Nama Bayi Laki-laki Islami Berawalan A

Kehadiran buah hati merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh pasangan yang sudah menikah. Kerenanya dengan hadirnya sang buah hati kehidupan berkeluarga semakin berwarna dan bahagia. Kali ini Aqiqah Al Kautsar menyajikan daftar nama bayi laki-laki islami yang dapat anda gunakan sebagai referensi untuk memberikan nama pada sang buah hati.

Daftar nama anak beserta artinya:

‘Aakif yang artinya, Beriktikaf
‘Aali yang artinya, Tinggi
‘Aamir yang artinya, Memakmurkan
‘Aathif yang artinya, Belas kasih
‘Aatik yang artinya, Yang murni/pemurah
Aamir yang artinya, Memakmurkan
Aban yang artinya, Perbuatan yang sangat jelas
Abbad yang artinya, Tekun beribadah
Abbas yang artinya, Nama paman Nabi
Abdad yang artinya, Tekun Beribadat
Abdalah yang artinya, Hamba Allah

Abdul Alim yang artinya, hamba Allah yang mengetahui
Abdul Azim yang artinya, hamba Allah yang agung
Abdul Aziz yang artinya, hamba yang maha gagah
Abdul Dayyan yang artinya, hamba Allah yang membalas
Abdul Basit yang artinya, hamba Allah yg melimpah nikmat
Abdul Ghafur     yang artinya, hamba Allah yang membuka
Abdul Hakam yang artinya, hamba Allah yang menghukum
Abdul Fattah yang artinya, hamba Allah yang membuka
Abdul Ghaffar yang artinya, hamba yang maha pengampun
Abdul Hak yang artinya, hamba Allah yang sebenar
Abdul Ghani yang artinya, hamba yang maha kaya

Daftar Harga Aqiqah Bayi Laki-Laki

Abdul Hadi yang artinya, hamba Allah yang kaya
Abdul Hafiz yang artinya, hamba Allah yang memelihara
Abdul Haiy yang artinya, hamba Allah yang hidup
Abdul Halim yang artinya, hamba yang maha lemah lembut
Abdul Hanan yang artinya, hamba Allah yang penyayang
Abdul Hannan yang artinya, hamba yang maha pengasih
Abdul Jalil yang artinya, hamba Allah yang mulia
Abdul Jawad yang artinya, hamba Allah yang pemurah
Abdul Karim yang artinya, hamba Allah yang pemurah
Abdul Khaliq     yang artinya, hamba Allah yang mencipta
Abdul Latif yang artinya, hamba Allah yang lemah lembut
Abdul Majid yang artinya, hamba yang terpuji
Abdul Malik yang artinya, hamba yang memiliki

Abdul Mannan yang artinya, hamba Allah yang memberi nikmat
Abdul Muhaimin yang artinya, hamba Allah yang berkuasa
Abdul Munim yang artinya, hamba Allah yang memberi nikmat
Abdul Muti yang artinya, hamba Allah yang memberi
Abdul Nasir yang artinya, hamba Allah yang menolong
Abdul Qadir yang artinya, hamba Allah yang berkuasa
Abdul Qahar yang artinya, hamba Allah yang perkasa
Abdul Qahir yang artinya, penakluk, penunduk / hamba yang maha menundukkan
Abdul Qayyum yang artinya, hamba Allah yang berkuasa
Abdul Rahim yang artinya, hamba Allah yang penyayang
Abdul Rahman yang artinya, hamba Allah yang pemurah
Abdul Rasyid yang artinya, hamba Allah yang bijaksana
Abdul Rauf yang artinya, hamba Allah yang pengasih
Abdul Razak yang artinya, hamba Allah yang memberi rezeki
Abdul Salam yang artinya, hamba Allah yang penyelamat
Abdul Syakur yang artinya, hamba Allah yang bersyukur

Daftar Harga Aqiqah Bayi Laki-Laki

Abdul Wadud yang artinya, hamba Allah yang pengasih
Abdul Wafi yang artinya, hamba Allah yang setia
Abdul Wahab yang artinya, hamba Allah yang memberi
Abdul Wahid yang artinya, hamba Allah yang esa
Abdul Warith     yang artinya, hamba Allah yang mewarisi
Abdullah     yang artinya, hamba Allah
Abdur Rahim yang artinya, hamba Allah yang mengasihani
Abdur Rahman yang artinya, hamba Allah yang pemurah
Abhar     yang artinya, yang bergemerlapan/yang berseri
Abid     yang artinya, yang beribadat
Abidin     yang artinya, yang beribadat
Abiyyu     yang artinya, yang mulia jiwanya

Abrisam yang artinya,  yang lembut/tampan
Abrisam Abbasy yang artinya, tampan/rajin berusaha
Absyar yang artinya, bergembira
Abu Bakar yang artinya, nama sahabat nabi Muhammad saw (yang bersegera)
Abu Hurairah yang artinya, namba sahabat nabi
Abu Samah yang artinya, yang bertoleransi/Pemaaf
Abu Ubaidah yang artinya, nama sahabat nabi
Abu Wasim yang artinya, yang tampan
Abu Zar    yang artinya, nama sahabat nabi Muhammad saw
Abyad yang artinya, terang/putih
Adabi yang artinya, kesusasteraan/kesopananku
Adabi Abadi yang artinya, kesopananku/yang kekal
Adam yang artinya, nama nabi
Adam Hazlam yang artinya, nama nabi/ketangkasan

Daftar Harga Aqiqah Bayi Laki-Laki

Adham yang artinya, yang cantik
Adi yang artinya, nama sahabat nabi Muhammad SAW
Adib yang artinya, budayawan
Adib Anjab yang artinya, beradab/lebih utama dan bernilai
Adib Fahim yang artinya, pujangga/yang faham
Affan yang artinya, pendaki
Affandi yang artinya, gelaran bagi orang yang berkedudukan
Afham yang artinya, yang pandai
Afif yang artinya, yang menjaga kehormatannya/yang bermaruah
Afiq yang artinya, yang mulia
Afkar yang artinya, buah pikiran/yang bijak

Aflah yang artinya, yang beruntung
Afnan yang artinya, kecantikan
Afqar yang artinya, fakir
Akid yang artinya, yang teguh, kuat, tetap
Akma yang artinya, pimpinan
Alamgir yang artinya, penakluk dunia
Alauddin yang artinya, ketinggian agama
Alham yang artinya, beroleh ilham
Ali yang artinya, yang tinggi kedudukannya/yang mulia
Allamah    yang artinya, yang berilmu luas
Amal yang artinya, harapan/cita-cita
Amali    yang artinya, harapanku/cita-citaku
Amaluddin yang artinya, cita-cita agama
Amjad yang artinya, soleh/mulia
Amkrun yang artinya, orang-orang berkuasa
Amran yang artinya, yang memakmurkan
Amrin yang artinya, perintah

Daftar Harga Aqiqah Bayi Laki-Laki

Amrunyang artinya, kemakmuranku
Amzar yang artinya, yang mulia
Anas yang artinya, Cinta/kasih/mesra
An’am yang artinya, Yang diberi nikmat
Andar yang artinya, Yang berseri
Anjab yang artinya, Bernilai dan lebih utama
Anma yang artinya, Yang maju
Anmar yang artinya, Air yang bersih
Ansar yang artinya, Penyokong/penolong
Ansari yang artinya, Penyokongku/penolongku
Anshar yang artinya, Kaum Anshar sahabat Nabi SAW

Antar yang artinya, Berani dalam peperangan
Anwar yang artinya, Lebih bersinar/yang bercahaya
Anwari yang artinya, Cahayaku
‘Aqib yang artinya, Balasan yang baik
‘Aqil yang artinya, Yang baik budi,
Aqlan yang artinya, Kebijakan
Aqhar yang artinya, Yang gagah
Aqra yang artinya, Pandai membaca
Askari yang artinya, tentera
Aslah yang artinya, yang lebih baik
Aslam yang artinya, terkawal/selamat
Asmah yang artinya, yang pemaaf
Asmai yang artinya, hati yang suci
Asmar yang artinya, yang hitam manis
Asna yang artinya, yang bersinar/yang tinggi

Asnawi yang artinya,  gemilang/yang berseri
Aysar yang artinya, yang mudah
Asfa yang artinya, yang suci
Ashmah yang artinya, yang beran
‘Ashim yang artinya, Menjauhi maksiati
Aus yang artinya, pemberian
Aushaf    yang artinya, pemilik baik
Awad yang artinya, pemberian
Awadullah yang artinya, pemberian
Awali yang artinya, pedang
Awam yang artinya, yang tangkas
Awliya yang artinya, kekasih
Awra     yang artinya, yang memberi semangat
Awraq yang artinya, yang memberi semangat
Azam yang artinya, keazaman
Azib yang artinya, sabar dan gigih
Azim yang artinya, besar
Azmi yang artinya, Keteguhan hati

Sumber: https://bidanku.com/nama-nama-bayi-laki-laki-islami

Itu tadi beberapa nama bayi laki-laki islami, semoga bermanfaat. Pada hakikatnya anak adalah titipan dari sang maha kuasa jadi selayaknya kita menjaga dan mendidiknya sebagai mestinya. Anak bisa menjadi karunia maupun bisa menjadi petaka, itu tergantung  pola asuh kita kepadanya.

Semoga anak kita menjadi anak yang sholeh. Senantiasa dalam lindungan Allah SWT, bersih hatinya, sehat, cerdas, santun perangainya, dan menjadi anak yang taat kepada Allah SWT, menjaga shalat, mengamalkan Al Quran dan Sunnah. Berbakti kepada orang tua, menjadi penyejuk mata orang tua, bermanfaat bagi sesama, serta menjadi berkah dunia akhirat…. Aamiin.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Susunan Acara Aqiqah

 

Aqiqah adalah tradisi yang ada di masyarakat muslim ketika ada sebuah keluarga dikaruniai seorang anak sebagai wujud rasa syukur atas karunia Tuhan. Lalu apakah Anda ingin melaksanakan aqiqah anak Anda? Bingung dengan susunan acara aqiqah sebagaimana mestinya?

Tidak perlu khawatir, artikel ini akan mengulas tentang hal itu. Dengan susunan acara yang ada di bawah ini diharapkan bisa membantu Anda untuk mempersiapkan hajat tasyakuran aqiqah anak Anda dengan sebaik mungkin.

Tata Cara Aqiqah

Sebelum ke susunan acara, maka ada baiknya jika Anda mengetahui tata cara aqiqah. Memahami  tata cara aqiqah sangat dianjurkan agar aqiqah bisa diterima dan sah. Rasulullah SAW pernah bersabda :

“Semua anak bayi akan tergadaikan dengan aqiqahnya pada hari ketujuh ia dilahirkan. Maka sembelihlah hewan (kambing), berilah nama dan cukur rambutnya.” [Hadis Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad]”

Jadi dari hadits di atas telah menjelaskan bahwasannya pelaksanaan aqiqah adalah di hari ketujuh di mana bayi tersebut lahir, dicukurlah rambut bayi tersebut dan diberilah ia nama. Lalu ada lagi ketentuan jumlah hewan yang disembelih untuk aqiqah menurut hadis dari ‘Amr bin Syu’aib.

Hadis dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa di antara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia menyembelih dua kambing untuk laki-laki dua kambing yang sama dan satu kambing untuk bayi perempuan.” [Hadis Riwayat Abu Dawud, Nasa’i dan Ahmad]

Hadits di atas menjelaskan bahwa tata cara melaksanakan aqiqah bagi anak laki-laki yakni menyembelih 2 ekor kambing. Untuk anak perempuan adalah menyembelih 1 ekor kambing.

Acara Aqiqah

Nah, setelah mengetahui tata cara pelaksanaan aqiqah, maka selanjutnya adalah susunan acara aqiqah yang pertama adalah pembukaan. Pada acara pembukaan ini, Anda bisa meminta salah satu orang untuk membuka acara syukuran aqiqah.

Lalu susunan acara aqiqah selanjutnya adalah pembacaan ayat-ayat suci Alquran. Pada susunan acara yang kedua ini Anda harus meminta orang yang fasih dan pandai melantunkan ayat suci Alquran.

Pada umunya ayat yang dibacakan adalah surat Luqman ayat 13 sampai 18. Ayat tersebut sangat cocok sekali dibacakan karena berhubungan dengan tema aqiqah yang diaadakan.

Susunan acara aqiqah selanjutnya adalah sambutan dari sohibul bait atau tuan rumah. Anda yang memiliki hajat, ada baiknya jika memberikan sepatah dua patah kata untuk menyambut kedatangan para tamu yang hadir di acara aqiqah anak Anda.

Acara selanjutnya yang adalah susunan acara aqiqah yang paling utamaa, yakni acara pencukuran rambut anak Anda. Pencukuran rambut dalam prosesi walimatul aqiqah memang terkesan simbolik karena bisa saja Anda mencukur rambut sang bayi sebelum acara atau sesudahnya.

Jika Anda menghendaki pencukuran rambut bayi secara keseluruhan, tentu Anda membutuhkan waktu yang lama. Jadi pada acara pencukuran rambut tersebut, Anda hanya perlu memotong beberapa helai rambut anak Anda saja.

Setelah secara simbolik mencukur rambut, acara selanjutnya adalah memberikan nama anak Anda dan mengumumkannya kepada tamu yang hadir di acara aqiqah anak Anda.

Lalu susunan acara yang terakhir adalah menikmati hidangan olahan daging aqiqah serta mempersilakan tamu membawa pulang daging aqiqah yang sudah Anda siapkan.

Seperti itulah susunan acara untuk aqiqah pada umumnya yangberlaku di masyarakat muslim Indonesia. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Contoh-contoh Undangan Aqiqah Anak

Kurang lengkap rasanya jika ingin menyelenggarakan tasyakuran aqiqah tapi tidak mengundang banyak orang untuk datang. Bingung ingin membuat undangan? Tidak perlu khawatir, berikut adalah contoh undangan aqiqah anak.

Melihat contoh undangan aqiqah anak sangat perlu Anda perhatikan sebab inti dari aqiqah juga berniat untuk menyedekahkan daging olahan aqiqah. Sayang jika acara yang telah disusun sedemikian rupa tidak ada yang menghadiri karena tidak adanya sebuah undangan.

Siapa Saja yang Bisa Menerima Undangan Aqiqah?

Orang-orang yang berhak mendapat undangan adalah orang-orang yang juga layak menerima daging aqiqah. Seorang muslim bisa mengundang sanak family, kerabat kerja, tetangga ataupun anak-anak panti asuhan dsb.

Berdasarkan amalan Rasulullah dan sahabat, seorang muslim disunatkan untuk memakan sebagian daripada daging tersebut, kemudian disedekahkan dan sebagian lainnya dihadiahkan.

Yang dimaksud dengan daging aqiqah yang dianjurkan untuk disedekahkan adalah menu aqiqah yangbisa diberikan kepada mereka yang yang berhak.

Adapun orang yang berhak menerima adalah orang-orang yang secara ekonomi kurang beruntung. Jadi daging aqiqah bisa diberikan kepada anak-anak panti asuhan, anak-anak jalanan dan orang-orang fakir lainnya.

Sementara  yang dimaksud dengan dihadiahkan adalah menu aqiqah bisa diberikan kepada tetangga, saudara, sahabat, kerabat kerja dan lain sebagainya.

Hal-hal yang Patut Diperhatikan dalam Membuat Undangan

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membuat undangan aqiqoh.

Pertama, yang harus dilakukan ketika membuat undangan aqiqah adalah menulis salam pembuka. Salam pembuka merupakan hal yang wajib digunakan seseorang dalam membuat undangan sebagai bentuk sapaan atau salam kepada orang yang membacanya.

Kedua, setelah membuat salam pembuka, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah membuat isi undangan. Isi dari contoh undangan aqiqah meliputi tempat, hari, tanggal, serta rangkaian acara dalam acara aqiqah.

Rangkaian acara bisa diisi dengan pembukaan, pembacaan kalam Illahi, khataman al-Qur’an atau pembacaan Yasin dan Tahlil, mencukur rambut sang bayi dan pemberian nama, doa dan penutup.

Ketiga, langkah yang terakhir selanjutnya adalah membuat penutup. Penutup merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah surat undangan. Penutup merupakan suatu bentuk pengharapan atau permohonan penyelenggara aqiqah kepada pembaca undangan.

Agar siapapun yang membaca undangan tersebut agar bisa hadir dalam acara aqiqah. Jangan lupa surat ditutup dengan salam, sebab salam adalah salah satu bentuk sopan santun ketika membuat surat undangan.

Contoh Undangan Aqiqah Resmi

UNDANGAN

Yth :

Bapak / Ibu / Saudara /i

Ditempat

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur alhamdulillah, dengan memohon rahmat dan karunia kepada Allah SWT. Maka kami sekeluarga bermaksud ingin mengundang kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i agar berkenan untuk hadir dalam acara tasyakuran putra kami yang ketiga “Fariz Amrullah” yang insyaAllah akan kami laksanakan pada :

Hari/Tanggal : Kamis, 12 Juni 2017

Pukul : 19.00 WIB – selesai (Ba’da Isya’)

Alamat : Perumahan Mutiara Indah, Buaran, Ponorogo

Adalahsuatu kehormatan yang besar bagi kami, jika Bapak/Ibu/Saudara/i mau untuk berkenan hadir dalam acara aqiqah putri kami.

Atas kehadiran dan doanya kami ucapkan banyak terimakasih.

Wassalamua’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Hormat kami sekeluarga

Aris Surahman dan Eka Rafika

Seperti itulah contoh undangan aqiqah anak Anda. Dari contoh undangan aqiqah anak di atas jangan lupa untuk mempertimbangkan ketiga hal yang patut diperhatikan. Seperti pembukaan, isi dan juga penutup. Selamat mencoba.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Pengertian Akikah yang Harus Diketahui oleh Umat Muslim

 

Akikah adalah ibadah yang telah ditetapkan dalam syari’at Islam sebagai wujud rasa syukur seorang hamba atas kelahiran putera atau puterinya di dunia. Pengertian akikah sendiri berarti memotong atau menyembelih apabila ditinjau dari segi bahasa.

Namun pengertian akikah dari segi syara’, artinya adalah adalah menyembelih binatang ternak berkenaan dengan kelahiran seorang anak. Binatang ternak yang dimaksud adalah bisa berupa kambing, domba maupun biri-biri.

Pengertian Akikah

Pengertian akikah yang sebenarnya bila ditinjau dari kacamata syara’ Islam adalah menyembelih hewan.

Penyembelihan hewan ini adalah sebagai bentuk rasa syukur umat Islam terhadap Allah SWT atas bayi yang dilahirkan. Adapun hukum melakukan akikah menurut pendapat ulama’,  yang paling kuat hukumnya adalah sunah muakkadah.

Menyembelih hewan untuk akikah adalah sebagai bukti rasa syukur kedua orang tua kepada Allah SWT. Berdasarkan sunnah Nabi Muhammad SAW, syari’at yang berlaku dalam Islam adalah jika bayi yang lahir berupa laki-laki maka akikahnya adalah dua ekor kambing.

Adapun jika bayi yang lahir adalah  perempuan, maka yang disembelikan adalah satu ekor kambing. Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW :

Dari Aisyah, ia berkata, “Rasulullah telah menyuruh kita agar menyembelih akikah untuk seorang anak laki-laki adalah dua ekor kambing dan untuk seorang anak perempuan adalah satu ekor kambing”

Hukum Melaksanakan Akikah

Dari pengertian akikah di atas, maka jelaslah bahwa akikah adalah melakukan penyembelihan hewan sebagai wujud rasa sukur orang tua terhadap kelahiran bayinya. Lalu bagaimanakah hukum melaksanakan akikah?

Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, bahwasannya hukum melaksanakan akikah adalah sunnah mu’akadah. Pelaksanaan akikah dilakukan sekali dalam seumur hidup anak tersebut.

Waktu untuk melaksanakan akikah tersebut adalah di hari ketujuh dari kelahiran anak tersebut. Sebagaimana hadist Rasulullah yang menjelaskan tentang akikah bagi anak yang baru lahir :

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّيكُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تَذْ بَحُ عَنْهُ  يَوْمَسَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

Setiap bayi yang lahir tergadai dengan akikahnya, disembelihkanlah kambing untuknya pada hari ke tujuh ia lahir, dicukur dan diberilah ia nama”

Hadits di atas menjelaskan bahwa waktu penyembelihan akikah ialah pada hari ketujuh.  Namun apabila di hari ketujuh dari kelahiran sang anak telah terlewat maka diperbolehkan untuk melaksanakan akikah pada hari keempat belas.

Kemudian apabila di hari ke-empat belas juga luput, maka bisa dilakukan pada hari ke dua puluh satu.

Syarat Hewan Akikah

Syarat hewan yang diperbolehkan untuk akikah adalah jenis hewan berupa kambing, domba atau biri-biri. Untuk jenis kelaminnya, baik jantan ataupun betina tidak menjadi masalah.

Nabi  Muhammad SAW pun bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ashhabus Sunan yang artinya seperti di bawah ini :

Untuk anak lai-laki sembelihlah dua ekor rkambing, dan untuk anak perempuan satu ekor kambing, dan tidak akan memudharati kalian apakah kambing-kambing tersebut jantan ataukah betina.”

 (Hadits Riwayat Ashhabus Sunan, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany).

Adapun syarat yang harus dipenuhi untuk huwan yang akan disembelih adalah :

 وَعَنِ اَلْبَرَاءِ بنِ عَازِبٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَامَ فِينَا رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ: – “أَرْبَعٌ لَا تَجُوزُ فِي اَلضَّحَايَا: اَلْعَوْرَاءُ اَلْبَيِّنُ عَوَرُهَا, وَالْمَرِيضَةُ اَلْبَيِّنُ مَرَضُهَا, وَالْعَرْجَاءُ اَلْبَيِّنُ ظَلْعُهَا  وَالْكَسِيرَةُ اَلَّتِي لَا تُنْقِي” – رَوَاهُ اَلْخَمْسَة ُ . وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَابْنُ حِبَّان َ

 “Ada 4 macam binatang yang tidak sah dijadikan qurban : 1. Cacat matanya, 2. sakit, 3. pincang dan 4. kurus yang tidak berlemak lagi “ (HR Bukhari dan Muslim).

Seperti itulah ulasan mengenai pengertian akikah, hukum dan juga syarat hewan yang diakikah. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

 Desain Undangan Aqiqah

 Desain Undangan Aqiqah

Anda sedang bingung mencari desain undangan aqiqah untuk menyambut kelahiran anak Anda?  Tidak perlu bingung, artikel ini akan mengulas tentang berbagai desain undangan aqiqah yang bisa Anda jadikan referensi.

Berbagai contoh desain undangan aqiqah di bawah ini barangkali bisa menginspirasi Anda untuk membuat  undangan aqiqah yang baik dan benar sekaligus unik. Lalu bagaimana sih contoh desain undangan aqiqah? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Tips Menulis Isi Undangan Aqiqah

Sebelum ke desainnya, Anda harus menyiapkan terlebih dahulu isi dalam undangan aqiqah tersebut. Sebenarnya, undangan aqiqah yang baik tidak perlu menggunakan banyak kalimat atau kata-kata yang bertele-tele.

Anda cukup menggunakan kalimat yang singkat, padat, dan jelas. Sehingga maksud dan tujuan dari undangan aqiqah tersebut dapat tersampaikan dengan baik kepada yang siapa saja yang membacanya.

Pada intinya dalam undangan tersebut, Anda tentunya mengundang sanak kerabat, tetangga, atau teman-teman yang Anda kenal. Tujuannya adalah agar mereka semua bisa hadir dalam acara syukuran atas kelahiran putra/putri Anda.

Nah,  berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membuat undangan aqiqoh.

  1. Pertama, yang harus Anda lakukan ketika membuat undangan aqiqah adalah menulis salam pembuka. Salam pembuka merupakan hal yang wajib Anda gunakan sebagai sapaan atau salam kepada orang yang membacanya.

Pada umumnya salam pembuka biasa ditulis dengan menggunakan kata “Assalamu’alaikum wr.wb”

  1. Kedua, setelah Anda sudah membuat salam pembuka, maka langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah membuat isinya. Isi dari contoh undangan aqiqah adalah meliputi tempat, hari, tanggal, serta rangkaian acara dalam acara aqiqah.

Rangkaian acara bisa Anda isi dengan pembukaan, pembacaan kalam Illahi, khataman al-Qur’an atau pembacaan Yasin dan Tahlil, mencukur rambut sang bayi dan pemberian nama, doa dan penutup.

Dari rangkaian acara tersebut, hal yang harus benar-benar Anda perhatikan adalah waktu acara. Sebab jika waktu acaranya salah, maka bisa berakibat fatal. Bisa jadi tidak ada tamu yang akan datang karena tidak tahu waktunya.

  1. Ketiga, langkah yang selanjutnya adalah membuat penutup. Penutup merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah surat undangan. Apalagi di dalam undangan aqiqah anak Anda.

Penutup merupakan suatu bentuk pengharapan atau permohonan Anda, sebagai penyelenggara acara kepada pembaca undangan. Agar siapaun yang membaca undangan tersebut bisa hadir dalam acara yang akan Anda selenggarakan.

Jangan lupa tutuplah surat dengan salam, sebab salam adalah salah satu bentuk sopan santun dalam membuat surat undangan.

Contoh Desain Undangan

desain undangan aqiqah

desain undangan aqiqah 2

Seperti itulah contoh desain undangan aqiqah yang bisa diulas. Contoh desain di atas adalah contoh undangan yang sederhana, Anda bisa menambahkan foto bayi Anda di undangan jika berkenan. Selamat mencoba.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Harga Domba Terbaru 2018

Apakah Anda adalah orang tua yang sedang ingin melaksanakan ibadah Allah berupa aqiqah? Bingung mencari tahu harga-harga hewan yang harus dikorbankan saat aqiqah nanti? Jangan khawatir, artikel ini akan mengulas tentang harga domba.

Mengetahui harga domba sangat penting agar Anda tidak terkena biaya yang mahal saat membelinya. Observasi harga itu sngat diperlukan mengingat tidak jarang banyak pedagang yang ‘curang’ dalam memberikan harga.

Tapi sebelum mengetahui harga-harga hewan aqiqah, ada baiknya jika Anda mengetahui terlebih dahulu, apa saja jenis hewan yang disembelih saat aqiqah. Selain itu Anda juga harus mengetahui syarat-sayarat hewan yang harus dijadikan sembelihan saat aqiqah.

Jenis Hewan untuk Aqiqah

  1. Jenis hewan yang dipebolehkan untuk aqiqah adalah dari jenis hewan mamalia kecil seperti kambing, domba dan biri-biri. Tidak diperkenankan menyembelih ayam, itik ataupun angsa. Juga tidak ada perinyah menyembelih sapi, kerbau ataupun unta.
  2. Untuk kategori jenis kelamin hewan yang disembelih boleh berjenis kelamin jantan ataupun betina. Baik jenis kelamin betina atau jantan adalah sama saja dan tidak ada masalah.
  3. Umur hewan yang disembelih untuk aqiqah sama halnya dengan yang ditetapkan dengan umur hewan qurban, yakni: Untuk domba atau biri-biri cukup satu tahun atau setahun kurang sedikit. Adapun untuk kambing umurnya cukup dua tahun dan masuk tahun ketiga.
  4. Hewan yang yang disembelih untuk aqiqah haruslah hewan yang sehat dan bagus, tidak diperkenankan menyembelih hewan yang cacat dan sakit.

 

Adapun untuk masalah jenis kelamin yang tidak dipermasalahkan, di mana boleh menyembelih domba jantan atau betina adalah sebagaimana hadits di bawah ini.

“Untuk bayi laki-laki adalah dua ekor kambing, dan untuk bayi perempuan adalah satu kambing, dan tidak memudharati kalian apakah kambing-kambing tersebut jantan atau betina.”

(Hadits Riwayat Ashhabus Sunan, dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albany).

 

Syarat Domba dan Kambing Aqiqah yang Sempurna

Disyariatkan dalam Islam bahwa hewan aqiqah adalah dari jenis domba atau kambing. Untuk usia hewan aqiqah menurut umumnya, ulama menyamakan dengan persyaratan hewan qurban yakni hewan yang sudah melewati setahun.

Jika memang domba atau kambing belum melewati setahun, maka usia minimal adalah enam bulan yang bila dicampur tidak terlihat bedanya. Syarat selanjutnya adalah dilihat dari segi kesehatan.

Hewan yang disembelih untuk aqiqah adalah hewan yang sehat dalam artian tidak buta walaupun sebelah, tidak boleh pincang yang nyata, kurus kering, terpotong ekor atau telinga lebih dari sepertiganya.

Hewannya sudah ompong giginya dikarenakan sudah berusia lanjut atau sakit, lumpuh dan gila sehingga hewan tersebut tidak dapat digembalakan.

Ya, syarat hewan aqiqah juga tidak boleh cacat di mana tanduknya patah, gigi lepas dalam masa pergantian, bulu rontok, sakit ringan dan luka kecil.

Nah, dari syarat-syarat hewan yang disembelih untuk aqiqah tersebut, tentunya harus dilaksanakan oleh umat muslim. Tentu tidak mau kan jika aqiqah Anda tidak sah di mata agama? Oleh sebab itu carilah domba atau kambing yang sesuai dengan syariat Islam.

Jika Anda ingin mencari domba yang sesuai dengan syariat Islam, maka laman kami adalah solusi yang tepat. Harga domba dari kami sangat terjangkau, yakni berkisar Rp. 1.150.000 hingga Rp.1.700.000

Harga-harga domba tersebut sudah disesuaikan dengan berat badan domba. Jadi dengan harga yang terjangkau tersebut Anda sudah bisa membawa domba untuk aqiqah anak Anda.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Hukum Aqiqah Anak yang Masih Kecil ataupun Dewasa

Hukum Ibadah Aqiqah-Anak adalah titipan dari Yang Maha Kuasa untuk senantiasa dijaga dengan sebaik mungkin. Ketika sang anak telah lahir di dunia ini, maka syariat dalam Islam menganjurkan untuk melakukan aqiqah. Hukum aqiqah anak sendiri hukumnya adalah sunnah mu’akad.

Adapun hukum aqiqah anak bagi orang tua yang dikatakan berasal dari kalangan yang mampu, maka sangat dianjurkan atau bahkan wajib dalam melaksanakan aqiqah. Aqiqah mengajarkan seorang muslim untuk mau bersyukur atas karunia yang diberikan Allah SWT.

Lalu seperti apakah hukum aqiqah itu sendiri?

 

Hukum Melaksanakan Aqiqah

Hukum aqiqah dalam Islam adalah sunnah mu’akad yang dilakukan sekali dalam seumur hidup. Sebagaimana yang telah ditulis dalam hadist Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang aqiqah untuk anak yang baru lahir :

 

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّيكُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تَذْ بَحُ عَنْهُ يَوْمَسَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

Setiap bayi yang lahir tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkanlah kambing untuknya pada hari ke tujuh ia lahir, dicukur dan diberilah ia nama”

Berdasarkan hadits di atas, dalam melaksanakan aqiqah yang dianjurkan oleh syariat Islam adalah pada hari ketujuh ketika sang anak lahir. Hal ini diniatkan agar ibadah aqiqah sorang muslim bisa menjadi lebih sempurna apabila sesuai dengan waktu yang disyariatkan.

Namun jika pada hari ketujuh dari kelahiran sang anak tersebut luput atau terlewat maka sebagian ulama membolehkan untuk melaksanakan aqiqah pada hari keempat belas anak lahir.

Tapi jika di hari ke empat belas orang tua tidak bisa mengaqiqahkannya, maka aqiqah bisa dilaksanakan pada hari ke dua puluh satu. Lalu bagaimana jika orang tua tetap tidak mampu melaksanakan aqiqah pada hari kedua puluh satu dan anak sudah beranjak dewasa?

Hukum Aqiqah Anak yang Sudah Dewasa

Hukum aqiqah anak yang sudah beranjak dewasa berdasarkan ijma’ ulama’ adalah :

Berdasarkan kitab Al Muntaqa min Fatawa Al Fawzan, (5/84 Asy Syameal). Syeikh Al Fauzan Hafizhahullah berkata:

وإذا لم يفعلها الوالد فقد ترك سنة، وإذا لم يعق عنه والده وعق عن نفسه فلا بأس بذلك فيما أرى، والله أعلم .

“Apabila orangtua melaksanakan aqiqah, maka sungguh ia telah meninggalkan sunnahnya. Dan apabila orangtua belum mengaqiqahi anaknya kemudian sang anak mengaqiqahi dirinya sendiri, maka hal itu tidaklah mengapa, sepenglihatan saya, wallahu a’lam.”

 

Masih berdasarkan kitab Al Muntaqa min Fatawa Al Fawzan, (4/84 Asy Syamela). Syeikh Al Fawzan Hafizhahullah juga berkata:

الأفضل يوم سابعه، هذا هو الأفضل المنصوص عليه، فإن تأخرت عن ذلك فلا بأس بذلك ولا حد لآخر وقتها إلا أن بعض أهل العلم يقول : إذا كبر المولود يفوت وقتها، فلا يرى العقيقة عن الكبير، والجمهور على أنه لا مانع من ذلك حتى ولو كبر

“Waktu pelaksanaan yang utama untuk aqiqah adalah dilakukan pada hari ke tujuh kelahirannya. Maka  jika terlambat dari hari ketujuh, itu tidaklah mengapa, dan tidak ada batasan untuk akhir waktu aqiqah kecuali sebagian para ulama berkata:

Jika anak yang lahir sudah baligh maka waktu aqiqahnya sudah lewat, tidak dianjurkan bagi orang tua untuk melakukan aqiqah atas seorang yang sudah besar. Sementara  mayoritas ulama berpendapat bahwasannya tidaklah ada larangan untuk itu meskipun sang anak sudah besar.”

Berdasarkan dari kedua dalil yang sudah dijelaskan, maka hukum ibadah aqiqah anak yang sudah beranjak dewasa tidak mengapa. Seperti itulah ulasan mengenai hukum aqiqah bagi anak yang masih kecil maupun anak yang sudah baligh. Semoga bermanfaat.

 

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Kumpulan Doa-doa Akikah yang Harus Diketahui Umat Muslim

 Apa yang disyariakan seorang ayah sebelum menyembelih hewan akikahnya? Berdoa. Apa yang disyariatkan kepada ayah sebelum ia mencukur rambut bayinya? Berdoa. Ya, doa adalah pembuka keselamatan. Berikut adalah kumpulan doa-doa akikah yang harus dibaca.

Doa adalah sebuah anjuran yang wajib dibaca oleh umat muslim yang sedang atau akan melaksanakan ibadah berupa akikah. Akikah adalah hal sakral yang dilakukan sekali dalam hidup seorang hamba Allah. Maka di setiap tindakan haruslah disertai dengan doa.

Lalu apa saja doa-doa yang dipanjatkan ketika melaksanakan akikah? Berikut ulasannya.

 

Doa Ketika Menyembelih Hewan Akikah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللّهُم‍َّ رَبِّىْ, هَذِهِ عَقِيْقَةُ … بِنْ…. دَمُهَا بِدَمِهِ وَلَحْمُهَا بِلَحْمِهِ وَعَظْمُهَا بِعَظْمِهِ وَجِلْدُهَا بِجِلْدِهِ وَشَعْرُهَا بِشَعْرِهِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا فِدَاءً لِ…بن….مِنَ النَّارِ

Artinya :

Ya Allah, wahai Tuhanku, hewan ini adalah akikah untuk….bin… (sebutkan nama putra), dimana darah hewan akikah ini adalah untuk menebus darah sang anak. Daging hewan ini untuk menebus dagingnya sang anak.

Tulangnya hewan tulangnya adalah untuk menbus tulangnya sang anak, kulitnya hewan adalah untuk menebus kulitnya sang anak. Serta bulunya hewan adalah untuk menebus rambutnya anak.

Ya Allah, semoga Engkau menjadikan akikah ini sebagai tebusan untuk….bin…. (sebutkan namanya)  terhindar dari neraka.

 

Doa Mencukur Rambut Bayi Saat Acara Akikah 

Nah, setelah berdoa menyembelih hewan, do yang dibaca ketika walimatul akikah adalah   :

بِسْمِ اللهِ الرّحمنِ الرّحِيمِ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيّدِناَ محمّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ, اَللّهُمَّ اُعِيْذُهُ بِالْوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ حَسَـدٍ. اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْـطَانِ الرَّجِيْمِ. اَللّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا اْلوَلَدَ وَلَدًا صَالِحًا. اَللّهُـمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ السَّـلاَمَةَ فِى الدُّنْياَ وَالدِّيْنِ وَنَسْأَلُكَ الزِّيَادَةَ وَالْبَرَكَةَ فِى اْلعِلْـمِ وَارْزُقِ الْمَرْزُوْقِيْنَ. اِلَهِى اِنَّكَ قَدْ عَلَّمْتَ اَدَمَ اْلاَسْمَاءَ كُلَّهَا وَقَدْ اَمَرَنَا نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِإِحْسـَانِهَا فَهَا نَحْنُ نُسَمَّى هَذَا الْوَلَدَ بِاسْمِ يُنَاسِبُ اَهْلَ الْبَيْتِ… اِلَهِى اَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ وَعَلىَ دِيْنِ نَبِيِّناَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مِلَّةِ اَبِيْنَا اِبْرَاهِيْـمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اَللّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ لِسَاناًذَاكِرًا وَقَلْبًا شَاكِرًا وَبَدَنًاصَابِرًا وَزَوْجَةً تُعِيْنُنَا فِى الدُّيْنَا وَاْلآخِرَةِ. وَنَعُوْذُبِكَ يَا رَبَّنَا مِنْ وَلَدٍ يَكُوْنُ عَلَيْناَ سَيِّدًا وَمِنِ امْرَاَةِ تُشَيِّبُنَا قَبْلَ وَقْتِ الْمَشِيْبِ وَمِنْ مَالٍ يَكُوْنَ عَذَابًا لَّنَا وَوَبَالاً عَلَيْنَا وَمِنْ جَارٍ اِنْ رَّآى مِنَّا حَسَنَةً كَتَمَهَا وَاِنْ رَّآى مِنَّا سَيِّئَةً اَفْشَاهًا.  اَللّهُـمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا عَقِيْقَتَنَا رَبَّناَ,  بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحمَ الرَّاحِمِـيْنَ.

واَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمـِيْنَ

Artinya :

Semoga rahmat serta salam tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Teriring pula kepada keluarga, dan sahabatnya. Ya Allah,  aku memohon perlindungan untuk anak ini kepada-Mu sebagai tempat aku meminta dan bergantung dari kejahatan setiap orang yang dengki.

Aku memohon perlindungan-Mu agar ibu anak-anakku dan keturunannya terhindar dari syetan yang terkutuk. Ya Allah, semoga Engkau menjadikan anak ini menjadi anak yang shaleh.

Ya Allah memberi penambahan dan keberkahan dalam ilmu dan melimpahkan rizki kepada orang-orang yang berkah.

Wahai Allah Tuhanku, sungguh Engkau telah mengajarkan semua nama-nama kepada Nabi Adam. Dan sungguh Nabi Muhammad SAW juga telah memerintahkan kepada kami untuk memberi nama kepada anak ini dengan nama yang layak di negeri ini.…..

*(titik-titik itu sebutkanlah nama anak Anda)

Wahai Tuhanku, kami atas kesucian Islam, di atas keikhlasan dan di atas agama Nabi Muhammad SAW. Dan di atas agama bapak kami Ibrohim, di mana ia adalah orang yang benar dan taat kepada ajaran. Tidaklah Ibrahim termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.

Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu agar lisan kami senantiasa berzikir, hati kami bersyukur, badan bersabar. Dan mohon agar istri bisa menolong kami dalam urusan dunia dan urusan akhirat.

Dan kami berlindung kepada-Mu, wahai Tuhan kami, dari anak yang diberikan kepada kami sebagai tuan. Berlindung dari istri yang menyebabkan tumbuh uban sebelum usia layak beruban, dari harta yang bisa menjadi siksaan dan bencana bagi kami.

Lindungi kami dari tetangga yang bila melihat kebaikan kami, maka ia menyimpan dan bila ia melihat keburukan kami maka ia menyebarkan keburukan.

Ya Allah, terimalah akikah kami, wahai Tuhan kami. Dengan  rahmat-Mu wahai Tuhan paling penyayang di antara para penyayang. Dan dengan segala puji hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam dunia ini.

Seperti itulah ulasan mengenai doa-doa akikah yang harus dipanjatkan oleh seorang muslim yang ingin melaksanakan akikah. Semoga bermanfaat.

 

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

6 Fadhillah Aqiqah Menurut Islam

Definisi aqiqah menurut segi bahasa berarti memotong, aqiqah sendiri artinya adalah sembelihan untuk bayi, sebagai wujud rasa sykur orang tua terhadap kelahiran sang bayi. Lalu apa saja fadhillah atau keutamaan aqiqah menurut Islam?

Aqiqah menurut Islam sendiri hukumnya adalah sunnah mu’akadah. Adapun bagi orang tua yang merasa mampu, sangat dianjurkan untuk melaksanakan aqiqah. Pelaksanaan aqiqah sendiri adalah hari ketujuh dari kelahiran sang anak.

Pengertian Aqiqah

Secara syara’ kata aqiqah artinya adalah memotong kambing dalam rangka mensyukuri kelahiran sang anak. Aqiqah dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran anak tersebut.

Melaksanakan aqiqah merupakan sebuah pengamalan terhadap sunnah nabi. Selain itu aqiqah juga merupakan bukti bahwa seorang muslim mengikuti tradisi umat Islam terdahulu.

Sebelum Islam datang, orang Arab juga telah memiliki tradisi mengaqiqahkan anak mereka. Hanya saja tradisi orang Arab pada masa Jahiliyyah dulu mau melakukan aqiqahkan hanya untuk bayi laki-laki saja.

Sementara itu cara mengaqiqahinya pun dengan melumuri darah kambing pada bayi mereka. Lalu setelah Rasulullah SAW diutus, beliau tetap membiarkan tradisi aqiqah itu bahkan melakukannya serta menganjurkan kaum muslim untuk melakukannya.

Hanya saja Rasulullah mulai mengubah tradisi orang jahiliyah. Dari yang dahulu sang bayi dilumuri darah menjadi hanya mencukur dan memberinya nama. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad.

“Semua anak bayi akan tergadaikan dengan aqiqahnya pada hari ketujuh ia dilahirkan. Maka sembelihlah hewan (kambing), berilah nama dan cukur rambutnya.” [Hadis Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad]”

 

6 Fadhilah Aqiqah

  1. Mendapat Pahala

Melaksanakan aqiqah akan mendapat pahala karena melaksanakan sunnah Rosul. Apalagi jika daging olahan aqiqah diberikan kepada fakir miskin, yatim piatu dan orang-orang yang berhak lainnya, akan bertambahlah pahala seseorang yang melaksanakan aqiqah.

 

  1. Melaksanakan Sunnah Nabi

Aqiqah juga sama halnya seorang muslim melaksanakan sunnah Rasul. Ya, melaksanakan aqiqah sama halnya membuktikan jika seorang muslim mencintai Nabi Muhammad dan juga mencintai Islam. Mengapa bisa dikatakan demikian? Sebab semua sumber dasar Islam ada pada Al Quran dan As Sunnah, di mana aqiqah adalah salah satu isi yang ada di dalam sunnah Nabi.

 

  1. Menghilangkan kotoran dan Penyakit

Ketika melakukan aqiqah, maka selain menyembelih orang tua juga mencukur rambut sang bayi. Aqiqah yang disertai dengan mencukur rambut sang bayi sama halnya dengan niat menghilangkan kotoran dan penyakit.

 

  1. Meningkatkan ibadah seorang muslim kepada Allah SWT

Pada acara aqiqah pada umumnya disertai pula dengan khataman al quran 30 juz. Jika tidak diiringi dengan khataman biasanya disertai dengan pembacaan yasin, tahlil, doa-doa dan lain sebagainya. Hal itulah yang akan membuat seorang muslim bisa lebih meningkat rasa cinta dan ibadahnya kepada Allah.

 

  1. Mendoakan sang anak

Selain mencukur dan memberi nama, aqiqahpun juga disertai doa-doa untuk mendoakan bayi. Doa-doa yang diamini oleh orang yang hadir di dalam majlis itu mendapat ijabah dari Allah SWT.

 

  1. Menambah rasa cinta sesama muslim

Dengan membagikan daging aqiqah kepada sesama muslim dapat pula meningkatkan rasa solidaritas antara sesama muslim. Hal itulah yang akan menambah rasa cinta terhadap sesama muslim pula.

Seperti itulah pengertian aqiqah dan juga 6 fadhillah atau keutamaan melaksanakan aqiqah menurut Islam. Semoga bermanfaat.

 

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas.

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini. 

Hukum Makan Daging Aqiqah

Aqiqah adalah tradisi dalam Islam yang dilaksanakan sekali dalam seumur. Namun nyatanya,  masih banyak pertanyaan tentang hukum makan daging aqiqah bagi orang tua yang melaksanakan aqiqah bagi anaknya.

Lalu bagaimana Islam memandang pertanyaan tersebut? Seperti apa hukum makan daging aqiqah? Simak ulasannya di bawah ini.

 

Dalil yang Menjelaskan Hukum Makan Daging Aqiqah

Daging kambing selain disedekahkan ke orang-orang yang berhak juga bisa dimakan oleh keluarga yang melaksanakan aqiqah. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah RA yang diriwayatkan Al-Bayhaqi.

“Sunnahnya aqiqah adalah dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Dagingnya  dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Kemudian dimakan (oleh keluarganya), dan juga disedekahkan pada hari ketujuh”.

(Hadits Riwayat al-Bayhaqi)

 

Dari hadits yang telah disebutkan di atas, maka jelas hukum memakan daging aqiqah bagi keluarga adalah mubah atau boleh. Namun di sebagian masyarakat memang masih terdapat rumor yang berkembang tentang batalnya ibadah aqiqah apabila keluarga ikut makan daging aqiqah.

Padahal sebenarnya informasi yang mengatakan bahwa orang tua tidak boleh ikut makan daging aqiqah anaknya adalah salah. Perkataan demikian hakikatnya tidak memiliki dasar pijakan baik dari alquran, hadits maupun ijma’ ulama.

Hukum memakan daging aqiqah adalah mubah.  Jadi keluarga yang ingin  ikut menyantap menu aqiqah anaknya sngat diperbolehkan. Hukum mubah tersebut bukan hanya berdasakan hadits saja, tapi salah satunya dibahas dalam kitab Minhajul Muslim karya syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi.

Dalam kitab Minhajul Muslim karya Syaikh Jabir Al Jaza’iri, beliau menjelaskan bahwasannya yang boleh menikmati menu atau daging aqiqah adalah ahlul bait, lalu daging kemudian disedekahkan dan dihadiahkan.

Nah, adapun yang dimaksud ahlul bait tentu saja adalah keluarganya dari yang diaqiqahi. Siapa saja keluarga tersebut? Yakni  ayah, ibu, anak – anaknya. Anak-anak yang dimaksud adalah anak yang aqiqahnya sudah dewasa dan ia sudah memiliki anak.

Kemudian  kakak, adiknya, kakek dan neneknya mereka semua boleh ikut menikmati menu aqiqah.

Nah, daging aqiqah selain dimakan, maka juga harus diberikan kepada orang-orang yang berhak. Siapa saja orang-orang yang layak diberikan menu olahan daging aqiqah ini?

 

Orang-Orang yang Layak Menerima Daging Sembelihan Aqiqah

Orang-orang yang paling layak menerima sedekah daging aqiqah adalah orang fakir dan miskin dari kalangan umat Islam. Selain itu daging aqiqah juga hendanya diberikan kepada tetangga-tetangga tempat di mana ia tinggal.

Jangan lupa juga diberikan kepada sanak saudara pula. Sebab berdasarkan dari beberapa buah hadis dan amalan Rasulullah dan sahabat, seorang muslim disunatkan juga memakan sebagian daripada daging tersebut, bersedekah sebagian dan menghadiahkan pula sebagian lagi.

Adapun yang dimaksud dengan daging aqiqah yang dianjurkan untuk disedekahkan adalah menu aqiqah dapat diberikan kepada mereka yang yang berhak.

Maksud dari orang yang berhak adalah orang-orang yang secara ekonomi kurang beruntung. Jadi daging aqiqah bisa diberikan diberikan kepada anak-anak panti asuhan, anak-anak jalanan dan lain sebagainya.

Sedangkan yang dimaksud dengan dihadiahkan adalah menu aqiqah tersebut bisa diberikan kepada tetangga, saudara, sahabat, kerabat kerja dan lain sebagainya. Dihadiahkan berbeda dengan disedeqahkan, sebab dihadiahkan secara ekonomi dianggap sudah berkecukupan.

Seperti itulah ulasan mengenai hukum makan daging aqiqah bagi orang tua ataupun sanak saudara. Tidak ada penjelasan yang mengatakan bahwa memakan daging aqiqah adalah haram. Semoga bermanfaat.

 

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.