Memahami Masa Prenatal dan Tahap Perkembangannya

Memahami Masa Prenatal dan Tahap Perkembangannya

Masa Prenatal – Kehidupan manusia mulai dari bertemunya sel sperma laki-laki dan sel telur wanita. Sel sperma yang bergabung dengan sel telur (ovum) menghasilkan satu bentuk satu sel yang terbuahi, zygot. Dalam pembuahan yang normal, sel telur berada dalam salah satu tabung falopi yang bergerak dari satu indung telur menuju rahim. Ketika satu sperma datang dan menembus dinding ovum, maka inti sel saling mendekat. Membran yang mengelilingi masing-masing pecah, dan kedua inti bersatu.

Kehidupan mansia baru sudah dimulai. Perkembangan dan pertumbuhan sudah berlangsung sebagai kehidupan manusia di masa prenatal, yang akan berangsung terus menerus sampai bayi keluar dari rahim.

Jadi, kehidupan prenatal berawal sejak mula pertama penyatuan sel ayah dan sel ibu dalam rahim untuk mengalami tahapan-tahapan perkembangan menjadi bayi, sampai tepat bayi itu keluar dari rahim atau terlahir.

Sejak menit-menit pertama terjadnya kehamilan, makhluk amat kecil berupa sekumpulan sel dalam rahim yang baru di awal-awal penciptaan sudah kita perhitungkan sebagai kehidupan. Sekecil apapun, sesamar apapun, ia adalah manusia hidup yang harus sebagai entitas kehidupan. Dengan pengertian ini, kita menaruh perhatian yang sangat besar pada kehamilan sejak awal sampai akhirnya. Kita menganggap penting dan memberi perlakuan istimewa sebagai ungkapan cinta dan syukur atas hadirnya manusia baru dengan tetap meyakini bahwa keberlangsungan takdirnya ada di tangan Allah semata.

Iniah masa prenatal, yang dalam rentang waktu kurang lebih 9 bulan seharusnya tidak berjalan begitu saja, tetapi dengan perlakuan yang memuliakanya.

  • Tahap Perkembangan Prenatal

Ada tiga fase di masa prenatal, yaiu fase Germinal, fase Embrio, dan fase Janin.

  1. Fase Germinal,

Ini adalah fase perkembangan prenatal yang terjadi dua pekan pertama setelah proses pembuahan dalam rahim. Masa ini dihitung mulai saat pembentukan zigot, pembelahan sel, dan peristiwa melekatnya zigot pada dinding rahim. Zigot melakuan pembelahan sel yang cepat, kemudian sekelompok sel membenuk gumpalan kecil yang disebut blasitosis. Dari sini, inti sel kemudian berkembang menjadi embrio yang selanjutnya akan menempel di dinding rahim.

  1. Fase embrio

Fase ini berlangsung antara pekan kedua sampai delapan sejak masa pembuahan. Embrio ini dengan cepat melakukan pengandaan sel hingga sistem pendukung mulai terbentuk dan bakal organ tubuh mulai terlihat. Terbentuk lapisan Endoderm calon sistem pencernaan dan calon saluran pernapasan, lapisan Mesoderm berada di bagian tengah yang akan membentuk jaringan sirkulasi, tulang, otot, dan system reproduksi, serta lapisan Ektoderm yang (lapisan terluar) yang menjadi otak dan saraf serta organ bagian luar tubuh dan kulit.

Sistem pendukung kehidupan pada embrio berkembang pesat. Amnion (kantong ketuban), tali pusar dan plasenta terbentuk untuk melajutkan kehidupan yang lebih rumit nanti.

Pada minggu ketiga setelah pembuahan, saluran saluran saraf berubah bentuk menjadi saraf tulang belakang. Saat memasuki 21 hari, mata mulai terbentuk, dan pada 24 hari, sel yang membentuk jantung mulai dapat dibedakan.

Kira-kira pada pekan keempat, lengan dan kaki mulai muncul. Empat ruang jantung mulai terbentuk dan mulai muncul pembuluh darah. Pada pekan kelima sampai kedelapan, wajah mulai terbentuk meskipun belum terlalu dapat mengenalinya. Saluran usus mulai terbentuk dan juga struktur wajah. Saat ini ukuranya masih sangat kecil, panjangnya baru sekitar 2,5 cm.

  1. Fase Janin.

Fase ini adalah masa perkembangan setelah embrio sampai sebelum kelahiran. Pertumbuhan dan perkembangan berlangsung sangat cepat. Perkembangan otak dan system saraf, penyempurnaan organ dan fungsinya, pembentukan indera dan kemampuannya, serta ketrampilan bayi sampai menjelang lahirnya.

  • Fase Prenatal Menurut Al-Quran

masa prenatal

Dalam AL-Qur’an, ternyata masa prenatal ini juga disebutkan tahapan-tahapannya.

  1. Fase Sulalatin min Thin (saripati tanah)

Awal kehidupan berawal dari saripati tanah, yaitu makanan yang memang berasal dari tetumbuhan yang asalnya menyerap zat hara tanah, atau hewan yang memakan tumbuhan. Dari saripati ini, perbentukan nuthfah kemudian terjadi. Karena saripati tanah adalah awal dari kehidupan, maka ajaran islam melarang umatnya mubazir dengan membuang-buang makanan atau boros.

  1. Fase Nuthfah

Nuthfah adalah sperma yang sel hidupnya bersatu dengan sel telur menghasilkan manusia. Saat awal bertemu, ada ribuan sel sperma menuju sel telur tetapi hanya satu yang berhasil menyusup dan menyatu dengannya. Karena sperma adalah awal bagian dari fase kehdidupan, maka islam mencela seorang laki-laki yang menyia-nyiakan sperma dalam perbuatan seksual yang tidak tersalurkan secara halal.

  1. Fase ‘Alaqah

Tahap ini kira-kira sama dengan berlangsungnya Zigot, yaitu penyatuan sel sperma dan sel telur membentuk kehidupan baru. Perjalanan zigot hingga menempelnya pada Rahim memerlukan waktu selama enam hari. Zigot yang menempel ini membentuk ‘alaqah sampai hari ke 15.

  1. Fase Mudghah

Embrio berubah mejadi permulaan tahap mudghoh pada hari ke 24 ampai 26. Pada tahap ini calon janin berbentuk serupa gumpalan daging. Pada pecan ke 5, jantung mulai berdetak meskipun masih sangat lemah. Tahapan ini akan berakhir sekitar hari ke-40 untuk menuju tahap berikutnya.

  1. Fase idzaman

Setelah berupa gumpalan menyerupai daging, pada masa ini calon janin mulai membentuk tulang meskipun belum begitu jelas. Pada akhir pekan ke 6 perubahan berlangsung sangat cepat dan semakin membentuk wujud manusia. Pada minggu ke-7 tulang kerangka terbentuk sehingga embrio sudah berwujud janin manusia.

  1. Fase Lahman

Setelah pembentukan tulang dan rangka, tulang-tulang ini terselimuti oleh lapisan otot-otot. Dengan munculnya lapisan otot, maka embrio yang sudah menyerupai wujud manusia itu mampu bergerak. Kejadian ini berlangsung mulai pecan ke-7.

  1. Fase Takhalluq (perkembangan) atau khalqan akhar

Pada tahap ini, embrio berubah menjadi janin yang berwujud manusia secara lengkap. Alat kelamin mulai terlihat jelas, otot dan daging bertambah dan terus berkembang, dan semua organ mulai siap berfungsi. Kejadian ini berlangsung pada bulan ke-6 atau 7 dan janin sudah mampu untuk hidup di luar rahim jika harus lahir prematur meskipun sangat berisiko.

  • Kemampuan Otak Janin

Di dalam rahim, janin memiliki kemampuan menggunakan otaknya meski dalam keadaan terbatas. Beberapa penelitian yang telah dilakukan para ilmuan bidang perkembangan pralahir menunjukkan bahwa selama berada dalam rahim, janin dapat belajar, merasa, dan mengetahui perbedaan gelap dan terang (Islam, 2004). Otak janin telah mampu menangkap, merespon, dan akhirnya menyimpannya dan memunculkannya kembali sebagai kebiasaan baik kelak ketika ia telah lahir. Penelitian Dr. Rene dan Lehrer (dalam Kambali, 2015) terhadap bayi-bayi yang mendapat stimulasi prenatal mengungkapakan bahwa,

  • Ada suatu masa krisis dalam perkembangan bayi usia sekitar lima bulan sebelum lahir dan berlanjut hingga usia dua tahun, ketika stimulasi otak dan latihan-latihan intelektual dapat meningkatkan kemampuan bayi
  • Stimulasi pra lahir dapat membantu mengembangkan orientasi dan kefektifan bayi dalam mengatasi dunia luar Setelah dilahirkan.
  • Bayi-bayi yang mendapat stimulasi pra lahir lebih dapat mampu mengontrol gerakan-gerakan dan lebih siap untuk menjelajahi dan mempelajari lingkungan setelah ia dilahirkan
  • Para orang tua yang telah berpartisipasi dalam program pendidikan pra lahir menggambarkan anak mereka lebih tenang waspada dan bahagia.

Anak-anak yang mendapat stimulasi di masa prenatalnya itu tumbuh dan berkembang lebih baik daripada anak-anak lainnya. Makin bervariasi stimulus yang diberikan, makin baik anak dapat mengolah informasi yang ia terima dari luar.

Ibu hamil sering mendapat nasehat atau tuntutan untuk lebih berhati-hati dalam melakukan gerakan tertentu atau ucapan, sebab nasib janin yang ada dalam kandungan akan sangat dipengaruhi oleh apa yang dilakukan oleh sang ibu. Jadi, apa yang dilakukan dan diucapkan oleh ibu ditangkap oleh janin, direspon dan dapat membekas dalam sifatnya kelak ketika bayi terlahir.

Di Masa Penantian Hadirnya si Buah Hati

Di Masa Penantian Hadirnya si Buah Hati

Parenting AlKautsar – Kehamilan belum cukup membahagiakan tanpa melibatkan keyakinan yang mantap akan pertolongan Allah. Keyakinan benar-benar menjadi kekuatan besar manusia untuk menghadapi sesuatu yang dicemaskannya. Memang tidak ada amalan khusus yang dianjurkan oleh Rasulullah bagi wanita menjelang kehamilannya. Tetapi banyak cara dan momentum bagi anda untuk menguatkan keyakinan di masa penantian.

  1. Istikharah

Inti dari istikharah adalah memint   a petunjuk kepada Allah SWT, Dzat yang Maha mengetahui yang baik dan yang buruk. Dalam sakat ini anda seperti berada di ruang pengaduan, mengadukan pilihan sulit yang anda tak mampu menilainya.

Kehamilan memang bukan pilihan antara baik dan buruk, juga bukan pilihan sulit. Tetapi anda perlu memantapkan hati dan melibatkan Allah dalam mengambil keputusan. Anda akan yakin melangkah manakala kehamilan yang terjadi nanti adalah atas keputusan anda bersama-Nya. Anda merasa bertanggungjawab karena keputusan ini anda ambil bersama-Nya pula.

  1. Tahajjud

Tahajjud mengantarkan anda pada maqaman mahmuda (derajat terpuji). Meskipun tidak berhubungan langsung dengan kehamilan, derajat spiritual ini penting. Anda akan menjadi ibu, orang tua yang membimbing anak-anak dan menjadi teladan baginya. Setidaknya derajat terpuji inilah yang anda miliki untuk menjadi teladan.

Tahajjud akan membuat anda merasa dekat dengan Allah, merasa segala permintaan didengar. Ibadah ini mendatangkan pahala dan kasih sayang Allah.

  1. Shalat Hajat

Kehamilan bukan kehendak anda, sebab penciptaan tidak dapat dilakukan oleh manusia sebagai makhluk. Anda meminta, atau berharap Allah mengaruniakan kehamilan dengan ikhtiar yang anda lakukan. Oleh sebab itu kehamilan adalah hajat yang sebaiknya anda mintakan kepada-Nya.

Shalat hajat ini adalah sarana memohon kehamilan setelah dalam istikharah anda mendapat jawaban dan kemantapan bahwa kehamilan memang benar-benar baik bagi anda.

  1. Shalat Duha

di masa penantianRejeki itu penting, terutama pada saat kehamilan nanti. Shalat duha merupakan saat tepat untuk memohon limpahan rezeki dan keberkahan hidup.

Dalam menghadapi kehamilan, rejeki dapat berupa kehamilan itu sendiri, rezeki berupa kesehatan, dan rejeki lain yang akan mendukung kehamilan anda. Bukankah kehamilan itu butuh biaya perawatan?

Jika anda merawatnya secara optimal, boleh jadi biaya anda akan dua kali lipat dibanding sebelum hamil. Sebab selama hamil nanti anda harus membayar dokter atau bidan, membeli suplemen atau obat, dan meningkatkan kualitas makanan. Di akhir kehamilan anda butuh lebih banyak lagi biaya persalinan dan perawatan bayi.

Anda memohon agar rejeki tetap melimpah dan berkah sementara anda harus mengurangi aktivitas kerja selama kehamilan nanti.

  1. Puasa Sunnah

Puasa dapat menahan gejolak nafsu. Membiasakan puasa berarti membiasakan latihan untuk mengendalikan diri dari berbagai gejolak.

Saat hamil nanti, keadaan psikologis yang sedikit berubah membuat anda akan mengambil keputusan yang berbeda dari biasanya. Puasa ini membuat Anda terlatih mengambil keputusan dengan hati yang tenang dan jernih. Anda akan memandang dengan pikiran positif tentang apa yang dilakukan oleh suami. Dan percaya ia akan tetap setia mendampingi anda selama kehamilan nanti.

  1. Tilawatil qur’an

Membaca AL-Qur’an sambil menyelami maknanya membuat anda dekat dengan Allah, seperti berkomunikasi langsung dengan-Nya. Ayat-ayat Al-Qur’an mengandung banyak petunjuk dan hikmah bagi kehidupan.

Anda akan menemukan banyak penjelasan yang menjauhkan anda dari perbuatan sia-sia dan kebodohan. Ayat-ayat AL-Qur’an dapat menjadi penghibur dan obat hati pada saat anda berusaha menghalau kecemasan menunggu datangnya kehamilan.

  1. Sadaqah dan Silaturahim

Sadaqah membersihkan harta anda dari hak orang lain yang seharusnya anda berikan kepadanya. Anda akan membentuk membangun jasad janin dari makanan yang anda makan. Makanan ini harus halal karena dibeli dari harta yang telah disucikan dengan sadaqah.

Silaturahmi membawa banyak manfaat sosial dan psikologis. Anda akan semakin yakin untuk memutuskan hamil karena merasa semakin banyak yang menaruh perhatian. Anda bersahabat baik dengan banyak teman, dokter, bidan, ulama, sesepuh, dan banyak tipe orang.

  1. Dzikir dan doa-doa

Dzikir menenangkan hati, dan doa adalah senjata orang beriman. Kedua amalan ini adalah perintah Allah yang akan mendapat imbalan dari-Nya. Anda butuh ketenangan untuk mengatasi banyak gejolak saat hamil. Dzikir akan menentramkan hati dan mengiringi setiap keputusan bijak anda. Doa membuat anda merasa kuat dan aman Allah terlibat dalam keputusan anda untuk hamil. Anda juga perlu jaminan, bahwa Allah akan menolong kesulitan yang akan anda hadapi nanti.

 

[Yazid Subakti]

Memilih Makanan yang Dapat Menjaga Kesuburan

Memilih Makanan yang Dapat Menjaga Kesuburan

Parenting – Untuk mendapat keturunan yang sehat, anda harus dalam keadaan sehat pula. Banyak orang yang mengaku atau merasa sehat, tetapi kemampuannya melahirkan keturunan mendapatkan masalah. Salah satunya adalah masalah ketidaksuburan.

Penyebab paling banyak ketidaksuburan adalah genetika dan gaya hidup, termasuk pola makan yang kurang mendapat perhatian. Menurut Standar American Diet (SAD), sebanyak 30% ketidaksuburan terjadi akibat pola makan yang tidak sehat, pola makan tinggi lemak, atau tinggi gula namun rendah kandungan gizi lain penyeimbangnya.

Kita akan membicarakan konsumsi makanan yang dapat membantu untuk memperbaiki kesuburan.

  • Kacang Hijau dan kecambah

Kandungan vitamin E pada kacang hijau membantu Anda meningkatkan peluang terjadinya kehamilan. Vitamin E merupakan antioksida yang dapat melindungi sel dari serangan radikal bebas, termasuk melindungi sel-sel telur Anda dari kerusakan akibat serangan radikal bebas tersebut. Kecambah juga mengandung vitamin B6 yang merupakan salah satu nutrisi untuk mengatur hormon reproduksi.

  • Buah Alpukat

Kandungan penting alpukat adalah vitamin B6 yang berfungsi meningkatkan produksi hormon pria dan mengandung potasium yang berfungsi mengatur tiroid wanita. Selain itu alpukat mengandung betakaroten, klorofil dan vitamin E, B kompleks dan asam folat yang membantu kelancaran metabolisme protein sehingga dapat menaikan energi di dalam tubuh.

  • Buah Kurma

Kurma menghasilkan banyak energi, membanu gairah pasangan suami isteri. Kurma dipercaya banyak kalangan memiliki manfaat yang sangat besar untuk mengatasi tingkat kemandulan baik pada laki-laki maupun perempuan.

  • Ginseng

Ginseng dapat memperbaiki fungsi hormon metabolisme tubuh. Hormon testosteron juga dapat dibentuk oleh ginseng yang diminum, sehingga dapat digunakan sebagai afrodisiak.

  • Susu dan olahan susu

Konsumsi susu dan produk susu (yogurt, kefir, atau keju) merupakan sumber protein dan kalsium yang bisa meningkatkan kesuburan. Jika anda alergi terhadap susu sapi, bisa digantikan dengan susu kedelai yang sama mengandung protein tinggi.

