Perihal Pembagian Daging Aqiqah

Pertanyaan-pertanyaan mengenai bolehkah kita makan daging aqiqah kita sendiri sering muncul apabila kita hendak melaksanakan aqiqah untuk anak kita. Maka dari itu untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka berikut adalah hukumnya.Masih ada beberapa pertanyaan dan kegelisahan dari kalangan umat muslim ketika ditanya, bolehkah kita makan daging aqiqah kita sendiri? Pertanyaan itu sering muncul karena pada umumnya kita tidak mengetahui bagaimana hukum itu sendiri.

Dalil Mengenai Hukum Memakan Daging Aqiqah

Mengenai hukum yang mengatur boleh tidaknya kita memakan daging aqiqah memang tidak dijelaskan dalam al-Qur’an maupun hadits. Namun Nabi Muhammad sendiri tidak melarang umatnya untuk memakan daging aqiqah.

Oleh sebab itu hukum memakan daging aqiqah bagi yang melaksanakan aqiqah sendiri hukumnya adalah boleh atau mubah. Sebab tidak adanya dalil yang menunjukkan bahwa memakan daging aqiqah adalah haram.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab Fatawa al-Lajnah al-Daimah (11/443) yang menjawab tentang pertanyaan kita. Bolehkah kita makan daging aqiqah kita sendiri?

لمن إليه العقيقة أن يوزعها لحماً نيئاً أو مطبوخاً على الفقراء والجيران والأقارب والأصدقاء ، ويأكل هو وأهله منها ، وله أن يدعو الناس الفقراء والأغنياء ويُطعمهم إياها في بيته ونحوه ، والأمر في ذلك واسع

“Bagi orang yang melaksanakan aqiqah disarankan bagi ia hendaknya untuk membagikan aqiqahnya dalam bentuk daging mentah ataupun daging yang sudah dimasak kepada para fakir miskin, tetangga, kerabat dekat dan juga teman-temannya.

Dan disarankan bagi ia agar keluarganya pun untuk ikut memakan daging aqiqahnya. Ia juga boleh mengundang orang-orang miskin dan juga orang kaya untuk menyantap hidangan olahan aqiqah di rumahnya ataupun semisalnya. Permasalahan ini sangatlah begitu lapang.

Perihal Pembagian Daging Aqiqah

Selain boleh untuk kita makan sendiri, daging aqiqah juga bisa dimakan oleh kakek, nenek, saudara dan anak itu sendiri. Kita juga bisa menghadiahkan sebagian daging olahan aqiqah kita dan mensedekahkannya sebagian lagi.

Sebagaimana Syaikh Utsaimin berkata: “Dan tidak mengapa jika dia hendak menyedekahkan darinya daging aqiqah dan mengumpulkan kerabat juga tetangga untuk ikut menyantap makanana daging aqiqah yang telah matang.

Syaikh Jibrin berkata: Sunnahnya dia memakan sepertiganya, menghadiahkan sepertiganya kepada sahabat-sahabatnya, dan mensedekahkan sepertiga lagi kepada kaum muslimin, dan boleh mengundang teman-teman dan kerabat untuk menyantapnya, atau boleh juga dia mensedekahkan semuanya.

Syaikh Ibnu Bazzpun juga berkata hal yang sama : Dan engkau bebas memilih antara mensedekahkan daging aqiqah seluruhnya atau sebagiannya dan kemudian memasaknya. Setelah dimasak kemudian mengundang orang yang sekiranya engkau lihat pantas diundang.

Bisa saja engkau mengundang dari kalangan kerabat, tetangga, teman-teman seiman dan sebagian orang fakir untuk ikut menyantapnya.

Apa yang diucapkan Syaikh Jibrin dan Ibnu Bazzpun juga diamini oleh ulama-ulama yang terhimpun di dalam Al lajnah Ad-Daimah.

Ya, memang ada perbedaan antara daging ‘Aqiqah dengan Qurban. Jika daging Qurban dibagi-bagikan kepada yang berhak dalam keadaan mentah, namun ‘aqiqah dibagi-bagikan kepada yang berhak dalam keadaan matang.

Adapun hikmah yang kita dapat dari aqiqah adalah timbullah rasa kasih sayang di masyarakat. Melaksanakan aqiqah pula terbebaslah tali belenggu yang menghalangi anak kita untuk memberikan syafaatnya pada orang tuanya.

Mungkin seperti itulah yang sekiranya bisa menjawab pertanyaan kita, bolehkah kita makan daging aqiqah kita sendiri? Sebagaimana ijma’ para ulama’, maka jawabannya adalah boleh.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Klik 

Klik Instagram

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099000000000

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Gmaps: Telusuri

Waktu Pelaksanaan Ibadah Aqiqah

Sebab bagi orang tua yang berasa dari kalangan yang mampu secara ekonomi, hukum aqiqah adalah wajib, bukan lagi sunnah. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui waktu pelaksanaan ibadah aqiqah. Mengetahui waktu pelaksanaan ibadah aqiqah bagi orang tua sangat dianjurkan. Jangan sampai jika orang tua berasal dari kalangan yang mampu secara finansial tidak mengetahui waktu untuk melaksanakan aqiqah, atau bahkan lupa dan tidak melaksanakannya.

Dalil Mengenai Waktu Pelaksanaan Ibadah Aqiqah

Dalil  yang berbicara mengenai waktu pelaksanaan aqiqah adalah :

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّيكُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تَذْ بَحُ عَنْهُ  يَوْمَسَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

Setiap anak yang lahir tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh, dan pada hari itu diberilah ia nama dan digunduli rambutnya.”

(Hadits Sahih Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Baihaqi dan Hakim)

. وَزَنَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ رَسُولِ اللَّهِ شَعَرَ حَسَنٍ وَحُسَيْنٍ، فَتَصَدَّقَتْ بِزِنَتِهِ فِضَّةً

Aisyah RA berkata, “Rasulullah SAW pernah beraqiqah untuk Hasan dan Husein pada hari ketujuh…”

(Hadits Riwayat Ibnu Hibban, Hakim dan Baihaqi)

Kelahiran seorang anak bagi sebuah keluarga tentunya akan menambah kebahagiaan dan kerukunan rumah tangga. Maka dari itu penting bagi sebuah keluarga untuk mengetahui waktu pelaksanaan ibadah aqiqah.

Sebagaimana kedua hadits yang telah dijelaskan di atas, maka waktu untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ketujuh dari kelahiran si anak, berdasarkan hadits Samurah bin Jundab dan Sayyidina Aisyah yang telah dituliskan di atas.

Adapun selain di hari ketujuh, hewan aqiqah juga bisa disembelih pada hari keempat belas, atau pada hari keduapuluh satu, atau pada minggu-minggu berikutnya.

Dalil Mengenai Hukum Pelaksanaan Aqiqah untuk Anak yang Sudah Dewasa

Sementara bagi orang tua yang berasal dari kalangan ekonomi yang kurang mampu dan tidak bisa melaksanakan aqiqah hingga anaknya sudah dewasa, maka waktu pelaksanaan aqiqah baginya tidak ditentukan, bahkan gugur kewajibannya.

Hukum aqiqah bagi anak yang sudah beranjak dewasa berdasarkan ijma’ ulama’ adalah :

Berdasarkan kitab Al Muntaqa min Fatawa Al Fawzan, (5/84 Asy Syameal). Syeikh Al Fauzan Hafizhahullah berkata:

“Apabila orangtua melaksanakan aqiqah, maka sungguh ia telah meninggalkan sunnahnya. Dan apabila orangtua belum mengaqiqahi anaknya kemudian sang anak mengaqiqahi dirinya sendiri, maka hal itu tidaklah mengapa, sepenglihatan saya, wallahu a’lam.”

Lalu berdasarkan dalil menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyyah berdasarkan kitab Tuhfat Al Mawdud Bi Ahkam Al Mawlud, (hal. 80 Asy Syamela). Ia berkata:

الفصل التاسع عشر : حكم من لم يعق عنه أبواه هل يعق عن نفسه إذا بلغ ، قال الخلال : باب ما يستحب لمن لم يعق عنه صغيرا أن يعق عن نفسه كبيرا ، ثم ذكر من مسائل إسماعيل بن سعيد الشالنجي قال : سألت أحمد عن الرجل يخبره والده أنه لم يعق عنه ، هل يعق عن نفسه ؟ قال : ذلك على الأب .

Barang siapa yang belum diaqiqahi atasnya oleh kedua orantunya, apakah ia mengaqiqahi dirinya jika sudah baligh, berkatalah Al Khallal:

“Bab Anjuran bagi siapa yang belum diaqiqahi atasnya semasa kecil, maka ia  boleh mengaqiqahi atas dirinya sendiriketika dewasa. Kemudian ia menyebutkan pertanyan-pertanyaan Isma’il bin Sa’id Asy Syalinji, ia berkata:

“Aku pernah bertanya kepada Imam Ahmad tentang seorang anak yang orangtuanya memberitahukkannya kepadanya bahwa ia belum diaqiqahi, apakah boleh untuk mengaqiqahkan dirinya sendiri? Beliau menjawab: “(Aqiqah) itu kewajiban bapak.

Seperti itulah ulasan mengenai waktu pelaksanaan ibadah aqiqahSemoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Klik 

Klik Instagram

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Gmaps: Telusuri

Nama-nama Bayi Laki-laki Islami Berawalan D

Kehadiran buah hati merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh pasangan yang sudah menikah. Kerenanya dengan hadirnya sang buah hati kehidupan berkeluarga semakin berwarna dan bahagia. Kali ini Aqiqah Al Kautsar menyajikan daftar nama-nama bayi laki-laki islami yang dapat anda gunakan sebagai referensi untuk memberikan nama pada sang buah hati.

Berikut daftar nama anak beserta artinya:

Daffa” yang artinya, Pertahanan yang artinya, Kuat
Da”i yang artinya, Yang memanggil /Penyeru (kebaikan)
Dabir yang artinya, Asli/Mutlak
Daffa yang artinya, Pembela
Dafinah yang artinya, Kekayaan yang tersembunyi
Dahin yang artinya, Yang cerdik
Dahlan yang artinya, Nama belakang ulama
Dailami yang artinya, Askarku
Da’im yang artinya, Kekal abadi
Da’in yang artinya, Da’i/pemanggil/Penyeru
Daisam yang artinya, Lemah lembut
Daiyan yang artinya, Hakim/penjaga/pelindung
Dana yang artinya, Bijak/cerdas
Dani yang artinya, Dekat
Danish yang artinya, Bijak/engetahuan
Daris yang artinya, Pelajar/pembaca
Darul Muqomah  Tempat yg kekal ( surga )
Dasuqi yang artinya, Cahayaku/Keindahanku
Dawani yang artinya, Nisbah
Daud yang artinya, Nama Nabi
Dhabit yang artinya, Yang kuat ingatan
Dhafir yang artinya, Menang
Dhahir yang artinya, Yang membantu
Dhaifullah yang artinya, Tamu Allah
Dhamiri yang artinya, Jiwaku
Dhafir yang artinya, Menang
Dhahak yang artinya, Yang banyak tertawa yang artinya, Periang
Dhahir yang artinya, Yang membantu
Dhamir yang artinya, Yang langsing
Dhia yang artinya, Sinar / cahaya
Dhiya’ yang artinya, Sinar/Cahaya
Dhiya’Ulhaq yang artinya, Sina (cahaya) hak/sinaran kebenaran
Dhiya ‘Uddin yang artinya, Cahaya agama
Dhiya’ur Rahman yang artinya, Cahaya Yang Maha Pemurah
Dhobith yang artinya, Kuat/hakim/cermat
Dhoif yang artinya, Tamu
Dhoifullah yang artinya, Tamu Alloh
Dhomin yang artinya, Penjamin
Dhomir yang artinya, Hati nurani
Dhomiri Fadhil yang artinya, yang utama/hati nurani
Dhomrah yang artinya, Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Dhori’un yang artinya, Orang2 yg merendahkan diri
Dhowi yang artinya, Bersinar
Dhu’un yang artinya, Cahaya terang
Dhukhom yang artinya, Gemuk
Dhuyuf yang artinya, Tamu
Difa yang artinya, Pertahanan
Din yang artinya, Kepercayaan
Dini yang artinya, Agamaku
Din Syamsudin yang artinya, Matahari agama
Dubies yang artinya, Nama pahlawan arab
Durrani yang artinya, Permataku
Durar yang artinya, Mutiara
Dzahab yang artinya, Emas
Dzaki yang artinya, Pandai/cerdas/paham
Dzakir yang artinya, Teguh pendirian
Dzakka’ yang artinya, Cerdik
Dzakwan yang artinya, Jenius/cerdas
Dzal Aidi yang artinya, Punya kekuatan
Dzalkifli yang artinya, Yang punya kesanggupan
Dzikro yang artinya, Peringatan/Pengajaran
Dzimar yang artinya, Kehormatan diri
Dziyab yang artinya, Memperoleh harta
Dzul Autad yang artinya, Punya tentara yg banyak
Dzul Fahmi yang artinya, Punya kefahaman
Dzul Rahman yang artinya, Yang Maha Pemurah
Dzaka” yang artinya, Kecerdasan / Kepandaian

Sumber: https://bidanku.com/nama-nama-bayi-laki-laki-islami

Itu tadi beberapa nama bayi laki-laki islami, semoga bermanfaat. Pada hakikatnya anak adalah titipan dari sang maha kuasa jadi selayaknya kita menjaga dan mendidiknya sebagai mestinya. Anak bisa menjadi karunia maupun bisa menjadi petaka, itu tergantung  pola asuh kita kepadanya. Semoga anak kita menjadi anak yang sholeh. Senantiasa dalam lindungan Allah SWT, bersih hatinya, sehat, cerdas, santun perangainya, dan menjadi anak yang taat kepada Allah SWT, menjaga shalat, mengamalkan Al Quran dan Sunnah. Berbakti kepada orang tua, menjadi penyejuk mata orang tua, bermanfaat bagi sesama, serta menjadi berkah dunia akhirat…. Aamiin.
Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas.

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.
Klik  
Klik Instagram

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099
Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta
Gmaps: Telusuri

Manfaat dari Memotong Rambut Sang Bayi

Manfaat dari Memotong Rambut Sang Bayi-Bahagianya menjadi seorang ayah bagi sang buah hati yang baru lahir Sudahkah Anda menyiapkan nama untuk sang buah hati tercinta? Saat aqiqah nanti, selain siap memberikan nama Anda juga harus pahami tata cara mencukur rambut bayi dalam Islam.
Ketika acara walimatul aqiqah nanti, proses yang paling sakral adalah pencukuran rambut sang anak. Ada baiknya bagi seorang ayah yang akan mencukur rambut sang bayi untuk mengetahui tata cara mencukur rambut bayi dalam Islam.Sebagai umat Islam, sudah seharusnya seorang umat muslim perlu mengawali sesuatu dengan berdoa kepada Allah SWT. Begitu pula dengan mencukur rambut bayi, harus diawali pula dengan bacaan“Bismillahirrohmanirrohim alhamdulillahrobbil alamin, allahuma nurus samawati wa nurus syamsi wal qomari allohumma sirrulloh nurun nubuwati rosullullohi shollahu alaihi wassalama walhamdulillahi robbil alamin. “Setelah Anda berdoa dianjurkan pul untuk membaca: “Allahumma inni a’udzubika inni u’idzuha bika wa duriyyatiha minasyaithonirrojin”Dengan berdoa begitu, semoga Allah SWT memberkahi setiap langkah yang Anda lakukan. Sehingga ketika Anda mencukur rambut bayi dalam bisa menjadi teladan bagi orangtua lain yang baru saja memiliki sang buah hati.Adapun yang perlu diperhatikan dalam tata cara mencukur rambut bayi dalam agama Islam adalah memangkas sebagian rambut sehingga membiarkan rambut yang lainnya tetap berambut.Sebagaimana diriwayatkan pada hadits dari Ibnu Umar R.A, yang berkata: “Rasulullah SAW melarang untuk qaza’.” Lalu ada yang bertanya, “Apakah qaza’ itu?” Rasulullah berkata, “Qaza’ adalah mencukur sebagian rambut bayi dan menyisakan sebagian yang lain.”(Hadits Riwayat Bukhari, Baihaqi, Ahmad, dan Ibnu Hibban).Maka dari itu beberapa gaya dalam mencukur rambut bayi dalam agama Islam yang termasuk al qazu sebagaimana diajarkan oleh Nab Muhammad SAW .1. Memangkas rambut pada sisi kepala sang bayi, lalu membiarkan rambut bagian tengah kepala bayi.2. Mencukur rambut sang bayi dengan acak-acakan yang tidak beraturan.3. Memangkas rambut sang bayi pada bagian tengah kepalanya, lalu membiarkan rambut di sisi kepalanya tidak tercukur.

Manfaat dari Memotong Rambut Sang Bayi

Adapun manfaat dari memotong/mencukur rambut bayi dalam agama Islam ini adalah sebagai berikut.1. Dengan mencukur rambut sang bayi maka bisa mencegah gangguan visual pada mata bayi. Sebab apabila rambut bayi dibiarkan terlalu panjang maka rambut akan menutup mata dan hanya menganggu penyesuaian bayi terhadap lingkungannya.2. Apabila rambut sang bayi panjang dikhawatirkan akan membuat iritasi dan luka di liang telinga sang bayi.3. Setelah mencukur rambut sang bayi maka akan orang tua akan mudah melihat penyakit yang ada di kulit kepala sang bayi seperti luka, iritasi, maupun penyakit lain.4. Menjadikan rambut sang bayi menjadi semakin lebih bercahaya, indah, kuat, maupun sehat merupakan etika dari mencukur rambut bayi dalam agama Islam.

Tata Cara Memotong Rambut Bayi

1. Pastikan sang bayi dalam keadaan sehat atau ia sedang tidur, karena jika sedang tidur akan mudah menggunting rambutnya.2. Ambillah air hangat dan oleskan pada kepala sang bayi secara pelan-pelan supaya kepala bayi tidak lecet.3. Guntinglah rambut sang bayi dengan hati-hati. Jangan sampai Anda menggunakan pencukur yang elektrik, cukup dengan gunting yang manual supaya menghindari risiko yang lebih besar.4. Apabila telah selesai, maka basahilah kepala sang bayi supaya bersih dan tidak ada sisa-sisa helai rambut.Seperti itulah tata cara mencukur rambut bayi dalam Islam. Semoga bermanfaat.
Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas
Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.
Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099
Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099
Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta
Gmaps: Telusuri 

Kandungan dalam Risalah Aqiqah

Kandungan dalam Risalah Aqiqah

Ketika melaksanakan aqiqah, terdapat sebuah risalah aqiqah yang pada umumnya diberikan kepada hadirin yang menghadiri walimatul aqiqah. Memberikan risalah aqiqah sendiri tidak wajib hukumnya, tergantung orang yang menyelenggarakan aqiqah.

Jika penyelenggara aqiqah mempercayakan pelaksanaan aqiqahnya kepada jasa aqiqah, ada beberapa jasa aqiqah yang layanannya juga memberikan risalah aqiqah. Risalah aqiqah sendiri adalah semacam handbook yang berisi tulisan-tulisan mengenai aqiqah.

Apa saja materi tulisan yang biasa ada di risalah aqiqah? Berikut adalah 4 poin utama yang biasa terkandung di dalam risalah aqiqah.

1. Makna Aqiqah

Kata aqiqah berasal dari bahasa arab, ‘al-Aqqu atau al-qot’u yang berarti memotong. Beberapa ulama’ sendiri berpendapat, bahwa kata aqiqah asalnya adalah rambut di kepala anak yang baru lahir.

Bisa pula aqiqah dikaitkan dengan arti kambing yang dipotong. Jadi disebut aqiqah karena rambut anak tersebut dipotong ketika kambing itu juga disembelih.

Pelaksanaan aqiqah sendiri disunahkan untuk memotong dua ekor kambing yang sifatnya seimbang untuk anak laki-laki dan memotong satu ekor kambing untuk anak perempuan.

Sebagaimana hadits dari Ummi Kurz Al-Kabiyyah Ra, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda :

Bagi anak laki-laki sembelihlah dua ekor kambing yang sama, sedangkan bagi anak perempuan cukup satu ekor kambing”.

(Hadits Riwayat Tirmidzy dan Ahmad)

2. Hukum Melaksanakan Aqiqah

Hukum aqiqah menurut ulama’ dari kalangan Imam Syafii dan Hambali adalah sunnah muakkadah.

Dasar yang dipakai oleh ulama’ kalangan Imam Syafii dan Hambali adalah, bahwasannya dengan mengatakan aqiqah sebagai sesuatu yang sunnah muakkadah adalah hadist Nabi SAW yang berbunyi,

“Anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya.. (Hadits Riwayat al-Tirmidzi, Hasan Shahih)

3. Aqiqah yang Sesuai dengan Sunnah

Sebagaimana yang telah disepakati oleh beberapa ulama’, bahwa pelaksanaan aqiqah adalah pada hari ketujuh dari kelahiran sang anak. Hal ini berdasarkan hadits Samirah di mana Nabi Muhammad SAW bersabda,

Seorang anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkanlah ia aqiqah pada hari ketujuh dan diberilah ia nama”.

(Hadits Riwayat al-Tirmidzi).

Namun apabila di hari ketujuh telah terlewat dan orang tua tidak bisa melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh, ia bisa melaksanakannya pada hari ke-empat belas. Dan apabila ia tidak juga bisa melaksanakan, maka bisa di hari ke-dua puluh satu atau kapan saja ia mampu.

Imam Malik berkata :

Pada dzohirnya sang anak bahwa keterikatannya adalah pada hari ke 7 (tujuh) atas dasar anjuran. Maka sekiranya orang tua menyembelih pada hari ke 4 (empat) ke 8 (delapan), ke 10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup.

Karena prinsip dalam ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana yang telah difirmankan Allah SWT :

Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu”.

 (QS. Al Baqarah : 185)

4. Orang yang Berhak Menerima Aqiqah

Orang-orang yang paling layak menerima sedekah daging aqiqah adalah orang fakir dan miskin dari kalangan umat Islam. Sebelum dibagikan kepada orang-orang yang berhak, berdasarkan beberapa buah hadis dan amalan Rasulullah dan sahabat Rasulullah.

Orang yang melaksanakan aqiqah disunatkan juga memakan sebahagian daripada daging tersebut. Lalu bersedekah sebahagian dan menghadiahkan sebahagiannya lagi. Bersedekan artinya diberikan kepada orang-orang fakir miskin.

Dihadiahkan berarti diberikan kepada tetangga, kerabat, dan teman kerja dsb. Seperti itulah ulasan mengenai 4 poin yang ada dalam risalah aqiqah, semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Klik 

Klik Instagram 

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Gmaps: Telusuri 

Doa Potong Rambut pada Bayi

Doa Potong Rambut pada Bayi

doa potong rambut bayi

Melaksanakan aqiqah adalah kewajiban bagi orang tua ketika ia dikaruniai buah hati. Meskipun aqiqah tidak diwajibkan dan sifatnya adalah sunnah mua’akadah. Dalam prosesi tasyakuran aqiqah, terdapat proses potong rambut. Seperti apakah doa potong rambut bayi?

Ketika prosesi acara aqiqah, inti acaranya adalah mendoakan sang bayi, memberinya nama dan memotong rambut sang bayi. Bagi Anda yang hendak melaksanakan aqiqah, sudahkah hafal doa potong rambut pada bayi?

Jika belum, maka berikut adalah doa potong rambut bayi :

Doa Potong Rambut Bayi

بِسْمِ اللهِ الرّحمنِ الرّحِيمِ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيّدِناَ محمّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ, اَللّهُمَّ اُعِيْذُهُ بِالْوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ حَسَـدٍ. اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْـطَانِ الرَّجِيْمِ. اَللّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا اْلوَلَدَ وَلَدًا صَالِحًا. اَللّهُـمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ السَّـلاَمَةَ فِى الدُّنْياَ وَالدِّيْنِ وَنَسْأَلُكَ الزِّيَادَةَ وَالْبَرَكَةَ فِى اْلعِلْـمِ وَارْزُقِ الْمَرْزُوْقِيْنَ. اِلَهِى اِنَّكَ قَدْ عَلَّمْتَ اَدَمَ اْلاَسْمَاءَ كُلَّهَا وَقَدْ اَمَرَنَا نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِإِحْسـَانِهَا فَهَا نَحْنُ نُسَمَّى هَذَا الْوَلَدَ بِاسْمِ يُنَاسِبُ اَهْلَ الْبَيْتِ… اِلَهِى اَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ وَعَلىَ دِيْنِ نَبِيِّناَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مِلَّةِ اَبِيْنَا اِبْرَاهِيْـمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اَللّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ لِسَاناًذَاكِرًا وَقَلْبًا شَاكِرًا وَبَدَنًاصَابِرًا وَزَوْجَةً تُعِيْنُنَا فِى الدُّيْنَا وَاْلآخِرَةِ. وَنَعُوْذُبِكَ يَا رَبَّنَا مِنْ وَلَدٍ يَكُوْنُ عَلَيْناَ سَيِّدًا وَمِنِ امْرَاَةِ تُشَيِّبُنَا قَبْلَ وَقْتِ الْمَشِيْبِ وَمِنْ مَالٍ يَكُوْنَ عَذَابًا لَّنَا وَوَبَالاً عَلَيْنَا وَمِنْ جَارٍ اِنْ رَّآى مِنَّا حَسَنَةً كَتَمَهَا وَاِنْ رَّآى مِنَّا سَيِّئَةً اَفْشَاهًا.  اَللّهُـمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا عَقِيْقَتَنَا رَبَّناَ,  بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحمَ الرَّاحِمِـيْنَ.

واَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمـِيْنَ

Artinya :

Semoga rahmat serta salam tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Teriring pula kepada keluarga, dan sahabatnya. Ya Allah,  aku memohon perlindungan untuk anak ini kepada-Mu sebagai tempat aku meminta dan bergantung dari kejahatan setiap orang yang dengki.

Aku memohon perlindungan-Mu agar ibu anak-anakku dan keturunannya terhindar dari syetan yang terkutuk. Ya Allah, semoga Engkau menjadikan anak ini menjadi anak yang shaleh.

Ya Allah memberi penambahan dan keberkahan dalam ilmu dan melimpahkan rizki kepada orang-orang yang berkah.

Wahai Allah Tuhanku, sungguh Engkau telah mengajarkan semua nama-nama kepada Nabi Adam. Dan sungguh Nabi Muhammad SAW juga telah memerintahkan kepada kami untuk memberi nama kepada anak ini dengan nama yang layak di negeri ini.…..

(titik-titik itu sebutkanlah nama anak Anda)

Wahai Tuhanku, kami atas kesucian Islam, di atas keikhlasan dan di atas agama Nabi Muhammad SAW. Dan di atas agama bapak kami Ibrohim, di mana ia adalah orang yang benar dan taat kepada ajaran. Tidaklah Ibrahim termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.

Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu agar lisan kami senantiasa berzikir, hati kami bersyukur, badan bersabar. Dan mohon agar istri bisa menolong kami dalam urusan dunia dan urusan akhirat.

Dan kami berlindung kepada-Mu, wahai Tuhan kami, dari anak yang diberikan kepada kami sebagai tuan. Berlindung dari istri yang menyebabkan tumbuh uban sebelum usia layak beruban, dari harta yang bisa menjadi siksaan dan bencana bagi kami.

Lindungi kami dari tetangga yang bila melihat kebaikan kami, maka ia menyimpan dan bila ia melihat keburukan kami maka ia menyebarkan keburukan.

Ya Allah, terimalah aqiqah kami, wahai Tuhan kami. Dengan  rahmat-Mu wahai Tuhan paling penyayang di antara para penyayang. Dan dengan segala puji hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam dunia ini.

Seperti itulah doa potong rambut bayi yang dipanjatkan saat hendak melaksanakan prosesi aqiqah. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Klik 

Klik Instagram 

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Gmaps: Telusuri 

Sejarah Aqiqah di Islam

Sejarah Aqiqah di Islam

Sejarah Aqiqah dalam Islam

Aqiqah adalah syariat yang telah diatur dalam Islam, di mana tata cara aqiqah adalah menyembelih hewan, mencukur rambut sang anak dan memberinya nama. Tahukah Anda sebagai umat muslim bagaimana sejarah aqiqah yang ada?

Pada zaman dahulu, sejarah aqiqah bukanlah menyembelih hewan, memberi nama dan mencukur rambut sang bayi. Orang-orang Jahiliyyah dahulu melakukan aqiqah dengan cara melumuri bayi dengan darah kambing.

Seperti apakah sejarah aqiqah itu sendiri? Simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Aqiqah

Kata aqiqah berasal dari bahasa Arab yang berarti melakukan penyembelihan binatang dari kelahiran seorang anak pada hari ke-tujuh sang buah hati lahir. Aqiqah bisa juga berarti rambut yang tumbuh dikepala sang anak yang baru saja lahir di dunia. Menurut istilah dalam Islam, aqiqah artinya adalah menyembelih binatang ternak berkenaan dengan kelahiran seorang anak. Aqiqah adalah wujud rasa syukur orang tua atas kelahiran sang anak di dunia. Adapun penyembelihan binatang ternak itu sendiri sebagai bukti rasa syukur kedua orang tua kepada Allah SWT. Akan tetapi aqiqah harus dilaksanakan dengan syarat-syarat tertentu menurut syariat Islam.

Berdasarkan sunnah Rasulullah SAW,ketentuan yang berlaku dalam syariat Islam adalah jika yang lahir berupa anak laki-laki maka aqiqahnya adalah dua ekor kambing.

Sementara jika yang lahir adalah  bayi perempuan, maka yang disembelikan adalah satu ekor kambing. Dalam melaksanakan aqiqah, orang tua diperintahkan untuk mencukur rambut bayi dan memberi nama yang baik, sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW :

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّيكُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تَذْ بَحُ عَنْهُ  يَوْمَسَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

Setiap bayi yang lahir tergadai aqiqahnya dan disembelihkan pada hari ketujuh, dan pada hari itu ia diberi nama kemudian digunduli rambutnya.”

(Hadits Sahih diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, Baihaqi dan Hakim).

Hadits lain yang menjelaskan tentang waktu pelaksanaan aqiqah adalah:

وَزَنَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ رَسُولِ اللَّهِ شَعَرَ حَسَنٍ وَحُسَيْنٍ، فَتَصَدَّقَتْ بِزِنَتِهِ فِضَّةً

Aisyah RAW berkata, “Rasulullah SAW pernah beraqiqah untuk Hasan dan Husein pada hari ketujuh kelahiran mereka…”

Sejarah Aqiqah

Sejarah aqiqah pada zaman dahulu, sebagaimana hadits yang telah diriwayatkan Abu Dawud adalah :

كُنَّا فِى اْلجَاهِلِيَّةِ اِذَا وُلِدَ ِلاَحَدِنَا غُلاَمٌ ذَبَحَ شَاةً وَ لَطَخَ رَأْسَهُ بِدَمِهَا، فَلَمَّا جَاءَ اللهُ بِاْلاِسْلاَمِ كُنَّا نَذْبَحُ شَاةً وَ نَحْلِقُ رَأْسَهُ وَ نَلْطَخُهُ بزَعْفَرَانٍ. ابو داود

Buraidah berkata: Pada zaman jahiliiyah dulu, apabila salah seorang di antara kami masyarakat yang hidup di zaman Jahiliyyah mempunyai anak, maka ia menyembelih seekor kambing dan melumuri kepala bayinya dengan darah kambing itu.

Namun setelah Allah mendatangkan Islam kepada kami, kamipun menyembelih kambing, mencukur rambut kepala si bayi dan melumurinya dengan minyak wangi.

[Hadits Riwayat Abu Dawud]

Kemudian ada lagi hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Hibban, yakni

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانُوْا فِى اْلجَاهِلِيَّةِ اِذَا عَقُّوْا عَنِ الصَّبِيّ خَضَبُوْا قُطْنَةً بِدَمِ اْلعَقِيْقَةِ. فَاِذَا حَلَقُوْا رَأْسَ الصَّبِيّ وَضَعُوْهَا عَلَى رَأْسِهِ، فَقَالَ النَّبِيُّ ص: اِجْعَلُوْا مَكَانَ الدَّمِ خَلُوْقًا. ابن حبان

Dari ‘Aisyah R.A, ia berkata, “Dahulu orang-orang pada masa jahiliyah apabila mereka ingin melaksanakan aqiqah untuk seorang bayi, orang-orang melumuri bayinyanya kapas dengan darah ‘aqiqah, lalu ketika mencukur rambut si bayi mereka melumurkan darah pada kepalanya”.

Kemudian Nabi SAW bersabda, “Gantilah darah itu dengan minyak wangi”.

[Hadits Riwayat Ibnu Hibban]

Seperti itulah sejarah aqiqah dalam Islam, Islam turun dengan sifatnya yang rahmatan lil alamin, diluruskannya kebiasaan orang Jahiliyyah dengan cara-cara yang benar. Islam tidak melarang aqiqah, namun Islam menggantinya dengan hal-hal yang jauh lebih patut.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Klik   

Klik Instagram 

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Gmaps: Lihat

3 Materi yang Disampaikan pada Ceramah Aqiqah

Ketika melaksanakan tasyakuran aqiqah, sudah pada umumnya dalam inti acara tasyakuran mengisinya dengan sebuah ceramah. Ceramah aqiqah adalah sebuah wejangan bagi para hadirin yang datang saat walimatul aqiqah anak Anda.

Maka bagi Anda yang sedang bingung ingin mengisi ceramah aqiqah dengan materi apa, artikel ini akan mengulas tentang 3 materi pokok yang ada pada ceramah aqiqah. Apa sajakah isi materi yang biasa ada pada ceramah aqiqah?

  1. Hukum Melaksanakan Aqiqah

Aqiqah dalam istilah syraiat agama adalah menyembelih hewan untuk anak yang baru lahir. Sembelihan ini adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan niat dan syarat-syarat yang telah menjadi aturan agama.

Selain itu, hukum aqiqah sebagaimana yang oleh kalangan Imam Syafii dan Hambali ungkapkan adalah sunnah muakkadah. Adapun dasar yang dipakai oleh kedua Imam ini adalah hadist Nabi SAW yang berbunyi,

Anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh dari kelahirannya.

(Hadits Riwayat al-Tirmidzi dan Hasan Shahih)

  1. Makna Aqiqah

Kata aqiqah berasal dari bahasa arab al-aqqu atau al-qat’u yang berarti memotong. Adapula ulama’ yang mengatakan bahwa aqiqah juga berasal dari nama rambut di kepala anak yang baru lahir.

Secara ma’nawiyah, kambing yang disembelih juga disebut aqiqah karena rambut anak tersebut dipotong ketika kambing itu disembelih.

Dalam pelaksanaan aqiqah sunah bagi orang tua untuk menyembelih dua ekor kambing yang seimbang bagi anak laki-laki dan satu ekor bagi anak perempuan.

Maka, sebagaimana oleh Ummi Kurz Al-Kabiyyah Ra, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda :

Bagi bayi laki-laki sembelihlah dua ekor kambing yang sama, sedangkan bagi bayi perempuan cukup satu ekor kambing”. (Hadits Riwayat Tirmidzy dan Ahmad)

Sementara pelaksanaan aqiqah menurut kesepakatan para ulama sendiri adalah pada hari ketujuh dari kelahiran. Sebagaimana dari hadits Samirah di mana Nabi SAW bersabda,

Seorang anak terikat dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada pada hari ketujuh dan diberilah ia nama”.

(Hadits Riwayat al-Tirmidzi).

Namun apabila hari ketujuh telah terlewat dan aqiqah tidak bisa terlaksana maka bisa pada hari ke-14. Sementara jika pada hari ke-14 masih terlewat, maka bisa melaksanakannya pada hari ke-21 atau kapan saja selagi ia mampu.

  1. Orang-orang yang Berhak Mendapatkan Aqiqah

Setelah melaksanakan aqiqah, maka daging aqiqah hendaknya membaginya kepada orang-orang yang berhak. Siapakah orang-orang yang berhak itu? Orang-orang yang berhak adalah mereka yang paling layak menerima sedekah.

Siapakah orang yang layak mendapatkan sedekah? Mereka adalah orang fakir dan miskin dari kalangan umat Islam. Ya, orang fakir miskin dari kalangan umat sangat diutamakan mendapatkan aqiqah.

Sebagaimana tertulis dari beberapa buah hadis dan juga amalan Rasulullah SAW beserta sahabat Nabi. Maka di mana selain disunatkan untuk memakan sebahagian daripada daging aqiqah tersebut, maka daging aqiqah juga hendaknya disedekahkan.

Orang yang melaksanakan aqiqah dianjurkan untuk bersedekah sebahagian untuk para fakir miskin. Lalu sebahagian lagi berikan kepada kerabat, tetangga ataupun saudara.

Ketiga materi tersebut, dari mulai hukum melaksanakan aqiqah, makna tentang aqiqah dan orang-orang yang berhak mendapatkan aqiqah pada umumnya sering menjadi materi untuk isi ceramah saat walimatul aqiqah.

Selain 3 materi tersebut, bisa juga acara walimatul aqiqah terisi dengan tata cara pelaksanaan aqiqah, syarat aqiqah, sunnah aqiqah dst. Semoga materi tentang ceramah aqiqah ini bisa membawa manfaat. Aamiin.

Selain itu, bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas.

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Hubungi

Ikuti Instagram @aqiqahalkautsar

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS via XL Axiata 0819 3266 1699

SMS/Telp/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Telp/ SMS/ WA via Indosat 0858 68986 999

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Google Maps: Telusuri Lokasi Kantor Aqiqah Al Kautsar

Dalil Ayat Al-Qur’an tentang Aqiqah

Dalil Ayat Al-Qur’an tentang Aqiqah

Berbicara aqiqah memang tidak ada ketentuannya dalam kitab suci  al-Qur’an. Dalil yang berbicara tentang aqiqah kebanyakan terdapat dari hadits-hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Nabi wa ahli baitih. Ayat al-Qur’an tentang aqiqah sendiri tidak tertulis secara rinci.

Ayat al-Qur’an yang menjelaskan menjelaskan secara eksplisit tentang adanya aqiqah. Baik dari makna, sejarah dan juga ibrah yang didapat dari melaksanakan aqiqah. Maka untuk lebih jelasnya simak ulasan di bawah ini.

Ayat al-Qur’an

Ketika seorang muslim melaksanakan aqiqah, maka manfaat atau ibrah yang bisa ia ambil adalah dari surat Al-Isra’ ayat 24-27.

Di mana manfaat dari beraqiqah adalah seorang muslim bisa berbagi dengan sesama muslim. Aqiqah juga bisa meningkatkan silaturrahim antar sesama muslim.

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا (٢٤)

  1. Dan hendaknya rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan lalu ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua (orang tua)telah mendidikku waktu kecil”.

رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِي نُفُوسِكُمْ إِنْ تَكُونُوا صَالِحِينَ فَإِنَّهُ كَانَ لِلأوَّابِينَ غَفُورًا (٢٥

  1. Tuhan-Mu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu ; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguh-Nya Dia Tuhan yang Pengampun bagi orang-orang yang mau bertaubat.

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا (٢٦)

  1. Dan hendaknya berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan juga orang yang sedang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu dengan boros.

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا (٢٧

27.Sesunggunya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudaranya para syaithan. Dan sayaithan adalah makhluk yang sangat ingkar kepada Tuhan-Nya.

Dari surat Al-Isra’ ayat 24-27 tersebut telah begitu jelas menerangkan bahwa beraqiqah sama halnya menyisihkan sebagian harta kepada orang-orang yang berhak. Sebab ibadah tersebut adalah kewajiban bagi orang tua atas tergadainya anak sejak lahir.

Sejarah

Selain itu untuk sejarahnya sendiri adalah berdasarkan kisah Nabi Muhammad SAW. Maka hendaknya dari segala kisah Nabi, bisa dijadikan sebagai teladan bagi umatnya.

Secara global dan eksplisit, ayat al-Qur’an yang berbicara tentang aqiqah adalah surat At-Thoha ayat 99-102.

كَذَلِكَ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ مَا قَدْ سَبَقَ وَقَدْ آتَيْنَاكَ مِنْ لَدُنَّا ذِكْرًا   (٩٩)

  1. Demikianlah Kami kisahkan kepadamukisahtentang Nabi Muhammad. Kisah Nabi Muhammad adalah sebagian dari kisah umat yang telah lalu. Dan sungguh, telah Kami berikan kepadamu suatu peringatan berupa Al Quran dari sisi Kami.

مَنْ أَعْرَضَ عَنْهُ فَإِنَّهُ يَحْمِلُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وِزْرًا (١٠٠)

  1. Barang siapa berpaling dari Al Qur’an,maka sesunggunya di akan memikul dosa yang besar pada hari kiamat,

خَالِدِينَ فِيهِ وَسَاءَ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِمْلا (١٠١)

  1. Mereka akan kekal dalam keadaan berlimang dosa. Dan sungguh buruk beban dosa itu bagi mereka pada hari kiamat.

 يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ زُرْقًا (١٠٢)

  1. Pada hari kiama, sangkakala ditiup untuk yang kedua kali. Dan dan pada hari kiamat itu Kami kumpulkan orang-orang yang berdosa dengan wajah biru muram.

Berdasarkan ayat-ayat di atas, maka bisa dipetik hikmah, bahwasannya kisah nabi Muhammad hendaknya menjadi panutan di setiap langkah seorang muslim.

Tiada panutan yang patut kita teladani selain Nabi Muhammad, Sang Teladan ummat. Ibadah ini juga mengaca kepada apa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad.

Seperti itulah ayat al-Qur’an tentang aqiqah yang bisa dijelaskan. Semoga bermanfaat.

Maka, bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Klik 

Instagram: Aqiqah Al Kautsar

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Gmaps