Bagaimana Pembagian Daging Aqiqah?

Apakah Anda akan melaksanakan acara aqiqah? Sudah mengundang banyak tamu untuk hadir tapi box makanan berisi olahan daging aqiqah masih tersisa banyak? Bingung ingin memberi ke siapa saja yang sekiranya berhak untuk bisa menerima pembagian daging aqiqah Anda?

Tidak  perlu khawatir, berikut adalah penjelasan mengenai orang-orang yang bisa menerima pembagian daging aqiqah Anda. Siapa sajakah orang-orang itu?

Pengertian Aqiqah

Pengertian aqiqah secara syara’ artinya adalah memotong kambing dalam rangka mensyukuri kelahiran sang anak. Aqiqah dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran anak tersebut.

Melaksanakan aqiqah merupakan sebuah pengamalan terhadap sunnah nabi. Selain itu aqiqah juga merupakan bukti bahwa seorang muslim mampu mengikuti tradisi umat Islam pada zaman dulu.

Sebab sebelum Islam datang, orang Arab juga telah memiliki tradisi mengaqiqahkan anak mereka. Hanya saja tradisi orang Arab pada masa Jahiliyyah dulu mau melakukan aqiqahhanya untuk bayi laki-laki saja.

Sementara cara orang Jahiliyyah mengaqiqahi bayinya pun dengan melumuri darah kambing pada bayi mereka. Lalu setelah Rasulullah SAW diutus, beliau tetap membiarkan tradisi aqiqah itu bahkan menganjurkan kaum muslim untuk melakukannya.

Hanya saja tradisinya diganti, sebagaimana hadits di bawah ini :

“Semua anak bayi akan tergadaikan dengan aqiqahnya pada hari ketujuh ia dilahirkan. Maka sembelihlah hewan (kambing), berilah nama dan cukur rambutnya.”

[Hadis Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad]

Hukum Melaksanakan Aqiqah

Aqiqah menurut Islam sendiri hukumnya adalah sunnah mu’akadah. Adapun bagi orang tua yang dirasa mampu untuk melaksankannya, maka hukumnya menjadi wajib untuk melaksanakan aqiqah.

Untuk hukum mengenai waktu pelaksanaan aqiqah sendiri ada beberapa ulama’ yang berbeda pendapat. Ada ulama’ yang mengatakan bahwasannya aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh kelahiran sang anak.

Pelaksanaan aqiqah pada hari ketujuh anak lahir ini berdasarkan oleh sabda Rasulullah. Di mana berdasarkan sabda tersebut kemudian dijadikanlah sebagai dalil bagi orang yang berpendapat bahwa waktu aqiqah itu adanya pada hari ketujuh.

Apabila pada hari ketujuh tidak bisa, maka bisa dilaksanakan pada hari ke-empat belas. Namun jika pada hari ke-empat belas masih belu bisa maka masih bisa dilaksankanan pada hari ke-duapuluh satu.

Orang-orang yang Berhak Menerima Daging Aqiqah

Daging kambing selain disedekahkan ke orang-orang yang berhak juga bisa dimakan oleh keluarga yang melaksanakan aqiqah. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah RA yang diriwayatkan Al-Bayhaqi.

“Sunnahnya aqiqah adalah dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Daginnya  dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Kemudian dimakan (oleh keluarganya), dan juga disedekahkan pada hari ketujuh”.

(Hadits Riwayat al-Bayhaqi)

Dalam kitab Minhajul Muslim karya Syaikh Jabir Al Jaza’iri, beliau menjelaskan bahwasannya yang boleh menikmati menu atau daging aqiqah adalah ahlul bait, lalu daging kemudian disedekahkan dan dihadiahkan.

Adapun yang dimaksud dengan daging aqiqah yang dianjurkan untuk disedekahkan adalah menu aqiqah dapat diberikan kepada orang-orang yang yang berhak.

Orang-orang yang berhak adalah orang-orang yang secara finansialnya kurang beruntung. Jadi daging aqiqah bisa diberikan diberikan kepada anak-anak panti asuhan, anak-anak jalanan dan lain sebagainya.

Sementara yang dimaksud dengan dihadiahkan adalah menu aqiqah tersebut bisa diberikan kepada tetangga, saudara, sahabat, kerabat kerja dan lain sebagainya. Dihadiahkan berbeda dengan disedeqahkan, sebab daging aqiqah dihadiahkan kepada orang yang secara finansial dianggap sudah berkecukupan.

Seperti itulah ulasan mengenai pembagian daging aqiqah. Semoga bermanfaat dan selamat melaksanakan aqiqah.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar

Instagram : aqiqahalkautsar

Hukum Akikah Bagi yang Sudah Meninggal

Akikah adalah salah satu hal telah yang disyariatkan dalam agama Islam. Ketentuan akikah yang tertulis dalam syariat Islam sendiri adalah pada hari ketujuh dari kelahiran anak tersebut. Lalu bagaimana hukum akikah bagi yang sudah meninggal?

Bagaimanakah para ulama’ memandang hukum akikah bagi yang sudah meninggal? Apakah hukumnya sama dengan  anak yang baru lahir? Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya di bawah ini :

Hukum Akikah Menurut Islam  

Hukum akikah adalah sunnah menurut pandangan beberapa ulama’seperti Imam Syafi’i, Imam Ahmad dan Imam Malik. Mereka sepakat bahwa hukum akikah adalah tidak wajib, keculai bagi orang tua yang merasa mampu secara ekonomi.

Ketiga ulama’ tersebut menyatakan apabila hukum akikah adalah wajib, maka kewajiban tersebut menjadi suatu hal yang sangat diketahui oleh agama. Lalu apabila akikah wajib, maka Rasulullah SAW juga pasti telah menerangkan tentang kewajiban tersebut.

Namun beberapa ulama seperti Imam Hasan Al-Bashri dan Imam Laits berpendapat bahwa hukum akikah sendiri adalah wajib. Pendapat tersebut didasarkan atas salah satu hadits yang berbunyi :

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْـنَـةٌ بِـعَـقِـيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَـنْـهُ يَـوْمَ سَابِـعِـهِ وَيُـسَـمَّى فِيْـهِ وَيُـحْلَـقُ رَأْسُـهُ

Setiap bayi yang lahir tergadai aqiqahnya dan disembelihkan pada hari ketujuh, dan pada hari itu ia diberi nama kemudian digunduli rambutnya.”

Kedua ulama’ tersebut berpendapat bahwa hadits di atas menunjukkan dalil wajibnya melaksanakan akikah. Mereka juga menafsirkan tentang hadits ini bahwa seorang anak tertahan syafaatnya bagi orang tuanya hingga ia diakikahi.

Lalu bagaimana jika anak tersebut telah meninggal dan belum diakikahi?

Hukum Akikah bagi yang Sudah Meninggal

Ya, aqiqah merupakan salah satu bentuk rasa syukur orang tua Allah SWT setelah ia dikaruniai seorang anak. Aqiqah bisa dikatakan sebagai wasilah kepada Allah untuk menjaga dan melindungi anak yang dilahirkan agar kelak ia menjadi anak yang sholeh dan sholehah.

Untuk hukum waktu pelaksanaan aqiqah sendiri ada beberapa ulama’ yang berbeda pendapat. Berdasarkan hadist dikatakan bahwasannya aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh kelahiran sang anak.

Pelaksanaan aqiqah pada hari ketujuh karena berdasarkan sabda Rasulullah. Di mana berdasarkan hadist itu kemudian dijadikan sebagai dalil bagi orang yang berpendapat bahwa waktu aqiqah itu adanya pada hari ketujuh.

Adapun bagi orang yang melaksanakannya sebelum hari ketujuh berarti tidak melaksanakan aqiqah tepat pada waktunya. Bahwasannya syariat akan aqiqah akan gugur setelah melebihi atau lewat hari ketujuh.

Sementara jika sang anak sebelum hari ketujuh atau bahkan belum diaqiqahi, maka gugurlah kewajiban orang tua untuk mengkikahi anaknya. Tidak ada hukum yang meajibkan orang tua untuk mengakikahkan anaknya yang telah meninggal.

Hal ini didasarkan pada pendapat Imam Malik, di mana beliau berkata :

Jika bayi itu meninggal sebelum hari ke tujuh, maka gugurlah sunnah aqiqah bagi kedua orang tuanya.”

Sementara hukum akikah bagi orang yang telah dewasa, ulama’ sepakat mengatakan bahwa hukumnya adalah mubah atau boleh.

وإذا لم يفعلها الوالد فقد ترك سنة، وإذا لم يعق عنه والده وعق عن نفسه فلا بأس بذلك فيما أرى، والله أعلم .

“…Jika orangtua melaksanakan akikah, maka sungguh ia telah meninggalkan sunnah dan jika orangtuanya belum mengakikahi anaknya kemudian sang anak mengakikahi dirinya sendiri, maka hal itu tidak mengapa, sepenglihatan saya, wallahu a’lam.”

Seperti itulah ulasan mengenai hukum akikah bagi yang sudah meninggal. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini

Nama Bayi Laki-laki Islami Berawalan B

Kehadiran buah hati merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh pasangan yang sudah menikah. Kerenanya dengan hadirnya sang buah hati kehidupan berkeluarga semakin berwarna dan bahagia. Kali ini Aqiqah Al Kautsar menyajikan daftar nama bayi laki-laki islami yang dapat anda gunakan sebagai referensi untuk memberikan nama pada sang buah hati.

Berikut daftar nama anak beserta artinya:

Badar yang artinya, Bulan purnama
Badi” yang artinya, Indah
Badil yang artinya, Pengganti
Badran yang artinya, bulan penuh (purnama)
Badrani yang artinya, Dua bulan purnama
Badri yang artinya, Mempercepat jalannya
Badrulmunir yang artinya, bulan bercahaya
Badrun yang artinya, bulan purnama
Badruttaman yang artinya, bulan purnama
Baghawi    yang artinya, nisbah
Bahadur    yang artinya, kuat/berani
Bahauddin yang artinya, sinaran agama
Baheen yang artinya, mulia
Bahij yang artinya, yang indah menawan
Bahjan yang artinya, cemerlang
Bahjat     yang artinya, kegemilangan
Bahlawan yang artinya, pendaki gunung
Bahzi yang artinya, pembelaku
Bais yang artinya, tentera
Bakhtiar yang artinya, yang bahagia
Baqa yang artinya, keabadian
Baqir yang artinya, sangat pandai
Bariq yang artinya, kemilau

Barra yang artinya, yang bersih
Basir yang artinya, bijak
Basirun yang artinya, yang melihat
Basit yang artinya, pembuat
Baslan yang artinya, keberanian
Basri yang artinya, penglihatanku
Bassam yang artinya, suka tersenyum
Basyar yang artinya, pembawa berita baik
Basyir yang artinya, penyampai berita gembira
Basyirun yang artinya, yang melihat
Bazil yang artinya, yang pandai
Bazil Amin yang artinya, yang amanah
Bazilin yang artinya, yang menyumbang
Bunyamin yang artinya, nama saudara nabi yusuf
Burhan    yang artinya, alasan, bukti
Burhanuddin yang artinya, bukti agama
Busrain    yang artinya, kesegaran

Sumber: https://bidanku.com/nama-nama-bayi-laki-laki-islami

Itu tadi beberapa nama bayi laki-laki islami, semoga bermanfaat. Pada hakikatnya anak adalah titipan dari sang maha kuasa jadi selayaknya kita menjaga dan mendidiknya sebagai mestinya. Anak bisa menjadi karunia maupun bisa menjadi petaka, itu tergantung  pola asuh kita kepadanya. Semoga anak kita menjadi anak yang sholeh. Senantiasa dalam lindungan Allah SWT, bersih hatinya, sehat, cerdas, santun perangainya, dan menjadi anak yang taat kepada Allah SWT, menjaga shalat, mengamalkan Al Quran dan Sunnah. Berbakti kepada orang tua, menjadi penyejuk mata orang tua, bermanfaat bagi sesama, serta menjadi berkah dunia akhirat…. Aamiin.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Nama Bayi Laki-laki Islami Berawalan A

Kehadiran buah hati merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh pasangan yang sudah menikah. Kerenanya dengan hadirnya sang buah hati kehidupan berkeluarga semakin berwarna dan bahagia. Kali ini Aqiqah Al Kautsar menyajikan daftar nama bayi laki-laki islami yang dapat anda gunakan sebagai referensi untuk memberikan nama pada sang buah hati.

Daftar nama anak beserta artinya:

‘Aakif yang artinya, Beriktikaf
‘Aali yang artinya, Tinggi
‘Aamir yang artinya, Memakmurkan
‘Aathif yang artinya, Belas kasih
‘Aatik yang artinya, Yang murni/pemurah
Aamir yang artinya, Memakmurkan
Aban yang artinya, Perbuatan yang sangat jelas
Abbad yang artinya, Tekun beribadah
Abbas yang artinya, Nama paman Nabi
Abdad yang artinya, Tekun Beribadat
Abdalah yang artinya, Hamba Allah

Abdul Alim yang artinya, hamba Allah yang mengetahui
Abdul Azim yang artinya, hamba Allah yang agung
Abdul Aziz yang artinya, hamba yang maha gagah
Abdul Dayyan yang artinya, hamba Allah yang membalas
Abdul Basit yang artinya, hamba Allah yg melimpah nikmat
Abdul Ghafur     yang artinya, hamba Allah yang membuka
Abdul Hakam yang artinya, hamba Allah yang menghukum
Abdul Fattah yang artinya, hamba Allah yang membuka
Abdul Ghaffar yang artinya, hamba yang maha pengampun
Abdul Hak yang artinya, hamba Allah yang sebenar
Abdul Ghani yang artinya, hamba yang maha kaya

Daftar Harga Aqiqah Bayi Laki-Laki

Abdul Hadi yang artinya, hamba Allah yang kaya
Abdul Hafiz yang artinya, hamba Allah yang memelihara
Abdul Haiy yang artinya, hamba Allah yang hidup
Abdul Halim yang artinya, hamba yang maha lemah lembut
Abdul Hanan yang artinya, hamba Allah yang penyayang
Abdul Hannan yang artinya, hamba yang maha pengasih
Abdul Jalil yang artinya, hamba Allah yang mulia
Abdul Jawad yang artinya, hamba Allah yang pemurah
Abdul Karim yang artinya, hamba Allah yang pemurah
Abdul Khaliq     yang artinya, hamba Allah yang mencipta
Abdul Latif yang artinya, hamba Allah yang lemah lembut
Abdul Majid yang artinya, hamba yang terpuji
Abdul Malik yang artinya, hamba yang memiliki

Abdul Mannan yang artinya, hamba Allah yang memberi nikmat
Abdul Muhaimin yang artinya, hamba Allah yang berkuasa
Abdul Munim yang artinya, hamba Allah yang memberi nikmat
Abdul Muti yang artinya, hamba Allah yang memberi
Abdul Nasir yang artinya, hamba Allah yang menolong
Abdul Qadir yang artinya, hamba Allah yang berkuasa
Abdul Qahar yang artinya, hamba Allah yang perkasa
Abdul Qahir yang artinya, penakluk, penunduk / hamba yang maha menundukkan
Abdul Qayyum yang artinya, hamba Allah yang berkuasa
Abdul Rahim yang artinya, hamba Allah yang penyayang
Abdul Rahman yang artinya, hamba Allah yang pemurah
Abdul Rasyid yang artinya, hamba Allah yang bijaksana
Abdul Rauf yang artinya, hamba Allah yang pengasih
Abdul Razak yang artinya, hamba Allah yang memberi rezeki
Abdul Salam yang artinya, hamba Allah yang penyelamat
Abdul Syakur yang artinya, hamba Allah yang bersyukur

Daftar Harga Aqiqah Bayi Laki-Laki

Abdul Wadud yang artinya, hamba Allah yang pengasih
Abdul Wafi yang artinya, hamba Allah yang setia
Abdul Wahab yang artinya, hamba Allah yang memberi
Abdul Wahid yang artinya, hamba Allah yang esa
Abdul Warith     yang artinya, hamba Allah yang mewarisi
Abdullah     yang artinya, hamba Allah
Abdur Rahim yang artinya, hamba Allah yang mengasihani
Abdur Rahman yang artinya, hamba Allah yang pemurah
Abhar     yang artinya, yang bergemerlapan/yang berseri
Abid     yang artinya, yang beribadat
Abidin     yang artinya, yang beribadat
Abiyyu     yang artinya, yang mulia jiwanya

Abrisam yang artinya,  yang lembut/tampan
Abrisam Abbasy yang artinya, tampan/rajin berusaha
Absyar yang artinya, bergembira
Abu Bakar yang artinya, nama sahabat nabi Muhammad saw (yang bersegera)
Abu Hurairah yang artinya, namba sahabat nabi
Abu Samah yang artinya, yang bertoleransi/Pemaaf
Abu Ubaidah yang artinya, nama sahabat nabi
Abu Wasim yang artinya, yang tampan
Abu Zar    yang artinya, nama sahabat nabi Muhammad saw
Abyad yang artinya, terang/putih
Adabi yang artinya, kesusasteraan/kesopananku
Adabi Abadi yang artinya, kesopananku/yang kekal
Adam yang artinya, nama nabi
Adam Hazlam yang artinya, nama nabi/ketangkasan

Daftar Harga Aqiqah Bayi Laki-Laki

Adham yang artinya, yang cantik
Adi yang artinya, nama sahabat nabi Muhammad SAW
Adib yang artinya, budayawan
Adib Anjab yang artinya, beradab/lebih utama dan bernilai
Adib Fahim yang artinya, pujangga/yang faham
Affan yang artinya, pendaki
Affandi yang artinya, gelaran bagi orang yang berkedudukan
Afham yang artinya, yang pandai
Afif yang artinya, yang menjaga kehormatannya/yang bermaruah
Afiq yang artinya, yang mulia
Afkar yang artinya, buah pikiran/yang bijak

Aflah yang artinya, yang beruntung
Afnan yang artinya, kecantikan
Afqar yang artinya, fakir
Akid yang artinya, yang teguh, kuat, tetap
Akma yang artinya, pimpinan
Alamgir yang artinya, penakluk dunia
Alauddin yang artinya, ketinggian agama
Alham yang artinya, beroleh ilham
Ali yang artinya, yang tinggi kedudukannya/yang mulia
Allamah    yang artinya, yang berilmu luas
Amal yang artinya, harapan/cita-cita
Amali    yang artinya, harapanku/cita-citaku
Amaluddin yang artinya, cita-cita agama
Amjad yang artinya, soleh/mulia
Amkrun yang artinya, orang-orang berkuasa
Amran yang artinya, yang memakmurkan
Amrin yang artinya, perintah

Daftar Harga Aqiqah Bayi Laki-Laki

Amrunyang artinya, kemakmuranku
Amzar yang artinya, yang mulia
Anas yang artinya, Cinta/kasih/mesra
An’am yang artinya, Yang diberi nikmat
Andar yang artinya, Yang berseri
Anjab yang artinya, Bernilai dan lebih utama
Anma yang artinya, Yang maju
Anmar yang artinya, Air yang bersih
Ansar yang artinya, Penyokong/penolong
Ansari yang artinya, Penyokongku/penolongku
Anshar yang artinya, Kaum Anshar sahabat Nabi SAW

Antar yang artinya, Berani dalam peperangan
Anwar yang artinya, Lebih bersinar/yang bercahaya
Anwari yang artinya, Cahayaku
‘Aqib yang artinya, Balasan yang baik
‘Aqil yang artinya, Yang baik budi,
Aqlan yang artinya, Kebijakan
Aqhar yang artinya, Yang gagah
Aqra yang artinya, Pandai membaca
Askari yang artinya, tentera
Aslah yang artinya, yang lebih baik
Aslam yang artinya, terkawal/selamat
Asmah yang artinya, yang pemaaf
Asmai yang artinya, hati yang suci
Asmar yang artinya, yang hitam manis
Asna yang artinya, yang bersinar/yang tinggi

Asnawi yang artinya,  gemilang/yang berseri
Aysar yang artinya, yang mudah
Asfa yang artinya, yang suci
Ashmah yang artinya, yang beran
‘Ashim yang artinya, Menjauhi maksiati
Aus yang artinya, pemberian
Aushaf    yang artinya, pemilik baik
Awad yang artinya, pemberian
Awadullah yang artinya, pemberian
Awali yang artinya, pedang
Awam yang artinya, yang tangkas
Awliya yang artinya, kekasih
Awra     yang artinya, yang memberi semangat
Awraq yang artinya, yang memberi semangat
Azam yang artinya, keazaman
Azib yang artinya, sabar dan gigih
Azim yang artinya, besar
Azmi yang artinya, Keteguhan hati

Sumber: https://bidanku.com/nama-nama-bayi-laki-laki-islami

Itu tadi beberapa nama bayi laki-laki islami, semoga bermanfaat. Pada hakikatnya anak adalah titipan dari sang maha kuasa jadi selayaknya kita menjaga dan mendidiknya sebagai mestinya. Anak bisa menjadi karunia maupun bisa menjadi petaka, itu tergantung  pola asuh kita kepadanya.

Semoga anak kita menjadi anak yang sholeh. Senantiasa dalam lindungan Allah SWT, bersih hatinya, sehat, cerdas, santun perangainya, dan menjadi anak yang taat kepada Allah SWT, menjaga shalat, mengamalkan Al Quran dan Sunnah. Berbakti kepada orang tua, menjadi penyejuk mata orang tua, bermanfaat bagi sesama, serta menjadi berkah dunia akhirat…. Aamiin.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Susunan Acara Aqiqah

 

Aqiqah adalah tradisi yang ada di masyarakat muslim ketika ada sebuah keluarga dikaruniai seorang anak sebagai wujud rasa syukur atas karunia Tuhan. Lalu apakah Anda ingin melaksanakan aqiqah anak Anda? Bingung dengan susunan acara aqiqah sebagaimana mestinya?

Tidak perlu khawatir, artikel ini akan mengulas tentang hal itu. Dengan susunan acara yang ada di bawah ini diharapkan bisa membantu Anda untuk mempersiapkan hajat tasyakuran aqiqah anak Anda dengan sebaik mungkin.

Tata Cara Aqiqah

Sebelum ke susunan acara, maka ada baiknya jika Anda mengetahui tata cara aqiqah. Memahami  tata cara aqiqah sangat dianjurkan agar aqiqah bisa diterima dan sah. Rasulullah SAW pernah bersabda :

“Semua anak bayi akan tergadaikan dengan aqiqahnya pada hari ketujuh ia dilahirkan. Maka sembelihlah hewan (kambing), berilah nama dan cukur rambutnya.” [Hadis Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad]”

Jadi dari hadits di atas telah menjelaskan bahwasannya pelaksanaan aqiqah adalah di hari ketujuh di mana bayi tersebut lahir, dicukurlah rambut bayi tersebut dan diberilah ia nama. Lalu ada lagi ketentuan jumlah hewan yang disembelih untuk aqiqah menurut hadis dari ‘Amr bin Syu’aib.

Hadis dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa di antara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia menyembelih dua kambing untuk laki-laki dua kambing yang sama dan satu kambing untuk bayi perempuan.” [Hadis Riwayat Abu Dawud, Nasa’i dan Ahmad]

Hadits di atas menjelaskan bahwa tata cara melaksanakan aqiqah bagi anak laki-laki yakni menyembelih 2 ekor kambing. Untuk anak perempuan adalah menyembelih 1 ekor kambing.

Acara Aqiqah

Nah, setelah mengetahui tata cara pelaksanaan aqiqah, maka selanjutnya adalah susunan acara aqiqah yang pertama adalah pembukaan. Pada acara pembukaan ini, Anda bisa meminta salah satu orang untuk membuka acara syukuran aqiqah.

Lalu susunan acara aqiqah selanjutnya adalah pembacaan ayat-ayat suci Alquran. Pada susunan acara yang kedua ini Anda harus meminta orang yang fasih dan pandai melantunkan ayat suci Alquran.

Pada umunya ayat yang dibacakan adalah surat Luqman ayat 13 sampai 18. Ayat tersebut sangat cocok sekali dibacakan karena berhubungan dengan tema aqiqah yang diaadakan.

Susunan acara aqiqah selanjutnya adalah sambutan dari sohibul bait atau tuan rumah. Anda yang memiliki hajat, ada baiknya jika memberikan sepatah dua patah kata untuk menyambut kedatangan para tamu yang hadir di acara aqiqah anak Anda.

Acara selanjutnya yang adalah susunan acara aqiqah yang paling utamaa, yakni acara pencukuran rambut anak Anda. Pencukuran rambut dalam prosesi walimatul aqiqah memang terkesan simbolik karena bisa saja Anda mencukur rambut sang bayi sebelum acara atau sesudahnya.

Jika Anda menghendaki pencukuran rambut bayi secara keseluruhan, tentu Anda membutuhkan waktu yang lama. Jadi pada acara pencukuran rambut tersebut, Anda hanya perlu memotong beberapa helai rambut anak Anda saja.

Setelah secara simbolik mencukur rambut, acara selanjutnya adalah memberikan nama anak Anda dan mengumumkannya kepada tamu yang hadir di acara aqiqah anak Anda.

Lalu susunan acara yang terakhir adalah menikmati hidangan olahan daging aqiqah serta mempersilakan tamu membawa pulang daging aqiqah yang sudah Anda siapkan.

Seperti itulah susunan acara untuk aqiqah pada umumnya yangberlaku di masyarakat muslim Indonesia. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Contoh-contoh Undangan Aqiqah Anak

Kurang lengkap rasanya jika ingin menyelenggarakan tasyakuran aqiqah tapi tidak mengundang banyak orang untuk datang. Bingung ingin membuat undangan? Tidak perlu khawatir, berikut adalah contoh undangan aqiqah anak.

Melihat contoh undangan aqiqah anak sangat perlu Anda perhatikan sebab inti dari aqiqah juga berniat untuk menyedekahkan daging olahan aqiqah. Sayang jika acara yang telah disusun sedemikian rupa tidak ada yang menghadiri karena tidak adanya sebuah undangan.

Siapa Saja yang Bisa Menerima Undangan Aqiqah?

Orang-orang yang berhak mendapat undangan adalah orang-orang yang juga layak menerima daging aqiqah. Seorang muslim bisa mengundang sanak family, kerabat kerja, tetangga ataupun anak-anak panti asuhan dsb.

Berdasarkan amalan Rasulullah dan sahabat, seorang muslim disunatkan untuk memakan sebagian daripada daging tersebut, kemudian disedekahkan dan sebagian lainnya dihadiahkan.

Yang dimaksud dengan daging aqiqah yang dianjurkan untuk disedekahkan adalah menu aqiqah yangbisa diberikan kepada mereka yang yang berhak.

Adapun orang yang berhak menerima adalah orang-orang yang secara ekonomi kurang beruntung. Jadi daging aqiqah bisa diberikan kepada anak-anak panti asuhan, anak-anak jalanan dan orang-orang fakir lainnya.

Sementara  yang dimaksud dengan dihadiahkan adalah menu aqiqah bisa diberikan kepada tetangga, saudara, sahabat, kerabat kerja dan lain sebagainya.

Hal-hal yang Patut Diperhatikan dalam Membuat Undangan

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membuat undangan aqiqoh.

Pertama, yang harus dilakukan ketika membuat undangan aqiqah adalah menulis salam pembuka. Salam pembuka merupakan hal yang wajib digunakan seseorang dalam membuat undangan sebagai bentuk sapaan atau salam kepada orang yang membacanya.

Kedua, setelah membuat salam pembuka, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah membuat isi undangan. Isi dari contoh undangan aqiqah meliputi tempat, hari, tanggal, serta rangkaian acara dalam acara aqiqah.

Rangkaian acara bisa diisi dengan pembukaan, pembacaan kalam Illahi, khataman al-Qur’an atau pembacaan Yasin dan Tahlil, mencukur rambut sang bayi dan pemberian nama, doa dan penutup.

Ketiga, langkah yang terakhir selanjutnya adalah membuat penutup. Penutup merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah surat undangan. Penutup merupakan suatu bentuk pengharapan atau permohonan penyelenggara aqiqah kepada pembaca undangan.

Agar siapapun yang membaca undangan tersebut agar bisa hadir dalam acara aqiqah. Jangan lupa surat ditutup dengan salam, sebab salam adalah salah satu bentuk sopan santun ketika membuat surat undangan.

Contoh Undangan Aqiqah Resmi

UNDANGAN

Yth :

Bapak / Ibu / Saudara /i

Ditempat

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur alhamdulillah, dengan memohon rahmat dan karunia kepada Allah SWT. Maka kami sekeluarga bermaksud ingin mengundang kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i agar berkenan untuk hadir dalam acara tasyakuran putra kami yang ketiga “Fariz Amrullah” yang insyaAllah akan kami laksanakan pada :

Hari/Tanggal : Kamis, 12 Juni 2017

Pukul : 19.00 WIB – selesai (Ba’da Isya’)

Alamat : Perumahan Mutiara Indah, Buaran, Ponorogo

Adalahsuatu kehormatan yang besar bagi kami, jika Bapak/Ibu/Saudara/i mau untuk berkenan hadir dalam acara aqiqah putri kami.

Atas kehadiran dan doanya kami ucapkan banyak terimakasih.

Wassalamua’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Hormat kami sekeluarga

Aris Surahman dan Eka Rafika

Seperti itulah contoh undangan aqiqah anak Anda. Dari contoh undangan aqiqah anak di atas jangan lupa untuk mempertimbangkan ketiga hal yang patut diperhatikan. Seperti pembukaan, isi dan juga penutup. Selamat mencoba.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Pengertian Akikah yang Harus Diketahui oleh Umat Muslim

 

Akikah adalah ibadah yang telah ditetapkan dalam syari’at Islam sebagai wujud rasa syukur seorang hamba atas kelahiran putera atau puterinya di dunia. Pengertian akikah sendiri berarti memotong atau menyembelih apabila ditinjau dari segi bahasa.

Namun pengertian akikah dari segi syara’, artinya adalah adalah menyembelih binatang ternak berkenaan dengan kelahiran seorang anak. Binatang ternak yang dimaksud adalah bisa berupa kambing, domba maupun biri-biri.

Pengertian Akikah

Pengertian akikah yang sebenarnya bila ditinjau dari kacamata syara’ Islam adalah menyembelih hewan.

Penyembelihan hewan ini adalah sebagai bentuk rasa syukur umat Islam terhadap Allah SWT atas bayi yang dilahirkan. Adapun hukum melakukan akikah menurut pendapat ulama’,  yang paling kuat hukumnya adalah sunah muakkadah.

Menyembelih hewan untuk akikah adalah sebagai bukti rasa syukur kedua orang tua kepada Allah SWT. Berdasarkan sunnah Nabi Muhammad SAW, syari’at yang berlaku dalam Islam adalah jika bayi yang lahir berupa laki-laki maka akikahnya adalah dua ekor kambing.

Adapun jika bayi yang lahir adalah  perempuan, maka yang disembelikan adalah satu ekor kambing. Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW :

Dari Aisyah, ia berkata, “Rasulullah telah menyuruh kita agar menyembelih akikah untuk seorang anak laki-laki adalah dua ekor kambing dan untuk seorang anak perempuan adalah satu ekor kambing”

Hukum Melaksanakan Akikah

Dari pengertian akikah di atas, maka jelaslah bahwa akikah adalah melakukan penyembelihan hewan sebagai wujud rasa sukur orang tua terhadap kelahiran bayinya. Lalu bagaimanakah hukum melaksanakan akikah?

Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, bahwasannya hukum melaksanakan akikah adalah sunnah mu’akadah. Pelaksanaan akikah dilakukan sekali dalam seumur hidup anak tersebut.

Waktu untuk melaksanakan akikah tersebut adalah di hari ketujuh dari kelahiran anak tersebut. Sebagaimana hadist Rasulullah yang menjelaskan tentang akikah bagi anak yang baru lahir :

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّيكُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تَذْ بَحُ عَنْهُ  يَوْمَسَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

Setiap bayi yang lahir tergadai dengan akikahnya, disembelihkanlah kambing untuknya pada hari ke tujuh ia lahir, dicukur dan diberilah ia nama”

Hadits di atas menjelaskan bahwa waktu penyembelihan akikah ialah pada hari ketujuh.  Namun apabila di hari ketujuh dari kelahiran sang anak telah terlewat maka diperbolehkan untuk melaksanakan akikah pada hari keempat belas.

Kemudian apabila di hari ke-empat belas juga luput, maka bisa dilakukan pada hari ke dua puluh satu.

Syarat Hewan Akikah

Syarat hewan yang diperbolehkan untuk akikah adalah jenis hewan berupa kambing, domba atau biri-biri. Untuk jenis kelaminnya, baik jantan ataupun betina tidak menjadi masalah.

Nabi  Muhammad SAW pun bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ashhabus Sunan yang artinya seperti di bawah ini :

Untuk anak lai-laki sembelihlah dua ekor rkambing, dan untuk anak perempuan satu ekor kambing, dan tidak akan memudharati kalian apakah kambing-kambing tersebut jantan ataukah betina.”

 (Hadits Riwayat Ashhabus Sunan, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany).

Adapun syarat yang harus dipenuhi untuk huwan yang akan disembelih adalah :

 وَعَنِ اَلْبَرَاءِ بنِ عَازِبٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَامَ فِينَا رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ: – “أَرْبَعٌ لَا تَجُوزُ فِي اَلضَّحَايَا: اَلْعَوْرَاءُ اَلْبَيِّنُ عَوَرُهَا, وَالْمَرِيضَةُ اَلْبَيِّنُ مَرَضُهَا, وَالْعَرْجَاءُ اَلْبَيِّنُ ظَلْعُهَا  وَالْكَسِيرَةُ اَلَّتِي لَا تُنْقِي” – رَوَاهُ اَلْخَمْسَة ُ . وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَابْنُ حِبَّان َ

 “Ada 4 macam binatang yang tidak sah dijadikan qurban : 1. Cacat matanya, 2. sakit, 3. pincang dan 4. kurus yang tidak berlemak lagi “ (HR Bukhari dan Muslim).

Seperti itulah ulasan mengenai pengertian akikah, hukum dan juga syarat hewan yang diakikah. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

 Desain Undangan Aqiqah

 Desain Undangan Aqiqah

Anda sedang bingung mencari desain undangan aqiqah untuk menyambut kelahiran anak Anda?  Tidak perlu bingung, artikel ini akan mengulas tentang berbagai desain undangan aqiqah yang bisa Anda jadikan referensi.

Berbagai contoh desain undangan aqiqah di bawah ini barangkali bisa menginspirasi Anda untuk membuat  undangan aqiqah yang baik dan benar sekaligus unik. Lalu bagaimana sih contoh desain undangan aqiqah? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Tips Menulis Isi Undangan Aqiqah

Sebelum ke desainnya, Anda harus menyiapkan terlebih dahulu isi dalam undangan aqiqah tersebut. Sebenarnya, undangan aqiqah yang baik tidak perlu menggunakan banyak kalimat atau kata-kata yang bertele-tele.

Anda cukup menggunakan kalimat yang singkat, padat, dan jelas. Sehingga maksud dan tujuan dari undangan aqiqah tersebut dapat tersampaikan dengan baik kepada yang siapa saja yang membacanya.

Pada intinya dalam undangan tersebut, Anda tentunya mengundang sanak kerabat, tetangga, atau teman-teman yang Anda kenal. Tujuannya adalah agar mereka semua bisa hadir dalam acara syukuran atas kelahiran putra/putri Anda.

Nah,  berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membuat undangan aqiqoh.

  1. Pertama, yang harus Anda lakukan ketika membuat undangan aqiqah adalah menulis salam pembuka. Salam pembuka merupakan hal yang wajib Anda gunakan sebagai sapaan atau salam kepada orang yang membacanya.

Pada umumnya salam pembuka biasa ditulis dengan menggunakan kata “Assalamu’alaikum wr.wb”

  1. Kedua, setelah Anda sudah membuat salam pembuka, maka langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah membuat isinya. Isi dari contoh undangan aqiqah adalah meliputi tempat, hari, tanggal, serta rangkaian acara dalam acara aqiqah.

Rangkaian acara bisa Anda isi dengan pembukaan, pembacaan kalam Illahi, khataman al-Qur’an atau pembacaan Yasin dan Tahlil, mencukur rambut sang bayi dan pemberian nama, doa dan penutup.

