Nabi Memiliki Cara Pengobatan yang Manjur

Nabi Memiliki Cara Pengobatan yang Manjur

Parenting – Nabi memiliki cara pengobatan yang manjur. Nabi telah menjamin bahwa setiap penyakit itu pasti ada obatnya, jika saja yang sakit mau melakukan ikhtiar pengobatan. Dari Jabir ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:

“setiap penyakit itu pasti ada obatnya. oleh karena itu, barang siapa yang tepat dalam melakukan pengobatan suatu penyakit, maka dengan izin Allah Azza wa Jalla dia akan sembuh.” (HR. Muslim).

Allah swt juga mengabarkan bahwa setiap penyakit ada penawarnya. Bahkan, Al-quran diturunkan juga sebagai penawar dan Rahmat bagi orang-orang yang mukmin. 

”Dan kami menurunkan Al Qur’an sebagai penawar dan Rahmat untuk orang-orang yang mu’min“ (Al-Isra : 82 ).

Oleh sebab itu, salah satu nama lain dari Al Qur’an adalah”Asy Syifa” yang artinya secara obat penyembuh.

”Hai manusia , telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari tuhanmu dan sebagai obat penyembuh jiwa, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” ( QS. Yunus: 57 ). 

Allah swt telah menjadikan alam semesta ini sebagai sumber untuk pengobatan. 

“Dan makanlah oleh kamu bermacam-macam sari buah-buahan, serta tempuhlah jalan-jalan yang telah digariskan Tuhanmu dengan lancar. Dari perut lebah itu keluar minuman madu yang bermacam-macam jenisnya yang dapat dijadikan obat untuk manusia. Didalamnya terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah swt bagi orang-orang yang memikirkan”. (QS. An Nahl : 69).

Madu telah dijelaskan didalam Al-quran sebagai obat untuk manusia.

Rasulullah SAW juga telah bersabda : “Kesembuhan itu ada pada tiga hal, yaitu dalam pisau pembekaman, meminumkan madu, pengobatan dengan besi panas. Dan aku melarang umatku melakukan pengobatan dengan besi panas”. (HR. Bukhari)

Ibnu Qayyim al Jauziyah mengungkapkan bahwa di dalam madu terdapat banyak khasiat. Madu dapat membersihkan kotoran yang terdapat pada usus, pembuluh darah, menetralkan kelembaban tubuh baik dengan cara dikonsumsi ataupun dioleskan.

Selain itu ketika ada sahabat nabi datang kepada Nabi saw memberitahukan anaknya yang sedang sakit, Nabi SAW menyuruh orang itu meminumkan madu kepada anaknya. Dengan izin Allah, anak itu pun mengalami kesembuhan.  

Manfaat lain madu adalah sebagai sumber energy yang baik karena kandungan fruktosa dan glukosa yang dapat mudah diubah menjadi energy dalam tubuh. 

  • Mengambil manfaat minyak zaitun

Allah mengabarkan dalam kitab-Nya mengenai kebaikan Minyak zaitun bagi tubuh.

 “..yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya yaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat” (Qs. An Nur : 35).

Sedangkan rasulullah SAW menyampaikan adanya keberkahan dari zaitun. 

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, “makanlah olehmu sekalian minyak zaitun dan poleskan dengannya, karena sesungguhnya minyak itu berasal dari pohon yang diberkahi.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Oleh sebab itu, minyak zaitun memberikan pengaruh positif sebagai pelindung tubuh dari kanker lambung dan mengurangi resiko tukak pada lambung, serta mengatasi berbagai permasalahan kulit. 

  • Berobat dengan Habbatussauda (jintan hitam)

Habbatussauda atau jintan hitam (Nigella Sativa)  mengandung ratusan jenis senyawa mineral yang sangat baik untuk penyembuhan penyakit. Hasil penelitian membuktikan bahwa habbatussauda mengaktifkan kekebalan tubuh yang berguna bagi tubuh untuk secara alami melawan penyakit, antibakteri, meningkatkan daya ingat, mempercepat kesembuhan, menetralkan racun,  dan masih banyak lagi.

Atas manfaat ini, tak heran jika Rasulullah saw bersabda: 

“sesungguhnya didalam habbatussauda terdapat penyembuhan bagi segala macam penyakit kecuali kematian” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  • Berobat dengan air zamzam

Apakah air zam-zam bisa untuk berobat? 

Air yang berasal dari tanah suci ini terbukti memiliki kandungan mineral kalsium, magnesium dan fluoride yang tinggi. Air zam-zam memiliki muatan ion-ion yang seimbang. Kualitas air zam-zam tidak berubah selama penyimpanan dalam jangka waktu lama.

Dalam sebuah hadits shahih, Nabi SAW menyebut air zam-zam,

“Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang diberkahi, air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan.”

Kemudian dalam riwayat Abu Daud  dengan sanad jayyid (bagus) bahwa Nabi mengatakan,

“Air zam-zam adalah obat dari rasa sakit (obat penyakit)”

  • Berobat dengan kurma

Anda pasti sudah tahu buah kurma. Buah ini nikmat sebagai makanan sumber energy dan gizi lain yang melimpah. Kurma matang mengandung gula sekitar 80%, sisanya berupa protein, lemak dan mineral seperti tembaga, besi, magnesium dan asam folat.  Buah kurma kaya dengan serat dan menjadi sumber kalium yang sangat baik.  

Selain itu, Kurma kering (tamr) menguatkan sel-sel usus, membantu melancarkan saluran kencing, dan menguatkan rahim terutama ketika melahirkan. Kurma basah (ruthab) berguna mengontrol kontraksi rahim, pembentukan darah dan membantu kekebalan tubuh. 

Besarnya manfaat kurma ini tercermin dalam perintah Allah kepada Maryam binti Imran untuk memakan buah kurma ketika akan melahirkan anaknya (Nabi Isa) 

“Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk Rabb Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini” [Maryam : 25-26]

  • Ruqyah

Ruqyah atau menjampi-jampi adalah salah satu cara pengobatan yang pernah Malaikat Jibril ajarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Malaikat Jibril datang ketika Rasulullah saw, mendekati tubuh beliau kemudian membacakan salah satu doa sambil meniupkan  ke tubuh Nabi saw. Seketika itu beliau sembuh. 

Kemudian Rasulullah SAW menggunakan surat Al-Fatihah  sebagai bacaan ketika melakukan Ruqyah untuk mengobati berbagai penyakit selain beberapa ayat dan surat lainnya dalam AL-Quran.

Penyakit yang paling nyata dapat sembuh dengan ikhtiar ruqyah adalah yang berhubungan dengan jiwa, terutama gangguan jin. Gangguan ini dapat merambah pada gangguan fisik sehingga ruqyah juga bisa untuk pengobatan penyakit fisik.

  • Berobat dengan Bekam atau hijamah

Bekam atau hijamah adalah ikhtiar penyembuhan dengan cara menghisap darah dan mengeluarkan darah kotor yang berkumpul di bawah permukaan kulit. Bekam atau hijamah yang Rasulullah SAW cintohkan dan para sahabat dan manfaatnya sudah terjamin sejak lama. 

Beliau SAW bersabda, 

“barang siapa yang berbekam tanggal 17, 19, dan 21 maka akan disembuhkan dari segala macam penyakit” (HR Tirmidzi)

Selain itu para malaikat telah mewasiatkan bekam ini kepada Rasulullah saw agar menjadi pengobatan bagi umatnya,

“Wahai Muhammad, suruhlah umatmu melakukan bekam”. (HR Abu Daud)

Dalam hadits lain Rasulullah bersabda, 

“bekam dapat menambah kecerdasan, kekuatan menghafal dan menambah hafalan orang yang menghafal.(HR Ibnu Majah).

 

[Yazid Subakti]

Memahamkan Hakikat Sakit dan Penyakit

Memahamkan Hakikat Sakit dan Penyakit

Parenting – Memahamkan hakikat sakit dan penyakit. Setiap manusia pernah mengalami sakit. Allah SWT  berikan sakit kepada hambanya sesuai daya tahan dan kemampuan hamba. Maka, sakit adalah bagian dari ujian kehidupan yang dengannya Allah memuliakan diangkat dan membuat malaikat yang selalu sehat takjub.

Ketabahan nabi Ayyub selama 18 tahun menderita penyakit diabadikan sebagai teladan. Teladan tentang kesabaran untuk memperbaiki derajat kemuliaan di mata Allah SWT.Imam As-Syafi’i menderita perihnya wasir demi perjuangannya menelaah ilmu, untuk umat yang dipikirkannya. Rasulullah SAW pernah diracun ketika memakan paha kambing di Khaibar. Bahkan, beliau merasakan gigi yang patah-patah di perang Uhud yang penuh hikmah.

Setelah akhirnya sakit, kesabaran dan keikhlasan menjadikan manusia semakin mulia di mata Allah. Maka, yang perlu Anda sampaikan kepada anak ketika sakit adalah bahwa ini semua juga terjadi pada orang-orang hebat di zaman dahulu. Mereka semakin hebat di hadapan Allah karena kesabarannya atas ujian ini. 

  • Saatnya muhasabah

Muhasabah adalah mengukur keadaan diri atau  merenungi diri sendir, menghitung-hitung sedikitnya bekal amal yang sudah dikumpulkan dan membandingkannya dengan banyaknya dosa yang terlanjur diperbuat. 

