Menjaga Kebugaran Selama Kehamilan

Menjaga Kebugaran Selama Kehamilan

Parenting Alkautsar – Menjaga kebugaran adalah bagian dari komitmen hidup sehat ibu hamil, sekaligus pembiasaan sehat bagi bayinya dalam kandungan. Dengan kondisi bugar, ibu hamil memiliki lebih banyak tenaga dan kesempatan merawat diri dan bayinya.

  1. Pertambahan Berat Badan

Selama masa kehamilan ini, berat badan harus terus bertambah. Kenaikan berat badan dapat dilihat seperti ini,

Menjaga Kebugaran

Sedangkan distribusi rata0rata pertambahan berat badan 13 Kg berdasarkan minggu usia kehamilan kira-kira mengikuti pola berikut ini, Menjaga Kebugaran

Pertambahan berat badan selama kehamilan tidak hanya pada tubuh anda, melainkan terbagi pada bagian berikut ini, Menjaga Kebugaran

  1. Olah raga bagi ibu hamil

Wanita hamil membutuhkan kesehatan kardio vaskuler (kesehatan yang berkenaan dengan sirkulasi darah, termasuk jantung). Anda harus memiliki fisik yang selalu bugar karena selama kehamilan nanti akan banyak tantangan yang akan Anda hadapi. Kebugaran juga penting agar Anda merasa lebih baik saat melaksanakan persalinan nanti.

Beberapa ibu hamil mengkhawatirkan risiko dan mengalami hambatan ketika hendak berolahraga. Dalam hal ini, biasanya yang dikhawatirkan adalah,

  • Terganggunya aliran darah ke rahim
  • Suhu tubuh meningkat drastis dan detak jantung semakin kencang
  • Kelelahan atau kehabisan energi
  • Dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh terlalu banyak
  • kemungkinan terluka pada bagian perut ibu.
  • Bayi shock karena guncangan yang keras
  • Sulit memulainya karena morning sickness
  1. Agar tetap bisa berolahraga

Bila Anda dapat berolahraga dengan bijaksana, maka resiko tidak akan terjadi. Anda dapat menjaga tubuh tetap di bawah angka 38,9 C, sebab dalam rentang suhu ini bayi tetap nyaman dalam kandungan.

  • Konsultasikan dengan dokter Jenis olahraga apa yang boleh Anda lakukan selama hamil.
  • Mulai berolahraga secara perlahan. Setiap sesi dilakukan sekitar 15 menit, kemudian istirahat. Demikian seterusnya sampai sebelum Anda kelelahan.
  • Periksa denyut nadi Anda setiap 15 menit. Jangan sampai melebihi 140 denyut permenit.

Cara mudah untuk menghitung jumlah denyut adalah dengan merasakan denyut di leher atau atau pergelangan tangan Anda selama 15 detik. Kalikan 4. jika denyut Anda melebihi 140 denyut per menit, istirahat sampai denyut nadi Anda turun sampai di bawah 90.

  • Kenakan pakaian yang nyaman selama berolahraga, yaitu pakaian yang lentur dan sepatu yang nyaman.
  • Jangan sampai kepanasan
  • Konsumsi lebih banyak kalori karena sebagian kalori Anda terpakai untuk aktivitas ini.
  • Pilih olahraga yang tidak memerlukan gerakan membaringkan punggung. Sebab setelah 16 minggu kehamilan, sikap ini dapat mengurangi aliran darah ke dalam rahim dan plasenta.
  1. Jenis olahraga untuk ibu hamil

Tidak semua jenis olahraga cocok bagi ibu hamil. Ada gerakan atau pose tubuh yang harus dihindari agar perkembangan janin tidak terganggu dan ibu tidak mengalami kelelahan karena kehabisan energi.

Beberapa pilihan olahraga untuk Ibu hamil adalah :

  • Renang (setelah bulan kelima)
  • Jalan sehat.
  • Bersepeda tetap.
  • Senam (khusus senam kehamilan)
  1. Mewaspadai tanda bahaya saat berolahraga

Anda harus menghentikan olahraga jika tanda-tanda berikut ini muncul :

  • Jantung berdebar-debar
  • Nyeri di perut, terutama bagian bawah (daerah rahim)
  • Perdarahan atau hilangnya cairan dari vagina saat berolahraga.
  • Sesak napas
  • Pusing seolah akan hilang kesadaran
  • Rasa sakit atau ketidaknyamanan lainnya yang hebat

Anda dapat melakukan olahraga dibawah pengawasan dokter jika pernah atau sedang mengalami hal berikut ini:

  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes Mellitus
  • Penyakit tiroid
  • Anemia
  • Masalah otak
  • Masalah jantung
  • Pernah patah tulang atau retak/fraktura
  1. Larangan olahraga

Dokter mungkin melarang atau memberi aturan ketat olahraga Anda bila Anda memiliki riwayat ini :

  • Pernah tiga atau lebih keguguran
  • Pernah Operasi Cesar
  • Penyakit inkompeten serviks
  • Pertumbuhan dalam rahim
  • Pernah mengalami persalinan prematur
  • Pernah atau sedang menderita perdarahan abnormal selama kehamilan
  • Terdapat kista, tumor, atau myoma dalam rahim Anda dengan ukuran besar.

[Yazid Subakti]

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *