Semua Bisa Berqurban-Berbagi Qurban Berbagi Kebahagiaan

Berbagi Qurban – Sahabat Qurban Al Kautsar, pada bulan Dzulhijjah umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha. Lantunan takbir beriringan menggema menambah semaraknya hari raya. Suara takbir bersahut-sahutan mengajak kita untuk sejenak melakukan refleksi bahwa tidak ada yang agung, tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah, Tuhan semesta alam. Pada hari itu, kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rakaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang Qurban bagi yang mampu. Anjuran berkurban ini bermula dari kisah penyembelihan Nabi Ibrahim kepada putra terkasihnya yakni Nabi Ismail.

Peristiwa ini memberikan kesan yang mendalam bagi kita. Betapa tidak. Nabi Ibrahim yang telah menunggu kehadiran buah hati selama bertahun-tahun ternyata diuji oleh Allah untuk menyembelih putranya sendiri. Nabi Ibrahim dituntut untuk memilih antara melaksanakan perintah Allah ta’ala atau mempertahankan buah hati dengan konsekuensi tidak mengindahkan perintah-Nya. Sebuah pilihan yang cukup dilematis. Namun karena didasari ketakwaan yang kuat, perintah Allah tetap dilaksanakan. Dan pada akhirnya, Nabi Ismail tidak jadi disembelih dengan digantikan seekor domba. Kisah mengharukan ini diabadikan dalam al Quran surat al Shaffat ayat 102-109.

Bila untuk Nabi Ibrahim Allah ta’ala mengujinya dengan meminta anaknya. Dari kita Allah Subhanahu wata’ala hanya meminta agar untuk mengorbankan kambing, sapi, unta dan hewan ternak lainnya. Alangkah malunya kita kepada Bapak para nabi yang bersedia mengorbankan anaknya untuk mentaati Allah, sedangkan kita enggan sekedar menyisihkan sedikit rezeki sebagai bukti ketaatan kita kepada-Nya. Padahal segala karunia yang kita miliki adalah pemberian dari-Nya, Milik-Nya dan pasti akan dikembalikan kepadaNya juga. Hanya saja pilihan ada ditangan kita, apakah segala nikmat berupa rezeki ini akan kita kembalikan kepada Allah dengan suka rela dalam wujud ketaatan, atau kita menunggu “diambil paksa oleh-Nya.

Semoga kita diberi kemudahan untuk melaksanakan syariat yang mulia ini, yakni berkurban, untuk mendekat kepada Allah ta’ala. Semua Bisa Berqurban – Berbagi Qurban Berbagi Kebahagiaan.

Fadhilah Berkurban

Ibadah Qurban mempunyai banyak keutamaan sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits-hadits nabawi, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Ampunan dari Allah.

Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda kepada anaknya, Fatimah : “Ya Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan bacalah : Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Swt, Rabb alam semesta.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmizi).

  1. Sarana mendapatkan keridhaan dari Allah dan tanda keislamannya.

Allah Subhanahu wata’ala telah berfirman : “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS:Al Hajj:37)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda : “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

  1. Amalan yang paling dicintai Allah pada hari Raya Idul Adha.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman, “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.” (QS. Al Kautsar : 2)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar diatas menguraikan: “Allah Subhanahu wata’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah, baik sangka, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada janji, perintah, serta keutamaan dari-Nya.”

Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”

Dan disebutkan dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, “Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai Allah dari bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan kurban.” (HR. Tirmidzi dan hakim)

  1. Hewan kurban akan menjadi saksi di hari kiamat.

Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam  bersabda, “Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk,bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak disuatu tempat disisi Allah sebelum mengalir ditanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim)

  1. Mendapatkan pahala yang besar.

Banyaknya pahala yang akan diperoleh pelakunya dari ibadah ini diumpamakan seperti banyaknya bulu dari binatang yang disembelih.  Ini merupakan gambaran tentang betapa besarnya pahala dari berqurban, sebagaimana yang dinyatakan oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallamdalam sebuah hadits. “Pada tiap-tiap lembar bulunya itu akan memperoleh (pahala) satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

  1. Qurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah

Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.”(HR. Ibn Majah dan Tirmidzi)

Hikmah Qurban

Adapun mengenai hikmah yang terkandung dari pensyariatan ibadah Qurban ini, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Berkurban adalah sarana untuk menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim yang taat dan tegar melaksanakan Qurban atas perintah Allahta’ala meskipun harus kehilangan putra satu-satunya yang didambakan.
  • Menegakkan syiar Dinul Islam dengan merayakan Iedul Adha secara bersamaan dan saling tolong menolong dalam kebaikan. RasulullahShalallahu’alaihi Wasallambersabda, “Hari-hari tasyrik adalah hari-hari makan, minum dan dzikir kepada Allah Azza wajalla.” (HR: Muslim)
  • Bersyukur kepada Allah Subhanahu wata’ala atas nikmat-nikmat-Nya, maka mengalirkan darah binatang Qurban ini termasuk wujud syukur dan ketaatan dengan satu bentuk taqarrub yang khusus. “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Ilahmu ialah Ilah Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (Al-Hajj: 34).

Semua Bisa Berqurban-Berbagi Qurban Berbagi Kebahagiaan

Demikian sahabat Al Kautsar pembahasan tentang keutamaan ibadah Qurban, Semua Bisa Berqurban-Berbagi Qurban Berbagi Kebahagiaan. Meskipun sederhana, semoga tetap bisa memberikan motivasi kepada kita, untuk bersemangat melakukan ibadah yang mulia ini. Dan nantikan pembahasan diedisi selanjutnya mengenai hukum seputar udhiyah atau qurban. Semoga Allah memberikan kemudahan atas segala urusan dan kekuatan kepada kita untuk senantiasa beramal shalih.

Kisah Seorang Penjual Kambing Kurban yang Menangis

Setahun sekali, melalui Idul Adha ini, bagi umat muslim yang mampu diperintahkan untuk berkorban dengan bentuk pengorbanan binatang, baik itu sapi maupun kambing. Syariat ini berasal dari peristiwa pengorbanan hewan yang biasa dilakukan oleh Nabi Ibrahim alaihissalam. Ibrahim memang suka berkurban dengan ratusan bahkan ribuan hewan ternak yang dimiliki sebagai bentuk menjalankan perintah Allah.

“Jangankan harta, anak pun akan kukorbankan kalau itu perintah Allah,” demikianlah kalimat yang Nabi Ibrahim keluarkan ketika ditanya oleh umatnya.

Lantas, apakah kita yang memiliki kemampuan secara materi sudah mengeluarkan sedikit dari harta kita untuk berkurban? Semoga kisah berikut ini bisa memberi kita kesadaran tentang berkurban. Kisah ini dituturkan oleh seorang penjual hewan kurban. Ia tak sanggup menahan tangis saat mengetahui siapa sebenarnya orang yang membeli seekor kambing darinya di hari itu. Ketika Anda membaca kisah ini dengan hati, Anda pun dijamin tak kuasa menahan air mata.

Inilah penuturan kisahnya:

Idul adha kian dekat. Semakin banyak orang yang mengunjungi stan hewan kurbanku. Sebagian hanya melihat-lihat, sebagian lagi menawar dan alhamdulillah tidak sedikit yang akhirnya membeli. Aku menyukai bisnis ini, membantu orang mendapatkan hewan kurban dan Allah memberiku rezeki halal dari keuntungan penjualan. Suatu hari, datanglah seorang ibu ke stanku. Ia mengenakan baju yang sangat sederhana, kalau tidak boleh dibilang agak kumal. Dalam hati, aku menyangka ibu ini hanya akan melihat-lihat saja. Aku mengira ia bukanlah tipe orang yang mampu berkurban.

Meski begitu, sebagai pedagang yang baik aku harus tetap melayaninya. “Silahkan Bu, ada yang bisa saya bantu?” “Kalau kambing itu harganya berapa, Pak?” tanyanya sambil menunjuk seekor kambing yang paling murah. “Itu 700 ribu Bu,” tentu saja harga itu bukan tahun ini. Kisah ini terjadi beberapa tahun yang lalu. “Harga pasnya berapa?” Wah, ternyata ibu itu nawar juga. “Bolehlah 600 ribu, Bu. Itu untungnya sangat tipis. Buat ibu, bolehlah kalau ibu mau.” “Tapi, uang saya Cuma 500 ribu, Pak. Boleh?” kata ibu itu dengan penuh harap. Keyakinanku mulai berubah. Ibu ini benar-benar serius mau berkurban. Mungkin hanya tampilannya saja yang sederhana tapi sejatinya ia bukanlah orang miskin. Nyatanya ia mampu berkurban. “Baik lah, Bu. Meskipun tidak mendapat untung, semoga ini barakah,” jawabku setelah agak lama berpikir. Bagaimana tidak, 500 ribu itu berarti sama dengan harga beli. Tapi melihat ibu itu, aku tidak tega menolaknya.

Aku pun kemudian mengantar kambing itu ke rumahnya. “Astaghfirullah. Allaahu akbar.” Aku terperanjat. Rumah ibu ini tak lebih dari sebuah gubuk berlantai tanah. Ukurannya kecil, dan di dalamnya tidak ada perabot mewah. Bahkan kursi, meja, barang-barang elektronik, dan kasur pun tak ada. Hanya ada dipan beralas tikar yang kini terbaring seorang nenek di atasnya. Rupanya nenek itu adalah ibu dari wanita yang membeli kambing tadi. Mereka tinggal bertiga dengan seorang anak kecil yang tak lain adalah cucu nenek tersebut.

“Emak, lihat apa yang Sumi bawa,” kata ibu yang ternyata bernama Sumi itu. Yang dipanggil Emak kemudian menolehkan kepalanya, “Sumi bawa kambing Mak. Alhamdulillah, kita bisa berkurban.” Tubuh yang renta itu duduk sambil menengadahkan tangan. “Alhamdulillah. akhirnya kesampaian juga Emak berkurban. Terima kasih ya Allah.” “Ini uangnya Pak. Maaf ya kalau saya nawarnya terlalu murah, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk membeli kambing buat kurban atas nama Emak,” kata Bu Sumi. Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa dalam hati. “Ya Allah. Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan imannya begitu luar biasa”.

“Pak, ini ongkos kendaraannya.”, panggil ibu itu. “Sudah bu, biar ongkos kendaraannya saya yang bayar”, jawabku sambil cepat-cepat berpamitan, sebelum Bu Sumi tahu kalau mata ini sudah basah karena karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hamba-Nya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya.

Untuk menjadi mulia, ternyata tak harus menunggu kaya. Untuk mampu berkurban, ternyata yang dibutuhkan adalah kesungguhan. Kita jauh lebih kaya dari Bu Sumi. Rumah kita bukan gubuk, lantainya keramik. Ada kursi, ada meja, ada perabot hingga TV di rumah kita. Ada kendaraan. Bahkan, HP kita lebih mahal dari harga kambing kurban. Tapi sudah sungguh-sungguhkah kita mempersiapkan kurban? Jika kita sebenarnya mampu berkurban, tapi tak mau berkurban, hendaklah kita takut dengan sabda Rasulullah ini: “Barangsiapa yang memiliki kelapangan untuk berkurban namun dia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami” (HR Ibnu Majah, Ahmad dan Al Hakim). (sumber muslimahcorner.com)

Doa Supaya Dimudahkan Urusan dan Ucapan

Harga Kambing Aqiqoh 2016

Sahabat Alkautsar, semasa kita hidup, kita hendaknya selalu mengembalikan semua urusan kepada Allah SWT. Setiap urusan, libatkan Allah SWT dalam menjalaninya. Dengan menghadirkan Allah SWT, maka insya Allah segala urusan kita akan berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, berdoalah kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh supaya urusan kita mendapat pertolongan dari Allah SWT.

doa

Di bawah  ini ada sebuah do’a bermanfaat untuk meminta kemudahan urusan dan kelancaran dalam berbicara (ucapan). Doa ini yang dibaca oleh Nabi Musa ‘alaihissalam ketika akan menghadapi Fir’aun. Doa ini disebutkan dalam Al Qur’anul Karim:

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي  وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي  يَفْقَهُوا قَوْلِي

Musa berkata, ‘Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’ [Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku].” (QS. Thoha: 25-28)

Kita dapat mengamalkan doa ini agar ketika akan menghadapi orang lain dalam rangka berdakwah, mengajarkan sesuatu dan ketika akan menyelesaikan suatu urusan. Hikmah kita membaca doa ini adalah pertama dada (hati) kita akan dilapangkan. Ketika hati sudah lapang, maka kita kan lebih mudah menyampaikan apa yang ingin kita sampaikan pada orang lain. Kedua, urusan kita menjadi lancar. Tidak ada masalah yang sulit, jika kita mau berdoa kepada-Nya agar dimudahkan. Tiada satu doapun yang disia-siakan Allah. Ketiga, lisan kita akan dimudahkan dalam berbicara dan orang yang mendengar ucapan kita akan memahami apa yang kita utarakan.


waktu doa

Doa ini sangat mudah dilafalkan, sehingga jangan sampai lupa untuk diamalkan. Semoga Allah mempermudah urusan dan ucapan kita. Aamiin. Demikian informasi doa semoga ini bisa menjadi keseharian kita dalam setiap urusan semoga bermanfaat.

3 Tips Mudah Mengajarkan Anak Berbusana Islami

Memakai busana merupakan sebuah hal yang tidak bisa dipisahkan untuk manusia. Baik sejak dari kecil, remaja, dewasa bahkan saat meninggal. Manusia memakai busana. Ada banyak pilihan busana saat ini. Busana yang  di pakai haruslah sesuai dengan bentuk aktivitasnya. Seperti busana saat kerja, pakaian kantor, hingga baju tidur. Sebagai muslim yang baik, penting bagi kita untuk memakai busana yang sejalan dengan aturan dari Nya.

Sebagai orang tua, penting untuk mengajarkan anak memakai busana Islami. Karena orangtua lah yang bertanggung jawab atas keimanan dan keislaman anak-anak mereka. Maka akan lebih baik jika anak-anak mulai diajarkan untuk memakai busana Islami sejak dini, terutama busana Islami saat diluar rumah. Busana Islami untuk anak tidak hanya bagus dan trendi, tentu jauh lebih baik jika busana anak diluar rumah mengandung pesan kebaikan. Tentu ayah bunda tidak ingin kan jika anak memakai pakaian yang mengajak pada pacaran misalnya? Nah, untuk itu semoga tips mengajarkan anak berbusana Islami ini bisa bermanfaat untuk Ayah Bunda.

  1. Teladan Busana Dari Ayah Bunda

Menurut kami, inilah hal yang perlu ditekankan saat kita sebagai orang tua ingin mengajari anak berbusana islami. Sebelum memberikan nasihat hingga berbusa busa pada anak. Kita terlebih dahulu memberikan contoh yang nyata. Lagi pula, Allah tidak suka hamba Nya yang mengatakan sesuatu tetapi tidak melakukannya sendiri (Silahkan tadabburi Surat As Shaff). Teladan dari orang tua bisa membuat anak lebih percaya diri dalam memakai busana muslim karena merasa mendapatkan dukungan dan support dari orang tua.

     2. Pembiasaan Sejak Dini

Sebisa mungkin sebagai orangtua membiasakan anak memakai pakaian yang syar’i sejak dini. Hal ini akan membuat anak merasa nyaman sejak dari kecil. Banyak kendala terjadi saat sudah dewasa dan baru mulai memakai busana muslim (terutama untuk wanita). Dengan sejak dari kecil berbusana islami, anak juga tidak akan canggung ketika sudah remaja.

  1. Memberikan Pemahaman

Memang benar, anak-anak yang masih kecil, balita misalnya, tidak akan paham disampaikan mengenai hukum berbusana Islami. Namun kami meyakini, dengan disampaikan terus menerus mengenai hukum berbusana Islami, kemuliaan memakainya, serta sering diajak diskusi kondisi sekitar yang tidak sesuai islam cara berbusananya secara terus menerus, tetap akan membekas pada anak. Yang pada gilirannya akan mempermudah anak menerima penjelasan saat anak sudah mulai bisa membedakan baik dan buruk.

Busana-Muslim-Anak-Perempuan-7-8-Tahun

Itulah 3 hal mudah yang bisa kita lakukan sebagai orang tua untuk mengajari anak berbusana muslim. Jangan lupa mendoakan selalu buah hati kita agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Semoga bermanfaat.

5 Hikmah Keutamaan Hewan Qurban Idul Adha

Sahabat Aqiqah Alkautsar, Hari Raya Idul Adha, adalah di mana hari tasyrik untuk melakukan penyembelihan hewan qurban. Selama
Hari tasyrik, hewan yang di qurban memberikan banyak keutamaan untuk sohibul qurban. berikut 5 keutamaan dan hikmah dari penyembelihan hewan kurban pada hari-hari tasyrik:

  1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan qurban

    Dari Zaid ibn Arqam ia berkata atau mereka berkata “Wahai Rasulullah SAW. apakah qurban itu?”Rasullulah menjawab: “Qurban itu adalah sunnahnya bapak kalian, ibrahim”. mereka mejawab”apa keutamaan yang kami akan proleh dengan qurban itu?”Rasullulah menjawab:”setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.” mereka menjawab:”kalau bulunya?”Rasullulah menjawab: setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan” [HR. Ahmad dan Ibn Majah]

  2. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, mengembirakan kaum dhuafa

    “Hari Raya Qurban adalah Hari untuk makan, minum dan Dzikir kepada Allah”

  3. Ibadah Qurban adalah ibadah yang sangat di sukai Allah

    Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih dicaintai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya saat hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]

  4. Berkurban menjadikan ibadah yang paling utama disisi Allah

    “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”

    “Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]

    Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”

  5.  Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam
    Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]

kandang hewan kambing

Demikian Sahabat Al Kautsar yuk segerakan mulai dari Niat untuk berkurban di tahun ini dan jadikan ini sebagai amal ibadah kita untuk hari akhirat kelak. Sahabat Al Kautsar untuk yang mau kurban bisa persiapan segera cek harga hewan qurban Jogja.

Syarat Hewan Qurban Yang Utama


Harga Kambing Aqiqoh 2016

Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1437H / September 2016  Sebentar lagi bagi anda yang ingin membeli hewan qurban tauhkah anda syarat-syarat yang harus dipenuhi ketika membeli hewan qurban, sebelum anda memutuskan membeli hewan kurban tahun ini alangkah baiknya anda ketahui dahulu syarat utama hewan kurban :

Kurban memiliki beberapa syarat yang tidak sah kecuali jika telah memenuhinya, yaitu.

  1. Hewan kurbannya berupa binatang ternak, yaitu unta, sapi dan kambing, baik domba atau kambing biasa.
  2. Telah sampai usia yang dituntut syari’at berupa jaza’ah (berusia setengah tahun) dari domba atau tsaniyyah (berusia setahun penuh) dari yang lainnya.a. Ats-Tsaniy dari unta adalah yang telah sempurna berusia lima tahun
    b. Ats-Tsaniy dari sapi adalah yang telah sempurna berusia dua tahun
    c. Ats-Tsaniy dari kambing adalah yang telah sempurna berusia setahun
    d. Al-Jadza’ adalah yang telah sempurna berusia enam bulan
  3. Bebas dari aib (cacat) yang mencegah keabsahannya, yaitu apa yang telah dijelaskan dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  4. a. Buta sebelah yang jelas/tampak
    b. Sakit yang jelas.
    c. Pincang yang jelas
    d. Sangat kurus, tidak mempunyai sumsum tulang
  5. Dan hal yang serupa atau lebih dari yang disebutkan di atas dimasukkan ke dalam aib-aib (cacat) ini, sehingga tidak sah berkurban dengannya, seperti buta kedua matanya, kedua tangan dan kakinya putus, ataupun lumpuh.
  6. Hewan kurban tersebut milik orang yang berkurban atau diperbolehkan (di izinkan) baginya untuk berkurban dengannya. Maka tidak sah berkurban dengan hewan hasil merampok dan mencuri, atau hewan tersebut milik dua orang yang beserikat kecuali dengan izin teman serikatnya tersebut.
  7. Tidak ada hubungan dengan hak orang lain. Maka tidak sah berkurban dengan hewan gadai dan hewan warisan sebelum warisannya di bagi.
  8. Penyembelihan kurbannya harus terjadi pada waktu yang telah ditentukan syariat. Maka jika disembelih sebelum atau sesudah waktu tersebut, maka sembelihan kurbannya tidak sah.
HEWAN KURBAN YANG UTAMA DAN YANG DIMAKRUHKAN

Yang paling utama dari hewan kurban menurut jenisnya adalah unta, lalu sapi. Jika penyembelihannya dengan sempurna, kemudian domba, kemudian kambing biasa, kemudian sepertujuh unta, kemudian sepertujuh sapi.

Yang paling utama menurut sifatnya adalah hewan yang memenuhi sifat-sifat sempurna dan bagus dalam binatang ternak. Hal ini sudah dikenal oleh ahli yang berpengalaman dalam bidang ini. Di antaranya.

a. Gemuk
b. Dagingnya banyak
c. Bentuk fisiknya sempurna
d. Bentuknya bagus
e. Harganya mahal

Sedangkan yang dimakruhkan dari hewan kurban adalah.

1. Telinga dan ekornya putus atau telinganya sobek, memanjang atau melebar.
2. Pantat dan ambing susunya putus atau sebagian dari keduanya seperti –misalnya putting susunya terputus-
3. Gila
4. Kehilangan gigi (ompong)
5. Tidak bertanduk dan tanduknya patah

Ahli fiqih Rahimahullah juga telah memakruhkan Al-Adbhaa’ (hewan yang hilang lebih dari separuh telinga atau tanduknya), Al-Muqaabalah (putus ujung telinganya), Al-Mudaabirah (putus dari bagian belakang telinga), Asy-Syarqa’ (telinganya sobek oleh besi pembuat tanda pada binatang), Al-Kharqaa (sobek telinganya), Al-Bahqaa (sebelah matanya tidak melihat), Al-Batraa (yang tidak memiliki ekor), Al-Musyayya’ah (yang lemah) dan Al-Mushfarah

DAGING KURBAN YANG DIMAKAN, DIHADIAHKAN DAN DISHADAQAHKAN
Disunnahkan bagi orang yang berkurban untuk memakan sebagian hewan kurbannya, menghadiahkannya dan bershadaqah dengannya. Hal ini adalah masalah yang lapang/longgar dari sisi ukurannya. Namun yang terbaik menurut kebanyakan ulama adalah memakan sepertiganya, menghadiahkan sepertiganya dan bershadaqah sepertiganya.

Nah itulah syarat-syarat keutaman hewan qurban dan yang dimakruhkan, oke sahabat aqiqah alkautsar semoga dimudahkan untuk bisa aqiqah tahun ini mau lihat harga jual hewan qurban tahun 2016

Harga Kambing Qurban 2016

Harga Kambing Qurban 2016

Telepon : 0856 4320 6815 atau 0812 4823 4694

“Sesungguhnya Kami telah memberimu nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan sembelihlah kurban.”

(Al-Qur’an: Al-Kautsar 1-2)

“Sesungguhnya Kami telah memberimu nikmat yang begitu banyak. Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan sembelihlah kurban. Sesungguhnya orang yang membencimulah yang terputus.”

(QS Al-Kautsar : 1-3).

Dalam surat Al-Kautsar di atas telah mengingatkan kita semua bahwa sudah begitu banyak nikmat yang kita terima dari-Nya. Mulai dari nikmat hidup yang sehat, rezeki dan kelapangan hidup di bumi Allah ini serta nikmat-nikmat lainnya. Seyogianya menyembelih binatang ternak (qurban) atas orang yang mampu secara material dan orang-orang yang menjalankan ibadah haji dalam rangka mensyukuri nikmat Allah SWT.

Sahabat Aqiqah Alkautsar Insya Allah sebentar lagi kita akan melaksanan Hari Raya yang kedua setelah kemarin kita merayakan hari kemenangan Nan Fitri, Hari Raya Idul Fitri 1437H . sebentar lagi kita akan memasuki bulan Dzulkaidah setelah itu Dzulhijah kita akan melaksanakan hari Raya Qurban, sebagai mana yang sudah di ajarkan oleh Rasullulah Muhammad SAW. Tak terasa, sebentar lagi kita sebagai umat islam akan melaksanakan suatu hari dimana pada hari itu ada beberapa orang yang berbondong-bondong untuk menyumbangkan hasil ternaknya (sapi, kambing, kerbau,dll) untuk dijadikan sebuah hewan kurban di masjid-masjid. Insya Allah, Hari Raya Idul Adha tahun ini (10 Dzulhijjah 1437 H) Kita semua berharap, semoga ada keistimewaan tersendiri dari Hari Raya Idul Adha tahun ini, yakni mampu menjadikan diri kita menjadi insan Allah yang semakin gemar beribadah, taat dan patuh, serta senantiasa selalu memperbaiki diri termasuk terus memperbaiki iman dan takwa kepada Allah SWT.

Paguyuban Ternak Sapi & Kambing

Aqiqah Alkautsar bersama Paguyuban Ternak Sapi & Kambing membentuk usaha bersama Kambing Qurban Syariah. Dilandasi pemikiran bersama bahwasanya Qurban merupakan ibadah yang memiliki 2 dimensi kepada Allah dan kesejahterakan umat, maka dari itu, harga hewan qurban yang kami tawarkan harga pasar yang wajar sesuai standar ukuran.

Visi kambing qurban syariah adalah agar Membuat semua orang mampu berqurban, sehingga dalam prakteknya dituangkan dalam bentuk harga jual semurah mungkin, agar lebih banyak terjangkau umat.

Agar hewan qurban yang dijual dapat semurah mungkin, kami melakukan efisiensi dalam hal operasional. Melakukan Pengiriman Bersama Hewan Qurban H-1 s/d H-3 dan Melakukan penggemukan sapi dengan cara alami dan herbal.
Semua Hewan Qurban yang dijual di Kambing Qurban syariah Insya Allah Sehat dan cukup umur.

Makanan Sehat Untuk Bayi 6 Bulan Yang Perlu Diketahui

Selama 6  bulan pertama setelah melahirkan, bayi diberikan ASI esklusif dengan arti dia tidak makan dan minum lainnya selain ASI. Asupan ini sudah mencukupi karena ASI memiliki kandungan yang baik untuk kesehatan tubuh bayi. Setelah menginjak 6 bulan, bayi akan mulai diberikan MPASI atau makanan pendamping ASI untuk memenuhi kebutuhannya. Makanan sehat untuk bayi yang baru mendapatkan MPASI adalah yang memiliki kandungan baik, sehat, juga lembut.

Setelah melahirkan, bayi yang masih baru berumur sekitar 6 bulan akan diberikan ASI secara intensif oleh sang ibu. Hal ini wajar dilakukan karena bayi tidak bisa mengkonsumsi makanan selain ASI. Kandungan gizi didalamnya sangat berarti bagi tumbuh kembang bayi. ASI ini juga sangat berperan penuh dalam pembentukan antibodi.

Setelah melewati masa 6 bulan, bayi biasanya sudah bisa mengkonsumsi makanan lewat mulut melalu makanan pendamping ASI(MPASI). Makanan seperti ini tentu tidak bisa sembarangan diberikan pada sang buah hati. Sebagai ibu, tentunya akan sangat berhati-hati dalam memilih makanan. Kebanyakan ibu yang baru melahirkan anak pertama belum begitu tahu tipe makanan pendamping seperti apa yang baik dan sehat bagi bayi. Untuk menambah wawasan anda,

Kami sertakan ulasan beberapa jenis MPASI yang baik untuk bayi konsumsi.

  • Sayuran Hijau

Sayuran yang berwarna hijau biasanya dipercaya memiliki kandungan asam folat yang tinggi untuk meningkatkan kecerdasan otak bayi.Contoh yang paling gampang adalah brokoli,bayam dan collar hijau. Membiasakan konsumsi makanan ini juga akan berdampak positif jika bayi sudah dewasa kelak karena ia tidak akan tergoda oleh makanan-makanan berlemak atau cepat saji.

Cara penyajian yang paling simple adalah dengan menghaluskannya disertai campuran biji-bijian agar mudah ditelan oleh bayi. Jangan lupa sebelumnya dibersihkan lalu dikukus dulu sayurannya agar kuman atau bakteri hilang.

  • Labu Kuning

Labu dikenal akan kaya vitamin C dan A. Uniknya sayuran ini memiliki rasa manis saat matang sehingga tidak perlu gula atau madu untuk membuatnya manis. Untuk penyajian sangat mudah yaitu dengan memilih labu kuning yang sudah matang namun juga tidak terlalu kematangan. Iris dan cincang kecil-kecil lalu bersihkan kotoran hingga bersih. Setelah itu diblender sampai halus dan tuang di mangkuk.

  • Blueberry

Buah yang satu ini memiliki kandungan flavonois yang sangat baik untuk penglihatan bayi. Cara pembuatan bisa dengan mengukus lalu dilembutkan. Cara lainnya bisa dengan mencampurkan buah berry dengan air lalu taruh di microwave selama 1 menit dan dinginkan.

http://aqiqahalkautsar.com/makanan-sehat-untuk-bayi-6-bulan.html

Makanan di atas sebisa mungkin diintensifkan agar tumbuh kembang bayi bisa berjalan dengan lancar sehingga bayi akan terlihat tetap sehat. Makanan tersebut tentu hanya sebagai pendamping saja, yang paling utama tetap ASI harus diberikan. Jika menu diatas masih kurang anda bisa mendapatkan referensi lainnya lewat konsultasi ke dokter anak atau lewat internet.

Ini Dia Beberapa Ciri Ciri Bayi Yang Sehat

Memiliki anak merupakan kebahagiaan tersendiri yang tidak tertandingi bagi pasangan yang sudah menikah terutama ibu. Kebahagiaan akan lebih terasa jika sang bayi yang dilahirkan terlihat sehat dan aktif. Dengan kondisi tersebut, ibu akan bersemangat dalam merawat anaknya hingga terus tumbuh sehat. Namun bagi ibu yang belum begitu banyak pengalaman mengenai bayi, kemungkinan tidak begitu mengetahui ciri-ciri bayi yang aktif dan sehat itu seperti apa. Hal ini perlu sekali untuk diketahui agar sang ibu kedepannya dapat memantau tumbuh kembangnya bayi agar terhindar dari segala penyakit yang menimpanya.

Bayi memang sangat rawan terhadap penyakit, maka dari itu para orang tua terutama ibu harus terus memantau kondisi dari anak mereka. Oleh karena itu mengetahui wawasan mengenai bagaimana ciri-ciri bayi yang sehat itu penting.

Nahh ciri-cirinya seperti apa? Berikut listnya

  1. Kriteria sehat pada bayi bisa dilihat dari tubuhnya yang lengkap mulai dari kepala hingga ujung kaki. Jika ada salah satu yang cacat maka bayi tersebut belum bisa dikatakan sehat atau bisa jadi mengalami kelainan. Untuk problem ini sebenanrnya tidak perlu terlalu khawatir, misal jika bayi tidak memiliki salah satu anggota tubuh tetap bisa didorong untuk menjadi bayi yang aktif sehingga tubuh akan tetap sehat.

Bayi yang memiliki warna kulit kemerahan saat terlahir juga merupakan ciri-ciri bayi sehat. Warna kulit merah tersebut biasanya terdapat dari bagian bibir, muka, kulit tangan bahkan sampai bagian kaki. Namun jika kulit bayi yang anda lahirkan berwarna kuning ada baiknya langsung berkonsultasi kepada dokter atau bidan anda, karena mungkin terdapat kelainan pada bayi anda.

  1. Kulit bayi yang terlihat merah kemerahan juga menjadi tanda bayi sehat. Mungkin sebagian orang menganggap indikasi ini seperti kulit terkena alergi. Hal ini sebenarnya masih wajar. Beda urusannya jika bayi tersebut kulitnya berwarna kuning, jika seperti ini anda bisa tanyakan ke dokter apakah ada kelainan pada bayi anda.
  2. Saat bayi sudah lahir, ia akan menangis keras dan bunyinya terlihat nyaring. Ini menandakan bayi tersebut terbilang sehat karena dengan menangis tersebut jantung terpompa dengan maksimal dan saluran pernafasan akan lebih longgar. Jika tidak menangis maka perlu khawatir karena kemungkinan ada kelainan. Jika seperti ini konsultasikan segera ke dokter.
  3. Bayi sehat biasanya memiliki berat 2,5 kg. Berat badan ini bisa dikatakan minimal untuk taraf normal. Akan tetapi jika ternyata kurang dari itu tidak masalah. Bias jadi saat di dalam kandungan asupan gizi untuk sang ibu tidaklah banyak.
  4. Ketika sudah lahir, anda bisa cek warna fases saat dia sedang membuang kotoran. Umumnya di hari pertama hingga ketujuan warna masih terlihat kehijau-hijauan, lebih dari itu harusnya sudah menjadi berwarna kuning. Jika seperti ini maka bayi tersebut terbilang sehat.

Makanan Bayi Sehat

Demikianlah beberapa ciri bayi sehat yang bisa anda cek sendiri. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan bagi anda yang sekarang menjadi seorang ibu bagi sang buah hati.

Pentingnya Aqiqah

Bayi Aqiqah

Pentingnya AqiqahAqiqah adalah salah satu ajaran Islam yang dicontohkan Rasulullah SAW. Aqiqah mengandung hikmah dan manfaat positif yang kita bisa petik di dalamnya. Oleh karena itu, kita sebagai umat Islam sudah selayaknya melaksanakan setiap ajaran Rasulullah SAW tanpa terkecuali, termasuk ibadah aqiqah.

Setiap orang tua mendambakan anak yang shaleh, berbakti dan mengalirkan kebahagiaan kepada kedua orangnya. Aqiqah adalah salah satu acara penting untuk menanamkan nilai-nilai rohaniah kepada anak yang masih suci. Dengan Aqiqah diharapkan sang banyi memperoleh kekuatan, kesehatan lahir dan batin. Ditumbuhkan dan dikembangkan lahir dan batinnya dengan nilai-nilai Ilahiyah.

Dengan Aqiqah diharapkan sang bayi kelak menjadi anak yang shaleh dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Jika acara ini dilaksanakan dengan tulus-ikhlash dan dijiwai nilai-nilai ruhaninya oleh kedua orang tuanya, tentu akan berpengaruh terhadap perkembangan sang bayi, khususnya jiwa dan ruhaninya.

Aqiqah adalah salah satu acara ritual di dalam Islam, yang dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahiran seorang bayi. Aqiqah hukumnya sunnah muakkad (mendekati wajib), bahkan sebagian ulama menyatakan wajib.

Pentingnya beraqiqah

Apabila kita memiliki barang yang bisa mendatangkan manfaat dan bangga memilikinya, namun barang tersebut dalam keadaan tergadai, bagaimana sikap kita terhadap barang tersebut ?. Tentunya kita berusaha semaksimal mungkin untuk menebusnya.

Aqiqah adalah upaya kita untuk menebus anak kita yang tergadai. Aqiqah juga merupakan realisasi rasa syukur kita atas anugrah, sekaligus amanah yang diberikan Allah SWT terhadap kita. Aqiqah juga sebagai upaya kita menghidupkan sunnah Rasulullah SAW, yang merupakan perbuatan yang terpuji, mengingat saat ini sunnah tersebut mulai jarang dilaksanakan oleh kaum muslimin.

Rasulullah SAW bersabda :

Barangsiapa menghidupkan sunnahku disaat kerusakan pada umatku, maka baginya pahala orang yang mati syahid. “ ( Al – Hadst )

Pentingnya aqiqah selain itu, banyak juga manfaat yang lain, seperti : mempererat tali silaturrahmi dan ikatan sosial dengan para kerabat, tetangga, fakir miskin, dll. Oleh karena itu, marilah kita bersama – sama berusaha menghidupkan