Parenting – Islam memiliki hari-hari besar atau momen keislaman yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Momentum bermakna ini berhubungan dengan suatu peristiwa penting yang pernah terjadi di zaman Rasulullah, atau hari-hari yang memang dikhususkan oleh Allah keutamaannya. Umat islam menghadapinya sebagai hari istimewa dengan bentuk sambutan yang istimewa pula.
Malam Lailatul Qodar
Lailatul Qodar jatuh pada 10 malam ganjil terakhir di bulan Ramadhan, yang memungkinkan beriringan dengan nuzulul Qur’an. Ini merupakan malam terpenting yang terjadi hanya pada bulan Ramadhan dalam setiap tahun, dan tidak ada yang mengetahuinya di malam yang mana akan tiba.
Malam Lailatul qadar lebih baik dari seribu bulan. Artinya, amalan ibadah pada malam ini akan mendapat balasan oleh Allah dengan pahala berlipat lebih dari seribu kebaikan dari pada bulan-bulan biasa.
Laiatur Qadar dapat menjadi malam pemacu amal ibadah. Ajak anak melakukan iktikaf (berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah) pada malam-malam yang diperkirakan akan turun lailatul qadar, yaitu di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Selama iktikaf, memperbanyak zikir kepada Allah, shalat sunnah, dan membaca All-Qur’an.
Lailatul Qadar juga menjadi momentum bagi keluarga untuk melatih hati dan pikiran agar tidak terlalu lekat dengan urusan dunia. Manusia seharusnya lebih dekat dengan urusan akhirat daripada dunianya.
Tahun Baru Islam
Momentum ini merupakan hari awal pergantian tahun hijriyah, yaitu pada tanggal 1 Muharram. Hari ini bukan menjadi perayakan, tetapi menjadi tonggak kehidupan untuk melangkah lebih baik daripada tahun sebelumnya.
Tahun baru hijriyah adalah momentum muhasabah untuk bertaubat atas dosa dan kesalahan masa lalu yang terlanjur terjadi, kemudian memohon ampun kepada Allah agar mengampuni. Sebagai konsekuensi dari pertobatan ini, kita akan bertekad mengisi tahun berikutnya dengan amal ibadah yang lebih baik dan menjaga diri dari dosa-dosa.
Tidak ada ritual atau mitos tertentu yang dapat dipercayai seputar tahun baru hijriyah. Anak harus diyakinkan bahwa persiapan menuju masa depannya dapat diukur dengan momentum ini. Anda dapat mengingatkan kegagalan atau kesalahan apa saja yang pernah terjadi di tahun lalu untuk tidak diulanginya kembali. Apa saja yang ia raih selama ini harus lebih ditingkatkan di tahun mendatang. Dan tidak lupa memohon kepada Allah agar mendapat karunia usia yang berkah, yaitu usia yang senantiasa membawa kebaikan.
Maulid Nabi
Maulid nabi artinya hari kelahiran nabi Muhammad SAW. Momen istimewa ini setiap tanggal 12 Rabi’ul Awwal setiap tahunnya. Pada saat itulah Rasulullah SAW lahir sebagai lelaki agung yang membawa keberkahan dan kemuliaan.
Peringatan maulid nabi ini pertama kali perayaannya oleh Sultan Salahuddin Al-Ayyubi. Ketika memperingatinya, beliau membacakan kisah tentang sejarah kelahiran Nabi sampai dengan perjuangan Nabi untuk Umatnya yang penuh pengorbanan. Perjuangan ini menjadi contoh yang baik bagi umatnya, agar terus dalam bentuk dakwah dan jihad menegakkan islam.
Memperingati maulid nabi adalah aktivitas kebaikan (hasanah) yang mengandung banyak manfaat dan hikmah.
Pada acara peringatan maulid nabi, masjid-masjid atau sekolah islam mengadakan pembacaan salawat dan barjanji sebagai pembuktian cinta kepada Nabi, menghadirkan ulama untuk memberikan motivasi berislam. Maulid nabi adalah mentum untuk mengembalikan semangat ittiba dan mengikuti sunnah Rasul, hari penuh keutamaan yang bertebar nasehat-nasehat untuk meneladani akhlak terpuji Rasulullah SAW.
Ajak anak ke majelis pengajian atau acara maulid nabi tempat nasihat keteladanan Rasulullah. Biasakan membaca atau memperdengarkan kalimat salawat nabi untuk mempersering baginya berinteraksi dengan nama rasulullah. Sampaikan kebaikan dan kehebatan Rasulullah SAW serta cintanya kepada umat, agar di hati anak tumbuh kerinduan untuk bertemu dengannya. Dan tidaklah manusia akan bertemu dengannya, kecuali kelak di surga.
Isra’ Mi’raj
Isra adalah perjalanan pada malam hari (dari masjid Al Haram Mekkah menuju Masjid AL Aqsha Palestina) sedangkan Mi’raj adalah perjalanan dari bumi (masjid al Aqsha) menuju sidratul muntaha di langit ke tujuh.
Rasulullah melakukan isra mi’raj atas undangan Allah dengan perantara Malaikat Jibril berkendaraan buraq, untuk menerima tugas atau kewajiban sholat lima waktu kepada beliau beberapa tamsil atau contoh balasan kehidupan di akhirat atas perbuatan manusia selama hidup di dunia.
Peristiwa isra’ mi’raj ini terjadi dalam satu malam, pada tanggal 27 Rajab. Sebagai hari mulainya salat lima waktu, peringatan isra miraj ini mengingatkan kita untuk memperbaiki kualitas salat. Kepada anak, ingatkan kembali kesungguhan salatnya karena ibadah ini adalah ibadah yang perintahnya langsung oleh Allah kepada rasulullah SAW. Karena perintah salat ini langsung oleh Allah saat rasulullah menemui-Nya di sidratul muntaha, maka kita harus merasa terawasi langsung oleh Allah setiap kali menjalankan salat.
Ada banyak perayaan atau hari besar yang lain
Ada banyak perayaan yang berkembang di masyarakat kita. Beberapa perayaan atau haris besar berhubungan dengan sejarah bangsa (misalnya hari kemerdekaan), agenda Negara (misalnya hari libur kenaikan kelas), hari besar agama selain islam (misalnya natal atau waisya), atau hari besar lain yang memang sudah lama berlaku dan menjadi kesepakatan di seluruh dunia (misalnya tahun baru masehi). Sebagian hari yang istimewa bahkan tidak ada menurut hukum dari manapun, melainkan hanya sekedar kebiasaan masa lampau yang terus menerus hidup (misalnya valentines day atau Apri Momp).
Kita mengikuti, dan terlibat dalam peringatan hari yang merupakan momentum sejarah perjuangan bangsa. Ini baik sebagai latihan bagi anak untuk memupuk jiwa patriot dan kesadaran mencintai bangsanya. Kita juga dapat memahami bawah pemeluk keyakinan lain memiliki hari raya yang mereka rayakan. Juga, kita tidak dapat mengelak bahwa ada kesepakatan akan tanggal tertentu yang berlaku untuk seluruh dunia semisal tahun baru masehi.





Artinya,
Artinya,