  • Madu

Madu merupakan obat yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Zat yang terkandung di dalamnya sangat mudah untuk dicerna dalam darah sehat. Vitalitas tubuh kita menjadi kuat bila sel-sel darah yang ada dalam tubuh kita sehat.

  • Asparagus

Kandungan pentng Asparagus adalah asam amino asparagines. Zat ini berfungsi untuk merangsang ginjal dan membuang sisa metabolisme dalam tubuh. Asparagus juga mempunyai zat lain yang berfungsi untuk meningkatkan sirkulasi dalam darah dan dapat membantu untuk melepaskan lemak yang berada di dinding pembuluh darah, oleh karena itu dapat meningkatkan kesuburan pria.

  • Tiram Laut

Kandungan Zinc dan juga dengan L-carnitine dan L-arginine pada tiram sangat berguna bagi kualitas dan produksi sperma, sehingga volume ejakulasi menjadi meningkat.

  • Minuman Jahe dan Lengkuas

Bag kaum lakilaki, senyawa Sineol yang terkandung di dalam jahe berguna sebagai pencegah ejakulasi dini, merangsang ereksi dan melancarkan peredaran darah. Demikian juga dengan lengkuas yang memiliki fungsi sama dengan jahe.

  • Makanan yang mengandung Vitamin D

Kekurangan vitamin D dapat menurunkan tingkat kesuburan. Vitamin D berperan dalam metabolisme kalsium di jaringan reproduksi. Sebaiknya konsumsi vitamin D sebanyak 4000 iu perhari dari telur, minyak ikan, ikan tuna atau salmon dan susu.

 

[Yazid Subakti]

Mengawali Perjalanan, Sehatkan Diri Anda

Mengawali Perjalanan, Sehatkan Diri Anda

Parenting Al-Kautsar – Sambil menanti saat-saat kehamilan datang, sehatkan diri anda dengan rencana dan persiapan-persiapan. Apapun takdirnya nanti, tekadkan dalam hati menyongsong kehamilan yang berkualitas.

  1. Persiapan awal

Penting bagi Anda dan suami untuk memastikan bahwa Anda benar-benar sehat sebelum hamil. Ini merupakan bentuk kesungguhan Anda menyiapkan diri ketika memasuki masa-masa yang tidak seperti biasa dalam kehamilan nanti. Kesehatan pra-kehamilan akan membantu Anda dalam menghadapi tekanan baik emosi maupun fisik pada saat hamil dan melahirkan, hingga saat-saat awal mengasuh bayi.

Persiapan awal untuk menyongsong kehamilan ini adalah :

  • Mengusahakan berat badan ideal. Berat badan ideal artinya tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus, karena kegemukan maupun terlalu kurus (kurang gizi) sangat berpengaruh terhadap kesuburan.
  • Melakukan perbaikan asupan makan dengan membiasakan makan sehat, yaitu makan dengan menu seimbang.
  • Mengurangi aktivitas yang ekstrim dan menyita waktu (bila jam karir Anda 12 jam, cobalah mengurangi sebisa mungkin hingga setengahnya).
  • Berkonsultasi dengan dokter kehamilan mengenai kondisi saat ini. Ia akan membantu memberikan rekomendasi-rekomendasi yang perlu.
  • Menghentikan kontrasepsi. Bila Anda menggunakan pil KB, Anda dapat menghentikan dengan cara tidak meminumnya lagi. Tetapi bila Anda menggunakan susuk atau suntik, maka anda harus melihat jadwal apakah masa aktif alat tersebut sudah habis dan Anda telah kembali subur. IUD dapat Anda lepas dengan bantuan tenaga medis.
  • Mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang klinik kehamilan, rumah sakit atau tempat bersalin di sekitar tempat tinggal. Pilihlah yang paling sesuai dengan kebutuhan.
  1. Berat Badan Ideal

Berat badan ideal atau normal adalah berat badan yang tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus. Kegemukan akan menurunkan kesuburan Anda, demikian pula jika Anda terlalu kurus (Kurang Gizi). Selain itu, kegemukan dan gizi kurang berisiko menimbulkan masalah saat anda hamil dan melahirkan.

Berat badan erat kaintannya dengan status gizi, yaitu gambaran kesehatan tubuh Anda secara umum.  

  1. Tes sebelum kehamilan

Kadang Anda perlu melakukan tes khusus untuk mengetahui secara akurat kondisi kesehatan Anda. Tes ini hanya oleh tenaga ahli di laboratorium untuk memastikan bahwa Anda sehat dan tidak bermasalah. Anda dapat mendatangi rumah sakit atau laboratorium dan mempertimbangkan tes ini :

  •     Pap smear, untuk mendeteksi adanya kanker rahim
  •     Mammografi, untuk mendeteksi adanya kanker payudara (bila usia anda lebih dari 34 tahun)
  •     Tes Rubella, agar anda dapat mengantisipasi gangguan virus ini ketika hamil.
  •     Rhesus (Rh) darah dan golongan darah.
  •     Hepatitis, sebab penyakit ini akan menular baya janin.
  •     Bila anda berdekatan dengan penderita AIDS, anda perlu melakukan tes ini.
  1. Mengantisipasi gangguan

diet sehatBerikutnya, Anda dapat melihat riwayat penyakit yang pernah menjangkiti dan hubungannya dengan kesehatan sekarang. Selidikilah apakah Anda sedang atau beresiko tinggi terhadap penyakit ini :

  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi. Gejala penyakit ini adalah sakit kepala dan gelisah. Pada pengukuran dengan tensi meter tekanan darah Anda di atas normal. Anda harus melakukan terapi agar gangguan ini benar-benar hilang atau tidak muncul pada saat hamil nanti.
  • Anemia. Ada beberapa jenis anemia yang dapat menyerang tubuh Anda. Tetapi pada intinya adalah kekurangan hemoglobin darah untuk mengalirkan Oksigen ke seluruh tubuh. Gejala anemia akan terlihat jika Anda merasakan lemah,lelah, nafas pendek, dan pucat.
  • Asma. Gangguan ini mempengaruhi pernapasan sehingga dapat mempengaruhi janin ketika seorang ibu hamil terjangkit asma.
  • Gangguan ginjal dan kandung kemih. Infeksi kandung kemih sering terjadi saat ibu hamil. Infeksi ini dapat berlanjut pada radang ginjal (pyelonephritis) bila tidak segera ditangani. Masalah ginjal juga akan memperburuk kehamilan, baik bagi ibu maupun janin. Bila Anda pernah mengalaminya, Anda harus memberi tahu dokter tentang riwayat penyakit ini.
  • Kanker. Jenis kanker apapun yang pernah terjadi adalah penting sebagai pertimbangan bagi kehamilan Anda. Bila Anda hamil, beritahukan kepada dokter mengenai hal ini, termasuk kapan Anda operasi dan bagaimana hasilnya agar dokter memberikan perhatian khusus kepada anda.
  • Diabetes. Penyakit ini sangat mengganggu kehamilan. Sebaiknya wanita tidak hamil sampai dipastikan diabetes sembuh.
  1. Merawat Organ Vital

Agar Anda terhindar dari berbagai resiko penyakit kelamin, berikut ini adalah tips ringan untuk merawat organ reproduksi.

  • Usahakan agar daerah kemaluan dan selangkang selalu kering, terlebih bila Ibu tergolong gemuk. Suasana lembab sangat disukai oleh jamur.
  • Keputihan yang banyak dan berbau atau berwarna biasanya disebabkan oleh kuman, lebih-lebih bila disertai gatal. Ini memerlukan obat khusus. Jadi, segeralah ke dokter.
  • Ibu dapat melakukan pencucian vagina dengan larutan khusus. Namun ini hanya diperlukan bila memang ada infeksi di daerah kemaluan.
  • Melakukan hubungan seksual hanya dengan satu orang, sebab sering berganti pasangan akan menambah peluang terinfeksi.

Usaha pencegahan khusus untuk menemukan atau mendeteksi dini beberapa kelainan dapat dilakukan dengan :

  • Memeriksa sendiri payudara, hendaknya dilakukan setahun sekali.
  • Pemeriksaan mamografi, yaitu foto rontgen payudara yang berguna untuk memastikan ada atau tidaknya tumor payudara.
  • Bila telah aktif secara seksual, ibu sebaiknya melakukan pemeriksaan Pap Smear untuk deteksi dini kanker rahim. Bila setelah tiga kali pemeriksaan hasilnya normal, maka ulang kembali dengan jadwal sesuai dengan usia.
  • Pemeriksaan untuk infeksi toksoplasma, rubela, dan chlamidya (TORSCH) diperlukan untuk memastikan apakah diperlukan penanganan khusus bila ibu menginginkan kehamilan.

Pemeriksaan pertanda tumor dapat dilakukan untuk tumor indung telur. 