Saat sakit, bimbinglah anak merenungi dirinya yang menjadi semakin terbatas gerakannya untuk berbuat kebaikan, sementara dosa-dosa dan kesalahannya sudah teranjur banyak. Jika keadaan ini terus menerus terjadi, maka amat sedikitlah amal tambahan yang dapat dikumpulkan sehingga mau tak mau harus bertaubat memohon ampun kepada Allah. 

  • Pelajaran pentingnya berjuang 

Sakit itu masa-masa untuk berjihad, yaitu bersungguh-sungguh untuk melakukan usaha kesembuhan dengan jalan yang dihalalkan oleh Allah. Saat sakit, banyak cara berobat yang menggiurkan. Pada jenis penyakit tertentu yang amat berat, beberapa paranormal atau dukun boleh jadi menawarkan cara pengobatan metode gaib yang mereka katakan sangat manjur dalam waktu cepat. Padahal di dalamnya penuh kesyirikan dan menyesatkan akidah. Beberapa tabib mungkin menawarkan obat-obatan yang mereka janjikan sangat mujarab menyembuhkan dalam waktu cepat, padahal dalam ramuan obatnya terdapat bahan-bahan yang haram. 

Inilah jihad, yaitu berjuang tak boleh menyerah kalah, tetapi harus tetap dengan cara yang halal.

  • Hari-hari mendekatkan diri kepada Allah 

Jika selama dalam kondisi sehat kita terlalaikan karena sibuk dengan berbagai urusan, maka saat sakit, lisan akan mudah mengucap zikir dan memanjatkan doa kepada Allah. Harapan dari ini semua adalah Allah akan memberikan kesembuhan atau jalan kebaikan yang paling pantas. 

Ketika anak sakit, ajak dia melupakan semua urusan sehari-harinya untuk beralih mengingat Allah dan memasrahkan urusan kepada-Nya. Ajak anak banyak mengucap kalimat thayyibah dan berdoa kepada Allah memohon keputusan terbaik dari-Nya. Yakinkan bahwa sehat atau sakit adalah kehendak Allah yang di balik itu semua selalu ada kebaikan di dalamnya. 

  • Mengundang silaturahim

Saat sakit, teman atau kerabat yang selama ini tidak saling berkunjung menjadi ingat dan menjenguk. Mereka datang mengingatkan bahwa kita bersaudara, setidaknya saudara seiman. 

Teman-teman bermain, teman sekolah, teman ayah dan ibu, tetangga dan orang-orang yang pernah mengenal akan berdatangan memberikan dukungan dan doa. Mereka semua membuktikan kasih sayangnya.  

  • Saatnya belajar bersyukur 

Saat sakit, semua kenikmatan yang datang dari Allah menjadi terasa sangat bermakna. Saat badan demam, manusia merasa betapa nikmatnya memiliki badan yang bersuhu normal. Ketika batuk terus menerus tak tertahan, manusia jadi ingat betapa nikmat saat-saat tenggorokan dalam keadaan sehat. Saat perut terasa perih, manusia teringat betapa dulu sangat nikmat memiliki perut yang nyaman. 

Ingatkan pada anak bahwa tubuh yang melemah karena sakit adalah cara Allah mengingatkan betapa kita harus mensyukuri badan yang kuat saat dalam keadaan sehat. Kita harus bersyukur jika dari kemarin Allah terus menerus memberikan kenikmatan makan, kenikmatan tidur, kenikmatan bermain, dan kegiatan lain semasa sehat. Sekarang saatnya merenungkan bahwa saat kenikmatan itu tercabut ternyata rasanya tidak nyaman. 

  • Kesempatan menghapus dosa 

Orang yang sakit tetap dapat bergembira karena penyakit yang ia rasakan akan menghapus dosa-dosanya. Nabi SAW bersabda, 

“Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya” 

Gembirakan hati anak ketika sakit, sebab bisa jadi ini adalah kesempatan penting Allah menggugurkan dosa-dosanya. 

  • Pahala tetap mengalir

Anak yang sakit kadang bersedih karena tidak bisa melakukan aktivitas, tidak bisa belajar, tidak bisa mencari nafkah dan tidak bisa melakukan ibadah sehari-hari seperti biasanya. Berikan kabar gembira karena Allah ternyata tetap menuliskan pahala ibadah baginya. 

Nabi SAW bersabda,

“Apabila seorang hamba sakit atau sedang melakukan safar, Allah akan menuliskan baginya pahala seperti saat ia lakukan ibadah di masa sehat dan bermukim.”

  • Ajak anak untuk tetap dalam kebaikan 

Dalam keadaan lemah fisik dan psikologis, anak yang sakit bisa berputus asa bahkan sampai pada melemahnya keimanan. Sampaikan padanya untuk tetap berprasangka baik kepada Allah bahwa ini semua adalah kehendak-Nya. Seorang hamba tidak layak untuk kecewa bahkan marah kepada takdir Allah yang telah Dia tetapkan. Kuatkan hati untuk tidak mengeluh  atau merasa menjadi manusia yang paling menderita. Ini hanya cobaan yang  merupakan tanda kasih sayang Allah. Cegah ia membuang waktu dengan melakukan pekerjaan yang sia-sia selama sakit (misalnya menonton TV, bermain game, atau hanya tiduran terus menerus).

 

[Yazid Subakti]

Mengenalkan kebiasaan sehat Rasulullah sehari-hari

Mengenalkan kebiasaan sehat Rasulullah sehari-hari

Parenting – Mengenalkan kebiasaan sehat Rasulullah sehari-hari. Bagaimana Rasulullah Muhammad SAW menjalani rutinitas  hariannya.

Tidurnya Rasulullah SAW berbeda dengan orang pada umumnya di zaman itu. Rasulullah SAW tidur lebih awal, yaitu tidur sebelum larut malam dan bagun lebih pagi. Banyak riwayat menyatakan bahwa beliau SAW terbiasa tidur di awal malam selepas isya dan bangun pada pertengahan malam untuk melakukan shalat tahajud. Sebelum tidur beliau SAW bersiwak dan berwhudu dan menggunakan pakaian yang pantas. 

Ini semua dilakukan untuk menjaga kesehatan dan ikhtiar pemulihan tenaga. Selama menit-menit menunggu lelap, beliau SAW berdoa dan berdzikir memohon perlindungan kepada Allah. Ini sangat penting untuk menjaga kualitas tidur dan kebugaran mental ketika bangun, sehingga pada pagi harinya tetap bersemangat menghadapi apapun yang akan terjadi di siangnya.

Kenalkan cara tidur ini kepada anak dan latih ia melakukannya setiap malam. 

  • Cara  Makan Rasulullah SAW 

Rasulullah SAW tidak makan kecuali makanan yang halal dan thayyib. Halal artinya makanan itu diperbolehkan oleh Allah untuk dikonsumsi dan thayyib artinya makanan tersebut memiliki kebaikan bagi tubuh. 

Saat anak membeli makanan, yang pertama disampaikan kepada adalah tentang jaminan halalnya makanan itu. Ingatkan apakah makanan tersebut bertanda halal atau jika bukan makanan kemasan pastika anda mengetahui bahwa makanan tersebut memang dihalalkan. Yang dimaksud halal adalah berbahan halal, didapatkan dengan cara yang halal (diambil sebagai haknya atau dibeli dengan pembelian yang sah). Ajarkan tentang prinsip makanan thayyib, yaitu makanan yang mengandung gizi baik, tidak mengandung zat yang membahayakan, dan makanan yang dimakan dengan cara yang atau kemasan yang wajar. 

Rasulullah makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang, karena perut terbagi, yaitu 1/3 untuk makanan 1/3 untuk air dan 1/3 lagi untuk udara. Jangan sampai anak rakus memakan, mengalami kekenyangan, atau menderita kelaparan. 

  • Rasulullah SAW Hidup Bersih

Rassullullah SAW mengajarkan umatnya untuk selalu bersih dan rapi setiap waktu. Beliau selalu tampil bersih dan rapi saat berpakaian apapun.Begitupun pada kebersihan tubuhnya, beliau adalah pribadi yang rajin bersiwak, menyisir rambut, mandi teratur, dan gemar menggunakan wewangian.

Rumah rasulullah amat sederhana, tetapi tertata rapi dan selalu bersih bagian dalam dan luarnya. Perabotan yang seadanya tidak tertempel kotoran dan tidak terdapat sampah berserakan. Tidak ada bau-bauan yang mengganggu di rumah beliau SAW sehingga siapapun yang masuk akan merasa nyaman meskipun tanpa menikmati kemewahan. 

Saat menyampaikan kepada anak mengenai kebersihan dan kerapian, sisipkan pesan bahwa itu semua bukan semata keinginan orang tua, melainkan mencontoh Rasulullah SAW. Sampaikan bahwa dalam hal kebersihan dan kerapian pun kita akan mengikuti sunnah. Kita adalah pecinta Rasulullah yang apapun perbuatan kita sebisa mungkin akan meniru beliau SAW.    

  • Rasulullah SAW menjaga sikap 

Rasulullah meredam amarah sahabat-sahabatnya dengan sikap tenang. Ketika seorang sahabat ingin marah, beliau SAW menyarankan agar ia mengubah posisi tubuhnya. Jika seseorang marah dalam keadaan berdiri hendaklah duduk, jika marah sedang duduk hendaklah berbaring, jika masih marah segeralah ambil wudhu dan shalat sunnah dua rakaat meminta pertolongan dan ampunan kepada Allah SWT. 

Rasulullah mudah tersenyum ketika berhadapan dengan para sahabatnya, berkata dengan kalimat secukupnya dan tidak pernah memotong atau menyela pembicaraan orang lain. Rasulullah tidak menyukai perdebatan sia-sia dan tidak bercanda yang mengandung kebohongan.

Saat menghadapi sahabat yang berakhlak buruk, Rasulullah tidak langsung mencela. Bahkan kepada orang yang memusuhi, beliau SAW tidak langsung balik memusuhinya. 

  • Rasulullah SAW menjaga kebugaran

Berolahraga adalah salah satu kebiasaan Rasulullah SAW untuk menjaga kondisi tubuhnya agar tetap bugar. Beliau berlatih memanah, berkuda, dan berenang. Kita pun mendapat anjuran untuk melatih anak-anak menguasai olahraga tersebut sebagaimana dalam sebuah hadis beliau SAW bersabda “Ajarilah anakmu berenang dan memanah” (HR.Dailami) 

Selain menjaga kebugaran tubuh, dampak baik olahraga adalah berolahraga secara rutin adalah menghilangkan stress atau tekanan-tekanan dalam pikiran. Jadi, olahraga merupakan terapi mental yang sangat berguna agar selalu dapat berpikir sehat dan tetap cerdas.

 

[Yazid Subakti]

Menjaga Kesehatan Mental Anak

Menjaga Kesehatan Mental Anak

Parenting – Mengiringi perubahan fisik, perkembangan mental yang pesat juga terjadi di usia ini. Berbeda dengan kesehatan fisik, kesehatan mental anak sedikit lebih sulit dipahami oleh orang tua dan sangat mungkin terlewatkan.

Kesehatan mental anak bukan sekedar menjamin anak bebas dari penyakit mental, tetapi  juga kemampuan untuk berpikir secara jernih, mengendalikan emosi, dan kemampuan bersosialisasi. Anak yang kesehatan mentalnya baik dapat beradaptasi dengan keadaan, tahan menghadapi stress, dan lebih berpeluang mampu bangkit dari keterpurukan.

  1. Membangun kepercayaan

Percaya kepada anak berarti memberinya kesempatan untuk turut mengatur kehidupannya sendiri. Orang tua memandangnya sebagai pribadi yang sudah mampu berpikir dan mencoba menentukan arah hidupnya.  Ia perlu mendapat bantuan dalam menentukan tujuan yang sesuai dengan kemampuannya atau mencoba hal-hal baru, bukan dihalangi atau dikecam. Oleh karena itu anda menghindari ucapan, sikap, dan perilaku yang membuatnya berhenti mencoba saat mereka gagal.

  1. Membiarkannya mengembangkan minat

Waktu bermain bukanlah semata untuk bersenang-senang, tetapi juga merupakan pembelajaran berbagai minat. Orang tua sebaiknya membantu atau terlibat permainan anak, karena dari proses ini lah apa yang terjadi pada saat anak bermain akan diketahui. Saat bermain, anak mengembangkan kreativitas, mempelajari cara memecahkan masalah, belajar mengendalikan diri, belajar aturan kelompok, dan latihan bekerjasama. 

  1. Mendorong anak untuk menjalin hubungan

Semakin bertambah usianya, anak memerlukan interaksi dengan orang lain. Bermain dengan teman sebaya akan membantu anak mengenali kelemahan dan kelebihan pada dirinya, serta belajar untuk hidup berdampingan dengan orang lain baik seusia maupun beda usia. Anda dapat mengajak anak mengunjungi tetangga, mengirim ke komunitas-komunitas hobi, dan membiarkannya berinteraksi dengan masyarakat sekitar tempat tinggal..

  1. Kenalkan proses demi proses

Sampaikan kepada anak bahwa tujuan bukanlah segalanya. Sebelum tujuan ada proses yang harus dilalui, sedangkan dalam proses terdapat banyak pelajaran. Jadi, proses bisa jadi lebih penting atau sama pentingnya dengan tujuan. Dalam beberapa hal, kita hanya bisa mendapat manfaat dari prosesnya karena tujuan yang kita kejar ternyata tidak seindah yang kita bayangkan. Contohnya dalam kompetisi olahraga. Bermain bagus dan selamat itu bisa sama baiknya dengan kejuaraan. Dalam kompetisi seni, keindahan karya seni dan proses penciptaannya itu jauh lebih berharga daripada kejuaraannya. Dalam menuntut ilmu, proses belajar memahami pelajaran demi pelajaran dan interaksi dengan guru itu jauh lebih berharga daripada kejuaraan kelas atau rangking. 

Oleh karena itu jadilah orang tua yang menghargai proses perjuangan anak, bukan menilai hasil perjuangannya. 

  1. Latih  disiplin 

Kedisiplinan berhubungan dengan kesehatan mental. Di balik latihan disiplin terdapat pembelajaran makna bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan kesadaran untuk mandiri bersikap. 

Anak terus memerlukan kesempatan untuk mempelajari berbagai hal baru setiap harinya, tetapi ia belum memiliki banyak pengetahuan mana hal baru yang layak dipilih dan mana yang harus dijauhkan. Kehadiran orang tua ia perlukan untuk membantunya memilih atau memberi pertimbangan. 

Sampaikan nilai nilai agama terlebih dahulu sebelum nilai yang lain ketika membuat pertimbangan baik buruk suatu pilihan bagi anak. Anak memilih mode pakaian, hobi, pertemanan, atau hiburan dengan mempertimbangkan baik buruknya berdasarkan apa yang dipandang baik atau buruk dalam islam. 

  1. Jangan mencela pribadinya

Siapapun manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Di masa pencarian pada usia ini, lebih-lebih nanti menjelang masa akil baligh, anak akan banyak melakukan hal baru sehingga berisiko memulainya dengan cara yang salah. Memperluas pergaulan ia akan melakukan banyak kesalahan. Di awal mengejar prestasi ia berisiko mengalami kegagalan. Mengawali penentuan jati diri, ia berpotensi banyak salah langkah. 

Semua kesalahan itu memang merugikan, bukan hanya dirinya tetapi juga keluarga. Saat ini terjadi, Anda dapat menghukum atau mengkritik kesalahan yang ia buat, bukan pribadi anak itu. Anda hanya perlu mengingatkan anak untuk mengubah atau meninggalkan perbuatannya, bukan mencelanya.

  1. Seberapa nyaman rumah Anda?

Ini bukan tentang rumah mewah yang di dalamnya sejuk oleh AC dan indah karena taman-taman dan kolam renangnya. Juga, bukan rumah yang di dalamnya serba tersedia apapun yang anaknya inginkan. Bukan itu. 

Rumah nyaman adalah tempat paling wajar bagi anak selama proses bertumbuh. Rumah nyaman itu tempat yang enak untuk meluapkan kebahagiaan, merenungi kesedihan, melampiaskan amarah, mengungkapkan perasaan, melatih kemandirian, dan memaknai kehidupan seluruhnya. Lingkungan rumah yang nyaman lebih pada nuansa anggota keluarga yang harmonis dan mendukung perkembangan mental anak. Nuansa tenteram dan damai tetapi tak henti menyulut motivasi dan konflik-konflik.

 

[Yazid Subakti]

Penyakit dan keluhan di usia ini

Penyakit dan keluhan di usia ini

Ada risiko kesehatan yang mengintai di usia ini. Pertumbuhan terjadi sangat cepat, dan risiko serangan penyakit juga mudah.

Anemia adalah penyakit yang terjadi karena anak kurang asupan zat besi. Akibat dari anemia, anak dapat mengalami penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi, kebugaran, dan produktivitas. 

Anemia yang dialami remaja perempuan berdampak lebih serius dibanding laki-laki, karena mengingat kelak mereka akan menjadi ibu. Risiko kematian ibu melahirkan, bayi lahir prematur, dan berat bayi lahir rendah sangat besar pada anak perempuan yang kekurangan zat besi. 

  • Stunting

Stunting adalah kurang gizi kronis yang karena asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama. Anak menjadi kurang gizi karena mendapat makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizinya di masa awal pertumbuhan. Stunting yang tak teratasi dapat menjalar pada gangguan penyakit lain, yaitu  diabetes melitus, jantung koroner, hipertensi, dan masalah berat badan

  • Kurang Energi Kronis (KEK)

Masalah ini bisa terjadi karena pola asupan yang salah. Anak takut gemuk kemudian melakukan  diet tidak sehat dengan mengurangi makanan tanpa perhitungan yang benar. Lama-lama, ia bisa terjerumus pada penghindaran terhadap makanan tertentu dan benar-benar tidak mau memakannya.

KEK dapat mengundang datangnya berbagai penyakit infeksi karena tubuhnya kurang energy untuk melawan serangan penyakit. 

  • Obesitas

Penyebab obesitas paling banyak banyak adalah karena pola makan yang buruk. Beberapa contoh nyata penyebabnya adalah jarang sarapan sehingga suka jajan atau ngemil, kurang mengkonsumsi makanan berserat (sayur dan buah), gemar mengkonsumsi makanan yang mengandung penyedap rasa, serta kurang beraktivitas fisik yang membakar kalori. Berat badan anak menjadi terus bertambah lebih cepat dari usianya, menjadi kegemukan, dan berlanjut obesitas.

Selain mengganggu kelincahan dan gerak tubuh, obesitas yang tidak teratasi memicu gangguan kesehatan lain seperti penyakit jantung.

  • Penyakit lambung 

Penyakit lambung (maag dan asam lambung) sering dipicu oleh stress atau tekanan batin yang mengakibatkan dinding lambung memproduksi asam secara berlebihan. Lambung menjadi sangat asam, hingga dindingnya mengalami iritasi yang terasa perih. 

Pikiran anak di masa menjelang puber memang bergejolak. Ketidakpuasan, kecemasan, ketegangan, dan keingintahuan yang tak terpenuhi menjadikannya tertekan dan lambung terpicu memproduksi cairan asam yang berlebih.

[Yazid Subakti]

Penuhi Kebutuhan Gizinya

Penuhi Kebutuhan Gizinya

Parenting – Penuhi kebutuhan gizinya, sebab pilihan sumber makanan untuk memenuhi gizi anak remaja penting untuk mengimbangi perubahan yang terjadi.

  1. Kegunaan Gizi 

Makanan anak di masa ini sebaiknya mengandung zat gizi yang penting untuk pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta mendukung pertumbuhan organ reproduksinya. Di samping itu, Anda perlu memikirkan gizi sebagai pertahanan tubuh dari berbagai gangguan penyakit yang rawan terjadi di usia ini. Selebihnya, juga penting untuk terus memberi edukasi bahwa agar perlu menerapkan kebiasaan makan dan gaya hidup sehat.

Pilihan sumber makanan untuk memenuhi gizi anak remaja penting untuk mengimbangi perubahan yang terjadi, yaitu perkembangan massa tulang, lemak tubuh, tinggi badan, berat badan, hingga pematangan organ reproduksi yang sangat pesat. Ingat, para pria yang di masa dewasanya menjadi suami yang kurang perkasa berawal dari masa-masa ini. Para isteri yang menjadi ibu mandul atau tak bisa menyusui juga berawal pada seberapa perhatian orang tua memenuhi gizinya di masa-masa seperti sekarang ini.   

  • Karbohidrat

Karbohidrat sederhana dalam tubuh mengalami proses pemecahan lebih cepat dan tidak membutuhkan waktu lama setelah berhasil tercerna. Sumber energi yang berasal dari karbohidrat sederhana bisa langsung berguna bagi semua sel, jaringan, serta organ tubuh. Namun, jenis karbohidrat ini bisa membuat kadar gula dalam darah dengan cepat melonjak naik. 

Contoh makanan yang mengandung karbohidrat sederhana adalah madu, gula putih, gula merah, dan pemanis lainnya. 

  • Karbohidrat kompleks

kebalikan karbohidrat sederhana adalah karbohidrat kompleks, yaitu mengalami proses pencernaan makanan yang jauh lebih lama. Ia lebih lama menghasilkan energi tetapi kadar gula dalam darah anak dengan penyakit tertentu tidak akan meningkat tajam dalam waktu singkat.

Karbohidrat ini terdapat dalam roti, jagung, pasta, gandum, kacang-kacangan, kentang, serta nasi.

  • Protein

Protein merupakan zat gizi yang menyusun sebagian besar tubuh. Nah protein penyusun sel dan jaringan tubuh, sekaligus memperbaikinya jika terdapat kerusakan sel hidup. Jika asupan zat gizi protein tidak tercukupi dengan baik, pertumbuhan anak menjadi terhambat. 

Sumber protein hewani dengan struktur asam amino esensial yang lengkap berasa dari ikan, telur, susu dan produk olahannya, daging merah (sapi atau kambing), dan daging putih (unggas).

Protein nabati berasal dari tumbuhan dengan struktur asam amino esensial di dalamnya tidak selengkap protein hewani. Makanan dengan kandungan protein nabati didapatkan dari gandum, oat, kacang-kacangan, tahu, tempe, atau berbagai bahan dari biji-bijian.

  • Lemak

Jangan selalu berpikir menghindari lemak, karena dalam jenis dan jumlah yang sehat, lemak merupakan zat gizi makro yang berperan sebagai sumber energi untuk anak. yang harus anda lakukan adalah memastikan  anak mendapatkan lemak dari sumber makanan dalam jumlah dan jenis yang tepat.

Lemak tak jenuh tunggal bisa menurunkan kadar lemak jahat atau LDL (low density lipoprotein). Selain itu, lemak ini menjaga kadar high density lipoprotein (HDL) atau lemak baik senantiasa optimal.

Anak  bisa diberi makanan beragam sumber makanan untuk mendapat lemak ini, terutama dari buah alpukat, minyak zaitun, dan kacang-kacangan.

Lemak tak jenuh ganda tak kalah baik untuk tubuh. Bedanya, jenis lemak ini memiliki kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6 di dalamnya. Sumber makanan yang tinggi asam lemak tak jenuh ganda adalah berbagai macam ikan, minyak nabati, telur, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Lemak yang harus dihindari adalah lemak trans yang meningkatkan kadar LDL dan menurunkan kadar HDL. Lemak ini banyak terdapat pada makanan cepat saji, makanan kemasan, serta makanan yang digoreng dengan minyak panas berulang. Dan lemak jenuh juga sama buruknya bagi kesehatan tubuh, karena juga menurunkan kadar HDL dan meningkatkan kadar LDL. Sumber makanan dengan kandungan lemak jenuh banyak terdapat pada daging merah dan daging ayam.

  • Serat

Jangan sampai anak tidak mendapat serat setiap harinya. Ini sering terjadi karena serat terdapat dalam sayuran, sedangkan anak sering tidak menyukai sayuran. Ketidaksukaan pada sayuran biasanya terjadi sejak usia dini, hingga terus berlanjut sampai remaja, bahkan dewasa.

Serat sama pentingnya seperti karbohidrat, lemak, dan protein pada anak. Asupan serat harian anak tidak boleh kekurangan karena dapat mengakibatkan pencernaan terganggu.

Serat memiliki sifat khas yakni mudah larut bersama air sehingga tidak perlu dicerna melalui sistem pencernaan saat masuk ke dalam tubuh. Buah dan sayur seperti wortel, brokoli, alpukat, apel, jeruk, serta kacang merah dan ubi mengandung serat larut air yang cukup banyak.

  • Vitamin

Ada dua kelompok Vitamin untuk anak, yaitu vitamin larut air dan vitamin larut lemak. 

Vitamin larut air bersifat larut dalam air. Tubuh tidak mampu menyimpan vitamin ini, sehingga untuk mendapatkannya kita harus mengkonsumsi  makanan harian yang mengandung zat tersebut.

Jenis vitamin larut air adalah vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niacin), B5 (asam pantotenat), B6 (piridoksin), B7 (biotin), B9 (folat), B12 (kobalamin), dan C. Vitamin-vitamin ini semakin tahun kebutuhannya semakin meningkat karena bertambah meningkatnya  kerja jaringan tubuh anak menuju remaja.

Vitamin larut lemak tidak larut bersama air melainkan dengan lemak. Kelompok vitamin larut lemak meliputi vitamin A, D, E, dan K. Semua vitamin ini dengan mudah diserap dalam aliran darah, ketika dimakan bersamaan dengan makanan sumber lemak. Seiring bertambahnya usia anak, kebutuhan vitamin larut lemak juga semakin banyak.

  • Mineral

Mineral adalah zat gizi mikro yang kecukupannya sangat menentukan sehat tidaknya anak. Peningkatan asupan mineral dibutuhkan untuk mendukung perkembangan tubuh yang semakin komplek aktivitasnya.

Seng, mangan, selenium, kalsium, kalium, fosfor, magnesium, zat besi, fluor, kromium, natrium, iodium, dan tembaga adalah berbagai jenis mineral tubuh. Kebutuhan kalsium pada masa ini, terutama menjelang remaja, cenderung lebih besar daripada masa anak-anak dulu dan dewasa nanti. Asupan zat besi juga makin banyak bagi anak  perempuan untuk mempersiapkan terjadinya menstruasi pertama kali (menarche) saat menghadapi pubertas nanti.

Makanan sumber mineral berasal dari daging sapi atau kambing, daging ayam unggas, makanan laut, tempe, tahu, kacang-kacangan, hamper semua jenis sayuran, serta hamper semua jenis buah-buahan.

  1. Ukuran Kecukupan gizinya

Angka kecukupan gizi (AKG) harian anak akan semakin meningkat di usia ini dibanding masa sebelumnya. Ada sedikit perbedaan antara untuk anak laki-laki dan anak perempuan. Menurut  Kementerian Kesehatan RI, anak di masa ini (usia 13-15 tahun) disarankan  mendapat asupan gizi seperti berikut:

  • Kebutuhan zat gizi makro

Energi : laki-laki 2475 kkal, perempuan 2125 kkal

Protein : laki-laki 72 gr, perempuan 69 gr

Lemak : laki-laki 83 gr, perempuan 71 gr

Karbohidrat : laki-laki 340 gr, perempuan 292 gr

Serat : laki-laki 35 gr, perempuan 30 gr

Air : laki-laki 2000 ml perempuan 2000 ml

  • Kebutuhan zat gizi mikro

Vitamin

A : laki-laki 600 mcg, perempuan 600 mcg

D : laki-laki 15 mcg,  perempuan 15 mcg

E : laki-laki 12 mcg, perempuan 15 mcg

K : laki-laki 55 mcg,  perempuan 55 mcg

B12 : laki-laki 2,4 mcg,  perempuan 2,4 mcg

C : laki-laki 75 mg,  perempuan 65 mg

  • Mineral 

Kalsium : laki-laki dan perempuan 1200 mg

Fosfor : laki-laki dan perempuan 1200 mg

Natrium : laki-laki dan perempuan 1500 mg

Kalium : laki-laki 4700 mg dan perempuan 4500 mg

Besi : laki-laki 19 mg dan perempuan 26 mg

Iodium : laki-laki dan perempuan 150 mcg

Seng : laki-laki 18 mg dan perempuan 16 mg

  1. Permasalahan gizi di usia ini

Masalah gizi di usia ini yang paling banyak dicemaskan biasanya berkaitan dengan postur dan berat tubuh. postur yang tetap pendek dan tubuh yang terlalu kurus atau terlalu gemuk biasanya menimbulkan kecemasan. Padahal di luar itu, masih banyak masalah lain berkaitan dengan pemenuhan gizi yang lebih serius. 

  • Anemia 

Anemia terjadi karena kurangnya persediaan zat besi di dalam tubuh. Kekurangan zat besi ini terjadi karena asupan makanan yang tidak memberikan cukup zat besi,atau zat besi di dalam makanan sulit diserap oleh tubuh. Padahal di masa ini tubuh membutuhkan kadar zat besi yang cukup untuk menyambut masa pubertas, terutama bagi perempuan yang akan mengalami menstruasi. Sebab, saat menstruasi nanti tubuh banyak mengeluarkan darah.

Anak  laki-laki juga butuh cukup asupan zat besi karena menjelang masa pubernya terjadi  peningkatan massa dan kadar hemoglobin. 

  • Gizi kurang

Kekurangan gizi pada umumnya membuat tubuh anak tidak berkembang dengan optimal. Kondisi ini biasanya akibat minimnya asupan zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, serat dan lemak, serta zat gizi mikro terutama dari vitamin dan mineral. Pertumbuhan menjadi terhambat, dengan salah satu akibat tubuh menjadi pendek. Jika terus berlanjut sampai dewasa, tubuh yang pendek terutama pada perempuan, menyimpan berbagai resiko saat melahirkan karena kemungkinan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dan kekurangan gizi pula.

  • Masalah pola makan 

Banyaknya perubahan anak secara fisik maupun psikologisnya mengakibatkan perubahan pula pada perilaku makannya. Semakin mendekati masa pubertas nanti, anak mulai memikirkan citra tubuh dan penampilannya sehingga lebih selektif dalam memilah-milah makanan. Terjadinya perubahan pesat pada berat dan tinggi badan, juga membuat anak menjadi tidak nyaman. Ia merasa khawatir dan tidak percaya diri, merasa akan mendapat penilaian buruk orang lain tentang bentuk tubuhnya yang terlalu gemuk, terlalu kurus, atau terlalu pendek.

Ini semua dapat mendorongnya melakukan pola makan yang salah. Ia terjerumus makan junk food karena gaya hidup; menghindari buah dan sayur; serta waktu makan yang tidak teratur.

Dalam keadaan parah ingin mengurangi berat badan, bisa jadi anak mencoba diet pengurangan berat dengan menghindari beberapa jenis makanan tertentu yang salah perhitungan. Akibatnya ia kekurangan beberapa zat gizi dan terjebak perilaku makan yang menyimpang. 

Di sisi lain, sebagian anak di usia ini juga rentan stress dan tergiur gaya hidup teman sepergaulan yang tampak keren. Mereka juga berisiko terjebak gangguan makan yang membuatnya berburu makanan, dan makan dalam jumlah banyak. asupan makanan harian melebihi  kebutuhannya dan jadilah ia kelebihan berat badan.

 

[Yazid Subakti]

Seperti ini Tahap Tumbuh Kembangnya

Seperti ini Tahap Tumbuh Kembangnya

Tahap Tumbuh – Kita telah mulai perlahan meninggalkan masa-masa si kecil ditimang dan dimanja. Ia telah beranjak besar dengan perubahan ukuran tubuh yang semakin melejit dan perilaku yang makin dapat diandalkan. Beberapa sifatnya semakin menunjukkan karakter khas dia yang sesungguhnya dan pikiran cerdasnya semakin memberi petunjuk ia sebenarnya memiliki kemampuan dalam hal apa saja. 

  1. Pertumbuhan tubuhnya 

Pertumbuhan buah hati kini bertambah dengan penambahan berat rata-rata sekitar 3-3,5 kg dan tingginya bertambah 6 cm atau 2,5 inchi per tahunnya.  Di otaknya, pertumbuhan  otak tidak secepat tahun-tahun sebelumnya karena  proses  mielinisasi (terbentuknya selaput myelin pada sel otak)  sudah sempurna pada usia 7 tahun lalu. 

Kini, anak laki-laki pada usia 7 tahunan ini  cenderung  memiliki  berat  badan  sekitar  21  kg,  kurang  lebih  1  kg lebih  berat  daripada  anak  perempuan.  Tentu saja tetap ada perbedaan kenaikan  berat  badan  karena  faktor  genetik  dan lingkungan, yaitu seberapa besar atau kecil orang tuanya dan bagaimana lingkungan (terutama kecukupan gizi) membentuknya.

Setelah  usia  12 tahun nanti, tinggi badan kurang lebih 150 cm. ini juga karena genetik orang tua dan gizi yang ia dapatkan. 

Kekuatan  otot dan  koordinasi  tubuhnya meningkat  secara terus-menerus sehingga ia tampak lebih kuat dan bertenaga.  Ia semakin lihai menampilkan  pola  gerakan-gerakan  yang  rumit  seperti bermain bola, loncat tali, atau berkelit saat kejar-kejaran.  Kemampuan  ini  adalah  hasil  dari  pertumbuhan  maupun  latihan dan merupakan bagian dari bakat bawaan  sejak  lahir.  Organ-organ  seksual  belum  matang di awal usia ini, tetapi jangan dikira, minat pada jenis kelamin yang berbeda dan tingkah laku seksual mungkin saja sudah aktif. Lama-lama, minat pada lawan jenis ini semakin meningkat sampai pada  masa puber. Anda sudah harus menyiapkan ini semua untuk menghadapinya agar kelak tidak merasa semuanya seperti terjadi dengan tiba-tiba.

  1. Gigi adik ompong?

Benar, gigi lama atau gigi susu mulai tergantikan pada masa-masa ini. Tanggalnya  gigi  susu  merupakan  tanda pendewasaan organ mulut  yang dramatis, untuk digantikan oleh gigi tetap sampai sekitar 4  tahun ke depan. Jadi, mulai saat ini sampai 4 tahun ke depan ia akan mengalami selalu ada hari-hari gusinya bersela  tanpa gigi, satu atau dua biji. 

Jangan khawatir. Keadaan sedikit ompong ini tidak akan banyak mempengaruhi asupan makannya. Ia masih akan tetap dapat menggigit atau mengunyah makanan dengan lahap asalkan makanan yang ia inginkan terpenuhi. Rasa percaya diri akan penampilan di masa-masa belum terlalu penting baginya sehingga kondisi ompong tidak terlalu ia pikirkan. 

Yang paling ditekankan adalah, Anda harus terus memberikan bimbingan mengenai perlunya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi. Anda perlu lebih sabar lagi mengingatkan, bila perlu menuntut, agar ia lebih rajin menggosok gigi  dan memberinya asupan makanan yang banyak mengandung kalsium. Menggosok gigi adalah salah satu bentuk ikhtiar menjaga gigi yang sudah tumbuh, sedangkan makanan berkalsium adalah usaha untuk membuat giginya kuat dan tumbuh sempurna.

Lebih dari itu semua, merawat gigi adalah bagian dari pendidikan untuk menyadarkan padanya bahwa ia sudah harus bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Ia harus diingatkan bahwa kelalaian dari tanggung jawab ini akan berdampak pada kerugian dirinya sendirinya juga, yaitu gigi menjadi kerpos, berkarang, berlobang, atau mungkin saja tumbuh tidak sempurna.

  1. Perkembangan Kognitif 

Tahap TumbuhPada usia ini, kemampuan untuk berpikir  logis  sudah dimulai, tetapi tentang  apa yang dihadapi dan saat ini,  bukan  tentang  sesuatu yang bersifat  abstrak.

  • Masa umur 7-11 tahun, ia berpikir operasional konkret 

Kemampuan berpikir meningkat  atau  bertambah  logis.  Anak mampu  mengklasifikasi  benda  dan  perintah  dan  menyelesaikan  masalah  secara nyata dan  sistematis berdasarkan  apa  yang  mereka  terima  dari  lingkungannya. 

Ia sudah  rasional,  imajinatif,  dan  mampu  menggali  objek atau situasi lebih banyak untuk memecahkan masalah. Ia juga mampu berpikir konsep tentang waktu dan mengingat kejadian yang lalu serta menyadari kegiatan yang  dilakukan  berulang-ulang. Namun demikian, pemahamannya  belum  mendalam. Untuk menjadi anak yang mudah memahami, Anda masih harus bersabar menunggunya nanti di masa awal remaja. 

Ia mengalami perubahan selama tahap ini, dari interaksi egosentris di masa lalu kini menjadi hubungan kooperatif. Maksudnya, ia semakin bisa diandalkan untuk bekerjasama dengan teman-temannya, termasuk Anda sebagai orang tuanya. Pada  usia  ini  ia juga belajar  mengenai  hubungan  sebab  akibat. Ia, seharusnya sudah semakin mengerti bahwa perbuatannya yang tidak menyenangkan akan berakibat pada balasan tidak menyenangkan pula dari orang lain. 

  • Masa umur 11-15 tahun, ia berpikir operasional formal 

Tanda yang paling penting pada masa ini adalah kemampuan  menyesuaikan diri dengan  lingkungannya. 

Nanti, di masa ini ia  dapat  berpikir  dengan  pola  yang  abstrak  menggunakan  tanda  atau simbol. Ia mulai merambah kemampuan berpikir abstrak dan  filosofis. Maka, jangan heran di awal masa puber ia akan berburu kalimat bijak (quote) atau menciptakannya sendiri. Ia semakin tertarik berpikir tentang apa yang orang lain juga memikirkannya dan memecahkan masalahnya sendiri dengan caranya sendiri. 

Kemampuan  membaca  tidak lagi sekedar mengeja huruf dan bunyinya, tetapi ia sudah tertarik aka nisi bacaannya. Mereka sebenarnya sudah mampu membuat  rencana  ke depan karena sudah memiliki kemampuan motivasi  oleh  dorongan  di  dalam  diri sendiri,  bukan karena  persaingan atau dorongan orang lain. 

Bersabarlah jika ia mulai suka mengajak berdiskusi, atau bahkan berdebat. Itu pertanda baik bahwa ia terbuka untuk mempercayai anda. Anda akan pusing dan kebingungan jika ia menjadi sangat pendiam dan terlalu patuh menunggu perintah anda. jangan-jangan, ia tertekan dan menutup diri dari Anda. 

  1. Perkembangan Moral 

Perkembangan moral berarti bertambahnya kemampuan anak untuk membedakan baik dan buruk, atau benar dan salah melalui budaya dan keyakinan yang dianut. Dalam istilah fiqih, anak yang mulai berkemampuan membedakan itu semua dikatakan telah memasuki fase mumayyiz atau masa tamyiz.  

Ada tiga tahapan dalam perkembangan moral ini. 

Pertama, ia masih mengandalkan sisa-sisa egosentrisnya, yaitu menganggap kebaikan adalah seperti apa yang  diinginkan atau merasa nyaman dengannya. Sebaliknya, keburukan adalah apa yang ia tidak inginkan atau setiap sesuatu yang membuatnya tidak nyaman. 

Kedua,  ia mulai berpikir hukuman  dan ketaatan. Ia menganggap bahwa baik  dan  buruk  sebagai  suatu  konsekuensi  dan  tindakan. Jika ia berbuat baik maka imbalan baik akan ia dapatkan dan jika ia berbuat buruk maka hukuman yang ia rasakan. 

Cara berpikir ini membuatnya kadang harus memilih perbuatan baik hanya karena untuk menghindari hukuman. Pada masa-masa sekolah di tingkat Sekolah Dasar, kebanyakan anak pada usia ini berpikiran bahwa apa yang mereka lakukan di sekolah adalah karena mematuhi peraturan atau tata tertib sekolah demi menghindari hukuman atau mendapat penghargaan jika patuh. Maka, anak-anak yang merasa tidak mau dihukum atau tidak takut hukuman akan terbiasa melanggar dan menjadi sumber keonaran bagi teman-teman sekelasnya. Ia memang tidak berat atas hukuman, dan tidak terlalu memerlukan penghargaan. 

Tahap  selanjutnya,  anak  sudah mampu berfokus  pada  motif  yang  menyenangkan  atau menguntungkan sebagai suatu  kebaikan untuk dirinya sendiri. Anak  menjalankan  aturan  sebagai  sesuatu  yang  memuaskan dirinya  sendiri. Ia mencoba membuat standar kebaikan dan kebenaran menurut dirinya sendiri. Ia mulai memikirkan kebaikan les bakat atas pertimbangannya sendiri. Ia mulai memiluh teman atas pertimbangan untuk kebaikannya sendiri, dan mulai menilai kebijakan atau norma keluarga atas cara berpikirnya sendiri. 

Masa inilah masa paling tepat mengenalkan aturan. Saatnya orang tua meyakinkan manfaat ketaatan terhadap aturan dan menyampaikan konsekuensi hukuman jika melanggarnya. Ia sudah masuk waktu untuk disadarkan bahwa kehidupan bukan tentang apa yang menyenangkan untuk dirinya sendiri, tetapi ada aturan yang menyangkut kepentingan bersama. Sudah mampu berpikir abstrak, maka seharusnya sudah dapat meraba mengapa Allah memberlakukan aturan-aturan berupa perintah dan larangan. Ia sudah sampai pada tahap mengenal hukum-hukum  fikih dan adab.  

Pada masa ini, orang tua dapat memberlakukan ketegasan-ketegasan sikap atas hal-hal yang penting. Anda harus tegas melarang apa yang tidak boleh dilakukan, dan memerintahnya apa yang memang harus dilakukan.  

  1. Perkembangan Spiritual 

Tahap TumbuhPerkembangan spiritual pada masa ini masuk pada tahapan mitos–faktual. Artinya, anak-anak mencoba untuk membedakan antara khayalan  dan  kenyataan. Kenyataan  spiritual  adalah  keyakinan  yang diterima penganut keyakinan. Kita mengatakannya akidah. Sedangkan khayalan  adalah hasil gambaran  yang  terbentuk  dalam  pikiran  anak sendiri.

Anak mencoba meraba memahami fenomena atau peristiwa di sekelilingnya. Jika peristiwa atau fenomena tertentu tidak ia pahami, misalnya bagaimana langit dan bumi diciptakan, mereka menggunakan khayalan untuk menjelaskannya. Selama masa ini, ia akan terus menerus  mengajukan  banyak  pertanyaan  mengenai hal-hal yang baginya menyimpan misteri. Ia mencari jawaban tentang keberadaan dan wujud Allah serta kebaikan-kebaikan-Nya, Malaikat serta jin dan apa yang terjadi padanya. 

Ada masa-masa yang agak kritis pada tahap ini. Ketika ia berdoa, ia juga masih meraba tentang pentingnya doa dan memikirkan bagaimana doa itu terkabulkan. Jika keyakinannya tidak sampai, ia akan menyimpulkan sendiri tentang penting atau tidaknya berdoa dan masuk akal atau tidaknya pengabulan doa. Pada titik yang parah, ia bisa kecewa jika doanya tidak dikabulkan dan merasa bahwa dirinya tertolak sehingga tidak perlu lagi berdoa. 

Menurut Kozier, Erb,  Berman, & Snyder, (2011), beberapa  anak akhirnya menolak  agama  pada  usia  ini,  sedangkan  sebagian  yang  lain  terus  menerimanya. Itu tergantung pada kedekatan dan interaksi dengan orang yang paling ia percayai, yaitu orang tuanya. Jika orang tua terus mendampingi dan menguatkannya, maka ia bisa semakin yakin pada keyakinan agamanya. Jika ia jauh dari orang tua atau merasa terabaikan, maka ia akan menjadi semakin lemah keyakinan terhadap agamanya. 

Mungkin karena kondisi ini, kita sering melihat anak-anak yang pada masa kecil rajin ke masjid untuk salat jamaah dan mengikuti pengajian TPA (Taman Pendidikan Al-Quran), tiba-tiba menghilang dari masjid pada usia mendekati atau di awal puber.  

  1. Perkembangan Psikoseksual 

Menurut Sugmund Freud, anak pada masa ini sampai masuk usia 12 tahun memasuki masa laten. 

Mereka  menggunakan energi fisik dan psikologis untuk mengembangkan pengetahuan dan pengalamannya. Anak perempuan lebih menyukai teman dengan jenis kelamin perempuan, dan anak laki-laki lebih suka berkumpul dengan laki-laki. Pertanyaan anak  tentang  seks  semakin  banyak  dan  bervariasi,  terutama berkaitan dengan tema organ reproduksi dan proses yang terjadi di dalamnya. 

Nah, saatnya Anda bersiap menghadapi tantangan mendebarkan. Ia akan bertanya bagaimana bayi lahir, apa yang terjadi saat masih di dalam rahim, mengapa bayi bisa ada di rahim, bagaimana awalnya calon bayi tumbuh di rahim, atau apa yang telah ibu lakukan sehingga mengalami kehamilan.  Karena ia mengetahui bahwa setiap anak bukan hanya keturunan ibu tetapi juga ayahnya, mungkin ia bertanya apa yang telah ayah lakukan terhadap ibu sehingga ibu menjadi hamil.

Siapkan jawaban itu mulai sekarang!

Maksudnya, siapkan sikap bijaksana  dalam  merespon  pertanyaan-pertanyaan anak,  yaitu menjawabnya  dengan  jujur  dan  hangat, tidak terlalu vulgar tetapi juga tanpa membohongi.  Jawaban  orang tua sesuai  dengan kedewasaan dan cara berpikir anak, mudah dipahami tanpa menjadikannya membayangkan penjelasan dengan pikiran liar. 

Berhati-hatilah jika jika ia mulai bertanya detail dan mengucapkan beberapa istilah seputar aktivitas seksual. Jangan-jangan ia telah mendapat referensi lain  atau telah lebih jauh masuk pada pengetahuan seks secara liar yang tidak terkontrol. Dari buku, rekaman video, media sosial, atau teman-temannya. 

Juga, waspadalah bila  anak  tidak  pernah  bertanya  mengenai  seks. Jangan-jangan ia memiliki pengalaman buruk pelecehan seksual atau sedang dalam ketakutan Anda membongkar pengalaman seksual terlalu jauh yang  pernah ia lakukan.

Di akhir masa ini, anak masuk tahapan genital saat pubernya sudah datang. Pematangan organ reproduksi mulai terjadi dan tubuh sudah memproduksi hormon seks.

  1. Perkembangan Psikososial 

Saatnya anak  belajar  bekerjasama  dengan  anak lainnya melalui berbagai kegiatan, atau bersaing dalam hal-hal yang mereka perebutkan. Di sekolah, ia akan menuntaskan pengalaman kerjasama dan persaingan akademiknya, juga pergaulan yang di dalamnya terdapat  permainan  bersama.  

Perubahan  fisik,  emosi,  dan  sosial  pada  anak  yang  terjadi mempengaruhi  gambaran  anak  terhadap  tubuhnya  (body  image). Jalinan sosial atau pertemanan yang lebih luas membuatnya menerima umpan balik berupa kritik dan masukan dari teman atau lingkungannya. Ia mungkin mendapat bullying atau menjadi pelaku bullying, sebagai cermin penerimaan  dari  kelompok pertemanan. Ini semua  akan  membantunya dalam pembentukan  konsep  diri  yang  positif.  

Perasaan  rendah  diri  akan muncul bila anak terlalu mendapat tuntutan dari lingkungannya sedangkan ia tidak  berhasil  memenuhinya.  Harga  diri  yang  kurang  pada  fase  ini  akan mempengaruhi tugas-tugas untuk fase remaja dan dewasa.   Makanya, dukungan atau motivasi dari  orang tua  menjadi  begitu  penting untuk menguatkannya. 

Selanjutnya, ia menghadapi situasi bahwa ia harus berusaha  untuk  menyesuaikan  perannya  sebagai  anak yang  sedang  berada  pada  fase  transisi  dari  kanak-kanak  menuju  dewasa.  Ia sadar bukan lagi anak-anak, tetapi juga belum dewasa. Ia mencoba bergaya sebagai remaja yang sangat dekat dengan kelompoknya,  bergaul  dengan  mengambil  nilai  kelompok  dan  lingkungannya. Di sinilah ia akan berproses menemukan identitasnya. Jadi, pantau dan arahkanlah ia untuk berada dalam lingkungan pertemanan yang baik.

 

[Yazid Subakti]

Melatih Tawanan Agung

Melatih Tawanan Agung

Parenting – Sayyidina Ali ra mengibaratkan anak di usia tujuh tahun kedua ini bagai seorang tawanan. Tawanan adalah seseorang yang diambil untuk dilindungi karena diharapkan saat besarnya nanti bisa bermanfaat. Tidak boleh memperlakukan tawanan dengan sembarangan karena ia biasanya dalam keadaan jiwa yang tidak stabil, tetapi bisa memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan. Perlakuan terbaik kepada tawanan adalah memberikan pembinaan dengan ketegasan aturan. 

Anda sedang membina tawanan yang agung, ketika buah hati hari ini berumur antara 8 sampai 14 tahun. Kepada anak di usia ini, orang tua menghadapinya dengan sikap antara seorang pengajar, pendidik, pembimbing, sekaligus pelatih. Anak harus mulai terbentuk kepribadiannya karena beberapa saat kemudian ia akan memperjuangkan sendiri masa depannya.    

Mengajar maksudnya adalah pemberian bahan ajar dalam bentuk ilmu pengetahuan. Prosesnya dapat dengan memberi contoh atau mempraktikkan sikap tertentu kepadanya agar ia memiliki pengetahuan yang dapat terpakai dalam kehidupan sehari – hari.  Dalam  mengajar, ada tuntutan untuk mengatur lingkungan supaya yang ia mau belajar karena ia merupakan pusat dari kegiatan ini. 

Anda  memberi bantuan, menentukan arah kegiatan dan menciptakan kondisi lingkungan yang dapat menjadi sumber bagi yang diajar untuk melakukan kegiatan belajar. Perbuatan ini memerlukan tanggung jawab moral. Oleh karenanya , berhasilnya terletak pada tanggung jawab pengajarnya.

Inilah yang Anda lakukan kepada anak. Anda berbagi ilmu dengannya, mempraktikkan kemampuan praktik dan sikap yang menjadi contoh. Anda mengikat diri secara moral dengannya, karena hasil dari semua proses ini sangat tergantung kesungguhan Anda. 

  • Mendidik dengan bijak 

Mendidik itu bagian dari usaha untuk mengantarkan yang dididik ke arah kedewasaan, baik itu secara jasmani maupun rohani. Oleh karenanya, mendidik merupakan upaya pembinaan pribadi, mental, akhlak dan sikap. Mendidik tidak sekedar berbagi ilmu, tetapi lebih dari itu adalah transfer nilai. Oleh karenanya kegiatan mendidik harus melibatkan aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik agar yang dididik tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berkepribadian.

  • Membimbing dengan hati

Kegiatan membimbing sangat berkaitan dengan norma dan juga tata tertib. Dalam prosesnya, membimbing dapat dengan cara menyampaikan ilmu pengetahuan, strategi dan seni menggunakan cara yang paling sesuai dengan individu yang terbimbing. 

Jadi, membimbing lebih berupa pemberian motivasi dan pembinaan yang mengharuskan pembimbing dekat dengan yang dibimbing dan melakukannya dengan cara sebijak-bijaknya.

Anda saat ini membimbing anak, yang berarti kedekatan Anda dengannya tidak boleh ada tawar-menawar. Anda mengatasinya, memperhatikan perubahan-perubahannya, dan memberi dorongan agar ia menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.   

  • Melatih dengan tekun 

Melatih adalah memberi tuntunan kepada seseorang agar ia memiliki kemampuan yang ia butuhkannya, memiliki keterampilan atau kecakapan hidup yang ia inginkan. Dalam prosesnya, melatih dengan menjadi contoh, menyampaikan pemahaman, melakukan simulasi, memberi kesempatan mencoba, dan menuntun untuk mengulang-ulang sampai menjadi kebiasaan atau keahlian.  

Seorang pelatih memiliki ukuran keberhasilan terhadap hasil pelatihannya dan memiliki catatan perkembangan mengenai seberapa jauh materi pelatihan sudah terkuasai. Yang tak kalah penting, melatih berarti memiliki aturan yang tegas, bahkan ketat, agar yang mendapat pelatihan dapat menjalani latihannya dengan tertib. Semua pelatih profesional menerapkan target dan disiplin tinggi agar hasil pelatihan sesuai target.   

Melatih adalah aktivitas paling khas menghadapi  anak di usia tujuh tahun keduanya. Kepada anak di usia remaja awal, Anda menjadi pelatih kehidupan baginya siang dan malam. Anda kini tak lagi mengasuh si kecil dengan nyanyian-nyanyian dan dongeng menjelang tidur, tetapi  menjadi figur contoh bagi remaja  tentang apa yang harus ia lakukan, menyampaikan pemahaman, memberinya kesempatan mencoba dan menuntunnya beberapa pembiasaan baik yang akan membentuk kepribadian dan kecakapan hidupnya.

Tidak ada yang mudah dari melatih tawanan agung ini. Ia tidak kecil lagi tetapi juga belum sepenuhnya besar. ITak bisa lagi memperlakukannya sebagai kanak-kanak lemah dan penurut, tetapi juga belum masanya menganggapnya sebagai orang dewasa yang pengertian.

Jangan sampai salah memperlakukan tawanan. Memperlakukan tawanan secara kasar membuatnya berontak dan menjadi sumber fitnah. Sedangkan perlakuan yang terlalu longgar membuatnya lupa diri dan terlena. Membiarkan tawanan dalam kebebasan bahkan bisa membentuknya menjadi musuh dan sumber fitnah. 

Tawanan harus diperlakukan dengan cinta, yaitu jenis cinta keras yang disampaikan dengan ketegasan aturan dan kesungguhan menjalani syariat Allah. 

Kini kita telah sampai pada fase ini.

 

[Yazid Subakti]

Sebelum Menuntut Keshalihan Anak

Sebelum Menuntut Keshalihan Anak

Parenting – Semua orang tua menginginkan keshalihan anak, anak yang ketaatannya utuh kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim mendoakan anak dan seluruh keturunannya salih. 

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh” (QS. Ash Shaffat: 100).

Sikap Nabi Ibrahim ini menjadi inspirasi bagi semua orang tua, sampai hari ini. Ketika seorang isteri mengandung, maka ia bersama suaminya berdoa untuk kesalehan bayinya. Ketika bayi lahir hingga besar dalam didikan, masih juga tanpa lelah orang tua mendoakan kesalahannya.

Tidak ada yang salah, bahkan amat mulia, ketika orang tua mengharap kesalehan kepada anaknya. Bukan hanya mengharap, tetapi menuntunnya menuju kesalehan yang nyata. 

Akan tetapi Allah mengingatkan, 

Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (QS At tahrim: 6)

Penjagaan api neraka itu ternyata awalnya dengan diri sendiri orang tua, sebelum kemudian melakukan penjagaan kepada anak-anaknya. Nabi Ibrahim mengucap doa ini dalam keadaan sudah sangat salih. Beliau mendahului kesalahannya, kemudian membentuk kesalehan keturunanya. Beliau sudah terbentengi dari api neraka, kemudian menjaga keturunanya dari api neraka. 

Jika hari ini orang tua menuntut kesalahan kepada anak-anak, mestinya yang salah adalah dia terlebih dahulu. Mestinya orang tua terus belajar dan berproses membentuk dirinya menjadi pribadi yang taat, agar ia dapat menjadi contoh dan mengarahkan anak-anaknya untuk taat. 

Sebelum anak-anak terlahir, mestinya orang tua memetakan unsur kesalahan apa saja yang ia harapkan akan terjadi pada anaknya sebagai penjagaan api neraka, kemudian semua unsur itu ia lekatkan padanya dulu saat ini. Jika ia ingin membentuk anak-anak ahli ibadah, sebelum anak itu lahir atau mengiringi kelahirannya, orang tua telah menjadi sosok ahli ibadah. Jika ia ingin anaknya menjadi pribadi yang santun, mestinya saat ini ayah dan ibu telah melatih diri untuk menjadi manusia santun. Dan jika Anda menginginkan anak-anak nanti menjadi sahabat Al-Qur’an, mestinya mulai saat ini pun anda telah berproses untuk dekat dengan Al-Qur’an. Jika tidak, kelak Anda akan menjadi orang tua menyebalkan; setiap hari menanyakan perkembangan hafalan Al Quran anaknya, sementara Anda sendiri tak pernah mau menghafal. 

Menjauhi api neraka itu sarat dengan sikap menjauhi perbuatan tercela. Orang tua dululah yang membersihkan diri dari perbuatan tercela, baru kemudian meminta anaknya untuk sama-sama menjauhinya. Hanya orang tua yang berhenti merokok yang pantas melarang anaknya merokok. Hanya orang tua jauh dari riba yang layak melarang anaknya menjauhi riba. Orang tua yang terjaga mulutnya yang dapat mengingatkan anaknya untuk menjaga mulut. 

“…jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” adalah pesan Allah untuk sebisa mungkin para orang tua mendahului perbaikan dirinya sebelum menyampaikan tuntutan kepada anak-anak. Tidak orang tua sempurna, memang, tetapi setidaknya memiliki kemauan kuat untuk terus belajar dan berproses menjadi salih. Agar dengan kesalehan ini anak-anak mendapat kebaikannya. 

 

[Yazid Subakti]

Menanamkan Kerinduan akan Baitullah

Menanamkan Kerinduan akan Baitullah

Parenting – Pergi menuju baitullah artinya melaksanakan haji sebagai bagian dari rukun islam. Tetapi ibadah ini berbeda dengan ibadah yang lain karena di samping aktivitas berhaji juga terdapat banyak hikmah yang menyertainya. 

1. Mengapa harus rindu baitullah?

Pertama, mengunjungi kiblat dan rumah Allah. Setiap kali kita shalat, kita sedang mengarah pada satu titik, yaitu Ka’bah. Bangunan ini telah tetap oleh Allah untuk menyatukan arah hadap ketika umat islam seluruh dunia melakukan shalat dan berdoa. Ka’bah adalah pusat arah ibadah dan titik paling penting yang menjadi simbol penyatu ketika manusia menghadap Allah. 

Kedua, menapakkan kaki di tanah yang suci. Jauh sebelum nabi Muhammad SAW lahir, kota Mekkah telah tetap oleh nabi-nabi sebelumnya bagai rumah yang suci (bait al haram). Pergi haji berarti pengalaman menginjakkan kaki dan merasakan suasana di tanah yang suci. Di tanah ini, Allah meletakkan banyak keistimewaan. Di masjid Al haram, Allah melipatgandakan keutamaan kita seseorang beribadah di dalamnya. 

Ketiga, menyaksikan langsung tempat bersejarah. Apa yang kita lakukan saat beribadah haji adalah cuplikan peristiwa masa lampau yang oleh Rasulullah lakukan. Semua gerakan dan bagian ibadah memiliki sejarah dan kisah sendiri. Tawaf, Sa’I, melempar jumrah dan berkurban adalah mempraktikkan cuplikan sejarah. Di samping itu, tempat haji dan sekitarnya adalah tempat yang menjadi latar masa lalu Rasulullah SAW. Di sinilah letak rumah beliau, jalan-jalan atau kampung yang pernah terlalui, gua yang pernah tersinggahi, masjid yang pernah terbangun, hingga makam tempat beliau terkuburkan. Semuanya masih tampak nyata, menjadi bukti bahwa apa yang kita kisahkan dalam islam itu benar-benar terjadi. Jadi, pergi ke baitullah adalah pembuktian sejarah. 

Mengapa harus ditanamkan kerinduan

Jika shalat dapat dilihat oleh anak setiap hari lima kali dan semua orang melakukannya, maka ibadah haji dilakukan seumur hidup biasanya hanya sekali dan belum tentu dari keluarga dekat atau masyarakat sekitar ada yang melakukannya di masa-masa kehidupan si kecil. Banyak anak yang sampai usia remaja belum pernah sekalipun menyaksikan orang berangkat menunaikan ibadah haji.

Jarangnya pemandangan langsung mengenai peristiwa haji inilah yang menuntut kita untuk aktif mengenalkan kepada anak, agar ia tidak melupakan atau menganggap sepele rukun islam kelima ini. 

2. Mengenalkan ibadah haji

Kapan Ibadah Haji dikenalkan kepada Anak?

Tidak ada ukuran kapan anak-anak harus mulai mengenal ibadah haji. Usia paling ideal untuk memperkenalkan ibadah haji adalah setelah melewati usia 3 tahun. Pada usia ini mereka sudah mulai banyak bertanya dan menunjukkan keingintahuan yang besar tentang apapun. Inilah kesempatan bagi orang tua memperkenalkan ibadah haji kepadanya. 

Di sekolah-sekolah, mulai dari kelompok bermain dan TK sampai Sekolah Dasar biasanya sudah kenalkan dengan tata cara haji dengan mengadakan praktek manasik haji. 

  • Dimulai dengan pengenalan rukun islam 

Ibadah haji adalah rukun islam yang ke lima. Mengenalkan haji kepada anak mulai dengan mengenalkan rukun islam, sedangkan haji adalah bagian darinya yang harus ia kerjakan agar keislaman menjadi sempurna. 

  • Gambar dan pernak-pernik

Gambar atau benda konkrit dapat memberi informasi cukup efektif kepada anak, sekaligus merangsang rasa ingin tahu lebih dalam. Anda dapat mengoleksi gambar-gambar atau poster masjidil haram, ka’bah, dan aktivitas seputar ibadah haji. Letakkan gambar-gambar ini sebagai hiasan dinding, stiker, kalender, atau hiasan meja yang memungkinkan anak sering melihatnya.

  • Berkisah

Berkisah sangat efektif mempengaruhi jiwa anak, terutama jika disampaikan saat menjelang tidur. Anda dapat menyampaikan kisah Siti Hajar dan Nabi Ismail kecil di letakkan di lembah yang sekarang menjadi kota Mekkah dan awal munculnya air Zam-zam, tentang Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail memulai pembuatan pondasi ka’bah, atau kisah kelahiran nabi Muhammad SAW yang bertepatan penyerangan tentara bergajah hendak menghancurkan Ka’bah yang digagalkan oleh Allah dengan dikirimnya burung ababil. Banyak kisah menarik lain seputar ka’bah. 

  • Memutarkan video 

Banyak beredar video edukasi haji untuk anak yang berisi sejarah Ka’bah dan kota Mekkah, kisah perjuangan rasulullah di kota Mekkah dengan latar Ka’bah, kisah pasukan Abrahah menghancurkan Ka’bah, atau video cara manasik haji. 

Dalam video manasik haji, ada kalimat talbiyah yang terucap berulang-ulang, dan orang-orang mengenakan pakaian ihram. Berikan penjelasan singkat mengenai kalimat talbiyah dan maknanya, serta kain ihram dan keunikannya. 

3. Agar Anak-Anak Tidak Tertekan Menerima Pembiasaan Ibadah

Ibadah bagi anak-anak memang belum wajib hukumnya. Oleh karenanya, bisa saja anak-anak merasa terbebani dengan pembiasaan-pembiasaan ini yang mungkin menurutnya cukup memberatkan.

Agar tidak memberatkan anak, orang tua perlu mengkondisikan, 

  • Pembiasaan bersifat ajakan, bukan perintah atau paksaan. Ajakan berarti orang tua melakukan atau memberi contoh, kemudian berikan anak kesempatan atau terdorong untuk mengikuti atau terlibat. 
  • Setiap ibadah yang disampaikan dibuat dengan suasana gembira. Shalat dengan gembira, puasa gemira, sedekah juga bisa dengan gembira. 
  • Jika anak sudah berhasil melakukannya, orang tua memberi pujian atau penghargaan seperlunya yang membuat anak merasa terhargai dan bersemangat untuk mengulanginya kembali.
  • Tidak perlu menuntut untuk melakukan semua pembiasaan ibadah ini dengan sempurna. jika anak telah melakukannya, itu artinya ia sudah sungguh-sungguh berlatih dan perlu berulang kali. 
  • Yang tumbuh dari pembiasaan awal ini adalah anak merasa senang melakukannya, meskipun tidak semuanya bisa dengan benar. Pembenaran secara bertahap ketika sudah saatnya memberikan pemahaman. 

[Yazid Subakti]