Pengertian Aqiqah Menurut Para Ulama

 

Aqiqah adalah sebuah hukum dalam Islam yang kemudian menjadi sebuah tradisi yang ada bagi seluruh masyarakat muslim di Indonesia. Aqiqah memiliki pengertian yang berarti menyembelih hewan sebagai penebusan atas kelahiran sang anak di hari ke-7 kelahirannya.

Adapun secara bahasa, aqiqah sendiri berarti memotong atau memutus. Sedangkan menurut hukum syar’i, pengertian aqiqah adalah memotong atau menyembelih hewan berupa kambing untuk bayi yang dilahirkan pada hari ketujuh dari hari kelahiran bayi tersebut.

Lalu seperti apa pengertian aqiqah menurut para ulama? Bagaimana hukum dan ketentuan yang berlaku dalam aqiqah?

Pengertian Aqiqah

Definisi aqiqah menurut Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah dalam kitabnya yang berjudul Tuhfatul Maudud. Sebagaimana yang tertulis pada halaman 25-26, beliau menuliskan bahwa Imam Jauhari berkata :

Aqiqah adalah menyembelih hewan pada hari ketujuh kelahiran anaknya dan mencukur rambutnya. Selanjutnya Ibnu Qayyim rahimahullah berkata “Dari penjelasan tersebut jelaslah bahwa aqiqah itu disebut demikian sebab mengandung dua unsur di atas dan ini lebih utama.”

Lalu pengertian aqiqah menurut Imam Ahmad dan jumhur ulama, mereka berpendapat ditinjau dari segi syar’i. Pengertian aqiqah adalah makna berkurban atau menyembelih.

Sementara pengertian aqiqah menurut Imam Syafi’i adalah berasal dari kata ‘Aqq. ‘Aqq berarti memutus dan melubangi.

Adapula yang mengatakan bahwa aqiqah adalah nama bagi hewan yang disembelih. Dinamakan demikian sebab leher hewannya dipotong, dan dikatakan juga ‘aqq sebab rambut yang dibawa si bayi ketika lahir dipotong.

Adapun makna aqiqah secara syari’at adalah hewan yang disembelih untuk menembus bayi yang dilahirkan.

Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadist :

” Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkanlah (aqiqahnya) bagi ia pada hari ketujuh dari kelahirannya. Maka  dinamailah dia dan dicukurlah rambutnya

Hadis riwayat Imam Ahmad: 5/8, 12 dan An-Nasa’i: 7/166 dan dishahihkan lebih dari satu orang)

Hukum Aqiqah

Adapun untuk hukum aqiqah sendiri menurut para ulama, mereka memberikan pandangan yang berbeda-beda. Ada beberapa ulama yang menganggap bahwa aqiqah hukumnya adalah sunnah mu’akkadah.

Sementara adapula sebagian ulama yang berpendapat bahwa hukum aqiqah adalah wajib bagi mereka yang mampu dan memiliki rizki.

Ya, aqiqah merupakan salah satu bentuk rasa syukur seseorang kepada Allah SWT setelah ia dikaruniai seorang anak. Aqiqah bisa dikatakan sebagai wasilah kepada Allah untuk menjaga dan melindungi anak yang dilahirkan gar kelak menjadi anak yang sholeh dan sholehah.

Untuk hukum waktu pelaksanaan aqiqah sendiri ada beberapa ulama’ yang berbeda pendapat. Berdasarkan hadist dikatakan bahwasannya aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh kelahiran sang anak.

Pelaksanaan aqiqah pada hari ketujuh karena berdasarkan sabda Rasulullah. Di mana berdasarkan hadist itu kemudian dijadikan sebagai dalil bagi orang yang berpendapat bahwa waktu aqiqah itu adanya pada hari ketujuh.

Adapun bagi orang yang melaksanakannya sebelum hari ketujuh berarti tidak melaksanakan aqiqah tepat pada waktunya. Bahwasannya syariat akan aqiqah akan gugur setelah melebihi atau lewat hari ketujuh.

Menurut  pendapat Imam Malik, beliau berkata : “Jika bayi itu meninggal sebelum hari ke tujuh, maka gugurlah sunnah aqiqah bagi kedua orang tuanya.”

Lalu ada sebagian ulama’ yang membolehkan untuk melaksanakan aqiqah sebelum hari ketujuh. Pendapat ini dinukil dari Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya “Tuhfatul Maudud” di halaman 35.

Seperti itulah ulasan mengenai pengertian aqiqah, di mana aqiqah adalah berarti menyembelih hewan sebagai penebusan atas kelahiran seorang bayi di dunia ini. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Doa Aqiqah yang Harus Dibaca Orang Tua

Doa adalah sebuah permohonan kepada Allah untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan untuk selalu berada di sisi-Nya. Ketika seseorang akan melakukan aqiqah, maka diwajibkan bagi ia membaca doa aqiqah sebagai harapan dan permohonan kepada Tuhan.

Doa aqiqah merupakan wujud harapan orang tua kepada anaknya agar senantiasa mendapat karunia dari Yang Maha Kuasa. Bagi Anda yang saat ini sudah “sah” menjadi orang tua, ketika melakukan aqiqah hendaknya membaca doa sebagaimana yang ada di bawah ini.

Doa Ketika Menyembelih Hewan Aqiqah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللّهُم‍َّ رَبِّىْ, هَذِهِ عَقِيْقَةُ … بِنْ…. دَمُهَا بِدَمِهِ وَلَحْمُهَا بِلَحْمِهِ وَعَظْمُهَا بِعَظْمِهِ وَجِلْدُهَا بِجِلْدِهِ وَشَعْرُهَا بِشَعْرِهِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا فِدَاءً لِ…بن….مِنَ النَّارِ

Artinya :

Ya Allah, wahai Tuhanku, hewan ini adalah aqiqah untuk….bin… (sebutkan nama putra), dimana darah hewan aqiqah ini adalah untuk menebus darah sang anak. Daging hewan ini untuk menebus dagingnya sang anak.

Tulangnya hewan tulangnya adalah untuk menebus tulangnya sang anak, kulitnya hewan adalah untuk menebus kulitnya sang anak. Serta bulunya hewan adalah untuk menebus rambutnya anak.

Ya Allah, semoga Engkau menjadikan aqiqah ini sebagai tebusan untuk….bin…. (sebutkan namanya)  terhindar dari neraka.

Doa Aqiqah yang Harus Dibaca Orang Tua

Doa Walimatul Aqiqah

بِسْمِ اللهِ الرّحمنِ الرّحِيمِ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيّدِناَ محمّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ, اَللّهُمَّ اُعِيْذُهُ بِالْوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ حَسَـدٍ. اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْـطَانِ الرَّجِيْمِ. اَللّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا اْلوَلَدَ وَلَدًا صَالِحًا. اَللّهُـمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ السَّـلاَمَةَ فِى الدُّنْياَ وَالدِّيْنِ وَنَسْأَلُكَ الزِّيَادَةَ وَالْبَرَكَةَ فِى اْلعِلْـمِ وَارْزُقِ الْمَرْزُوْقِيْنَ. اِلَهِى اِنَّكَ قَدْ عَلَّمْتَ اَدَمَ اْلاَسْمَاءَ كُلَّهَا وَقَدْ اَمَرَنَا نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِإِحْسـَانِهَا فَهَا نَحْنُ نُسَمَّى هَذَا الْوَلَدَ بِاسْمِ يُنَاسِبُ اَهْلَ الْبَيْتِ… اِلَهِى اَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ وَعَلىَ دِيْنِ نَبِيِّناَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مِلَّةِ اَبِيْنَا اِبْرَاهِيْـمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اَللّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ لِسَاناًذَاكِرًا وَقَلْبًا شَاكِرًا وَبَدَنًاصَابِرًا وَزَوْجَةً تُعِيْنُنَا فِى الدُّيْنَا وَاْلآخِرَةِ. وَنَعُوْذُبِكَ يَا رَبَّنَا مِنْ وَلَدٍ يَكُوْنُ عَلَيْناَ سَيِّدًا وَمِنِ امْرَاَةِ تُشَيِّبُنَا قَبْلَ وَقْتِ الْمَشِيْبِ وَمِنْ مَالٍ يَكُوْنَ عَذَابًا لَّنَا وَوَبَالاً عَلَيْنَا وَمِنْ جَارٍ اِنْ رَّآى مِنَّا حَسَنَةً كَتَمَهَا وَاِنْ رَّآى مِنَّا سَيِّئَةً اَفْشَاهًا.  اَللّهُـمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا عَقِيْقَتَنَا رَبَّناَ,  بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحمَ الرَّاحِمِـيْنَ.

واَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمـِيْنَ

Artinya :

Semoga rahmat serta salam tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Teriring pula kepada keluarga, dan sahabatnya. Ya Allah,  aku memohon perlindungan untuk anak ini kepada-Mu sebagai tempat aku meminta dan bergantung dari kejahatan setiap orang yang dengki.

Aku memohon perlindungan-Mu agar ibu anak-anakku dan keturunannya terhindar dari syetan yang terkutuk. Ya Allah, semoga Engkau menjadikan anak ini menjadi anak yang shaleh.

Ya Allah memberi penambahan dan keberkahan dalam ilmu dan melimpahkan rizki kepada orang-orang yang berkah.

Wahai Allah Tuhanku, sungguh Engkau telah mengajarkan semua nama-nama kepada Nabi Adam. Dan sungguh Nabi Muhammad SAW juga telah memerintahkan kepada kami untuk memberi nama kepada anak ini dengan nama yang layak di negeri ini.…..

(titik-titik itu sebutkanlah nama anak Anda)

Wahai Tuhanku, kami atas kesucian Islam, di atas keikhlasan dan di atas agama Nabi Muhammad SAW. Dan di atas agama bapak kami Ibrohim, di mana ia adalah orang yang benar dan taat kepada ajaran. Tidaklah Ibrahim termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.

Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu agar lisan kami senantiasa berzikir, hati kami bersyukur, badan bersabar. Dan mohon agar istri bisa menolong kami dalam urusan dunia dan urusan akhirat.

Dan kami berlindung kepada-Mu, wahai Tuhan kami, dari anak yang diberikan kepada kami sebagai tuan. Berlindung dari istri yang menyebabkan tumbuh uban sebelum usia layak beruban, dari harta yang bisa menjadi siksaan dan bencana bagi kami.

Lindungi kami dari tetangga yang bila melihat kebaikan kami, maka ia menyimpan dan bila ia melihat keburukan kami maka ia menyebarkan keburukan.

Ya Allah, terimalah aqiqah kami, wahai Tuhan kami. Dengan  rahmat-Mu wahai Tuhan paling penyayang di antara para penyayang. Dan dengan segala puji hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam dunia ini.

Seperti itulah doa aqiqah yang dipanjatkan saat hendak melaksanakan aqiqah. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

2 Contoh Undangan Aqiqah Beserta Panduannya

Apakah Anda adalah salah satu dari sekian orang tua yang bahagia dengan kelahiran sang buah hati tercinta dan ingin melaksanakan aqiqah? Selain bingung memikirkan hewan sebagai aqiqah pasti Anda juga bingung bagaimana cara membuat undangan aqiqah?

Ya, undangan juga sangat diperlukan agar orang lain tahu dan menghadiri acara aqiqah anak Anda. Jika Anda bingung bagaimana cara membuat undangan yang unik dan menarik, simak tips dan ulasannya di bawah ini tentang undangan aqiqah yang baik.

Pengertian Aqiqah

Menurut sebagian ulama, kata aqiqah sendiri disebut nasikah atau dzabihah. Di mana kata aqiqah berarti memiliki makna sembelihan. Adapun hukum aqiqah sendiri menurut kalangan mazhab dari Imam Syafi’i dan Hambali, hukumnya adalah sunnah muakkadah.

Dasar yang digunakan adalah berdasarkan dari hadist Nabi SAW, yang berbunyi :

 “Anak tergadai dengan aqiqahnya. disembelihkanlah untuknya pada hari ketujuh dari hari kelahiran sang anak.” (HR. At-Tirmidzi dan Hasan Shohih)

Sementara hewan yang dijadikan aqiqah adalah kambing. Jika yang lahir adalah anak laki-laki, maka yang disembelih adalah dua ekor kambing. Jika yang lahir adalah anak perempuan maka yang disembelih adalah satu ekor kambing.

Nah, jika adalah orang tua yang sedang bingung bagaimana cara membuat undangan aqiqah yang baik, maka artikel ini adalah sumber yang tepat.

Artikel ini akan hmemberikan referensi contoh undangan aqiqah. Terkadang Anda juga perlu membutuhkan referensi undangan aqiqah yang baik agar undangan yang Anda buat tidak melanggar syari’ah.

Berikut adalah contoh undangan aqiqah dari yang sederhana hingga resmi :

  1. Contoh Undangan Aqiqah Resmi

UNDANGAN

Yth :

Bapak / Ibu / Saudara /i

Di tempat

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur alhamdulillah, dengan memohon rahmat kepada Allah swt. Maka kami sekeluarga bermaksud ingin mengundang kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i agar berkenan untuk hadir dalam acara tasyakuran putri kami yang kedua “Yunita Rahmaniya” yang insyaAllah akan kami laksanakan pada :

Hari/Tanggal : Senin, 25 Mei 2017

Pukul : 19.00 WIB – selesai (Ba’da Isya’)

Alamat : Perumahan Sendang Mulyo, Tembalang, Semarang

Dan adalah suatu kehormatan yang besar bagi kami, jika Bapak/Ibu/Saudara/i untuk mau berkenan hadir dalam acara aqiqah putri kami.

Atas kehadiran dan doanya kami ucapkan banyak terimakasih.

Wassalamua’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Hormat kami sekeluarga

Faris Aditya dan Tsania Putri.

  1. Contoh Undangan Sederhana

Bismillahirrohmanirrohim

Telah lahir dengan selamat, anak kami yang pertama pada hari Selasa, 20 Mei 2017

“Putra Wijaya Kusuma”

Semoga menjadi anak yang berbakti pada nusa dan bangsa. Berguna bagi negara dan agamanya.

Amin

Maka dengan kelahiran anak kami, kami mengundang bapak/ibu agar berkenan hadir di acara aqiqahan anak kami pada hari Selasa, 27 Mei 2017

Surabaya, 27 Mei 2017

Hormat Kami

Dian dan Nita

3 Hal yang Patut Diperhatikan dalam Membuat Undangan

Dari kedua contoh undangan aqiqah di atas, hal yang patut Anda perhatikan ketika membuat undangan aqiqah adalah :

  1. Salam pembuka, membuat pembuka sangat penting sebab pembuka merupakan hal yang wajib digunakan sebagai sapaan atau salam kepada orang yang membacanya.
  2. Isi, isi yang ada dari undangan aqiqah harus meliputi tempat, hari, tanggal, serta rangkaian acara dalam acara aqiqah tersebut jika ada.
  3. Penutup, kehadiran penutup merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah undangan. Menutup undangan dengan salam adalah salah satu bentuk sopan santun Anda ketika mengundang orang.

Seperti itulah contoh undangan aqiqah dan hal-hal yang patut Anda perhatikan. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Pengertian Aqiqoh dan Hukumnya

 

Pengertian Aqiqah dan Hukumnya-Memiliki buah hati adalah idaman bagi seluruh pasangan suami istri di dunia ini. Buah hati adalah titipan dari Allah SWT yang patut dijaga dengan sebaik-baiknya. Ketika sang buah hati lahir, ada sebuah tradisi Islam bernama aqiqoh yang patut dilaksanakan oleh orang tua. Lalu apakah aqiqoh itu? Apakah hukumnya melaksanakan aqiqoh bagi sang orang tua? Simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Aqiqoh

Kata aqiqoh berasal dari bahasa Arab yang berarti melakukan penyembelihan binatang atas kelahiran seorang anak pada hari ke-tujuh ia lahir. Aqiqoh bisa juga berarti rambut yang tumbuh di kepala sang anak yang baru saja lahir di dunia.

Menurut istilah dalam Islam, aqiqoh artinya adalah menyembelih binatang ternak berkenaan dengan kelahiran seorang anak.

Adapun penyembelihan binatang ternak itu sendiri sebagai bukti rasa syukur kedua orang tua kepada Allah SWT. Akan tetapi aqiqoh harus dilaksanakan dengan syarat-syarat tertentu menurut syariat Islam.

Berdasarkan sunnah Rasulullah SAW, aketentuan yang berlaku dalam syariat Islam adalah jika yang lahir berupa anak laki-laki maka aqiqohnya adalah dua ekor kambing.

Sementara jika yang lahir adalah  bayi perempuan, maka yang disembelikan adalah satu ekor kambing. Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW,

Dari Aisyah, ia berkata, “Rasulullah telah menyuruh kita agar menyembelih aqiqoh untuk seorang anak laki-laki adalah dua ekor kambing dan untuk seorang anak perempuan adalah satu ekor kambing”

 

Hukum Aqiqoh

Adapun hukum melaksanakan aqiqoh menurut sebagian besar ulama, hukumnya adalah sunnah muakkad. Ya, sunnah muakad bagi kedua orang tua yang baru melahirkan anaknya. Maka pada hari ketujuh saat anak lahir, anak diberi nama dan rambut kepalanya dicukur.

Sebagaimana hadis yang diriwayatkan Rasulullah SAW, beliau bersabda :

Dari Samura R.A, sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, “Setiap anak yang baru lahir tergadai dan ditebus dengan aqiqoh. Aqiqoh yaitu penyembelihan hewan untuknya pada hari ketujuh lalu kemudian dicukur rambut sang anak dan diberi nama “.

Sementara untuk binatang yang diperbolehkan untuk aqiqoh adalah sebagaimana telah dijelaskan di atas yakni dua ekor kambing bagi anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan.

Untuk ketentuan syarat aqiqoh sama halnya dengan ketentuan syarat-syarat binatang yang dijadikan qurban yaitu cukup umur dan terhindar dari cacat fisik.

Adapun untuk  waktu pelaksanaan aqiqoh atau penyembelihan binatang adalah berkenan dengan kelahiran anak. Sebagaimana telah diriwayatkan dalam hadis, waktu yang disyariatkan adalah pada hari ketujuh kelahiran  sang anak.

Namun  apabila hari ketujuh itu terlewatkan maka aqiqoh itu dilaksanakan pada hari ke empat belas. Jika masih terlewatkan maka bisa pada hari (dua puluh satu. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits .

Dari Abdullah bin Buraidah dari ayah Nabi SAW., sesungguhnya Nabi Muhammad telah bersabda, “Aqiqoh itu disembeli pada hari ke tujuh, atau empat belas atau kedua puluh satu”.

Pengertian Aqiqoh dan Hukumnya

7 Hal Yang Disunahkan Saat Pelaksanaan Aqiqoh

Adapun ketika pelaksanaa aqiqoh berlangsung. Hal-hal yang disunnahkan untuk orangtua laksanakan adalah :

  1. Bacallah Basmalah
  2. Bacallah Sholawat
  3. Bacallah takbir
  4. Bacallah Do’a
  5. Binatang disembelih sendiri oleh ayah dari anak dari yang diaqiqohinya
  6. Daging aqiqoh yang telah dimasak dibagikan kepada fakir miskin dan tetangga
  7. Pada hari pelaksanaan aqiqoh itu juga rambut sang anak anak dicukur dan diberi

 

Seperti itulah ulasan mengenai pengertian aqiqah dan hukumnya. Semoga ulasan artikel ini bisa membawa manfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Pentingnya Ibadah Aqiqah Untuk Perkembangan Buah Hati

Pentingnya Aqiqah-Ibadah aqiqah merupakan ibadah yang sangat isitimewa dalam penantian kelahiran buah hati. Ibadah Aqiqah merupakan wujud syukur atas kehadiran sang buah hati. Sehingga merencanakan jauh jauh hari sebelum hari kelahiran adalah sebuah kebutuhan.

Seperti halnya dalam hukum islam mengenai ibadah aqiqah Adapun hukum pelaksanaan aqiqah ini adalah sunnah muakkadah. Sebagaimana diriwayatkan dari Samurah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,.

”Setiap anak yang dilahirkan itu terpelihara dengan aqiqahnya dan disembelihkan hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur dan diberikan nama untuknya.” (HR. Imam yang lima, Ahmad dan Ashabush Sunan dan dishohihkan oleh Tirmidzi)

Melaksanakan ibadah Aqiqah merupakan bentuk kepemilikan sepenuhnya atas kewajiban yang diberikan Allah kepada kedua orang tua. Sehingga setiap doa yang kita panjatkan untuk buah hati kita insya Allah langsung mengena, itulah pentingnya aqiqah.

Bagi anda yang mau merencanakan ibadah aqiqah dapat menghubungi Aqiqah Al Kautsar yang merupakan Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah dan Berkualitas. Gratis Penceramah untuk acara tasyakuran Anda.

Contoh Surat Undangan Tasyakuran Aqiqah

Undangan Aqiqah sangat di butuhkan bagi keluarga yang mau melaksanakan ibadah aqiqah dengan syiar pengajian di rumah. Walaupun tidak semua melaksanakan ibadah aqiqah dengan cara yang sama. Ada pula yang melaksanakan ibadah aqiqah  dengan membagikannya sambil silaturahim satu persatu dan ada pula yang dibagikan ke panti asuhan.

Jika Anda ingin mengadakan acara tasyakuran di rumah dan juga menyalurkan sedekah aqiqah dengan jangkauan di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Anda bisa menunjuk Aqiqah Al-Kautsar.  Kami melayani pesanan aqiqah dari seluruh Indonesia dengan distribusi di wilayah DIY.

Kembali ke surat undangan, membuat surat undangan yang baik dan informatif adalah hal yang relatif mudah.

Berikut susunan acara pelaksanaan ibadah aqiqah di rumah yang dapat dijadikan contoh untuk membuat acara secara sederhana.

  1. Pembukaan
  2. Tilawah
  3. Sambutan shohibul hajad
  4. Pengajian
  5. Prosesi cukur gundul
  6. Penutup

Berikut kami tampilkan contoh surat undangan tasyakuran aqiqah

Undangan Aqiqah

Itu tadi Contoh Surat Undangan Tasyakuran Aqiqah semoga bermanfaat. Untuk anda yang berencana melaksanakan ibadah aqiqah dapat menguhubungi Aqiqah Jogja profesional dengan paket kambing aqiqah syar’i, sehat, murah dan berkualitas.

Semua Bisa Berqurban-Berbagi Qurban Berbagi Kebahagiaan

Berbagi Qurban-Sahabat Qurban Al Kautsar, pada bulan Dzulhijjah umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha. Lantunan takbir beriringan menggema menambah semaraknya hari raya. Suara takbir bersahut-sahutan mengajak kita untuk sejenak melakukan refleksi bahwa tidak ada yang agung, tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah, Tuhan semesta alam. Pada hari itu, kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rakaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang Qurban bagi yang mampu. Anjuran berkurban ini bermula dari kisah penyembelihan Nabi Ibrahim kepada putra terkasihnya yakni Nabi Ismail.

