Saat si Kecil Mulai Berdiri dan Berjalan

Saat si Kecil Mulai Berdiri dan Berjalan

Parenting – Saat si kecil mulai berdiri dan berjalan, Anda harus memantau dengan teliti untuk mengetahui kapan sebaiknya bayi diajari berjalan.

  1. Tahapan Bayi Mulai Berdiri dan Berjalan

Pada usia sekitar 28 minggu, kekuatan dan koordinasi gerak otot-otot pada tubuh bayi Anda akan semakin kuat. Aia menampakkan keinginan untuk berdiri dengan cara selalu berusaha untuk berdiri ketika menemukan benda yang dapat membantunya untuk berdiri. Saat menemukan bantal besar atau dekat dengan dinding, ia akan mulai berpegangan dan mengangkat tubuhnya hingga tegak. Bila dibantu, ia sudah mulai kuat berdiri. Tetapi ketika bantuan dilepaskan, ia akan jatuh.

Berdirikan si kecil dengan cara memegang kedua ketiaknya hingga posisi menjadi tegak. Biarkan ia dengan bebas menggerakkan kakinya untuk melatih kekuatan otot kakinya. Tungkai kaki bayi Anda sedang berlatih agar lebih kuat menyangga tubuhnya.

  1. Melatih Bayi Berjalan

Anda harus memantau dengan teliti untuk mengetahui kapan sebaiknya bayi diajari berjalan. Sebenarnya, tanpa diajari pun kemampuan berjalan alami bayi akan tumbuh dengan alami. Jika demikian, mengapa ia harus tetapi dilatih?

Tujuan melatih bukan untuk mempercepat bayi berjalan, tetapi menjamin ia berjalan dengan cara yang aman dan terawasi. Tujuan lain melatih bayi berjalan adalah untuk memberi semangat bilamana terjadi tanda-tanda bayi terlambat perkembangannya (sudah usia harus berjalan ternyata belum menunjukkan minat berjalan).

  • Melatih bayi berdiri

Jangan terus menerus membiarkan bayi dalam gendongan. Latih berdiri dengan memegang kedua tangannya untuk membuatnya tegak dan menahan beban tubuh pada kedua kakinya. Ajak si kecil untuk berusaha memegang tiang atau benda lainnya dan kemudian belajar berdiri sendiri. Biarkan ia menikmati masa-masa latihan berdiri sampai saat harus beristirahat dan duduk kembali.

Berikan perangsang berupa bantal yang tertumpuk atau kursi kecil yang aman di dekat bayi. Ia akan memegang tumpukan bantal atau kursi itu dan akhirnya mengangkat badannya menjadi tegak. Saat Anda harus melatih ia tegak, mungkin ia akan melepaskan pegangan anda. Biarkan ia terlepas dan jagalah agar jika jatuh tidak menjadikannya cedera.

  • Melatih si kecil berjalan

Melatih bayi berjalan pada saat ia telah mampu untuk berdiri secara mandiri. Ini penting karena kemampuan berdiri mengindikasikan otot-ototnya sudah kuat dan gerak koordinasinya sudah baik.

Beri kebebasan setiap kali bayi berjalan merambat sambil berpegang pada perabot di dalam rumah. Anda cukup mengawasi bayi agar tidak jatuh dan memegang benda yang berbahaya. Amati si kecil mulai bisa melangkahkan kaki kiri dan kanan secara bergantian walaupun masih sambil berpegangan. Pancinglah dengan benda menarik perhatiannya. Letakkan benda tersebut di lokasi jauh dari benda-benda yang ia pegang sewaktu berjalan. Rayulah si kecil untuk mendekati benda menarik itu.

Latihan berjalan juga bisa dengan bantuan benda berupa pegangan kayu atau gawang di halaman rumah. Biarkan ia memegangi gawang untuk merambat menuju arah yang ia inginkan. Beri perangsang dengan benda kesayangannya agar ia meraihnya dengan posisi yang jauh dari posisi ia berdiri semula.

Saat sedang berdiri sendiri, mendekatlah dengan membawa benda kesukaannya tetapi jangan sampai bersentuhan. Mundurlah perlahan hingga si kecil tertarik untuk mengejar anda untuk mendapatkan benda kesayangannya.

Tidak perlu memberikan dorongan fisik kepada bayi agar ia maju melangkah. Ia akan secara alami mencoba melangkah sesuai kekuatan otot dan kemampuan koordinasinya.

[Yazid Subakti]

Mengenalkan Makanan Pendamping ASI

Mengenalkan Makanan Pendamping ASI

Bayi harus mulai diperkenalkan makanan pendamping ASI setelah masa penyusuan eksklusif selesai (6 bulan).

Makanan Pendamping Asi (MPASI) adalah makanan semi padat dengan tekstur lembut untuk bayi menemani pemberian ASI. Kenalkan MPASI untuk merangsang keterampilan motorik alat pencernaan mekanisnya, yaitu menggerakkan mulut dan lidah untuk mengolah makanan. Dengan memperkenalkan MPASI, bayi akan mengenal tekstur, warna, serta rasa makanan yang baru. Ini penting untuk merangsang perkembangan fungsi pencernaannya hingga besar nanti.

  1. Memulai pemberian MPASI

Bayi di awal-awal memakan selain ASI masih belajar mencerna. Pada mulutnya belum tumbuh banyak gigi dan saluran pencernaannya belum terbiasa dengan makanan seperti orang dewasa. Makanan yang belum bersahabat baginya adalah yang teksturnya kasar atau keras, serta aroma dan rasanya ekstrim.

  • Pahami seputar bahan MPASI

Pemberian MPASI tidak seperti memberi makan anak-anak yang sudah mandiri. Pahami bahan yang paling cocok bagi si kecil, yaitu bahan yang ia sukai, dalam kondisi masih segar dan aman, serta dalam jumlah yang cukup.

  • Sediakan bahan dan olah dalam keadaan higienis

Hygiene makanan ini mulai dari pemilihan bahan (bahan yang segar dan bersih), penyimpanan, pengolahan, sampai pada saat penyajian (penyuapan kepada si kecil). Pada saat memberikan makan, tangan anda harus dalam keadaan bersih.

  • Berikan MPASI secara bertahap

Berikan MPASI sedikit demi sedikit kepada si kecil, tidak langsung dalam jumlah banyak karena lambung dan kemampuan mencerna si kecil masih terbatas. Anda dapat memulai dengan 2 -3 sendok makanan pada saat pertama ia makan. Jumlah ini ditambah seiring perkembangan bayi.

  • Berikan di sela-sela pemberian ASI dan secara bertahap pula

Bayi masih sangat tergantung pada ASI sebagai makanan utama. Ia akan kaget jika mendapat makanan pendamping kemudian harus absen lama dengan ASI. Pada tahap awal, berikan ia satu kali sehari MPASI, kemudian besoknya dua atau tiga kali, dan kemudian makin sering.

  • Berikan makanan yang tidak menimbulkan efek alergi

Makanan dari tepung beras sangat baik karena sangat kecil kemungkinannya menyebabkan alergi pada bayi. Makanan ini dapat ditambah dengan susu, sereal, atau sayuran lunak untuk menambah variasi zat gizinya.

  • Kenalkan sayuran dan buah-buahan

Makanan ini sangat penting bagi anak karena mengandung banyak zat gizi alami (sumber vitamin dan mineral). Sayuran yang telah dipotong kecil atau dirajang, dan buah yang dipotong kecil memudahkan bayi memakannya.

  • Berikan makanan pendamping ASI ini dalam variasi yang sederhana pada awalnya

Misalnya, pada awal-awal, anda cukup mengenalkan havermut dan buah pisang saja, kemudian besoknya makanan yang lain tanpa dicampur-campur terlalu banyak.

  • Hindari penggunaan zat penambah rasa terlalu berlebihan

Penggunaan garam dan gula adalah wajar, tetapi sebisa mungkin dihindari pada awal pengenalan. Ia sudah cukup menikmati rasa tepung beras atau havermut dengan kaldu (kaldu sapi, ayam, atau ikan) atau bubur dengan tambahan jus buah.

  • Uji reaksi bayi terhadap jenis makanan tertentu

Pada awal mengenal makanan, kadang bayi sensitif terhadap jenis makanan tertentu dengan menunjukkan penolakan atau ia mual bahkan sampai muntah. Misalnya, ia sensitive terhadap buah yang ada rasa masamnya, atau makanan yang aromanya kuat. Bayi seperti ini sebaiknya tidak dipaksa dan segera diganti dengan makanan lain yang lebih cocok.

  • Perhatikan reaksi alergi bayi terhadap makanan tertentu

Ikan laut sering memunculkan alergi bayi dengan gejala gatal dan seperti bengkak di gusi atau bibirnya. Selain ikan, makanan yang memicu alergi adalah telur, jenis kacang tertentu, dan gandum.

  1. Tahap-Tahap Pengenalan Makanan Pendamping ASI

  • Makanan semi cair (Mulai usia 6 bulan)

Makanan lunak seperti biskuit yang mengencerkannya menggunakan air atau susu cocok untuk awal pemberian MPASI. Bubur susu yang bisa dari tepung beras yang tercampur dengan ASI atau susu formula dapat juga sedikit demi sedikit memberikannya. Bubur ini bisa dengan dengan tepung beras merah, kacang hijau, atau labu kuning untuk menambah rasa.

Pemberian sayuran mulai dengan jus sayuran, kemudian buah yang terlebih dahulu usdah halus. Buah pilihan di awal ini adalah pisang, alpukat, atau jeruk yang manis.

  • Bubur tim saring (Mulai usia 7 bulan)

Kadang bayi menolak atau meronta dengan jenis makanan saring ini karena teksturnya lebih kasar dari sebelumnya. Anda tidak dapat memaksanya, tetapi terus mencoba memberinya. Ini adalah tahapan awal yang memerlukan perjuangan anda.

Setelah secara bertahap pemberian tim saring, bisa kenalkan bayi dengan nasi tim tanpa menyaringnya.

Pilihan untuk jenis sayur dan buah adalah asparagus, wortel, bayam, sawi, bit, lobak, mangga, melon, atau pepaya. Untuk lauk, pilihan di masa-masa ini adalah ayam, sapi, hati ayam/sapi, tahu, dan tempe.

  • Bubur beras atau nasi lembek, lauk pauk dengan sayuran (Mulai usia 9 bulan)

Mulia usia ini, anak sudah bisa mengkonsumsi makanan yang seluruh keluarga konsumsi.

Pilihan makanan pada saat ini adalah makanan dengan sayur sop, daging cincang, sayur bening, perkedel, skutel, aneka jenis kue, dan jus. Meskipun sudah dapat menyantap makanan keluarga, menu yang ekstrim sebaiknya belum diberikan atau dibantu saat makan. Menu yang ekstrim misalnya sate (harus dibantu melepas dari tusuknya), menu bersambal, atau menu yang harus disantap saat masih panas.

Makanan olahan yang berpengawet dan makanan ringan yang ada di warung sebaiknya tidak bunda kenalkan.

[Yazid Subakti]

Merangsang Kemampuan Bicara

Merangsang Kemampuan Bicara

Parenting – Merangsang kemampuan bicara atau komunikasi anak dengan lingkungan akan membantunya untuk melakukan hubungan sosial. Kadang si kecil menunjukkan keinginannya untuk menjalin hubungan dengan orang di sekelilingnya, tetapi kemampuan berkomunikasinya sangat terbatas. Dalam hal ini, anda dapat melatihnya agar ia mulai berkata untuk menyampaikan maksudnya.

Latihan ini dapat lakukan dengan cara mengajak si kecil berbicara sesering mungkin, meskipun dia belum waktunya berbicara. Kata-kata anda akan masuk kedalam memorinya dan tersimpan. Berkomunikasi bersama bayi dengan menggunakan suara yang lembut dan kosakata yang jelas, karena bayi lebih suka mendengar suara yang lembut. Jika suara anda kasar, bayi menjadi tidak tertarik untuk menirukannya.

Berbicara dengan kontak mata (menatap mata si kecil), karena kontak mata akan diartikan olehnya sebagai bentuk perhatian. Si kecil merasa diajari atau diajak berbicara dengan kontak mata ini. Heningkan suasana dengan cara mematikan suara pembising (radio, TV, dan sebagainya) pada saat kita menjalin komunikasi dengan bayi. Suara bising dapat mengganggu konsentrasi dan mengacaukan kata-kata yang anda ucapkan.

  • Memilih rangkaian kalimat sederhana dan mudah diucapkan

Anda dapat menunjukkan benda dengan dua atau tiga kata, “ini namanya bola”, “Ikannya lucu”, “Mana bonekanya” dan sebagainya.

Mengajak si kecil terlibat dalam permainan. Permainan yang penuh riang dan tawa memancing si kecil untuk mengucapkan kalimat yang mencerminkan ekspresi perasaan hatinya atau ikut-ikutan berseru. Misalnya main sembunyi-sembunyian, lalu ia terpancing berucap “Aku di sini”, “Bunda di mana?” dan sebagainya.

Menyampaikan kata-kata positif secara berulang. Ulangi apa yang anda ingin ia katakan. Misalnya kalimat-kalimat doa, anda harus membacakannya berulang dan menjadikannya sebagai kebiasaan. Memperjelas apa yang dia katakan. Misalnya, ia telah mengatakan “dede ingin pipis”, dengan artikulasi yang kurang jelas. Untuk hal ini, anda mengulangi hasil rangkaian doa dengan kata yang lebih jelas lagi agar ia merasa mendapat dukungan.

Menghindari kata-kata yang kasar dan negative. Kata yang kasar juga tersimpan di memori otak anak, dan suatu saat kata-kata buruk dan kasar akan mereka tiru. Menceritakan apa yang sedang dilakukan bersama anda. Misalnya saat anda menemaninya makan, selalu ceritakan tentang kegiatan itu dengan mengatakan “ini sayur bayam, sangat nikmat dan bergizi”, “kita jalan-jalan, lihat bunga dan kupu-kupu”.

Jangan sekali-kali menyalahkan setiap kekurangan bahasa si kecil. Misalnya ia salah mengucap kata tertentu yang menjadikan maknanya berubah. Anda hanya perlu meluruskan dan membimbingnya untuk menirukan.

[Yazid Subakti]

Mengenal Perkembangan Bayi di Bulan Awal – Bagian 2

Mengenal Perkembangan Bayi di Bulan Awal – Bagian 2

Bayi di Bulan Awal – Pada masa-masa bayi, pergerakan anggota badan kebanyakan didominasi oleh gerak refleks. Gerak refleks ini semakin berkurang dengan berkembangnya sistem saraf, yaitu ketika bayi kurang lebih berusia 2 bulan.

Inilah tahap penting perkembangan bayi yang normal:

Tengkurap atau posisi telungkup adalah ketika bayi menghadap ke bawah, beban tubuh bertumpu pada perutnya dan bertahan pada posisi tersebut beberapa saat. Kemampuan ini diawali dengan memiringkan badannya ke kanan dan ke kiri, lalu ia belajar berguling. Bayi belajar tengkurap pertama kali pada satu sisi (misalnya selalu mulai dari arah kanan), kemudian dilanjutkan di sisi lain dan kebalikannya. Kadang-kadang bayi tampak mudah tengkurap tetapi kesulitan untuk kembali pada posisi berbaring menghadap ke atas. Dalam kondisi ini, orang tua dapat membantu jika si perjuangan si kecil sudah tampak melelahkan.

  • Mengangkat kepala (usia 4 bulan)

Bayi mulai mampu mengontrol gerakan leher dan kepalanya pada usia sekitar 2 bulan. Satu bukan kemudian, ia mulai dapat mengangkat kepala dengan cara bertopang pada kedua tangannya saat usianya 3 bulan. Ia suka dengan gerakan ini dan sampai usianya 4 bulan, bayi bisa mengangkat kepalanya dengan keadaan kepala hamper tegak dalam posisi tengkurap. Kemampuan mengangkat kepalanya ini membantu melatih wajahnya mengarahkan mata untuk mengambil arah pandang yang lebih bebas.

  • Mengekspresikan rasa gembira (usia 4-5 bulan)

Si kecil mulai mengeluarkan suara kegirangan dengan pekik gembira pada usia 4 tahunan. Saat berhasil meraih benda yang diinginkan atau ketika ia merasa senang dengan kehadiran Anda, ia akan menggerak-gerakkan tangan dan kakinya seperti menyambut kegembiraan. Suara yang dikeluarkannya adalah sarana untuk mengungkapkan perasaannya atau berkomunikasi dengan orang-orang di sekelilingnya. Kadang kegembiraan ini semakin banyak diselingi dengan suara ujaran yang akhirnya menjadi semacam perbendaharaan kata dalam berceloteh nanti. Semakin lama, celoteh semakin bervariasi dan ia makin gemar melakukannya.

  • Keterampilan memegang benda ( usia 7–8 bulan)

Di usia sebelumnya, ia sudah mampu memegang benda. Ia memegang mainannya atau memegang jari anda ketika anda mendekat padanya. Tetapi di usia ini, ketrampilan itu makin meningkat. Ia dapat memegang dua benda dengan kedua tangannya, masing-masing tangan memegang benda. Gerakan menggapai ini melatihnya untuk meraih lalu menggenggam dan memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lain. Setelah itu, ia akan menggunakan tangan yang berbeda untuk tujuan berbeda. Satu tangan digunakan untuk tetap memegang benda kesayangannya, sementara tangan lainnya untuk melempar benda yang lain.

  • Duduk (usia 7-8 bulan)

Sebelum ini, ia belajar duduk dengan susah payah, tetapi selalu roboh. Di usia inilah otot-otot punggung dan lehernya sudah cukup kuat untuk menopang tubuhnya, dan ia mulai belajar duduk dengan sendirinya.

Setelah merasa kuat untuk mengangkat kepalanya saat tengkurap, tahap selanjutnya adalah belajar menyangga tubuhnya menggunakan kedua lengannya dan mengangkat tubuhnya.. Sekitar usia 6 bulan, si kecil mencoba duduk sendiri dengan mengandalkan satu atau kedua tangannya untuk duduk. Di usia 7 bulan ia menguasai kepandaian baru yaitu dapat duduk sendiri dari tengkurap kemudian bangun sendiri dengan bantuan tangannya. Di akhir usia 8 bulan, ia lebih suka duduk daripada berbaring atau tiduran.

  • Merangkak (usia 7-8 bulan)

Bayi merangkak bertujuan untuk dapat mengeksplorasi sekeliling ruang. Ia melakukan demikian agar dapat mempelajari hal-hal baru yang menarik perhatiannya. Cara anak merangkak adalah ketika ia akan belajar keseimbangan melalui tangan dan lututnya kemudian belajar maju mundur mendorong tubuhnya dengan mendorong lututnya. Kepandaian merangkak ini adalah juga salah satu cara menguatkan otot-otot yang akan membantunya belajar berjalan.

Bayi mulai merangkak saat ia seperti bosan dengan posisi duduk. Ia ingin melakukan gerakan yang lebih dari sekedar duduk. Ia mulai menyangga badannya dengan kedua tangan dan mengayunkan lutut untuk merambah daerah jelajah yang lebih luas.

Usia bayi belajar merangkak sebenarnya berbeda-beda, bahkan beberapa bayi tidak melalui tahapan ini karena langsung ingin berdiri.

  • Makan sendiri (usia 6-9 bulan)

Sejak bayi terampil memegang benda, ia akan berusaha untuk makan sendiri. Si kecil dapat meraih benda dengan kedua tangannya kemudian memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lain. Ia juga senang memasukkan segala sesuatu ke mulut, dan dapat memegang dengan ibu jari dan telunjuk untuk mengambil makanan. Saat giginya mulai tumbuh, di usia ini si kecil terdorong mulai belajar menggigit benda yang masuk ke dalam mulutnya.

Di usia ini memang ia telah berhenti dari masa penyusuan eksklusif. Artinya, si kecil sudah kenal dengan makanan pendamping ASI. Ia bisa anda beri biscuit bayi dan belajar memakannya sendiri.

  • Mengenal anggota keluarga (usia 9-12 bulan)

Saat ini bayi anda sudah dapat membedakan dengan jelas wajah orang-orang yang dikenal dan tidak dikenalnya selain ibunya. Ia dapat membedakan nenek dan tetangga yang seusia dengannya. Ia dapat membedakan kakak dan anak-anak lain seusia dengan kakaknya. Ia akan meluapkan kegembiraan jika ditemui oleh orang yang ia inginkan. Sebaliknya, ia akan menunjukkan penolakan jika bertemu orang yang tidak ia inginkan.

Inilah saat-saat hubungan lekat (bonding) harus dieratkan. Hubungan lekat tidak hanya antara bayi dengan ibunya, tetapi juga dengan ayahnya. Aia akan kehilangan sosok ayah jika pada masa-masa ini tidak memulai hubungan lekat dengannya.

  • Berjalan (usia 12-13 bulan)

DI usia menjelang satu tahun, bayi menunjukkan keinginan untuk berdiri. Ia akan mencoba menegakkan badannya dan menopang kaki dengan melepaskan pegangannya. Benda-benda seperti bantal besar, kursi, meja, dinding, lemari, dan sebagai merupakan alat bantu baginya untuk berdiri.

Setelah merasa berhasil berdiri, ia akan mencoba berlama-lama berdiri untuk menyeimbangkan tegak badannya. Kadang-kadang ia segera duduk jika ada fokus perhatian lain atau merasa latihannya terganggu.

Setelah merasa cukup seimbang beberapa hari latihan berdiri, ia akan mencoba melangkah. Pada awalnya, sering langkah ini dilakukan dengan berpegangan. Lama kelamaan ia merasa tidak membutuhkan pegangan karena dari posisi duduk langsung bisa tegak dan saat tegak itu ia merasa telah kuat untuk melangkah.

Inilah tonggak kemandirian si kecil. Ia telah benar-benar merasa menjadi bagian dari anggota keluarga dengan segala tingkahnya, dan selalu ingin melakukan apa yang oleh orang di sekelilingnya lakukan.

Untuk latihan berjalan ini, tidak disarankan merangsangnya dengan baby walker, yaitu semacam kereta beroda empat yang konon dapat melatih bayi menjejakkan kaki dan melangkah. Baby walker justru dapat memicu cedera dalam banyak kasus.

  • Bicara (usia 18 – 24 bulan)

Kemampuan bicara bayi akan tampak pada saat ia telah ‘bosan’ berceloteh dengan kata-kata yang tidak bermakna. Rata-rata anak mulai lancar bicara di usia dua tahun dengan mengawalinya menggunakan rangkaian kalimat sederhana.

Si kecil sangat cermat mempelajari orang tua dan orang sekelilingnya berkomunikasi. Ia mengawalinya dengan menggunakan lidah, mulut, langit-langit dan gigi-geliginya untuk membuat suara tertentu. Setelah paham, ia mulai mengucap “mama” dan “papa” sebagai kata pertama. Sejak itu, setiap ia mengutip kata-kata yang sering ia dengar dan mudah terucapkan.

Saat usia menjelang 2 tahun, biasanya anak sudah mulai merangkai kata untuk tujuan tertentu, misalnya meminta sesuatu, mengabarkan, atau menyeru. 

[Yazid Subakti]

Mengenal Perkembangan Bayi di Bulan-bulan Awal – Bagian 1

Mengenal Perkembangan Bayi di Bulan-bulan Awal – Bagian 1

Mengenal Perkembangan Bayi – Bayi mengawali perkembangan keterampilannya dari bentuk yang paling sederhana dan paling dekat dengan dirinya, yaitu cara ia memulai komunikasi dan interaksi dengan orang terdekatnya.

Perkembangan Motorik di bulan-bulan awal

Pada bulan-bulan awal, bayi mengalami perkembangan motorik yang sangat cepat, bahkan beberapa darinya dapat dibedakan antara kemarin dan hari ini. Perkembangan ini perlu diamati untuk mengantisipasi jika ada bagian gerakan yang mengalami perlambatan atau tidak wajar seperti umumnya bayi lain.

  • Usia 0 – 1,5 bulan

Bayi belajar mengontrol gerakan otot-otot tubuhnya dengan kesadaran, belajar mengangkat dan menopang kepalanya dengan otot-otot lehernya, dengan bantuan. Ia berusaha menunjukkan ketertarikan dengan sesuatu yang ada di dekatnya dengan cara menggerakkan tangan dan kakinya.Saat anda menatapnya, ia mencoba merespon pandangan dengan gerakan tangan atau kaki sebagai ungkapan kegembiraan.

  • Umur 1,5 – 3 bulan

Otot sekitar leher semakin kuat dan mulai ia kendalikan. Ia akan mulai mengangkat kepalanya pada saat anda menggendong, dan belajar mengangkat kepala saat posisi tengkurap. Ia mencoba mengontrol dan mengendalikan gerakan otot tangan dan kakinya. Itu sebabnya, Anda akan melihat anak mampu meraih serta menggenggam benda-benda kecil yang Anda berikan padanya. Makin terampil menggerakkan jemari untuk menggenggam atau melepas benda, mengidentifikasi benda yang ia pegang dan merasakannya.

  • Umur 3 – 6 bulan

Perkembangan motorik kasar mulai dengan belajar mengangkat dan menahan kepalanya sendiri untuk beberapa saat lamanya. Bila telungkup, ia mencoba menggunakan kedua tangannya untuk menahan tubuhnya seperti hendak merangkak. Selanjutnya, ia mulai mengguling-gulingkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri dan berpindah posisi saat tidur.

Mungkin ia sudah mencoba untuk duduk dengan bantuan bantal atau guling yang ada di sekelilingnya sebagai pengganjal.

Perkembangan motorik halus memulainya dengan belajar menggenggam benda yang dekat dengan tangannya, bahkan berusaha meraih benda yang menarik perhatiannya. Ia mulai suka memain-mainkan tangan, dengan tujuan yang belum sepenuhnya dapat ia pahami. Tangannya berusaha memegang kaki dan memainkan jemari kakinya serta mencoba memegang benda yang menarik dan memasukkannya ke mulut, meskipun bukan untuk dimakan.

  • Umur 6 – 9 bulan

Motorik kasarnya telah mulai belajar duduk sendiri tanpa bantuan, kemudian mencoba merangkak beberapa jarak ke depan. Ia mulai sering berpindah tempat saat tidur dengan cara menggulingkan tubuhnya hingga jarak yang cukup jauh dan mencoba mengejar sesuatu yang menarik untuk diraihnya, dengan cara merayap.

Motorik halusnya telah mampu memindahkan benda yang ia pegang dari satu tangan ke tangan yang lain. Ia meraih dan memegang benda yang ia sukai dengan satu atau dua kali upaya untuk meraihnya. Tangan mungilnya bergerak kesana-kemari untuk mengeksplorasi benda-benda kecil di sekelilingnya. Mungkin si kecil mulai mengamati serta mempelajari bentuk dan ukuran benda yang ia pegang. Ia mulai belajar memegang gelas minumnya atau merebut sendok makanan saat disuapi..

  • Umur 9 – 12 bulan

Perkembangan motorik kasar terlihat dengan merangkak menjelajahi seluruh ruangan rumah dan meraih benda-benda yang menarik perhatiannya. Ia telah menunjukkan keinginan untuk belajar berjalan. Jika anda mengajaknya berdiri sambil memegangi kedua tangannya, ia akan mengayunkan langkah untuk mencoba berjalan dan mulai mencoba berjalan sendiri dengan berpegangan kursi, tembok, atau benda lainnya.

Motorik halusnya terlihat dari mulai suka mengambil dan bermain dengan makanannya saat acara makan berlangsung bersama keluarga. Ia suka melempar dan memungut benda yang ia pegang (misalnya bola kecil), dan mengamati perilaku dan pergerakan benda yang ia mainkan. Misalnya ia melempar mainan yang bisa berbunyi, boneka yang bisa berbunyi ketika menekannya, dan sebagainya.

Si kecil juga mulai belajar menuding benda atau peristiwa yang menarik perhatiannya. Misalnya menunjuk cicak di dinding atau seseorang yang dirindukannya datang. 

[Yazid Subakti]

Memahami Pertumbuhan dan Perkembangan

Memahami Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan dan Perkembangan – Pertumbuhan (growth) adalah perubahan anak yang sifatnya fisik dalam hal bertambahnya jumlah atau ukuran dan susunan organ tubuhnya. Selain bertambah besar secara fisik, anak juga mengalami pembesaran ukuran dan kelengkapan organ-organ tubuh dan otaknya.

Jadi, Pertumbuhan lebih pada perubahan anak dalam bentuk ukuran badan, perubahan otot, tulang, kulit, rambut dan kelenjarnya.

Perkembangan adalah proses penyempurnaan fungsi sosial dan psikologis anak yang akan berlangsung sepanjang hidupnya. Perkembangan merupakan serangkaian perubahan yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman sehingga sangat berkaitan dengan keadaan mental, kognitif dan emosinya. 

