Ada risiko kesehatan yang mengintai di usia ini. Pertumbuhan terjadi sangat cepat, dan risiko serangan penyakit juga mudah.
Daftatr Isi
Anemia
Anemia adalah penyakit yang terjadi karena anak kurang asupan zat besi. Akibat dari anemia, anak dapat mengalami penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi, kebugaran, dan produktivitas.
Anemia yang dialami remaja perempuan berdampak lebih serius dibanding laki-laki, karena mengingat kelak mereka akan menjadi ibu. Risiko kematian ibu melahirkan, bayi lahir prematur, dan berat bayi lahir rendah sangat besar pada anak perempuan yang kekurangan zat besi.
Stunting
Stunting adalah kurang gizi kronis yang karena asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama. Anak menjadi kurang gizi karena mendapat makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizinya di masa awal pertumbuhan. Stunting yang tak teratasi dapat menjalar pada gangguan penyakit lain, yaitu diabetes melitus, jantung koroner, hipertensi, dan masalah berat badan
Kurang Energi Kronis (KEK)
Masalah ini bisa terjadi karena pola asupan yang salah. Anak takut gemuk kemudian melakukan diet tidak sehat dengan mengurangi makanan tanpa perhitungan yang benar. Lama-lama, ia bisa terjerumus pada penghindaran terhadap makanan tertentu dan benar-benar tidak mau memakannya.
KEK dapat mengundang datangnya berbagai penyakit infeksi karena tubuhnya kurang energy untuk melawan serangan penyakit.
Obesitas
Penyebab obesitas paling banyak banyak adalah karena pola makan yang buruk. Beberapa contoh nyata penyebabnya adalah jarang sarapan sehingga suka jajan atau ngemil, kurang mengkonsumsi makanan berserat (sayur dan buah), gemar mengkonsumsi makanan yang mengandung penyedap rasa, serta kurang beraktivitas fisik yang membakar kalori. Berat badan anak menjadi terus bertambah lebih cepat dari usianya, menjadi kegemukan, dan berlanjut obesitas.
Selain mengganggu kelincahan dan gerak tubuh, obesitas yang tidak teratasi memicu gangguan kesehatan lain seperti penyakit jantung.
Penyakit lambung
Penyakit lambung (maag dan asam lambung) sering dipicu oleh stress atau tekanan batin yang mengakibatkan dinding lambung memproduksi asam secara berlebihan. Lambung menjadi sangat asam, hingga dindingnya mengalami iritasi yang terasa perih.
Pikiran anak di masa menjelang puber memang bergejolak. Ketidakpuasan, kecemasan, ketegangan, dan keingintahuan yang tak terpenuhi menjadikannya tertekan dan lambung terpicu memproduksi cairan asam yang berlebih.
[Yazid Subakti]