Mengawali Perjalanan dengan Ikhtiar Kehamilan di Masa Subur

Mengawali Perjalanan dengan Ikhtiar Kehamilan di Masa Subur

Parenting Al-Kautsar – Ikhtiar kehamilan bisa Anda lakukan pada puncak masa-masa subur. Bagi suami, masa subur adalah setiap hari tanpa mengenal kapanpun waktunya, sedangkan wanita mengalami siklus sehingga hanya hari-hari tertentu saja berada di puncak kesuburan.

  1. Rumus kalender

Cara ini berpedoman pada siklus haid Anda. Untuk menghitungnya Anda harus hapal siklus haidnya berapa hari (masing-masing wanita memiliki siklus dengan jumlah hari yang berbeda).

Anda harus mengingat-ingat sekitar enam bulan yang lalu biasanya kisaran siklus haid berapa hari. Perhitungan siklus harus memulainya dengan hari pertama datangnya haid.

Dari jumlah hari dalam siklus haid itu tersebut, tetapkanlah siklus terpendek dan kurangilah dengan angka 18. Selain itu tetapkan juga siklus terpanjang dan kurangilah dengan angka 11. hasil dari pengurangan angka tersebut menunjukkan hari-hari ovulasi rahim pada Anda (dalam keadaan subur).

Rumus sederhananya adalah :

(siklus terpendek – 18) = tanggal mulai menghindari hubungan badan.

(siklus terlama – 11) = tanggal mulai boleh melakukan senggama.

Contoh :

Bila siklus Anda bervariasi dari 25 hari (siklus terpendek) sampai 34 hari (siklus terlama), maka perhitungannya adalah :

(25 – 18) = 7

Maka tanggal 7 adalah tanggal berpeluang besar meluncurnya sel telur.

(34 – 11) = 23

Maka tanggal 23 inilah tanggal mulai layu sel telur yang telah meluncur bila tidak dibuahi.

Jadi, mulai tanggal 8 sampai tanggal 22 Anda dalam keadaan subur. Bila Anda melakukan hubungan badan dengan pasangan, maka Anda berpeluang besar untuk hamil.

Untuk memudahkan penjadwalan kesuburan ini, Anda dapat menggunakan kalender biasa. Pada kalender tersebut tandai kapan Anda dalam kondisi paling subur.

  1. Pengukuran suhu basal

Cara ini berdasar pada teori bahwa suhu wanita akan mengalami peningkatan pada saat terjadi ovulasi dalam kandungannya. Kisaran kenaikan suhu ini adalah antara 0,2o C sampai 0,5o C sehingga pengukurannya harus teliti. Untuk memulai mengukurnya, Anda dapat melakukan hal-hal berikut :

  • Pastikan telah tersedia thermometer badan (jenis digital, raksa, atau alcohol tidak masalah yang penting akurasinya dapat dipertanggungjawabkan)
  • Sediakan pula catatan, lebih baik lembaran yang memiliki garis-garis dan siap untuk dibuat grafik (misalnya kertas millimeter block).
  • Lakukan pengukuran setiap pagi begitu bangun tidur (sebelum keluar kamar). Untuk mudahnya lakukan pengambilan titik suhu pada mulut (untuk selanjutnya setiap pagi juga pada mulut).
  • Catatlah suhu ibu setiap pagi pada kertas grafik agar ibu punya data suhu dan dapat terbaca kenaikannya.
  • Tandailah terjadinya kenaikan suhu (masa kenaikan suhu biasanya selama 3 hari penuh). Selama 3 hari inilah dalam rahim ibu terjadi ovulasi.
  1. Pengukuran kebasahan lendir

Ibu yang sedang dalam masa subur mengeluarkan eksresi semacam lendir dari vagina. Untuk mengupayakan kehamilan, Anda dapat berhubungan badan selama kebasahan terjadi.

Cara sederhana untuk mengetahui masa subur dengan mengukur kebasahan ini dilakukan dengan :

  • Setiap hari ibu memeriksa dengan tangan apakah terdapat lendir ini. Pada saat lendir ada, ibu merasakan cairan basah agak licin seperti lendir. Tidak hanya terasa di dalam vagina, tetapi kadang dapat diraba dan bahkan meleleh di celana dalam.
  • Biasanya begitu masa haid habis, terdapat beberapa hari tanpa sekresi (kering atau hanya lembab normal)
  • Pada puncak masa subur sekresi akan terasa lebih banyak dan licin seperti lendir. Saat inilah ovulasi terjadi dalam rahim.
  • Anda dapat melakukan hubungan badan pada saat ovulasi ini jika menginginkan kehamilan.
Dari Pertemuan Halal dan Barokah Menjadi Pasangan Pendidik

Dari Pertemuan Halal dan Barokah Menjadi Pasangan Pendidik

menjadi pasangan pendidikParenting AlKautsar – Semua berawal dari pertemuan yang baik hingga akhirnya menjadi pasangan pendidik yang baik untuk buah hati nantinya.

A. Memulai dari Pertemuan yang Halal dan Barakah

Semuanya berawal dari sini: yaitu ketika anda dan suami bertemu dam hubungan yang halal dan diberkahi. Mungkin di malam ertama atau malam-malam berkutnya.

Hubungan intim antara suami dan isteri adalah ikhtiar syar’I untuk mendapat kehamilan. Dalam hubungan ini, Rasulullah mengajarkan adab-adabnya agar apa yang Anda senantiasa dalam keberkahan. Di antara salah satu adab itu adalah membaca doa,

Artinya: Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari syaitan dan jauhkan dari syaitan terhadap apa yang Engkau karuniakan kepada kami

Ada beberapa hal penting dalam doa ini.

Pertama, Anda melakukannya dengan nama Allah.

dengan menyebut nama Allah, artinya apa yang anda lakukan adalah perbuatan bernilai kebaikan, mengharap yang baik-baik dari Allah dan memohon ridha-Nya. Karena dengan nama Allah, maka apapun perintah-Nya sebaiknya ditunaikan dan apapun yang terlarang dalam perbuatan ini harus abaikan. Di antara yang dianjurkan dalam hubungan suami isteri adalah melakukannya dalam keadaan bersuci dari hadats keci (wudlu). Hikmahnya adalah, kelak ketika perbuatan ini menjadi penyebab kehamilan, maka bayi dalam kandungan adalah manusia yang di awal pembentukannya dalam keadaan suci. Inilah pendidikan awal bagi janin yang sangat mulia tentang menghargai kesucian dan menjaganya.

Allah melarang hubungan intim melalui lubang belakang, melarang melakukannya secara terbuka, dan melarang menceritakan peristiwanya kepada orang lain. Menghindarkan perbuatan tercela dalam hubungan intim ini mengandung hikmah bahwa sejak pertama, bayi telah diawali dengan ketaatan orang tuanya kepada Allah. Ketaatan yang harus terjaga selama dalam kandungan, dan seumur hidupnya ketika lahir.

Kedua, memohon dijauhkan dari syaitan saat melakukannya.

Pada saat hubungan intim terjadi, baik suami maupun istri dalam keadaan melampiaskan syahwat. Ketika puncak nafsu syahwat itu terjadi, manusia rawan terlena dan lepas kendali akan dirinya sendiri. Dalam keadaan inilah syetan sangat berpeluang untuk hadir, turut terlibat apa yang anda lakukan. Sungguh sulit terbayang, bagaimana syetan berdatangan untuk terlibat dalam hubungan intim yang Anda lakukan, tanpa sepengetahuan anda tentunya. Maka memohon kepada Allah untuk menjauhkan diri kita dari syetan saat berhubungan intim adalah doa yang sungguh-sungguh, sangat serius. Kita tidak menginginkan anak yang ada dalam rahim menjalani kehidupannya dengan keterlibatan syetan di awal penciptaannya.

Ketiga, memohon anak keturunan dijauhkan dari syaitan selama hidupnya.

Selamanya, syetan akan menjadi musuh yang nyata bagi manusia. Syetan mengajak manusia kepada keburukan dari arah mana saja ia kehendaki, pada waktu kapanpun. Doa yang ANda ucapkan saat hubungan intim bermakna memohon penjagaan dari Allah, agar Allah menjaga keturunan dari pengaruh syetan beserta keburukannya itu. Anak-anak bisa menjadi sulit darahkan, keluar dari fitrah dan cenderung pada keburukannya ketika syetan hadir menyertai dan memengaruhi hati mereka.

Jadi, berdoa sebelum hubungan intim adalah salah satu pendidikan paling awal bagi janin, bahwa ia diawali kehidupannya dengan menyebut nama Allah, dan telah dimohonkan penjagaan kepada Allah dari syetan agar kehidupannya cenderung kepada kebaikan. 

B. Menjadi Pasangan Pendidik

Ada kesalahpahaman mengenai siapa yang paling lazim mendidik anak-anak. Banyak orang masih mengira bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab ibunya, sebab seorang ayah telah terbebani oleh pekerjaan mencari nafkah yang menghabiskan waktu dan tenaga.

Pendidik bagi anak-anak adalah ibu dan juga ayahnya. Ketika kita membicarakan pendidikan dalam rahim, maka yang melakukannya adalah ibu janin dan juga ayah janin.

  1. Memiliki kesepahaman

Ibu dan ayah mestinya telah memiliki kesepahaman dalam program kehamilan. Dua-duanya telah satu hati tentang kehamilan ini: bagaimana merawatnya, apa saja kebutuhannya, dan seperti apa memperlakukan janin di dalamnya.

Ibu dan ayah juga telah satu pemahaman mengenai pendidikan bayi dalam rahim. Sama-sama paham dan mengerti bahwa di dalam rahim bayi telah memiliki kemampuan untuk menerima rangsangan yang berdampak pada kehidupannya kelak yang menjadikan si kecil memerlukan perlakuan terencana sebelum menemui hari kelahirannya.

Kesepahaman ini mengantarkan pada tanggungjawab bersama. Ibu, dan juga ayah, sama-sama memiliki kesadaran bahwa apapun kejadian anaknya dalam rahim adalah tanggung jawabnya. Dalam kesibukan yang menghimpit, ayah mencari celah untuk hadir bagi janinnya. Dalam beban kandungan yang berat, ibu bertahan untuk tetap melakukan apa yang baik bagi bayinya.

  1. Saling bekerjasama

Mendidik janin dalam rahim tidak hanya oleh ibu saja, tetapi juga ayah. Dalam Bab-bab berikutnya nanti, akan Anda temukan bahwa baik ibu maupun ayah sama-sama memberi sentuhan dan pengajaran bagi bayinya.

Kerjasama tersebut adalah pembagian peran yang luwes antara ayah dan ibu. Seorang ayah yang tidak banyak meluangkan waktu dapat memberikan waktunya yang sempit itu sebagai menit-menit berkualitas. Waktu yang sangat terbatas tetapi kata-kata dan sentuhannya bermakna. Sedangkan ibu yang sepanjang waktu bersama bayi dalam rahimnya, maka waktu ketika sang ayah tidak hadir adalah waktu kebersamaan yang optimal dengan bayinya. Ibu memberikan seluruh waktunya, meskipun pada saat tertentu dengan energi yang terbatas.

Inilah perlunya kerjasama. Tidak semua dapat ibu lakukan sendiri, sedangkan ayah tak mungkin memberikan seluruh waktunya.

 

[Yazid Subakti]

Mengawali Perjalanan dengan Mempersiapkan Tekad dan Hati

Mengawali Perjalanan dengan Mempersiapkan Tekad dan Hati

mempersiapkan tekad

Parenting Alkautsar – Sebelum nantinya Ayah dan Bunda mengurus dan mendidik anak, ada baiknya terlebih dahulu ayah dan bunda mempersiapkan tekad dan juga hati. Beberapa persiapan tersebut antara lain:

A. Kesalihan Orang Tua Membekas kepada Anak-Anaknya

Ada kisah, ketika Nabi Musa as. berguru kepada Khidhir, salah satu pemandangan aneh bagi Nabi Musa adalah sewaktu Khidhir tiba-tiba menghampiri sebuah dinding dan merobohkannya. Nabi Musa terkejut dan heran, sampai kemudian Khidhir menjelaskan makna dari apa yang diperbuatnya. Perobohan itu ternyata bermaksud untuk melindungi tumpukan harta yang terpendam di bawahnya. Kelak pemilik harta itu akan datang mengambilnya.

Bagaimana Khidir tahu, dan mengapa ia melindungi?

Harta tersebut adalah harta warisan milik anak-anak yatim. Khidir bermaksud melindungi harta itu agar harta itu terlindung sehingga anak-anak yatim yang berhak atasnya dapat mengambilnya kelak. Anak-anak yatim ini dibela oleh Khidhir sebagai keturunan yang terpelihara berkat ayahnya adalah orang saleh.

Kisah ini terdapat dalam Surat Al Kahfi ayat 82.

“………sedangkan ayahnya adalah seorang yang saleh”. (Al-Kahfi: 82)

Menurut Ibnu Katsir, seorang lelaki yang saleh dapat menyebabkan keturunannya terpelihara, dan berkah ibadah yang ia lakukan menaungi keturunanya di dunia dan akhirat. Anak-anak itu memperoleh syafaat dari ayahnya, dan derajat mereka naik ke tingkat yang tertinggi di dalam surga berkat orang tua mereka, agar orang tua mereka senang dengan kebersamaan mereka di dalam surga.

Sa’id Ibnu Jubair telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa kedua anak itu terpelihara berkat kesalehan kedua orang tuanya, tetapi tidak ada kisah yang menyebutkan bahwa keduanya berlaku saleh. Dalam keterangan terdahulu disebutkan bahwa orang tua tersebut adalah kakek ketujuhnya.

Itulah alasan terpenting, mengapa orang tua harus salih. Orang tua yang mensalihkan dirinya, secara tidak langsung sudah mensalihkan atau menjadikan anak-anaknya terpelihara. 

B. Menyiapkan Hati

Seperti apakah profil hati seorang ayah atau ibu pendidik bagi bayi dalam rahimnya? Hati seorang ayah atau ibu pendidik bayinya dalam rahim adalah penuh yakin dan tawakkal.

  1. Yakin

Jiwa peragu adalah jiwa-jiwa syetan yang dibisikkan ke dalam dada manusia. Bisikan inilah yang menjadikan manusia waswas, pesimis, dan tidak yakin akan setiap langkah ikhtiarnya. Sementara itu, apa yang kita lakukan terhadap bayi dalam kandungan adalah sesuatu yang masih belum memungkinkan terlihat dengan mata.

Terlalu banyak yang belum kita ketahui tentang bayi yang belum terlahir ke dunia. Ia adalah makhluk di awal penciptaan yang belum kita sentuh, kecuali kita bimbing dengan berbekal rasa yakin.

Oleh karenanya, seorang ibu pendidik anak-anaknya adalah sosok yang hati dan pikirannya bersih dari keraguan dan waswas. Jiwanya yakin dan optimis bahwa apa yang diperjuangkan akan berakhir pada keberhasilan yang waktunya entah kapan terserah Allah menghendakinya.

Yakin, berarti dalam hati sangat mempercayai bahwa apa yang kita ikhtiarkan akan menemui keberhasilannya jika memang Allah menghendaki, yang juga dengan rasa percaya bahwa apa yang Allah tetapkan adalah yang terbaik.

  1. Tawakkal

Ada cuplikan kisah di zaman Rasulullah SAW. Seorang sahabat yang menemui beliau tiba-tiba pergi meninggalkan untanya begitu saja tanpa diikatkan pada sesuatu, seperti pohon, tonggak dan lain-lain, lalu ditinggalkan begitu saja.

Beliau SAW. bertanya: “Mengapa tidak kamu ikatkan?” Ia menjawab: “Saya sudah bertawakkal kepada Allah.” Rasulullah SAW tidak setuju, lalu bersabda, “Ikatlah dulu lalu bertawakkallah.

Itu kisah tentang memaknai tawakkal.

Tiadalah sesuatu di dunia ini kecuali dalam penguasaan Allah. Anak-anak yang kita didik adalah milik Allah dalam kekuasaan-Nya. Dia yang berkehendak menjadikan pasangan memiliki anak ataukah tidak. Dia yang berkehendak janin dalam kandungan tetap hidup atau mengalami keguguran dan dia pula yang berkehendak bayi-bayi yang terlahir itu akan terus dihidupkan ataukah menemui ajalnya sejak dini.

Maka, seorang ibu dan ayah perlu memiki sifat tawakkal. Anda menyerahkan diri kepada Allah sesudah melakukan usaha serta semua ikhtiar yang memungkinkan dilakukan. Anda menjaga kesehatan dan mengkonsumsi makanan bergizi adalah ikhtiar agar bayi dalam kandungan tumbuh sehat. Selanjutnya serahkanlah kepada Allah yang menghendaki takdir mengenai keadaan bayi itu.

Tawakkal merawat kehamilan dan mendidiknya dalam rahim artinya menyerahkan kepada Allah apa-apa mengenai hasil dari rawatan dan didikan setelah semua pengetahuan, keterampilan, dan metode mendidik bayi dalam rahim kita lakukan. Tawakkal ini menguatkan batin dan keyakinan bahwa Allah menjadi penjamin dan penentu atas apa yang kita lakukan, sekaligus menangkal rasa kecewa dan kecil hati sekiranya semua ikhtiar itu hasilnya tidak seperti yang kita inginkan.

C. Niat yang mulia

Mari kita belajar dari Keluarga Imran dan Keluarga Ibrahim, tentang niat yang mulia saat mengharap keturunan.

Allah mengabadikan kisah keluarga ini dalam surat Ali Imran (keluarga Imran). Telah lama Imran berkeinginan memiliki anak laki-laki. Mengapa mendambakan anak laki-laki? Karena mereka menginginkan anak ini nanti menjadi pemakmur Baitul Maqdis. Isterinya selalu berdoa dan terus berikhtiar.

Doa dan nazar ibu yang sabar ini diabadikan dalam QS Al-Imran ayat 35 yang artinya,

(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Doa tulus ini terjawab oleh Allah dengan kelahiran seorang bayi perempuan, dan memberinya nama Maryam. Meskipun Maryam perempuan, Imran tetap bersyukur dan memelihara Maryam sebaik mungkin sebagai amanah dari Allah.

Sepeninggal Imran dan isterinya, Maryam dijaga oleh Zakariya, seorang hamba soleh yang sangat terpercaya. Selama dalam penjagaannya, banyak keistimewaan yang berkaitan dengan keberadaan Maryam.

Ketika Maryam telah dewasa, Allah menunjukkan kekuasaannya dengan memberikan kehamilan kepada maryam tanpa suami. Maryam benar-benar hamil dalam keadaan suci dengan penuh syukur dan menjaga kehamilannya. Di akhir kehamilan ini, Maryam semakin mulia dengan kelahiran seorang calon Nabi, yaitu Isa as.

Sungguh Imran dan isterinya mengawali semuanya dengan niat yang mulia. Maka Allah kemudian menjadikan keturunan mereka mulia. 

D. Tekad yang Kuat

Membimbing bayi dalam rahim tidak seperti mengajari bayi yang sudah terlahir. Jika mengajari bayi yang sudah terlahir akan dengan nyata tampak hasil, respon, dan perubahannya, maka bayi dalam kandungan tidaklah demikian. Bayi dalam kandungan merespon, tetapi di luar pengamatan kita. Ia menerima bimbingan kita, tetapi tidak tampak nyata di depan mata kita.

Kenyataan ini membuat sebagian orang ragu, bahwa perlakuan orang tua terhadap janin dalam kandungan benar-benar memiliki dampak kebaikan. Beberapa orang yang sudah mencoba tidak melanjutkannya, karena rasa putus asa karena tidak adanya petunjuk yang dapat terlihat dengan mata bahwa apa yang dilakukannya benar-benar membawa hasil.

Mendidik bayi dalam rahim adalah tugas mulia seorang ayah dan ibu, yang hasilnya nyata dengan izin Allah. Ia tak tampak mata di awalnya tetapi akan terasa dan dapat terbukti secara ilmiah. Untuk itu ia memerlukan niat, yaitu Anda menyengaja melakukannya untuk kebaikan bayi dan masa depannya.

Selama masa kehamilan, ada saat-saat seorang ibu akan mengalami masa-masa ketidakstabilan fisik maupun psikis. Maka, tekad kuatlah yang menjadi bahan bakar bahwa Anda tetap bersemangat mendidik janin dalam keadaan sulit dan terbataspun.

Jadi, Anda perlu memiliki tekad yang kokoh, agar tetap bertahan membimbing bayi dalam rahim seperti yang anda rencanakan. Tetaplah optimis bahwa ikhtiar akan menemui hasil yang gemilang. Insya Allah.

[Yazid Subakti]

Mendidik Diri Sendiri dan Menjadi Guru yang Baik untuk Buah Hati

Mendidik Diri Sendiri dan Menjadi Guru yang Baik untuk Buah Hati

mendidik diri sendiriParenting – Setelah memasuki pintu demi pintu taubat, maka mendidik diri sendiri adalah langkah berikutnya. Anda adalah orang tua yang akan menjadi pelakunya, menjadi guru dan pelatih utama, bukan mewakilkan atau mengandalkan orang lain. Bukan juga menggantungkan pada alat-alat dan peraga.  

Mendidik diri berarti menyiapkan diri sendiri menjadi pendidik bagi anak-anak. Tidak harus sempurna. Tetapi setidaknya, bersedia untuk terus berlajar menjadi pribadi yang layak untuk mendidik. 

  1. Ikhlas Hatinya

Ikhlas bermakna meniatkan amalan semata karena Allah dan tidak mengharap pujian atau imbalan dari makhluk-Nya. Hal tersebut terjadi ketika kita tidak semakin bersemangat saat dipuji, dan tidak semakin berkurang semangat saat orang-orang mencela. Orang yang ikhlas tidak menghitung-hitung dan berbangga atas amalnya. Sebab kepastian diterimanya amal itu lebih penting daripada seberapa banyak amal yang terhitung oleh pikiran kita.

Pendidik anak-anak itu ikhlas hatinya. Apa-apa yang dilakukannya semata mengharap ridha Allah. amal-amalnya jauh dari berharap pujian dan imbalan. Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah berkata,

“Orang yang riya’ itu memiliki empat tanda: malas ketika sendirian, semangat ketika berada ditengah-tengah manusia, bertambah amalnya ketika dipuji, dan berkurang amalnya ketika tidak mendapat pujian.”

Kondisi kehamilan yang Anda hadapi tidak selalu seperti yang Anda bayangkan. Ada kehamilan yang memerlukan perhatian khusus, terasa berat dan sulit. Maka, hanya seorang ibu yang ikhlas yang terus menghadapinya dalam keadaan bahagia maupun sengsara, dalam keadaan kekurangan dan berkelebihan, dalam keadaan tersanjung maupun tercaci, dan dalam keadaan mudah maupun penuh kesulitan.

Terapi keikhlasan harus dengan banyak melakukan muhasabah atas amal-amal dan kebersihan hati. Anda mesti terus menerus berlatih menaklukkan ego dalam tugas mulia ini, memutus rantai amarah, membuang prasangka buruk seputar beban kehamilan dan masalah yang menyertainya.

  1. Amanah, Priadi yang Terpercaya

Anak-anak mendengarkan nasehat orang tuanya dan mematuhinya. Untuk menjadi orang tua yang dapat dipercaya, maka kejujuran adalah syaratnya. Pahitnya kata-kata orang jujur tetap lebih baik daripada manisnya kata-kata seorang pendusta. Orang tua jujur yang yang memiliki keterbatasan lebih dipercaya anak-anaknya daripada orang tua tidak jujur yang berkelebihan. Anda mesti menjadi sosok yang mendapatkan kepercayaan, karena tugas Anda adalah meyakinkan kebenaran dan mengarahkannya kepada kebaikan.

Amanah (terpercaya) dikedepankan sebelum sifat-sifat yang lain. Sifat ini selalu bersamaan dengan ash shidiq (kejujuran) sehingga tidak ada manusia jujur yang tidak terpercaya, dan tidak ada manusia terpercaya yang tidak jujur. Sifat amanah ini melekat pada diri para Rasul, yang dengannya risalah kebenaran tersampaikan kepada ummat manusia.

  1. Benar Perkataannya

Milikilah sifat shidq, yaitu jujur dan benar dalam kata-kata, dengan menjauhkan diri dari kebiasaan berdusta atau menyampaikan kabar bohong. Nabi SAW bersabda,

“Sesungguhnya kejujuran itu mengantarkan kepada kebaikan dan kebaikan itu mengantarkan kepada surge. Seorang bersikap jujur sehingga Allah menetapkannya sebagai orang yang jujur. Sesungguhnya dusta itu mengantarkan kepada perbuatan dosa dan dosa itu mengantarkan menuju neraka. Seseorang bersikap dusta sehingga Allah menetapkannya sebagai pendusta.” (HR Bukhari muslim)

Sifat Shidq mestinya melekat dalam perkataan, perbuatan, niat, dan janji. Shidq dalam perkataan berarti biasa berkata benar dan menolak berkata dusta. Benar dalam perkataan memang tak serta merta membuat perkataan nasehat menjadi dipercaya. Tetapi setidaknya pendengar menjadi tahu bahwa perkataan yang kita ucapkan bukan kata-kata dusta, bukan kata-kata yang tak terbukti, dan bukan ajakan yang menipu.

Shidq dalam perbuatan adalah melakukan tindakan atau pekerjaan dengan kesungguhan. Apa yang anda kerjakan adalah apa yang diyakini dan yang pernah anda katakan. Allah murka pada orang-orang yang mengatakan sesuatu, sedangkan ia sendiri tidak melakukannya.

Shidq dalam niat adalah benar dalam setiap kehendak yang akan diperbuatnya. Ayah dan ibu mandidik anak-anaknya karena niatnya benar-benar untuk mengarahkan kebaikan. Anda mendidik janin dalam rahim dengan niat tulus demi kebaikan jann. Tidak ada motif atau kepentingan lain yang mengotori kehendaknya setiap kali beramal.

Shidq dalam janji adalah benar dalam setiap janji. Yaitu sangat berhati-hati ketika berjanji, merasa takut jika janjinya itu tidak terpenuhi sehingga menyebabkannya menjadi pengingkar janji. Sedangkan ingkar janji adalah sebagian dari sifat orang munafik.

Di hadapan anak-anak dan keluarga, kata-kata yang kita ucapkan akan mereka ingat seumur hidupnya.

  1. Penyayang

Adakah orang tua yang tidak penyayang?

Mungkin ada. Yaitu mereka yang menikah semata karena cinta syahwatnya. Ketika anak-anak terlahir, maka kehadiran buah hatinya itu adalah pengganggu yang baginya hanya menjadi beban hidup. Mereka memberi fasilitas anak-anaknya sangat layak, bahkan mewah, hanya agar anak-anak tidak rewel atau tidak mengganggu orang tuanya. Jika seorang ibu atau ayah masih merasakan tangisan, permintaan, dan semua kerewelan anaknya itu adalah gangguan, maka cukuplah terbukti ia tidak penyayang kepada anaknya.

Kemurnian Islam harus tersampaikan seutuhnya kepada anak-anak. Sebagian dari ajaran ini memang berat, oleh sebab itu harus menyampaikannya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Orang tua harus memanampilkan diri sosok yang penuh kasih sayang, seorang pelindung yang ramah, seorang pengayom yang gemar berbagi, seorang penjaga yang peduli.

Rasulullah SAW bersabda,

“Hendalah kamu bersikap lemah lemut dan janganlah bersikapkasar dan keji.” (HR Bukhari)

“Sesungguhnya, tidaklah sikap lemah lembut itu ada pada sesuatu kecuali akan meghiasinya dan tidak pula ia lepas dari sesuat kecuali mengotorinya.” (HR Muslim)

  1. Tenang dalam Bertindak

Pendidik yang baik adalah seorang alim (berkeilmuan). Tetapi penguasaan ilmu yang menjadikannya tinggi hati, angkuh dan merasa paling tahu bukanlah sifat seorang pendidik.

Dalam banyak situasi, ketenangan menghadapi persoalan bahkan lebih penting daripada tindakannya itu sendiri. Berbagai situasi darurat menghendaki ketenangan terlebih dahulu, sebelum tindakan apapun Anda lakukan. Pada situasi yang memancing amarah, ketenangan menjadikan komunikasi tetap terjadi sehingga peluang pemecahan masalah tetap ada.

Dalam keadaan hamil, wanita yang tenang menghadapi masalah lebih memiliki peluang bagi keselamatan bayinya dan nasib bayi kelak ketika terlahir. Begitu juga di masa-masa menyusui dan mengasuh anak, sikap tenang seorang ibu dalam menghadapi masalah akan menjadikan bayi merasa nyaman.

  1. Sabar dalam Bersikap

Sesungguhnya iman itu separuhnya adalah sabar, dan separuhnya lagi adalah syukur.

Sabar menjadi akar dari ketangguhan dan kuatnya hati, yaitu keadaan ketika seorang ayah atau ibu menampakkan sifat pantang mengeluh, menahan diri dari amarah dan memaksakan kehendak pribadi, serta kemampuan mencegah dari semua perbuatan dzalim. Orang tua penyabar tidak mudah menyerah terhadap apa yang sedang diperjuangkannya meski rintangan semakin berat dan sulit.

Allah telah menjanjikan bahwa kesabaranlah yang akan menjadi sarana apakah petunjuk yang kita sampaikan kepada orang-orang akan mereka terima ataukah mereka tolak.

Dia berfirman,

“Dan kami jadikan di antara mereka itu pemimpinh-pemimpin yang memebri petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami.” (QS As Sajdah : 24)

Lawan dari sifat sabar adalah tergesa-gesa (isti’jal), yaitu sikap terburu-buru, tidak mampu menahan keinginan untuk segera merasakan hasil ikhtiar. Isti’jal juga bermakna kekurangsiapan untuk mentaati tahapan demi tahapan atas rencana mendidik yang telah ditetapkan.

Jika kesabaran dapat menjadi sarana tersampaikannya petunjuk kepada orang yang dibimbing, maka isti’jal akan menjadikan semua rencana berantakan. Bertahun, bahkan puluhan tahun bersusah payah dalam ikhtiar yang berat, ketergesaan menjadikan semua itu terhenti seketika.

  1. Tangguh

Tangguh itu kesiapan lahir batin menghadapi situasi apapun di jalan ikhtiar. Ketangguhan ini peting sebab kita tak selalu tahu tahu perubahan kondisi dari waktu ke waktu. Seorang ibu pendidik anak-anak harus tangguh, siap lahir batin menghadapi segala kemungkinan.

Ada tiga unsur ketangguhan yang harus ada dalam pribadi seorang pendidik.

Pertama ketangguhan fisik (Jasadiyah), yaitu tangguh secara jasmani menyongsong tugas-tugas orang tua pendidik anak-anak dan keluarga. Fisik yang sehat lebih memungkinkan amanat ini berjalan dengan baik dan sempurna.

Kedua, ketangguhan hati (Qalbiyah), yaitu kondisi hati yang bermental baja. Hati yang tidak mudah takut akan tantangan baru dalam mendidik anak-anak dan memperbaiki keluarga.

Ketiga, ketangguhan pikir (Fikriyah), yaitu kemampuan akal pikiran kita untuk beraneka ragam masalah, dan terus mencari solusi atas semua persoalan. Setiap hari, mungkin saja di tengah-tengah keluarga muncul persoalan baru yang harus Anda hadapi dengan solusi baru.

 

[Yazid Subakti]

Kita Perlu Mempersiapkan Diri Sebelum Semuanya Berlangsung

Kita Perlu Mempersiapkan Diri Sebelum Semuanya Berlangsung

mempersiapkan diriParenting – Kita akan mengawali dari jarak yang agak jauh sebelum janin dalam rahim itu bersemayam. Sebelum Anda menyebut diri sebagai seorang isteri atau suami, sebelum Anda ditakdirkan untuk menemukan pasangan. Untuk intu kita perlu mempersiapkan diri sebelum menjalani semua nantinya.

Awalan itu bernama taubat. Yang utama adalah untuk diri sendiri, membersihkan semua pengotor jiwa dan perbuatan, membasuh hati dan jasad dari semua kehinaan dan kealpaan.

  1.   Taubat adalah permulaan semuanya

Taubat (at-Taubah) artinya kembali. Maksudnya, kita kembali kepada Allah dengan melepaskan hati dari belenggu yang membuatnya terus-menerus melakukan dosa, kemudian menuju ketaatan kepada-Nya. Taubat itu kita tinggalkan dosa dan kesalahan, menganggapnya buruk, menyesali, dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Kemudian, memperbaiki apa yang mungkin bisa diperbaiki kembali dari amalnya. Semuanya karena Allah, bukan sebab yang lain.

Taubat mensyaratkan kita melakukan penyerahan diri kepada Allah yang diikuti dengan bertambahnya ketaatan kepada-Nya. Maka, bukanlah bertaubat jika seseorang sekedar meninggalkan perbuatan dosa saja, namun tidak menambah ketaatan kepada-Nya. Bukanlah bertaubat ketika seseorang meninggalkan kebiasaan buruknya, sementara tidak ada pengalihan kepada perbuatan baik.

Taubat ini mengawali semuanya. Menjadi pintu sebelum merencanakan apapun tentang pengasuhan anak-anak dan mendidik mereka. Sebelum ikhtiar menjemput jodoh, taubatlah adalah permulaannya. Sebelum melangkah menuju akad nikah, taubat adalah awalnya. Ketika sudah menikah, taubat adalah awal untuk ikhtiar kehamilan. Ketika bayi telah lahir, taubatlah yang menjadi gerbang pengasuhan dan mendidik anak-anak.

  1. Meninggalkan kebiasaan buruk

Salah satu penyebab gagalnya orang tua mendidik anak-anak adalah karena kebiasaan buruknya masih melekat. Orang tua yang terus menerus mempertahankan kebiasaan buruk mengalami kesulitan menyampaikan nasehat kepada anak-anak, aebab ia sendiri melanggar apa yang ia nasehatkan.

Oleh sebab itu, taubat yang diperintahkan Allah adalah taubat nasuha (tabat yang tulus dan total), dengan pembuktian yang sungguh-sungguh.

Pertama, dilakukan dengan ikhlas. Artinya, yang mendorong untuk bertaubat adalah kecintaan kepada Allah dan pengagungan adanya rasa takut akan adzab-Nya. Bukanlah taubat jika ia hanya karena berhajat pada tujuan keduaniaan tertentu.

Kedua, merasa sedih dan menyesali dosa yang pernah dilakukan, disertai semangat memurkai dan memerangi sendiri hawa nafsunya. Rasa sesal ini harus terbukti dengan kesungguhan mencari sendiri jalan taubatnya, mencari sendiri penutup masa lalunya yang kelam, dan mencari sendiri cara untuk istiqamah dalam kebaikan. Bukan perbaikan diri yang menggantungkan pada bantuan orang lain.

Ketiga, benar-benar berhenti dari kebiasaan buruk. Ada begitu banyak kebiasaan buruk yang dianggap biasa, sebab terlalu lama menjadi bagian dari perilaku. Jika kebiasaan buruk itu berkaitan dengan hak-hak sesama manusia, maka taubatnya adalah membebaskan diri dari hak-hak tersebut. Misalnya, jika keburukan itu berupa pengambilan harta orang lain, maka taubat tidak sah sampai kita kembalikan harta tersebut pada pemiliknya.

Keempat, bersegera mengejar amal salih sebagai bukti penyesalan atas waktu dan umurnya yang selama ini hanya untuk melakukan dosa-dosa, serta mengejar pahala yang masih terlalu sedikit daripada dosa-dosa.

  1. Mengharap kemudahan dan penjagaan dari Allah

Apa yang Anda lakukan terhadap keluarga dan anak-anak adalah atas kekuasaan Allah. Jika kita nmenyampaika kata-kata nasehat, keteladanan, dan kebaikan kepada anak-anak, maka itu semua adalah ikhtiar yang terbatas. Allah yang menentukan dampak dari apa yang kita ikhtiarkan. Kebaikan-kebaikan yang telah kita usahakan, akan menjadi kebiasaan hanya jika Allah memelihara kebaikan itu. Kesulitan-kesulitan menjadi mudah karena Allah memudahkannya.

Orang yang bertaubat dari keburukannya, akan mendapatkan kemudahan dan penjagaan dari Allah. Dia melimpahkan barakah-Nya, melimpahkan rezeki dan kemakmuran, juga pahala yang agung dan nikmat abadi di akhirat kelak. Dia berfirman,

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Rabbmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” [Nuh: 10-12]

Sedangkan Rasulullah SAW. bersabda:

“Barangsiapa senatiasa beristighfar, Allah jadikan untuknya kelonggaran dari segala keresahan; jalan keluar dari segala kesempitan, dan Allâh beri dia rezeki dari arah yang tidak ia sangka-sangka.” [HR Ahmad]

[Yazid Subakti]

Tak Harus Sempurna

Tak Harus Sempurna

Parenting – Tak harus sempurna, jangan menuntut kesempurnaan pada anak untuk mencapai semua yang harus ia raih. Kita harus memahami bahwa setiap orang memiliki kemampuan yang tidak sama. Kita menyampaikan teladan tokoh hebat sebagai penyemangat baginya untuk memperjuangkan diri menjadi yang lebih baik, bukan menuntut untuk seperti mereka, apalagi memaksanya.

Untuk melangkah menjadi ayah, biarkan anak laki-laki mewarnai dirinya sebagaimana bakat dan kemauan kuat yang asli ada pada dirinya. Seorang calon ayah bukanlah sosok persis seperti tokoh-tokoh ayah hebat yang pernah kita kenalkan kepadanya, tetapi seorang laki-laki pembelajar yang tidak harus sempurna pada saat ini. Begitupun menjadi seorang ibu, anak kita tetaplah akan menjadi dirinya tanpa harus meniru persis seperti tokoh ibu yang pernah kita perkenalkan kepadanya. 

Jadi, tak harus sempurna untuk menjadi laki-laki calon ayah atau perempuan calon ibu, sebab ada yang lebih penting dari itu yaitu rencana dan komitmen untuk ke sana. Jika ia memiliki rencana-rencana dan menguatkan komitmennya, itu adalah cukup baginya untuk menyuntikkan tekadnya melangkah menjadi ayah atau ibu.

  • Mari Berpulang Pada Hidayah

Kita tak pernah kuasa menetapkan kesalihan kepada anak setelah bertahun-tahun mendampingi dan mendidiknya. Ikhtiar manusia hanya sampai pada batas menasehati, mengajarkan, melatih, mengarahkan dan membimbing tak kenal henti yang kemudian disandarkan pada tawakkal untuk menerima takdirNya. Setelah semuanya, anak menjadi salih atau tidak tergantung pada turunnya hidayah atau tidak. Sedangkan satu-satunya Dzat yang berkuasa menurunkan hidayah hanyalah Allah SWT. 

Hidayah itu ar-rasyaad yang artinya bimbingan, dan ad-dalaalah yang artinya dalil atau petunjuk. Maksudnya adalah semua bimbingan atau petunjuk dari Allah berupa kesadaran, keyakinan, atau pandangan kebenaran yang diturunkan kepada manusia. 

Hidayah menentukan anak kita menjadi bahagia berupa keberuntungan yang berujung surga, yang tanpanya anak akan menemukan sengsaranya berupa kesesatan yang berakhir di neraka.

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk (dalam semua kebaikan dunia dan akhirat); dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi (dunia dan akhirat)” (QS al-A’raaf: 178).

Namun bagaimanapun, hidayah itu milik Allah. Manusia yang akan mendapat hidayah hanyalah mereka yang Allah kehendaki mendapat hidayah. 

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki”. [Al Qashash: 56].

Beberapa kerabat Rasulullah SAW tak sempat menikmati manisnya hidayah, sekalipun Nabi telah mengupayakan ikhtiar kepadanya. Abu Thalib adalah kerabat Nabi yang banyak berjasa kepadanya, namun Beliau SAW tidak kuasa memberinya hidayah di saat pamannya itu meregang nyawa.

Wahai pamanku! Ucapkanlah La Ilaha Illallah, suatu kalimat yang dapat aku jadikan bukti untuk (membela)-mu di hadapan Allah.” Tetapi disambut oleh Abu Umayyah dan Abu jahal: “Apakah kamu membenci agama Abdul Muthalib?” Lalu Nabi mengulangi sabdanya lagi, akan tetapi mereka berdua pun mengulang kata-katanya itu. Maka akhir kata yang ia ucapkan, bahwa dia masih tetap pada agama Abdul Muthalib dan enggan mengucapkan La ilaha Illallah. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh aku akan memintakan ampunan untukmu selama aku tidak dilarang” 

Di saat peristiwa itulah Allah menurunkan wahyu-Nya, 

“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya).” (QS. At Taubah: 113)

  • Batas kemampuan kita 

Yang dapat menjadi sebab datangnya hidayah Allah adalah kesungguhan untuk bergantung kepada-Nya. Ibnul Qayyim berkata, “Jika semua kebaikan berasal dari taufik yang datangnya dari Allah, dan bukan dari tangan manusia, maka kunci untuk membuka pintu taufik adalah berdoa, menampakkan rasa butuh, sungguh-sungguh dalam bersandar, selalu berharap dan takut kepada-Nya. Maka ketika Allah telah memberikan taufik ini kepada seorang hamba, berarti Dia ingin membukakan taufik kepadanya. Dan ketika Allah memalingkan dari seorang hamba, berarti pintu kebaikan akan selalu tertutup baginya”.

Mari menjadi orang tua yang bersahabat dengan Al-Qur’an. Sebab Al-Qur’an turun oleh Allah sebagai petunjuk bagi manusia, yaitu mereka yang menjadikannya sebagai pedoman hidup. 

 “Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar” (QS al-Israa’: 9).

Seberapa kita mampu istiqamah dengan kebaikan yang kita lakukan, juga menjadi sebab turunya hidayah. Para sahabat Nabi berlimpah hidayah karena mereka adalah contoh kesempurnaan dalam istiqamah.

 “Jika mereka beriman seperti keimanan yang kalian miliki, maka sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam perpecahan” (QS al-Baqarah: 137).

Mereka menerima Islam dengan kelapangan dada, ridha Islam sebagai agamanya dan Al-Qur’an sebagai kitabnya, dengan semua bentuk ketaatan menerimanya. 

  • Tak henti memohon 

Doa-doa permohonan itu selalu mengiringi ikhtiar. Sepanjang kebersamaan bersama buah hati sejak kelahirannya, kita terus memohonkan hidayah untuknya. Sedangkan semua yang kita perlakukan padanya adalah ikhtiar dari apa yang kita mohonkan itu. 

Sebagaimana yang menjadi perintah, kita akan selalu memohon kepada-Nya hidayah. Kita memohon di setiap rakaat salat, yaitu ketika membaca surah al-Fatihah;

 “Berikanlah kepada kami hidayah ke jalan yang lurus” (QS Al Fatihah: 6)

Kita memiliki hajat yang sangat besar terhadap hidayah ini. Sebab tidak ada keselamatan dari siksa neraka dan tidak ada capaian menuju surga kecuali Allah telah menurunkan hidayah-Nya. 

Mungkin saja kita telah mendapatkan hidayah. Tetapi karena harus berikhtiar menyampaikan kebenaran kepada anak, maka kita membutuhkan tambahan hidayah dari-Nya agar kebenaran yang kita serukan itu tersampaikan. Orang tua melakukan misi penyampaian petunjuk Allah, maka ia harus terus menerus memohon petunjuk kepada-Nya. 

Jadi, orang tua adalah manusia yang paling membutuhkan hidayah Allah. Sebab, bagaimana mungkin seseorang berikhtiar mengupayakan turunnya hidayah kepada anaknya, kalau ia sendiri jauh dari hidayah-Nya. 

Sambil terus memohon dan berbuat apapun yang bisa diperbuat, biarkanlah Allah yang menentukan. Kita sangat menginginkan anak-anak yang menjadi amanah Allah ini segera mendapat hidayah menemukan kesalihannya. Tetapi Allah Maha Tahu bagaimana memperlakukan para hamba yang belum saatnya mendapat hidayah.

 

[Yazid Subakti]

 

___________________________

Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.

Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah dipercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.

Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.

Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.