Hewan Terbaik dalam Pelaksanaan Aqiqah

Hewan Terbaik dalam Pelaksanaan Aqiqah

Sunnah Aqiqah – Aqiqah adalah salah satu sarana bagi seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Oleh karena itu, harus memilih hewan terbaik dalam pelaksanaan aqiqah terutama untuk hal keselamatan dari cacat dan cukup usia sebagaimana berlalu penjelasannya. Juga menganjurkan untuk memilih yang gemuk, besar, bagus dan terbebas dari segala sesuatu yang menyebabkan tertolak oleh akal sehat.

Seperti yang tercantum dalam hadis Ummu Kurz al-Ka’biyah radhiallahu’anha, ia berkata:

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda, “Untuk anak lkai-laki dua ekor kambing yang sama dan untuk anak perempuan satu ekor kambing”. 

Dalam riwayat yang lain untuk hadis yang sama, menyebutkan dengan lafal yang “Sama Persis”. Juga diriwayatkan oleh Abu Dawud.

Aqiqah tidak apa-apa dengan hewan jantan atau betina. Berdasarkan hadis Ummu Kurz, Tidak peduli kambing-kambing itu jantan atau betina.”

Hewan jantan lebih baik apabila lebih gemukdan lebih bagus.Sebab, Rasulullah Sallallahu’alayhi wa sallam mengakikahi Hasan dan Husain dengan domba jantan. Al-Hafizh al-Iraqi mengatakan, “Nabi Sallallahu’alaihi wa sallam pada aqiqah kedua cucu beliau memilih yang paling sempurna. Yaitu domba jantan.

Warna terbaik adalah putih. Menganalogikan pada hewan qurban. Aisyah mengatakan, Bawakan kemari hewan yang bermata tajam dan bertanduk panjang.

Al-Baihaqi menukilkan dari Atha’ bahwa domba lebih dia sukai daripada kambing, dan pejantan lebih dia sukai daripada betina. Disebutkan bahwa Imam Ahmad ditanya tentang aqiqah, “Bolehkah dengan kambing yang masih perawan atau yang sudah hamil besar?” Beliau menjawab, “Pejantan lebih baik.” 

Para ulama berbeda pendapat pada hewan yang terbaik untuk aqiqah. Kalangan ulama dari mazhab Syafi’i dalam pendapat mereka yang paling kuat, dan sebagian ulama penganut mazhab Maliki mengatakan bahwa yang terbaik adalah unta, kemudian sapi, lalu domba, dan diakhiri dengan kambing. Mereka katakan; karena aqiqah adalah ritual nusuk, sehingga yang terbesar adalah yang terbaik, memakai analogi hadyi.

Imam Malik berkata, Domba adalah yang terbaik, kemudian biri-biri. Ini lebih disukai oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dibandingkan dengan unta dan sapi. Sebab, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam mengakikahi Hasan dan Husain dengan kambing masing-masing dengan satu ekor. Ini juga merupakan pendapat lain dalam mazhab Syafi’i. Pendapat inilah yang paling tepat karena memiliki dasar pijakan berupa sabda dan perbuatan Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Sallam.

Pendapat ini juga mengutip dari beberapa ulama salaf.

Al-Hakim meriwayatkan dengan sanadnya dari Atha’, dari Ummu Kurz dan Abu Kurz berkata bahwa seorang wanita dari keluarga Abdurrahman bin Abi Bakar bernazar, “Apabila istri Abdurrahman melahirkan seorang bayi, akan kami sembelihkan untuknya seekor unta.” Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,

Tidak. As-Sunnah lebih baik; untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor. Dipotong mengikuti ruas sendi dan tidak boleh dipatahkan tulangnya. Dikonsumsi sendiri, dibagi-bagikan dan disedekahkan. Hendaknya itu dilaksanakan pada hari ketujuh kelahiran. Kalau tidak sempat, maka hari keempat belas. Kalau tidak sempat, maka hari kedua puluh satu.

Al-Hakim mengatakan, “Sanadnya shahih.

Ibnu Hazm meriwayatkan dengan sanadnya dari Yusuf bin Mahik, bahwa masuk menemui Hafshah binti Abdurrahman bin Abu Bakar. Suaminya al-Mundzir Ibnu Zubair, mendapatkan anak, “Aku katakan kepadanya; Akankah engkau aqiqahi anakmu dengan seekor unta?” Dia menjawab, Kami berlindung kepada Allah. Bibiku Aisyah pernah mengatakan, Untuk anak laki-laki dua ekor kambing, dan untuk anak perempuan satu ekor kambing.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *