Parenting – Ayah dan Bunda, pilih jenis mainan yang sesuai dengan kebutuhan si kecil. Sebisa mungkin memilih permainan yang mencerdaskan.
Daftatr Isi
Memilih Mainan
Mainan anak perempuan kadang berbeda dengan mainan anak laki-laki, sehingga anda tidak perlu membeli boneka Barbie untuk anak lagi-laki. Sesuaikan pula dengan usia si kecil yang akan memainkannya, sehingga anda belum perlu membeli mobil-mobilan remote control untuk anak usia dua bulan. Hindari membeli mainan yang tidak jelas manfaatnya.
Sebelumnya, lebih dulu baca label dan petunjuk penggunaan. Banyak mainan yang tidak dilengkapi dengan label. Dari sinilah anda akan mendapatkan cara menggunakan, cara merawat, dan hal-hal lain berkaitan dengan mainan.
Selain itu, jangan terpengaruh harga. Harga mahal belum tentu aman, dan harga murah belum tentu tidak aman. Pilih mainan yang harganya menurut anda sesuai dengan kualitas dan manfaatnya.
Periksa fisik mainan. Penting untuk melihat dan memeriksa kondisi permukaan mainan, apakah aman atau tidak bagi anak, karena serpihan mainan berbahan kayu yang tidak mulus misalnya bisa masuk ke tangan anak-anak atau bahkan ikut termakan. Pilih mainan yang tidak mudah rusak atau copot, hal ini juga untuk keamanan balita Anda agar tidak melukainya saat bermain.
Mainan yang Mencerdaskan Anak
Mainan yang mengenalkan konsep dasar
Dari mainan, anak-anak belajar tentang bentuk, warna, tekstur, dan ukuran mainan. Ini penting bagi anak untuk bisa mengenal dan mengembangkan kemampuan dasar seperti bentuk, warna, tekstur, dan besaran.
Mainan untuk dapat dilihat
Untuk bayi, perkenalkan mainan yang dapat ia lihat terlebih dulu, untuk melatih kemampuan visual bayi. Misalnya, belikan mainan yang dapat tergantung di atas boks tempat tidur si kecil. Sejajarkan arah mainan tersebut dengan mata si kecil. Dengan demikian, ia dapat memperhatikannya dengan baik.
Mainan untuk mengenalkan bunyi
selain visual, perlu kenalkan bayi dengan sumber indera auditorial, yaitu bunyi-bunyian yang tertangkap oleh telinga. Perkenalkan mainan yang mengeluarkan u suara berbagai binatang, suara kendaraan, suara air, dan lainnya yang dapat mengundang perhatian anak (di bawah tiga tahun). Dengan mendengarkan berbagai bunyi, pendengaran si kecil terstimulasi untuk mengingat berbagai jenis suara itu.
Tunda dengan Mainan yang dapat Dibongkar
Sebelum usianya cukup (lebih dari 7 tahun), jangan belikan anak Anda mainan yang bagian-bagian kecilnya dapat terbongkar-bongkar, karena jenis mainan ini sangat berisiko untuk tertelan atau sebagian hasil bongkaran yang tajam akan melukai kakinya saat terinjak.
Beli mainan secukupnya
Mainan yang terlalu banyak untuk sekali waktu tidak mendidik anak. Pemilihan mainan dan materi bermain sangat menyesuaikan dengan manfaatnya untuk pertumbuhan otak si kecil. Berikan mainan yang dapat memberikan kenikmatan tanpa si kecil mendapat mainan edukatif yang terlalu banyak.
Mengambil manfaat dari permainan
Anak-anak bermain bukan hanya untuk kesenangan, tetapi merupakan bagian dari aktivitas belajarnya. Dengan bermain, ia mempelajari aturan tertentu, mengendalikan emosi dan melakukan eksplorasi sebanyak-banyaknya. Dengan bermain pola, anak-anak melihat dunianya yang kelak juga akan terjadi pada kehidupannya. Ia melepaskan energi yang berlebihan, melatih dan menyempurnakan nalar berpikir, dan tentu saja sebagai hiburan yang menyenangkan.
Sejak mula pertama mampu bermain, anak-anak mendapat manfaat dari permainan itu untuk perkembangan di masa yang akan datang.
Menyempurnakan perkembangan fisik
Anak-anak bermain aktif dengan melompat, berlari, berguling, memanjat, mencoret-coret, berteriak, atau memukul-mukul. Ini semua penting baginya sebagai latihan mengembangkan motorik seluruh bagian tubuhnya yang mengiringi pertumbuhan otot dan tulangnya.
Menyeimbangkan energi tubuh
Anak-anak memiliki energi yang melimpah. Dalam keadaan energinya terus terpendam, ia bisa menjadi anak yang gelisah atau menampakkan perilaku berlebihan yan justru dapat membahayakan dirinya. Bermain dapat menjadi cara penyaluran tenaga yang berlebihan ini agar ia lebih teratur dan tenang.
Bagian dari rangsangan komunikasi
Saat bermain, anak-anak berbicara dan mengirimkan isyarat, berteriak, serta menampakkan ekspresi kepada teman mainnya. Ini adalah latihan komunikasi yang nyata, mengungkapkan perasaan dan pikiran. Ia berdebat, marah, bahagia, berbangga, kecewa, dan semua yang ia rasakan.
Rangsangan kreativitas
Dengan bermain, anak-anak mengembangkan kemampuannya berkreasi. Ia mengamati cara temannya bermain dan berpikir menciptakan sesuatu yang berbeda, memperlakukan mainannya kemudian mencoba susunan atau bentuk yang berbeda.
Mengukur kemampuan
Selama bermain, anak sebenarnya sedang mengukur kemampuannya dalam mengelola emosi, kecepatan bertindak, kecermatan, dan kegigihan. Ia akan tahu sendiri dan membandingkannya dengan teman-teman yang lebih baik atau lebih buruk darinya.
Belajar bersosialisasi
Hubungan menghasilkan kerjasama, sekaligus konfliknya. Permainan adalah pelajaran tentang cara membentuk hubungan sosial dan memecahkan masalah yang muncul dalam hubungan tersebut. Anak memiliki pengalaman membagi makanan, berdamai dari pertengkaran, atau bersepakat dalam peran tertentu.
Mempelajari moral
Dalam permainan selalu ada aturan tak tertulis, atau nilai yang ia pegang bersama. Dengan bermain, anak membiasakan diri mengenal standar moral. Ia belajar mengalami kekalahan dan kemenangan, merasakan akibat dari kecurangan dan kejujuran, dan terlibat dalam membuat aturan kelompok.
Melihat kepribadian
Dalam permainan terkandung unsur kompetisi, kerjasama, kejelian, kreativitas, ketahanan, dan keberanian. Dengan bermain, anak melihat kepribadian dirinya sebagai seorang yang pemberani, temperamen, penakut, kreatif, atau pengalah. Ia juga belajar mengamati kepribadian teman-temannya yang ternyata berbeda dengan dirinya.
[Yazid Subakti]

