Berani Qurban di masa pandemi ? HEBAT !!!

Dilema Qurban di Masa Pandemi

Memasuki bulan-bulan Haram,seluruh kaum muslimin bersiap menyambut kedatangan hari raya Idul Adha 1441H. Semarak bulan Haram tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Terhitung sejak Idul Fitri 1441H kemarin,kaum muslimin dalam keadaan berkabung karena Pandemi Covid yang melanda. Aktifitas tawaf di Masjidil Haram untuk pertama kalinya dalam kurun waktu yang panjang terhenti. Praktis saja pelaksanaan 2 hari raya Ied tahun ini juga menjadi berbeda dari sebelumnya.

Setelah 1 syawal kemarin tanpa hiruk pikuk keramaian,akankah Dzulqaidah tahun ini juga akan sama?

Melihat ke tahun-tahun sebelumnya,biasanya Idul Adha akan terjadi pertumpahan darah dimana-mana. Hampir seluruh kampung hingga RT/RW mengadakan penyembelihan hewan Qurban. Senang dan bahagianya hati ini,akhirnya makan-makan olahan daging sapi sebentar lagi di rasakan kembali. Walau mungkin belum tentu akan seramai musim-musim Idul Adha sbelumnya. Sekarang ini kan masih dalam suasana pandemi Covid,Jadi harap di tunda dulu ya keseruan berkumpul ria dan bergotong royong,pada acara penyembelihan hewan Qurban. Meski dilema,semangat Qurban harus tetap membara di dalam dada. Apalagi karena pandemi ini,jumlah orang yang kelaparan semakin bertambah. Karena itu,mari menghilangkan perasaan dilema di dalam hati,lalu mengambil sikap cepat tanggap dalam penanggulangan kalaparan akibat pandemi ini.

Semangat Qurban Kalahkan Hyperbolic Pandemi

qurbanjogja.comĀ  _Pandemi covid yang terjadi beberapa bulan ke belakang telah meninggalkan trauma dan luka bagi seluruh lapisan masyarakat di seluruh dunia. Kehadiran virus yang saat ini masih belum bisa di tanggulangi secara masif ini,kini telah melumpuhkan dunia secara keseluruhan dalam kurun waktu yang bersamaan. Berbagai spekulasi pun bermunculan. Terlepas dari dampak buruk kesehatan yang di timbulkan,pandemi ini telah membelah sudut pandang masyarakat terbagi antara pro dan kontra terhadap fenomena pandemi covid. Di antaranya ada yang memiliki pandangan bahwa pandemi ini merupakan rekayasa yang terstuktur demi menguntungkan sebagian pihak,atau yang lebih di kenal dengan istilah Konspirasi.

Sementara sebagian masyarakat lain lebih mengutamakan penanggulangan dan kesiagaan dalam menyikapi dampak negatif yang muncul akibat pandemi tersebut. Tidak hanya dari sisi urgensi kesehatan saja,dampak yang di timbulkan akibat pandemi Covid ini merambah hampir ke seluruh sektor aktifitas kehidupan masyarakat. Yang paling terpukul selain kondisi darurat dari sisi kesehatan adalah kondisi Ekonomi. Sisi Ekonomi menjadi sorotan utama setelah kesehatan. Hal ini di sebabkan oleh sikap dari banyak Negara yang mengambil langkah antisipatif secara cepat, seperti PSBB,Lock Down dan sebagainya. Dengan begitu,dinamika Ekonomi secara menyeluruh mengalami kelumpuhan,baik secara langsung maupun bertahap.

Pada fase-fase awal di masa pandemi kemarin,masyarakat banyak yang mengalami penurunan minat untuk ber-Qurban. Dari sisi kemaslahatan, keadaan ini tentunya tidak begitu baik. Mengingat dalam kondisi dimana Ekonomi hampir lumpuh, banyak dari saudara-saudara kita

Aktifitas Qurban di Masa Transisi Menuju New Normal

Saat ini kepanikan masyarakat agaknya sedikit mereda,dengan adanya berbagai regulasi dan aturan tegas dari Pemerintah. Aturan-aturan pemerintah seperti Lock Down,PSBB,penerapan protokol kesehatan di masa Covid secara masif telah mampu menekan longgarnya kedisiplinan dari aktifitas sosial masyarakat.

Dengan adanya penekanan aktifitas sosial,secara otomatis banyak kegiatan ekonomi yang terganggu bahkan terhenti operasinya. Hal ini tentu memberi pukulan telak kepada para pelaku usaha baik dari kelas paling bawah sampai kelas atas

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *