Sepekan yang Bersejarah, Aqiqah – Bagian 2

Sepekan yang Bersejarah, Aqiqah – Bagian 2

Kelahiran – Tips dan beberapa hal yang perlu Bunda ketahui pasca kelahiran bayi di hari ketujuh. Dan beberapa hal yang perlu Bunda persiapkan menjelang aqiqah.

TIPS: Memperkenalkan bayi di hari aqiqah

  • Tulis nama bayi anda lengkap dan nama panggilannya dengan huruf besar dan warna tegas. Tempel di ruang tempat perjamuan.
  • Tulis nama dengan huruf besar sebagai judul atau maskot undangan yang anda kirim kepada tamu. 
  • Sebut langsung bayi anda dengan namanya ketika berbincang dengan tamu; “Irham beratnya 3,4 kg”.
  • Ketika anda berkesempatan untuk memeri pidato sambutan, sebut nama bayi anda berulang-ulang. Jelaskan makna dan harapan dengan nama itu.
  • Cantumkan nama bayi di bagian luar box makanan yang membagi-bagikan kepada undangan. Semua tamu membawa box ini sebelum membawanya pulang dan membuka isinya.

REVIEW: Mengapa hari ketujuh?

Harus memisahkan antara proses melahirkan dan aqiqah. Karena, pertama kali yang oleh seluruh keluarga lakukan adalah sibuk mengurus ibu dan bayinya. Sehingga mereka tidak boleh dibebani dengan sesuatu yang justru hanya menambah kesibukan mereka. Selain itu, kemungkinan besar tidak akan dapat dengan mudah memperoleh seekor kambing. Maka kalau menentukan pada hari pertama,  tentu akan menyulitkan. Jangka waktu tujuh hari cukup untuk memisahkan kedua amalan tersebut” 

Demikian ungkapan As-Syaikh Ad-Dahlawi rahimahullah. 

Ini sesuai dengan fakta medis bahwa: Hari ketujuh luka pusar bayi sembuh dan luka jahitan anda mulai mengering. 

ANDA PERLU TAHU: Ubun-Ubun bayi yang lunak

Ubun-ubun (fontanela) bayi bentuknya sangat lunak. Kita sering tidak tega menyentuhnya meskipun sebenarnya ia tidak selunak yang kita bayangkan karena ia terlapisi membran  yang cukup kuat di dalamnya.

Kepala bayi terbentuk oleh beberapa lempeng tulang, yaitu 1 buah tulang di bagian belakang (tulang oksipital), 2 buah tulang di kanan dan kiri (tulang parietal), dan 2 buah tulang di depan (tulang frontal). Di antara tulang-tulang yang belum bersambung itu terdapat celah yang yang istilahnya sutura. Sutura-sutura ini ada yang membujur dan ada pula yang melintang. Titik silang celah-celah itulah yang membentuk ubun-ubun depan (ukuran besar) dan ubun-ubun belakang (berukuran lebih kecil).

Beberapa bulan setelah lahir, tulang-tulang kepala bayi belum menyambung satu sama lain. Ini berguna untuk memberikan kesempatan otak bayi berkembang.

Ubun-ubun dan sutura-sutura ini normalnya menutup antara usia 6-20 bulan.

WARNING: Nama-nama yang tidak disukai

Rasulullah melarang menggunakan nama Yasar (kiri), Rabah (untung), najih (berhasil), Rafi’ (tinggi), Barkah (berkah), dan aflah (bahagia). Beliau juga mengganti nama Ashram (buntung) dengan nama zur’ah Tumbuh), dan mengganti Barrah menjadi Zainab.

Meskipun nama-nama tersebut sekilas tidak terlalu buruk, ternyata Rasulullah tidak menghendakinya.

AGENDA: Sekarang anda sedang hajatan

  • Hari ini  anda sedang menyelenggarakan hajatan. Perbaiki penampilan anda dan si kecil.
  • Gunakan pakaian yang rapi dan tertutup. Saat acara jamuan berlangsung, hadirlah di tengah-tengah tamu.
  • Bayi anda akan dicukur, siapkan penutup kepala untuk menghindari ia kedinginan setelah rambutnya bersih.
  • Anda mungkin tidak bersedekah dalam bentuk emas. Siapkan sejumlah uang untuk disedekahkan. Uang ini adalah seharga emas yang kira-kira berat emas itu seberat jumlah rambut bayi anda. 
  • Pastikan darah nifas anda tidak merembes keluar pada saat acara. Siap prosedur keamanan dengan pembalut yang baik.
  • Mintalah suami memimpin event. Ingatkan mengenai hal teknis mulai dari penyediaan alat cukur, menata ruang tamu, susunan acara, jadwal makan-makan, dan sebagainya. 

[Yazid Subakti]

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *