemudahan dalam melaksanakan ibadah aqiqah. Salah satunya melalui jasa rumah aqiqah / dapur aqiqah jogja.

Di Jogja, anda akan mendapati banyak sekali pilihan jasa aqiqah, mulai dari kelas UKM, sampai kepada perusahaan besar. Didapati persaingan antar Rumah Aqiqah ketat, berlomba menawarkan banyak fasilitas, hadiah tambahan, bonus, dan lain semisalnya. Namun yang perlu anda dicermati malah bukan bonus-bonusnya lho, melainkan kualitasnya. Karena biar bagaimana pun, jasa aqiqah harus memiliki kualitas bagus, mutu terjamin, professionalitas pelayanan, dan aqiqah sesuai syariat.

Nah berikut ini adalah tips untuk mengenal Rumah Aqiqah dan Dapur Aqiqah Jogja yang terbaik untuk keluarga anda:

Kredibilitas Rumah Aqiqah

Pertama yang paling mudah anda lihat adalah tentang kredibilitas perusahaan. Ini perlu dilihat karena kredibilitas akan mencerminkan kualitas perusahaan. Anda bisa mencari informasi tentang ini dari tetangga, sanak-kerabat, keluarga, atau bahkan dari review konsumen sebelumnya. Bahkan di era digital ini, anda bisa mendapat informasi dari web, sosmed dan lain semisalnya.

Sertifikat Halal dari MUI

Sertifikat Halal MUI menjadi kunci awal dari kredibilitas. Tidak dipungkiri, Halal MUI menjadi sentral dari perusahaan-perusahaan kuliner. Yup, karena tim dari MUI akan melakukan pengecekkan berkala kepada perusahaan dimaksud. Bahan-bahan dan olahan makanan benar-benar diawasi agar tidak mengandung barang yang tidak halal. Proses memasak pun menjadi perhatian, agar selalu terjaga kualitas dan halalnya.

Sertifikat Higenis Sanitasi dari Dinas Kesehatan

Selanjutnya untuk melihat kredibilitas jasa aqiqah adalah dengan menelisik kualitas dapur. Yup, bagi usaha kuliner, kualitas dapur sangat berpengaruh sebab merupakan jantung dari oprasional. Rasa makanan, kepuasan pelanggan dan lain sebagainya, semua berangkat dari dapur. Maka itu, sangat penting jika dapur memiliki sertifikat dari Dinas Kesehatan. Karena itu artinya, akan ada pengecekkan berkala dari Dinas Kesehatan agar dapur bersangkutan tetap terjaga.

Asosiasi Jasaboga Indonesia (APJI)

Untuk usaha Rumah Aqiqah, sertifikat keanggotaan APJI sangat penting. Ini menandakan bahwa Rumah Aqiqah tersebut benar-benar tidak sekedar ingin berjualan saja, namun ingin memajukan perusahaan dengan hidangan-hidangan terbaiknya. Katakanlah anda menemukan 2 Rumah Aqiqah dengan kualitas yang sama, maka pilihlah yang bergabung dalam APJI.

Asosiasi Pengusaha Aqiqah Indinesia (ASPAQIN)

Aspaqin ibarat seperti rumah bagi pengusaha aqiqah. Di sini, anggota akan diberikan pemahan pelayanan aqiqah, syariat-syariat aqiqah, optimasi kepuasan pelanggan / konsumen dan lain-lain. Sehingga jelas sudah jika pilihan anda telah tergabung dalam APSAQIN, maka bisa bernapas lega karena insyaa Allah dapat dipercaya.

 

Nah demikian itulah tips dari kami untuk anda sekalian jika ingin memilih Rumah Aqiqah terbaik. Kredibilitas sangat penting untuk anda jadikan tujuan / pegangan dalam ini.

Aqiqah AlKautsar siap melayani ibadah aqiqah anda. Dilengkapi dengan semua sertifikat aqiqah di atas membuat Aqiqah AlKautsar menjadi yang Terbaik Untuk Umat.

Atau anda mau syukuran acara aqiqah, pernikahan, sunatan dan hajatan lain? Pastikan juga Catering AlKautsar menjadi pilihan anda.

 

Dalil Aqiqah, Hukum dan Beserta Keutamaannya

Dalil Aqiqah, Hukum dan Beserta Keutamaannya

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh..

Seperti yang kita tahu, aqiqah merupakan acara syukuran yang karena orangtua melahirkan seorang anak. Dalil Aqiqah cukup banyak, dan juga dikerjakan langsung oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam. Nah karena itu untuk pertama-tama, kami ingin tegaskan bahwa ibadah aqiqah merupakan sunnah muakad (sangat dianjurkan) mengingat keutamaan-keutamaannya.

Bagaimana Pendapat Ulama Mengenai Dalil Aqiqah?

Ayah Bunda, sedari ulama dulu sampai sekarang hampir tidak ada perbedaan pendapat bahwa Aqiqah merupakan sunnah muakad (sangat dianjurkan). Ini mengingat dari beberapa dalil aqiqah yang ternyata ditemukan cukup kuat dari hadits-hadits Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam. Tidak hanya itu, bahkan para sahabat Nabi pun turut melaksanakan ibadah aqiqah ini.

كل غلام مرتهن بعقيقته تذبح عنه يوم سابعه ويحلق ويتصدق بوزن شعره فضة أو ما يعادلها ويسمى

“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka pada hari ketujuh hewan disembelih, dicukur habis1 rambutnya, dan diberi nama.” (HR Ahmad).

Kemudian Imam Ahmad berkomentar, bahwa yang ‘tergadai’ yang dimaksud hadits tersebut adalah: si anak tidak bisa memberi syafaat untuk kedua orangtuanya, kecuali jika sudah ditunaikan aqiqah.

مع الغلام عقيقه فأهريقوا عنه دما وأميطوا عنه الأذى

“Setiap anak bersama aqiqahnya, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah gangguan darinya.” (HR Bukhari)

أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمْرَهُمْ أَنْ يُعَقَّ عَنْ اَلْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ, وَعَنْ اَلْجَارِيَةِ شَاةٌ

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintah mereka (para sahabat) agar beraqiqah dua ekor kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk bayi laki-laki, dan seekor kambing untuk bayi perempuan. (HR Abu Dawud)

مَنْ اَحَبَّ مِنْكُمْ اَنْ يُنْسَكَ عَنِ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ عَنِ الْغُلاَمِ شاَتَاَنِ مُكاَفأَ َتاَنِ وَعَنِ الْجاَ رِيَةِ شاَةٌ

“Barang siapa diantara kalian ingin beribadah tentang anaknya, hendaklah dilakukan aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sama umurnya, dan seekor kambing untuk anak perempuan (HR an-Nasa’i)

Kiranya dari hadits-hadits di atas sudah dapat dipahami bahwa Rasulullah sangat mengajurkan untuk dilakukan aqiqah.

Doa Menyembelih Hewan Aqiqah

Dalam prosesi penyembelihan tentu ada beberapa tata caranya. Ayah bisa pelajari itu dari orang-orang yang sudah berpengalaman langsung memotong / menyembelih hewan-hewan. Nah tapi di sini jangan lupa, karena ada doa / niat untuk dibaca ketika hendak menyembelih hewan aqiqah. Berikut ini adalah doanya:

بسم الله، اللهم لك وإليك عقيقة… (Sebutkan nama)

Bismillah Allahumma laka wa ilaika aqiqatu… (sebutkan nama)

Dekorasi Aqiqah Premium
Dekorasi Aqiqah Jogja

Keutamaan dan Kemaslahatan Hikmah Aqiqah

1.Sebagai pemberitahuan tentang kelahiran seorang bayi dengan baik. Kelahiran ini memang perlu diberitahukan karena agar tidak timbul suatu fitnah yang dikehendaki (dianggap bayi hasil hubungan tidak baik, dsb). Juga kiranya tidak baik apabila bayi diajak berkeliling sembari diumumkan, “Saya punya anak!” Oleh karena itu, perlu suatu tata cara yang khusus dan baik seperti aqiqah ini.

2. Memupuk rasa kedermawanan dan saling memberi dan berbagi.

3. Kaum Nasrani apabila ada anak yang terlahir, mereka mengusapi dengan air berwarna kuning. Mereka sebut itu pembabtisan dan mereka percaya dengan pembabtisan itu si bayi resmi menjadi Nasrani. Oleh karena itu, sesuai sunnah rasulullah, sebagai umat islam yang memegang kebenaran juga perlu melakukan syukuran aqiqah. Jangan sampai kaum sebelah melakukan sebuah syiar agamanya, namun kita umat islam malah tidak.

4. Aqiqah dilakukan di awal kelahiran. Ini merupakan simbol sebagai penyerahan si anak di jalan Allah, sebagaimana yang dilakukan Nabi Ibrahim as kepada putranya Nabi Ismail as.

5. Sebagai upaya untuk mendekatkan bayi kepada Allahdi waktu-waktu pertama dia bersentuhan dengan kehidupan dunia.

6. Menebus bayi yang tergadai. Menurut Imam Ahmad bin Hanbal (Mazab Hambali), “Tergadaikan yang dimaksud adalah tergadaikannya si bayi dalam memberi syafaat kepada kedua orangtuanya.” Sementara Atha bin Abi Rabbah mengatakan, “Tergadaikan dengan aqiqah berarti orangtua tidak bisa mendapat syafaat dari anakanya.”

Nah demikianlah tentang Dalil Aqiqah, Hukum dan beserta keutamaannya. Sekarang Ayah Bunda juga perlu tahu bahwa aqiqah tidak perlu ribet dan susah. Cukup sekali ‘klik’ di ujung cari, aqiqah pun bisa didapatkan.

Aqiqah AlKautsar siap melayani jasa aqiqah untuk Ayah Bunda. Kami telah berpengalaman melayani lebih dari 5000 pelanggan. Sebuah bukti nyata bahwa kami professional, berkualitas dan amanah. Insyaa Allah..

Kami juga menyediakan Catering AlKautsar untuk acara prasmanan Aqiqah, sunatan, pernikahan, dan acara hajatan lainnya. Jadi jika Ayah Bunda ingin aqiqah super cepat, hemat, sesuai syariat dan tidak ribet? Segera hubungi kami ya..

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh..

(haras)

Hukum dan Tips Cukur Rambut Bayi Laki-laki dan Perempuan

Hukum dan Tips Cukur Rambut Bayi Laki-laki dan Perempuan

Ayah Bunda mungkin sering bertanya, bagaimana hukum cukur rambut bayi, baik untuk bayi laki-laki maupun perempuan?

Yup, dalam masalah ini memang terjadi ambigu karena adanya perbedaan pendapat dari para ulama. Tapi kami lebih mengambil pendapat bahwa cukur rambut bayi merupakan sunnah, baik bagi bayi laki-laki atau perempuan. Pendapat yang kami pegang itu insyaa Allah adalah pendapat yang kuat dari para ulama.

Nah Oleh karena itu, agar lebih jelas, mari kita simak bersama pertimbangan hukum-hukumnya.

Pertimbangan Pertama, Arti Aqiqah Adalah Istilah Rambut yang Ada Pada Bayi Saat Dilahirkan

Dalam bahasa arab, aqiqah merupakan istilah untuk rambut yang ada pada bayi saat dilahirkan, sebagaimana telah dikatakan oleh dua orang pakar bahasa Arab yaitu beliau al Asma’i dan Ibnu Qutaibah. Kambing yang disembelih untuk bayi disebut aqiqah karena ketika itu rambut bayi dicukur gundul. Nah dari sini muncul pertanyaan: Lalu bagaimana untuk bayi perempuan? Apakah tetap dilakukan cukur rambut bayi?

Jika menimbang / mengacu pada hukum di atas, maka bayi perempuan itu tetap dicukur rambutnya. Karena, itu sebagai konsekuensi bahwa si bayi telah diaqiqahkan.

Pertimbangan Kedua, Perilaku Rasulullah dan Para Sahabat Mencukur Rambut Bayi

عَنْ سَمُرَةَ أَنَّ نَبِىَّ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَقُولُ « كُلُّ غُلاَمٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُمَاطُ عَنْهُ الأَذَى وَيُسَمَّى »

Dari Samurah, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap bayi laki-laki itu tergadai dengan akikahnya. Akikah tersebut disembelih pada hari ketujuh, dihilangkan kotoran darinya dan diberi nama.” (HR. Ahmad)

Para ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud ‘dihilangkan kotoran’ adalah cukur rambut bayi, baik bayi laki-laki maupun bayi perempuan.

Sementara dalam hadits yang lain juga telah dijelaskan bahwa Fatimah binti Rasulillah mencukur / menggundul kepala al Hasan dan al Husain (laki-laki), serta Zainab dan Umm Kultsum (perempuan):

عن جعفر بن محمد بن علي عن أبيه أنه قال : وزنت فاطمة بنت رسول الله صلى الله عليه و سلم شعر حسن و حسين و زينب و أم كلثوم فتصدقت بوزن ذلك فضة

Dari Ja’far bin Muhammad bin Ali dari ayahnya, Fathimah binti Rasulillah menimbang rambut Hasan, Husain, Zainab dan Umm Kultsum lalu bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya. (HR Baihaqi)

Nah dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa cukur rambut bayi merupakan sunnah, baik bayi laki-laki atau perempuan. Sedang waktu pelaksanaannya dianjurkan pada hari ke tujuh (sesuai hadits di atas).

GRATIS CUKUR RAMBUT BAYI
AlKautsar: Aqiqah Gratis Cukur Rambut Bayi

Tips Cukur Rambut Bayi dengan Aman dan Baik

1.Mengundang Tenaga Professional yang Berpengalaman.

Ayah Bunda bisa memanggil tenaga professional, misalnya Dokter, Bidan, Ustadz (yang sudah berpengalaman menangani ini), atau siapa pun yang memang sudah berpengalaman dalam masalah ini. Ini dirasa lebih aman karena kita menyerahkan kepada ahlinya.

2. Berlatih dari Ahlinya

Tips kedua yaitu berlatih dari ahlinya. Maksudnya, dalam masalah cukur rambut bayi tentu sudah ada pengajaran-pengajaran tentang itu, baik secara langsung maupun dari internet. Nah dari situ Ayah Bunda bisa belajar. Tapi di sini kami menyarankan agar Ayah Bunda belajar secara langsung (bertatap muka) dengan ahlinya ya. Karena jika hanya belajar lewat internet / Video tutorial, situasi dan kondisi di lapangan kerapkali berbeda dengan yang ada di video.

3. Cari Rekomendasi dari Teman

Terkadang, kita mempunyai teman yang sudah berpengalaman dalam hal ini. Oleh karena itu Ayah Bunda bisa memanfaatkannya. Silakan cari tahu rekomendasi nama-nama pencukur rambut bayi di kota Ayah Bunda. Atau malah Ayah Bunda bisa belajar dari teman tersebut untuk mencukur bayi (jika ia bisa). Yang terpenting adalah, kita harus sangat teliti sebelum memilih seseorang yang akan mencukur rambut bayi kita ya.

Nah demikianlah tentang hukum dan tips-tips cukur rambut bayi. Semoga bisa menjadi manfaat untuk kita semua.

Tapi jika Ayah Bunda masih bingung, silakan bisa konsultasi kepada kami. Aqiqah AlKautsar melayani jasa paket aqiqah dan GRATIS CUKUR RAMBUT BAYI! Dengan menu-menu hidangan terbaik, terlengkap dan paling hemat, Aqiqah AlKautsar akan memberi kepuasan kepada Ayah Bunda dalam menjalakan acara aqiqah putra-putri tercinta. Sudah Terbukti!

Aqiqah AlKautsar juga siap melayani catering untuk acara syukuran aqiqah dan lain-lain.

Jadi tunggu apa lagi? Silakan konsultasikan masalah seputar aqiqah kepada kami ya Ayah Bunda..

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh..

(haras)

Tips Memilih Syukuran Aqiqah Buah Hati Bunda

Tips Memilih Syukuran Aqiqah Buah Hati Bunda

Kali ini kami ingin bagi-bagi tips mengenai acara-acara keren untuk syukuran Aqiqah buah hati Ayah Bunda ya..

Aqiqah merupakan sebuah ibadah sunnah muakad, yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam. Keuntungan aqiqah sangatlah banyak, di antaranya agar anak tidak tergadai lagi (menebus anak sebagai tanda rasa syukur), agar anak bisa memberi syafaat untuk orangtuanya, sebagai ukhuwah islamiyah (mempererat hubungan antar sesama muslim), dan tentunya sebagai usaha perbaikan generasi di masa depan. Karena aqiqah adalah tanda syukur orangtua terhadap kelahiran sang anak, maka insyaa Allah, Allah akan meridhoi sehingga sang anak akan bertumbuh menjadi manusia shalih-shalihah, berguna bagi umat.

Ayah Bunda, untuk anak laki-laki akan disembelihkan 2 ekor kambing / domba, sedang untuk anak perempuan cukup 1 saja. Dalam prosesi itu, Ayah Bunda bisa mengadakan acara-acara yang berkesan lho. Acara Syukuran Aqiqah semacam ini sekarang memang sedang trend dan banyak dilakukan. Semua itu karena moment ini hanya akan datang 1 kali dalam seumur hidup. Jadi Ayah Bunda, yuk bikin acara spesial untuk putra-putri anda.

1. Tradisional (Biasanya Syukuran Aqiqah ini Dilakukan Oleh Masyarakat Pedesaan)

Merupakan syukuran yang biasanya masih dipakai oleh masyarakat pedesaan. Syukuran tradsional adalah dengan cara membeli kambing / domba hidup, kemudian menyembelih, mengkuliti, membersihkan daging, hingga memasak sendiri. Maka dalam syukuran aqiqah seperti ini akan membutuhkan banyak tenaga. Oleh karena itu tidak heran jika acara seperti ini biasa dilakukan oleh masyarakat pedesaan karena kesadaran gotong-royong masih sangat tinggi di sana.

jagonya aqiqah siap saji jogja

2. Cara Syukuran Aqiqah dengan Memesan Masakan Dari Penyedia Layanan Aqiqah

Merupakan syukuran yang paling trend di masyarakat Indonesia saat ini. Ayah Bunda tinggal telepon Jasa Penyedia Syukuran Aqiqah, kemudian konsultasikan semua hal; jenis kelamin anak, pilihan paket dan harga, pilihan menu, dll. Setelah semua sudah terpesan, Ayah Bunda bisa duduk-duduk manis, merawat si kecil, sembari menunggu hari pengantaran pesanan sampai ke rumah.

3. Aqiqah Premium; Syukuran Aqiqah dan Mengadakan Pesta

Bisa dibilang ini adalah aqiqah dengan cara yang eksklusif. Bahkan sebagian orang menyebut Aqiqah Premium. Yup, sesuai namanya, pesta syukuran aqiqah memang dikerjakan tidak hanya sekedar memesan masakan saja, namun sekaligus membuat acara juga. Acara yang dibuat pun bermacam-macam, mulai dari sekedar doa di rumah bersama-sama, upacara cukur rambut bayi, sampai kepada pesta syukuran aqiqah. Nah di sini Ayah Bunda harus jeli dalam mengatur budget agar tidak merepotkan di kemudian hari. Ayah Bunda juga harus jeli dalam memilih catering yang akan menyediakan masakan ya..

Nah sekarang ada kabar baik untuk Ayah Bunda. Karena Aqiqah AlKautsar, sebagai aqiqah terbaik Jogja juga bisa menggelar acara Syukuran Aqiqah yang Ayah Bunda butuhkan. Mulai hanya memesan masakan (langsung dipacking dalam Nasi Box atau sekedar pesan masakan saja), sampai kepada syukuran aqiqah dalam bentuk pesta.

Aqiqah AlKautsar siap menyediakan tenda, dekorasi, penceramah, dan bidan untuk mencukur rambut bayi. Pastikan acara Aqiqah anda nyaman dan berkesan bersama Aqiqah AlKautsar.

Nah Ayah Bunda mau konsultasi dulu? Segera hubungi saja Customer Service kami. Dan jangan lupa untuk ambil GRATIS menu ‘Free Food Tester’! Pastikan rasa masakan kami cocok dengan lidah Ayah Bunda ya. Karena kepuasan pelanggan merupakan bagian dari kebangaan kami.

Semoga putra-putri kita senantiasa mendapat rahmat, hidayah, cinta kasih dan petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allahumma aamiin..

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh..

(haras)

Cara Akikah Anak Yang Baik dan Benar

Akikah anak laki-laki dan perempuan menurut Islam sesuai sunnah bisa diartikan suatu proses penyembelihan/pemotongan kambing. Yang ditujukan untuk mewujudkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan karunia berupa anak (putra atau putri) kepada pasangan yang telah menikah. 

Beberapa riwayat hadits menyebutkan bahwa bagi anak laki-laki disunahkan untuk menyembelih dua ekor kambing. Sedang bagi anak perempuan hanya menyembelih satu ekor kambing. Pelaksanaan akikah anak laki-laki dan perempuan menurut Islam yang telah disepakati ulama secara sahih yakni di hari ketujuh dari kelahiran bayi tersebut. 

Kesepakatan ini berdasarkan dari dalil hadist sahih yang diriwayatkan oleh Samurah ibn Jundub di atas. Beliau menungkapkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda seorang anak yang telah terikat dengan aqiqahnya. Maka ia akan disembelihkan aqiqah di hari ketujuh dan sekaligus diberikan nama kepada bayi tersebut. 

Meski demikian, jika ada yang terlewat serta belum mampu melaksanakannya di hari ketujuh, maka bisa diundur pelaksanannya di hari ke 14. Bahkan jika memang belum bisa juga melaksanakannya, maka di hari 21 bisa dilaksanakan atau kapan saja mampu untuk melaksanakannya. Namun tidak ada riwayat hadist yang menyebutkan aqiqah selain hari ke-7.

Dalil Aqiqah

Dari Samurah bin Jundab berkata, Rasulullah bersabda bahwa “semua anak bayi tergadaikan dengan akikahnya pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberikan nama, dan dicukur rambutnya.” [HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad]. 

Dari Aisyah berkata, Rasulullah bersabda “Bayi laki-laki diakikahi dengan 2 kambing yang sama dan bayi perempuan 1 kambing.” [HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah]. Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy berkata, Rasulullah bersabda “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya” [Riwayat Bukhari].

Pada dasarnya, akikah anak perempuan dan laki-laki disyariatkan untuk dilakukan pada hari ke-7 setelah kelahiran si anak. Namun jika belum bisa, maka hari ke-14, jika masih belum bisa juga, maka hari ke-21. Selain itu akikah anak menjadi beban ayah dari si anak tersebut.

Tapi, jika ternyata ketika kecil belum diakikahi, kita bisa melakukannya sendiri setelah dewasa. Suatu ketika Al-Maimuni bertanya kepada Imam Ahmad, “Ada orang yang belum diakikahi, apakah ketika dewasa boleh mengakikahi dirinya sendiri?” Imam Ahmad menjawab, “Menurutku, jika ia belum diakikahi, maka lebih baik melakukannya sendiri ketika dewasa. Aku tidak menganggapnya makruh”.

Syarat Akikah

Syarat akikah anak perempuan dan laki laki yang sesuai ketentuan syariat dan sah menurut Islam harus dipenuhi supaya ibadah tersebut diterima. Meskipun hukumnya sunnah, maka syarat dan ketentuan tetaplah menjadi bagian penting dalam syariat Islam. Terlebih lagi, aqiqah merupakan salah satu ibadah yang pelaksanaannya sekali seumur hidup.

Minimal jumlah hewan untuk akikah adalah satu ekor baik laki-laki atau perempuan. Sebagaimana menurut Ibnu Annas ra, “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW mengakikahi Hasan dan Husen satu domba satu domba” (Hadist Shahih Riwayat Abu Dawud serta Ibnu Al Jarud. 

Akan tetapi untuk lelaki diutamakan 2 ekor dan 1 ekor untuk perempuan berdasarkan hadist di bawah ini: Ummu Kurz Al Ka’biyyah berkata,  “Rasulullah SAW memerintahkan agar disembelihkan akikah 2 ekor domba dari anak laki-laki dan dari anak perempuan 1 ekor.” (Hadist sanadnya shahih riwayat Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan).

Dianjurkan daging yang diberikan dalam kondisi matang seperti hadist Aisyah ra,  “Sunnahnya 2 ekor kambing untuk anak laki-laki dan 1 ekor kambing untuk anak perempuan lalu dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya) dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi). 

Daging akikah selain kepada tetangga atau fakir miskin bisa juga diberikan kepada orang non-muslim. Apalagi jika hal ini dimaksudkan untuk menarik simpati atau dalam rangka dakwah. 

Dalilnya dalam firman Allah, “Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang”. (QS. Al-Insan : 8). Menurut Ibn Qudâmah, tawanan pada saat itu adalah orang-orang kafir. Namun demikian, keluarga juga boleh memakannya sebagian.

Bagi Anda yang sedang mencari jasa aqiqah anak yang sesuai syariat,bisa menyaksikan penyembelihan secara langsung, masakan yang lezat,gratis beberapa menu olahan,fasilitas cukur gundul, pengantaran sampai lokasi, kemasan rapi dan eksekutif serta mendapatkan sertifikat bukti. Bisa datang ke kantor pusat  kami di Jl Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2 . Kontak kami Telepon/SMS/WhatsApp (WA)  0812 2234 6099

Apa Saja Syarat Aqiqah Kambing dan Berkahnya?

Aqiqah kambing menurut alim ulama Islam, baik NU maupun Muhammadiyah, itu disamakan dengan hewan qurban. Syarat sah meliputi jenis hewan akikah, umur kambing, syarat fisik kambing aqiqah. Penting bagi setiap Muslim untuk melaksanakan aqiqah sebagai ibadah yang sesuai dengan syariat Islam (berdasar hadist shahih).

Sebelum anda memutuskan untuk beli hewan sembelihan untuk aqiqah. Sebaiknya anda ketahui dulu jenis hewan yang boleh untuk kekahan dalam Islam. Dari riwayat hadist yang sering kami jumpai. Memang disebutkan bahwa hewan aqiqah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad adalah kambing atau yang sejenis seperti domba, kibsy, atau gibas. Jenis kibsy merupakan domba putih dalam kondisi sehat. Untuk hewan aqiqah kambing lainnya seperti unta atau sapi, para ulama berbeda pendapat. Ada yang berpendapat boleh beraqiqah dengan sapi/unta, ada yang berpendapat tidak boleh.

Hewan Aqiqah

Setelah aqiqah kambing disembelih, mayoritas ulama mengatakan sebaiknya daging aqiqah jangan diperdagangkan (jual beli) termasuk kulitnya. Kulit kambing yang bisa dimanfaatkan menjadi jaket kulit tersebut bisa disedekahkan kepada penyembelih kambing. Berdasarkan hadist Nabi, untuk anak laki-laki menggunakan dua ekor kambing serta untuk anak perempuan menggunakan satu ekor kambing saja. Namun, manakala tidak mampu melaksanakannya, maka bisa dengan 1 ekor kambing yang digunakan untuk melakukan aqiqah dan anda akan mendapatkan balasan berupa pahala.

Aqiqah Menurut Syaikh Abdullah nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam sebagaimana dilansir di sebuah situs memiliki beberapa berkah aqiqah diantaranya :

  1. Menghidupkan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu alahi wa sallam dalam meneladani Nabiyyullah Ibrahim alaihissalam tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail alaihissalam.
  2. Dalam aqiqah ini mengandung unsur perlindungan dari syaitan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu, dan ini sesuai dengan makna hadits, yang artinya: “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya.”. Sehingga Anak yang telah ditunaikan aqiqahnya insya Allah lebih terlindung dari gangguan syaithan yang sering mengganggu anak-anak. Hal inilah yang dimaksud oleh Al Imam Ibunu Al Qayyim Al Jauziyah “bahwa lepasnya dia dari syaithan tergadai oleh aqiqahnya”.
  3. Aqiqah merupakan tebusan hutang anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari perhitungan. Sebagaimana Imam Ahmad mengatakan: “Dia tergadai dari memberikan Syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan aqiqahnya)”.
  4. Merupakan bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan lahirnya sang anak.
  5. Aqiqah sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syari’at Islam & bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.
  6. Aqiqah memperkuat ukhuwah (persaudaraan) diantara masyarakat.

Berkah Aqiqah

Banyak sekali berkah aqiqah yang didapat, di antaranya : Membebaskan anak dari ketergadaian Pembelaan orang tua di hari kemudian Menghindarkan anak dari musibah dan kehancuran, sebagaimana pengorbanan Nabi Ismail AS dan Ibrahim AS Pembayaran hutang orang tua kepada anaknya Pengungkapan rasa gembira demi tegaknya Islam dan keluarnya keturunan yang di kemudian hari akan memperbanyak umat Nabi Muhammad SAW Memperkuat tali silahturahmi di antara anggota masyarakat dalam menyambut kedatangan anak yang baru lahir Sumber jaminan sosial dan menghapus kemiskinan di masyarakat Melepaskan bayi dari godaan setan dalam urusan dunia dan akhirat.

Bagi Anda yang sedang mencari jasa aqiqah anak yang sesuai syariat,bisa menyaksikan penyembelihan secara langsung, masakan yang lezat,gratis beberapa menu olahan,fasilitas cukur gundul, pengantaran sampai lokasi, kemasan rapi dan eksekutif serta mendapatkan sertifikat bukti. Bisa datang ke kantor pusat  kami di Jl Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2 . Kontak kami Telepon/SMS/WhatsApp (WA)  0812 2234 6099

Kapan Batas Waktu Aqiqah yang Afdol?

Batas waktu aqiqah anak laki-laki atau perempuan yang paling afdol menurut al manhaj sunnah (salaf) adalah pada hari ke 7 kelahiran bayi. Nah sebenarnya kapan batas waktu pelaksanaan aqiqah dalam islam?.  Apakah memang harus 7 hari setelah kelahiran?

Waktu Aqiqah

Para ulama berbeda tentang kapan batas waktu aqiqah. Sebagai awam, kita tentu sulit untuk bisa menjelaskan ketentuan waktu untuk aqiqah. Menurut ulama dari kalangan Syafi’iyah dan Hambali, waktu aqiqah dimulai dari kelahiran sang bayi. Mereka mengatakan bahwa hukumnya tidak sah untuk aqiqah yang dilaksanakan sebelum bayi lahir. Potong kambing sebelum bayi lahir dianggap sebagai sembelihan biasa.

Ulama dari kalangan Syafi’iyah berpendapat bahwa waktu untuk aqiqah diperbolehkan (tidak dilarang) untuk diakhirkan. Namun, dianjurkan untuk melakukan aqiqah sebelum anak mencapai usia baligh (dewasa). Jika telah baligh belum juga diaqiqahi diri sendiri. Ulama Syafi’iyah membolehkan aqiqah sebelum usia baligh (dewasa), dan ini menjadi kewajiban sang ayah.

Ulama dari kalangan Hambali berpendapat bahwa jika aqiqah tidak dilaksanakan pada hari ke-7.  Maka di sunnahkan untuk dilaksanakan pada hari ke-14. Jika tidak sempat pada hari tersebut, boleh dilaksanakan pada hari ke 21. Prosesi aqiqah dengan tempoh (waktunya sesudah hari ke-7) seperti ini disandarkan pada hadist dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Sedangkan menurut ulama dari kalangan Hanafiyah dan Malikiyah. Batas waktu aqiqah paling afdol adalah pada hari ke tujuh dan tidak boleh dilakukan sebelumnya. Namun mayoritas umat Islam di Indonesia mengikuti madzab Imam Syafi’i baik dari golongan Muhammadiyah maupun NU. Oleh karena itu, banyak masyarakat muslim di Indonesia yang menyembelih hewan aqiqah sesudah dewasa dengan alasan waktu kecil belum di aqiqah.

Hikmah Aqiqah

Setelah membahas tentang batas waktu aqiqah. Selanjutnya bagaimana hikmah aqiqah sehingga menjadi hal yang mempunyai hukum sunnah muakkad dalam islam?

  • Menghidupkan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu alahi wa sallam. Dalam meneladani Nabiyyullah Ibrahim alaihissalam tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail alaihissalam.
  • Dalam aqiqah ini mengandung unsur perlindungan dari syaitan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu. Dan ini sesuai dengan makna hadits, yang artinya: “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya.”. Sehingga Anak yang telah ditunaikan aqiqahnya insya Allah lebih terlindung dari gangguan syaithan yang sering mengganggu anak-anak. Hal inilah yang dimaksud oleh Al Imam Ibunu Al Qayyim Al Jauziyah “bahwa lepasnya dia dari syaithan tergadai oleh aqiqahnya”.
  • Aqiqah merupakan tebusan hutang anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari perhitungan. Sebagaimana Imam Ahmad mengatakan: “Dia tergadai dari memberikan Syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan aqiqahnya)”.
  • Merupakan bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan lahirnya sang anak.
  • Aqiqah sebagai sarana menampakkan rasa gembira. Dalam melaksanakan syari’at Islam & bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.
  • Aqiqah memperkuat ukhuwah (persaudaraan) diantara masyarakat.

Hikmah aqiqah lainnya dan paling mendasar adalah sebagai ungkapan rasa syukur dan rasa gembira. Demi tegaknya Islam dan lahirnya keturunan yang dikemudian hari. Memperbanyak umat Nabi Muhammad SAW dan terhubung menjadi tali siltaurahim antar anggota masyarakat dalam menyambut kedatangan anak yang baru lahir.

Bagi Anda yang sedang mencari jasa aqiqah anak yang sesuai syariat. Bisa menyaksikan penyembelihan secara langsung. Masakan yang lezat,gratis beberapa menu olahan,fasilitas cukur gundul, pengantaran sampai lokasi, kemasan rapi dan eksekutif serta mendapatkan sertifikat bukti. Bisa datang ke kantor pusat  kami di Jl Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2 . Kontak kami Telepon/SMS/WhatsApp (WA)  0812 2234 6099

Bagaimana Hukum Aqiqah Anak?

Hukum aqiqah anak sesuai sunnah bisa diartikan suatu proses penyembelihan/pemotongan kambing. Yang ditujukan untuk mewujudkan rasa syukur kepada Allah SWT. Yang telah memberikan karunia berupa anak (putra maupun putri) kepada pasangan yang telah menikah. 

Secara etimologis aqiqah berati proses memotong atau dalam bahasa arab al-qat’u atau sebutan bagi rambut yang ada dikepala bayi ketika baru dilahirkan. Secara fiqih, aqiqah merupakan hewan yang akan disembelih untuk mewujudkan rasa syukurnya kepada Allah SWT yang telah mengaruniai buah hati baik laki-laki maupun perempuan.

Waktu Aqiqah

Pelaksanaan aqiqah anak laki-laki dan perempuan menurut islam yang telah disepakati ulama secara shahih yakni di hari ketujuh dari kelahiran bayi tersebut. Kesepakatan tersebut berdasarkan dari dalil hadist sahih yang diriwayatkan oleh Samurah ibn Jundub diatas. 

Beliau mengungkapkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda seorang anak yang telat terikat dengan aqiqahnya, maka ia akan disembelihkan aqiqah di hari ketujuh dan sekaligus diberikan nama kepada bayi tersebut. 

Walaupun demikian, jika ada yang terlewat serta belum mampu melaksanakannya di hari ketujuh dapat diundur pelaksanaanya di hari ke 14. Namun jika memang belum mampu melaksanaknnya, maka di hari 21 bisa dilaksanakan atau kapan saja mampu untuk melaksanakannya. Seperti itulah hukum aqiqah anak yang sudah dituliskan dalam islam.

Namun, bagaimana jika aqiqah setelah dewasa?. Imam Ahmad pernah ditanya oleh Abdul Malik “bolehkah dia (Abdul Malik) beraqiqah setelah dewasa?”. Ia kemudian menjawab “Saya belum pernah mendengar hadist tentang aqiqah setelah dewasa sama sekali”. 

Kemudian Imam Ahmad juga mengatakan, “Siapa yang melakukannya maka itu baik, dan ada sebagian ulama yang mewajibkannya” (Tuhfatul Maudud: 87-88). Maka itu berarti aqiqah setelah dewasa diperbolehkan.

Kewajiban aqiqah memang tidak gugur meskipun tidak dilakukan pada hari ke tujuh setelah kelahiran. Namun, beberapa ulama berbeda pendapat tentang siapa saja yang boleh melakukannya. Yang dibebankan untuk melaksanakan aqiqah adalah bapak. Namun bagaimana jika anak yang telah dewasa tersebut ingin mengaqiqahi dirinya sendirinya karena telah mampu?. 

Ibnu Qudamah mengatakan jika seorang anak belum diaqiqahi sama sekali, kemudian baligh dan telah bekerja, maka dia tidak wajib untuk mengaqiqahi dirinya sendiri.

Hukum Aqiqah Anak

Kembali lagi ke hukum aqiqah anak. Pada dasarnya, aqiqah anak disyariatkan untuk dilakukan pada hari ke-7 setelah kelahiran anak. Namun jika belum bisa, maka hari ke-14, jika masih belum bisa maka dilaksanakan hari ke-21. Selain itu aqiqah anak menjadi beban ayah dari si anak tersebut. Tapi, jika ternyata ketika kecil belum diaqiqahi, Anda dapat melakukannya sendiri setelah dewasa. 

Suatu ketika Al-Maimuni bertanya kepada Imam Ahmad, “Ada orang yang belum diaqiqahi, apakah ketika dewasa boleh mengaqiqahi dirinya sendiri?” Imam Ahmad menjawab, “Menurutku, jika ia belum di aqiqahi, maka lebih baik melakukannya sendiri ketika dewasa. Aku tidak menganggapnya makruh”.

Hal-hal yang disyariatkan mengenai hukum aqiqah anak:

  1. Disunnahkan memberi nama dan memotong rambut (gundul) hari ke-7.
  2. Untuk anak laki-laki disunnahkan beraqiqah dengan 2 ekor kambing dan 1 ekor untuk anak perempuan
  3. Aqiqah dibebankan kepada orang tua si anak, akan tetapi bisa juga dilakukan oleh walinya yang lain (kakek, paman, dll)
  4. Aqiqah hukumnya sunnah.

Bagi Anda yang sedang mencari jasa aqiqah anak yang sesuai syariat,bisa menyaksikan penyembelihan secara langsung, masakan yang lezat,gratis beberapa menu olahan,fasilitas cukur gundul, pengantaran sampai lokasi, kemasan rapi dan eksekutif serta mendapatkan sertifikat bukti. 

Bisa datang ke kantor pusat  kami di Jl Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2 . Kontak kami Telepon/SMS/WhatsApp (WA)  0812 2234 6099

Aqiqah dalam Islam dan Dalilnya

Aqiqah adalah sebuah perayaan penyembelihan kambing yang dilakukan sebagai bentuk dari rasa syukur. Karena bayi yang baru lahir. Secara etimologis lughawi Akikah bermakna memotong. Dalam bahasa arabnya Al qat’u atau nama untuk rambut dikepala seorang bayi yang baru lahir. 

Fikih Akikah

Sedangkan menurut syariah fiqih akikah adalah hewan yang dikorbankan untuk disembelih sebagai bentuk wujud rasa syukur kepada Allah. Atas karunia lahirnya anak baik perempuan ataupun laki-laki. Untuk persyaratanya jumlah kambing yang akan disembelih. Antara bayi laki-laki dan perempuan juga berbeda yakni 1 ekor kambing. Untuk anak perempuan dan 2 ekor kambing untuk anak laki-laki.

Jumhur atau kebanyakan berpendapat jika hukum aqiqah adalah sunnah. Dan sebagian lagi adalah wajib dengan alasan berhubungan langsung dengan sembelih merupakan hal penting. Selama seseorang mampu melaksanakan aqiqah. Maka harus segera dilaksanakan pada hari ke-7 merupakan jawaban terbijak.

Hukum aqiqah menurut pendapat terkuat adalah sunnah muakkadah yang merupakan pendapat jumhur ulama berdasarkan hadist. Ada juga ulama yang memberikan penjelasan jika aqiqah adalah penebus. Yang artinya aqiqah menjadi pertanda terlepasnya dari kekangan jin yang ada bersama bayi sewaktu lahir.

Sudah menjadi pengetahuan bersama, dalam persoalan fikih akan sering dijumpai perbedaan pendapat dari kalangan ulama fikih. Terutama ulama fiqih empat Mazhab. Seperti yang diketahui bersama hukum aqiqah adalah sunnah muakkad. Yang dinyatakan para ulama fikih mazhab syafi’i dan pendapat masyhur mazhab hanbali. Dari pendapat mazhab tersebut. Memahami bahwa makna murtahanun atau tergadaikan adalah anak tersebut tidak akan bisa tumbuh dan berkembang dengan baik sebelum ia diaqiqahi. 

Sementara mazhab hanafi berpendapat bahwa aqiqah dibolehkan pada hari ketujuh kelahiran anak. Setelah memberi nama, mencukur rambut kepala dan membagikan sedekah. Diantara ulama, ada pula yang mengatakan “anak tersebut diaqiqahi sebagai ibadah tambahan (tathawwu’) dengan niat bersyukur atas nikmat Allah”. (Al-Bada i’, 5/59)

Berbeda dengan pendapat mazhab Maliki. Aqiqah hukumnya mandub. Hukum mandub derajatnya berada di bawah hukum sunnah. (Syarh al-Kabir, ad-Dardir 2/216). Adapun ulama fikih mazhab zahiri semisal daun bin Ali dan Ibnu Hazm. Keduanya berpendapat bahwa hukum aqiqah adalah wajib. (Al-Muhalla, 6/234. Al-Majmu’, 8/447. Al-Mughni, 9/459). 

Namun, pendapat tersebut tidak banyak diamalkan oleh para ulama. Nah, dengan demikian dapat diketahui bahwa yang menyatakan hukum aqiqah adalah sunnah muakkad yang sudah jelas banyak dipegang oleh mayoritas ulama mazhab.

Aqiqah Sebagai Bentuk Rasa Syukur

Dilaksanakannya aqiqah sebagai bentuk ungkapan rasa suka cita dan selamat atas kelahir anak. Seperti yang dikisahkan dalam hadist Nabi yang berbunyi: ketika Nabi Muhammad SAW lahir Tsuwaibah menyampaikan ungkapan suka cita atas kelahiran beliau kepada Abu Lahab. Tsuwaibah adalah seorang budak, ia berkata “pada malah hari telah lahir anak laki-laki dari Abdullah”. 

Maka Abu Lahab memerdekakan Tsuwaibah sebagai wujud kegembiraannya. Dan Allah tidak menyia-nyiakan tindakan Abu lahab ini. Setelah kematiannya Allah memberinya minum dari lekuk pada pangkal ibu jarinya. Atas dasar ungkapan suka cita itu dapat menimbulkan rasa bahagia. Maka orang muslim dianjurkan menyampaikan kabar gembira kepada saudaranya.

Berdasarkan dengan lafazh ucapan selamat, tidak ada lafazh tertentu yang diucapkan dalam momentum kelahiran anak. Yang tampak ada kelonggaran dalam masalah ini dengan syarat ucapan selamat tersebut tidak memperlihatkan tradisi jahiliyah. Misalnya bergembira atas kelahiran anak laki-laki dan tidak bergembira atas kelahiran anak perempuan. 

Aqiqah adalah suatu bentuk taqarrub/pendekatan diri kepada Allah. Yang sekaligus bentuk rasa syukur kita atas karunia yang dianugerahkan Allah dengan terlahirnya seorang anak. Aqiqah juga sebagai sarana untuk memperlihatkan rasa gembira dalam melaksanakan syari’at Islam & juga bertambahnya keturunan kaum mukmin. Yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat kelak.

Bagi Anda yang sedang mencari jasa aqiqah anak yang sesuai syariat. Bisa menyaksikan penyembelihan secara langsung. Masakan yang lezat, gratis beberapa menu olahan, fasilitas cukur gundul, pengantaran sampai lokasi. Kemasan rapi dan eksekutif serta mendapatkan sertifikat bukti. Bisa datang ke kantor pusat  kami di Jl Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2 . Kontak kami Telepon/SMS/WhatsApp (WA)  0812 2234 6099

Kapan Waktu Aqiqah Dapat Dilaksanakan?

Waktu aqiqah sama halnya dengan ketentuan dan aturan aqiqah sudah dijelaskan secara jelas dan secara mendetail dalam islam. Diantara perlakuan baik yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya adalah dengan cara menyelenggarakan ibadah aqiqah untuknya. Namun pada kenyataannya, tidak semua orang tua mampu menyembelihkan hewan aqiqah untuk anaknya tepat setelah kelahirannya atau tujuh hari setelah kelahirannya. Namun diantara banyaknya kendala yang ada, yang paling sering menjadi kendala adalah faktor ekonomi. Maka, akan ada pertanyaan haruskah aqiqah dilaksanakan pada hari ke-7 atau boleh dilaksanakan diluar hari itu?

Untuk menjawab pertanyaan waktu aqiqah, banyak ulama yang berbeda pendapat. Ada yang memang mengharuskan hari ke-7 bersamaan dengan pemberian nama. Namun ada juga yang membolehkannya hingga masa nifas ibunya selesai. Ada juga yang memperbolehkan sampai si anak menjelang masuk usia balighnya, bahkan ada juga yang membolehkannya sampai orang tuanya benar-benar mampu melaksanakan aqiqah.

Dalam hukum dan waktu pelaksanaan aqiqah, hukumnya adalah sunnah muakkad bagi orang tua yang mampu dan baru melahirkan anaknya. Pada hari itu juga sang anak diberikan nama yang baik dan rambut kepalanya di cukur. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap anak yang baru lahir tergadai dan ditebus dengan aqiqah yaitu disembelih aqiqah itu untuknya pada hari ketujuh lalu dicukur dan diberi nama”. Seperti yang sudah tertera di hukum dan waktu pelaksaaan aqiqah, hendaknya dilakukan pada hari ketujuh.

Dalam pelaksanaanya orang tua diperintahkan menggunduli rambut bayi dan memberi nama yang baik. Waktu penyembelihan kambing atau hewan untuk aqiqah jika memungkinkan dilangsungkan pada hari ke tujuh. Namun jika tidak, maka dilaksanakan pada hari ke 14. Dan apabila masih tidak memungkinkan, maka pada hari ke-21 dari hari kelahirannya. Jika masih tidak memungkinkan lagi dapat dilakukan kapan saja. Seperti yang diriwayatkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi yaitu “Disembelih pada hari ketujuh, pada hari ke empat belas, dan pada hari kedua puluh satu”.

Selanjutnya, sebenarnya kapan waktu aqiqah berlalu?

  1. Hari ke-7.

Kalangan Malikiyah berpendapat bahwa waktu aqiqah hanya sampai hari ke-7 pasca kelahiran. Jika hari ke-7 sudah berlalu maka ibadah aqiqah sudah tidak lagi berlaku.

  1. Sampai usia baligh

Sedangkan Syafi’iyah, mereka membolehkan bagi orang tua melaksanakan aqiqah anaknya hingga ia masuk usia baligh. Ini yang mustahabb. Maka, ketika telah masuk usia baligh, orang tau tidak akan terbebani ibadah ini. Akan tetapi anak itulah yang akan melaksanakan aqiqahnya sendiri jika mampu. Demikian yang diriwayatkan dalam sebuah hadist, bahwa Rasulullah meng-aqiqahi dirinya sendiri ketika beliau sudah menjadi nabi. Al-Imam an-Nawai dalam kitabnya Syarhu al-Muhadzab menyatakan jika hadist tentang aqiqahnya Nabi untuk dirinya sendiri merupakan hadist bathil.

  1. Sampai selesai masa nifas ibunya.
  2. Dalam hukum dan waktu pelaksanaan aqiqah, anak boleh mengaqiqahi dirinya sendiri kapanpun. Namun, ada ulama yang membolehkan bagi anak untuk meng-aqiqahi dirinya sendiri jika mampu dengan kerumunan hadist dari HR Ibn Majah yang artinya “Setiap Anak tergadai dengan aqiqahnya, maka disembelihkan hewan untuknya pada hari ke-7, dicukur rambutnya dan diberi nama”.

Kata tergadai berarti harus dilaksanakan dan ditunaikan kapan pun dan oleh siapapun. Jika masih hari ke-7 atau sebelum baligh, maka menjadi tanggungan orang tua. Namun, jika sudah lewat maka boleh dilaksanakan oleh siapapun termasuk anak itu sendiri dengan catatan jika dia mampu. Kata boleh dalam hal ini bukan berarti sunnah.

Bagi Anda yang sedang mencari jasa aqiqah anak yang sesuai syariat,bisa menyaksikan penyembelihan secara langsung, masakan yang lezat,gratis beberapa menu olahan,fasilitas cukur gundul, pengantaran sampai lokasi, kemasan rapi dan eksekutif serta mendapatkan sertifikat bukti. Bisa datang ke kantor pusat  kami di Jl Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2 . Kontak kami Telepon/SMS/WhatsApp (WA)  0812 2234 6099