Dari rangkaian acara tersebut, hal yang harus benar-benar Anda perhatikan adalah waktu acara. Sebab jika waktu acaranya salah, maka bisa berakibat fatal. Bisa jadi tidak ada tamu yang akan datang karena tidak tahu waktunya.

  1. Ketiga, langkah yang selanjutnya adalah membuat penutup. Penutup merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah surat undangan. Apalagi di dalam undangan aqiqah anak Anda.

Penutup merupakan suatu bentuk pengharapan atau permohonan Anda, sebagai penyelenggara acara kepada pembaca undangan. Agar siapaun yang membaca undangan tersebut bisa hadir dalam acara yang akan Anda selenggarakan.

Jangan lupa tutuplah surat dengan salam, sebab salam adalah salah satu bentuk sopan santun dalam membuat surat undangan.

Contoh Desain Undangan

desain undangan aqiqah

desain undangan aqiqah 2

Seperti itulah contoh desain undangan aqiqah yang bisa diulas. Contoh desain di atas adalah contoh undangan yang sederhana, Anda bisa menambahkan foto bayi Anda di undangan jika berkenan. Selamat mencoba.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Harga Domba Terbaru 2018

Apakah Anda adalah orang tua yang sedang ingin melaksanakan ibadah Allah berupa aqiqah? Bingung mencari tahu harga-harga hewan yang harus dikorbankan saat aqiqah nanti? Jangan khawatir, artikel ini akan mengulas tentang harga domba.

Mengetahui harga domba sangat penting agar Anda tidak terkena biaya yang mahal saat membelinya. Observasi harga itu sngat diperlukan mengingat tidak jarang banyak pedagang yang ‘curang’ dalam memberikan harga.

Tapi sebelum mengetahui harga-harga hewan aqiqah, ada baiknya jika Anda mengetahui terlebih dahulu, apa saja jenis hewan yang disembelih saat aqiqah. Selain itu Anda juga harus mengetahui syarat-sayarat hewan yang harus dijadikan sembelihan saat aqiqah.

Jenis Hewan untuk Aqiqah

  1. Jenis hewan yang dipebolehkan untuk aqiqah adalah dari jenis hewan mamalia kecil seperti kambing, domba dan biri-biri. Tidak diperkenankan menyembelih ayam, itik ataupun angsa. Juga tidak ada perinyah menyembelih sapi, kerbau ataupun unta.
  2. Untuk kategori jenis kelamin hewan yang disembelih boleh berjenis kelamin jantan ataupun betina. Baik jenis kelamin betina atau jantan adalah sama saja dan tidak ada masalah.
  3. Umur hewan yang disembelih untuk aqiqah sama halnya dengan yang ditetapkan dengan umur hewan qurban, yakni: Untuk domba atau biri-biri cukup satu tahun atau setahun kurang sedikit. Adapun untuk kambing umurnya cukup dua tahun dan masuk tahun ketiga.
  4. Hewan yang yang disembelih untuk aqiqah haruslah hewan yang sehat dan bagus, tidak diperkenankan menyembelih hewan yang cacat dan sakit.

 

Adapun untuk masalah jenis kelamin yang tidak dipermasalahkan, di mana boleh menyembelih domba jantan atau betina adalah sebagaimana hadits di bawah ini.

“Untuk bayi laki-laki adalah dua ekor kambing, dan untuk bayi perempuan adalah satu kambing, dan tidak memudharati kalian apakah kambing-kambing tersebut jantan atau betina.”

(Hadits Riwayat Ashhabus Sunan, dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albany).

 

Syarat Domba dan Kambing Aqiqah yang Sempurna

Disyariatkan dalam Islam bahwa hewan aqiqah adalah dari jenis domba atau kambing. Untuk usia hewan aqiqah menurut umumnya, ulama menyamakan dengan persyaratan hewan qurban yakni hewan yang sudah melewati setahun.

Jika memang domba atau kambing belum melewati setahun, maka usia minimal adalah enam bulan yang bila dicampur tidak terlihat bedanya. Syarat selanjutnya adalah dilihat dari segi kesehatan.

Hewan yang disembelih untuk aqiqah adalah hewan yang sehat dalam artian tidak buta walaupun sebelah, tidak boleh pincang yang nyata, kurus kering, terpotong ekor atau telinga lebih dari sepertiganya.

Hewannya sudah ompong giginya dikarenakan sudah berusia lanjut atau sakit, lumpuh dan gila sehingga hewan tersebut tidak dapat digembalakan.

Ya, syarat hewan aqiqah juga tidak boleh cacat di mana tanduknya patah, gigi lepas dalam masa pergantian, bulu rontok, sakit ringan dan luka kecil.

Nah, dari syarat-syarat hewan yang disembelih untuk aqiqah tersebut, tentunya harus dilaksanakan oleh umat muslim. Tentu tidak mau kan jika aqiqah Anda tidak sah di mata agama? Oleh sebab itu carilah domba atau kambing yang sesuai dengan syariat Islam.

Jika Anda ingin mencari domba yang sesuai dengan syariat Islam, maka laman kami adalah solusi yang tepat. Harga domba dari kami sangat terjangkau, yakni berkisar Rp. 1.150.000 hingga Rp.1.700.000

Harga-harga domba tersebut sudah disesuaikan dengan berat badan domba. Jadi dengan harga yang terjangkau tersebut Anda sudah bisa membawa domba untuk aqiqah anak Anda.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.