Peristiwa ini memberikan kesan yang mendalam bagi kita. Betapa tidak. Nabi Ibrahim yang telah menunggu kehadiran buah hati selama bertahun-tahun ternyata diuji oleh Allah untuk menyembelih putranya sendiri. Nabi Ibrahim dituntut untuk memilih antara melaksanakan perintah Allah ta’ala atau mempertahankan buah hati dengan konsekuensi tidak mengindahkan perintah-Nya. Sebuah pilihan yang cukup dilematis. Namun karena didasari ketakwaan yang kuat, perintah Allah tetap dilaksanakan. Dan pada akhirnya, Nabi Ismail tidak jadi disembelih dengan digantikan seekor domba. Kisah mengharukan ini diabadikan dalam al Quran surat al Shaffat ayat 102-109.

Bila untuk Nabi Ibrahim Allah ta’ala mengujinya dengan meminta anaknya. Dari kita Allah Subhanahu wata’ala hanya meminta agar untuk mengorbankan kambing, sapi, unta dan hewan ternak lainnya. Alangkah malunya kita kepada Bapak para nabi yang bersedia mengorbankan anaknya untuk mentaati Allah, sedangkan kita enggan sekedar menyisihkan sedikit rezeki sebagai bukti ketaatan kita kepada-Nya. Padahal segala karunia yang kita miliki adalah pemberian dari-Nya, Milik-Nya dan pasti akan dikembalikan kepadaNya juga. Hanya saja pilihan ada ditangan kita, apakah segala nikmat berupa rezeki ini akan kita kembalikan kepada Allah dengan suka rela dalam wujud ketaatan, atau kita menunggu “diambil paksa oleh-Nya.

Semoga kita diberi kemudahan untuk melaksanakan syariat yang mulia ini, yakni berkurban, untuk mendekat kepada Allah ta’ala. Semua Bisa Berqurban – Berbagi Qurban Berbagi Kebahagiaan.

Fadhilah Berkurban

Ibadah Qurban mempunyai banyak keutamaan sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits-hadits nabawi, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Ampunan dari Allah.

Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda kepada anaknya, Fatimah : “Ya Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan bacalah : Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Swt, Rabb alam semesta.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmizi).

  1. Sarana mendapatkan keridhaan dari Allah dan tanda keislamannya.

Allah Subhanahu wata’ala telah berfirman : “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS:Al Hajj:37)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda : “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

  1. Amalan yang paling dicintai Allah pada hari Raya Idul Adha.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman, “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.” (QS. Al Kautsar : 2)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar diatas menguraikan: “Allah Subhanahu wata’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah, baik sangka, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada janji, perintah, serta keutamaan dari-Nya.”

Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”

Dan disebutkan dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, “Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai Allah dari bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan kurban.” (HR. Tirmidzi dan hakim)

  1. Hewan kurban akan menjadi saksi di hari kiamat.

Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam  bersabda, “Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk,bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak disuatu tempat disisi Allah sebelum mengalir ditanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim)

  1. Mendapatkan pahala yang besar.

Banyaknya pahala yang akan diperoleh pelakunya dari ibadah ini diumpamakan seperti banyaknya bulu dari binatang yang disembelih.  Ini merupakan gambaran tentang betapa besarnya pahala dari berqurban, sebagaimana yang dinyatakan oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallamdalam sebuah hadits. “Pada tiap-tiap lembar bulunya itu akan memperoleh (pahala) satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

  1. Qurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah

Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.”(HR. Ibn Majah dan Tirmidzi)

Hikmah Qurban

Adapun mengenai hikmah yang terkandung dari pensyariatan ibadah Qurban ini, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Berkurban adalah sarana untuk menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim yang taat dan tegar melaksanakan Qurban atas perintah Allahta’ala meskipun harus kehilangan putra satu-satunya yang didambakan.
  • Menegakkan syiar Dinul Islam dengan merayakan Iedul Adha secara bersamaan dan saling tolong menolong dalam kebaikan. RasulullahShalallahu’alaihi Wasallambersabda, “Hari-hari tasyrik adalah hari-hari makan, minum dan dzikir kepada Allah Azza wajalla.” (HR: Muslim)
  • Bersyukur kepada Allah Subhanahu wata’ala atas nikmat-nikmat-Nya, maka mengalirkan darah binatang Qurban ini termasuk wujud syukur dan ketaatan dengan satu bentuk taqarrub yang khusus. “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Ilahmu ialah Ilah Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (Al-Hajj: 34).

Semua Bisa Berqurban-Berbagi Qurban Berbagi Kebahagiaan

Demikian sahabat Al Kautsar pembahasan tentang keutamaan ibadah Qurban, Semua Bisa Berqurban-Berbagi Qurban Berbagi Kebahagiaan. Meskipun sederhana, semoga tetap bisa memberikan motivasi kepada kita, untuk bersemangat melakukan ibadah yang mulia ini. Dan nantikan pembahasan diedisi selanjutnya mengenai hukum seputar udhiyah atau qurban. Semoga Allah memberikan kemudahan atas segala urusan dan kekuatan kepada kita untuk senantiasa beramal shalih.

Ini Dia Beberapa Ciri Ciri Bayi Yang Sehat

Memiliki anak merupakan kebahagiaan tersendiri yang tidak tertandingi bagi pasangan yang sudah menikah terutama ibu. Kebahagiaan akan lebih terasa jika sang bayi yang dilahirkan terlihat sehat dan aktif. Dengan kondisi tersebut, ibu akan bersemangat dalam merawat anaknya hingga terus tumbuh sehat. Namun bagi ibu yang belum begitu banyak pengalaman mengenai bayi, kemungkinan tidak begitu mengetahui ciri-ciri bayi yang aktif dan sehat itu seperti apa. Hal ini perlu sekali untuk diketahui agar sang ibu kedepannya dapat memantau tumbuh kembangnya bayi agar terhindar dari segala penyakit yang menimpanya.

Bayi memang sangat rawan terhadap penyakit, maka dari itu para orang tua terutama ibu harus terus memantau kondisi dari anak mereka. Oleh karena itu mengetahui wawasan mengenai bagaimana ciri-ciri bayi yang sehat itu penting.

Nahh ciri-cirinya seperti apa? Berikut listnya

  1. Kriteria sehat pada bayi bisa dilihat dari tubuhnya yang lengkap mulai dari kepala hingga ujung kaki. Jika ada salah satu yang cacat maka bayi tersebut belum bisa dikatakan sehat atau bisa jadi mengalami kelainan. Untuk problem ini sebenanrnya tidak perlu terlalu khawatir, misal jika bayi tidak memiliki salah satu anggota tubuh tetap bisa didorong untuk menjadi bayi yang aktif sehingga tubuh akan tetap sehat.

Bayi yang memiliki warna kulit kemerahan saat terlahir juga merupakan ciri-ciri bayi sehat. Warna kulit merah tersebut biasanya terdapat dari bagian bibir, muka, kulit tangan bahkan sampai bagian kaki. Namun jika kulit bayi yang anda lahirkan berwarna kuning ada baiknya langsung berkonsultasi kepada dokter atau bidan anda, karena mungkin terdapat kelainan pada bayi anda.

  1. Kulit bayi yang terlihat merah kemerahan juga menjadi tanda bayi sehat. Mungkin sebagian orang menganggap indikasi ini seperti kulit terkena alergi. Hal ini sebenarnya masih wajar. Beda urusannya jika bayi tersebut kulitnya berwarna kuning, jika seperti ini anda bisa tanyakan ke dokter apakah ada kelainan pada bayi anda.
  2. Saat bayi sudah lahir, ia akan menangis keras dan bunyinya terlihat nyaring. Ini menandakan bayi tersebut terbilang sehat karena dengan menangis tersebut jantung terpompa dengan maksimal dan saluran pernafasan akan lebih longgar. Jika tidak menangis maka perlu khawatir karena kemungkinan ada kelainan. Jika seperti ini konsultasikan segera ke dokter.
  3. Bayi sehat biasanya memiliki berat 2,5 kg. Berat badan ini bisa dikatakan minimal untuk taraf normal. Akan tetapi jika ternyata kurang dari itu tidak masalah. Bias jadi saat di dalam kandungan asupan gizi untuk sang ibu tidaklah banyak.
  4. Ketika sudah lahir, anda bisa cek warna fases saat dia sedang membuang kotoran. Umumnya di hari pertama hingga ketujuan warna masih terlihat kehijau-hijauan, lebih dari itu harusnya sudah menjadi berwarna kuning. Jika seperti ini maka bayi tersebut terbilang sehat.

Makanan Bayi Sehat

Demikianlah beberapa ciri bayi sehat yang bisa anda cek sendiri. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan bagi anda yang sekarang menjadi seorang ibu bagi sang buah hati.

Pentingnya Aqiqah

Bayi Aqiqah

Pentingnya AqiqahAqiqah adalah salah satu ajaran Islam yang dicontohkan Rasulullah SAW. Aqiqah mengandung hikmah dan manfaat positif yang kita bisa petik di dalamnya. Oleh karena itu, kita sebagai umat Islam sudah selayaknya melaksanakan setiap ajaran Rasulullah SAW tanpa terkecuali, termasuk ibadah aqiqah.

Setiap orang tua mendambakan anak yang shaleh, berbakti dan mengalirkan kebahagiaan kepada kedua orangnya. Aqiqah adalah salah satu acara penting untuk menanamkan nilai-nilai rohaniah kepada anak yang masih suci. Dengan Aqiqah diharapkan sang banyi memperoleh kekuatan, kesehatan lahir dan batin. Ditumbuhkan dan dikembangkan lahir dan batinnya dengan nilai-nilai Ilahiyah.

Dengan Aqiqah diharapkan sang bayi kelak menjadi anak yang shaleh dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Jika acara ini dilaksanakan dengan tulus-ikhlash dan dijiwai nilai-nilai ruhaninya oleh kedua orang tuanya, tentu akan berpengaruh terhadap perkembangan sang bayi, khususnya jiwa dan ruhaninya.

Aqiqah adalah salah satu acara ritual di dalam Islam, yang dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahiran seorang bayi. Aqiqah hukumnya sunnah muakkad (mendekati wajib), bahkan sebagian ulama menyatakan wajib.

Pentingnya beraqiqah

Apabila kita memiliki barang yang bisa mendatangkan manfaat dan bangga memilikinya, namun barang tersebut dalam keadaan tergadai, bagaimana sikap kita terhadap barang tersebut ?. Tentunya kita berusaha semaksimal mungkin untuk menebusnya.

Aqiqah adalah upaya kita untuk menebus anak kita yang tergadai. Aqiqah juga merupakan realisasi rasa syukur kita atas anugrah, sekaligus amanah yang diberikan Allah SWT terhadap kita. Aqiqah juga sebagai upaya kita menghidupkan sunnah Rasulullah SAW, yang merupakan perbuatan yang terpuji, mengingat saat ini sunnah tersebut mulai jarang dilaksanakan oleh kaum muslimin.

Rasulullah SAW bersabda :

“ Barangsiapa menghidupkan sunnahku disaat kerusakan pada umatku, maka baginya pahala orang yang mati syahid. “ ( Al – Hadst )

Pentingnya aqiqah selain itu, banyak juga manfaat yang lain, seperti : mempererat tali silaturrahmi dan ikatan sosial dengan para kerabat, tetangga, fakir miskin, dll. Oleh karena itu, marilah kita bersama – sama berusaha menghidupkan

Kambing Aqiqah Jogja

Kambing Aqiqah Jogja

Aqiqah Al Kautsar menyediakan berbagai kebutuhan Kambing Aqiqah dan qurban (kurban) hub: 0812 2234 6099, baik dari jenis Domba (Kambing gembel) maupun kambing jawa.

Kambing aqiqah dan qurban (kurban) yang kami sediakan memiliki kriteria sesuai dengan syari.
1. Untuk domba (kambing gembel) diatas 6 bulan dan untuk kambing jawa diatas 1 tahun
2. Tubuhnya kuat, lincah, dada lebar, pinggang lurus, kakinya kokoh, berukuran besar dan panjang tetapi tidak juga gemuk;
3. Perhatikan bagian matanya, kambing yang sehat matanya bisa fokus dan bisa melihat dengan jelas;
4. Perhatikan bagian dalam mulutnya terutama giginya, rahang giginya harus kuat mengunyah makanan;
5. Perhatikan kukunya jika tidak terdapat cacing;
6. Telinganya panjang menandakan bahwa dagingnya empuk.

Kambing yang memiliki daging banyak bisa dilihat di bagian punggungnya, pilih kambing yang punggungnya besar.

Kambing aqiqah jogja harus dibeli dalam keadaan masih hidup, agar daging terjamin sehat dan memiliki riwayat kesehatan yang jelas. Membeli daging kambing yang sudah dipotong memiliki resiko yang lebih besar karena pembeli tidak melihat langsung kondisi kambing tersebut.

Kebanyakan orang menganggap bahwa kambing aqiqah yang sehat dan berkualitas adalah kambing aqiqah yang harganya mahal. Padahal tidak demikian, kambing aqiqah bisa dilihat dari ciri fisiknya, harga tinggi belum tentu menjamin kualitas daging. Anda bisa memilih kambing aqiqah sesuai budget, untuk bisa mendapatkan kambing aqiqah yang sesuai keinginan, Anda bisa mencari informasi dari berbagai sumber. Salah satunya melalui internet, kini sudah mudah mendapatkan layanan peternak hewan yang go online. Layanan ini juga sudah ada yang menyediakan paket kambing aqiqah lengkap dengan menunya. Bisa juga melalui rekomendasi kerabat, atau coba lihat salah satu layanan aqiqah jogja online. Jangan ragu untuk bertanya agar mendapatkan kambing yang terbaik.

Seperti halnya Aqiqah Al Kautsar, Anda bisa datang langsung ke kandang aqiqah kami untuk mendapatkan informasi mengenai kambing dan dapat langsung pilih di lokasi. insya Allah kami menyediakan kurang lebih 20 ekor perhari untuk kebutuhan kambing aqiqah jogja.

pop up aqiqah promo agus 2019