  • Mengukur pertumbuhan

Pertumbuhan anak mengukurnya dengan melakukan pengukuran antropometri. Yaitu pengukuran berat badan, tinggi badan (atau panjang badan jika masih bayi), lingkar kepala, lingkar lengan atas, dan lingkar dada. 

Pengukuran berat badan untuk menilai hasil peningkatan atau penurunan semua jaringan yang ada pada tubuh, pengukuran tinggi badan untuk menilai perkembangan pemberian gizi (selain keturunan), sedangkan pengukuran lingkar kepala untuk menilai pertumbuhan otak.

  • Mengukur perkembangan 

Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan tidak terukur dengan angka-angka, melainkan fungsi organ dan kemampuan anak.

  1. Motorik kasar merupakan keterampilan meliputi aktivitas otot- otot besar seperti gerakan lengan, duduk, berdiri, berjalan dan sebagainya.
  2. Motorik halus  merupakan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata dan tangan yang memerlukan koordinasi yang cermat. Perkembangan motorik halus mulai memiliki kemampuan menggoyangkan jari-jari   kaki menggambar dua tau tiga bagian, menggambar orang, melambaikan tangan dan sebagainya.
  3. Bahasa adalah kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara, mengikuti perintah dan berbicara spontan, berkomunikasi.  
  4. Sosialisasi dan kemandirian merupakan aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri (makan sendiri, membereskan mainan setelah bermain), berpisah dengan ibu/pengasuh anak, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya.

Bayi mengawali perkembangan keterampilannya dari bentuk yang paling sederhana dan paling dekat dengan dirinya. Yaitu cara ia memulai komunikasi dan interaksi dengan orang terdekatnya.

Pada bulan-bulan awal, bayi mengalami perkembangan motorik yang sangat cepat, bahkan beberapa darinya dapat dibedakan antara kemarin dan hari ini. Perkembangan ini perlu untuk mengantisipasi jika ada bagian gerakan yang mengalami perlambatan atau tidak wajar seperti umumnya bayi lain.

[Yazid Subakti]

Seputar Penyapihan

Seputar Penyapihan – Menyapih adalah suatu proses berhentinya masa menyusui secara berangsur-angsur atau sekaligus. Proses tsb dapat disebabkan oleh berhentinya sang anak dari menyusu pada ibunya. Atau bisa juga berhentinya sang ibu untuk menyusui anaknya. Atau bisa juga keduanya.

  1. Menyempurnakan sampai 2 tahun

Penyapihan juga bagian dari cinta orang tua kepada anak. Anda tak perlu merasa telah menyakitinya jika setelah proses penyapihan terdapat perubahan sikap anak. Semua itu adalah proses yang harus dilalui setiap anak yang menyusui. Disapih merupakan batasan pertama yang harus dilalui anak sebelum Ia melalui batasan- batasan lainnya dalam Syariat Islam. Perubahan-perubahan yang terjadi pada anak adalah awal dari latihan untuk menjadi lebih pemberani dan mandiri.

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk menyapih?

Allah memberi petunjuk agar para ibu menyempurnakan penyusuan bayinya selama 2 tahun.

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. …” [QS Al Baqarah: 233]

Sedangkan organisasi kesehatan dunia WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)menyarankan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, kemudian melanjutkan penyusuan sampai 2 tahun dengan memberikannya makanan pendamping ASI (MPSI).

Jadi, tidak ada aturan baku kapan anak harus disapih, tetapi masa 2 tahun penyusuan adalah ukuran kesempurnaannya. Penyapihan dilakukan ketika usia 2 tahun karena secara fisiologis ketika memasuki usia tersebut seorang bayi sudah dapat meninggalkan ketergantungan terhadap air susu ibu. Untuk mendapatkan asupan zat gizi, anak usia dua tahun sudah dapat mengkonsumsi bahan makanan dan minuman bergizi.

  1. Cara menyapih si kecil

Penyapihan adalah pengalaman pertama si kecil, yang mungkin akan membuatnya kecewa dan tidak nyaman. Proses Penyapihan bisa secara bertahap yang terbagi menjadi :

  • Natural weaning/penyapihan alami (tidak memaksa dan mengikuti tahapan perkembangan anak) Secara psikologis, dampaknya paling ringan.
  • Mother led weaning (ibu yang menentukan kapan saat menyapih anaknya). Penyapihan dengan cara ini yang sangat dibutuhkan adalah kesiapan mental ibu. Kesiapan ibu juga sangat bergantung pada dukungan suami,
  • Proses penyapihan mendadak. Proses penyapihan mendadak dilakukan dalam keadaan terpaksa, misalnya ibu mendadak jatuh sakit atau harus pergi jauh sehingga tidak memungkinkan untuk menyusui anak. Atau kondisi anak yang sedang sakit sehingga menolak untuk menyusu.
  1. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam proses penyapihan

Hitungan dua tahun penyapihan tidak harus persis bermakna harus mengakhiri penyusuan sama sekali pada bulan ke 24, tetapi masih memungkinkan sedikit mundur atau maju.

  • Siapkan fisik dan mental si kecil satu atau dua bulan sebelum menyaapih hingga ia benar-benar sehat dan tenang.
  • Berikan perhatian tambahan seperti lebih sering memeluk dan menciumnya, menemaninya bermain agar si kecil tidak merasa kehilangan.
  • Lebih aktif berkomunikasi, bercerita dan berdiskusi mengenai masa penyapihan. Berikan contoh melalui buku-buku bacaan dan sebagainya.
  • Di hari-hari penyapihan, tunggulah anak sampai merasa haus atau lapar, karena biasanya pada saat itu anak dapat menerima minuman selain ASI.
  • Alihkan perhatiannya pada mainan yang ia suka sambil memberikan makanan/minuman lain sehingga anak tidak mencari-cari ASI.
  • Saat anak berusia di atas 1 tahun, tawarkan alternative susu yang lain, misalnya susu UHT.
  • Hadirkan sosok pengganti ibu yang biasa membuat anak merasa nyaman saat ibu tidak bisa berada di dekatnya, yaitu ayah atau nenek dan kakeknya.
  1. Hambatan yang mengiringi penyapihan

Masalah hambatan penyapihan tidak hanya datang dari anak, tetapi juga dari ibu. Hambatan dari anak akan berupa sikap anak dan perilakunya yang berubah. Anak menjadi rewel dan sering menangis atau berontak, banyak meminta atau menuntut, atau merenggang dengan ibunya. Ia seperti merasa terkurangi haknya dan kecewa.

Semua itu terjadi dalam waktu yang tidak lama. Jika anda tetap memberikan sentuhan kedekatan dan membersamainya, perubahan sikap itu tidak akan sampai pada perasaan sakit hati atau merasa termusuhi. Ia akan tetap merasa mendapatkan cinta dan akhirnya dapat menerima kenyataan bahwa hari-hari tanpa menyusu bisa terlewati dengan tetap asyik.

Hambatan yang paling besar justru datang dari ibu. Pada umumnya masalah yang para Ibu hadapi adalah karena kondisi psikologis Ibu yang belum siap atau tidak tega. Selama bulan-bulan menyusui, ibu menikmati kebersamaan dengan bayinya, merasa bahagia dan nyaman. Proses yang mengikat batin ini mengakibatkan ibu enggan mengakhirinya. Ketika benar-benar harus berakhir, ibu justru yang merasa sedih dan terliputi perasaan bersalah karena memutus kesenangan bayinya untuk menyusu.

Ini semua hanya perasaan. Seorang ibu akan dapat mengalahkan perasaannya jika imbang dengan pikiran rasional mengenai rencana masa depan dan kebaikan keluarganya. Penyapihan bermaksud untuk kebaikan, sebab penyusuan yang terlalu lama dapat menghambat kemandirian anak dan pembiasaan mengkonsumsi makanan yang beragam.

Ayah dan keluarga terdekat harus turut mendukung penyapihan ini. Ketika si kecil ingat akan kebiasaannya menyusu, tugas ayah atau keluarga terdekat adalah mengalihkan perhatiannya, mengajaknya bermain atau mencarikan alternatif pengganti minuman atau makanan sehat yang lezat dan menyenangkan.

  1. Relaktasi

Relaktasi adalah proses menyusui kembali setelah beberapa hari, beberapa minggu, bahkan beberapa tahun berhenti menyusui. Alasan perlu relaktasi antara lain sebagai bagian dari pengobatan rehidrasi pada bayi mencret dan kurang gizi setelah penyapihan, ingin menyusui kembali atau memulai menyusui yang tertunda karena bayi prematur, ibu atau bayi sakit keras.

Yang harus dilakukan agar relaktasi berjalan dengan lancar adalah dengan melakukan stimulasi payudara dan organ-organ produksi ASI dengan cara dipompa atau diperas. Sedangkan ajari bayi untuk kembali menyusu.

Persiapan mental menjadi menjadi sangat penting untuk keberhasilan relaktasi. Anda harus benar-benar siap menghadapi tekanan yang mungkin akan anda alami selama minggu-minggu pertama masa relaktasi ini. Anda juga harus menyiapkan diri menghadapi kemungkinan bayi menolak menyusu langsung dari payudara, atau bayi akan lebih banyak menangis karena merasa frustasi dengan sedikitnya ASI yang keluar. 

[Yazid Subakti]

Memilih Makanan untuk Ibu Menyusui

Memilih Makanan untuk Ibu Menyusui

Parenting – Makanan untuk ibu hamil adalah konsumsi sehat yang bergizi, beraneka ragam dan berimbang. Yang dimaksud bergizi adalah makanan tersebut mengandung semua gizi yang diperlukan (protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, serat, dan air). Yang dimaksud beraneka ragam adalah bahwa makanan yang dikonsumsi tidak hanya satu atau dua jenis makanan setiap harinya. Anda perlu memakan berbagai jenis makanan, karena anda tidak akan mendapat gizi cukup jika hanya memakan satu atau dua jenis makanan.

Tidak ada satupun jenis makanan yang dapat memberi semua zat gizi yang anda butuhkan. Yang dimaksud berimbang adalah bahwa makanan yang dikonsumsi itu sudah sesuai dengan porsi dan komposisinya. Maksudnya, anda harus menyeimbangkan seberapa banyak lemak, karbohidrat, protein dan zat lain dalam setiap kali makan. Dengan ketentuan ini, diharapkan ASI akan berproduksi dengan normal dan terjaga kualitasnya.

Selain itu, Anda juga dapat memilih bahan makanan yang secara khusus memiliki khasiat membantu melancarkan ASI. Bahan makanan yang dapat melancarkan ASI adalah sebagai berikut:

Kaya vitamin A, C, Kalsium, Fosfor, dan zat besi. Baik untuk meningkatkan fungsi otot dan saraf, melindungi sistem kekebalan tubuh bayi dan meningkatkan ketahanannya terhadap infeksi.

  • Labu siam

Mengandung vitamin B6, C, K, asam folat, kalium, magnesium, zink, mangan. Labu siam dapat membantu mencukupi kebutuhan asam folat ibu yang sedang menyusui.

  • Pare

Pare merupakan sayuran yang pahit rasanya namun kaya akan vitamin C, antioksidan yang berguna untuk melindungi sel dari kerusakan. Kandungan senyawa fitokimia lutein dan likopennya juga berkhasita untuk merangsang produksi insulin.

  • Pepaya

Papaya buah yang Kaya akan kandungan vitamin A, vitamin C, asam folat, dan kalium. Papaya juga rendah kandungan kolesterol, lemak jenuh dan natrium. Pepaya punya kandungan lebih banyak 33% vitamin dan 50% kalium dibandingkan dengan jeruk. Dapat mengembalikan kesegaran Ibu setelah persalinan.

  • Semangka

makanan untuk ibuKaya vitamin A dan C, kalium serta asam folat. Buah semangka segar sangat baik untuk mencukupi kebutuhan vitamin A sang ibu serta kebutuhan air.

  • Kacang hijau

Merupakan bahan makanan yang tinggi kandungan protein, tiamin (vitamin B1), zat Besi, Magnesium, Fosfor, Kalium dan Mangan. Kacang hijau juga sumber asam folat.

  • Kacang Kedelai

Kedelai merupakan sumber protein nabati, vitamin K, Mangan, asam folat, vitamin C, riboflavin, zat besi, Magnesium, Fosfor, dan Kalium.

  • Daun katuk

Kaya protein, kalium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan vitamin C. katuk juga mengandung alkaloid, asam seskuiterna dan sterol yang mempengaruhi produksi ASI.

  • Bunga Pepaya

Kaya vitamin A dan vitamin C. kalsium dan fosfor. Baik untuk mempercepat proses pencernaan protein karena adanya enzim papain, yang tidak hanya terdapat di bagian bunga, tapi juga di buah dan daunnya. Enzim itu berguna untuk memecah protein yang Anda makan

  • Bayam hijau/merah

Kaya vitamin B6, zat besi, protein, thiamin, ribloflavin, asam folat, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, vitamin A, C, E, dan K Baik untuk membangun sistem kekebalan tubuh bayi. Jika Anda mengkonsumsi bayam maka ASI yang Anda berikan pada si kecil akan mengandung vitamin B6.

Bayi yang Tidak Mendapatkan ASI

Bayi yang diberi ASI akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Sebaliknya, jika bayi tidak mendapatkan ASI, mereka mengalami kondisi yang dikhawatirkan akan mengganggu tumbuhkembangnya ke depan.

  1. Daya tahan tubuhnya lemah

Bayi yang tidak meminum ASI tidak mendapatkan kesempatan menghisap colostrums dari ibunya. Sedangkan kolostrum adalah cairan awal ASI yang menjadi penguat kekebalan tubuh bayi. Demikian juga cairan ASI keseluruhannya, turut menguatkan kekebalan tubuhnya. Jika tidak mendapatkan kolostrum dan ASI, kekebalan bayi berisiko lemah sehingga ia mudah terserang penyakit.

  1. Terganggunya perkembangan otak

Kecerdasan bayi yang mendapatkan ASI lebih tinggi daripada dengan bayi yang tak mendapatkan ASI. Ini karena zat gizi yang terdapat dalam ASI memang sangat penting meningkatkan kecerdasan. Itu artinya, perkembangan otak bayi yang tidak mendapatkan ASI mengalami keterlambatan sehingga menyebabkan mereka tidak lebih pintar.

  1. Kesempatan berkembangnya gigi dan rahang tidak optimal

Proses menghisap payudara pada bayi membuat gigi dan rahang sering bekerja. Bersama dengan lidah dan bibir, gigi dan rahang melakukan pengisapan yang mengakibatkannya tumbuh bebas mengikuti kebutuhan awal mulut bayi. Selanjutnya, secara alami gigi ini akan berkembang menjadi alat yang berkemampuan mencerna makanan paling awal dengan menghisap. Bayi yang langsung memakan makanan (bukan menyedot) seperti memaksa otot rahangnya untuk mengunyah. Gigi-gigi dan rahangnya mengalami pemaksaan fungsi terlalu dini.

  1. Tidak terbentuk kedekatan dengan ibu

Penyusuan ASI berarti kontak badan antara ibu dengan bayinya. Penyusuan ini akan memakan waktu berjam-jam setiap harinya sehingga interaksi terjalin antara ibu dengan bayinya. Bayi mendapatkan pelukan dari Ibu sehingga di dalam dirinya muncul rasa percaya diri yang kuat. Pada bayi yang tak mendapatkan ASI, proses ini tidak terjadi sehingga berisiko kekurangan kasih sayang atau perhatian dari ibunya. Sedangkan ibunya juga merasa tidak terlalu dengan bayinya.

 

[Yazid Subakti]

Lama Bayi Menyusu Apakah Harus dua Tahun?

Lama Bayi Menyusu Apakah Harus dua Tahun?

Parenting – Lama Bayi Menyusu Apakah Harus dua Tahun?

  • Lama Bayi Menyusu

Adaptasi atau penyesuaian akan terjadi di awal penyusuan. Anda masih belajar menyusui dan si kecil akan belajar cara menyusu. Semakin sering ia menyusu, semakin mahir ia melakukannya. Jangan khawatir jika di awal menyusui ia tampak enggan menghisap. Biarkan ia bermain dengan puting. Menjilati dan mengendus puting adalah bagian dari belajar menyusu.         

Lama bayi menyusu tidak sama antara bayi satu dengan lainnya, dan pola menyusuinya juga berubah-ubah seiring dengan pertumbuhannya. Kuncinya adalah, biarkan bayi menyusu selama ia mau. Dengan begitu ia akan merasa puas dan kebutuhan ASI-nya terpenuhi. Ia akan segera melepaskannya saat sudah merasa cukup kenyang atau merasa puas. Hisapan juga akan dilepaskan dengan sendirinya ketika si kecil tidur. Tetapi jika Anda merasa perlu untuk menghentikannya karena suatu keperluan, melepaskan secara perlahan-lahan dengan cara menekan puting menggunakan jari.

Untuk membuat produksi ASI tetap berlimpah, Anda dapat menerapkan pola penyusuan si kecil setiap 3 – 4 jam sekali. Jika Ia tertidur, anda dapat membangunkannya agar ia memiliki jam menyusu yang teratur. Anda dapat memberikan ASI selama 10 – 15 menit pada masing- masing payudara. Hindari si kecil asyik hanya dengan satu payudara sebelah karena dapat mengakibatkan payudara Anda tidak seimbang dalam memproduksi ASI dalam jangka waktu panjang.

Komposisi ASI bisa berubah-ubah selama masa penyusuan. Pada menit pertama menyusui yang keluar adalah ASI yang encer (susu awal atau foremilk) yang bertugas untuk menghilangkan rasa haus pada si kecil. Pada menit berikutnya, ASI berubah menjadi lebih kental (susu belakang/ hindmilk) yang mengandung lebih banyak lemak dan gizi. Susu hindmilk ini membuat si kecil kenyang. Anda pun akan merasakan perubahan irama hisapan bayi, dari yang cepat, lalu berhenti sebentar, dan hisapannya menjadi lebih lambat.

  • Apakah Harus dua Tahun?

Dengan sangat jelas, Allah berfirman mengenai masa penyusuan seorang ibu kepada bayinya,

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS Al Baqarah: 233)

Menyusui selama dua tahun disebut adalah bentuk perhatian orang tua kepada bayinya.

Dua tahun adalah jangka waktu yang ditentukan Allah untuk menyusui. Seperti pendapat Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat tersebut.Walau ayat ini berbentuk khabar (informasi) namun ada unsur perintah di dalamnya. Ini merupakan petunjuk dari Allah SWT kepada para ibu agar mereka menyusui anak-anaknya dengan pemberian ASI yang sempurna selama dua tahun.

Namun keharusan dua tahun bukan bermakna kewajiban. Dua tahun adalah angka optimal yang sangat dianjurkan. Sebab selama penyusuan, beberapa ibu atau bayi kadang mengalami kondisi yang baginya tidak memungkinkan untuk terus menyusui.

Pada bagian menjelang akhir ayat, Allah mengabarkan tentang kondisi yang membolehkan ibu tidak tuntas dua tahun menyusui,

“…apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya…” (QS Al baqarah: 233)

[Yazid Subakti]

Berikan Penyusuan dan ASI Eksklusif

Berikan Penyusuan dan ASI Eksklusif

Parenting – Penyusuan dan ASI eksklusif adalah memberikan hanya ASI saja tanpa memberikan makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berumur 6 bulan, kecuali obat dan vitamin. Pada bulan ketujuh, bayi tetap mendapatkan penyusuan ASI sampai usianya 2 tahun sambil mengenalkannya dengan makanan tambahan (Makanan Pendamping ASI atau MPASI).

Masih banyak orang yang mengira bahwa yang namanya penyusuan eksklusif itu penyusuan bayi dari lahir sampai usia dua tahun. Bayi memang harus menyusui selama 2 tahun, tetapi di 6 bulan pertama ia hanya mendapatkan ASI saja. Masa-masa 6 bulan inilah masa penyusuan eksklusif.

1. Mengapa harus eksklusif?

ASI eksklusif adalah bagian dari ikhtiar mengurangi tingkat kematian anak dan meningkatkan kesehatan Ibu. WHO pada tahun 2009 menyatakan bahwa sekitar 15% dari total kasus kematian anak di bawah usia lima tahun di negara berkembang karena bayi tidak mendapat ASI eksklusif. Berbagai masalah gizi kurang maupun gizi lebih juga timbul akibat dari pemberian makanan sebelum bayi berusia 6 bulan. Artinya, penyusuan ASI yang tidak eksklusif telah menimbulkan berbagai penyebab masalah pada bayi dan ibu.

Bayi-bayi di awal usianya belum siap mencerna berbagai makanan, sebab yang disediakan secara alami baginya memang hanya satu, yaitu ASI yang diproduksi sendiri oleh ibunya. Usu bayi belum cukup terampil mencerna, mengolah, dan menyerap sumber gizi kalau yang diprosesnya itu bukan ASI.

Kenyataan ini membangkitkan kesadaran bagi para tenaga kesehatan untuk menyampaikan kepada para ibu agar memberi makan anak bayinya hanya dengan ASI, sampai bayi cukup usia untuk mencerna makanan lain.

2. Manfaat penyusuan eksklusif

Penyusuan eksklusif adalah keharusan. Ini adalah hak bayi untuk mendapatkannya sehingga orang tua harus memenuhinya.

  • Menguatkan kekebalan tubuh bayi

Di awal kehidupannya, bayi memerlukan sistem kekebalan untuk menangkal berbagai ancaman penyakit yang akan menyerang tubuhnya. Zat pemberi kekebalan ini ternyata sudah disediakan secara alami, yaitu pada cairan ASI dari ibunya. Zat antibodi pada air susu ibu pembentuk kekebalan tubuh yang bisa membantunya melawan bakteri dan virus.

Dengan meminum ASI, bayi lebih kecil resikonya untuk terserang penyakit dan berbagai jenis infeksi. Penyakit anak seperti diare, asma, alergi, infeksi telinga, infeksi saluran pernapasan, konstipasi, sindrom kematian bayi mendadak, dan meningitis lebih sedikit terjadi pada bayi-bayi yang pada masa kecilnya mendapat ASI eksklusif.

  • Menguatkan Kecerdasan Bayi

Sebagian dari potensi kecerdasan bayi adalah bawaan sejak lahir, yang sebagian besar diturunkan dari ibunya. Namun demikian, nutrisi yang menjadi konsumsi di awal kehidupannya dapat mengubahnya menjadi semakin buruk atau semakin baik.

Asam lemak yang terdapat pada air susu ibu memperbaiki kecerdasan otak bayi. Bayi yang mendapat ASI eksklusif akan menerima asupan asam lemak ini dalam jumlah yang cukup sehingga potensi kecerdasannya semakin baik. Selain itu, bayi yang menyusu secara eksklusif mendapat kesempatan menjalin hubungan dekat dengan ibunya. Jalinan selama penyusuan ini berdampak positif terhadap kognitif dan emosi bayi. Itulah sebabnya, bayi yang mendapat ASI, memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidak mendapat ASI eksklusif.

  • Memperbaiki berat badan

Berat badan yang paling diinginkan bukanlah yang gemuk, tetapi ideal sesuai umurnya. Sebisa mungkin berat badan bayi dalam keadaan ideal, tidak terlalu kurus dan bukan kegemukan.

Bayi lebih mudah tumbuh dengan bobot tubuh normal jika diberi ASI eksklusif sejak awal kelahirannya. Berbeda dengan bayi-bayi yang mengkonsumsi susu formula, banyak di antara mereka yang mengalami kegemukan. Ini disebabkan ASI lebih sedikit merangsang produksi insulin ketimbang susu formula. Hormon insulin adalah dapat memicu pembentukan lemak. Jadi, bayi yang mengkonsumsi ASI, meskipun sangat banyak setiap hari, tidak banyak terlalu beresiko tertimbun lemak pada tubuhnya.

  • Menguatkan Tulang Bayi

Tulang bayi terus mengalami pembentukan sampai ia beranjak dewasa. Pada awal kehidupannya ini, ia memerlukan banyak kalsium sebagai tabungan atau cadangan kekuatan tulang saat ini dan kelak ketika dewasa. Kecukupan kalsium manusia pada masa dewasa dicukupi sejak masa kecilnya ini.

Sumber kalsium paling penting bagi bayi ternyata dari ASI. Dalam ASI inilah kalsium diperoleh bayi dengan mudah dan jumlahnya sesuai kebutuhan. Dalam pertumbuhannya, bayi yang mendapat penyusuan ibunya memiliki tulang leher dan tulang belakang lebih kuat dibanding yang tidak diberikan ASI atau kekurangan ASI. Selain itu, bayi peminum ASI mengalami pertumbuhan gigi yang lebih kuat dan sehat.

  • Terhindar dari risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)

Salah satu kejadian yang memilukan adalah sindrom kematian bayi mendadak. kematian ini terjadi secara mendadak saat bayi tidur, sehingga banyak ibu yang tak sempat menolongnya.

Penyusuan ASI eksklusif pada bayi mengurangi risiko terjadinya sindrom kematian bayi mendadak saat bayi tidur. Efek ASI yang dapat mengurangi risiko terjadinya SIDS adalah jika memberikan penyusuan secara eksklusif. Dengan penyusuan ini, setidaknya ibu terus menerus memperhatikan bayinya selama kontak penyusuan berlangsung sehingga gejala apapun pada bayi langsung mengetahuinya.

  • Membentuk ikatan hati antara ibu dan anak (bonding)

Penyusuan tak sekedar bertujuan agar bayi mendapat cukup nutrisi dari ibunya. Saat menyusui, Anda akan bersentuhan dengan kulit Si Kecil, saling bertatapan dan berkomunikasi dengannya.

Ini adalah pembelajaran paling awal bagi bayi tentang jalinan kasih sayang dan hubungan. ibu merasakan kehadiran bayinya dan mencurahkan perasaannya, begitu juga bayi merasakan kehadiran ibu dan mendapat perhatian darinya. Kedekatan hubungan menjadi terbentuk erat hingga terbangun suasana saling menyayangi.

  • Menghindari kegemukan bagi ibu

Menyusui ternyata juga dapat membakar kalori. Ibu yang selama masa hamil biasanya mengalami kenaikan berat badan cukup banyak. Setelah melahirkan, kenaikan berat badan hanya berkurang dari berat bayi dan isi rahimnya saja yang keluar, sedangkan sedangkan lemak tubuh yang terlanjur menimbun tidak keluar.

Dengan terbakarnya kalori saat menyusui, berat badan yang sempat naik memungkinkan dapat berkurang.

  • Menjadi pengatur jarak kehamilan secara alami

Beberapa waktu setelah melahirkan, ibu akan segera kembali pada masa subur sebagaimana saat-saat sebelum kehamilan. Setelah nifas selesai, siklus haid dalam rahim mulai berjalan. Artinya, sel telur kembali terproduksi dan rahim bersiap untuk menerima kehamilan lagi.

Pada saat seorang ibu menyusui secara eksklusif, peluncuran sel telur dalam rahim bisa terhambat. Hambatan ini membuat peluang kehamilan menjadi berkurang. Jadi, selama ibu memberikan ASI eksklusif, kecil kemungkinan ibu akan mengalami kehamilan karena hambatan ini. Inilah yang kemudian dijadikan sebagai salah satu metode keluarga berencana secara alami, yaitu Lactational Amenorrhea Method (LAM)

  • Membantu pemulihan ibu

Selama akhir masa kehamilan, proses melahirkan, sampai beberapa saat setelah persalinan, anda mengalami tekanan yang cukup berat. Baik tekanan fisik menghadapi rasa sakitnya melahirkan maupun tekanan psikis mengenai banyak hal. Dalam keadaan ini, anda memerlukan oksitosin untuk menenangkan diri.

Selama menyusui, anda akan terangsang untuk mengeluarkan hormon oksitosin yang bisa membuat Anda merasa rileks dan nyaman. Anda menggendong bayi sambil mulutnya menghisap payudara anda, bersamaan dengannya anda merasa menyatu dan saling memperhatikan. Stress anda berkurang dan anda merasa lebih tenang.

Hormon oksitosin juga dapat membantu rahim berkontraksi. Hal ini bisa mengurangi risiko perdarahan rahim usai persalinan, dan mempercepat pemulihan bentuk rahim seperti semula.

  • Terjadi penghematan

Sudah jelas bahwa pemberian ASI eksklusif membuat Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli susu formula yang rata-rata harganya mahal. Tidak ada susu formula bagus yang harganya murah, karena bahan dan proses pembuatannya memang tidak murah, terlebih biaya iklannya yang sangat besar karena sangat gencar.

Penghematan lain dengan penyusuan eksklusif adalah anda tidak perlu memberi berbagai peralatan penyusuan seperti halnya bayi yang meminum susu formula. Anda tidak perlu membeli botol dan dot yang hanya bisa terpakai sementara, berbagai alat pencuci, alat sterilisasi, dan bahan pembersih.

Penghematan lainnya adalah hemat waktu dan energi. Anda tidak repot dengan kegiatan mencuci botol dan perlengkapannya, menyeduh susu dan menakar yang kebutuhan bayi tak kenal waktu itu.

[Yazid Subakti]