Bayi di Bulan Awal – Pada masa-masa bayi, pergerakan anggota badan kebanyakan didominasi oleh gerak refleks. Gerak refleks ini semakin berkurang dengan berkembangnya sistem saraf, yaitu ketika bayi kurang lebih berusia 2 bulan.
Inilah tahap penting perkembangan bayi yang normal:
Tengkurap (usia 3 – 4 bulan)
Tengkurap atau posisi telungkup adalah ketika bayi menghadap ke bawah, beban tubuh bertumpu pada perutnya dan bertahan pada posisi tersebut beberapa saat. Kemampuan ini diawali dengan memiringkan badannya ke kanan dan ke kiri, lalu ia belajar berguling. Bayi belajar tengkurap pertama kali pada satu sisi (misalnya selalu mulai dari arah kanan), kemudian dilanjutkan di sisi lain dan kebalikannya. Kadang-kadang bayi tampak mudah tengkurap tetapi kesulitan untuk kembali pada posisi berbaring menghadap ke atas. Dalam kondisi ini, orang tua dapat membantu jika si perjuangan si kecil sudah tampak melelahkan.
Mengangkat kepala (usia 4 bulan)
Bayi mulai mampu mengontrol gerakan leher dan kepalanya pada usia sekitar 2 bulan. Satu bukan kemudian, ia mulai dapat mengangkat kepala dengan cara bertopang pada kedua tangannya saat usianya 3 bulan. Ia suka dengan gerakan ini dan sampai usianya 4 bulan, bayi bisa mengangkat kepalanya dengan keadaan kepala hamper tegak dalam posisi tengkurap. Kemampuan mengangkat kepalanya ini membantu melatih wajahnya mengarahkan mata untuk mengambil arah pandang yang lebih bebas.
Mengekspresikan rasa gembira (usia 4-5 bulan)
Si kecil mulai mengeluarkan suara kegirangan dengan pekik gembira pada usia 4 tahunan. Saat berhasil meraih benda yang diinginkan atau ketika ia merasa senang dengan kehadiran Anda, ia akan menggerak-gerakkan tangan dan kakinya seperti menyambut kegembiraan. Suara yang dikeluarkannya adalah sarana untuk mengungkapkan perasaannya atau berkomunikasi dengan orang-orang di sekelilingnya. Kadang kegembiraan ini semakin banyak diselingi dengan suara ujaran yang akhirnya menjadi semacam perbendaharaan kata dalam berceloteh nanti. Semakin lama, celoteh semakin bervariasi dan ia makin gemar melakukannya.
Keterampilan memegang benda ( usia 7–8 bulan)
Di usia sebelumnya, ia sudah mampu memegang benda. Ia memegang mainannya atau memegang jari anda ketika anda mendekat padanya. Tetapi di usia ini, ketrampilan itu makin meningkat. Ia dapat memegang dua benda dengan kedua tangannya, masing-masing tangan memegang benda. Gerakan menggapai ini melatihnya untuk meraih lalu menggenggam dan memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lain. Setelah itu, ia akan menggunakan tangan yang berbeda untuk tujuan berbeda. Satu tangan digunakan untuk tetap memegang benda kesayangannya, sementara tangan lainnya untuk melempar benda yang lain.
Duduk (usia 7-8 bulan)
Sebelum ini, ia belajar duduk dengan susah payah, tetapi selalu roboh. Di usia inilah otot-otot punggung dan lehernya sudah cukup kuat untuk menopang tubuhnya, dan ia mulai belajar duduk dengan sendirinya.
Setelah merasa kuat untuk mengangkat kepalanya saat tengkurap, tahap selanjutnya adalah belajar menyangga tubuhnya menggunakan kedua lengannya dan mengangkat tubuhnya.. Sekitar usia 6 bulan, si kecil mencoba duduk sendiri dengan mengandalkan satu atau kedua tangannya untuk duduk. Di usia 7 bulan ia menguasai kepandaian baru yaitu dapat duduk sendiri dari tengkurap kemudian bangun sendiri dengan bantuan tangannya. Di akhir usia 8 bulan, ia lebih suka duduk daripada berbaring atau tiduran.
Merangkak (usia 7-8 bulan)
Bayi merangkak bertujuan untuk dapat mengeksplorasi sekeliling ruang. Ia melakukan demikian agar dapat mempelajari hal-hal baru yang menarik perhatiannya. Cara anak merangkak adalah ketika ia akan belajar keseimbangan melalui tangan dan lututnya kemudian belajar maju mundur mendorong tubuhnya dengan mendorong lututnya. Kepandaian merangkak ini adalah juga salah satu cara menguatkan otot-otot yang akan membantunya belajar berjalan.
Bayi mulai merangkak saat ia seperti bosan dengan posisi duduk. Ia ingin melakukan gerakan yang lebih dari sekedar duduk. Ia mulai menyangga badannya dengan kedua tangan dan mengayunkan lutut untuk merambah daerah jelajah yang lebih luas.
Usia bayi belajar merangkak sebenarnya berbeda-beda, bahkan beberapa bayi tidak melalui tahapan ini karena langsung ingin berdiri.
Makan sendiri (usia 6-9 bulan)
Sejak bayi terampil memegang benda, ia akan berusaha untuk makan sendiri. Si kecil dapat meraih benda dengan kedua tangannya kemudian memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lain. Ia juga senang memasukkan segala sesuatu ke mulut, dan dapat memegang dengan ibu jari dan telunjuk untuk mengambil makanan. Saat giginya mulai tumbuh, di usia ini si kecil terdorong mulai belajar menggigit benda yang masuk ke dalam mulutnya.
Di usia ini memang ia telah berhenti dari masa penyusuan eksklusif. Artinya, si kecil sudah kenal dengan makanan pendamping ASI. Ia bisa anda beri biscuit bayi dan belajar memakannya sendiri.
Mengenal anggota keluarga (usia 9-12 bulan)
Saat ini bayi anda sudah dapat membedakan dengan jelas wajah orang-orang yang dikenal dan tidak dikenalnya selain ibunya. Ia dapat membedakan nenek dan tetangga yang seusia dengannya. Ia dapat membedakan kakak dan anak-anak lain seusia dengan kakaknya. Ia akan meluapkan kegembiraan jika ditemui oleh orang yang ia inginkan. Sebaliknya, ia akan menunjukkan penolakan jika bertemu orang yang tidak ia inginkan.
Inilah saat-saat hubungan lekat (bonding) harus dieratkan. Hubungan lekat tidak hanya antara bayi dengan ibunya, tetapi juga dengan ayahnya. Aia akan kehilangan sosok ayah jika pada masa-masa ini tidak memulai hubungan lekat dengannya.
Berjalan (usia 12-13 bulan)
DI usia menjelang satu tahun, bayi menunjukkan keinginan untuk berdiri. Ia akan mencoba menegakkan badannya dan menopang kaki dengan melepaskan pegangannya. Benda-benda seperti bantal besar, kursi, meja, dinding, lemari, dan sebagai merupakan alat bantu baginya untuk berdiri.
Setelah merasa berhasil berdiri, ia akan mencoba berlama-lama berdiri untuk menyeimbangkan tegak badannya. Kadang-kadang ia segera duduk jika ada fokus perhatian lain atau merasa latihannya terganggu.
Setelah merasa cukup seimbang beberapa hari latihan berdiri, ia akan mencoba melangkah. Pada awalnya, sering langkah ini dilakukan dengan berpegangan. Lama kelamaan ia merasa tidak membutuhkan pegangan karena dari posisi duduk langsung bisa tegak dan saat tegak itu ia merasa telah kuat untuk melangkah.
Inilah tonggak kemandirian si kecil. Ia telah benar-benar merasa menjadi bagian dari anggota keluarga dengan segala tingkahnya, dan selalu ingin melakukan apa yang oleh orang di sekelilingnya lakukan.
Untuk latihan berjalan ini, tidak disarankan merangsangnya dengan baby walker, yaitu semacam kereta beroda empat yang konon dapat melatih bayi menjejakkan kaki dan melangkah. Baby walker justru dapat memicu cedera dalam banyak kasus.
Bicara (usia 18 – 24 bulan)
Kemampuan bicara bayi akan tampak pada saat ia telah ‘bosan’ berceloteh dengan kata-kata yang tidak bermakna. Rata-rata anak mulai lancar bicara di usia dua tahun dengan mengawalinya menggunakan rangkaian kalimat sederhana.
Si kecil sangat cermat mempelajari orang tua dan orang sekelilingnya berkomunikasi. Ia mengawalinya dengan menggunakan lidah, mulut, langit-langit dan gigi-geliginya untuk membuat suara tertentu. Setelah paham, ia mulai mengucap “mama” dan “papa” sebagai kata pertama. Sejak itu, setiap ia mengutip kata-kata yang sering ia dengar dan mudah terucapkan.
Saat usia menjelang 2 tahun, biasanya anak sudah mulai merangkai kata untuk tujuan tertentu, misalnya meminta sesuatu, mengabarkan, atau menyeru.
[Yazid Subakti]




Kaya vitamin A dan C, kalium serta asam folat. Buah semangka segar sangat baik untuk mencukupi kebutuhan vitamin A sang ibu serta kebutuhan air.



